cover
Contact Name
Taufik Samsuri
Contact Email
empiric.journal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
empiric.journal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Empiricism Journal
ISSN : -     EISSN : 27457613     DOI : https://doi.org/10.36312/ej
Empiricism Journal was published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes empirical original research papers in the field of education and natural science.
Articles 328 Documents
Perbandingan Sifat Fisika Mekanika Papan Laminasi Kombinasi Kayu (Rajumas, Kemiri, Sengon) dengan Bambu Petung Amin, Radjali; Wulandari, Febriana Tri
Empiricism Journal Vol. 5 No. 1: June 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i1.1960

Abstract

Kayu dengan berat jenis dan kerapatan ringan sampai sedang lebih disukai sebagai bahan baku papan laminasi.  Beberapa jenis kayu yang memiliki kerapatan rendah antara lain kayu rajumas, kemiri, dan sengon. Kayu rajumas memiliki berat jenis ringan 0.26-0.35 sehingga masuk ke kelas kuat IV. Kayu kemiri memiliki berat jenis 0.36 termasuk dalam kelas kuat IV dan kelas awet V sehingga termasuk kayu dengan kualitas. Selanjutnya kayu sengon memiliki kerapatan 0.40 g/cm3, kelas kuat IV-V. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan sifat fisika mekanika papan laminasi yang terbuat dari kombinasi kayu rajumas-bambu petung, kemiri-bambu petung, sengon-bambu petung dan bambu petung. Berdasarkan hasil pengujian sifat fisika maka papan laminasi kombinasi Rajumas Bambu Petung, Kemiri Bambu Petung, Sengon Bambu Petung dan papan laminasi Bambu Petung telah memenuhi standar JAS 234-2007 sementara untuk pengujian sifat mekanika (MoE dan MoR) belum memenuhi standar kecuali pada papan laminasi P1 (kombinasi kayu rajumas bambu petung) telah memenuhi standar (MoR). Pengujian analisis keragaman anova menunjukan pengujian sifat fisika dan mekanika berpengaruh nyata kecuali pada pengujian pengembangan tebal tidak berpengaruh nyata. Dari hasil kerapatan papan laminasi, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan kelas kuat kayu menjadi kelas kuat III yang dapat difungsikan sebagai bahan konstruksi berat yang terlindungi (interior). Selain itu, dengan penonjolan ekspresi struktur kayu dan pemanfaatan teknologi laminasi pada material alamiah lainnya berupa bambu, menunjukkan bahwa dapat menjadi konstruksi alami yang memiliki karakter visual alam yang kuat dan juga struktur yang kuat. Comparison of Physical Mechanical Properties of Laminated Boards of (Rajumas, Candlenut, Sengon) with Petung Bamboo Combinations Abstract Wood with light to medium specific gravity and density is preferred as raw material for laminated boards.  Some types of wood that have low density include rajumas, candlenut, and sengon. Rajumas wood has a light specific gravity of 0.26-0.35 so it goes into strength class IV.  Pecan wood has a specific gravity of 0.36 including in strong class IV and durable class V so that it includes wood with quality. Furthermore, sengon wood has a density of 0.40 g/cm3, strength class IV-V. The purpose of this study was to compare the physical properties of laminated boards made from a combination of rajumas-petung bamboo, kemiri-petung bamboo, sengon-petung bamboo and petung bamboo. Based on the test results of physical properties, the laminated board combination of Rajumas Petung Bamboo, Kemiri Petung Bamboo, Sengon Petung Bamboo and Petung Bamboo laminated board has met the JAS 234-2007 standard while for testing mechanical properties (MoE and MoR) has not met the standard except for the P1 laminated board (combination of rajumas petung bamboo) has met the standard (MoR). Anova analysis of variance testing shows that testing of physical and mechanical properties has a real effect except for the thickness development test which has no real effect.From the laminated board density results, it can be concluded that there is an increase in the strength class of wood to strength class III which can be used as a protected heavy construction material (interior). In addition, by highlighting the expression of the wood structure and utilizing lamination technology on other natural materials such as bamboo, it shows that it can be a natural construction that has a strong natural visual character and also a strong structure.
Perancangan Ruang Kreasi dan Baca Berbasis Arsitektur Hijau di Kota Mataram Ruwaidah, Eliza; Fibrianti, Baiq Susdiana
Empiricism Journal Vol. 3 No. 2: December 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v3i2.2186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang Ruang Kreasi dan Baca berbasis Arsitektur Hijau di Kota Mataram. Dengan menerapkan prinsip-prinsip arsitektur hijau, penelitian ini berfokus pada penggunaan material ramah lingkungan, strategi ventilasi alami, pencahayaan pasif, serta sumber energi terbarukan seperti panel surya dan sistem pengelolaan air hujan. Penelitian ini mengintegrasikan kebutuhan lokal, kondisi iklim, dan aspek sosial-budaya Mataram untuk menciptakan ruang publik yang nyaman, fungsional, dan berkelanjutan. Desain Ruang Kreasi dan Baca ini bertujuan untuk mengatasi tantangan urbanisasi yang pesat dan kebutuhan akan infrastruktur publik yang mendukung literasi dan kreativitas, sambil mempromosikan keberlanjutan lingkungan. Hasil penelitian diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, pengurangan dampak lingkungan melalui optimalisasi energi, serta mendorong terciptanya ruang publik berkelanjutan yang selaras dengan iklim dan konteks budaya setempat. Selain itu, penelitian ini memperkenalkan penggunaan teknologi hijau yang inovatif dalam infrastruktur publik, yang berpotensi menginspirasi proyek-proyek serupa di kota lain yang menghadapi tantangan serupa. Design of a Green Architecture-Based Creative and Reading Space in Mataram City Abstract This study aims to design a Creative and Reading Space based on Green Architecture in Mataram City. By employing green architecture principles, the research focuses on implementing environmentally friendly materials, natural ventilation strategies, passive lighting, and renewable energy sources such as solar panels and rainwater management systems. The study integrates local needs, climatic conditions, and the socio-cultural aspects of Mataram to create a public space that is comfortable, functional, and sustainable. The design of the Creative and Reading Space aims to address the challenges of rapid urbanization and the need for improved public infrastructure that fosters literacy and creativity while promoting environmental sustainability. The research findings are expected to contribute to enhancing the quality of life for the community, reducing environmental impacts through energy optimization, and promoting sustainable public spaces that align with the local climate and cultural context. Additionally, this study introduces the innovative use of green technology in public infrastructure, which has the potential to inspire future projects in other cities facing similar challenges.
Analisis Semiotika Ornamentasi pada Rumah Tradisional Melayu: Pengaruh Budaya Islam dan Adat Melayu Hamzah, Erwin Rizal; Ciptadi, Wahyudin; Harimurti, Puspito; Radhi, Muhammad; Satyahadewi, Neva
Empiricism Journal Vol. 5 No. 2: December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i2.1770

