cover
Contact Name
Taufik Samsuri
Contact Email
empiric.journal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
empiric.journal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Empiricism Journal
ISSN : -     EISSN : 27457613     DOI : https://doi.org/10.36312/ej
Empiricism Journal was published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes empirical original research papers in the field of education and natural science.
Articles 328 Documents
Minat Mahasiswa Pendidikan Olahraga terhadap Cabang Olahraga E-Sports di Universitas Pendidikan Mandalika Renjani, Arya Sidik; Lukman, Lukman; Irmansyah, Johan
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1717

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi yang semakin maju, muncul beberapa cabang olahraa baru yang memanfaatkan model terbaru yaitu dengan media elektronik yang sering disebut E-Sports. Kemudian banyaknya mahasiswa pendidikan olahraga semester 3 di Universitas Pendidikan Mandalika Mataram yang bermain video game. E-Sports merupakan permainan video games yang kompetitif. E-Sports merupakan cabang olahraga Exhibition Asian Games 2018 dan merupakan cabang olahraga SEA Games 2019. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana minat mahasiswa pendidikan olahraga semester 3 terhadap E-Sports Divisi Mobile Legends Bang-Bang di Universitas Pendidikan Mandalika Mataram. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Jumlah populasi mahasiswa pendidikan olahraga semester 3 di Universitas Pendidikan Mandalika Mataram adalah 400 mahasiswa. Teknik sampling menggunakan teknik proportionate stratified random sampling, sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 150 mahasiswa. Pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan angket/kuesioner. Dengan instrumen berupa angket/kuesioner yang disebar melalui goggle form. Analisis data statistik deskriptif presentase sebagai teknik analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa pendidikan olahraga semester 3 sangat suka terhadap E-Sports Divisi Mobile Legends Bang-Bang di Universitas Pendidikan Mandalika Mataram dengan persentase sebesar 84,7%. Peneliti memiliki saran kepada pihak kampus, agar lebih memperhatikan perkembangan mahasiswanya dalam setiap hal, termasuk perkembangan dalam bidang teknologi terkini, alangkah lebih baik mahasiswa yang memiliki minat yang tinggi terhadap E-Sports tersebut dibuatkan wadah atau sebuah perkumpulan (komunitas) atau kegiatan non-akademik agar mahasiswa yang berminat tersebut dapat menyalurkan minatnya dengan tepat dan terorganisir. Sports Education Students' Interest in E-Sports at Mandalika University of Education Abstract This research is motivated by increasingly advanced technological developments, several new sports branches have emerged that utilize the latest models, namely electronic media which is often called E-Sports. Then there are many 3rd semester sports education students at the Mandalika Mataram University of Education who play video games. E-Sports is a competitive video game. E-Sports is a sport for the 2018 Asian Games Exhibition and a sport for the 2019 SEA Games. The aim of this research is to find out how interested 3rd semester sports education students are in E-Sports in the Mobile Legends Bang-Bang Division at the Mandalika University of Education, Mataram. This research method uses a quantitative descriptive approach. The total population of 3rd semester sports education students at the Mandalika Mataram University of Education is 400 students. The sampling technique used proportionate stratified random sampling technique, so that the sample in this study was 150 students. Data collection uses observation, documentation and questionnaires. With an instrument in the form of a questionnaire distributed via goggle form. Descriptive percentage statistical data analysis as a data analysis technique. The results of this research show that 3rd semester sports education students really like E-Sports in the Mobile Legends Bang-Bang Division at the Mandalika Mataram University of Education with a percentage of 84.7%. The researcher has suggestions for the campus to pay more attention to the development of its students in every way, including developments in the latest technological fields. It would be better for students who have a high interest in E-Sports to create a platform or an association (community) or non-academic activities. so that interested students can channel their interests appropriately and in an organized manner.
Pemanfaatan Energi Optimal: Manganalisis Efisiensi Listrik di Gedung Sumbawa Techno Park Darmawan, Indra; Aulia, Masyitah; Maulidyawati, Desi; Akbar, M. Surya Aqidah
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1728

