cover
Contact Name
Elida Soviana
Contact Email
jurnalidcom@gmail.com
Phone
+6285157550006
Journal Mail Official
jurnalidcom@gmail.com
Editorial Address
Jalan Serma Mukhlas, Karangtengah, RT 02 RW 03, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kode pos 53416
Location
Kab. banjarnegara,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia
Published by CV Firmos
ISSN : 28076605     EISSN : 28076567     DOI : https://doi.org/10.54082/jamsi.IDPaper
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) terdaftar di LIPI dengan P-ISSN : 2807-6605 dan E-ISSN : 2807-6567. Selain itu, JAMSI terdaftar di Crossref dengan DOI : https://doi.org/10.54082/jamsi.idpaper Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) dipublikasikan dua bulan sekali, yaitu pada bulan Januari, Maret, Mei, Juli, September, dan November. Semua penerimaan naskah akan diproses secara double blind review oleh mitra bestari.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,213 Documents
Pemanfaatan Media Sosial "Go Tax and Audit" sebagai Sarana Edukasi Perpajakan dan Akuntansi bagi Masyarakat di Kantor Akuntan Publik Kabupaten Sidoarjo Luluk Farida; Fariyana Kusumawati
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3084

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendukung Kantor Akuntan Publik (KAP) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dalam memperluas diseminasi informasi perpajakan dan akuntansi kepada masyarakat melalui pengelolaan akun media sosial Go Tax and Audit. Pemanfaatan media sosial dipilih sebagai strategi edukasi digital karena mampu menjangkau masyarakat secara luas serta memfasilitasi penyampaian informasi yang lebih cepat, mudah diakses, dan interaktif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif yang meliputi identifikasi kebutuhan informasi bersama mitra, penyusunan dan desain konten edukatif, validasi materi, publikasi pada berbagai platform media sosial, serta evaluasi keterlaksanaan program berdasarkan capaian publikasi dan respons audiens. Selama periode Januari–Maret 2026, program berhasil mempublikasikan 50 konten edukatif yang membahas laporan keuangan in-house, target penerimaan pajak tahun 2026, dan pelaporan SPT Tahunan UMKM berbasis Coretax. Seluruh konten memperoleh 10.234 tayangan (impressions) dan 456 tanda suka (likes) sebagai bentuk keterlibatan audiens terhadap materi yang dipublikasikan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa media sosial mampu dimanfaatkan sebagai sarana edukasi yang efektif dalam memperluas akses masyarakat terhadap informasi perpajakan dan akuntansi, sekaligus mendukung KAP dalam mengembangkan strategi komunikasi digital yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Edukasi dan Pendampingan Penerapan Relaksasi Guided Imagery pada Pasien Post Sectio Caesarea di Ruang Al-Barokah Rumah Sakit Islam Purwokerto Jiryan Aisy Ali; Rahmaya Nova Handayani; Feti Kumala Dewi
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3088

Abstract

Pasien post sectio caesarea kerap mengalami nyeri yang dapat menghambat mobilisasi dan memperlambat proses pemulihan. Di Rumah Sakit Islam Purwokerto, teknik relaksasi guided imagery belum dimanfaatkan secara optimal sebagai bagian dari manajemen nyeri nonfarmakologis sehingga dipilih sebagai materi edukasi dan pendampingan kepada pasien. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pasien mengenai teknik guided imagery serta mendampingi penerapannya dalam mendukung pengelolaan nyeri pada 30 pasien post sectio caesarea. Metode pelaksanaan meliputi edukasi menggunakan media audiovisual, praktik guided imagery selama ±15 menit, serta evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test serta Numeric Rating Scale (NRS). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta dengan nyeri sedang menurun dari 25 orang (83,3%) menjadi 3 orang (10,0%), sedangkan peserta dengan nyeri ringan meningkat dari 5 orang (16,7%) menjadi 27 orang (90,0%). Pengetahuan peserta juga mengalami peningkatan, ditunjukkan oleh peserta dengan kategori pengetahuan kurang yang menurun dari 27 orang (90,0%) sebelum edukasi menjadi 4 orang (13,3%) setelah edukasi, sementara kategori pengetahuan baik meningkat menjadi 26 orang (86,7%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai teknik guided imagery disertai perbaikan tingkat nyeri setelah mengikuti edukasi dan praktik. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung penerapan manajemen nyeri nonfarmakologis pada pasien post sectio caesarea.
Peningkatan Kemampuan Keluarga dan Kader dalam Mengenali Tanda Bahaya Kehamilan melalui Pendidikan Kesehatan di UPTD Puskesmas Abuki Stevani Basuki Putri; Reni Yuli Astutik; Nining Istighosah; Liswani Liswani; Ika Puji Astutik; Hasni Hasni; Harianti Kamaruddin; Meidina Meidina
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3089