Abstract

Penelitian ini menganalisis makna simbolis ornamentasi pada rumah tradisional Melayu dengan menggunakan pendekatan semiotika triadik Peirce. Tujuannya adalah untuk mengeksplorasi bagaimana elemen dekoratif merepresentasikan identitas budaya Melayu dan pengaruh nilai-nilai Islam. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan wawancara dengan pemilik rumah tradisional. Hasil penelitian mengidentifikasi lima kategori motif utama flora, fauna, alam, kaligrafi, dan geometris yang masing-masing mengandung nilai-nilai budaya dan religius. Temuan menunjukkan bahwa ornamentasi tidak hanya memperkaya estetika arsitektur, tetapi juga memainkan peran penting dalam melestarikan nilai sosial, spiritual, dan identitas komunitas Melayu. Penelitian ini menawarkan wawasan penting tentang bagaimana motif tradisional dapat diadaptasi dalam konteks modern untuk menjaga relevansi budaya di tengah arus globalisasi. Semiotic Analysis of Ornamentation in Traditional Malay Houses: The Influence of Islamic Culture and Malay CustomsAbstractThis study analyzes the symbolic meaning of ornamentation in traditional Malay houses using Peirce's triadic semiotic approach. The aim is to explore how decorative elements represent Malay cultural identity and Islamic values. Data were collected through field observation, visual documentation, and interviews with traditional house owners. The findings identify five main motif categories flora, fauna, nature, calligraphy, and geometric patterns each embodying cultural and religious values. Results show that ornamentation not only enriches architectural aesthetics but also plays a vital role in preserving social, spiritual, and communal identity within Malay communities. This research provides valuable insights into how traditional motifs can be adapted in modern contexts to maintain cultural relevance amid globalization.
Implementasi Relaksasi Otot Progresif terhadap Gangguan Mental Emosional Remaja Sari, Ni Wayan Nopita; Jayanti, Desak Made Ari Dwi; Wahyudi, Hendro; Laksmi, I Gusti Ayu Putu Satya; Sintari, Silvia Ni Nyoman
Empiricism Journal Vol. 5 No. 2: December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i2.1914

