cover
Contact Name
PT Mantaya Ide Batara
Contact Email
ideapengabdianmasyarakat@gmail.com
Phone
+6285211848489
Journal Mail Official
ideapengabdianmasyarakat@gmail.com
Editorial Address
BTP Blok AA Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Idea Pengabdian Masyarakat
Published by PT.Mantaya Idea Batara
ISSN : -     EISSN : 27983668     DOI : 10.53690
Core Subject : Health, Social,
Idea Pengabdian Masyarakat (IPM) Merupakan Jurnal Pengabdian Masyarakat yang dikelola oleh PT.Mantaya Idea Batara. Jurnal ini Menerima Manuskrip yang Berfokus pada Bidang Kesehatan, Pendidikan, Teknologi tepat Guna, Sosial Ekonomi, Hukum dan Ilmu Lainya yang berhubungan dengan Masyarakat. Jurnal ini terbit pada periode Februari-Juli & Agustus-Desember setiap tahunya. Artikel yang diterbitkan di Idea Pengabdian Masyarakat (IPM) telah ditinjau oleh Sejawat dengan Ilmu yang Relevan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 233 Documents
Edukasi Pencegahan Rabies Di Dusun Oka, Kabupaten Ende Ringgi Kuwa, Maria Kornelia; Tanumihardja, Joan Puspita; Andirini,, Dewa Agung Gina; Nono, Yohana Perpepsia; Kana, Aloysius Doni K
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i03.457

Abstract

Rabies masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan yang minim edukasi kesehatan hewan. Dusun Oka, Desa Detuena, Kecamatan Kelimutu, merupakan salah satu daerah dengan risiko tinggi penyebaran rabies akibat rendahnya kesadaran masyarakat dalam memvaksinasi hewan peliharaan serta kebiasaan membiarkan anjing berkeliaran tanpa pengawasan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga mengenai rabies, cara penularannya, dan langkah pencegahan. Metode yang digunakan berupa penyuluhan interaktif kepada 49 warga, didukung media leaflet dan sesi tanya-jawab. Materi edukasi mencakup pengenalan rabies, pentingnya vaksinasi hewan peliharaan, tindakan pertama setelah gigitan, dan gejala awal rabies. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi aktif warga; 10 peserta mampu mengulang langkah penanganan pertama pasca-gigitan dan 5 warga memahami tanda-tanda anjing terinfeksi rabies. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman serta dorongan untuk kolaborasi lanjutan dengan Puskesmas Moni. Kegiatan ini menegaskan pentingnya intervensi edukatif berbasis masyarakat untuk mencegah rabies secara berkelanjutan di daerah berisiko. Upaya edukasi terpadu dan regulasi lokal tentang pengelolaan hewan menjadi langkah strategis ke depan.
Penyuluhan Kesehatan Reproduksi pada Remaja di SMKN 7 Ende Wega, Marianus Oktavianus; Yureka W I, MA Clara; Wela, Marthen Preskapu; Fitrasari, Yosefiana Ecik; Leonardus, Vinsensius
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i03.458

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang mengalami berbagai perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang memengaruhi perilaku serta kebutuhan informasinya, khususnya dalam hal kesehatan reproduksi. Di SMKN 7 Ende, ditemukan bahwa sebagian besar siswa belum memiliki pemahaman yang memadai tentang kesehatan reproduksi, yang dapat meningkatkan risiko perilaku seksual berisiko dan infeksi menular seksual. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang kesehatan reproduksi melalui penyuluhan edukatif. Metode pelaksanaan meliputi pre-test, penyampaian materi dengan media leaflet dan presentasi, sesi tanya jawab, dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep kesehatan reproduksi, pubertas, serta cara menjaga kebersihan organ reproduksi. Partisipasi siswa sangat aktif, dan terjadi peningkatan hasil post-test dibandingkan pre-test. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari pihak sekolah dan tenaga kesehatan lokal. Edukasi kesehatan reproduksi di sekolah terbukti efektif sebagai strategi preventif jangka panjang dalam membangun kesadaran remaja terhadap tubuh dan fungsi reproduksi mereka secara sehat. Diharapkan program seperti ini dapat dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan melalui kolaborasi dengan instansi kesehatan dan pendidikan
Implementasi Senam Hipertensi dalam Upaya Pengendalian Tekanan Darah di Komunitas Dusun Oka Reong, Antonia Rensiana; Francis, Clara Yosefina; Negara, Kade Ngura Dwi Putra; Nono, Yohana Perpepsia; Mako, Maria Lilista
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i03.459

