cover
Contact Name
Muhammad Istiqlal
Contact Email
m.istiqlal@gmail.com
Phone
+6285729356143
Journal Mail Official
m.istiqlal@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Sholeh Km. 04, RT.002 RW.001,Dsn.Bandungan,Ds. Gedangan,Kec. Tuntang, Semarang 50773
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27459985     DOI : https://doi.org/10.35672/afeksi.v2i2.28
Core Subject : Education, Social,
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan is one of the media for dissemination of information research results in the field of education which aims to communicate the various results of studies that can serve as the basis of scientific development to create educational innovation that emphasized on improving the quality of education. Afeksi is published by Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran in corporate with Mahfud Ridwan Institute.
Articles 406 Documents
Model Blended Learning pada Pendidikan Non Formal di Era Digital: Studi Literatur Cahyani, Vio Lisna Putri; Arbarini, Mintarsih
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 5 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i5.604

Abstract

Pandemi covid-19 memaksa diterapkannya kebijakan social distancing yang berdampak pada peralihan sistem pembelajaran dari tatap muka menjadi online di semua jenjang pendidikan. Pembelajaran online dilakukan melalui berbagai platform digital seperti Google Classroom, Zoom, dan WhatsApp. Namun implementasi pembelajaran online menghadapi berbagai kendala seperti infrastruktur kurang memadai, rendahnya literasi digital, serta terbatasnya interaksi antara pendidik dan peserta didik. Pendidikan non formal juga mengalami kendala serupa ditambah dengan keterbatasan waktu belajar akibat tuntutan kerja. Sebagai solusi, model blended learning merupakan model pembelajaran yang tepat karena mengintegrasikan pembelajaran tatap muka dan online. Mengingat era digital dimana teknologi ikut andil dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan. Model blended learning juga tidak lepas dari integrasi berbagai teknologi. Blended learning dapat meningkatkan minat belajar dan kemandirian belajar peserta didik serta mendukung fleksibilitas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi, hambatan, tantangan, dan solusi blended learning di pendidikan non formal. Metode penelitian yang digunakan adalah library research, data yang dikumpulkan berupa data sekunder melalui jurnal terindeks sinta dan jurnal internasional, kemudian data dianalisis dengan teknik analisis data berupa metode analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa blended learning dapat diadaptasi di pendidikan non formal dengan memperhatikan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik. Meskipun tantangan seperti ketersediaan infrastruktur dan kesiapan pendidik maish perlu diatasi. Solusi yang dapat dilakukan meliputi penyediaan bahan ajar cetak dan pelatihan pengembangan media interaktif. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan strategi model pembelajaran yang lebih efektif khususnya pada pendidikan non formal. 
Strategi dalam Menumbuhkan Sikap Disiplin Terhadap Santri TPQ Al-Hikam Junaidi, Ahmad
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i4.522

Abstract

Strategi dalam Menumbuhkan Sikap Disiplin pada Santri TPQ Al-Hikam Loa Janan Ilir. Melalui program dan kegiatan belajar membaca dan menulis Al-Qur’an di TPQ Al-Hikam Loa Janan Ilir, dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan studi kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan melihat bagaimana strategi guru dalam menumbuhkan disiplin melalui kegiatan dan program pembelajaran membaca dan menulis Al-Qur’an di TPQ Al-Hikam Loa Janan Ilir pada tahun ajaran 2023/2024. Berdasarkan hasil penelitian pertama, proses belajar mengajar membaca dan menulis Al-Qur’an di TPQ Al-Hikam dilaksanakan melalui metode talaqqi (tatap muka) dan muraja’ah, yang diterapkan dalam beberapa tingkatan sesuai dengan capaian santri. Pembelajaran dibagi ke dalam beberapa halaqah, mulai dari tingkat pengenalan huruf, tingkatan Iqra’ jilid 1 hingga 6, kemudian pembelajaran Al-Qur’an, tingkatan lanjutan, serta program khusus yaitu tahfidz Al-Qur’an. Kedua, pembentukan dan penanaman sikap disiplin santri melalui program membaca dan menulis Al-Qur’an tidak terlepas dari strategi dan upaya para guru yang mengaktualisasikan nilai-nilai kompetensi guru serta menjalankan peran mereka sebagai pendidik, teladan, fasilitator, dan motivator bagi para santri. Usaha, ketulusan, dan kesungguhan harus menjadi pondasi utama bagi para guru agar dapat membentuk kebiasaan bagi santri dalam mewujudkan akhlak positif pada diri mereka. Faktor-faktor yang menghambat kemajuan upaya dan strategi guru dalam membentuk dan menumbuhkan sikap disiplin santri TPQ Al-Hikam Loa Janan Ilir juga dipengaruhi oleh jumlah santri yang berlebihan dan keterbatasan ruang belajar membaca dan menulis Al-Qur’an di TPQ Al-Hikam Loa Janan Ilir.
Keterampilan Membaca Generasi Alpha: Evaluasi Pembelajaran pada Siswa Kelas 2A SD Negeri 02 Indralaya Utara Safitri, Aida; Shaputra, Raul Rian; Prameswari, Ajeng Chandra; AR, Silvia
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i3.486

