cover
Contact Name
Muhammad Istiqlal
Contact Email
m.istiqlal@gmail.com
Phone
+6285729356143
Journal Mail Official
m.istiqlal@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Sholeh Km. 04, RT.002 RW.001,Dsn.Bandungan,Ds. Gedangan,Kec. Tuntang, Semarang 50773
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27459985     DOI : https://doi.org/10.35672/afeksi.v2i2.28
Core Subject : Education, Social,
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan is one of the media for dissemination of information research results in the field of education which aims to communicate the various results of studies that can serve as the basis of scientific development to create educational innovation that emphasized on improving the quality of education. Afeksi is published by Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran in corporate with Mahfud Ridwan Institute.
Articles 406 Documents
Pengembangan Kompetensi Kepribadian Guru SDIT Insan Mulia Menjadi Suri Tauladan Peserta Didik Shobichah, Umroh Nurus
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i2.411

Abstract

Guru merupakan sosok penting  dalam proses pembelajaran yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan peserta didik, baik dari segi akademis maupun karakter. Kepribadian guru, yang mencakup nilai-nilai moral, etika, dan sikap sehari-hari, memainkan peran penting dalam membentuk persepsi dan karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kompetensi kepribadian guru dan pengaruhnya terhadap pembentukan karakter siswa, dengan fokus pada Guru di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Insan Mulia Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari guru-guru di SDIT Insan Mulia Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan diri guru melalui pendidikan lanjutan, pelatihan, serta kegiatan keagamaan seperti halaqoh dan pembelajaran Al-Qur'an berperan signifikan dalam membentuk kepribadian guru yang Islami. Kepribadian yang baik, termasuk sikap disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan kesabaran, tidak hanya berdampak positif pada hubungan guru-siswa, tetapi juga menginspirasi siswa untuk mengembangkan karakter yang serupa. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk terus mengembangkan kompetensi kepribadian mereka guna menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan efektif bagi siswa
Analisis Kompetensi Kepribadian Guru di MI Arrosyad Bergas Jannah, Afifatul
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i2.418

Abstract

Kompetensi kepribadian guru merupakan salah satu aspek penting dalam keberhasilan proses pendidikan, terutama di tingkat sekolah dasar, yang berperan sebagai fondasi pembentukan karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi kepribadian guru sekolah dasar dan dampaknya terhadap kualitas pembelajaran serta perkembangan karakter siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah seluruh guru MI Arrosyad Bergas. Analisis difokuskan pada aspek-aspek kompetensi kepribadian, seperti keteladanan, stabilitas emosional, kedewasaan dan kebijaksanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru yang memiliki kompetensi kepribadian yang baik mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, meningkatkan motivasi siswa, serta membantu pembentukan karakter positif. Sebaliknya, kekurangan dalam kompetensi kepribadian dapat memengaruhi interaksi guru-siswa dan efektivitas pembelajaran secara keseluruhan. Penelitian ini menekankan pentingnya program pengembangan kompetensi kepribadian guru melalui pelatihan, pendampingan, dan evaluasi berkelanjutan. Dengan demikian, pendidikan dasar dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian dan karakter yang kuat.
Pengaruh Workshop Komunikasi Efektif terhadap Partisipasi dan Diskusi Mahasiswa di Kelas Sabila, Dias Khairina; Pu'at, Siti Natijatul; Rusydiana, Marwah; Hidayati, Nur Fajrina
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5, No 6 (2024)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v5i6.441

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan komunikasi efektif mahasiswa dalam partisipasi dan diskusi kelas, serta dampak workshop komunikasi efektif terhadap peningkatan keterampilan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum workshop, mahasiswa memiliki tingkat partisipasi yang cukup baik, terutama dalam keikutsertaan diskusi dan penggunaan contoh konkret dalam penjelasan. Namun, aspek menjelaskan ide dengan jelas dan menyusun argumen logis masih perlu ditingkatkan. Setelah mengikuti workshop, terjadi peningkatan signifikan dalam partisipasi diskusi dan keterampilan menjelaskan ide, meskipun kemampuan menyusun argumen yang logis dan meyakinkan masih memerlukan penguatan lebih lanjut. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya intervensi tambahan untuk meningkatkan keterampilan argumentasi mahasiswa dalam diskusi akademik.
Penerapan Metode Komunikatif Terhadap Keterampilan Berbicara Anak Usia 8 Tahun (Studi Kasus di Lembaga Bimbingan Belajar Generasi Hebat) Karomah, Umi
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i2.421

