cover
Contact Name
Taufik Samsuri
Contact Email
empiric.journal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
empiric.journal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Empiricism Journal
ISSN : -     EISSN : 27457613     DOI : https://doi.org/10.36312/ej
Empiricism Journal was published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes empirical original research papers in the field of education and natural science.
Articles 328 Documents
Analisis Kesulitan Belajar Peserta Didik pada Pembelajaran Fisika di SMAN 1 Kediri Amalissholeh, Nindy; Sutrio, Sutrio; Rokhmat, Joni; Gunada, I Wayan
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor kesulitan belajar peserta didik pada pembelajaran fisika dan upaya guru fisika untuk mengatasi kesulitan belajar peserta didik pada pembelajaran fisika di SMAN 1 Kediri. Subyek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPA SMAN 1 Kediri. Metode pengumpulan data dilakukan dengan melakukan atau memberikan wawancara dan dokumentasi. Wawancaranya dilakukan dengan 10 peserta didik yang dipilih menggunakan metode purposive random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk kesulitan belajar peserta didik pada pembelajaran fisika kelas XI IPA di SMAN 1 Kediri yaitu bakat peserta didik dalam pembelajaran fisika masih rendah, faktor intelegensi yang masih kurang, minat belajar pada pembelajaran fisika masih rendah, dan motivasi belajar pada pembelajaran fisika juga masih kurang. Dan upaya yang dilakukan oleh guru fisika dalam mengatasi kesulitan belajar yang dialami peserta didik dalam pembelajaran fisika yaitu dengan menumbuhkan rasa kecintaan kepada guru, memberikan motivasi belajar untuk membangkitkan semangat belajar peserta didik tersebut, mengadakan cerdas cermat untuk melatih daya ingat peserta didik pada pembelajaran fisika, dan mengulang materi yang belum dipahami oleh peserta didik tersebut. Analysis of Students’ Learning Difficulties in Learning Physics  at SMAN 1 Kediri Abstract This research aims to determine the factors of students' learning difficulties in physics learning and physics teachers' efforts to overcome students' learning difficulties in physics learning at SMAN 1 Kediri. The subjects in this research were students of class XI Science at SMAN 1 Kediri. The data collection method is carried out by conducting or providing interviews and documentation. Interviews were conducted with 10 students selected using the purposive random sampling method. The results of this research indicate that the learning difficulties of students in class XI IPA physics learning at SMAN 1 Kediri are that students' talent in learning physics is still low, intelligence factors are still lacking, interest in learning in physics learning is still low, and motivation to learn in learning physics also still lacking. And the efforts made by physics teachers to overcome learning difficulties experienced by students in physics learning are by fostering a sense of love for the teacher, providing learning motivation to arouse students' enthusiasm for learning, holding quizzes to train students' memory in physics learning, and repeating material that the student has not yet understood.
Pengaruh Model Project Based Learning Terhadap Kemampuan Higher Order Thinking Peserta Didik Walihah, Zahratul; Gunada, I Wayan; Sutrio, Sutrio; Ayub, Syahrial
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1389

