cover
Contact Name
Elida Soviana
Contact Email
jurnalidcom@gmail.com
Phone
+6285157550006
Journal Mail Official
jurnalidcom@gmail.com
Editorial Address
Jalan Serma Mukhlas, Karangtengah, RT 02 RW 03, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kode pos 53416
Location
Kab. banjarnegara,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Inovatif
Published by CV Firmos
ISSN : 2808148X     EISSN : 28081366     DOI : https://doi.org/10.54082/jupin.IDPaper
Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) merupakan sebuah jurnal ilmiah nasional yang mempublikasikan artikel hasil penelitian multidisiplin di berbagai bidang ilmu, seperti Teknik, Pendidikan, Ilmu Sosial Humaniora, Bahasa/Linguistik, Kesehatan, serta Ekonomi dan Bisnis. Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) dipublikasikan oleh CV Firmos dan terdaftar di LIPI dengan P-ISSN : 2808-148X dan E-ISSN : 2808-1366 serta terdaftar di Crossref dengan Prefix DOI : 10.54082. Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) dipublikasikan 3 kali dalam setahun, yaitu pada bulan April, Agustus, dan Desember. Semua penerimaan naskah diproses secara double blind review oleh mitra bestari.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 696 Documents
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Emulgel Ekstrak Etanl 96% Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa blimbi L.) Ledya Yulianti; Rose Intan Perma Sari; Samwilson Slamet; Deni Maryani; Tri Danang Kurniawan
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2404

Abstract

Daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) berpotensi diformulasikan sebagai sediaan topikal dalam bentuk emulgel. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi emulgel ekstrak etanol 96% daun belimbing wuluh dengan variasi konsentrasi 1%, 5%, dan 10%. Metode penelitian meliputi ekstraksi secara maserasi menggunakan etanol 96% serta evaluasi sediaan melalui uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, tipe emulsi, dan uji hedonik yang melibatkan 20 orang panelis, dengan setiap pengujian dilakukan sebanyak tiga kali replikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula menghasilkan sediaan semi padat, homogen, dan bertipe emulsi minyak dalam air (M/A) dengan pH yang sesuai dengan pH kulit. Perbedaan konsentrasi ekstrak mempengaruhi karakteristik fisik sediaan, terutama viskositas dan daya sebar. Uji hedonik menunjukkan bahwa formula dengan konsentrasi 1% (F1) merupakan yang paling disukai. Kesimpulannya, ekstrak daun belimbing wuluh dapat diformulasikan menjadi emulgel yang stabil secara fisik, dengan formula terbaik pada konsentrasi 1% karena memberikan karakteristik fisik dan tingkat penerimaan paling optimal.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Emulgel Ekstrak Etanol 96% Daun Angsana (Pterocarpus indicus Willd.) dengan Variasi Konsentrasi Ekstrak Insyani Baroqah; Rose Intan Perma Sari; Marisadonna Asteria; Suci Rahmawati; Dwi Kurnia Putri
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2405

Abstract

Kebutuhan akan sediaan topikal yang stabil, nyaman digunakan, dan memiliki karakteristik fisik yang baik masih menjadi tantangan dalam pengembangan formulasi berbasis bahan alam. Daun angsana (Pterocarpus indicus Willd.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, polifenol, dan tanin yang berpotensi dimanfaatkan, namun pemanfaatannya dalam bentuk sediaan emulgel masih terbatas. Oleh karena itu, emulgel dipilih karena mampu menggabungkan keunggulan emulsi dan gel sehingga meningkatkan stabilitas dan kenyamanan penggunaan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi karakteristik fisik emulgel ekstrak etanol 96% daun angsana dengan variasi konsentrasi. Empat formula dibuat, yaitu F0 (0%), F1 (1%), F2 (5%), dan F3 (10%), kemudian diuji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, tipe emulsi, dan hedonik. Hasil menunjukkan seluruh formula berbentuk semi padat, homogen, dengan warna yang semakin pekat seiring peningkatan konsentrasi. Nilai pH F1 (6,0) berada dalam rentang pH kulit, sedangkan F3 (4,6) mendekati batas bawah. Daya sebar F1 (6,5 cm) memenuhi standar, sementara F3 (5,0 cm) berada pada batas bawah. Viskositas F1 (12020,55±123,92 cP) memenuhi standar, sedangkan F3 (±8000 cP) lebih rendah sehingga cenderung lebih encer. Seluruh formula bertipe minyak dalam air (M/A), dan uji hedonik menunjukkan F1 paling disukai. Dapat disimpulkan bahwa variasi konsentrasi ekstrak memengaruhi karakteristik fisik emulgel daun angsana. Formula F1 (1%) merupakan formula paling optimal dan menunjukkan performa terbaik, sehingga berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sediaan topikal berbasis bahan alam.
Analisis Peran Pendidikan Multikultural dalam Memperkuat Identitas Nasional di Era Globalisasi: Studi Literatur Auranisa Auranisa; Nabila Alvin; Risky Prasetya; Eva Iryani
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2407