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global dan memiliki prevalensi tinggi di Indonesia, termasuk di Desa Detu Ena, Kabupaten Ende. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas senam hipertensi sebagai intervensi non-farmakologis dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di Dusun Oka. Kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang mencakup sosialisasi, pelatihan senam hipertensi, serta pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi. Sebanyak 20 partisipan penderita hipertensi terlibat dalam program pelatihan senam selama empat minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Hasil menunjukkan adanya penurunan rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 8,7 mmHg dan diastolik sebesar 7,9 mmHg. Intervensi ini terbukti efektif dalam mengendalikan tekanan darah dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya aktivitas fisik sebagai strategi pengelolaan hipertensi. Program ini juga menunjukkan keberhasilan kolaborasi antara dosen,mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat, serta berpotensi direplikasi di komunitas lain dengan kondisi serupa
Penyuluhan Bahaya Merokok pada Remaja Putra di SMKN 07 Detuena Mane, Gabriel; Sulistianingrum, Asri; Romario, Christian; Ngode, Falentina Faustina; Soru, Maria Agustina
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i03.460

Abstract

Perilaku merokok pada remaja putra masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Remaja merupakan kelompok yang sangat rentan terpapar iklan rokok, pengaruh teman sebaya, serta minimnya pengetahuan tentang bahaya merokok. Rokok mengandung lebih dari 4.000 bahan kimia berbahaya, termasuk zat karsinogenik yang dapat memicu penyakit kronis seperti kanker paruparu, jantung, stroke, hingga gangguan reproduksi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putra di SMKN 07 Detu Ena terhadap bahaya merokok melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Metode yang digunakan berupa ceramah interaktif, diskusi kelompok, serta penyebaran media edukatif seperti leaflet dan poster. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 7 Mei 2025 dan diikuti oleh 29 siswa, dengan 21 di antaranya berpartisipasi aktif dan 6 siswa mengajukan pertanyaan. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap dampak negatif merokok. Kegiatan ini juga menghasilkan luaran berupa materi edukasi, dokumentasi kegiatan, dan peningkatan sikap kritis siswa terhadap perilaku merokok. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa penyuluhan yang bersifat partisipatif efektif membangun kesadaran remaja tentang bahaya rokok dan pentingnya hidup sehat. Kegiatan serupa sangat direkomendasikan diterapkan di sekolah lain sebagai upaya preventif untuk menekan angka perokok usia muda, membentuk generasi muda yang lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Pendampingan Kader melalui Implementasi Tahapan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular di Desa Sukamantri Kadang, Yulta; Kadewi, Ami; Rahayu, Previarsi; Patuh, Ananda; Putri, Riska Subhianti
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i03.461

Abstract

Salah satu fenomena serius dalam bidang kesehatan selama beberapa dekade yang tetap menjadi fokus perhatian utama dunia baik di negara maju maupun berkembang adalah Penyakit tidak menular (PTM). Metode yang digunakan adalah pendampingan kader oleh tim pengabdian kepada masyarakat yang sebelumnya telah diberikan pelatihan pengetahuan dan keterampilan tentang penyakit tidak menular (PTM). Hasil yang diperoleh menunjukkan peningkatan pengetahuan, yaitu mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan baik yaitu 32 orang (71.1%). Sedangkan hasil skrining adanya risiko kejadian PTM yang dibuktikan dengan hasil pengukuran IMT, 15 orang (33.3%) dengan IMT berlebih dan 6 orang (13.3%) dengan IMT obesitas, hasil pengukuran lingkar perut mayoritas responden memiliki lingkar perut berlebih, yaitu 35 orang (77.8%), hasil pemeriksaan tekanan darah menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami hipertensi, yaitu 27 orang (60%) serta mengalami peningkatan gula darah yaitu 6 orang (13.3%). Secara keseluruhan, pelaksanaan kegiatan pendampingan kader PTM dalam melakukan pencegahan dan deteksi dini faktor risiko PTM ini memberikan manfaat signifikan, baik itu untuk kader posbindu PTM maupun masyarakat sebagai peserta Posbindu PTM di desa Sukamantri, dimana terjadinya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader PTM yang dibuktikan dengan kemampuan kader dalam memberikan edukasi kesehatan PTM dan melakukan skrining faktor risiko PTM penyakit tidak menular (PTM) serta peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang PTM sehingga dapat memperbaiki pola hidup lebih sehat
Diversifikasi Ikan Lele Menjadi Potensi Usaha Dalam Meningkatkan Perekonomian Menuju Indonesia Sehat dan Sejahtera Rifai, Didit Fachri; Tafsir, Muhammad; Puspitasari, Ayu
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i03.463

