cover
Contact Name
Arie Hardian
Contact Email
arie.hardian@lecture.unjani.ac.id
Phone
+6285720197346
Journal Mail Official
jurnal-abdimas-kwk@unjani.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Jl. Terusan Jenderal Sudirman, Cimahi, 40531 Telp. (022) 663 1858
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
ISSN : 27210367     EISSN : 27163512     DOI : https://doi.org/10.26874/jakw.v1i1.9
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma merupakan jurnal ilmiah yang berisi kumpulan artikel yang berasal dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Lingkup Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma mencakup seluruh kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang sains, teknologi, sosiohumaniora, atau kombinasi dari bidang-bidang tersebut. Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Cimahi. Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma menerbitkan 2 nomor per tahun di bulan Maret dan Oktober. Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma dapat diakses melalui versi cetak (ISSN 2721-0367) dan elektronik (ISSN 2716-3512).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 500 Documents
Zona Edukasi Dusung sebagai Media Pembelajaran Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal di Pulau Ambon Merlin Renny Sitanala; Andry Tuhumury; John F Sahusilawane
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i2.1272

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dusung sebagai zona edukasi lingkungan berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian peserta didik sekolah dasar terhadap keanekaragaman hayati dan jasa lingkungan. Kegiatan dilaksanakan di Dusun Wisata Amarumatena, Negeri Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Metode pengabdian menggunakan pendekatan community-based research (CBR) yang dipadukan dengan prinsip Asset Based Community Development (ABCD) melalui edukasi lapangan dan pendampingan pembelajaran luar ruang. Mitra kegiatan meliputi kelompok tani hutan Amarumatena, SDN 257 Maluku Tengah, serta masyarakat lokal. Rangkaian kegiatan mencakup koordinasi partisipatif, inventarisasi potensi dusung, penyusunan media edukasi, pelaksanaan tur edukatif dan permainan pembelajaran lingkungan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukan adanya peningkatan pemahaman peserta didik terhadap konsep keanekaragaman hayati dan jasa lingkungan, disertai meningkatnya minat dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Kegiatan ini juga memperkuat peran masyarakat sebagai mitra pendidikan lingkungan. Pengembangan zona edukasi dusung berpotensi menjadi model pembelajaran lingkungan berbasis komunitas yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lain.
Pemberdayaan Kader Peduli Hipertensi Melalui Tanaman Obat Keluarga dan Akupresur (TOGAKU) di Wilayah Kerja Puskesmas Citeureup Meivi Sesanelvira Achiroh Dinul Islam; Dedi Supriadi; Lilis Rohayani; Siti Dewi R
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i2.1286

Abstract

Pemberdayaan kader peduli hipertensi bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan peran kader sebagai fasilitator kesehatan serta agen perubahan perilaku masyarakat. Pendekatan holistik dilakukan melalui pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGAKU) yang ditata di rumah dan teknik akupresur yang sederhana, aman, serta mudah diterapkan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan kader melalui edukasi dan pelatihan di wilayah kerja Puskesmas Citeureup menggunakan desain eksperimen one group pretest–posttest dengan 36 responden. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap. Hasil menunjukkan peningkatan rerata pengetahuan dari 65 (kategori kurang) menjadi 85 (kategori baik), serta keterampilan dari 58 menjadi 84. Uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan pada pengetahuan dan keterampilan sebelum dan sesudah intervensi (p = 0,000). Dengan demikian, kader mampu secara mandiri memberikan perawatan pada lansia sebagai upaya pencegahan hipertensi melalui pemanfaatan tanaman obat keluarga dan akupresur.
Penguatan Budaya K3 Petugas PJU melalui Pelatihan Berbasis Experiential Learning di Dinas Perhubungan Kota Cimahi Zul Fakhri; Ahmad Daelami; Yuda Bakti Zainal; Ade Sena Permana; Antrisha Danearichi Setiawan; Kusnandar Kusnandar; Asep Najmurrokhman
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i2.1300

