cover
Contact Name
PT Mantaya Ide Batara
Contact Email
ideapengabdianmasyarakat@gmail.com
Phone
+6285211848489
Journal Mail Official
ideapengabdianmasyarakat@gmail.com
Editorial Address
BTP Blok AA Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Idea Pengabdian Masyarakat
Published by PT.Mantaya Idea Batara
ISSN : -     EISSN : 27983668     DOI : 10.53690
Core Subject : Health, Social,
Idea Pengabdian Masyarakat (IPM) Merupakan Jurnal Pengabdian Masyarakat yang dikelola oleh PT.Mantaya Idea Batara. Jurnal ini Menerima Manuskrip yang Berfokus pada Bidang Kesehatan, Pendidikan, Teknologi tepat Guna, Sosial Ekonomi, Hukum dan Ilmu Lainya yang berhubungan dengan Masyarakat. Jurnal ini terbit pada periode Februari-Juli & Agustus-Desember setiap tahunya. Artikel yang diterbitkan di Idea Pengabdian Masyarakat (IPM) telah ditinjau oleh Sejawat dengan Ilmu yang Relevan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 233 Documents
Pendampingan Penerbitan Nomor Induk Berusaha Berbasis Risiko dalam Legalitas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Desa Lappacinrana Jusniaty, Jusniaty; Juniati, Sri Rahayu; Lutfi, Muhammad; Nurdin, Mochamat; Sukmawati, Sukmawati; Fatmawati, Fatmawati; Husna, Asmaul
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i03.422

Abstract

Legalitas usaha merupakan aspek penting dalam mendukung keberlangsungan dan pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Namun, masih banyak pelaku UMKM yang belum memiliki legalitas usaha salah satunya adalah Nomor Induk Berusaha (NIB), yang menjadi pintu masuk utama dalam sistem perizinan berusaha berbasis risiko. Tujuan utama kegiatan pengabdian ini adalah melakukan pendampingan langsung kepada setiap pelaku usaha yang ada di Desa Lappacinrana dalam melengkapi dokumen pendaftaran, pendaftaran online, sampai terbit NIB melalui platform resmi di OSS - Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik. Kegiatan pendampingan ini, dimulai dengan rangkaian kegiatan sosialisasi terkait proses penerbitan NIB, pelatihan teknis terkait proses pendaftaran dan penerbitan NIB, pendampingan langsung dengan mengumpulkan dokumen persyaratan pendaftaran NIB, dan pendaftaran online, serta penerbitan NIB. Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan UMKM di Desa Lappacinrana dapat berkembang secara legal dan lebih mudah mengakses berbagai program dukungan dari pemerintah. Adapun Evaluasi dampak dari pendampingan ini adalah terbitnya NIB untuk beberapa pelaku usaha di Desa Lappacinrana. Laporan ini memberikan gambaran tentang kepemilikan NIB bagi pelaku usaha di Desa Lappacinrana dan memastikan bahwa setiap pemilik usaha punya keinginan untuk memiliki NIB.
Psikoedukasi Terapi Komlementer untuk Mengatasi Masalah Psikologi pada Ibu Rumah Tangga di Kota Palu Emilia, Ni Luh; Susanto, Denny; Sabarulin, Sabarulin; Purwiningsih, Sri
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i03.429

Abstract

Ibu rumah tangga dapat diartikan sebagai seorang wanita yang bertanggung jawab dalam mengelola berbagai kegiatan rumah tangga. Ibu adalah seorang istri yang fokus mengurus urusan rumah, tanpa terlibat dalam pekerjaan di luar rumah. Namun, tanggung jawab ini kadang-kadang dapat menimbulkan masalah kesehatan, baik fisik maupun psikologis. Tujuan dari kegiatan ini adalah dilakukannya psikoedukasi terapi komlementer untuk mengatasi masalah psikologi pada ibu rumah tangga. Hasil dari penyuluhan jumlah peserta yang hadir hanya 116 orang. Ibu-ibu terlihat antusias karena merasa baru kali ini mendapatkan penyuluhan yang berbeda dan langsung dengan praktiknya/penerapannya. Ibuibu mampu menjelaskan kembali materi bahkan mempraktekan secara singkat terapi yang sudah diajarkan yang artinya mereka dapat mengerti, memahami serta mempraktekkan materi yang diajarkan. Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu pendidikan kesehatan atau eduksi kesehatan penting diberikan kepada masyarakat khususnya ibu rumah tangga dalam menghadapi masalah mental atau psikologi sehingga harapannya adalah ibu-ibu akan menggunakan materi dan tips yang diajarkan dalam mengatasi masalah psikologi yang mungkin atau sedang dialami
Pencegahan komplikasi pada Penderita Hipertensi melalui Pemeriksaan Kesehatan dan Demonstrasi Relaksasi Otot Progresif Setiarini, Tatik; Sutiawati, Dewi Nur; Astuti, Yuli; Safari, Uum; Yustina, Anita; Anita, Riadinni; Sumiati, Yati
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i03.434