Abstract

Tingkat konsumsi dan distribusi energi listrik harus seimbang dan efisien. Akan tetapi, tidak semua sektor atau bangunan mampu memenuhi tingkat efisiensi yang telah ditentukan. Gedung Sumbawa Techno Park (STP) Universitas Teknologi Sumbawa sebagai konsumen energi listrik tingkat menengah, kiranya perlu dilakukan analisis peluang penghematan energi, guna mengetahui tingkat efisiensi konsumsi energi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peluang penghematan energi yang dilakukan melalui audit energi singkat dengan panduan Permen ESDM No. 13/2012 tentang audit energi listrik awal yang berfokus  dengan luas bangunan gedung STP sekitar 720.63 m2. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran (Mixed Method Research), Hasil dari penelitian diperoleh IKE pada kWh gedung Sumbawa Techno Park (STP) sebesar 69,93 kWh/m2/tahun. Nilai tersebut termasuk dalam kategori efisien menurut standar nilai IKE ASEAN-USAID yakni untuk gedung jenis perkantoran nilai IKE maksimum adalah 240 kWh/m2/tahun. Pada ruangan ber-AC diperoleh nilai rata-rata IKE sebesar 34,20 kWh/m2/bulan. Sedangkan pada ruangan tidak ber-AC diperoleh nilai rata-rata IKE sebesar 0,80 kWh/m2/bulan. Nilai IKE pada ruangan ber-AC dan tidak ber-AC masing-masing termasuk dalam kategori cukup efisien dan sangat efisien menurut permen ESDM No. 13/2012. Optimal Energy Utilization: Analyzing Electrical Efficiency in the Sumbawa Techno Park Building Abstract The level of consumption and distribution of electrical energy must be balanced and efficient. However, not all sectors or buildings can meet the specified efficiency levels. Sumbawa Techno Park (STP) Building, Sumbawa University of Technology, as a medium-level consumer of electrical energy, would need to analyze energy-saving opportunities, to determine the level of energy consumption efficiency. This research aims to analyze energy savings opportunities carried out through short energy audits guided by Minister of Energy and Mineral Resources Regulation No. 13/2012 concerning the initial electrical energy audit which focuses on the STP building area of around 720.63 m2. The method used in this research is mixed (Mixed Method Research). The results of the research obtained IKE on the kWh of the Sumbawa Techno Park (STP) building of 69.93 kWh/m2/year. This value is included in the efficient category according to the ASEAN-USAID IKE value standard, namely for office-type buildings the maximum IKE value is 240 kWh/m2/year. In an air-conditioned room, the average IKE value was 34.20 kWh/m2/month. Meanwhile, in non-air-conditioned rooms, the average IKE value was 0.80 kWh/m2/month. The IKE values for air-conditioned and non-air-conditioned rooms are respectively included in the quite efficient and very efficient categories according to ESDM regulation no. 13/2012.
Katalog Miskonsepsi dalam Pembelajaran Ikatan Kimia Hendrawani, Hendrawani
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1729

Abstract

Kesulitan belajar pada konsep-konsep ikatan kimia dapat muncul dalam berbagai bentuk. Salah satu kesulitan yang umum terjadi adalah miskonsepsi, dimana siswa mempunyai konsep yang tidak sama dengan konsep para ilmuwan. Kesalahan konsep dalam pembelajaran ikatan kimia telah banyak dilaporkan, dan sebagian  yang adalah bentuk yang berulang kali terjadi. Penelitian ini adalah review bentuk-bentuk miskonsepsi, sebagai upaya membuat katalog bentuk-bentuk miskonsepsi. Penelitian review ini mengikuti kerangka PRISMA. Paper artikel penelitian dikumpulkan melalui pencarian Google scholar. Kemudian, setelah dilakukan seleksi eligibilitas, sebanyak 103 artikel jurnal dianalisis dan dirangkum area dan  bentuk miskonsepsi ikatan kimia yang dilaporkan. Beberapa miskonsepsi yang berkaitan dengan konsep-konsep ikatan ionik dan ikatan kovalen telah dirangkum dari penelitian terdahulu yang dilakukan dari tahun 2006 sampai 2003. Beberapa argumentasi dan pertimbangan yang mempengaruhi terjadinya miskonsepsi, seperti cara konsep ikatan kimia diajarkan, sumber belajar dan strategi pembelajaran telah dijelaskan dalam artikel ini. Beberapa saran dan rekomendasi untuk belajar dan pembelajaran selanjutnya yang berkaitan dengan konsep ikatan kimia telah didiskusikan dalam artikel ini. Catalog of Misconceptions in Learning Chemical Bonds Abstract Learning difficulties on the concept of chemical bonding can arise in a variety of forms. One common difficulty is understanding complex chemical bonds, such as covalent, ionic, and metallic bonds, as well as the relationship between molecular structure and substance properties. This review research methods followed PRISMA framework. Research paper were collected through  Google scholar. After selecting the eligibilty, 103 journal articles were analized for cataloging the area of students difficulties and misconceptions regard to chemical bonding subject matter. Some misconceptions related to ionic bonding and covalent bonding were summarized from previous research were conducted from 2006 to 2023. Some argumentations and considerations affected on students misconceptions such as the way the concept were taught, learning resources and learning strategies, were explained in this article. Some suggestion framework for further teaching and learning recommendation related to chemical bonding are discussed in this article.
Modifikasi Permainan Montessori terhadap Kemampuan Motorik Halus pada Anak Usia Dini Kelompok A TK Al Ijtihad Primayanti, Intan; Esser, Balkis Ratu N L
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1738

