Articles
406 Documents
Analisis Kompetensi Pedagogik Kinerja Guru MI Program Khusus Al-Ikhlas Tengaran Kabupaten Semarang
Nugrahaini, Anisa;
Biantoro, Oktio Frenki
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 4, No 6 (2023)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35672/afeksi.v4i6.219
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi pedagogik guru pada kinerja. Serta dampak dari kompetensi pedagogik guru di Madrasah Ibtidaiyah Program Khusus Al-Ikhlas Kec. Tengatan Kab. Semarang. Jenis penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan wawancara dan dokumentasi, informan utama pada penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru kelas. Analisis data pada penelitian ini menggunakan reduksi data, display data dan verifikasi data. Pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) kompetensi pedagogik pada kinerja guru sudah baik. Guru sudah melakukan evaluasi dalam pembelajaran sesuai indikator. Pengembangan silabus dan kurikulum dilakukan di setiap awal tahun. Materi yang diajarkan sesuai dengan rencana pembelajaran. (2) dampak kompetensi pedagogik guru pada kinerja dan prestasi belajar siswa menunjukan bahwa kompetensi pedagogik yang baik berdampak positif pada kinerja guru dan prestasi belajar siswa. Ketika seorang guru memiliki pemahaman yang mendalam tentang kurikulum dan strategi pengajaran maka akan terbentuk proses pembelajaran yang efektif.
Penerapan Model Problem Based Learning berbantu Card Game terhadap Tingkat Berpikir Komputasi Siswa Kelas V
Santi, Lia Manika;
Putriani, Ida;
Rarasati, Ida Putri
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59698/afeksi.v5i2.225
Penelitian ini menyoroti kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kemampuan berpikir komputasi siswa, terutama mengingat peringkat rendah kemampuan matematika siswa Indonesia menurut hasil PISA 2018. Strategi relevan dalam upaya ini adalah menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan permainan kartu dalam pembelajaran matematika. Melalui desain kuasi eksperimental dengan Non-Equivalent Control Group Design, penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model PBL yang didukung oleh permainan kartu berhasil meningkatkan kemampuan berpikir komputasi siswa kelas V secara efektif. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan nilai mencapai 29,11 dan N-gain sekitar 57,46%. Di kelas kontrol, peningkatan kurang signifikan dengan selisih sekitar 25,58 dan N-gain sekitar 46,59%. Kesimpulannya, penerapan model PBL dengan dukungan Card Game secara signifikan lebih berhasil dalam memperkaya kemampuan berpikir komputasi siswa dibandingkan teknik pembelajaran konvensional. Rekomendasi penelitian ini mencakup integrasi model PBL dengan teknologi, seperti penggunaan platform digital untuk meningkatkan interaktifitas dan keterlibatan siswa. Kontribusi akademiknya adalah konfirmasi efektivitas model PBL dengan pendekatan permainan kartu dalam meningkatkan kemampuan berpikir komputasi siswa serta memberikan landasan bagi pengembangan metode pembelajaran matematika yang inovatif.
ISLAM WASATHIYYAH SEBAGAI PENDIDIKAN KARAKTER
Prayitno, Nur Hasbullah;
Nursikin, Mukh.
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 4, No 6 (2023)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35672/afeksi.v4i6.191
Wacana Islam wasathiyyah sedang berkembang di Indonesia. Salah satu perkembangan Islam wasathiyyah ini adalah di bidang pendidikan karakter. Dengan menggunakan metode deskriptif. Artikel ini menjawab tiga pertanyaan. Pertama, pengertian Islam wasathiyyah menurut para ahli. Kedua, prinsip-prinsip Islam wasathiyyah. Ketiga, Islam wasathiyah sebagai pendidikan karakter. Artikel ini membahas Islam wasathiyyah di Indonesia. Islam wasathiyyah adalah jawaban dari banyaknya ekstrimisme yang terjadi di Indonesia. Paham ekstrimisme dapat membuat perpecahan antar umat. Maka dari itu, Islam wasathiyyah ini berusaha mencegah dan menghentikan ajaran ekstrim tersebut. Melalaui bidang pendidikan, Islam wasathiyyah dapat berkembang pada peserta didik, maka Islam wasathiyah ini bisa dimaksudkan sebagai pendidikan karakter di sekolah.
Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa Kelas IV
Krisnamurti, Cyrenia Novella;
Rahayu, Septiana Regilta
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59698/afeksi.v5i2.237
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa melalui model pembelajaran Project Based Learning. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri Ploso yang berjumlah 6 siswa. Teknik analisis data pada penelitian ini deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Metode pengumpulan data berdasarkan observasi, wawancara dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan keterampilan sosial siswa kelas IV SD Negeri Ploso melalui model pembelajaran Project Based Learning. Peningkatan keterampilan sosial pada Siklus I sebesar 17% dengan kondisi awal 56% menjadi 73% Peningkatan pada Siklus II sebesar 23% dengan kondisi awal 56% menjadi 82%. Berdasarkan hasil observasi di kelas terlihat peningkatan pada Siklus I sebesar 33% dengan kondisi awal 35% menjadi 80%. Berdasarkan hasil wawancara siswa dan guru keterampilan sosial siswa kelas IV SD Negeri Ploso meningkat.
ANALISIS KESULITAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN INSTRUMEN ASESMEN AUTENTIK HIGHER ORDER THINKING SKILL DI MI SIDOARJO
Indriani, Nina;
Sutamah, Sutamah;
Maharani, Alissa Putri;
Wahyuni, Ninik;
Afi, Dewi Afidatul;
Bahri, Fadhilah Faradisa;
Rahma, Shinta Nur
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 4, No 6 (2023)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35672/afeksi.v4i6.171
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan guru MI dalam mengembangkan instrument autentik HOTS pada proses pembelajaran. Dengan adanya penelitian ini, akan menunjukkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi guru khususnya guru sekolah dasar dalam mengembangkan instrument penilaian higher order thinking skills. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian melibatkan guru mata pelajaran dan siswa kelas III, IV dan V MI Sidoarjo. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa lembar observasi, lembar wawancara, dan lembar dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang menjadi kesulitan guru sekolah dasar dalam mengembangkan instrument autentik higher order thinking skills yaitu pemahaman guru terhadap kata kerja operasional yang termasuk dalam HOTS, penyesuaian CP (Capaian pembelajaran) dan ATP (Alur Tujuan Pembelajaran) dalam penyusunan modul ajar, kesulitan guru dalam menyusun instrument autentik penilaian HOTS, serta respon peserta didik terhadap asesmen yang dirancang oleh guru menunjukkan mereka merespon dengan baik dan lebih menyukai jika asesmen dibentuk berupa power point menarik dengan soal-soal evaluasi
An Analysis of Speech Acts in English Lesson in Madrasah Aliyah Al Irsyad Tengaran
Faiz, Henry Anwar
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59698/afeksi.v5i3.276
This study aims to investigate the speech act used by the teacher and students in an English lesson in Grade X of MA Al Irsyad Tengaran. It is designed as a qualitative research. The data were gathered by observing the class and recording the lesson, and then the data was analyzed to get the result. The result indicates that the directive speech act is the most frequently used in teaching and learning. It can be seen from the data that directive speech is the highest, i.e., 145 utterances or 49,5%, followed by representatives with 103 utterances or 35,2%. Commissives with 27 utterances or equal with 9,2%, and the last one is expressive with 18 utterances or 6,1% from the total of approximately 293 utterances. The dominance of directive speech acts in English learning shows that the teacher plays a vital role in directing and managing class activities. Clear and firm instructions from teachers help create a structured and controlled learning environment, allowing students to follow directions well and understand assigned tasks.