Abstract

Salah satu masalah terbesar yang dihadapi dunia saat ini adalah hipertensi. Menurut perkiraan WHO, 1,15 miliar orang di seluruh dunia, sekitar 29% dari total populasi akan menderita hipertensi pada tahun 2025, dengan 333 juta kasus terjadi di negara-negara industri dan 639 kasus sisanya terjadi di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Data Riskesdas tahun 2018 menunjukan terjadinya peningkatan kasus hipertensi sebesar 34,1% di Indonesia. Karena hipertensi tidak menunjukkan gejala, penyakit ini dikenal sebagai Silent Killer. Oleh karena itu, pengobatan sangat penting untuk menghindari pencegahan komplikasi sejak dini. Teknik relaksasi otot progresif dapat digunakan sebagai terapi tambahan untuk membantu menurunkan jumlah kasus hipertensi. Teknik relaksasi otot progresif berusaha untuk mendorong relaksasi dan meredakan stres. Dengan menggunakan teknik ini, otot-otot secara bertahap dikencangkan dan kemudian dilepaskan satu demi satu, mulai dari ujung kaki hingga kepala. Dengan melakukan pemeriksaan kesehatan dan mendemonstrasikan terapi alternatif atau komplementer khususnya teknik relaksasi otot progresif bagi penderita hipertensi, pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mencegah komplikasi akibat hipertensi. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan dilanjutkan dengan demonstrasi teknik relaksasi otot progresif, diikuti dengan demonstrasi ulang oleh warga.
Edukasi Gizi Seimbang Selama Masa Kehamilan di Kecamatan Sako, Kota Palembang Sari, Sagita Darma; Marlisa Rahmadayanti, Ade; Tri Zelharsandy, Vika; Sepiwiryanti, Wika; Andreinie, Ria
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i03.436

Abstract

Kelompok yang paling berisiko mengalami masalah gizi adalah ibu hamil. Pertumbuhan janin dapat terpengaruh oleh masalah gizi yang dihadapi ibu selama kehamilan. Salah satu teknik untuk meningkatkan pengetahuan gizi seseorang atau kelompok masyarakat adalah melalui konseling, yang dapat digunakan sebagai alat pengajaran untuk memperluas pengetahuan dengan menawarkan terapi yang dipantau dan direncanakan. Dengan memberikan saran gizi, masyarakat akan memahami pentingnya makanan dan gizi serta lebih cenderung bertindak dan berperilaku sesuai dengan anjuran diet., Kegiatan ini dilakukan di Praktik Bidan Mandiri Ferawati dengan jumlah peserta sebanyak 25 ibu hamil. Hasil kegiatan ini sebelum dilakukan penyuluhan pengetahuan ibu hamil dengan hasil ukur baik sebanyak 2 orang (8%) setelah dilakukan penyuluhan pengetahuan ibu hamil dengan hasil ukur baik meningkat sebanyak 14 orang (56%). Setelah dilakukan penyuluhan dan kegiatan ini, pemahaman ibu hamil tentang perlunya gizi yang baik selama masa kehamilan semakin meningkat
Mengenal Persamaan Dasar Akuntansi dalam Mengelola Keuangan di SMP Negeri 3 Tigaraksa Pujia, Dede Puspa; Susilowati, Susilowati; Kamela, Hurian; Hidayat, Cecep Edi; Alam, Ryan Saputra; Jatmika, Windy
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i03.442