Abstract

Masalah kesehatan gangguan mental emosional yang dialami remaja cukup tinggi. Cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan mental emosional dengan relaksasi otot progresif. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh relaksasi otot progresif terhadap gangguan mental emosional remaja. Jenis penelitian pra eksperiment dengan rancangan one group pre-test post-test. Sampel dipilih dengan teknik purpusive sampling, yaitu siswa-siswi kelas XI MIPA disalah satu SMA Kabupaten Gianyar sebanyak 34 responden. kuesioner mengukur gangguan mental emosional menggunakan Self Reporting Questionnaire-29 (SRQ-29). Analisis data uji Wilcoxson Signed Rank Test dengan tingkat kepercayaan 95% (?=0.05), karena setelah dilakukan uji normalitas data dengan Shapiro-Wilk, data tersebut berdistribusi tidak normal. Hasil penelitian rata-rata nilai gangguan mental emosional sebelum diberikan perlakuan adalah 9,53 dan rata-rata setelah diberikan perlakuan adalah 7,32. Terdapat penurunan rerata gangguan mental emosional sejumlah 2,21 yang berarti bermakna. Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxson Signed Rank Test terdapat nilai p 0,000 bahwa ada pengaruh relaksasi otot progresif terhadap gangguan mental emosional pada remaja. Relaksasi otot progresif efektif menurunkan nilai gangguan mental emosional pada remaja. Disarankan kepada remaja untuk melakukan terapi relaksasi otot progresif untuk mengatasi gangguan mental emosional dan tetunya kesehatan mental akan semakin baik. Implementation of Progressive Muscle Relaxation Against Mental Emotional Disorders of AdolescentsAbstractThe health problems of emotional mental disorders experienced by teenagers are quite high. Ways that can be used to overcome emotional mental disorders are with progressive muscle relaxation. The research aims to determine the effect of progressive muscle relaxation on mental emotional disorders in adolescents. This type of research is pre-experimental with a one group pre-test post-test design. The sample was selected using a purpusive sampling technique, namely students from class XI MIPA at one of the high schools in Gianyar Regency, totaling 34 respondents. The questionnaire measures emotional mental disorders using the Self Reporting Questionnaire-29 (SRQ-29). Analysis of the Wilcoxson Signed Rank Test data with a confidence level of 95% (?=0.05), because after testing the data for normality with Shapiro-Wilk, the data was not normally distributed. The research results showed that the average score for emotional mental disorders before being given treatment was 9.53 and the average after being given treatment was 7.32. There was a decrease in the average of emotional mental disorders by 2.21, which was significant. The results of the analysis using the Wilcoxson Signed Rank Test showed a p value of 0.000 that there was an effect of progressive muscle relaxation on emotional mental disorders in adolescents. Progressive muscle relaxation is effective in reducing mental emotional disorders in adolescents. It is recommended for teenagers to carry out progressive muscle relaxation therapy to overcome emotional mental disorders and of course their mental health will improve.
Analisis Faktor Penyebab dan Dampak Budidaya Jagung di Kawasan Hutan Desa Talonang Baru Kabupaten Sumbawa Barat Putra, Arya Syah; Markum, Markum; Wulandari, Febriana Tri
Empiricism Journal Vol. 5 No. 2: December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i2.1916