Pendekatan Technological Pedagogical And Content Knowledge (TPACK) dalam Pembelajaran PAI
Sofiah, Lailia Farhatus
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35672/afeksi.v5i1.212
Pendidikan merupakan salah satu faktor untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Karena itu, pemerintah melakukan berbagai upaya demi mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata bagi semua masyarakat. Namun, perlu diketahui bahwa terdapat beberapa aspek yang dapat memberikan pengaruh pada sistem pendidikan di Indonesia. Salah satu aspek tersebut adalah perkembangan IPTEK. Perkembangan IPTEK dapat memberikan pengaruh pada pendidikan Indonesia, terutama dalam proses pembelajaran di sekolah. Dengan demikian pendidik memiliki tanggung jawab untuk mewujudkan proses pembelajaran yang sejalan dengan laju perubahan IPTEK. Demi menjawab tantangan pendidikan tersebut, pendidik perlu mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran, melalui implementasi pendekatan Technological Pedagogical and Content Knowledge yang dikembangan oleh Koehler Mishari (2006). Tujuan penulisan kajian ini yaitu a) untuk mengetahui lebih lanjut tentang konsep pendekatan pembelajaran TPACK, dan b) untuk mengetahui model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pendekatan TPACK. Metode penelitian yang digunakan adalah library research (kajian pustaka). Sumber data primer yang digunakan adalah handbook atau buku panduan TPACK yang dikembangkan oleh Koehler Mishari. Sedangkan sumber data sekunder yang digunakan adalah jurnal dan karya ilmiah terkait TPACK. Hasil penelitian yang ditemukan antara lain yaitu a) konsep dasar pendekatan TPACK, b) komponen-komponen dalam pendekatan TPACK, c) macam-macam teknologi yang dapat digunakan dalam pendekatan TPACK, d) model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pendekatan TPACK, dan e) faktor penghambat dalam implementasi pendekatan TPACK.
Konsep Pendidikan Nilai dalam Filsafat Pendidikan Islam: Perspektif K.H. Hasyim Asy’ari dan Buya Hamka
Zakiah, Siti Solichatun;
Nursikin, Mukh.
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59698/afeksi.v5i3.260
Dengan munculnya beberapa perubahan berkaitan dengan pendidikan, sangat penting untuk mengkaji secara mendalam bagaimana konsep pendidikan nilai dalam filsafat pendidikan islam yang di kemukakan cukup jelas oleh K.H. Hasyim Asy’ari dan Hamka. Dalam penelitian ini menganalisis berkaitan dengan konsep pendidikan nilai dalam filsafat pendidikan nilai perspektif dua tokoh muslim, yaitu K.H. Hasyim Asy’ari dan Haji Abdul Malik Kharim Amrulloh (Hamka). Proses dalam penelitian artikel ini menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji karya beliau dan di dilengkapi referensi yang relevan secara lebih luas dan dalam proses analisis artikel ini menggunakan penekatan hermenutik untuk menjelaskan makna yang sesuai dengan konteks filosofis. Dalam analisis hasil pembahasan artikel ini membahas berkaitan dengan konsep pendidikan nilai kedua tokoh tersebut yang merupakan dua tokoh besar islam yang memiliki pandangan terkait pendidikan nilai dimana K.H. Hasyim Asy’ari menekankan pentingnya pendidikan akhlak dan nilai-nilai moral dalam islam, terutama berdasarkan tasawuf dan tradisi ulama salaf, sedangkan Buya Hamka beliau menekankan pentingnya pendidikan nilai yang bersumber dari Al-Qur’an dan sunnah, namun dengan pendekatan yang lebih rasional dan kontekstual. Meskipun memiliki perbedaan penekanan dan pendekatan, baik K.H. Hasyim Asy’ari maupun Buya Hamka sama-sama menekankan pentingnya pendidikan nilai dalam islam. Implementasi penelitian ini menekankan pentingnya mengamalkan ilmu pendidikan nilai, akhlak, moral seperti dalam ajaran K.H. Hasyim Asyari, serta dalam pengamalannya penting untuk bersandar pada Al Qur’an dan sunnah seperti dalam konsep Buya Hamka. Oleh karena itu, dari penerapan konsep pendidikan nilai dalam filsafat pendidikan islam mampu menjadikan generasi selanjutnya lebih memiliki karakter yang baik, akhlak yang mulia dan bermoral secara seimbang. Saran untuk penelitian berikutnya untuk lebih memperdalam pada konteks lieraturnya, dan dapat memperluas implementasinya dalam hal pendidikan baik secara formal ataupun tidak agar lebih memberikan gambaran yang lebih baik terkait konsep Hasyim Asyari dan Hamka dalam pendidikan nilai islam dan kesesuaiannya dengan pendidikan saat ini.