Abstract

Keterampilan membaca merupakan fondasi utama dalam proses belajar siswa, khususnya di jenjang sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan membaca siswa kelas 2A di SD Negeri 02 Indralaya Utara dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sebanyak 28 siswa menjadi subjek penelitian yang dievaluasi melalui instrumen observasi berdasarkan 4 aspek kemampuan membaca yaitu mengenal huruf, membaca kata, kelancaran membaca dengan suara nyaring serta pemahaman isi bacaan, dan menyimak atau memahami informasi yang didengar. Hasil analisis menunjukkan bahwa 86% siswa berada pada kategori keterampilan membaca tinggi, 14% berada pada kategori sedang, dan tidak ada siswa yang termasuk kategori rendah. Temuan ini menggambarkan bahwa sebagian besar siswa telah memiliki kemampuan membaca yang baik, yang kemungkinan besar dipengaruhi oleh strategi pembelajaran guru, keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah, serta lingkungan belajar yang kondusif. Penelitian ini juga menemukan kecenderungan perbedaan kemampuan membaca berdasarkan jenis kelamin, di mana siswa perempuan lebih dominan dalam kategori tinggi. Dengan hasil ini, penting bagi guru dan orang tua untuk berkolaborasi dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, variatif, dan sesuai dengan karakteristik siswa SD pada generasi Alpha yang lebih visual, aktif, dan cepat menyerap informasi.
Unfolding Generation Z Pre-Service Elementary Teachers Positive Attitude Toward Artificial Intelligence: Rasch Model Analysis Meivawati, Eli; Ningthias, Dyah Puspitasari; Pravitasari Putri, Eka; Tari, Suci Rizkina; Qudratudarsi, Hilman; Yanti, Meili
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i4.487

Abstract

This study investigates the attitudes of pre-service elementary teachers in Indonesia toward artificial intelligence (AI) using Rasch model analysis. As future educators, their perceptions of AI are crucial for the successful integration of technology in educational practices. The research involved 244 participants from the Elementary Teacher Education program in West Sulawesi, Indonesia, selected based on inclusion criteria such as year of study and experience with AI applications in learning. The instrument, adapted with 12 items measuring positive attitudes toward AI, was validated through checks for reliability, item separation, fit statistics, and unidimensionality. Data were analyzed using WINSTEPS software to generate Wright maps and conduct Differential Item Functioning (DIF) analysis. Findings reveal that pre-service teachers generally demonstrate a moderate to high positive attitude toward AI, with higher-year students and those with more frequent AI usage exhibiting stronger positive attitudes. DIF analysis shows significant differences in item endorsement based on year of study and supported by one-way ANOVA results. These results suggest that greater exposure to AI correlates with more favorable attitudes. The study implies the need for structured AI integration in teacher education curricula to foster readiness and acceptance of AI in future teaching practices.
Peningkatan Motivasi Belajar Menggunakan Bimbingan Kelompok Teknik Sosiodrama pada Siswa SMP Wisanta, S. Astrinia Thata; Setiawan, Antonius Ian Bayu
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i3.491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar menggunakan bimbingan kelompok teknik sosiodrama pada peserta didik SMP. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar, kurang memiliki kesadaran untuk belajar, keterampilan belajar yang rendah, kurang memiliki daya tarik untuk belajar dan kurang mendapat dukungan lingkungan belajar yang kondusif. Oleh karena itu, diperlukan metode bimbingan yang mampu mengatasi hambatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang meliputi tahapan perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket dengan analisis deskriptif kuantitatif untuk mengukur perubahan skor motivasi belajar antara pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik sosiodrama dalam bimbingan kelompok efektif dalam meningkatkan motivasi belajar. Pada skor pretest pertama kali diberikan adalah 135.50, kemudian meningkat pada posttest siklus I menjadi 140.50. Setelah melakukan evaluasi pada siklus I, rata-rata skor posttest meningkat signifikan menjadi 148.00 pada postest siklus II. Peserta didik menjadi lebih berani menyampaikan pendapat, gigih menyelesaikan tugas, dan tangguh menghadapi hambatan.
Epistimologi Pendidikan Nilai dan Hubungan Kemanusiaan dalam Pendidikan Diyati, Turrus; Nursikin, Mukh.
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 5 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i5.558

