cover
Contact Name
Muhammad Istiqlal
Contact Email
m.istiqlal@gmail.com
Phone
+6285729356143
Journal Mail Official
m.istiqlal@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Sholeh Km. 04, RT.002 RW.001,Dsn.Bandungan,Ds. Gedangan,Kec. Tuntang, Semarang 50773
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27459985     DOI : https://doi.org/10.35672/afeksi.v2i2.28
Core Subject : Education, Social,
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan is one of the media for dissemination of information research results in the field of education which aims to communicate the various results of studies that can serve as the basis of scientific development to create educational innovation that emphasized on improving the quality of education. Afeksi is published by Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran in corporate with Mahfud Ridwan Institute.
Articles 30 Documents
Search results for , issue "vol. 7 no. 4 (2026)" : 30 Documents clear
Evaluasi Pelaksanaan Program Keterampilan Multimedia Menggunakan Model CIPP di MAN 2 Bantul Awla Putri Adibah; Suwadi Suwadi; Sutrisno Sutrisno; Cici Laras Jabil
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i4.945

Abstract

Perkembangan teknologi digital pada abad ke-21 menuntut lembaga pendidikan untuk tidak hanya mengembangkan kompetensi akademik, tetapi juga membekali peserta didik dengan keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan Program Keterampilan Multimedia di MAN 2 Bantul. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Keterampilan Multimedia menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap kepala madrasah, wakil kepala madrasah bidang kurikulum, guru keterampilan multimedia, dan peserta didik. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking, sedangkan analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program memiliki relevansi yang tinggi dengan kebutuhan kompetensi digital peserta didik dan sejalan dengan visi madrasah. Keberhasilan program didukung oleh kompetensi guru, motivasi peserta didik, kurikulum yang relevan, sarana pendukung, serta kemitraan dengan dunia usaha dan industri. Proses pembelajaran yang mengintegrasikan praktik, project-based learning, Praktik Kerja Lapangan (PKL), dan Uji Kompetensi Keterampilan (UKK) berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi digital, kreativitas, kepercayaan diri, dan kesiapan kerja peserta didik. Penelitian menyimpulkan bahwa Program Keterampilan Multimedia di MAN 2 Bantul telah berperan sebagai strategi penguatan kompetensi digital peserta didik, meskipun masih diperlukan penguatan pada aspek pembaruan teknologi, kemitraan industri, dan evaluasi program secara berkelanjutan.
Manajemen Kesiswaan dalam Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Sukoharjo Irwan Rilandi; Suprapti Suprapti
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i4.973

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan karakter religius peserta didik di madrasah sebagai respons terhadap perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan tantangan pembinaan moral peserta didik. Manajemen kesiswaan memiliki peran strategis karena berkaitan langsung dengan pengaturan, pembinaan, pengawasan, dan evaluasi perilaku peserta didik dalam kehidupan madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan manajemen kesiswaan dalam pembentukan karakter religius peserta didik di MTs Negeri 2 Sukoharjo Tahun Pelajaran 2025/2026, serta mengidentifikasi hasil, faktor pendukung, dan faktor penghambat dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kesiswaan dilaksanakan melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta pengawasan dan evaluasi. Pelaksanaan tersebut tampak pada integrasi program pembiasaan religius, pembagian peran antarunsur madrasah, keteladanan guru, serta pemantauan perilaku peserta didik secara berkala. Pembentukan karakter religius peserta didik tampak pada ketaatan beribadah, kedisiplinan, tanggung jawab moral, dan kepatuhan terhadap tata tertib serta norma madrasah. Faktor pendukung meliputi komitmen kepala madrasah, keteladanan guru, kultur religius madrasah, dan kerja sama orang tua. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan guru pembina, pengaruh lingkungan luar, penggunaan gawai yang kurang terkontrol, dan heterogenitas latar belakang keagamaan peserta didik. Penelitian ini menegaskan bahwa pembentukan karakter religius memerlukan manajemen kesiswaan yang terencana, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Kompetensi Sosial Guru pada Peningkatan Karakter Peduli Sosial Femas Galih Alfansyah; Diah Puji Nali Brata
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i4.938