Optimalisasi Kemampuan Literasi Siswa SD Melalui IPAS: Pengembangan Media Pembelajaran Pop Up Box TESANRA
Ummah, Rika Rohmatul;
Oktavianti, Ika;
Kironoratri, Lintang
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35672/afeksi.v5i1.209
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media Pop Up Box TESANRA dalam pembelajaran IPAS. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (RD) ini dilakukan melalui beberapa tahapan yang mengacu pada prosedur pengembangan Borg Gall (1983: 775) yang disederhanakan menjadi 4 tahap yaitu: 1) Research and information collecting (Tahap analisis dan pengumpulan data), 2) Planing (Tahap perencanaan), 3) Develop preliminary form of product (Tahap pengembangan produk), dan 4) Preliminary and Operational field testing (Tahap validasi serta uji coba skala terbatas). Tingkat kevalidan media yang dikembangkan diukur dengan angket penilaian media yang dilakukan oleh ahli media dan ahli materi. Hasil validasi media memperoleh jumlah skor rata-rata 3,7 dengan presentase total skor 94,64% dan hasil validasi materi memperoleh skor rata-rata 3,8 dengan presentase total skor 96,42%. Berdasarkan pedoman konvensi data kuantitatif ke data kualitatif, maka pengembangan media Pop Up Box TESANRA berada pada kategori Valid. Sehingga dapat disimpulkan bahwa desain media Pop Up Box TESANRA ini layak digunakan sebagai media pembelajaran IPAS untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa kelas IV Sekolah Dasar.
Hubungan Pola Asuh Demokratis Orang Tua dengan Karakter Bertanggung Jawab Pada Anak
Anindito, Fakhri Raza;
Barus, Gendon
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59698/afeksi.v5i2.248
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat pola asuh demokratis orang tua dalam mendidik karakter bertanggung jawab pada anak; mengidentifikasi item skala pola asuh demokratis orang tua dalam membentuk karakter tanggung jawab mana saja yang capaian skornya belum optimal; menghitung tingkat tanggung jawab anak di SD Negeri Mayangan; mengidentifikasi item skala karakter tanggung jawab mana saja perolehan skornya belum optimal; dan mengeidentifikasi apakah pola asuh demokratis orang tua berkorelasi terhadap karakter anak yang bertanggung jawab. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif korelasional. Subjek penelitian terdiri dari 51 siswa di SD Negeri Mayangan. Pengambilan data memakai skala Pola Asuh Demokratis Orang tua (24 item valid dengan nilai reliabel α 0,843) serta skala Karakter Bertanggung Jawab (18 item valid dengan nilai reliabilitas α 0,853). Teknik analisis menggunakan teknik deskriptif kategorisasi, uji normalitas, uji linearitas, dan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar siswa (59%) mempersepsikan pola asuh demokratis orang tua pada kategori baik (skor tinggi). Tidak ditemukan satu pun item skala pola asuh orang tua pada kategori sedang, rendah dan sangat rendah. Sebagian besar 32 (63 %) murid SD yang diteliti memiliki karakter bertanggung jawab pada kategori tinggi. Terdapat 2 item pada skala karakter bertanggung jawab dengan capaian skor pengukuran belum optimal yakni berada pada kategori sedang. Terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh demokratis orang tua dengan karakter bertanggung jawab pada anaknya.