Abstract

Saat ini penting bagi masyarakat desa dalam memanfaatkan bahan pangan lokal menjadi olahan kreatif yang bertujuan untuk mengembangkan potensi usaha rumahan serta meningkatkan kesejahtraan masyarakat desa. Inovasi diversifikasi misalnya dilakukan dengan cara mengolah ikan lele yang merupakan pangan lokal di Desa Pucak menjadi makanan dimsum. Selain itu, juga sebagai pemenuhan kebutuhan gizi makanan sehari – hari rumah tangga dalam upaya pencegahan stunting. Melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat pemula (PMP) kemitraan Karang Taruna di Desa Pucak, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan dilakukan dengan metode pelatihan berstruktur dipadukan juga dengan pengembangan website portal Karang Taruna. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan mengolah ikan lele menjadi olahan makanan laiinya cukup diminati, Karena selain diolah menjadi makanan dimsum juga dapat diolah menjadi bakso, nugget dan variasi makanan lainnya sehingga cukup digemari bagi sebahagian masyarakat yang sudah bosan menkomsumsi ikan lele secara langsung. Selanjutnya pengembangan website Karang Taruna juga dapat memudahkan mitra Karang Taruna dalam menyusun informasi profil organisasi sekaligus melakukan promosi produk Karang Taruna. Adapun tingkat pengetahuan peserta mitra Karang Taruna setelah dilaksanakan pelatihan pembuatan dimsum dari bahan ikan lele mengalami peningkatan pengetahuan sebesar 32,0 %
Pemberdayaan Kelompok Melalui Diversifikasi Produk Olahan Daun Sirsak untuk Mewujudkan Kemandirian Keluarga Sehat dan Produktif Sididi, Mansur; Puspitasari, Ayu; Rifai, Didit Fachri; Mappanganro, Andi; Kasim, Fitriani; Salsabila, Andi Batari; Hikmah, Nur; Gurandi, Dhiya Fathi Ghassani
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i03.472

Abstract

Berdasarkan analisis situasi, ditemukan permasalahan utama yang dihadapi mitra, yakni rendahnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat daun sirsak untuk pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan pengendalian hipertensi. Selain itu, belum adanya pelatihan serta teknologi pengolahan yang memadai menyebabkan potensi ekonomi daun sirsak belum tergarap secara optimal. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu PKK Desa Bonto Bunga, dalam mengolah daun sirsak menjadi obat nyamuk alami dan teh herbal yang berkhasiat untuk pencegahan DBD dan pengendalian hipertensi untuk mewujudkan kemandirian keluarga sehat dan produktif. Metode yang digunakan meliputi edukasi, pelatihan, penerapan teknologi, serta pendampingan dan evaluasi. Tahapan pelaksanaan kegiatan dirancang secara sistematis mulai dari persiapan hingga pengemasan dan pemasaran produk. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mitra mengenai pencegahan demam berdarah dengue dan pengendalian diabetes melitus dengan rata rata kenaikan >75%, Selain itu mitra menjadi tahu tentang khasiat daun sirsak sebagai obat nyamuk alami yang ramah lingkungan dan teh herbal daun sirsak untuk meningkatkan derajat kesehatan Masyarakat, meningkatkan keterampilan pengolahan daun sirsak menjadi produk kesehatan, tersedianya inovasi teknologi produksi pengolahan daun sirsak sehingga menciptakan peluang usaha berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.
Peran Mahasiswa Dalam Penguatan Imunisasi Dan Peningkatan Gizi Balita Di Desa Tampok Jeurat Raya Siahaan, Perry Chandra; Deswita, Novia; Dewi, Yunita; Ahdaniyati, Ahdaniyati; Ernidawati, Ernidawati; Rafly, Sultan; Marzi, Marzi
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v6i01.474