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran project based learning Terhadap Kemapuan Higer Order Thinking peserta didik pada materi alat-alat optik kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Jonggat tahun pelajaran 2022/2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi experiment dengan desain penelitian pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah seluruh kelas XI MIPA SMAN 1 Jonggat . Adapun pengambilan sampel menggunakan teknik purpossive sampling dan diperoleh peserta didik kelas XI MIPA 1 sebagai kelas eksperimen dan peserta didik kelas XI MIPA 2 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian dalam mengukur kemampuan higher order thinking berupa tes esai sebanyak 6 item soal yang telah diuji validasi, reliabilitas, taraf kesukaran dan daya beda. Data akhir (post-test) yang didapatkan dianalisis dengan uji normalitas dan homogenitas terlebih dahulu kemudian dilakukan uji hipotesis. Uji hipotesis yang digunakan yaitu uji t-test polled varians. Hasil uji hipotesis dikonsultasikan pada tabel t-tes dengan taraf signifikansi 5%. Hasil analisis data yang didapatkan menunjukkan nilai t hitung yang diperoleh sebesar  2,64 lebih besar dari nilai t tabel yaitu 2,00. Sehingga disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model project based learning terhadap kemampuan higher order thinking peserta didik kelas XI MIPA SMAN 1 Jonggat. The Effect of Project Based Learning Model on Students' Higher Order Thinking Skills Abstract This research aims to determine the effect of the Project Based Learning model on students’ Higer Order Thinking skills in the topic of optical material of XI MIPA SMA Negeri 1 Jonggat students for the 2022/2023 academic year. The type of this research is a quasi-experimental with a pretest-posttest control group design. The population of this research was all students of XI MIPA SMAN 1 Jonggat. The sampling used purpossive sampling techniques and obtained by XI MIPA 1 students as an experimental class and XI MIPA 2 students as a control class. The research instrument in measuring the Skills of Higher Order Thinking is an essay test many as 6 items of questions that have been tested validation, reliability, different levels of difficulty  and power. The final data (post-test) were analyzed by test normality and homogeneity first and then hypothesis tests. The hypothesis test used t-test polled variance. The results of the hypothesis test are consulted in the t-test table with a significance level of 5%. The results of the data analysis showed that the value of t count obtained by 2.64 is greater than the value of t table which was 2.00. So it was concluded that there is an influence between the Project Based Learning model on the Higher Order Thinking Skills of XI class science students at SMAN 1 Jonggat.
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbantuan Simulasi PhET Terhadap Pengusaan Konsep dan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Fitrianingsi, Ayu; Rokhmat, Joni; Taufik, Muhammad; Verawati, Ni Nyoman Sri Putu
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan simulasi PhET terhadap penguasaan konsep dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental design, dengan desain penelitian non-equivalent control group design. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas XI MIPA yang terbagi menjadi empat kelas yaitu kelas XI MIPA 1, kelas XI MIPA 2, kelas XI MIPA 3, dan kelas XI MIPA 4. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling, sehingga 30 peserta didik kelas XI MIPA 2 sebagai kelas eksperimen dan 29 peserta didik kelas XI MIPA 4 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes yaitu tes pilihan ganda yang terdiri dari 16 soal untuk mengukur penguasaan konsep dan tes uraian yang terdiri dari 5 soal untuk mengukur kemampuan berpikir kritis. Nilai rata-rata pretest penguasaan konsep dan pretest kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas eksperimen sebesar 36,00 dan 40,60. Nilai rata-rata pretest penguasaan konsep dan pretest kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas kontrol sebesar 33,81 dan 36,36. Hasil posttest penguasaan konsep dan posttest kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas eksperimen menunjukkan nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 69,75 dan 60,20. Sedangkan Hasil posttest penguasaan konsep dan posttest kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas kontrol menunjukkan nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 50,28 dan 48,18. Hasil uji hipotesis manova menunjukkan nilai signifikansi yang diperoleh lebih kecil dari 0,05, sehingga disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan simulasi PhET terhadap penguasaan konsep dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. The Effect of the Guided Inquiry Learning Model Assisted with PHET Simulation on Students' Concept Mastering and Critical Thinking Ability Abstract This research aims to determine the effect of the guided inquiry learning model assisted by PhET simulations on students' mastery of concepts and critical thinking abilities. This type of research is a quasi experimental design, with a non-equivalent control group design. The research population was all students of class XI MIPA which were divided into four classes, namely class XI MIPA 1, class XI MIPA 2, class XI MIPA 3, and class XI MIPA 4. The sample was selected using purposive sampling technique, so that 30 students of class XI MIPA 2 as the experimental class and 29 students from class XI MIPA 4 as the control class. The data collection technique uses test instruments, namely a multiple choice test consisting of 16 questions to measure mastery of concepts and a description test consisting of 5 questions to measure critical thinking abilities. The average pretest scores for mastery of concepts and pretest critical thinking skills for experimental class students were 36.00 and 40.60. The average pretest scores for mastery of concepts and pretest critical thinking abilities for control class students were 33.81 and 36.36. The results of the concept mastery posttest and critical thinking ability posttest of experimental class students showed the average scores obtained were 69.75 and 60.20. Meanwhile, the results of the concept mastery posttest and critical thinking ability posttest of control class students showed the average scores obtained were 50.28 and 48.18. The results of the MANOVA hypothesis test showed that the significance value obtained is smaller than 0.05, so it was concluded that there was an influence of the guided inquiry learning model assisted by PhET simulations on students' mastery of concepts and critical thinking abilities.
Estimasi Pengunjung Pontianak Interactive Center dengan Menggunakan Metode Double Exponential Smoothing Satyahadewi, Neva; Aprizkiyandari, Siti; Rivaldo, Rendi
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1517