Abstract

Globalisasi membawa dampak signifikan terhadap perubahan nilai sosial dan budaya yang berimplikasi pada melemahnya identitas nasional, khususnya di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan multikultural dalam memperkuat identitas nasional di era globalisasi melalui pendekatan studi literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik studi kepustakaan, dengan sumber data berupa jurnal ilmiah dan buku akademik yang relevan dalam lima tahun terakhir. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, kategorisasi, dan sintesis konseptual untuk mengidentifikasi hubungan antar konsep. Hasil kajian menunjukkan bahwa globalisasi memengaruhi krisis identitas nasional melalui mekanisme penetrasi budaya global yang diperkuat oleh media digital serta lemahnya internalisasi nilai budaya lokal dalam sistem pendidikan. Dalam konteks tersebut, pendidikan multikultural memiliki peran strategis sebagai instrumen kultural melalui tiga mekanisme utama, yaitu internalisasi nilai kebangsaan, pembentukan sikap toleransi dan empati, serta penguatan solidaritas sosial. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan multikultural tidak hanya berfungsi sebagai pendekatan pedagogis, tetapi juga sebagai strategi dalam menjaga identitas nasional di tengah tekanan globalisasi. Penelitian ini berkontribusi secara konseptual dalam memperkuat posisi pendidikan multikultural sebagai solusi dalam menghadapi krisis identitas nasional. Namun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan karena tidak melibatkan data empiris, sehingga penelitian selanjutnya disarankan menggunakan pendekatan empiris untuk menguji efektivitas implementasinya dalam konteks pendidikan.
Kombinasi Ekstrak Etanol Kulit Buah Kopi Robusta (Coffea canephora) dan Jahe Putih (Zingiber officinale) terhadap Aktivitas Bakteri Escherichia coli dengan Metode Difusi Cakram Sandika Al Zikri; Suci Rahmawati; Putri Mulia; Oky Hermansyah; Rizki Oktarini
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2412

Abstract

Mikroorganisme seperti Escherichia coli merupakan salah satu penyebab utama diare. Bakteri ini sebenarnya merupakan flora normal yang hidup dalam saluran pencernaan manusia dan hewan berdarah panas, namun dalam kondisi tertentu dapat menjadi patogen. Peningkatan kasus infeksi diare yang disebabkan oleh bakteri ini sering dikaitkan dengan penggunaan antibiotik yang tidak tepat, sehingga memicu terjadinya resistensi. Oleh karena itu, diperlukan alternatif antibakteri yang berasal dari bahan alam. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan uji aktivitas antibakteri metode difusi cakram. Ekstrak diperoleh melalui proses maserasi menggunakan etanol 70% hingga menghasilkan ekstrak kental. Kombinasi ekstrak dibuat dengan perbandingan 1:1 pada berbagai konsentrasi, yaitu 10%, 20%, 40%, 60%, dan 80%. Pengujian dilakukan pada media Mueller Hinton Agar dengan ciprofloxacin sebagai kontrol positif dan DMSO sebagai kontrol negatif. Aktivitas antibakteri diukur berdasarkan diameter zona hambat, kemudian dianalisis secara deskriptif dan statistik menggunakan uji One Way ANOVA serta uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 10% dan 20% tidak terbentuk zona hambat. Aktivitas antibakteri mulai terlihat pada konsentrasi 40%, 60%, dan 80% dengan rata-rata zona hambat masing-masing sebesar 6,30 mm; 7,08 mm; dan 8,57 mm yang tergolong kategori sedang. Kontrol positif menunjukkan daya hambat sangat kuat, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan aktivitas. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak memiliki aktivitas antibakteri terhadap E. coli yang bersifat dose-dependent, dengan aktivitas terbaik pada konsentrasi 80%, meskipun masih lebih rendah dibandingkan kontrol positif.
Efektivitas Strategi Metakognitif terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika pada Siswa Tunadaksa di SMPLB Kabupaten Gowa Muh. Maaris Mubar; Tatiana Meidina; Nurazizzah Rahmi R.
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2413