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep epistemologi pendidikan nilai serta menjelaskan pentingnya hubungan kemanusiaan dalam proses pendidikan. Epistemologi pendidikan nilai merupakan pendekatan filosofis yang menelaah hakikat, asal-usul, dan metode pengetahuan dalam pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan nilai-nilai moral, etika, dan spiritual. Pendidikan nilai tidak hanya berfungsi sebagai media transmisi pengetahuan normatif, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter dan penguatan integritas peserta didik. Dalam konteks ini, hubungan kemanusiaan menjadi elemen penting karena melibatkan interaksi empatik, penghargaan terhadap keberagaman, serta upaya menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan adil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka dan analisis filosofis. Data diperoleh dari literatur primer dan sekunder, seperti buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa epistemologi pendidikan nilai berperan penting dalam merancang pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kognisi, tetapi juga pada pembentukan manusia yang berkarakter. Sementara itu, hubungan kemanusiaan dalam pendidikan terbukti mampu memperkuat nilai-nilai sosial, membangun keterampilan emosional, serta menciptakan iklim pendidikan yang menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, integrasi antara epistemologi pendidikan nilai dan pendekatan kemanusiaan dalam pembelajaran menjadi kunci untuk menciptakan sistem pendidikan yang utuh dan transformatif. Implikasinya, pendidik perlu memperhatikan dimensi nilai dan kemanusiaan dalam setiap proses pembelajaran agar mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak dan peduli terhadap sesama
Implementasi Kode Etik Guru dalam Pembelajaran PPKN di SMA Kristen Palangka Raya Pasha, Herlina; Triyani, Triyani
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i4.500

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi kode etik guru dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di SMA Kristen Palangka Raya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menggali pemahaman guru PPKn tentang kode etik profesi dan implementasinya dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PPKn di SMA Kristen Palangka Raya memiliki pemahaman yang memadai tentang kode etik guru sebagai pedoman sikap dan perilaku dalam melaksanakan tugas profesional. Implementasi kode etik guru tercermin dalam tiga aspek utama: hubungan guru dengan peserta didik yang mengedepankan prinsip keadilan dan non-diskriminasi, integrasi nilai-nilai Kristiani dalam pembelajaran PPKn, serta keteladanan perilaku guru dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini juga mengidentifikasi strategi dalam menghadapi tantangan implementasi kode etik guru, seperti memperkuat program pengembangan profesional dan membentuk komunitas belajar profesional. Dampak positif dari implementasi kode etik guru terlihat pada terciptanya lingkungan pembelajaran yang demokratis, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan karakter, yang pada akhirnya berkorelasi positif dengan pembentukan karakter kewarganegaraan siswa.
Entrepreneurship-Based Management Program as An Effort to Improve The Quality of Non-Formal Educational Institutions Cahyani, Arini Dwi; Suminar, Tri; Arbarini, Mintarsih; Rusdi, Firman Maulana
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i2.461