Abstract

Pontianak Interactive Center (Pontive Center) adalah salah satu layanan publik yang disediakan pemerintah melalu Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pontianak. Pontive Center menyediakan layanan publik seperti pusat kendali CCTV dan berbagai sensor pengamatan, pengelolaan informasi, sistem TIK, dan sebagainya. Jumlah kunjungan setiap bulannya di Pontive Center cukup beragam sehingga diperlukan estimasi jumlah kunjungan agar Pontive Center dapat mempersiapkan segala alternatif yang dapat digunakan jika terjadi lonjakan jumlah kunjungan. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode Double Exponential Smoothing (DES) dalam mengestimasikan jumlah kunjungan di Pontive Center. Data yang digunakan yaitu data jumlah kunjungan di Pontive Center dalam bulanan dari tahun 2019-2022. Data ini merupakan jumlah kunjungan di Pontive Center seperti kunjungan instansi, rapat kerja, seminar, sosialisasi dan sebagainya. Penelitian ini mengestimasikan jumlah kunjungan selama 12 bulan ke depan dan didapat rata-rata jumlah kunjungannya yaitu 11-12 kunjungan perbulannya. Perhitungan nilai Mean Absolut Percentage Error (MAPE) yang didapat yaitu sebesar 42%, sehingga model estimasi dengan Double Exponential Smoothing pada penelitian ini cukup layak digunakan. Estimated Visitors to the Pontianak Interactive Center Using the Double Exponential Smoothing Method Abstract Pontianak Interactive Center (Pontive Center) is one of the public services provided by the government through the Pontianak City Communication and Information Service. Pontive Center provides public services such as CCTV control centers and various observation sensors, information management, ICT systems, and so on. The number of visits each month at the Pontive Center is quite varied, so an estimate of the number of visits is needed so that the Pontive Center can prepare all alternatives that can be used if there is a spike in the number of visits. The method used in this research is the Double Exponential Smoothing (DES) method in estimating the number of visits to the Pontive Center. The data used is data on the number of visits to the Pontive Center monthly from 2019-2022. This data represents the number of visits to the Pontive Center such as agency visits, work meetings, seminars, socialization and so on. This study estimated the number of visits over the next 12 months and found that the average number of visits was 11-12 visits per month. The calculation of the Mean Absolute Percentage Error (MAPE) value obtained is 42%, so the estimation model with Double Exponential Smoothing in this research is quite suitable for use.
Implementasi K-Means Cluster untuk Menentukan Persebaran Tingkat Pengangguran Aprizkiyandari, Siti; Satyahadewi , Neva; Pratama, Aditya Nugraha; Rivaldo, Rendi; Nurdiansyah , Syarif Irwan; Helena, Shifa
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1518

Abstract

Tingkat pengangguran yang ada di Kalimantan Barat sangat bervariasi. Terdapat Kabupaten/ Kota dengan tingkat pengangguran tinggi dan ada yang rendah, namun belum terdapat pengelompokkannya. Pada penelitian ini, Kabupaten/ Kota di Kalimantan Barat dikelompokkan dengan analisis klaster menggunakan metode K-Means Cluster. Metode K-Means Cluster dapat digunakan dalam pengambilan keputusan dalam mengelompokkan tingkat pengangguran di Kalimantan Barat berdasarkan indikator yang digunakan. Indikator pada penelitian ini terdiri dari TPT, IPM, PDRB dan UMK, dimana data berasal dari BPS Provinsi Kalimantan Bartat. Diperoleh hasil yaitu terbentuknya 2 klaster. Klaster 1 mewakili  kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran tinggi yang terdiri dari 4 anggota yaitu Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Ketapang, Kota Pontianak, dan Kota Singkawang dengan persentase TPT klaster 1 yaitu sebesar 8,87%. Sedangkan klaster 2 terdiri dari 10 Kabupaten, yaitu  Kayong Utara, Melawi, Sekadau, Kapuas Hulu, Sintang, Sanggau, Mempawah, Landak, Bengkayang dan Sambas dengan TPT klaster 2 yaitu sebesar 3,73%. Implementation of K-Means Cluster to Determine the Distribution of Unemployment Rate Abstract Unemployment rates in West Kalimantan vary widely. There are regencies/municipalities with high unemployment rates and some with low unemployment rates, but there is no grouping yet. In this research, regencies/municipalities in West Kalimantan are grouped by cluster analysis using the K-Means Cluster method. K-Means Cluster method can be used in decision-making in grouping the unemployment rate in West Kalimantan based on the indicators used. The indicators in this study consist of TPT, HDI, GRDP, and MSE, where the data comes from BPS of West Kalimantan Province. The result obtained is the formation of 2 clusters. Cluster 1 represents districts/cities with a high unemployment rate consisting of 4 members, namely Kubu Raya Regency, Ketapang Regency, Pontianak City, and Singkawang City with a TPT percentage of cluster 1 of 8.87%. Meanwhile, cluster 2 consists of 10 regencies, namely North Kayong, Melawi, Sekadau, Kapuas Hulu, Sintang, Sanggau, Mempawah, Landak, Bengkayang, and Sambas with a TPT cluster 2 of 3.73%.
Analisis Faktor-faktor Penyebab Rendahnya Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Nelayan Pesisir Minsas, Sukal; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Helena, Shifa; Kurniadi , Bambang
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1525