Abstract

Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan sesama guru, murid, tenaga kependidikan, orang tua/wali, dan masyarakat sekitar. Namun, rendahnya kompetensi sosial guru masih menjadi penghambat dalam proses pendidikan, karena sebagian pendidik cenderung bersikap egois dan kurang peduli terhadap kebutuhan dan perasaan murid. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) karakter peduli sosial, (2) kompetensi sosial guru, dan (3) bentuk kompetensi sosial dalam penguatan karakter peduli sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik triangulasi data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) karakter peduli sosial tercermin melalui perilaku sehari-hari seperti menjadi pendengar yang baik, peduli terhadap lingkungan sekitar, beri perhatian, dan membiasakan diri membantu sesama, (2) kompetensi sosial guru tercermin dalam bersikap inklusif, objektif, serta tidak diskriminatif berdasarkan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, maupun status sosial ekonomi, kemampuan berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun, beradaptasi dengan lingkungan tempat bekerja, dan berkomunikasi dengan komunitas profesi dan lainnya, (3) bentuk kompetensi sosial guru dalam penguatan karakter peduli sosial dilakukan melalui pengendalian diri, komunikasi yang santun, kemampuan beradaptasi, kolaborasi antarguru, pembiasaan kegiatan sosial, serta keteladanan dalam perilaku sehari-hari.
Peningkatan Kemampuan Kognitif Melalui Eksperimen Sains Hujan Buatan pada Anak Kelompok B: Studi Quasi Eksperimen di RA Ahnan Heri Hidayat; Arih salma Putri Dwi Utami; Dzakkiyah Hasanie; Sabrina Putri Amelia; Fadila Ayuningtiyas
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i4.982

Abstract

Kemampuan kognitif merupakan pondasi penting bagi perkembangan anak usia dini, namun praktik pembelajaran di RA Ahnan Bandung masih didominasi ceramah dan lembar kerja sehingga anak kurang mendapat stimulasi kognitif yang aktif dan konkret. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh eksperimen sains hujan buatan terhadap peningkatan kemampuan kognitif, khususnya pemahaman hubungan sebab-akibat, pada anak Kelompok B di RA Ahnan Bandung. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen tipe one group pretest-post-test design. Subjek penelitian berjumlah 10 anak (6 perempuan dan 4 laki-laki) yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur menggunakan rubrik penilaian berbasis indikator STPPA usia 5–6 tahun, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas (chi-kuadrat), uji homogenitas (uji F), dan uji hipotesis (paired sample t-test) pada taraf signifikansi 1%. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata nilai kognitif anak dari 40,8 pada tahap pretest menjadi 55,8 pada tahap post-test. Uji hipotesis menghasilkan nilai t hitung sebesar 25,862 yang jauh melampaui T tabel sebesar 3,250, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian, terdapat pengaruh yang signifikan dari eksperimen sains "hujan buatan" terhadap kemampuan kognitif anak Kelompok B di RA Ahnan. Temuan ini mengimplikasikan bahwa kegiatan eksperimen berbasis pengalaman langsung layak dijadikan strategi pembelajaran sains yang rutin dan inklusif di pendidikan anak usia dini.
Media Sosial sebagai Ruang untuk Mewujudkan Nilai Kasih bagi Semua Orang Disabilitas Berdasarkan Kajian Teologis dan Sosial dalam Perspektif Pendidikan Kristen Pe Demas Haba Ratu; Enjel RUnesi; Rosalia Laata; Rini Irenci Toto; Trilin Ndoen; Noldiana Ndoluanak; Adriana Indra Santi Sole
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i4.946

Abstract

Penyandang disabilitas di Indonesia masih menghadapi marginalisasi sosial yang nyata, termasuk dalam konteks komunitas iman. Media sosial hadir sebagai ruang baru yang berpotensi mewujudkan nilai kasih (agape) secara lebih inklusif dan merata. Artikel ini mengkaji secara teologis dan sosial bagaimana media sosial dapat difungsikan sebagai medium untuk mewujudkan nilai kasih bagi penyandang disabilitas dalam perspektif Pendidikan Kristen. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan pendekatan teologi biblika dan analisis sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) teologi kasih Kristen yang berakar pada konsep Imago Dei menegaskan martabat setiap manusia termasuk penyandang disabilitas; (2) media sosial memiliki potensi besar sebagai ruang inklusi, ekspresi diri, dan solidaritas digital; (3) Pendidikan Kristen berperan penting dalam membentuk karakter kasih yang diwujudkan secara konkret melalui praktik digital yang bertanggung jawab, empatik, dan inklusif. Implikasi penelitian ini adalah perlunya gereja dan lembaga Pendidikan Kristen merancang strategi literasi digital berbasis nilai kasih yang berpihak kepada kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas.
Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Olahraga (Futsal, Voli, dan Tenis Meja) di SDM Lumbu Menggit Agnes Monika Kuku Yowa; Vidriana Oktoviana Bano
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i4.822