Abstract

Kehamilan merupakan proses fisiologis yang dapat berkembang menjadi kondisi berisiko apabila tanda bahaya tidak dikenali sejak dini. Rendahnya pengetahuan keluarga dan kader kesehatan dapat menyebabkan keterlambatan dalam mengenali komplikasi dan mencari pertolongan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan keluarga dan kader kesehatan tentang deteksi dini tanda bahaya kehamilan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Abuki, Kabupaten Konawe. Kegiatan dilaksanakan pada Januari 2026 dengan melibatkan 25 peserta yang terdiri atas ibu hamil, anggota keluarga, dan kader kesehatan. Metode yang digunakan meliputi pendidikan kesehatan melalui ceramah, diskusi, tanya jawab, dan media poster. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test yang dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta setelah kegiatan, ditandai dengan meningkatnya kategori pengetahuan baik dari 28% menjadi 72% dan menurunnya kategori pengetahuan kurang dari 40% menjadi 8%. Peningkatan tersebut mencerminkan bertambahnya pemahaman peserta mengenai pengenalan tanda bahaya kehamilan dan pentingnya deteksi dini komplikasi. Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung pencegahan komplikasi kehamilan dan peningkatan kesehatan ibu.
Peningkatan Literasi Digital, Evaluasi Informasi, dan Komunikasi Visual Melalui Workshop Berbasis Komunitas pada Tapak Maca Kota Bandung, Jawa Barat Yelly Andriani Barlian; Siti Desintha; Ira Wirasari; Sri Nurbani; Sri Soedewi
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3092

Abstract

Peningkatan akses terhadap teknologi digital belum selalu diikuti kemampuan masyarakat dalam memahami, mengevaluasi, serta memverifikasi informasi secara kritis. Berdasarkan observasi awal terhadap aktivitas Komunitas Tapak Maca Kota Bandung, Jawa Barat, peserta telah aktif menggunakan media sosial sebagai sumber informasi dan sarana komunikasi komunitas, tetapi masih menghadapi tantangan dalam memeriksa kebenaran informasi, membedakan fakta dan opini, serta memahami konteks pesan visual sebelum informasi dibagikan kembali. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan literasi digital, khususnya pada komunitas berbasis pendidikan informal yang aktif membangun budaya belajar masyarakat. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk workshop literasi digital pada Komunitas Tapak Maca dengan tujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam memahami informasi digital secara kritis, mengevaluasi pesan visual, serta mendorong kreativitas peserta dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana edukatif. Metode yang digunakan berupa workshop partisipatif dengan evaluasi pre-test dan post-test terhadap sepuluh indikator perilaku literasi digital. Kegiatan workshop meliputi diskusi tantangan informasi digital, simulasi evaluasi konten, pengenalan komunikasi visual, serta latihan menggunakan kerangka M.A.C.A. yaitu Mengamati, Ajukan Pertanyaan, Cek Konteks, dan Aksi Kreatif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor peserta dari 4,09 menjadi 4,44 atau meningkat sebesar 8,46%. Peningkatan tertinggi terjadi pada indikator kemampuan membedakan fakta dan opini sebesar 23,34% serta kecenderungan untuk tidak menyebarkan informasi tanpa verifikasi sebesar 22,73%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan edukatif berbasis literasi digital dan komunikasi visual mampu meningkatkan kemampuan peserta dalam menggunakan media digital secara lebih kritis dan bertanggung jawab. Manfaat kegiatan bagi komunitas terlihat melalui meningkatnya kesadaran peserta untuk memeriksa sumber informasi, membaca konteks visual secara lebih cermat, serta meningkatnya minat memanfaatkan media digital sebagai ruang produksi konten edukatif berbasis komunitas.
Digitalisasi Layanan Perizinan dan Monitoring Siswa melalui SIPAS ANTARTIKA di SMK Antartika 1 Sidoarjo Pima Hani Safitri; Muhammad Fadli Zamzami; Imam Prasetyo Suherman; Khansa Nailah Anjani; Nur Aulia Dinda Putri; Ananda Bintang Saputra; Dimas Adiputra; Nilla Rachmaningrum
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3093

Abstract

Digitalisasi layanan administrasi sekolah merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan data dan pelayanan kepada warga sekolah. SMK Antartika 1 Sidoarjo masih menghadapi kendala pada proses perizinan siswa yang dilakukan secara manual sehingga monitoring keluar masuk siswa belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan SIPAS ANTARTIKA, yaitu sistem perizinan berbasis web yang dilengkapi fitur pengajuan izin daring, persetujuan berjenjang, validasi menggunakan QR Code, dan monitoring siswa secara real-time. Metode pelaksanaan meliputi observasi kebutuhan mitra, implementasi sistem, pelatihan pengguna, serta evaluasi menggunakan kuesioner skala Likert. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa SIPAS ANTARTIKA mampu meningkatkan efektivitas proses administrasi perizinan dan mempermudah monitoring siswa. Evaluasi terhadap 24 responden menunjukkan bahwa 84,17% responden memberikan penilaian setuju dan sangat setuju terhadap sistem dan pelaksanaan kegiatan. Dengan demikian, SIPAS ANTARTIKA menjadi solusi yang efektif dalam mendukung transformasi digital layanan administrasi di lingkungan sekolah.
Peningkatan Kesadaran Siswa terhadap Perilaku Belajar yang Sehat dan Aman melalui Edukasi Ergonomi dan Psikologi Belajar di MTs Al Hidayah Sadeng Luluk Hilda Kusumarini; Sri Wahyuni Ningsih; Akha Pratila Sari; Septine Eka Putri
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3096

Abstract

Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam lingkungan sekolah perlu ditanamkan sejak dini untuk mendukung terciptanya proses belajar yang sehat, aman, dan nyaman. Hasi observasI di MTs Al Hidayah Sadeng menunjukkan masih terdapat permasalahan terkait ergonomi ruang belajar, seperti pencahayaan yang kurang memadai, penggunaan meja dan kursi yang belum sesuai, serta rendahnya pemahaman siswa mengenai ergonomi dan psikologi belajar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa tentang perilaku belajar yang sehat dan aman melalui edukasi ergonomi dan psikologi belajar. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 25 Mei 2026 dengan melibatkan 29 siswa kelas VIII. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, praktik posisi duduk ergonomis, diskusi interaktif, pendampingan, serta evaluasi pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Selama kegiatan, siswa menunjukkan partisipasi aktif dalam diskusi maupun praktik ergonomi, serta mampu menerapkan posisi belajar yang baik sesuai prinsip ergonomi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah mengikuti edukasi, yang tercermin dan meningkatnya nilai rata-rata pre-test sebesar 53,21 menjadi 79,34 pada post-test. Kegiatan ini memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai ergonomi dan psikologi belajar serta mendorong terbentuknya perilaku belajar yang lebih sehat, aman, dan nyaman di lingkungan sekolah. Edukasi ergonomi dan psiologi belajar dapat menjadi salah satu upaya promotif untuk membangun kebiasaan belajar yang mendukung keselamatan dan kesehatan siswa sejak usia sekolah.
Pemberdayaan Ibu-Ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga melalui Diversifikasi Olahan Alpukat Bernilai Tambah untuk Penguatan Ekonomi Keluarga di Desa Singosari, Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah Nurul Myristica Indraswari; Mohammad Ahyar Syafwan Lysander; Adinda Sephia Dwi Cahyani; Khairunnisa Salsabila; Dedi Saputra; Nadia Rifatul Khasanah
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3098