Abstract

Daerah pesisir meupakan zona peralihan antara daratan dan lautan, sehingga lingkungannya juga masih terpengaruh oleh kedua zona tersebut. Dengan garis pantai Indonesia sepanjang  108.000 kilometer, menjadi garis pantai terpanjang kedua di dunia, yang kaya dengan sumber daya alam potensial, sayangnya bahwa kekayaan tersebut belum mampu meningkatkan kesejahteraan secara merata pada masyarakat nelayan di pesisir, sebagai wilayah terdekat dari perairan laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menjadi penyebab rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat nelayan  di wilayah pesisir Kasuso desa Darubiah Kecamatan Bontobahari, sehingga dapat dijadikan rekomendasi dalam melakukan manajemen sumber daya pesisir di wilayah-wilayah pesisir lainnya. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif berdasarkan pengumpulan data di lapangan, dan kajian referensi didukung oleh dokumentasi. Wawancara dilakukan bersama dengan masyarakat nelayan. Dari hasil kegiatan penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab masih rendahnya kesejahteraan masyarakat di pesisir tersebut diakibatkan oleh beberapa hal antara lain penangkapan hasil laut yang berlebihan (overfishing), adanya pengaruh perubahan iklim secara global, kontaminasi bahan pencemar yang merupakan hasil aktivitas manusia di daratan ataupun di daerah pesisir, rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan pengolahan hasil perikanan, masih kurangnya insfrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan menuju pesisir, listrik dan air bersih serta beberapa kendala lain yang membutuhkan intervensi pemerintah secara komprehensif. Beberapa hal yang perlu dilakukan adalah pelatihan dan pembinaan masyarakat dalam pengolahan hasil perikanan kelautan menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi tinggi, serta melakukan usaha diversifikasi penghasilan nelayan dengan kegiatan yang tidak berhubungan dengan hasil perikanan sebagai antisipasi jika kegiatan bernelayan tidak memungkinkan dilakukan karena cuaca buruk. Analysis of Factors Contributing to the Low Welfare Levels of Coastal Fisherfolk Communities Abstract Coastal areas are conservation zones between land and sea, so the environment is still affected by these two zones. With Indonesia's 108,000 kilometer coastline, the second longest coastline in the world, which is rich in potential natural resources, unfortunately this wealth has not been able to improve the welfare evenly among fishing communities on the coast, as the area closest to sea waters. This research aims to analyze the factors that cause the low level of welfare of fishing communities in the coastal area of ??Kaso, Darubiah Village, Bontobahari District, so that it can be used as a recommendation for managing coastal resources in other coastal areas. The research was carried out using a qualitative descriptive approach based on data collection in the field and reference studies supported by documentation. Interviews were conducted with fishing communities. The results of this research activity show that the cause of the low welfare of coastal communities is caused by several things, including overfishing, the influence of global climate change, contamination by pollutants which are the result of human activities on land or in the region. coast, low level of education and fishery product processing skills, lack of basic infrastructure such as roads and bridges to the coast, electricity and clean water as well as several other obstacles that require comprehensive government intervention. Several things that need to be done are community training and training in processing marine fishery products into something of high economic value, as well as carrying out efforts to diversify fishermen's income with activities that are not related to fishery products in anticipation if fishing activities are not possible due to bad weather.
Pengaruh Model Learning Cycle 5E Terhadap Penguasaan Konsep dan Kemampuan Pemecahan Masalah pada Materi Elastisitas dan Hukum Hooke Sukmawati, Sukmawati; Verawati, Ni Nyoman Sri Putu; Makhrus, Muh.
Empiricism Journal Vol. 5 No. 1: June 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i1.1531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Learning Cycle 5E terhadap penguasaan konsep dan kemampuan pemecahan masalah pada materi elastisitas dan hukum hooke. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI MAN 1 Mataram yang berjumlah 138 orang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA 1 yang berjumlah 35 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas IX IPA 4 yang berjumlah 34 orang sebagai kelas kontrol. Sampel pada penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen test yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 20 soal pilihan ganda untuk penguasaan konsep dan 6 soal uraian untuk kemampuan pemecahan masalah, soal tersebut telah diuji validitas, reabilitas, tingkat kesukaran, daya beda soal, dan analisis fungsi pengecoh sehingga dapat digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan konsep peserta didik memperoleh nilai rata-rata untuk kelas eksperimen yaitu 74,00 dan nilai rata-rata untuk kelas kontrol yaitu 68,67, sedangkan untuk kemampuan pemecahan masalah menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen yaitu 69,14 dan nilai rata-rata untuk kelas kontrol yaitu 58,52. Uji prasyarat analisis data posttest tes penguasaan konsep dan kemampuan pemecahan masalah terdistribusi normal dan homogen. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji MANOVA berbantuan IBM SPSS 16. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,00 dengan taraf signifikan yang ialah 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh dari model Learning Cycle 5E terhadap penguasaan konsep dan kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada materi elastisitas dan hukum hooke. The Influence of the 5E Learning Cycle Model on Concept Mastery and Problem Solving Ability in Elasticity and Hooke's Law Material Abstract This study aims to determine the effect of the 5E Learning Cycle model on concept mastery and problem-solving skills on the topics of elasticity and Hooke's law. This type of research is a quasi-experiment with a Nonequivalent Control Group Design. The population in this study comprises all 138 students of class XI MAN 1 Mataram. The sample used in this study includes class XI Science 1, with 35 students as the experimental class, and class IX Science 4, with 34 students as the control class. The sample was selected using purposive sampling techniques. The test instruments used in this study consist of 20 multiple-choice questions for concept mastery and 6 essay questions for problem-solving skills. These questions have been tested for validity, reliability, difficulty level, discriminating power, and distractor function analysis to be used in this study. The results showed that the average score for concept mastery in the experimental class was 74.00, while the control class scored 68.67. For problem solving skills, the average score in the experimental class was 69.14, compared to 58.52 in the control class. The prerequisite tests for posttest data analysis of concept mastery and problem-solving skills showed normal and homogeneous distributions. The data obtained were analyzed using MANOVA with the help of IBM SPSS 16. The hypothesis testing results showed a significance value of 0.00 with a significance level of 0.05, indicating that the 5E Learning Cycle model significantly affects students' concept mastery and problem-solving skills on the topics of elasticity and hooke's law.
Analisis Statistik Faktor-faktor yang Mempengaruhi Angka Stunting di Kalimantan Barat Warsidah, Warsidah; Ayyash, Muhammad Yahya; Priani , Wina; Satyahadewi , Neva
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1563