Abstract

Anak yang memperoleh dampak postif menggunakan metode komunikatif akan mengalami perkembangan dalam bahasa, baik dari segi komunikasi,  pemerolehan kosa kata, penulisan kata, pemahaman makna dan lain sebagainnya. Namun, terdapat anak yang tidak dapat memahami pembelajaran bahasa menggunakan metode komunikatif.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalis penggunaan metode komunikatif pada anak usia 8 tahun yang memperoleh perbedaan hasil belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data menggunakan triangulasi data (wawancara, observasi dan dokumentasi). Penelitian ini menunjukan bahwa selama proses pengajaran berlangsung menggukana metode komunikatif tidak semua anak menangkap pembelajaran dengan persepsi yang sama. RA memperoleh peningkatan hasil belajar menggunakan metode komunikatif karena ketekunannya dalam belajar, sedangkan AR memperoleh penurunan hasil belajar karena kebiasaannya yang tidak mau mengulang materi pembelajaran di rumah. 
Kolaborasi Antar Generasi Guru PAI dalam Meningkatkan Kepuasan Belajar Siswa di SMA Biantoro, Oktio Frenki
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i2.427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kolaborasi antar generasi guru PAI dalam meningkatkan kepuasan belajar siswa di SMA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menggali dan menjelaskan fenomena yang kompleks dalam konteks pengajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA Negeri 1 Balong Ponorogo. Metode pengumpulan data yaitu observasi partisipan, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Proses analisis data mencakup analisis interaktif, kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi data dengan menjaga keabsahan melalui konsep credibility, transferability, dependability, dan confirmability. Hasil penelitian membahas perbandingan tingkat kepuasan belajar siswa terhadap pengajaran guru PAI yang berusia muda dan berusia tua. Siswa cenderung lebih puas dengan pendekatan kreatif dan efektif yang diterapkan oleh guru muda, sementara guru senior dinilai lebih unggul dalam menjelaskan materi secara jelas dan memberikan dukungan identifikasi kelemahan siswa. Kolaborasi antara kedua kelompok guru ini memberikan dampak positif dengan memberikan motivasi kepada siswa dan memfasilitasi pengembangan dimensi spiritual dan emosional siswa, menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan holistik. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan pemahaman mendalam dan kontekstual terhadap fenomena pengajaran PAI di SMA Negeri 1 Balong Ponorogo.
Self Care dan Kesehatan Mental Guru Fahrudin, Faisal
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i2.416

Abstract

Menjadi guru adalah tanggung jawab besar yang melibatkan pengajaran dan pembentukan karakter siswa. Tanggung jawab ini sering menyebabkan stres, sehingga penting bagi guru untuk mengelola stres dengan baik, salah satunya melalui self-care untuk menjaga kesejahteraan mental mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep self-care dan kesehatan mental, serta memberikan strategi untuk menjaga kesehatan mental guru dan manfaat self-care bagi kesejahteraan mental mereka, sehingga dapat meraih kesehatan mental yang optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research atau penelitian kepustakaan. Sumber data dalam penelitian ini meliputi buku dan jurnal yang berkaitan dengan self-care dan kesehatan mental guru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sementara analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif.
Upaya Guru Rumpun Pendidikan Agama Islam dalam Mengatasi Perilaku Prokrastinasi Akademik Siswa di MAN 2 Kutai Kartanegara Lestari, Diana Tri; Kadir, Marniati; Adawiyah, Rabiatul
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i4.509

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hubungan antara usia dan kewajiban belajar, khususnya pada masa remaja yang rentan mengalami krisis perkembangan. Ketidakmampuan menghadapi krisis ini dapat memicu perilaku prokrastinasi atau penundaan dalam menyelesaikan tugas akademik. Di MAN 2 Kutai Kartanegara, prokrastinasi akademik banyak ditemukan pada siswa kelas XI. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis prokrastinasi yang terjadi, serta faktor penghambat dan pendukung guru dalam mengatasinya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan informan dari guru rumpun Pendidikan Agama Islam (PAI) dan siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi, serta diuji validitasnya dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa kelas XI mengalami dysfunctional procrastination, khususnya jenis avoidance dan behavioral procrastination, yang ditandai dengan penundaan tanpa tujuan yang jelas. Guru PAI mengatasi hal ini dengan pendekatan personal, kolaborasi lintas pihak, pemberian tenggat tambahan, serta bimbingan moral dan spiritual. Faktor pendukung upaya ini meliputi dukungan orangtua, kerjasama dengan wakil kepala sekolah kurikulum, dan komunikasi yang efektif. Namun, upaya guru juga menghadapi hambatan seperti kurangnya pengawasan orangtua, rendahnya motivasi intrinsik siswa, keterbatasan waktu mengajar, serta kejenuhan guru. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan kolaboratif dan personal sebagai strategi efektif dalam menanggulangi prokrastinasi akademik siswa.
Penerapan Model Problem Based Learning Berbantuan Media Papayang (Papan Hitung Wayang) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar Rohana, Ilma Nor; Fardani, Much Arsyad; Hamim, Nurul
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i2.465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar matematika materi penjumlahan dan pengurangan siswa melalui penerapan model problem based learning berbantuan media papayang (papan hitung wayang). Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Dalam penelitian tindakan kelas ini yang menjadi subjek penelitian yaitu siswa kelas 1 SD 2 Medini tahun ajaran 2024/2025 yang berjumlah 18 siswa. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus pada semester genap. Penelitian ini menggunakan model PTK dari Taggart dan Kemis. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dari pra siklus hanya 8 siswa atau 44% yang tuntas dengan rata-rata 65, pada siklus I meningkat menjadi 11 siswa atau 61% yang tuntas belajar matematika dengan rata-rata 73, dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 15 siswa yang tuntas belajar matematika atau 83% dengan rata-rata 89. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model problem based learning berbantuan media papayang dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Oleh karena itu, model pembelajaran ini dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran matematika yang efektif khususnya di sekolah dasar.
Peran Ekonomi Pendidikan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Melalui Pendidikan dan Pelatihan Digital: Tinjauan Literatur Rusdi, Firman Maulana; Cahyani, Arini Dwi
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i2.451