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas strategi metakognitif adaptasi model Montague terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa tunadaksa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen tipe non-equivalent control group design. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa tunadaksa jenjang SMPLB di Kabupaten Gowa yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Intervensi pembelajaran dilaksanakan selama delapan sesi pertemuan. Instrumen penelitian berupa tes uraian pemecahan masalah matematika berdasarkan indikator Polya. Analisis data menggunakan uji independent samples t-test dan analisis normalized gain (N-Gain). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan awal kedua kelompok relatif setara dengan skor rata-rata pretest 46,0 (eksperimen) dan 44,5 (kontrol). Setelah perlakuan, kelompok eksperimen memperoleh skor rata-rata posttest 84,5, sedangkan kelompok kontrol 66,7. Terdapat perbedaan signifikan pada hasil posttest (p < 0,05). Analisis N-Gain menunjukkan peningkatan kategori tinggi pada kelompok eksperimen (0,71) dan kategori sedang pada kelompok kontrol (0,39). Temuan ini menunjukkan bahwa strategi metakognitif adaptasi model Montague efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa tunadaksa. Strategi ini membantu siswa mengatur proses berpikir secara bertahap melalui tahapan memahami, merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi solusi, sehingga mendorong kemandirian berpikir dalam pemecahan masalah matematika.
Pengaruh Substitusi Air Kelapa Muda terhadap Kualitas Mikroskopis Semen Babi Landrace Yeston J. Bees; Kirenius Ully; Yustiany Y. Bette; Agustinus R. Riwu; David A. Nguru
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2414

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kombinasi pengencer Semen Life dan air kelapa muda (AKM) terhadap kualitas semen babi Landrace. Rancangan acak lengkap (RAL) digunakan dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan: P0 (Semen Life 100%), P1 (75% Semen Life + 25% AKM), P2 (50% + 50%), P3 (25% + 75%), P4 (AKM 100%). Semen berkualitas diencerkan, dievaluasi pasca pengenceran, dikemas dalam tabung Eppendorf, dan disimpan dalam coolbox pada suhu 18–20°C. Motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan daya tahan spermatozoa dievaluasi setiap 8 jam. Hasil menunjukkan perlakuan terbaik adalah P3 (25% Semen Life + 75% AKM) dengan motilitas 44,0%, viabilitas 51,6%, abnormalitas 5,3%, dan daya tahan 44,1 jam. Disimpulkan bahwa kombinasi tersebut mampu mempertahankan kualitas spermatozoa babi Landrace hingga 40 jam penyimpanan.
Koordinasi Penanggulangan Pascabencana Gempa Bumi Berbasis Pemerintah Daerah Dan Desa: Analisis Kualitatif Di Desa Cikembang, Kabupaten Bandung, 2024 Emi Novariza; Wiekal Kirana
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 3 (2026): JUPIN Agustus 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis koordinasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung dan Pemerintah Desa Cikembang dalam penanggulangan pascabencana gempa bumi tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Informan penelitian meliputi pejabat BPBD, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga terdampak. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koordinasi berjalan melalui mekanisme rapat evaluasi, pendataan kerusakan rumah, distribusi bantuan, serta pengerahan sumber daya lintas instansi. Disiplin pelaksanaan pedoman tugas berperan penting dalam memastikan ketertiban prosedural, meskipun masih ditemui kendala berupa keterbatasan fleksibilitas desa dalam menyesuaikan arahan teknis, kurangnya alat mitigasi, serta tekanan psikologis masyarakat. Penelitian ini menemukan bahwa meskipun struktur koordinasi telah berjalan efektif, adaptasi lokal belum sepenuhnya optimal. Penelitian ini memberikan kontribusi untuk memperkuat kolaborasi BPBD desa dengan menekankan pentingnya peningkatan kapasitas desa melalui pelatihan kebencanaan, penyediaan sarana mitigasi, serta pengembangan SOP tingkat desa yang lebih adaptif. Temuan penelitian ini diharapkan berkontribusi pada pengembangan kerangka konseptual tata kelola bencana di wilayah pedesaan, sekaligus memperkaya literatur kebijakan publik mengenai efektivitas koordinasi antarlembaga dalam konteks keterbatasan kapasitas pemerintah daerah
Analisis Kadar Tanin Anggur Laut (Caulerpa racemosa) pada Variasi Konsentrasi Etanol Nabila Rasyada; Dwi Kurnia Putri; Vernonia Yora Saki; Ikhsan Ikhsan; Tri Danang Kurniawan
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2418