Abstract

Petugas Penerangan Jalan Umum (PJU) memiliki risiko kerja tinggi karena berhadapan langsung dengan pekerjaan di ketinggian dan instalasi kelistrikan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi kebutuhan strategis untuk meminimalkan kecelakaan kerja dan memperkuat budaya keselamatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi K3 dan kerja sama tim petugas PJU di lingkungan Dinas Perhubungan Kota Cimahi melalui pelatihan berbasis experiential learning dalam bentuk kegiatan outbound. Kegiatan diikuti oleh 15 peserta dan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan pelatihan K3 terintegrasi simulasi outbound, serta evaluasi menggunakan pre-test, post-test, dan observasi perilaku tim. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pemahaman K3 dari 62,4 menjadi 84,8 (kenaikan 22,4 poin atau 35,9%). Skor kerja sama tim meningkat dari rata-rata 3,15 menjadi 4,35 (skala 1–5), atau mengalami peningkatan sebesar 38,1%. Selain itu, komitmen penggunaan APD (alat pelindung diri) meningkat dari 68% sebelum pelatihan menjadi 96% setelah pelatihan. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis outbound efektif dalam meningkatkan aspek kognitif, afektif, dan perilaku peserta serta memperkuat budaya K3 di lingkungan kerja teknis berisiko tinggi.
Edukasi Pencegahan Penularan TB Paru Kepada Penderita dan Keluarga Penderita TB Paru Rr. Desire Meria Nataliningrum; Cut Imanda; Rivaldy Adhyaksa; Achmad Mega N.F.; Susi Sitirahmawati; Novia R.A.
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i2.1303

Abstract

Tuberkulosis paru (TB paru) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat terbanyak di Indonesia. Strategi pemerintah dengan program TOSS TB (Temukan Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis) dicanangkan sejak tahun 2020. Dukungan keluarga dalam pengobatan penderita TB paru sangat mempengaruhi keberhasilan program TOSS. Pengetahuan tentang TB paru yang dimiliki oleh anggota keluarga akan memberikan bantuan dalam pemutusan rantai penularan terutama penularan antar anggota keluarga penderita TB yang sudah terkonfirmasi. Kegiatan pengabdian masyarakat edukasi pencegahan penularan TB paru pada penderita dan keluarga penderita TB paru dilakukan di 7 desa wilayah Puskesmas Batujajar, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan dilaksanakan dengan mendatangi rumah penderita TB paru yang masih menjalani pengobatan. Materi yang diberikan adalah pengetahuan tentang bakteri penyebab TB, cara penularan TB, tatalaksana TB, peran kepatuhan minum obat dalam keberhasilan TB, dukungan pengetahuan dan emosional dari keluarga TB. Edukasi masalah TB paru harus dilaksanakan secara terus menerus agar masyarakat dapat memahami permasalahan TB paru dengan baik yang pada akhirnya mendorong masyarakat untuk memperbaiki sikap dan perilaku dalam penanganan TB paru. Adanya bekal pengetahuan, sikap dan perilaku yang baik akan menjadi dorongan besar dalam mendorong keberhasilan program TOSS sehingga target Indonesia bebas TB di tahun 2030 dapat tercapai.
Sosialisasi Penyadaran Gender di Kalangan Remaja di Kabupaten Majalengka Taufan Herdansyah Akbar; Agus Subagyo; Yusep Ginanjar; Suwarti Sari; Iing Nurdin; Yuswari Octonain Djemat; I Wayan Aditya Harikesa; Ardini Rakhmania Ardan; Rakha Aditya Putra; Muhammad Raihan Pratama; Bella Shelina; Nissa Nur Farida; Benaya Putri
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i2.1334

Abstract

Kesadaran gender di kalangan remaja masih menjadi tantangan penting dalam upaya mewujudkan masyarakat yang lebih setara dan inklusif. Di Kabupaten Majalengka, berbagai bentuk bias gender mulai dari stereotip peran, pembatasan sosial, hingga ketidakpahaman mengenai perbedaan antara gender dan jenis kelamin masih kerap ditemukan dalam aktivitas sehari-hari remaja. Minimnya literasi gender serta kuatnya pengaruh lingkungan sosial dan budaya membuat remaja rentan menyerap pemahaman yang keliru mengenai relasi gender. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pemahaman dasar tentang konsep gender, mendorong sikap saling menghargai, serta meminimalkan praktik diskriminatif dalam interaksi sosial remaja. Kegiatan sosialisasi dilakukan melalui metode penyuluhan, diskusi ringan, dan tanya jawab dengan pendekatan edukatif yang dirancang agar mudah dipahami. Hasil pelaksanaan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta, ditandai dengan partisipasi aktif dalam diskusi serta kemampuan mengidentifikasi contoh bias gender di lingkungan mereka. Kegiatan ini efektif memberikan pemahaman awal mengenai kesadaran gender dan menjadi langkah awal membangun lingkungan sosial yang lebih inklusif di Kabupaten Majalengka.
Peningkatan Kompetensi Pedagogik Mahasiswa melalui Pendampingan dan Kolaborasi Mikro Reflektif di SMK Negeri 1 Sintuk Toboh Gadang Rahmatul Hayati; Meria Ultra Gusteti; Suci Wulandari; Khairul Azmi; Widdya Rahmalina; Asrina Mulyati; Puspa Puspa; Cindy Maharani Putri; Edoy Saputra; Adhan Nabil Sukma; M Latif Ekafari; Wahyu Prima
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i2.1339

Abstract

Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) adalah untuk memberikan pengalaman pembelajaran secara nyata kepada mahasiswa sebagai calon pendidik. PkM ini dilaksanakan pada tanggal 22 Januari 2026 di SMK Negeri 1 Sintuk Toboh Gadang dengan tujuan memperkuat kompetensi pedagogik mahasiswa melalui pelibatan langsung dalam praktik pembelajaran mikro reflektif. Pendekatan mikro reflektif digunakan sebagai sarana bagi mahasiswa untuk menganalisis tindakan pembelajaran secara terstruktur, memahami respons peserta didik, serta mengevaluasi efektivitas strategi pembelajaran yang diterapkan. Sebelum pelaksanaan pembelajaran, mahasiswa diberikan pendampingan dalam merancang pembelajaran mendalam, dimana pendampingan dilakukan bersama guru dan dosen. Selama kegiatan, mahasiswa berkesempatan mengajar peserta didik kelas X jurusan Tata Boga, sehingga memperoleh pemahaman autentik mengenai karakteristik peserta didik SMK, dinamika kelas, serta tantangan praktis yang dihadapi guru dalam pembelajaran. Selain itu, kegiatan ini memperkuat kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan profesionalisme mahasiswa melalui interaksi langsung dengan praktisi, lingkungan sekolah, dan peserta didik. Hasil refleksi menunjukkan bahwa pengalaman PkM ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik mahasiswa, tetapi juga membentuk kecakapan pedagogik yang lebih matang, termasuk kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, dan merancang pembelajaran efektif berdasarkan kebutuhan peserta didik. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah melalui kegiatan PkM ini menjadi strategis dalam menyiapkan calon pendidik yang reflektif, kompeten, dan responsif terhadap dinamika pendidikan modern.
Pendampingan Penguatan Kompetensi Guru dan Siswa Melalui Pembelajaran Deep Learning Kontekstual Cela Petty Susanti; Shofiah Shofiah; Raghil Hikmah; Putri Maghfiroah
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i2.1403

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi pedagogik guru dan meningkatkan kualitas pembelajaran siswa melalui penerapan pembelajaran deep learning kontekstual di Madrasah Ibtidaiyah PSM Hargomulyo. Permasalahan utama yang dihadapi madrasah meliputi dominasi metode pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru, keterbatasan pemanfaatan media dan teknologi pembelajaran, serta minimnya variasi strategi pembelajaran aktif. Program pengabdian ini dilaksanakan dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif, yang mencakup lokakarya metode pembelajaran, workshop pengembangan media pembelajaran, serta pendampingan pembelajaran melalui praktik co-teaching di kelas. Metode evaluasi dilakukan melalui observasi proses pembelajaran, refleksi bersama guru, serta analisis keterlibatan siswa selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terhadap konsep pembelajaran deep learning yang bersifat mindful, meaningful, dan joyful, serta perubahan positif dalam strategi pembelajaran yang lebih berpusat pada peserta didik. Implementasi co-teaching juga mendorong kolaborasi profesional guru dan mahasiswa sebagai komunitas belajar yang reflektif dan adaptif. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah secara berkelanjutan dengan tetap mengoptimalkan nilai religius dan konteks kultural sekolah.
Penyuluhan Mengenai Pencegahan HIV/AIDS dan Dampak Negatif Pergaulan Bebas Pada Remaja di SMK Pusdikhubad Cimahi Kania Rizya Zahrani; Erika Hemas Putri; Ina Maelani; Anisa Dien Khusnul; Esha Vika Maulidya; Sayyidah Yannisa Pasha
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i2.1407

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku pencegahan HIV/AIDS serta pemahaman terhadap dampak negatif pergaulan bebas pada remaja. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan kesehatan kepada siswa SMK Pusdikhubad Cimahi dengan pendekatan edukatif dan partisipatif. Metode yang digunakan berupa desain quasi-eksperimental dengan pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah intervensi, serta didukung dengan survei perilaku. Materi disampaikan melalui ceramah, diskusi, dan media edukasi seperti leaflet. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta tentang HIV/AIDS, dari 65% menjadi 85%, serta peningkatan pemahaman mengenai dampak pergaulan bebas dan perubahan positif dalam sikap pencegahan. Dengan demikian, penyuluhan kesehatan yang dilakukan terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja serta mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih sehat sebagai upaya pencegahan risiko kesehatan reproduksi.
Rangkul Diri: Upaya Membangun Kesehatan Mental Sebagai Langkah Preventif Perilaku Self-Harm Pada Gen-Z Ridha Wahyuni; Nur Aisyah Rahmani Nasution; Aulia Ramdani; Rafli Radhian Athallah; Septiani Cahyaningtyas; Nikita Zahra; Najwa Indira Fitri; Ikbar Raya Nugroho
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i2.1409

Abstract

Lebih dari separuh remaja yang melakukan upaya bunuh diri memiliki riwayat self-harm. Secara global, bunuh diri menjadi salah satu penyebab utama kematian pada remaja dan anak muda. Rentannya remaja melakukan self-harm dapat terjadi karena masa remaja merupakan periode perkembangan yang krusial, dimana ditandai dengan pencarian jati diri, fluktuasi emosi, dan meningkatnya tekanan sosial. Psikoedukasi tentang kesehatan mental dan self-harm serta praktik art therapy pada gen Z memiliki dampak positif dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai upaya preventif untuk mengurangi perilaku self-harm pada Gen Z. Perilaku self-harm yang umumnya muncul sebagai bentuk coping mechanism jangka pendek terbukti tidak efektif dan berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang berupa luka fisik maupun kerusakan permanen. Hasil pre-test dan post-test pada 30 peserta membuktikan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai bahaya self-harm, pemahaman terhadap cara mengidentifikasi emosi negatif, serta alternatif strategi preventif untuk mengelola tekanan psikologis. Temuan ini memperkuat bukti bahwa art therapy dapat menjadi intervensi yang efektif dan aplikatif dalam menurunkan kecenderungan perilaku self-harm pada kalangan remaja dan mahasiswa Gen Z.
Edukasi dan Pendampingan sebagai Upaya Peningkatan Literasi Kesehatan HIV/AIDS dalam Pencegahan Dini pada Siswa SMP 3 Monta Anas Kiki Anugrah; Nurul Jannah; Muh. Nur Syamsu; Muhammad Ifadh Arifqy Jayusman; Arif Rahman
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i2.1416

Abstract

HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global yang serius. Data UNAIDS menunjukkan sekitar 39 juta orang hidup dengan HIV di dunia, dengan jutaan infeksi baru setiap tahun. Di Indonesia, laporan Kementerian Kesehatan RI mencatat lebih dari 500.000 kasus kumulatif HIV, dengan banyak kasus terjadi pada usia muda produktif. Kondisi ini menunjukkan pentingnya pencegahan sejak usia sekolah melalui peningkatan literasi kesehatan yang terstruktur dan berbasis bukti. Remaja awal, termasuk siswa SMP, berada pada fase dengan rasa ingin tahu tinggi dan paparan media digital yang meningkat. Namun, literasi kesehatan tentang HIV/AIDS masih rendah, disertai miskonsepsi tentang penularan dan stigma terhadap ODHA, sehingga diperlukan edukasi yang tepat. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan siswa SMP tentang HIV/AIDS sebagai upaya pencegahan dini. Kegiatan dilaksanakan pada 6 Februari 2026 di SMP 3 Monta dengan melibatkan 30 siswa menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) melalui edukasi dan pendampingan. Evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test dan dianalisis dengan uji paired sample t-test. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dari 5,67 (SD=1,156) menjadi 8,47 (SD=1,252) dengan p-value <0,001. Kegiatan ini diharapkan memperkuat pencegahan primer melalui edukasi HIV/AIDS yang ilmiah, interaktif, dan ramah remaja.