Abstract

Anak usia dini merupakan individu yang unik dimana mereka mempunyai kebutuhan berbeda sesuai dengan tahapan usianya. Pada masa ini proses pertumbuhan dan perkembangan dalam berbagai aspek fisik, sosial emosional, kognitif sedang mengalami masa tercepat dalam rentang perkembangan kehidupan manusia. Hasil observasi di lapangan menunjukan bahwa kemampuan motorik halus pada kelompok A TK Al Ijtihad masih rendah dan mengalami keterlambatan. Kegiatan motorik halus yang diberikan tidak benar-benar menstimulus perkembangan anak dan strategi pendidik dalam menyampaikan pembelajaran masih kurang tepat. Permainan Montessori yang merupakan metode belajar yang bergantung pada masing-masing anak didik, memiliki keunggulan dalam menumbuhkan kekritisan berfikir, berkolaborasi, dan bertindak lebih tegas, sehingga penting untuk diimplentasikan dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil implementasi modifikasi permainan montessori terhadap kemampuan motorik halus pada kelompok A TK Al Ijtihad. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang bertujuan untuk mengetahui progres hasil belajar siswa setelah diberikan metode pembelajaran tertentu. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik halus anak sebesar 55% berdasarkan evaluasi dari siklus 1 dan siklus II. Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat memperluas area penelitian dan jumlah sampel, serta memasukkan berbagai variasi permainan untuk mengembangkan aspek kemampuan anak. Modification of Montessori Games on Fine Motor Skills in Early Childhood Group A Al Ijtihad Kindergarten Abstract Early childhood children are unique individuals in that they have different needs according to their age stages. At this time the process of growth and development in various physical, social, emotional and cognitive aspects is experiencing the fastest period in the development of human life. The results of observations in the field show that fine motor skills in group A Al Ijtihad Kindergarten are still low and experiencing delays. The fine motor activities provided do not really stimulate children's development and educators' strategies in delivering learning are still not appropriate. Montessori games, which are a learning method that depends on each student, have the advantage of fostering critical thinking, collaborating and acting more decisively, so it is important to implement them in the learning process to improve children's fine motor skills. The aim of this research is to determine the results of implementing modified Montessori games on fine motor skills in group A of Al Ijtihad Kindergarten. The research design used in this research is the Classroom Action Research (PTK) method, which aims to determine the progress of student learning outcomes after being given certain learning methods. The results of the study showed that there was an increase in children's fine motor skills by 55% based on evaluations from cycle 1 and cycle II. It is hoped that further research can expand the research area and sample size, as well as include various variations of games to develop aspects of children's abilities.
Hubungan Frekuensi Kunjungan Rumah dan Dukungan Suami dengan Pemilihan Kontrsepsi pada Pasangan Usia Subur Sari, Sri Kartika; Kardi, Kardi; Ayu, Baiq Fathin
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1742