Abstract

Anggur laut (Caulerpa racemosa) mengandung tanin yang berpotensi untuk kesehatan, namun pengaruh konsentrasi pelarut terhadap kadar tanin masih belum jelas. Penelitian ini bertujuan menentukan serta membandingkan kadar tanin pada ekstrak etanol 70% dan 96% menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Sampel dari Pantai Teluk Sepang diolah menjadi simplisia dan dimaserasi dengan etanol 70% dan 96%. Uji kualitatif menunjukkan kedua ekstrak positif tanin. Penetapan kadar dilakukan dengan metode Folin–Ciocalteu pada 775 nm dengan inkubasi 70 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar tanin pada ekstrak etanol 70% sebesar 6,8±0,22 mg TAE/g sedangkan pada ekstrak etanol 96% sebesar 5,5±0,31 mg TAE/g. Namun, secara statistik tidak terdapat perbedaan signifikan (p > 0,05). Artinya, perbedaan konsentrasi etanol tidak berpengaruh nyata terhadap kadar tanin, meskipun nilai etanol 70% lebih tinggi. Penelitian ini memberikan informasi ilmiah mengenai efektivitas pelarut etanol dalam ekstraksi tanin dari Caulerpa racemosa sebagai dasar pengembangan penelitian selanjutnya.
Pengaruh Level Herbal Terfermentasi dalam Liquid Feed terhadap Ukuran Linier dan Pertumbuhan Relatif Babi Fase Grower David A. Nguru; Yoana D. Fransiska; Ni Nengah Suryani; W. Marlene Nalley
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2419

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh penambahan herbal terfermentasi ke dalam pakan cair terhadap ukuran linier tubuh dan laju pertumbuhan babi lokal fase grower (umur 3-4 bulan) bobot awal 34-43 kg dengan rataan 37 kg (KV= 4,12%). 12 ekor babi dibagi dalam Rancangan Acak Lengkap (4 perlakuan, 3 ulangan). Perlakuan: H0 (kontrol), H1 (herbal 100 ml/L air), H2 (150 ml/L), dan H3 (200 ml/L). Parameter yang diamati: panjang badan, tinggi badan, lingkar dada, dan pertumbuhan relatif. Hasil ANOVA menunjukkan pengaruh signifikan (P<0,05). Perlakuan H3 menghasilkan nilai tertinggi pada semua parameter. Disimpulkan bahwa penambahan herbal terfermentasi 200 ml/L air dalam pakan cair memberikan hasil terbaik terhadap ukuran linier tubuh dan pertumbuhan relatif babi fase grower.
Analisis Framing Kompas.id tentang Kasus Child Grooming: Antara Keberimbangan Pemberitaan dan Keberpihakan kepada Korban Elsa Faturahmah; Desi Wahyuni; Edison Bonartua Hutapea
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2430

Abstract

Pemberitaan berimbang yang menempatkan semua pihak secara setara selama ini menjadi prinsip utama dalam jurnalisme. Namun, dalam peliputan kekerasan berbasis gender terhadap anak, prinsip ini menghadapi dilema etis karena berpotensi mengaburkan ketimpangan relasi kuasa dan mengabaikan perlindungan korban. Penelitian ini membahas bagaimana prinsip keberimbangan dipraktikkan dan dinegosiasikan dengan keberpihakan terhadap korban dalam pemberitaan kasus child grooming di Kompas.id. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis framing terhadap tiga artikel yang dipublikasikan pada 14–16 Januari 2026 terkait kasus yang dialami Aurelie Moeremans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberitaan menampilkan variasi framing dari level struktural, sosial, hingga individual dalam mengonstruksi isu, sekaligus secara konsisten menghadirkan perspektif korban melalui penolakan victim blaming dan penekanan pada relasi kuasa. Di sisi lain, prinsip keberimbangan tetap dipertahankan sebagai kerangka kerja jurnalistik, meskipun tidak selalu diwujudkan melalui distribusi suara yang setara, terutama dalam keterbatasan representasi narasi pelaku. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa keberimbangan tidak dapat dimaknai secara kaku sebagai cover both sides, melainkan sebagai praktik kontekstual yang perlu mempertimbangkan keadilan berbasis perspektif korban. Dengan demikian, keberpihakan kepada korban merupakan bagian dari tanggung jawab etis jurnalisme dalam melindungi kelompok rentan sekaligus membangun kesadaran publik terhadap kekerasan yang bersifat struktural.