Abstract

Stunting merupakan satu di antara permasalahan gizi utama pada anak yang dihadapi Indonesia hingga saat ini. Stunting merupakan permasalahan kurang gizi yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi sehingga mengakibatkan gangguan pada pertumbuhan dan perkembangan anak yaitu tinggi badan anak lebih rendah atau pendek dari standar usianya. Kalimantan Barat merupakan provinsi ke-8 dari 10 provinsi dengan angka stunting tertinggi nasional. Penelitian membahas mengenai faktor-faktor yang memengaruhi angka stunting di Kalimantan Barat menggunakan metode  analisis regresi linear berganda dengan mengukur besarnya pengaruh antara dua variable atau lebih variabel independen terhadap satu variable dependen. Data yang digunakan yaitu data angka stunting ( ), melahirkan pertama di usia kurang dari 20 tahun (MHPK20) ( ), pernikahan dini <19 tahun ( ), balita yang mendapatkan imunisasi lengkap ( ), rumah tangga yang memiliki akses terhadap sanitasi layak ( ), dan kemiskinan ( ) yang diperoleh dari laman BPS Kalimantan Barat dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2022. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa angka stunting di Kalimantan Barat dipengaruhi oleh angka melahirkan pertama pada usia kurang  dari 20 tahun (MHPK20) ( ), pernikahan dini <19 tahun ( ), balita berimunisasi lengkap ( ), serta rumah tangga yang memiliki sanitasi layak ( ), dengan koefisien determinasi sebesar 80,42%. Hal ini menunjukkan bahwa ada 4 faktor yang berpengaruh terhadap angka stunting di Kalimantan Barat yaitu, melahirkan pertama di usia kurang dari 20 tahun, pernikahan dini, balita berimunisasi lengkap dan akses terhadap sanitasi. Statistical Analysis of Factors Affecting Stunting Rates in West Kalimantan Abstract Stunting is one of the main nutritional problems faced by Indonesia to date. Stunting is a problem of malnutrition caused by a lack of nutritional intake, which results in disruption to the growth and development of children, namely the child's height is lower or shorter than the age standard. West Kalimantan is the 8th province out of 10 provinces with the highest national stunting rate. The research discusses the factors that influence the stunting rate in West Kalimantan using the multiple linear regression analysis method by measuring the magnitude of the influence between two or more independent variables on one dependent variable. The data used are data on stunting rates (Y), first birth at the age of less than 20 years (MHPK20) (X_1), early marriage <19 years (X_2), toddlers who receive complete immunization (X_3), households that have access to adequate sanitation (X_4), and poverty (X_5) obtained from the BPS West Kalimantan and Ministry of Health of the Republic of Indonesia pages in 2022. The results of this study show that the stunting rate in West Kalimantan is influenced by the number of first births at the age of less than 20 years (MHPK20 ) (X_1), early marriage <19 years (X_2), children with complete immunization (X_3), and households that have proper sanitation (X_4), with a coefficient of determination of 80.42%. This shows that there are 4 factors that influence the stunting rate in West Kalimantan, namely, first birth at the age of less than 20 years, early marriage, fully immunized toddlers and access to sanitation.
Persepsi Ibu Balita dalam Pemanfaatan Tanaman Obat sebagai Penambah Nafsu Makan Berbasis Tradisional dalam Upaya Pencegahan Stunting Ali, Nur Aini Abdurrahman; Ningsih, Murtiana
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1573

Abstract