Abstract

Permasalahan imunisasi dasar dan gizi balita masih menjadi tantangan di Indonesia, termasuk di Desa Tampok Jeurat Raya, Kecamatan Sukamakmur. Rendahnya cakupan imunisasi dan risiko stunting dipengaruhi oleh keterbatasan pengetahuan masyarakat, mitos mengenai vaksin, serta akses terbatas terhadap layanan kesehatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya imunisasi dan gizi balita melalui sosialisasi, penyuluhan dengan media visual, edukasi berbasis permainan, kunjungan rumah, serta pendampingan kader posyandu. Hasil menunjukkan dari 35 balita, hanya 20% yang telah memperoleh imunisasi dasar lengkap, sementara status gizi sebagian besar tergolong baik berdasarkan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA). Partisipasi masyarakat terlihat tinggi melalui antusiasme dalam diskusi dan praktik lapangan. Kegiatan ini membuktikan bahwa keterlibatan mahasiswa bersama bidan desa dan kader posyandu efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang imunisasi dan gizi balita, sekaligus memperkuat fungsi posyandu sebagai pusat layanan kesehatan. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan prevalensi stunting dan meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap.
Pemberdayaan Kader dan Orangtua Balita dalam Pencegahan Stunting dan Pembuatan Menu Lokal Tinggi Protein di Posyandu Kelurahan Babau Wanti, Wanti; Irfan, Irfan; Sine, Gresilda Louisa
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v6i01.481

Abstract

Data pada tahun 2024 masih ditemukan stunting pada 14 anak berumur kurang dari 5 tahun yang tersebar di 6 RW dari 10 RW yang ada di Kelurahan Babau. Tujuan kegiatan ini untuk melakukan pemberdayaan kader dalam peningkatan pengetahuan orangtua anak balita dan pendampingan tentang cara pencegahan stunting dan pemberian makanan tambahan pada balita; juga untuk melakukan pemberdayaan kader dalam peningkatan pengetahuan masyarakat dalam perilaku cuci tangan pakai sabun. Lokasi kegiatan adalah di Kelurahan Babau Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang. Mitra pelaksanaan kegiatan ini adalah kelurahan Babau/Puskesmas Oesao, serta mitra sasaran adalah kader posyandu dan orangtua balita. Metode kegiatan yang dipakai dalam kegiatan ini adalah: sosialisasi dan penyuluhan pembuatan menu sehat tinggi protein bagi anak balita dan anak stunting bagi kader dan orangtua balita dalam pemberian makanan tmbahan pada anak, serta pemberian PMT. Selain itu dilakukan pemberian makanan tambahan berupa snack tinggi protein berbahan local bagi balita. Evaluasi dilakukan terhadap komitmen kelurahan, komitmen kader dan orang tua balita, peningkatan pengetahuan dan pemahaman kader dan orangtua anak tentang stunting dan cara pembuatan menu makanan local tinggi protein. Diharapkan orangtua balita bisa mengadopsi dan mempraktekkan dalam kesehariannya pemberian menu yang sudah diajarkan untuk meningkatkan status gizi dan pencegahan staunting pada balita.
Edukasi Partisipatif Bahaya Pestisida di Nagari Sungai Nanam Kabupaten Solok Sumatera Barat Fitria, Friskaeka; Putri, Ade Suzana Eka; Yosalli, Yosalli; maulana, Zacky; Waldani, Dina; Jasmi, Jasmi
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v6i01.486

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi petani di Nagari Sungai Nanam berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja yang disebabkan oleh rendahnya pengetahuan tentang bahaya pestisida, tidak adanya kebiasaan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), keterbatasan akses terhadap APD, serta belum adanya pelatihan penggunaan APD yang benar. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan yaitu edukasi partisipatif yang menggabungkan penyampaian informasi bahaya paparan pestisida dan dampaknya terhadap kesehatan, penyediaan APD, serta praktik langsung penggunaan APD oleh petani. Kegiatan dilaksanakan di Edotel Cemara SMKN 1 Lembah Gumanti Kabupaten Solok Sumatera Barat terhadap 36 orang petani yang teridiri dari 20 anggota kelompok tani Gantiang Saiyo dan 16 orang petani mandiri. kegiatan dilaksanakan sebanyak 4 sesi, yaitu pre-test, penyampaian materi, pelatihan APD, dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa metode edukasi partisipatif yang diterapkan mampu meningkatkan pengetahuan petani mengenai bahaya pestisida serta pentingnya penggunaan APD. Rata- rata skor pengetahuan peserta meningkat dari 97,17 sebelum diberikan edukasi menjadi 143,64 setelah kegiatan. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p=0,000 (p<0,05), yang menunjukkan bahwa adanya perbedaan bermakna antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi