cover
Contact Name
Elida Soviana
Contact Email
jurnalidcom@gmail.com
Phone
+6285157550006
Journal Mail Official
jurnalidcom@gmail.com
Editorial Address
Jalan Serma Mukhlas, Karangtengah, RT 02 RW 03, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kode pos 53416
Location
Kab. banjarnegara,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Inovatif
Published by CV Firmos
ISSN : 2808148X     EISSN : 28081366     DOI : https://doi.org/10.54082/jupin.IDPaper
Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) merupakan sebuah jurnal ilmiah nasional yang mempublikasikan artikel hasil penelitian multidisiplin di berbagai bidang ilmu, seperti Teknik, Pendidikan, Ilmu Sosial Humaniora, Bahasa/Linguistik, Kesehatan, serta Ekonomi dan Bisnis. Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) dipublikasikan oleh CV Firmos dan terdaftar di LIPI dengan P-ISSN : 2808-148X dan E-ISSN : 2808-1366 serta terdaftar di Crossref dengan Prefix DOI : 10.54082. Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) dipublikasikan 3 kali dalam setahun, yaitu pada bulan April, Agustus, dan Desember. Semua penerimaan naskah diproses secara double blind review oleh mitra bestari.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 696 Documents
Pengaruh Konsentrasi Polyethylene Glycol (PEG) 6000 dan Lama Perendaman terhadap Viabilitas Benih Cabai Merah (Capsicum annuum L.) Azza Nadila; Sri Wahyuningsih; Lili Chrisnawati; Endang Nurcahyani
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2432

Abstract

Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas hortikultura yang produktivitasnya dapat menurun akibat cekaman kekeringan sehingga menghambat perkecambahan dan menurunkan viabilitas benih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi Polyethylene Glycol (PEG) 6000 dan lama perendaman terhadap viabilitas benih cabai merah pada kondisi cekaman kekeringan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan parameter daya berkecambah, waktu berkecambah, panjang plumula, dan panjang radikula. Data dianalisis menggunakan Two Way ANOVA dan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perendaman berpengaruh nyata terhadap daya berkecambah, dengan hasil terbaik pada perendaman 3 jam dan 6 jam. Konsentrasi PEG 6000 berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Perlakuan tanpa PEG menghasilkan viabilitas terbaik, sedangkan peningkatan konsentrasi PEG hingga 20% menurunkan viabilitas benih. Namun, PEG 5% menunjukkan pertumbuhan radikula yang relatif optimal. Interaksi kedua perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter. Penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi PEG 6000 menjadi faktor utama yang mempengaruhi viabilitas benih cabai merah pada kondisi cekaman kekeringan.
Evaluasi Pengaruh Functional Communication Training dalam Mengurangi Perilaku Menjerit Siswa Autisme Tiara Ramadhani; Antoni Tsaputra; Mega Iswari; Endang Sri Handayani
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2433

Abstract

Komunikasi merupakan proses pertukaran informasi yang berperan penting dalam interaksi sosial. Siswa dengan autisme mengalami gangguan perkembangan komunikasi, interaksi dan perilaku. Gangguan komunikasi menyebabkan munculnya perilaku menjerit pada siswa dengan autisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan frekuensi perilaku menjerit siswa autisme setelah penerapan Functional Communication Training (FCT) dan mengetahui peningkatan Functional Communication Respon (FCR). Penelitian menerapkan metode Single Subject Research (SSR) dengan desain tipe A-B-A. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung sebanyak tiga kali pertemuan, pencatatan perilaku (Behavior Recording) sebanyak 16 pertemuan, catatan lapangan dan dokumentasi. Analisis data menggunakan visual grafik. Pengumpulan data dilakukan sebanyak 4 sesi pada fase baseline 1 (A1), 8 sesi fase intervensi dengan prompting berupa kalimat “Bu, tolong saya”, dan 4 sesi pada fase baseline 2 (A2). Hasil analisis data antar kondisi A1-B-A2 menunjukkan nilai overlap dengan persentase 0% pada kondisi A1 dengan B, 12,5% perbandingan kondisi A2 dengan B untuk perilaku menjerit. Persentase overlap pada FCR  0% kondisi A1 dengan B dan 25% kondisi A2 dengan B. Nilai overlap rendah mengidentifikasi bahwa FCT memilki efek yang kuat terhadap perubahan perilaku, serta meningkatkan FCR pada subjek. Dengan demikian hasil penelitian menunjukkan perubahan yang positif dalam menurunkan perilaku menjerit serta meningkatkan kemampuan komunikasi fungsional pada siswa dengan autisme. Prompting “Bu, tolong saya” dapat dijadikan alternatif strategi yang tepat dalam menangani perilaku menjerit yang disebabkan oleh hambatan komunikasi.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Etanol 70% dan 96 % terhadap Kadar Tanin Total Sargassum Polycystum Natasya Dwi Agustina; Dwi Kurnia Putri; Samwilson Slamet; Suci Rahmawati; Putri Mulia
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2435

Abstract

Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan rumput laut sebagai sumber senyawa bioaktif, salah satunya tanin pada Sargassum polycystum. Namun, perbedaan efektivitas konsentrasi etanol (70% dan 96%) dalam mengekstraksi tanin masih belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi etanol terhadap kadar tanin total. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan ekstraksi maserasi selama 5 hari. Penetapan kadar tanin dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan pereaksi Folin-Ciocalteu pada panjang gelombang 775 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen ekstrak etanol 70% sebesar 12%, lebih tinggi dibandingkan etanol 96% sebesar 11%. Kadar tanin total (n=3) pada ekstrak etanol 70% sebesar 4,3±0,03 mg TAE/g, sedangkan etanol 96% sebesar 2,3±0,05 mg TAE/g. Uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua perlakuan (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa etanol 70% lebih efektif dalam mengekstraksi tanin dibandingkan etanol 96%. Hasil penelitian ini memberikan dasar ilmiah dalam pemilihan pelarut optimal untuk ekstraksi senyawa tanin pada pengembangan produk farmasi berbasis bahan alam.
Faktor Penentu Keberhasilan Implementasi Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) di Kabupaten Madiun Anna Fiulaizi; Juwita Pratiwi Lukman
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2436

Abstract

Implementasi Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) di tingkat kabupaten di Indonesia menghadapi tantangan struktural yang serius, namun studi empiris tentang faktor-faktor yang menentukan keberhasilannya pada level pemerintahan ini masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor penentu keberhasilan implementasi KPBU di tingkat kabupaten melalui studi kasus proyek Alat Penerangan Jalan (APJ) Kabupaten Madiun, yaitu proyek KPBU pertama di Indonesia pada sektor konservasi energi tingkat kabupaten yang berhasil mencapai operasi komersial. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal diterapkan; data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, analisis dokumen, dan observasi lapangan, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dengan pencocokan pola. Kerangka analitis mengintegrasikan Critical Success Factors (CSF), teori privatisasi, dan paradigma New Public Management. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga faktor dengan urgensi tertinggi, yaitu kejelasan tujuan dan sasaran, dukungan pemerintah lokal, dan kerangka hukum serta regulasi yang secara sinergis membentuk ekosistem enabling conditions. Secara empiris, ditemukan bahwa keberhasilan proyek APJ Madiun ditopang oleh tata kelola multi-level yang melampaui fungsi administratif konvensional, namun rentan terhadap risiko ketergantungan pada individu kunci. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan ilmu administrasi publik dengan memperluas proposisi teori privatisasi bahwa implementasi KPBU yang efektif di tingkat daerah membutuhkan strong state facilitation, bukan sekadar state withdrawal, serta menawarkan kerangka kebijakan infrastruktur yang dapat direplikasi oleh pemerintah kabupaten lain di Indonesia.
Pengembangan dan Validasi Alat Ukur Stress Coping Strategies (SCS) pada Dewasa Awal Menggunakan Analisis Psikometri Riyanti Ramdhani; Dinda Fatimah Az-Zahra; Nadyra Riak Pasifica; Anita Fuji Syukrillah; Akmal Muhamad H N
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2438

Abstract

Masa dewasa awal merupakan periode yang rentan terhadap stres akibat akumulasi tuntutan akademik, karir, dan interpersonal, sehingga ketersediaan instrumen pengukuran strategi coping yang valid dan reliabel menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi alat ukur Coping Stress Strategies (CSS) berbasis teori Lazarus dan Folkman (1984) yang mencakup dua dimensi utama: Problem-Focused Coping (PFC) dan Emotion-Focused Coping (EFC). Penelitian menggunakan desain psychometric scale development dengan melibatkan 102 partisipan dewasa awal berusia 18–26 tahun yang direkrut melalui purposive sampling. Instrumen disusun dalam format skala Likert lima poin yang dikembangkan dari 29 aitem. Validitas konten diuji menggunakan formula Aiken's V, validitas konstruk diuji melalui Confirmatory Factor Analysis (CFA) pada model dua faktor (PFC dan EFC), dan reliabilitas diestimasi menggunakan Cronbach’s Alpha. Hasil menunjukkan nilai Aiken’s V rata-rata sebesar 0,85 dengan seluruh aitem dinyatakan valid. Uji CFA menghasilkan indeks kecocokan yang baik (CFI = 0,961; RMSEA = 0,042; SRMR = 0,076; p-value = 0,17), sedangkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,878 menunjukkan konsistensi internal yang tinggi. Instrumen CSS yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi alat ukur yang sahih untuk mengidentifikasi kecenderungan strategi coping berbasis dua dimensi utama (PFC dan EFC) pada populasi dewasa awal di Indonesia.
Efektivitas Model STAD Berbantuan Videoscribe terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Ilmu Dasar Bangunan Fadhil Musyaffa; Suparji Suparji
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2439

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Dasar Bangunan akibat kurangnya efektivitas metode pembelajaran konvensional dalam memvisualisasikan materi teknis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model Student Teams Achievement Division (STAD) berbasis media animasi Videoscribe dalam mengoptimalkan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode pre-experimental dengan desain One-Group Pretest-Posttest, melibatkan 34 siswa kelas X DPIB di SMK Negeri 2 Surabaya sebagai subjek. Pengumpulan data dilakukan melalui tes objektif yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis statistik membuktikan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan (Sig. 0,000 < 0,05), ditunjukkan oleh lonjakan nilai rata-rata dari tes awal menuju tes akhir. Uji efektivitas N-Gain mengonfirmasi peningkatan ini berada pada kategori tinggi dengan skor 0,72. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kolaborasi antara strategi kooperatif STAD dan visualisasi dinamis Videoscribe sangat efektif dalam mengoptimalkan capaian kognitif siswa pada materi dasar konstruksi bangunan.
Efektivitas Model Contextual Teaching and Learning terhadap Berpikir Kritis Siswa SMK pada Elemen RAB dan Penjadwalan Konstruksi Rida Wahyu Astiwi; Gde Agus Yudha Prawira Adistana
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2440

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik pada elemen Rencana Biaya dan Penjadwalan Konstruksi yang masih didominasi oleh pembelajaran teoritis dan kurang kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik serta mendeskripsikan respon peserta didik terhadap penerapan model tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest yang melibatkan 33 peserta didik kelas XI DPIB di SMKN 2 Surabaya. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar berpikir kritis yang disusun berdasarkan indikator analisis (C4), evaluasi (C5), dan kreasi (C6), serta angket respon peserta didik. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai meningkat dari 55,15 pada pretest menjadi 88,18 pada posttest, dengan nilai signifikansi 0,001 (p < 0,05). Standar deviasi menurun dari 25,83 menjadi 9,42, dan ketuntasan belajar meningkat dari 30,30% menjadi 93,94%. Selain itu, respon peserta didik berada pada kategori sangat baik dengan rata-rata 87,88%. Dengan demikian, model CTL efektif diterapkan dalam pembelajaran vokasional, khususnya pada materi perhitungan volume, bekisting, pembesian, dan penjadwalan konstruksi yang menuntut kemampuan analisis, evaluasi, dan pemecahan masalah.
Penegakan Hukum Tata Ruang terhadap Bangunan Semi Permanen di Kawasan Pantai Berkas Berdasarkan PerDa Nomor 4 Tahun 2021 tentang Rencana Tata Ruang Kota Bengkulu Laura Shafa Qurratun Nisa; Yuli Anggraini; Syafariah Nata Putri; Shindy Dwianisa; Edra Satmaidi
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2441

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya pendirian bangunan semi permanen di kawasan sempadan Pantai Berkas Kota Bengkulu yang berpotensi melanggar ketentuan tata ruang dan mengancam kelestarian lingkungan pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penegakan hukum tata ruang terhadap bangunan semi permanen serta menafsirkan norma “kegiatan yang mengancam dan menurunkan kualitas pantai” dalam Peraturan Daerah Kota Bengkulu Nomor 4 Tahun 2021 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, serta analisis kualitatif terhadap bahan hukum primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan sempadan pantai merupakan kawasan lindung dengan pembatasan ketat dalam pemanfaatan ruang, di mana kegiatan hanya diperbolehkan secara bersyarat dan harus menjaga kelestarian lingkungan. Namun, dalam praktiknya masih banyak ditemukan bangunan semi permanen seperti warung dan kios yang didirikan tanpa izin dan berada di zona terlarang, sehingga mencerminkan lemahnya penegakan hukum dan rendahnya kesadaran hukum masyarakat. Keberadaan bangunan tersebut dapat dikategorikan sebagai kegiatan yang mengancam dan menurunkan kualitas pantai karena berpotensi menimbulkan kerusakan ekologis dan ketidakteraturan tata ruang. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan pengawasan, penegakan hukum yang konsisten, serta peningkatan kesadaran masyarakat guna mewujudkan pengelolaan kawasan pesisir yang berkelanjutan dan sesuai dengan ketentuan tata ruang.
Representasi Ambisi Generasi Z dalam Film Home Sweet Loan: Analisis Semiotika Roland Barthes Ketut Alit Pratiwi; I Gusti Agung Laksmi Swaryputri; Ni Made Novayanti; I Gusti Ayu Vira Septiari
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi ambisi Generasi Z dalam film Home Sweet Loan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan mengkaji beberapa adegan dan dialog kunci untuk mengungkap makna denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ambisi dalam film ini tidak hanya dimaknai sebagai keinginan memiliki rumah, tetapi juga merepresentasikan perjuangan menghadapi keterbatasan ekonomi, tekanan sosial, serta dinamika relasi keluarga. Penelitian ini menemukan adanya pergeseran makna ambisi pada Generasi Z, di mana kepemilikan rumah tidak lagi sekadar kebutuhan dasar, melainkan menjadi bentuk upaya bertahan hidup (survival) di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil. Ambisi individu juga tidak dapat dilepaskan dari faktor eksternal seperti keterbatasan pendapatan, meningkatnya harga properti, serta tuntutan keluarga dalam budaya kolektivistik. Dengan demikian, film ini merepresentasikan ambisi Generasi Z sebagai proses kompleks yang dibentuk oleh interaksi antara harapan dan realitas sosial.
Pendapatan dan Kelayakan Usaha Ternak Kambing di Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan Stiwi M. Snae; Ulrikus R. Lole; Maria R. D. Ratu; Agus A. Nalle; David A. Nguru
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 3 (2026): JUPIN Agustus 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2445

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian bertujuan menghitung pendapatan peternak dan menganalisis kelayakan finansial usaha ternak kambing. Penelitian menggunakan metode survei dengan penentuan sampel melalui dua tahap. Tahap pertama menetapkan empat desa sebagai lokasi penelitian secara bertahap. Tahap kedua menentukan 100 peternak sebagai responden menggunakan teknik pengambilan sampel acak tidak proporsional. Data dianalisis menggunakan analisis pendapatan dan analisis kelayakan finansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peternak memperoleh pendapatan total sebesar Rp8.463.380,70 per tahun, yang terdiri atas pendapatan tunai sebesar Rp1.601.720,35 per tahun dan pendapatan non-tunai sebesar Rp6.861.660,35 per tahun. Usaha ternak kambing memperoleh nilai R/C sebesar 1,45, yang berarti setiap biaya sebesar Rp1,00 menghasilkan penerimaan sebesar Rp1,45. Nilai B/C sebesar 1,25 menunjukkan bahwa setiap biaya sebesar Rp1,00 menghasilkan manfaat sebesar Rp1,25. Titik impas produksi tercapai pada 0,65 satuan ternak, sedangkan titik impas harga sebesar Rp3.473.583,78 per satuan ternak. Hasil tersebut menunjukkan bahwa usaha ternak kambing di Kecamatan Amanatun Selatan mampu memberikan pendapatan kepada peternak dan layak dijalankan secara finansial. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi peternak dan pemerintah daerah dalam merumuskan strategi pengembangan usaha ternak kambing yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.