Stunting masih menjadi masalah prioritas di Propinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya di Kabupaten Bima. Salah satu penyebab masalah gizi adalah kurangnya asupan makanan dikarenakan anak susah makan. Namun Kabupaten Bima memiliki berbagai tanaman obat berbasis bahan alam lokal sebagai penambah nafsu makan pada balita susah makan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi ibu balita dalam pemanfaatan tanaman obat sebagai penambah nafsu makan berbasis tradisional dalam meningkatkan nafsu makan pada balita sebagai upaya pencegahan stunting. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Fokus penelitian adalah untuk mngetahui lebih mendalam mengenai persepsi ibu balita dalam pemanfaatan tanaman obat sebagai penambah nafsu makan berbasis tradisional dalam upaya pencegahan stunting. Pemilihan informan menggunakan tekhnik purposive dan snowball. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara secara mendalam, observasi dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Teknik analisa data menggunakan model miles and huberman. Hasil penelitian adalah ibu balita yang memanfaatkan tanaman obat sebagai penambah nafsu makan pada balitanya memiliki persepsi bahwa tanaman obat berkhasiat untuk meningkatkan nafsu makan pada balitanya, merasa lebih aman digunakan karena tanpa bahan kimia dan sudah terbiasa digunakan secara turun-temurun, serta merasa lebih mudah mendapatkan bahannya. Keluarga sangat berperan dalam mendukung pemanfaatan tanaman obat sebagai penambah nafsu makan, sehingga ibu balita tidak cepat menyerah dalam pola asuh pada anak yang kesulitan makan. Perceptions of Mothers of Toddlers on the Use of Traditional-Based Medicinal Plants as Appetite Enhancers in Efforts to Prevent Stunting Abstract Stunting is still a priority problem in West Nusa Tenggara Province, especially in Bima Regency. One of the causes of nutritional problems is a lack of food intake because children have difficulty eating. However, Bima Regency has various medicinal plants based on local natural ingredients to increase the appetite of toddlers who have trouble eating. This study aims to analyze the perceptions of mothers of toddlers regarding the use of traditional-based medicinal plants as appetite enhancers in increasing appetite in toddlers as an effort to prevent stunting. The research method uses a qualitative approach with a phenomenological design. The focus of the research is to find out more deeply about the perceptions of mothers of toddlers regarding the use of traditional-based medicinal plants as appetite enhancers in efforts to prevent stunting. The selection of informants used purposive and snowball techniques. Data collection was carried out by means of in-depth interviews, observation and documentation. Data validity techniques use source triangulation, technical triangulation, and time triangulation. The data analysis technique uses the Miles and Huberman model. The results of the research were that mothers of toddlers who used medicinal plants to increase the appetite of their toddlers had the perception that medicinal plants were efficacious in increasing the appetite of their toddlers, felt they were safer to use because they were without chemicals and had been used for generations. The family plays a very important role in supporting the use of medicinal plants to increase appetite, so that mothers of toddlers do not give up quickly in parenting children who have difficulty eating.
Karakteristik Sifat Fisika dan Mekanika Kayu Jati Sumbawa Sebagai Bahan Konstruksi Dewi, Ni Putu Ety Lismaya; Pratama, Indah Arry; Juanita, Juanita
Empiricism Journal Vol. 4 No. 1: June 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i1.1575