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan dan pelatihan berbasis digital dalam pendidikan nonformal sebagai alat peningkatan kesejahteraan masyarakat dari perspektif ekonomi pendidikan. Dengan menggunakan metode tinjauan literatur, penelitian ini mengkaji berbagai sumber akademik terkait dampak ekonomi pendidikan digital, tantangan implementasi, dan peluang pengembangan keterampilan tenaga kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan nonformal digital memberikan kesempatan belajar yang fleksibel, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan akses ke lapangan kerja yang lebih baik. Namun, tantangan signifikan tetap ada, termasuk kesenjangan dalam akses ke teknologi, rendahnya pengakuan sertifikasi non-formal, dan ketidakselarasan antara kurikulum pelatihan dan kebutuhan industri. Untuk mengatasi tantangan ini, studi ini merekomendasikan kebijakan yang mendukung pengakuan sertifikasi non-formal, meningkatkan kurikulum yang selaras dengan industri, dan mempromosikan akses yang adil ke teknologi bagi masyarakat yang kurang terlayani. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pendidikan sangat penting untuk memastikan bahwa pendidikan nonformal digital memberikan manfaat yang optimal. Dengan strategi yang tepat, pendidikan nonformal berbasis digital dapat menjadi solusi yang efektif untuk tantangan ketenagakerjaan di era digital dan berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Insersi Moderasi Beragama dalam Bingkai Pendidikan Karakter Disiplin dan Patriotisme pada Sekolah Dasar Handayani, Riski; Nursikin, Mukh.
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 5 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i5.529

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang implementasi nilai wasathiyah (moderasi) Islam Istiqamah (disiplin) dan Hubb al – Watan (sikap patriotisme) di SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga melalui kegiatan Hizbul Wathan. Tujuannya adalah untuk mendeskripsikan nilai wasathiyah Islam tersebut, juga untuk menganalisis faktor pendukung dan penghambat, serta menemukan solusi untuk mengatasi masalah yang ada. Data dikumpulan melalui teknik triangulasi sumber data berupa observasi lokasi, dokumentasi, dan wawancara dengan kepala sekolah, wakil kepala bidang kurikulum, Pembina Hizbul Wathan, dan Peserta didik. Kemudian data dianalisis melalui teknik penyajian data, seleksi data, dan analisis data. Sebagai temuannya adalah bahwa implementasi nilai wasathiyah (moderasi) Islam Istiqamah (disiplin) dan Hubb al – Watan (sikap patriotisme) di SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga adalah melalui berbagai macam metode diantaranya adalah metode ceramah, keteladanan, pembiasaan, nasihat, serta metode reward dan punishment. Melalui kegiatan pembiasaan senyum sapa, dan salam, kegiatan apel pagi, berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan, pembiasaan murajaah juz 30, pembacaan al-asma al-husna setiap pagi, kegiatan salat duha, salat zuhur berjamaah, kajian Jumat, pembiasaan penggunaan produk dalam negeri, pembiasaan berbaris dengan rapi sebelum kegiatan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia, melafalkan Pancasila, serta melalui kegiatan Hizbul Wathan yang dilakukan setiap hari Jumat. Adapun faktor pendukung dari keberhasilan implementasi nilai wasathiyyah Islam Istiqamah (disiplin) dan Hubb al-Wathan (sikap patriotisme) adalah fasilitas sekolah yang memadahi, kerjasama yang baik antara guru, orang tua,  masyarakat, dan peserta didik dalam mewujudkan sikap persatuan dan kesatuan, serta dukungan penuh dari sekolah dalam mendukung kegiatan Hizbul Wathan sebagai wadah pembentukan karakter disiplin dan cinta tanah air (patriotisme) pada peserta didik sehingga tertanamlah karakter yang luhur tersebut pada setiap diri peserta didik.