Abstract

Terbatasnya pengetahuan dasar mengenai akuntansi menjadi hal utama dari kegiatan pengabdian ini. Tujuan dari Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan ke SMPN 3 Tigaraksa adalah: 1) memberikan pemahaman dasar tentang konsep dan prinsip akuntansi kepada siswa, sehingga dapat mengerti pentingnya pencatatan dan pengelolaan keuangan, 2) Mendorong minat siswa untuk mempelajari lebih lanjut tentang akuntansi dan ekonomi, guna mendukung pengembangan akademik dan karier di masa depan, 3) meningkatkan keterampilan praktis siswa dalam mengelola catatan keuangan, baik untuk keperluan pribadi maupun dalam konteks bisnis sederhana. Metode yang diberikan dalam kegiatan ini yaitu metode ceramah dan pelatihan pembuatan jurnal transaksi dengan contoh kasus. Kegiatan ini diikuti oleh siswa SMPN 3 Tigarkasa yang menjadi pengurus OSIS periode 2024/2025 dan yang menjadi pemateri yaitu Dosen S1 Akuntansi Universitas Tangerang Raya serta dibantu oleh para mahasiswa Akuntansi yang tergabung dalam HIMAKU (Himpunan Mahasiswa Akuntansi) sebagai penyelenggara kegiatan PKM ini. Setelah kegiatan ini siswa dapat lebih mengetahui tentang literasi keuangan terutama tentang persamaan dasar akuntansi dan penjurnalan dalam setiap transaksi keuangan dan menyajikannya dalam bentuk laporan keuangan yang sederhana. Selain itu siswapun dapat menjadikan kegiatan ini menjadi referensi untuk melanjutkan ke jenjang sekolah yang diminati dan bidang pekerjaan yang akan tekuni kedepannya.
Pemeriksaan Tekanan Darah dan Edukasi Hipertensi pada Masyarakat Lingkungan Bontopanno Kabupaten Gowa Jannah, St. Nurfatul; Nasrullah, Nasrullah; Tawil, Selviana; Hidayat, Rahmat; Rismanuddin, Rismanuddin
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i03.445

Abstract

Hipertensi merupakan suatu kondisi medis di mana tekanan darah dalam arteri berada di atas ambang normal secara terus-menerus. Hipertensi dapat menimbulkan komplikasi serius seperti kerusakan pada jantung, pecahnya pembuluh darah, penyumbatan arteri yang berpotensi menyebabkan stroke, dan gangguan ginjal yang dapat berujung pada gagal ginjal. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan berupa pemeriksaan tekanan darah menggunakan alat sphygmomanometer dan stethoscope, kemudian dilanjutkan dengan pemberian edukasi secara langsung melalui metode ceramah, tanya jawab, serta diskusi mengenai hipertensi. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 8 Maret 2025 di Lingkungan Bontopanno, Kelurahan Tamaona, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa. Berdasarkan hasil pemeriksaan, sebagian besar peserta telah masuk dalam kategori hipertensi, bahkan beberapa di antaranya sudah mengalami komplikasi seperti stroke. Masyarakat diberikan materi mengenai hipertensi, faktor penyebab, upaya pencegahan, penanganan, serta tips menjaga pola makan dan gaya hidup agar terhindar dari komplikasi yang tidak diinginkan. Ada beberpa kendala selama proses pemberian edukasi, salah satunya adalah perbedaan bahasa sehingga perlu dilakukan pengulangan materi. Setelah edukasi diberikan, masyarakat menunjukkan pemahaman dan berkomitmen untuk menerapkan informasi yang telah disampaikan. Berdasarkan hal tersebut, edukasi kesehatan yang menekankan pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara rutin sangat diperlukan untuk memantau kondisi tekanan darah masyarakat. Selain itu, pemberian edukasi kesehatan terbukti mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi
Edukatif Bahaya Praktik Tukang Gigi Pada Masyarakat Kelurahan Kapasa Aldilawati, Sari; Abdi, Muhammad Jayadi; Putri, Anggita Maulidya; Ningsih, Hening Wahyu Sasmita
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i03.447

Abstract

Pengabdian masyarakat ini dilakukan karena kurangnya pengetahuan masyarakat Kapasa mengenai bahaya perawatan di tukang gigi. Edukasi yang baik akan memberikan pengaruh terhadap sikap dan perilaku hidup sehat. Tukang gigi didefinisikan sebagai orang yang memiliki keahlilan dalam pemasangan dan pembuatan gigi tiruan lepas pasang dan yang berkaitan dengan perawatan gigi lainnya. Kompetensi yang dimiliki oleh tukang gigi sudah diatur dalam ketentuan umum Pasal 1 ayat (1) Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Permenkes RI) Nomor 39 Tahun 2014. Pekerjaan yang dilakukan oleh seorang dokter gigi tidak dapat disamakan dengan pekerjaan seorang tukang gigi. Menurut sudut pandang Islam, menjaga kebersihan diri merupakan bagian dari keimanan seseorang. Pentingnya kebersihan dalam semua aspek kehidupan, termasuk kesehatan mulut, ditekankan di dalam Al-Qur'an. Menjaga kebersihan mulut dan gigi merupakan bagian penting namun terkadang diabaikan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini merupakan studi deskriptif yang bertujuan menggambarkan tingkat pengetahuan masyarakat Kelurahan Kapasa Raya mengenai bahaya praktik tukang gigi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan teknik quota sampling, melibatkan responden berusia 16–75 tahun yang dapat membaca dan menulis. Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk persentase dan disajikan dalam tabel. Penelitian dilaksanakan di Gedung Baruga Kelurahan Kapasa. Artikel ini akan membahas mengenai wewenang dan larangan praktek tukang gigi serta perbedaan dokter gigi dan tukang gigi.
Edukasi Pertolongan pertama pada Syncope (Pentasy) Nasyiatul Aisyiyah di Balecatur, Gamping Sleman Tri Wulandari, Endah; Muhaji, Muhaji; Suparmanto, Gatot
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i03.450