Abstract

Kayu merupakan bagian penting dalam pembuatan konstruksi bangunan. Salah satu jenis kayu yang paling banyak digunakan adalah kayu jati. Jati (Tectona grandis L.f.) merupakan salah satu jenis kayu yang paling banyak diminati sejak dahulu dan memiliki harga jual yang tinggi karena memiliki corak yang unik dan elegan, kuat, awet, stabil, dan mudah dikerjakan. Kayu jati di Indonesia yang dikenal memiliki sifat dasar baik dan memiliki kualitas yang baik yaitu kayu jati yang berasal dari hutan produksi Perhutani yang berada di daerah Jawa. Namun, selain di pulau Jawa kayu jati juga terdapat di daerah lain seperti di Sumbawa Nusa Tenggara Barat yang sesuai untuk pertumbuhan jati karena memiliki musim kering tetap selama tujuh bulan. Sifat mekanika kayu merupakan sifat yang berhubungan dengan kekuatan kayu untuk menahan gaya luar yang bekerja  pada kayu tersebut. Sifat ini penting untuk dijadikan sebagai bahan struktural seperti konstruksi bangunan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yaitu suatu metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel yang lain. Rancangan penelitian yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) variasi aksial dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Berdasarkan hasil analisisi diperoleh nilai rata-rata sifat fisika dan mekanika jati Sumbawa sebagai berikut: kadar air kering udara sebesar 16,09%: berat jenis kering udara 16,09; MoE sebesar 97.417,31 kg/cm2; MoR 809,27 kg/cm2.  Berdasarkan hasil pengujian sifat fisika dan mekanika maka kayu Jati (Tectona grandis L.f.) Sumbawa termasuk dalam kelas kuat II-III yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi bangunan, bahan baku mebel, kusen-kusen dan kerajinan kayu lainnya. Characteristics of the Physical and Mechanical Properties of Sumbawa Teak Wood as a Construction Material Abstract Wood is an important part in building construction. One of the most widely used types of wood is teak wood. Teak (Tectona grandis L.f.) is a type of wood that has been in high demand for a long time and has a high selling price because it has a unique and elegant pattern, is strong, durable, stable and easy to work with. Teak wood in Indonesia which is known to have good basic properties and good quality is teak wood which comes from Perhutani production forests in the Java area. However, apart from the island of Java, teak wood is also found in other areas such as Sumbawa, West Nusa Tenggara, which is suitable for growing teak because it has a constant dry season of seven months. The mechanical properties of wood are properties related to the strength of wood to withstand external forces acting on the wood. This property is important for use as a structural material such as building construction. This research uses an experimental method, namely a research method used to find the influence of certain variables on other variables. The research design used was a Completely Randomized Design (CRD) with axial variation with 3 treatments and 3 replications. Based on the results of the analysis, the average values ??for the physical and mechanical properties of Sumbawa teak were obtained as follows: air-dry water content of 16.09%: air-dry specific gravity of 16.09; MoE of 97,417.31 kg/cm2; MoR 809.27 kg/cm2. Based on the results of tests on physical and mechanical properties, Sumbawa teak (Tectona grandis L.f.) wood is included in the strength class II-III which can be used as building construction materials, raw materials for furniture, frames and other wooden crafts.