cover
Contact Name
PT Mantaya Ide Batara
Contact Email
ideapengabdianmasyarakat@gmail.com
Phone
+6285211848489
Journal Mail Official
ideapengabdianmasyarakat@gmail.com
Editorial Address
BTP Blok AA Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Idea Pengabdian Masyarakat
Published by PT.Mantaya Idea Batara
ISSN : -     EISSN : 27983668     DOI : 10.53690
Core Subject : Health, Social,
Idea Pengabdian Masyarakat (IPM) Merupakan Jurnal Pengabdian Masyarakat yang dikelola oleh PT.Mantaya Idea Batara. Jurnal ini Menerima Manuskrip yang Berfokus pada Bidang Kesehatan, Pendidikan, Teknologi tepat Guna, Sosial Ekonomi, Hukum dan Ilmu Lainya yang berhubungan dengan Masyarakat. Jurnal ini terbit pada periode Februari-Juli & Agustus-Desember setiap tahunya. Artikel yang diterbitkan di Idea Pengabdian Masyarakat (IPM) telah ditinjau oleh Sejawat dengan Ilmu yang Relevan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 252 Documents
Optimalisasi Pencegahan & Pengelolaan Penyakit Tidak Menular melalui Pemeriksaan Kesehatan pada Masyarakat Pesisir Ferly Yacoline Pailungan; Najihah Najihah; Ayuk Cucuk Iskandar; Dewi Wijayanti; Heni Heni
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v6i01.524

Abstract

Daerah pesisir yang terletak jauh dari pusat kota mungkin menghadapi tantangan kesehatan karena terbatasnya akses ke layanan dan infrastruktur yang tidak memadai. Hipertensi dan diabetes melitus (DM) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama di wilayah pesisir, dengan tingkat prevalensi yang memprihatinkan. Kedua penyakit tidak menular ini memerlukan perhatian untuk mencegah komorbiditas atau perkembangan kondisi yang lebih parah, seperti gagal ginjal kronis atau gagal jantung. Deteksi dini dan pengelolaan faktor risiko yang efektif dapat mencegah penyakit tidak menular (PTM). Hasil observasi menunjukkan tingginya angka kejadian hipertensi dan diabetes melitus di wilayah Tarakan, dengan pengetahuan masyarakat yang kurang memadai tentang pencegahan dan pengelolaan penyakit tidak menular ini, terutama di Kecamatan Pantai Amal di wilayah pesisir. Tingginya persentase pasien dengan tekanan darah dan gula darah yang tidak terkontrol, serta tingginya angka komplikasi, memperkuat fakta ini. Untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir, kegiatan pengabdian masyarakat ini, yang bertujuan untuk mengoptimalkan pencegahan dan pengelolaan penyakit tidak menular, khususnya hipertensi dan diabetes melitus, dilakukan melalui pengabdian masyarakat di Kecamatan Pantai Amal.
Pembuatan Stik Ikan Tongkol untuk Pemberdayaan Istri Nelayan di Desa Tongke-tongke Kecamatan Sinjai Timur Irfan Fauzi; Andi Tenriawaruwaty; A.Ridha Alamsyah; A Liswahyuni; Andi Panca Wahyuni; Nurul Eka Wijayanti Risa; Uspar Uspar; Armita Peramtasari
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v6i01.526

Abstract

Ikan tongkol (Euthynnus affinis) salahsatu sumberdaya perairan yang memiliki nilai ekonomis tinggi,ikan tongkol merupakan komoditas yang memberikan kontribusi terbesar terhadap nilai ekspor perikanan Indonesia setelah udang. Salah satu komoditi unggulan perikanan laut di Kabupaten Sinjai merupakan salah satu Kabupaten penyumbang hasil tangkapan ikan tongkol mencapai 2.666,29 ton/tahun. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat merupakan upaya pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan untuk memberikan pengetahuan cara mengolah produk-produk perikanan dan penguatan daya saing dalam pembinaan pelaku UMKM. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di laksanakan pada tanggal 27 September 2025 yang berlokasi di aula kantor Desa Tongke-tongke. Kegiatan ini dihadiri oleh Dosen Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan UMSi, Aparat Desa, Masyarakat (istri nelayan dan mahasiswa.Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yang pertama survey lokasi dan diskusi dengan kepala Desa Tongke-tongke terkait petensi dan permasalahan yang ada di desa, Kedua ceramah dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat, ketiga pendampingan pengolahan stik ikan. Dalam kegiatan pengabdian ini masyarakat sangat antusias selama kegiatan berlangsung dan pemerintah desa juga memberikan dukungan kepada masyarakat untuk melaksanakan baik kelompok atau individu guna meningkatkan perekonomian keluarga
Optimalisasi Perkembangan Psikososial Lansia melalui Intervensi Edukasi dan Terapi Kelompok Terapeutik Ni Luh Emilia; Herni Susanti; Yossie Susanti Eka Putri; Reni Reni; Freny Ravika Mbaloto
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v6i01.533