Abstract

The management of the Community Learning Activity Center (CLC) institution is low, making some people less enthusiastic about participating in the program’s implementation. CLC is an institution, a forum, and a place to serve the community’s learning needs. Entrepreneurship encourages people to be enthusiastic about learning. The purpose of this study is to examine and describe entrepreneurship-based program management as an improvement in the quality of non-formal educational institutions.. This study uses a qualitative approach with a survey: data collection techniques, in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The research subjects are administrators, tutors, and learning residents. They use qualitative analysis techniques with data reduction steps, data display, data verification to conclude. The results showed that the development of the CLC program followed the following steps: identification of learning needs, determining learning priorities, involving community leaders in planning program planning, considering local potential and local wisdom; and empowerment programs based on entrepreneurship, compiling programs to produce superior products as program sustainability, managers work professionally to make CLC independent in each program, and open networks with business partners for select marketing products.
Konsep Dasar Pendekatan dan Strategi Pendidikan Nilai Faiyah, Isti; Nursikin, Mukh
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 5 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i5.538

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan Konsep dasar pendekatan dan strategi pendidikan nilai. Agar tujuan tersebut tercapai penulis menggunakan metode penelitian kajian pustaka (library research) dengan menggunakan bahan tertulis yang telah dipublikasikan dalam bentuk buku-buku dan jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan nilai merupakan esensi utama dalam dunia pendidikan atau dapat dikatakan sebagai jiwa yang menghidupkan pendidikan. Tujuan dari pendidikan nilai yaitu membentuk peserta didik agar menyadari, memahami, dan mampu mengintegrasikan secara menyeluruh dalam kehidupan mereka. Inti pendidikan nilai terletak pada lima aspek utama dalam kehidupan kemanusiaan, yaitu kedamaian, kebenaran, kebajikan, tanpa kekerasan, kasih sayang. Jika nilai-nilai diterapkan sistematis dalam proses pembelajaran di kelas agar mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kemampuan untuk menganalisia secara komprehensif setiap nilai-nilai kehidupan. Strategi dalam pendidikan nilai yaitu strategi bebas, strategi tradisional, strategi transinternal strategi reflektif. Penelitian ini mengidentifikasi pendekatan dalam pendididkan nilai meliputi Pendekatan perkembangan moral kognitif , yang menekankan pada tahapan pemikiran moral individu; Pendekatan analisis nilai, yang memfokuskan pada pemahaman dan evaluasi nilai-nilai; Pendekatan klasifikasi nilai, yang bertujuan untuk membantu individu mengidentifikasi dan mengurutkan nilai-nilai pribadinya; serta Pendekatan pembelajaran berbuat yang menegaskan pada pengalaman dan refleksi melalui tindakan nyata.
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Berbantuan Media Padi pada Siswa Kelas VI SDN Pakis 5 Surabaya Ibrila, Kurnia Azizatul; Azizah, Siti; Fitriyah, Enok
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i2.448

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk meningkatkan hasil belajar matematika khususnya pada materi penyajian data melalui penerapan media PADI (Papan Diagram) pada siswa kelas VI SDN Pakis 5 Surabaya. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar dan keterlibatan siswa dalam memahami konsep penyajian data karena metode pembelajaran yang kurang visual dan kontekstual. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 29 siswa, yang terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Pengumpulan data berupa tes pilihan ganda untuk mengukur hasil belajar siswa, yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa. Pada pra-siklus, hanya 44,83% siswa yang mencapai nilai di atas KKTP (75) dengan rata-rata kelas sebesar 69,66. Setelah penerapan media Papan Diagram, ketuntasan meningkat menjadi 72,41% pada siklus I dengan rata-rata 74,14, dan mencapai 86,21% pada siklus II dengan rata-rata nilai 81,38. Selain aspek kognitif, penggunaan media ini juga meningkatkan keaktifan, partisipasi, dan kepercayaan diri siswa dalam pembelajaran. Hasil ini menunjukkan bahwa media PADI (Papan Diagram) efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa pada pembelajaran matematika, khususnya pada materi penyajian data, serta dapat menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, interaktif, dan bermakna.