cover
Contact Name
Syarifuddin
Contact Email
bimaberilmu@gmail.com
Phone
+6285290880751
Journal Mail Official
jurnal.diksi01@gmail.com
Editorial Address
Jalan Lintas Sumbawa, desa Leu, RT. 009, RW. 004, Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
ISSN : 28093585     EISSN : 28093593     DOI : https://doi.org/10.53299/diksi.v2i1
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial dengan e-ISSN: 2809-3593 dan p-ISSN: 2809-3585 merupakan jurnal yang menerbitkan hasil penelitian dan pemikiran pada bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan. Kajian dibidang pendidikan antara lain, kebijakan-kebijakan pendidikan, implementasi pendidikan di satuan pendidikan, proses pembelajaran, dan kajian lainnya keterkaitannya dengan pendidikan. Kemudian kajian dibidang sosial kemasyarakatan diantaranya, kehidupan masayarakat lokal suatu daerah, perkembangan jaman terhadap perubahan tingkah laku masayarakat, dan kajian-kajian lainnya terkait kehidupan sosial masyarakat. Jurnal Diksi di bawah naungan Yayasan Pendidikan Bima Berilmu dan terbit 2 kali dalam setahun.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 143 Documents
Pemahaman Konsep Pecahan melalui Model KoNGSi di Sekolah Dasar: Perspektif Siswa dan Guru Rahman, Fathin; Nurrahmah, Nurrahmah; Syarifudin, Syarifudin; Taufikurrahman, Taufikurrahman
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 6 No. 3 (2025): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v6i3.2148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman konsep pecahan siswa sekolah dasar melalui penerapan model pembelajaran KoNGSi (Konkrit–Gambar–Abstrak–Aplikasi), serta menelaah pandangan guru terhadap implementasi model tersebut. Masalah kesulitan siswa dalam memahami konsep pecahan menjadi perhatian utama, mengingat pecahan merupakan salah satu materi yang bersifat abstrak dan kompleks bagi siswa usia dini. Model KoNGSi menawarkan pendekatan bertahap dan kontekstual untuk membantu siswa membangun pemahaman konseptual yang lebih kuat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 25 siswa kelas IV dan dua orang guru matematika di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Bima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa lebih mudah memahami pecahan ketika proses pembelajaran diawali dengan objek konkret, dilanjutkan dengan representasi visual, simbolisasi matematis, dan penerapan dalam konteks nyata. Sebagian besar siswa menunjukkan peningkatan dalam aspek pemahaman konseptual, kemampuan merepresentasi, serta keberanian menyampaikan penalaran matematis. Guru juga menyatakan bahwa model KoNGSi mempermudah mereka dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih sistematis dan bermakna.
Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning Berbantuan Video pada Materi Ekosistem terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X di SMA Negeri 2 Pangururan Sinurat, Harry Anugrah Sinurat; Sidabutar, Hudson; S. Pulungan, Ahmad Shafwan
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 6 No. 3 (2025): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v6i3.2178

Abstract

Fokus dalam penelitian ini bertujuan mengetahui seberapa baik pelaksanaan dan pengaruh model Project Based Learning berbantuan video terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi ekosistem. Jenis penelitian menggunakan Quasi Eksperimen dilakukan dengan populasi seluruh kelas X di SMA Negeri 2 Pangururan.  Analisis data menggunakan metode uji hipotesis melalui independent sample t-test. Model pembelajaran Project Based Learning berbantuan video lebih mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dengan nilai signifikansi (2-Tailed) yaitu 0,000 yang artinya adanya pengaruh model pembelajaran Project Based Learning, adapun total persentase yang diperoleh berdasarkan indikator yaitu 83% dengan kategori kritis.
Literatur Review: Penerapan Model Problem Based Learning Berbasis Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik SMA Yesa, Meira; Helendra, Helendra
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 6 No. 3 (2025): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v6i3.2359

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan bekal penting bagi siswa dalam menghadapi tantangan abad ke-21. Namun, praktik pembelajaran masih cenderung bersifat ceramah sehingga peluang siswa untuk berlatih analisis, evaluasi, dan pemecahan masalah masih terbatas. Model Problem-Based Learning (PBL) menghadirkan permasalahan nyata yang mendorong siswa untuk mengeksplorasi, berdiskusi, dan menyimpulkan, sedangkan strategi diferensiasi memungkinkan guru menyesuaikan pembelajaran dengan kesiapan, minat, dan gaya belajar siswa. Kajian ini menggunakan metode systematic literature review (SLR) berbasis PRISMA dengan menganalisis lima artikel terakreditasi SINTA (tiga SINTA 2 dan dua SINTA 3) yang terbit pada periode 2019–2024. Analisis dilakukan secara deskriptif dan ditampilkan dalam tabel perbandingan. Hasil studi menegaskan bahwa PBL berbasis pembelajaran berdiferensiasi berpengaruh positif dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa SMA. Pendekatan ini meningkatkan keterlibatan aktif sekaligus menyesuaikan kebutuhan individu, sehingga proses belajar menjadi lebih bermakna dan sesuai arah Kurikulum Merdeka.
Pengaruh Model Inkuiri Terbimbing Berbantuan Media Interaktif Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik dalam Pembelajaran Biologi pada Materi Sistem Pertahanan Tubuh Sapitri, Elvina; Alberida, Heffi
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 6 No. 3 (2025): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v6i3.2372