Abstract

Abstrak: Lansia harus mampu menerima kehidupan mereka secara bermakna agar tercapai kesejahteraan psikososial, karena kegagalan dalam mencapai tugas perkembangan pada tahap ini dapat menghasilkan rasa putus asa, kecewa dan kehilangan makna hidup.  Oleh karena itu, intervensi yang memfasilitasi interaksi sosial, dukungan emosional, dan kemandirian sangat penting bagi lansia seperti terapi kelompok. Tujuan dari kegiatan ini adalah melakukan edukasi dan terapi kelompok terapeutik untuk mengoptimalisasi perkembangan psikososial lansia. Hasilnya ada 22 lansia yang mengikuti kegiatan. Tugas perkembangan meningkat dari 99,11% menjadi 100% demikian pula dengan aspek perkembangan lansia sebelum intervensi 88,57% meningkat menjadi 100%. Lansia juga terlihat antusias karena memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang diri, kondisi kesehatan, dan peran sosialnya, sehingga mampu meningkatkan penerimaan diri, rasa bermakna, serta kepercayaan diri. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah edukasi dan latihan kelompok terapeutik terbukti memberikan dampak yang sangat positif terhadap pelaksanaan tugas perkembangan dan pemenuhan aspek psikososial lansia.
Simulasi Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di Universitas Famika: Emergency Response Team (ERT) St. Nurfatul Jannah; Muhammad Fathur Rahman MT Hardjo; Risman Wanci; Wiwiek Hidayati Jaya; Septrianto Marannu Sapan
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v6i01.534

Abstract

Abstrak: Kesiapsiagaan menghadapi bencana merupakan aspek penting dalam upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana. Namun demikian, pengetahuan dan keterampilan civitas akademika mengenai tanggap darurat bencana gempa bumi masih perlu ditingkatkan. Peserta pada kegiatan ini adalah mahasiswa sebanyak 30 orang yang dipilih berdasarkan hasil diskusi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Famika, yang dilakukan selama dua hari, yakni Jumat dan Sabtu, tanggal 16 – 17 Mei 2025 di Universitas Famika. Hari pertama kegiatan diawali dengan melakukan persiapan: pemilihan peserta, pembagian tim, penerimaan materi dan skill pertolongan pertama, menonton video simulasi Emergency Response Team (ERT) bencana gempa bumi, dan latihan simulasi sesuai dengan peran masing-masing tim. Selanjutnya, pada tahap pelaksanaan hari kedua dilakukan simulasi emergency response team bencana gempa bumi. Evaluasi secara keseluruhan pada kegiatan ini adalah bahwa peserta sudah bisa melakukan simulasi ERT sesuai dengan fungsi dan peran masing-masing yang telah dilatihkan. Kegiatan ini menghasilkan luaran berupa video pelaksanaan ERT bencana gempa bumi di Universitas Famika. Diharapkan kepada pihak Universitas Famika untuk rutin melakukan kegiatan simulasi ERT pada kasus bencana alam lainnya dengan melibatkan seluruh sivitas akademika untuk nantinya bisa menjadi sumber pengabdian kepada masyarakat sekitar.
Pemberdayaan Pada Remaja Putri Tentang Pencegahan Anemia Di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Garung Wonosobo Romdiyah Romdiyah; Dewi Candra Resmi; Indrawati Aristya Rini; Ari Setyawati
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v6i01.535