Abstract

Desa Singosari, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali memiliki potensi komoditas alpukat yang cukup besar, namun pemanfaatannya masih terbatas pada penjualan buah segar sehingga sebagian hasil panen belum memberikan nilai tambah optimal. Keterbatasan pengetahuan masyarakat dalam melakukan diversifikasi produk menjadi salah satu faktor yang menyebabkan potensi ekonomi alpukat belum berkembang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam mengolah alpukat menjadi minyak alpukat dan selai alpukat sebagai produk bernilai ekonomi. Metode pengabdian menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) melalui tahapan identifikasi kebutuhan, sosialisasi, demonstrasi, praktik pengolahan, dan evaluasi kegiatan. Kegiatan melibatkan 30 anggota PKK Desa Singosari dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, diskusi, dan evaluasi kemampuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami potensi diversifikasi alpukat, mempraktikkan proses pengolahan dan pengemasan produk, serta menunjukkan minat mengembangkan usaha berbasis komoditas lokal. Peserta berhasil menghasilkan produk minyak alpukat dan selai alpukat sebagai bentuk penerapan keterampilan yang diperoleh. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan berbasis PRA mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengoptimalkan potensi lokal dan menjadi dasar pengembangan usaha rumah tangga berkelanjutan.
Pelatihan Dasar Pengoperasian Komputer Untuk Meningkatkan Literasi Digital Siswa Kelas IV SD Advent Merauke Kabupaten Merauke Provinsi Papua Selatan Dewi Puji Rahayu; Karlina Wong Lieung
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3106

Abstract

Literasi digital menjadi kompetensi esensial yang perlu ditanamkan sejak sekolah dasar sebagai dalam menghadapi pembelajaran berbasis teknologi. Namun, siswa kelas IV SD Advent Merauke masih memiliki kemampuan dasar pengoperasian komputer yang terbatas karena kurangnya kesempatan untuk berlatih serta belum optimalnya pemanfaatan sarana teknologi di lingkungan sekolah. Oleh sebab itu, dilaksanakan pelatihan dasar pengoperasian komputer yang bertujuan meningkatkan literasi digital siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan 24 siswa dan diselenggarakan pada 13–15 Agustus 2024 dengan menggunakan pendekatan Participatory Learning yang mencakup tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Proses pelatihan memadukan metode ceramah, demonstrasi, praktik langsung (hands-on learning), serta pendampingan individual agar siswa memperoleh pengalaman belajar yang optimal. Keberhasilan program dievaluasi sebelum dan setelah mengikuti pelatihan dan observasi keterampilan praktik. Hasil evaluasi menunjukkan nilai rata-rata peserta meningkat dari 52 menjadi 84 dengan nilai N-Gain sebesar 0,67. Selain itu, seluruh siswa mampu mengoperasikan prosedur dasar menghidupkan dan mematikan komputer, sedangkan lebih dari 87% berhasil menggunakan keyboard, mengoperasikan Microsoft Word, mengetik, menyimpan, dan membuka kembali dokumen secara mandiri. Temuan ini membuktikan bahwa pelatihan berbasis praktik efektif meningkatkan keterampilan pengoperasian komputer sekaligus memperkuat literasi digital siswa sekolah dasar, sehingga berpotensi diterapkan secara berkelanjutan di sekolah yang memiliki keterbatasan akses terhadap teknologi.
Edukasi Pencegahan Stunting pada Keluarga Balita melalui Kegiatan Posyandu Disertai Pemetaan Faktor Risiko di Desa Belik, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto Zahra Nabilah; Nadila Niswatin Madinatimron; Davin Tulus Jeremiah Nainggolan; Savira Ratnadewati Nirwasita; Revalina Setya Heri; Syams Nauval Pranata; Firyaal Rajwaa Kayana; Fasya Annisa; Cendekia Muhammad Anderi; Siti Nuraini
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3111