Abstract

Jumlah penduduk Desa Kuranji Dalang sebanyak 2562 dan hasil dari data Pendataan Keluarga (PK 21) terdapat jumlah PUS sebanyak 528 orang. Mengutip dari jadwal kegiatan/buku visum PLKB, kunjungan rumah yang dilakukan kurang dari 2 kali dalam sebulan bahkan tidak sesuai dengan jadwal kegiatan yang di rencanakan karena overload desa binaan. Dan hasil wawancara yang dilakukan pada akseptor KB yaitu kurangnya pemahaman akseptor dan dukungan suami.Mengingat pentingnya metode promosi kesehatan dengan cara memberikan konseling tentang KB dalam memberikan atau meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku maka peneliti bermaksud melakukan penelitian terkait dengan hubungan frekuensi kunjungan rumah oleh konselor dan dukungan suami dengan metode kontrasepsi dengan metode pengambilan sampel di lakukan dengan teknik mengambil Sample Acak Sistimatis (Systematec Random Sampling) adalah unsur unsurnya dipilih secara sistimatis menurut pola yaitu menghitung kelipatan sample pertama di mulai dengan 1 kelipatan 6 sampai dengan 85 PUS yang menjadi respondenHasil dari penelitian ini didapatkan bahwa ada hubungan frekuensi kunjungan rumah oleh konselor dan dukungan suami pada PUS dengan metode kontrasepsi (p value = 0,001). Ada hubungan dukungan suami dengan metode kontrasepsi pada PUS (p value = 0,001). Sehingga dapat dinyatakan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara frekuensi Kujungan rumah oleh konselor dan dukungan suami dengan metode kontrasepsi di Desa Kuranji Dalang Kecamatan Labuapi. The Relationship Between the Frequency of Home Visits and Husband Support With the Selection of Contraception in Couples Of Childbearing Age Abstract The population of Kuranji Dalang Village is 2562 and the results of Family Data Collection data (PK 21) show that the number of PUS is 528 people. Quoting from the PLKB activity schedule/visum book, home visits are carried out less than twice a month and are not even in accordance with the planned activity schedule due to overload in the target villages. And the results of interviews conducted with family planning acceptors were a lack of understanding of the acceptors and support from their husbands. Considering the importance of health promotion methods by providing counseling about family planning in providing or improving knowledge, attitudes and behavior, the researcher intends to conduct research related to the relationship between the frequency of home visits by counselors. and husband's support with contraceptive methods with a sampling method carried out using a Systematic Random Sample technique (Systematec Random Sampling) where the elements are selected systematically according to a pattern, namely calculating multiples of the first sample starting with 1 multiple of 6 up to 85 PUS who are respondents. Results from This research found that there was a relationship between the frequency of home visits by counselors and husband's support for EFA with contraceptive methods (p value = 0.001). There is a relationship between husband's support and contraceptive methods in EFA (p value = 0.001). So it can be stated that there is a significant relationship between the frequency of home visits by counselors and husband's support with contraceptive methods in Kuranji Dalang Village, Labuapi District.
Hubungan Prematuritas, BBLR dan Asfiksia dengan Kejadian Ikterus Neonatorum Faisal, Siti Fadila Alviana; Benvenuto, Ananta Fittonia; Wanadiatri , Halia; Prajitno, Sugianto
Empiricism Journal Vol. 5 No. 1: June 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i1.1784

Abstract

Ikterus neonatorum adalah kejadian biologis pada bayi yang muncul karena produksi sel darah merah yang tinggi dan ekskresi bilirubin rendah yang di tandai dengan gejala kulit berwarna kuning. Beberapa faktor risiko ikterus neonatorum yang sering terjadi di Asia yaitu jenis kelamin, usia kehamilan, berat badan lahir, jenis persalinan, kejadian asfiksia dan frekuensi pemberian Air Susu Ibu (ASI). Menurut Badan Pusat Statistik Tahun 2023, Kabupaten Lombok Barat merupakan kabupaten yang memiliki jumlah penduduk ke-tiga terbanyak di Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan jumlah penduduk sekitar 753?641. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Prematuritas, Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), Asfiksia dengan kejadian Ikterus Neonatorum di RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat yang merupakan rumah sakit tipe B dan menjadi rujukan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan lanjutan. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif analitik dengan desain penelitian cross sectional dimana suatu penelitian yang dilakuakn untuk mempelajari kolerasi antara faktor-faktor resiko dengan cara pendekatan atau pengumpulan data sekaligus pada satu saat tertentu. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dimana sampel penelitian sebanyak 170 Responden. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji korelasi Chi-Square. Adapun nilai p-value Prematuritas dengan kejadian Ikterus 0,009 (p-value <0,05), BBLR dengan kejadian ikterus 0,003 (p-value <0,05), Asfiksia dengan kejadian ikterus 0,013 (p-value <0,05). Berdasarkan hasil yang diperoleh maka terdapat hubungan yang signifikan antara prematuritas, BBLR, Asfiksia dengan kejadian Ikterus Neonatorum di RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat. Relationship between Prematurity, BBLR and Asphyxia with the Occurrence of Neonatal Jaundice Abstract Neonatal jaundice is a biological occurrence in infants that arises due to high red blood cell production and low bilirubin excretion, marked by yellowish skin symptoms. Several risk factors for neonatal jaundice frequently observed in Asia include gender, gestational age, birth weight, type of delivery, incidence of asphyxia, and the frequency of breastfeeding. According to the Central Statistics Agency in 2023, West Lombok Regency has the third largest population in West Nusa Tenggara (NTB) with about 753,641. This study aims to analyze the relationship between prematurity, Low Birth Weight (LBW) Babies, asphyxia, and the occurrence of neonatal jaundice at the Patut Patuh Patju Hospital in West Lombok, which is a type B hospital and serves as a referral center for those in need of advanced healthcare services. This research was conducted analytically with a cross-sectional study design, where a study is performed to examine the correlation between risk factors by means of an approach or data collection at a specific point in time. The sampling technique used was purposive sampling, with a sample size of 170 respondents. The data obtained were analyzed using the Chi-Square correlation test. The p-values for prematurity with the occurrence of jaundice were 0.009 (p-value <0.05), LBW with the occurrence of jaundice was 0.003 (p-value <0.05), and asphyxia with the occurrence of jaundice was 0.013 (p-value <0.05). Based on the results obtained, there is a significant relationship between prematurity, LBW, asphyxia, and the occurrence of neonatal jaundice at the Patut Patuh Patju Hospital in West Lombok.
Pemanfaatan Kayu Rajumas, Sengon dan Bambu Petung Sebagai Produk Papan Laminasi Wulandari, Febriana Tri; Lestari, Dini
Empiricism Journal Vol. 5 No. 1: June 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i1.1822

Abstract

Salah satu alternatif peningkatan nilai tambah kayu sengon dan rajumas dengan mengkombinasikan dengan bambu petung menjadi bentuk papan papan laminasi sebagai subtitusi material struktural. Bambu petung dapat dibuat papan laminasi karena memiliki dinding batang tebal (10 mm-30 mm), dinding batang yang tebal akan menghemat penggunaan perekat. Papan laminasi merupakan suatu produk yang dibentuk dari lamina-lamina kayu yang disatukan dengan perekat dengan proses pengempaan menjadi papan yang ukurannya bisa diatur sesuai keperluan. Kelebihan produk papan laminasi yaitu cacat kayu dapat dihilangkan, memiliki nilai estetika yang baik serta mudah dalam perawatannya. Persayaratan kayu untuk untuk penggunaan structural membutuhkan kekuatan yang tinggi dan memiliki dimensi yang besar.  Teknologi papan laminasi memungkinkan kayu dengan sifat inferior dikonversi menjadi produk structural.  Tujuan dari penelitian ini untuk melihat pengaruh berat labur, jenis kombinasi kayu dan non kayu serta interaksinya terhadap sifat fisika dan mekanika papan laminas serta menentukan kelas kuat papan laminasi berdasarkan sifat fisika dan mekanikanya. Berdasarkan hasil pengujian sifat fisika (kerapatan, pengembangan tebal dan penyusutan tebal) papan laminasi tidak berpengaruh nyata terhadap berat labur, jenis kombinasi dan interaksinya kecuali pada pengujian kadar air berpengaruh nyata.  Pengujian sifat mekanika (MoE dan MoR) berpengaruh nyata terhadap berat labur, jenis kombinasi dan interaksinya.  Sifat fisika papan laminasi kombinasi kayu rajumas bambu petung dan sengon bambu petung sudah sesuai standar JAS 234-2007 namun pada pengujian sifat mekanika belum memenuhi standar.  Berdasarkan hasil pengujian sifat fisika dan mekanika maka masuk dalam kelas kuat III yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi ringan dengan pemakaian didalam ruangan. Utilization of Rajumas, Sengon and Petung Bamboo as Laminated Board Products Abstract One alternative to increase the added value of sengon and rajumas wood by combining with petung bamboo into a form of laminated board as a substitute for structural materials. Petung bamboo can be made into a laminated board because it has a thick stem wall (10 mm-30 mm), a thick stem wall will save the use of adhesive. Laminated board is a product formed from wood laminae that are joined together with adhesive by the process of forging into a board whose size can be adjusted as needed. The advantages of laminated board products are that wood defects can be eliminated, have good aesthetic value and are easy to maintain. Wood requirements for structural use require high strength and large dimensions.  Laminated board technology allows wood with inferior properties to be converted into structural products. The purpose of this research is to see the effect of labor weight, type of wood and non-wood combination and their interaction on the physical and mechanical properties of laminated boards and determine the strength class of laminated boards based on their physical and mechanical properties. Based on the results of testing the physical properties (density, thickness development and thickness shrinkage) of laminated boards have no significant effect on the weight of the lumber, the type of combination and its interaction except in testing the water content has a real effect. Testing of mechanical properties (MoE and MoR) has a significant effect on the weight of labur, the type of combination and its interaction. The physical characteristics of the laminated board combination of rajumas bamboo petung and sengon bamboo petung wood are in accordance with the JAS 234-2007 standard, but the mechanical properties test has not met the standard.  Based on the results of testing the physical and mechanical properties, it is included in strength class III which can be utilized as a lightweight construction material with indoor use.
Ontologi dalam Ilmu Pengetahuan Mengenai Hakikat Tuhan, Manusia, dan Alam: Sebuah Literatur Review Prihanta, Wahyu; Lubis, Mutiara; Widodo, Joko; Tobroni, Tobroni
Empiricism Journal Vol. 5 No. 1: June 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i1.1906