Abstract

Permasalahan status gizi pada remaja dapat disebabkan kurangnya asupan gizi remaja, yang berdampak bagi tumbuh kembang dan menyebabkan permasalahan gizi lain, yaitu anemia. Prevelansi anemia pada remaja secara global sebesar 24,8% dan prevelansi anemia remaja di negara berkembang sebesar 40,7%. Dampak dari remaja yang mengalami anemia yaitu pada saat saat hamil, persalinan bisa terjadi abortus, BBLR, mengalami penyulit saat bayi lahir disebabkan Rahim tidak mampu berkontraksi dengan baik dan berisiko terjadi perdarahan. Sehingga untuk mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan skrining anemia dan pemberian TDD dengan tujuan untuk mendeteksi dini anemia pada remaja putri dan mencegah anemia. Deteksi secara dini pada remaja putri dapat menurunkan dampak jangka. Tujuan pengabdian ini adalah remaja putri mengetahui tentang anemia dan dapat mengkonsumsi TTD secara rutin. Pelaksanaan di awali dengan edukasi Kesehatan tentang anemia, pemeriksaan HB dan minum Tablet Tambah Darah (TDD). Sasaran pada kegiatan ini pada siswi kelas 7 putri. Hasil dari pengabdian ini yang sebanyak 42 (37%) siswi kadar HB Anemia < 12gr/dl dan sebanyak 71 (63%) siswi kadar HB Normal > 12gr/dl dilanjutkan pemberian TDD dan minum serentak. Tindak lanjut dari kegiatan Adalah melakukan monitoring dan evaluasi pemeriksaan HB 6 bulan sekali dan konsumsi TDD secara rutin di hari jumat.
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir melalui Pengelolaan Sampah Plastik Berbasis Ecobrick di Desa Sampulungan, Galesong Utara Rizki Ayu Saraswati Ayu; Arinda Wahyuni; Sartika Fathir Rahman
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v6i01.485

Abstract

Wilayah pesisir Indonesia menghadapi tantangan serius berupa pencemaran sampah plastik yang berdampak pada ekosistem laut, kesehatan, dan sosial ekonomi masyarakat. Desa Sampulungan, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar merupakan salah satu kawasan pesisir dengan permasalahan serupa, khususnya pada komunitas nelayan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sampulungan Beru. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya plastik, membentuk Bank Sampah Komunitas, serta memberikan pelatihan teknis pembuatan ecobrick dan produk turunannya. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, penerapan teknologi sederhana (mesin pencacah plastik dan SOP ecobrick), pendampingan, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya Bank Sampah “Sampulungan Bersih” dengan enam pengurus dan sistem insentif berbasis poin, produksi sekitar 100 unit ecobrick serta satu kursi ecobrick, serta peningkatan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah dan manajemen bank sampah. Dampak yang dicapai berupa peningkatan kesadaran lingkungan, partisipasi warga dalam penyetoran rata- rata 12 kg plastik per bulan, penurunan sampah pesisir meskipun masih terbatas (<10%), serta terciptanya nilai sosial dan potensi ekonomi melalui insentif dan pemanfaatan ecobrick. Program ini relevan dengan kondisi lokal dan mendukung pencapaian SDGs 12, 8, dan 14. Edukasi berbasis praktik nyata terbukti efektif mendorong perubahan perilaku, meningkatkan produktivitas, serta membuka peluang pemanfaatan limbah plastik menjadi produk bernilai guna.
Sadar Jiwa, Sehat Raga: Intervensi Dini dengan Pelatihan Terapi Quided Imagery bagi Wanita Usia Produktif Suhermi Suhermi; Rahmawati Ramli; Septiyanti Septiyanti; Zakia Nur Rahma Djafar; Nur Alfiah Lailan
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v6i01.521

Abstract

Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam mewujudkan kesehatan yang menyeluruh. Namun di sebagian besar negara berkembang, masalah kesehatan mental belum diprioritaskan apabila dibandingkan dengan penyakit menular. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melatih keterampilan peserta dalam melakukan terapi Guided Imagery secara mandiri dan penerapan gaya hidup sehat yang mendukung keseimbangan antara kesehatan mental dan fisik. Metode pengabdian yang digunakan adalah pretest posttest, penyuluhan dan pelatihan terapi quided imagery yang diikuti sebanyak 20 peserta pada bulan oktober 2025. Hasil kegiatan berupa Terlaksananya pelatihan Guided Imagery kepada 20 wanita usia produktif. Hasil skrining psikologis menggunakan GAD-7 dengan hasil pretest terdapat sebagian besar cemas sedang (50%) dan cemas ringan (48%), serta masih terdapat 2% dengan cemas berat. Setelah intervensi, terjadi perubahan kategori tidak cemas meningkat menjadi 5%, cemas ringan meningkat jauh menjadi 80%, sementara cemas sedang turun menjadi 15%. Kesimpulannya Metode ini terbukti efektif, aman, dan mudah diterapkan di lingkungan keluarga maupun komunitas tanpa memerlukan peralatan khusus. Selain itu, kegiatan kelompok meningkatkan interaksi sosial, komunikasi, dan empati antar peserta. Konsistensi dan partisipasi aktif peserta menjadi faktor penting dalam mencapai hasil yang optimal.
Pemberdayaan Kader Kesehatan Desa Melalui Platform Digital dalam Pencegahan dan Pengelolaan Diabetes Mellitus Muh. Zukri Malik; Muh Taslim; Respaty Namruddin; Aidil Aksa; Rifkah Nurul Aini Makmur
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v6i01.532