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana kemampuan berpikir kritis dipengaruhi oleh model belajar inkuiri terbimbing yang diterapkan dengan media interaktif kepada peserta didik Fase F SMAN 9 Sijunjung pada materi sistem pertahanan tubuh. Desain yang digunakan penelitian ini adalah posttest only control group design dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian meliputi dua kelas, yaitu kelas eksperimen (XI.F1) dan kelas kontrol (XI.F2), dilakukan melalui  teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa soal essay yang disusun berdasarkan lima indikator berpikir kritis menurut Ennis (1985) yang telah melewati uji validitas dan memiliki nilai validitas empiris sebesar 0,76 (sangat tinggi). Data dianalisis menggunakan uji independent sample t-test, dan nilai signifikansi (2-tailed) yaitu 0,000 yang membuktikan adanya perbedaan yang jelas antara kedua kelompok (p < 0,05). Rata-rata kemampuan berpikir kritis peserta didik pada kelas eksperimen mencapai 69,7%, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang hanya memperoleh 44,2%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media interaktif berdampak signifikan pada peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Efektivitas Media Pembelajaran Phet Simulation dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMP pada Materi Pecahan Mardiwi, Mardiwi; Khatimah, Husnul
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 6 No. 3 (2025): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v6i3.2388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media pembelajaran PhET Simulation dalam meningkatkan hasil belajar siswa SMP pada materi pecahan. Masalah utama yang mendasari penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada pmebelajaran matematika, khususnya materi pecahan, di SMPN 1 Jeumpa. Kondisi ini diidentifikasi sebagai dampak dari metode dan media pembelajaran yang kurang bervariasi, yang cenderung menciptakan suasana belajar monoton. Pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest digunakan dalam penelitian ini. Sampel penelitian terdiri dari 18 siswa kelas VII Mawar, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen tes berupa pretest dan posttest, masing-masing terdiri dari 5 soal uraian. Analisis data dilakukan dengan uji non-parametrik Wilcoxon Signed Ranks Test, setelah uji normalitas menunjukkan data posttest tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa setelah penerapan media PhET Simulation. Pada hasil pretest, tidak ada siswa yang mencapai ketuntasan, namun setelah intervensi, 10 dari 18 siswa berhasil mencapai ketuntasan pada hasil posttest. Uji Wilcoxon Signed Ranks Test menghasilkan nilai signifikansi (p-value) sebesar 0,000 (< 0,05), yang secara statistik mengkonfirmasi adanya peningkatan hasil belajar siswa yang signifikan. Penelitian menunjukan bahwa  penggunaan media pembelajaran PhET Simulation efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa SMP pada materi pecahan. Media ini tidak hanya berhasil mengatasi kejenuhan siswa, tetapi juga memfasilitasi pemahaman konsep abstrak melalui pendekatan interaktif dan eksploratif. Meskipun ada tantangan terkait ketersediaan perangkat dan jaringan, solusi praktis dapat diterapkan, seperti pengunduhan simulasi atau penggunaan proyektor.
Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Etnomatematika pada Materi Himpunan di SMPN 3 Susoh Aitirahima, Aitirahima; Rismawati, Rismawati
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 6 No. 3 (2025): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v6i3.2395

Abstract

Modul pembelajaran matematika yang digunakan di sekolah masih bersifat umum dan belum mengintegrasikan budaya lokal Aceh, sehingga kurang relevan dengan konteks kehidupan siswa. Hal ini berdampak pada rendahnya pemahaman konsep matematika karena siswa kesulitan mengaitkan materi dengan pengalaman nyata mereka. Oleh karena itu, penelitian ini menjadi urgen untuk mengembangkan modul berbasis etnomatematika yang tidak hanya meningkatkan hasil belajar, tetapi juga melestarikan budaya lokal dalam proses pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Modul Pembelajaran Matematika. Metode yang digunakan dalam  pengembangan (R&D) yaitu model ADDIE yang mencakup lima tahapan: analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Produk yang dikembangkan berupa modul pembelajaran berbasis etnomatematika pada materi himpunan untuk siswa SMP Negeri 3 Susoh. Hasil validasi dari ahli media menunjukkan tingkat kelayakan sangat tinggi dengan skor 85% dan hasil  validasi dari ahli materi mencapai 91%. Hasil tes siswa menunjukkan peningkatan pemahaman dengan rata-rata nilai 85, dan angket respon siswa menunjukkan tingkat penerimaan sangat baik sebesar 84%. Modul ini terbukti efektif dan menarik dalam mendukung pembelajaran matematika yang kontekstual dan berakar pada budaya lokal.
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Kahoot Berbasis Game Based Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Zarijah, Zarijah; Asdarina, Orin
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 6 No. 3 (2025): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v6i3.2396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran Kahoot berbasis Game Based Learning terhadap hasil belajar siswa pada materi bangun ruang kubus dan balok di SMP Negeri Unggul Tunas Nusa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan Pre-eksperimental dengan desain One-Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII Nusa yang berjumlah 25 orang. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa yang signifikan, yaitu dari 11,04 pada pre-test menjadi 60,20 pada post-test. Uji Paired Samples Test dengan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 membuktikan adanya pengaruh yang signifikan. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan media pembelajaran Kahoot berbasis Game Based Learning terbukti berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar matematika siswa.
Analisis Culturally Responsive Transformative Teaching dalam Menumbuhkan Nilai Karakter dan Identitas Budaya pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Gumilar, Rena Prihatna; Isti, Lailia Arditya
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 6 No. 3 (2025): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v6i3.2402

Abstract

Indonesia sebagai negara multikultural memerlukan pendekatan pembelajaran yang inklusif dan kontekstual, seperti Culturally Responsive Transformative Teaching (CRTT), untuk membentuk karakter serta identitas budaya siswa melalui pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas CRTT dalam meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan pemahaman budaya siswa, serta memberikan kontribusi praktis bagi guru dalam merancang strategi pembelajaran yang responsif terhadap keragaman budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif di SD Sragen dengan sampel 40 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling untuk mengkaji pengaruh CRTT terhadap nilai karakter dan identitas budaya. Data dikumpulkan melalui angket dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CRTT memiliki pengaruh positif dalam menumbuhkan nilai karakter dan identitas budaya siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan signifikan antara penerapan CRTT dengan nilai karakter (r = 0.338; sig. = 0.033) dan identitas budaya (r = 0.512; sig. = 0.001). Lingkungan sekolah yang multikultural serta strategi pembelajaran berbasis budaya lokal turut mendukung efektivitas penerapan CRTT, dengan instrumen pengukuran yang terbukti valid dan reliabel dalam mengukur kedua variabel tersebut.
Semiotic Analysis of Teacher’s Role Representation in Kungfu Panda 4 by DreamWorks Animation Alfarizi, Farid
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 6 No. 3 (2025): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v6i3.2543

Abstract

This study aims to analyze the representation of the teacher’s role in the film Kung Fu Panda 4 using Charles Sanders Peirce’s semiotic approach. The research focuses on how visual signs, dialogues, and cultural symbols are constructed to represent the figure of the teacher as an educator, mentor, motivator, and moral role model. This study employs a descriptive qualitative method, with the primary data source being the Kung Fu Panda 4 film produced by DreamWorks Animation. Data were collected through documentation techniques by repeatedly watching the film, noting key scenes, and classifying the signs based on Peirce’s categories of icons, indexes, and symbols. The findings reveal that the teacher’s role is represented through icons in the form of Po’s gestures and visualizations as an educator, indexes through cause-and-effect relationships between the teacher’s instructions and the students’ responses, and symbols involving language, moral values, and cultural artifacts. The discussion emphasizes that popular media, particularly animated films, not only serve as entertainment but also act as a medium for delivering educational values. This study contributes to the understanding of teacher representation in popular media and highlights the potential of animated films as an alternative educational medium.
Analisis Program Beasiswa Bantuan Operasional Pendidikan Ekslokalisasi melalui Penyaluran Bantuan di Kelurahan Putat Jaya Ramadhani, Reihan; Tohari, Amin
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 6 No. 3 (2025): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v6i3.2609

Abstract

Program Beasiswa Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Ekslokalisasi merupakan salah satu kebijakan Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Sosial dan BAZNAS yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga ekslokalisasi di Kelurahan Putat Jaya. Program ini lahir sebagai respons terhadap tingginya risiko putus sekolah pasca penutupan lokalisasi Dolly tahun 2014 yang membawa dampak sosial-ekonomi signifikan bagi masyarakat.. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui teknik wawancara mendalam kepada Bapak Randy, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis dengan triangulasi data untuk memastikan validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program BOP sangat berpengaruh dalam menjaga partisipasi pendidikan anak-anak, dengan mayoritas penerima manfaat berhasil menyelesaikan jenjang SMP hingga SMA. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas Program Beasiswa Bantuan Operasional (BOP) Ekslokalisasi di Kelurahan Putat Jaya, menilai dampak sosial dan pendidikan yang ditimbulkan bagi anak-anak penerima manfaat, serta mengidentifikasi tantangan yang muncul dalam implementasinya. Temuan ini menegaskan bahwa keberadaan program ini tidak hanya berfungsi sebagai bantuan finansial, tetapi juga sebagai instrumen sosial yang berperan dalam mengurangi stigma negatif terhadap masyarakat Putat Jaya dan membuka ruang bagi anak-anak ekslokalisasi untuk membangun identitas diri yang lebih positif melalui keberhasilan akademik dan keterlibatan sosial. Meski demikian, keberlanjutan program masih membutuhkan strategi penguatan, khususnya dalam aspek pemberdayaan keluarga dan penyediaan layanan pendukung seperti bimbingan belajar, konseling psikososial.