Abstract

Manusia memiliki keingintahuan yang mendalam tidak hanya tentang alam sekitar dan hakikat dirinya sendiri, tetapi juga tentang esensi dari Tuhan serta hubungan antara Tuhan, alam, dan manusia. Artikel ini bertujuan untuk mereview konsep ontologi dalam ilmu pengetahuan yang mengeksplorasi hakikat dari Tuhan, manusia, dan alam. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah review literatur. Secara umum, review literatur dapat digambarkan sebagai metode yang sistematis untuk mengumpulkan dan mensintesis penelitian yang telah ada sebelumnya. Studi ini mengkaji berbagai artikel dari jurnal, dan publikasi lainnya. Hasil kajian ini diperoleh melalui pencarian di Google Scholar dan Scopus, pencarian ini dipilih karena relevansinya dengan topik yang sedang dibahas. Untuk memilih artikel referensi yang paling tepat, studi ini menggunakan pendekatan yang menyeimbangkan antara relevansi, cakupan, dan keragaman referensi. Studi ini membahas bagaimana ontologi memaknai hakikat Tuhan. Proses pemahaman ini dimulai dari pertimbangan materi atau kebenaran, yaitu melalui pemikiran tentang keberadaan Tuhan. Keberadaan Tuhan dapat dipahami dengan melihat ciptaan-Nya, seperti makhluk hidup dan alam semesta. Semua ini, yang terbentuk secara kompleks dan sempurna, menunjukkan adanya Zat yang Maha Sempurna sebagai penciptanya. Selanjutnya, manusia, sebagai makhluk berakal, mampu memahami dan melihat bukti keberadaan alam yang menunjukkan adanya Tuhan. Manusia juga memahami dirinya sebagai makhluk ciptaan Tuhan, sesuai dengan teori ontologis tentang eksistensi. Dengan mengamati ciptaan-Nya yang kompleks dan sempurna, kita dapat menarik kesimpulan tentang adanya Zat yang Maha Sempurna sebagai pencipta. Selain itu, manusia, sebagai makhluk berakal, memiliki kemampuan untuk memahami dan menafsirkan bukti-bukti keberadaan Tuhan yang termanifestasi dalam alam. Hal ini membantu manusia dalam memahami posisi sebagai makhluk ciptaan dan mengapresiasi hubungan yang lebih dalam antara Tuhan, manusia, dan alam. Dengan demikian, pendekatan ontologi tidak hanya memperluas pemahaman kita tentang Tuhan tetapi juga memperkuat hubungan intrinsik antara keberadaan manusia dan alam semesta. Ontology in Science Concerning the Nature of God, Humans, and Nature: A  Literature Review Abstract Human beings possess a profound curiosity not only about the natural world and their own essence, but also about the essence of God and the relationships between God, nature, and humans. This article aims to review the concept of ontology in science that explores the essence of God, humans, and nature. The method used in this study is a literature review. Generally, a literature review can be described as a systematic method for collecting and synthesizing previous research. This study examines various articles from journals and other publications. The findings of this study were obtained through searches in Google Scholar and Scopus, chosen for their relevance to the topic under discussion. To select the most appropriate reference articles, this study uses an approach that balances relevance, coverage, and diversity of references. This study discusses how ontology interprets the essence of God. The understanding process begins with material considerations or truth, that is, through thinking about the existence of God. The existence of God can be understood by observing His creations, such as living beings and the universe. All of this, formed in a complex and perfect manner, indicates the presence of a Most Perfect Being as its creator. Furthermore, humans, as rational beings, are able to understand and see evidence of the existence of nature that indicates the presence of God. Humans also understand themselves as creations of God, in accordance with ontological theories about existence. By observing His complex and perfect creations, we can draw conclusions about the presence of a Most Perfect Being as the creator. Additionally, humans, as rational beings, have the ability to understand and interpret evidence of the existence of God manifested in nature. This helps humans understand their position as created beings and appreciate a deeper relationship between God, humans, and nature. Thus, the ontological approach not only expands our understanding of God but also strengthens the intrinsic relationship between human existence and the universe.
Hubungan Kualitas Air Minum dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Masbagik Baru Astawan, Wanda Januar; Sofyandi, Arif
Empiricism Journal Vol. 5 No. 1: June 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i1.1923