Abstract

Permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia masih kompleks, terutama dalam pemenuhan gizi dan status kesehatan anak. Salah satu masalah gizi dengan prevalensi tinggi adalah stunting pada anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi pencegahan stunting kepada keluarga balita dan masyarakat, yang didukung pemetaan mendalam faktor risiko stunting di tingkat rumah tangga. Pemetaan dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi keluarga balita terindikasi stunting, hambatan praktik gizi, serta upaya pencegahan stunting dalam konteks peran keluarga. Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui observasi dan wawancara semi terstruktur, dilanjutkan edukasi pencegahan menggunakan media leaflet pada kegiatan posyandu Desa Belik. Sasaran kegiatan adalah 10 keluarga dengan balita terindikasi stunting. Hasil menunjukkan pemberian makanan tambahan (PMT) pada balita belum optimal, ditemukan pada 8 dari 10 keluarga. Mayoritas ibu balita tidak rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) dan memiliki riwayat anemia saat kehamilan, serta ditemukan kasus infeksi atau alergi. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa stunting tidak hanya bersumber dari aspek gizi, tetapi juga aspek sosial, ekonomi, dan perilaku keluarga, sehingga penanganannya perlu dilakukan secara holistik dan berkelanjutan. Kegiatan edukasi bermedia leaflet yang dilakukan juga menunjukkan bahwa keluarga sasaran menjadi lebih memahami pentingnya gizi seimbang dan pencegahan stunting sejak dini.
Pelatihan Penggunaan AI untuk Peningkatan Keterampilan Public Speaking dalam Bahasa Inggris bagi Guru dan Tenaga Kependidikan di Yayasan Pendidikan Al-Chasanah Putri Ayienda Dinanti; Irma Rahmawati; Todo Sibuea
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3112

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan public speaking bahasa Inggris bagi guru dan tenaga kependidikan di Yayasan Pendidikan Al-Chasanah melalui pemanfaatan kecerdasan buatan. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya kemampuan menyusun dan menyampaikan pidato formal serta keterbatasan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) pada tahap identifikasi kebutuhan, dilanjutkan dengan pelatihan terstruktur, pendampingan, dan evaluasi. Pelatihan dilakukan dalam tiga sesi utama, yaitu penyusunan pidato berbantuan AI ChatGPT, penguatan teknik public speaking (intonasi, artikulasi, dan bahasa tubuh), serta penggunaan media visual dalam presentasi. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif melalui simulasi, praktik langsung, dan umpan balik berkelanjutan dari tim pengajar. Berdasarkan penilaian naskah pidato, observasi performa berbicara, dan hasil evaluasi sebelum dan sesudah pelatihan, hasil menunjukkan bahwa sekitar 80 persen dari 16 peserta mengalami peningkatan kemampuan. Hal tersebut berkaitan dalam menyusun dan menyampaikan pidato bahasa Inggris secara lebih terstruktur, percaya diri, dan komunikatif. Kesimpulannya, integrasi kecerdasan buatan dalam pelatihan public speaking efektif meningkatkan kompetensi komunikasi peserta serta mendukung transformasi pembelajaran berbasis teknologi di lingkungan sekolah.