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan beban kesehatan global yang prevalensinya terus meningkat, termasuk di wilayah pedesaan Indonesia seperti Desa Bontolanra, Kecamatan Galesong Utara, Sulawesi Selatan. Rendahnya literasi kesehatan dan keterbatasan akses edukasi menjadi tantangan utama, sementara kader kesehatan desa—sebagai garda terdepan—belum memiliki kapasitas memadai untuk deteksi dini dan edukasi DM. Tujuan kegiatan ini adalah memberdayakan kader kesehatan melalui platform digital agar mampu melakukan edukasi, deteksi dini, dan pendampingan sederhana bagi warga yang mengalami DM. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat dan difusi ipteks melalui empat pertemuan intensif selama Juli–Agustus 2025, menggabungkan pelatihan tatap muka dan pemanfaatan platform digital (DiaPagolla). Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi partisipatif, serta wawancara mendalam. Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman kader, dengan rata-rata skor naik dari 52 menjadi 87. Kader juga mampu menggunakan platform digital “DiaPagolla” untuk menyebarkan edukasi dan memantau warga. Pendekatan ini terbukti efektif, berkelanjutan, dan mudah direplikasi di desa lain. Kesimpulannya, integrasi platform digital sederhana mampu meningkatkan kapasitas kader dalam pencegahan dan pengelolaan DM, sekaligus memperkuat sistem kesehatan primer berbasis masyarakat.
Sinergi Remaja Sehat Kini dan Nanti Melalui Screening Kesehatan Untuk Memutus Mata Rantai Stunting Anisa Ell Raharyani; Candra Dewi Rahayu; Rizka Ngaristy
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v6i01.536

Abstract

Remaja putri merupakan calon ibu pada masa depan, sehingga kondisi anemia dan kekurangan energi kronis (KEK) pada masa remaja berkorelasi langsung dengan resiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) serta stunting. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memutus mata rantai stunting melalui kegiatan screening pada remaja. Metode kegiatan penagbdian masyarakat ini dengan screening pada remaja meliputi pemeriksaan antropometri (pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar lengan) dan pemeriksaan Hb. Hasil dari kegiatan PkM adalah hasil pengukuran HB pada remaja rata-rata mengalami anemia ringan dengan kadar Hb 11,5 g/dL dan masih terdapat remaja dengan IMT kurang. Rekomendasi hasil dari kegiatan Pk Mini menunjukan perlunya penguatan UKS dan skrining kesehatan rutin bagi anak usia sekolah dan remaja.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Konsumen Cerdas untuk Meningkatkan Pemahaman Hak dan Kewajiban dalam Pelayanan Kesehatan di Wilayah Pesisir Jembatan Dua Maluku Tengah Nelma Liklikwatil; Nur Aisah Latuconsina; Paramita Kurnia Wiguna; Floria Veramaya Imlabla; Lovely Natasia Kasim; Fin Eklesia Sambonu; Darma Wally
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v6i01.539

Abstract

Peran konsumen dalam pelayanan kesehatan berbasis patient - centered care sangat penting untuk memperkuat pendekatan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan, preferensi, serta pengalaman pasien. Pengetahuan konsumen yang baik akan lebih cepat dalam pengambilan keputusan terkait kesehatan serta mampu memanfaatkan layanan secara optimal. Namun, pemahaman masyarakat, khususnya di wilayah pesisir, mengenai hak dan kewajiban pasien masih terbatas. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hak dan kewajiban pasien dalam pelayanan kesehatan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi, dan pemberian materi edukatif. Kegiatan dilakukan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat saat mengakses layanan kesehatan. Hasil kegiatan yaitu terdapat peningkatan pemahaman masyarakat mengenai konsep konsumen cerdas dalam menggunakan hak dan kewajiban untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu, tertib, dan bertanggung jawab dalam proses pelayanan. Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu program pengabdian ini efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hak dan kewajiban pasien, sehingga dapat mendukung terwujudnya pelayanan kesehatan yang lebih optimal dan berorientasi pada pasien. Diperlukan edukasi kesehatan yang berkelanjutan melalui penyuluhan, media informasi, dan pendampingan langsung. Tenaga kesehatan juga diharapkan meningkatkan komunikasi efektif dan transparansi pelayanan agar masyarakat semakin memahami prosedur layanan kesehatan