Abstract

Program ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang biasa dilakukan diluar kelas dan diluar jam pelajaran untuk menumbuh kembangkan potensi sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler di SD Masehi Lumbu Menggit menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas wakil kepala sekolah, guru pelatih, dan peserta didik, fokus penelitian diarahkan pada pemahaman mereka serta ketersediaan sarana dan prasarana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada komponen konteks, menunjukkan adanya perbedaan persepsi antara wakil kepala sekolah dan guru terkait ketersediaan sarana dan prasarana. Ketidaksesuaian ini menggarisbawahi pentingnya pengelolaan sarana dan prasarana yang baik. Pada komponen input, Kuantitas sumber daya manusia, khususnya pembimbing dianggap memadai, namun peningkatan kompetensi dan sertifikasi tetap diperlukan, karena keterbatasan tenaga guru. Sumber daya fisik, seperti fasilitas dan peralatan olahraga, dinilai kurang memadai. Pada komponen proses, meskipun kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SDM Lumbu Menggit berjalan sesuai rencana dan melibatkan partisipasi aktif peserta didik, keterbatasan fasilitas dan peralatan menjadi kendala bagi semangat peserta didik. Namun, disisi lain, sekolah menunjukkan komitmen terhadap pengawasan dan keselamatan peserta. Sementara itu, pada komponen produk, Evaluasi komponen produk menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler olahraga belum memberikan dampak optimal terhadap minat dan keterampilan karena kondisi sarana dan prasarana yang kurang memadai, sehingga minat peserta didik belum terlihat secara maksimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi Kegiatan Ekstrakurikuler Olahraga dipengaruhi oleh kesiapan input dan rencana anggaran yang realistis, serta perbaikan sarana dan prasarana.
Penyimpangan Akidah Sebagai Faktor Penyebab Kerusakan Akhlak Pribadi dan Sosial Mutiara Mutiara; Nurul Safrina Jindan; Lina Marlina; Ali Maulida
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i4.977

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penyimpangan akidah seperti syirik, khurafat, tahayul, dan bid’ah dalam akidah terhadap akhlak pribadi dan sosial serta relevansinya dalam pendidikan Islam. Akidah sebagai fondasi utama dalam Islam memiliki peran penting dalam membentuk perilaku dan karakter manusia. Penyimpangan akidah tidak hanya berdampak pada aspek teologis, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologis individu serta tatanan sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) yang bersifat deskriptif-analitis. Data diperoleh dari Al-Qur’an, hadis, serta literatur ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi melalui tahapan reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyimpangan akidah berdampak pada kerusakan akhlak individu, seperti hilangnya ketenangan jiwa, lemahnya tawakal kepada Allah, serta menurunnya integritas moral. Pada aspek sosial, penyimpangan akidah menyebabkan melemahnya daya pikir kritis, munculnya praktik eksploitasi spiritual, serta potensi disintegrasi sosial. Selain itu, penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam mencegah penyimpangan akidah melalui penguatan tauhid, integrasi akidah dan akhlak dalam kurikulum, serta keteladanan guru. Dengan demikian, terdapat hubungan erat antara kemurnian akidah dan kualitas akhlak dalam pembentukan karakter peserta didik
Pengolahan Hasil Asesmen dalam Pembelajaran: Evaluasi Domain Kognitif, Afektif, dan Psikomotor Ida Ayu Kade Sintya Kumala Dewi
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i4.972