Abstract

Kondisi seseorang yang mengalami kehilangan kesadaran yang mendadak dan bersifat sementara akibat aliran darah dan oksigen ke otak yang berkurang disebut sebagai syncope atau pingsan. Individu yang mengalami syncope dapat menyebabkan cidera sebanyak 28%. Pengetahuan dan sikap dalam memberikan pertolongan pertama pada syncope menentukan keberhasilan dari pertolongan pertama agar terhindar dari cidera. Penanganan syncope merupakan salah satu isu kesehatan yang signifikan di Desa Balecatur, Sleman, mengingat tingginya populasi masyarakat yang sering melakukan aktivitas fisik berat di bawah cuaca panas. Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang gejala dan penanganan pingsan yang tepat menjadi penyebab utama dalam lambatnya respon ketika kasus pingsan sehingga dapat menyebabkan resiko cidera. Edukasi dan demonstrasi kesehatan yang menyasar penanganan pertama kasus syncope menjadi solusi yang dipandang efektif untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam merespons situasi darurat tersebut. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja untuk memberikan pertolongan pertama pada seseorang dengan syncope merupakan tujuan dari pengabdian ini. Selain itu, tujuan pengabdian ini mengajak remaja untuk dapat berperan sebagai penggerak atau motivator untuk lingkungan disekitarnya tentang bagaimana memberikan pertolongan pertama pada syncope.
Pengenalan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di SMK Atisa Dipamkara Astutik, Fifit Eka Furi; Naulli, Ghristina Chrissilia; Nehe, Della Christina; Nalu, Rambu Ina Hona
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i03.453

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan aspek esensial dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman di sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat di SMK Atisa Dipamkara bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman warga sekolah terhadap prinsip keselamatan dan kesehatan kerja melalui pendekatan edukatif. Observasi awal menunjukkan sejumlah fasilitas seperti ruang kelas, laboratorium, dan kantin belum memenuhi standar keselamatan. Hasil identifikasi bahaya dan penilaian risiko menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control menunjukkan adanya potensi bahaya dengan tingkat risiko sedang hingga tinggi. Selain itu, rendahnya pemahaman warga sekolah terhadap keselamatan dan kesehatan kerja memperkuat urgensi intervensi. Sosialisasi menggunakan pendekatan edukatif partisipatif dengan metode seminar interaktif, diskusi kelompok, pemutaran video dan pengukuran tingkat pemahaman melalui evaluasi pre-test serta post-test. Hasil post-test menunjukkan jumlah peserta dengan pemahaman tinggi meningkat mencapai 70%. Pendekatan edukatif melalui sosialisasi efektif membangun kesadaran K3 sekaligus menjadi langkah strategis menuju budaya keselamatan berkelanjutan di lingkungan pendidikan
Edukasi Kesehatan tentang Pencegahan Anemia dan Stunting pada Ibu Hamil Hafid, Wahyuni; Safitri, Dewi; Anwar, Sukmawati
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i03.455

Abstract

Anemia dan stunting merupakan dua permasalahan kesehatan utama yang saling berkaitan dan berdampak jangka panjang terhadap kualitas hidup anak. Anemia pada masa kehamilan, yang umumnya disebabkan oleh defisiensi zat besi, dapat menurunkan suplai oksigen dan nutrisi ke janin sehingga meningkatkan risiko stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil mengenai pencegahan anemia dan stunting. Metode yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 21 ibu hamil yang dipilih secara purposive dengan kriteria tertentu. Intervensi edukasi dilakukan melalui penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, leaflet, dan video edukatif. Hasil pretest menunjukkan skor pengetahuan awal tergolong rendah (10–15), sementara hasil posttest menunjukkan peningkatan signifikan (20–25). Seluruh responden mengalami peningkatan pemahaman serta menunjukkan sikap positif terhadap pencegahan anemia dan stunting, termasuk peningkatan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD) dan penerapan pola makan sehat selama kehamilan. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi kesehatan yang komunikatif dan partisipatif efektif dalam menjembatani kesenjangan pengetahuan dan membentuk perilaku preventif pada ibu hamil. Oleh karena itu, edukasi semacam ini perlu diintegrasikan dalam pelayanan kesehatan primer seperti puskesmas dan posyandu untuk memutus siklus intergenerasi stunting di Indonesia.