Abstract

Timbulnya penyakit diare dipengaruhi oleh kualitas air minum yang terkontaminasi anorganik dan organik. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas air minum dengan kejadian diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Masbagik Baru Tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasinya dalam penelitian ini adalah semua balita yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Masbagik Baru sebanyak 113 Orang, teknik pengambilan sampel menggunakan sistematik random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 53 orang. Variabel independent dalam penelitian ini adalah kualitas air minum yang didapatkan dari hasil pemeriksaan kandungan bakteri Escherichia Coli (E-Coli) dan variabel dependen adalah kejadian diare didapatkan dari data skunder (buku registrasi) Puskesmas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi dari hasil uji kualitas air minum keluarga (E-Coli) dan data skunder berupa buku register dari Puskesmas. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analsis bivariat, sedangkan uji statistik yang di gunakan yakni uji chi square. Berdasarkan hasil analisis statistik menggunakan uji Chi Square diperoleh nilai probabilitas value (p-value) sebesar 0,000 dengan taraf signifikansi 0,05, karena 0,000 < 0,05, maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas air minum dengan kejadian diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Masbagik Baru Tahun 2024. Semakin baik kualitas air minum yang dikonsumsi, maka resiko terjadinya diare akan semakin kecil. Disarankan kepada orang tua agar memberikan air minum yang memenuhi syarat seperti terbebas dari bakteri, zat kimia, racun, dan limbah untuk menghindari terjadinya diare. The Relationship between Drinking Water Quality and Incidence of Diarrhea in Toddlers the Working Area of Masbagik Baru Health Center Abstract The emergence of diarrheal diseases is influenced by the quality of drinking water contaminated with inorganic and organic substances. The aim of this study is to determine the relationship between drinking water quality and the incidence of diarrhea in toddlers in the working area of Masbagik Baru Health Center in 2024. The research method used in this study is observational analytic with a cross-sectional design. The population in this study includes all toddlers residing in the working area of Masbagik Baru Health Center, totaling 113 individuals. The sampling technique used is systematic random sampling, with a total sample size of 53 individuals. The independent variable in this study is the quality of drinking water, obtained from the examination of Escherichia Coli (E-Coli) bacterial content, and the dependent variable is the incidence of diarrhea, obtained from secondary data (registration books) from the health center. Data collection techniques in this study use observation sheets from the results of family drinking water quality tests (E-Coli) and secondary data in the form of registration books from the health center. Data analysis in this study employs univariate and bivariate analysis, while the statistical test used is the chi-square test. Based on the statistical analysis using the Chi Square test, a p-value of 0.000 was obtained with a significance level of 0.05. Since 0.000 < 0.05, it is concluded that there is a significant relationship between drinking water quality and the incidence of diarrhea in toddlers in the working area of Masbagik Baru Health Center in 2024. The better the quality of drinking water consumed, the lower the risk of diarrhea. It is recommended that parents provide drinking water that meets the requirements, such as being free from bacteria, chemicals, toxins, and waste, to prevent the occurrence of diarrhea.
Hubungan Antara Kecakapan Berpikir Saintifik dan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa pada Pembelajaran Komputasi Terapan Fuaddunnazmi, M.; Safitri, Baiq Rina Amalia
Empiricism Journal Vol. 5 No. 1: June 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i1.1955