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif teknik pengolahan hasil asesmen dalam pembelajaran, mencakup pemberian skor, konversi nilai, serta evaluasi domain kognitif, afektif, dan psikomotor. Kajian ini berangkat dari permasalahan bahwa banyak pendidik belum memahami secara menyeluruh prosedur pengolahan hasil evaluasi pembelajaran yang sahih dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur (library research) dengan teknik analisis deskriptif-kualitatif terhadap berbagai sumber kepustakaan yang relevan, meliputi artikel jurnal ilmiah, buku teks evaluasi pembelajaran, serta dokumen kebijakan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengolahan hasil asesmen mencakup serangkaian tahapan sistematis yang saling berkaitan, yaitu: (1) pemberian skor mentah berdasarkan jawaban peserta didik; (2) penghitungan skor total sebagai representasi capaian keseluruhan; (3) konversi nilai menggunakan formula standar untuk menyelaraskan skor dengan skala penilaian yang ditetapkan; (4) pemberian skor domain afektif melalui skala Likert, Guttman, Thurstone, atau Semantic Differential; (5) pemberian skor domain psikomotor melalui rubrik penilaian kinerja dan penilaian proyek; serta (6) pengolahan data menggunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP) maupun Penilaian Acuan Norma (PAN) sesuai tujuan evaluasi. Temuan ini menegaskan bahwa ketepatan prosedur pengolahan nilai sangat menentukan validitas dan reliabilitas hasil evaluasi, serta berdampak langsung pada kualitas pengambilan keputusan pedagogis. Implikasi penelitian ini mendorong pendidik untuk menguasai teknik-teknik pengolahan asesmen secara terpadu guna menghasilkan data pembelajaran yang akurat dan bermakna.
Konsep Belajar dalam Perspektif Ibn Taymiyyah dan Implikasinya terhadap Metode Pembelajaran dalam Pendidikan Islam Nia Kurniawati; Nisa Ayanti; Ali Maulida
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i4.997

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep belajar dalam perspektif Ibnu Taymiyyah serta implikasinya terhadap metode pembelajaran dalam pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis terhadap karya-karya Ibnu Taymiyyah dan literatur pendukung yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep belajar menurut Ibnu Taymiyyah menekankan pada integrasi antara akal, hati, dan amal, serta pentingnya niat yang ikhlas dalam menuntut ilmu. Belajar tidak hanya dipahami sebagai proses kognitif, tetapi juga sebagai upaya pembentukan karakter dan pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Implikasi dari konsep tersebut terhadap metode pembelajaran dalam pendidikan Islam adalah perlunya penggunaan metode yang tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan spiritualitas peserta didik. Metode pembelajaran yang dianjurkan meliputi keteladanan (uswah), pembiasaan (ta’dib), diskusi (hiwar), serta praktik langsung (amal). Dengan demikian, pendekatan pembelajaran dalam pendidikan Islam hendaknya bersifat holistik, integratif, dan berorientasi pada keseimbangan antara aspek intelektual, spiritual, dan moral.
Merawat Ingatan, Mengokohkan Bangsa: Relevansi Sejarah Kekerasan Lubang Buaya Dalam Mengokohkan Ketahanan Ideologi Pancasila Ni Made Mahysa Pradnyantari; I Wayan Kertih; Sutrisno Sutrisno; Putu Risma Yanti; Antonius Nelson Tonda Sawu; Kadek Dwi Evayani; Kadek Angga Pradnyana Adi Wiguna
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i4.967

Abstract

Penelitian ini mengkaji relevansi situs sejarah Lubang Buaya dan Monumen Pancasila Sakti sebagai instrumen memori kolektif dalam mengokohkan ketahanan ideologi Pancasila di tengah arus disrupsi informasi dan pergeseran nilai zaman. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, studi ini menelaah pengalaman spasial dan emosional pengunjung lintas generasi melalui observasi mendalam dan wawancara semi-terstruktur. Temuan penelitian menunjukkan bahwa situs ini masih berpotensi besar sebagai 'jangkar ideologis' namun memerlukan rekonstruksi narasi yang lebih inklusif dan dialogis agar tidak tereduksi menjadi sekadar wisata tragedi (dark tourism). Penelitian ini menawarkan sebuah kerangka konseptual baru yang disebut 'Dialektika Kebangsaan Berbasis Ruang' (DKBR) sebagai model transformasi situs memori menjadi arena pembentukan identitas kebangsaan yang aktif dan kritis. Implikasi pedagogis penelitian ini diarahkan pada penguatan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dan Pendidikan Pancasila (PP) sebagai wahana internalisasi nilai-nilai ideologis bagi generasi muda di era milenial.

Page 1 of 3 | Total Record : 30