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecakapan berpikir saintifik dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam pembelajaran komputasi terapan. Desain penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) yang mengikuti mata kuliah komputasi terapan pada semester genap tahun akademik 2023/2024, dengan sampel sebanyak 30 mahasiswa yang di ambil menggunakan metode purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa tes. Hasil pengujian validitas instrumen tes menggunakan metode corrected item-total correction atau bivariate pearson yaitu membandingkan skor amatan dengan keseluruhan skor total tes, dimana menunjukkan bahwa korelasi setiap butir soal dengan skor total pada kedua instrumen lebih besar daripada nilai r tabel sebesar 0,576, hal ini mengindikasikan bahwa instrumen layak untuk digunakan. Kedua instrumen juga reliabel untuk digunakan mengacu pada nilai Cronbach's Alpha sebesar 0.912 untuk instrumen tes kecakapan berpikir saintifik dan 0,876 untuk tes kemampuan berpikir kritis. Uji prasyarat analisis berupa uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data terdistribusi normal (p > 0.05), dan uji linearitas menggunakan scatterplot dan analisis regresi menunjukkan hubungan linear antara kedua variabel (F = 3.148,181, p < 0.05). Hasil analisis korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kecakapan berpikir saintifik dan kemampuan berpikir kritis, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.996 (p = 0.000, p < 0.05). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi kecakapan berpikir saintifik mahasiswa, semakin tinggi pula kemampuan berpikir kritis mereka. Implikasi dari penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran komputasi terapan di Prodi PTI UNDIKMA dan dapat menjadi acuan bagi pengembangan pembelajaran di program studi sejenis di perguruan tinggi lainnya. The Relationship Between Scientific Thinking Skills and Critical Thinking Abilities of Students in Applied Computing Learning Abstract This study aims to analyze the relationship between students' scientific thinking skills and critical thinking abilities in applied computing learning. The research design is correlational with a quantitative approach. The study population includes all students of the Information Technology Education (PTI) Study Program at Mandalika University of Education (UNDIKMA) who are enrolled in the applied computing course during the even semester of the 2023/2024 academic year, with a sample of 30 students selected using purposive sampling. The instrument used was a test. The validity test results of the test instrument using the corrected item-total correction or bivariate Pearson method, which compares the observed scores with the total test scores, showed that the correlation of each item with the total score on both instruments was greater than the table r value of 0.576, indicating that the instruments are suitable for use. Both instruments are also reliable, as indicated by the Cronbach's Alpha values of 0.912 for the scientific thinking skills test and 0.876 for the critical thinking skills test. The prerequisite analysis test using the Kolmogorov-Smirnov and Shapiro-Wilk tests showed that the data were normally distributed (p > 0.05), and the linearity test using scatterplots and regression analysis showed a linear relationship between the two variables (F = 3.148,181, p < 0.05). The Pearson correlation analysis results showed a significant positive relationship between scientific thinking skills and critical thinking abilities, with a correlation coefficient of 0.996 (p = 0.000, p < 0.05). These findings indicate that the higher the students' scientific thinking skills, the higher their critical thinking abilities. The implications of this research provide a significant contribution in improving the quality of applied computing learning in the PTI Study Program at UNDIKMA and can serve as a reference for the development of similar study programs in other higher education institutions.