Abstract

Budidaya jagung di kawasan hutan Desa Talonang Baru, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat, menjadi praktik yang meluas dan memberikan dampak signifikan terhadap lingkungan serta perekonomian lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab dan dampak dari kegiatan budidaya jagung tersebut, menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan DPSIR (Drivers, Pressures, State, Impact, Response). Sampel diambil secara acak dari 231 populasi petani, dengan 37 responden dipilih menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sosial, seperti ajakan antar kerabat dan budaya turun-temurun, serta faktor ekonomi, seperti harga jual jagung yang tinggi dan keterbatasan lapangan kerja alternatif, menjadi pendorong utama budidaya jagung di kawasan hutan. Kebijakan pengelolaan hutan yang memberikan akses mudah kepada petani juga berkontribusi pada alih fungsi lahan hutan. Luas lahan yang digunakan untuk budidaya jagung mencapai 168,45 hektar dari 446 hektar total kawasan hutan yang dikelola. Dampak lingkungan yang ditimbulkan meliputi erosi tanah, degradasi lahan, peningkatan suhu udara, serta berkurangnya populasi satwa liar seperti rusa dan babi. Krisis mata air juga terjadi akibat hilangnya tutupan vegetasi hutan. Meskipun ada upaya mitigasi, seperti penanaman pohon, praktik budidaya jagung terus berkembang. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan kebijakan lebih ketat untuk mengendalikan alih fungsi hutan, serta perluasan sistem agroforestry untuk mengurangi dampak lingkungan. Edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan hutan yang berkelanjutan juga sangat diperlukan. Analysis of the Causes and Impacts of Corn Cultivation in the Forest Area of Talonang Baru Village, West Sumbawa Regency Abstract Corn cultivation in the forest area of Talonang Baru Village, Sekongkang District, West Sumbawa Regency, has become a widespread practice, having a significant impact on both the environment and the local economy. This research aims to analyze the causes and impacts of this corn cultivation activity using a descriptive qualitative method and the DPSIR (Drivers, Pressures, State, Impact, Response) approach. Samples were randomly taken from a population of 231 farmers, with 37 respondents selected using the Slovin formula with a 15% margin of error. The results indicate that social factors, such as family encouragement and generational traditions, along with economic factors, such as the high selling price of corn and the lack of alternative job opportunities, are the main drivers of corn cultivation in the forest area. Forest management policies that provide easy access to farmers also contribute to the conversion of forest land. The area used for corn cultivation has reached 168.45 hectares out of a total of 446 hectares of managed forest. The environmental impacts include soil erosion, land degradation, increased air temperatures, and a reduction in wildlife populations such as deer and wild boar. A water crisis has also occurred due to the loss of forest vegetation cover. Despite mitigation efforts, such as tree planting, corn cultivation practices continue to expand. Based on these findings, stricter policies are needed to control forest land conversion, and agroforestry systems need to be expanded to reduce environmental impacts. Public education and increased awareness of the importance of sustainable forest management are also urgently needed.
Integrasi Kearifan Lokal dalam Kurikulum untuk Menumbuhkan Literasi Budaya Siswa: Kajian Etnopedagogis Khaeruman, Khaeruman; Suastra, I Wayan; Arnyana, Ida Bagus Putu; Suma, I Ketut; Mariam, Siti; Nurhidayati, Siti
Empiricism Journal Vol. 5 No. 2: December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i2.1998

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak integrasi kearifan lokal dalam kurikulum terhadap literasi budaya siswa di sekolah menengah atas. Menggunakan pendekatan campuran (mixed methods), data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara semi-terstruktur, observasi kelas, dan analisis dokumentasi kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam kurikulum memiliki dampak positif yang signifikan terhadap pemahaman siswa mengenai literasi budaya lokal, meningkatkan motivasi belajar, serta memperkuat identitas budaya siswa. Sebagian besar siswa (75%) menunjukkan pemahaman yang baik mengenai kearifan lokal, sementara 80% siswa merasa pembelajaran menjadi lebih menarik dan relevan. Selain itu, 70% siswa melaporkan peningkatan motivasi belajar. Wawancara dengan guru dan kepala sekolah mengungkapkan bahwa integrasi ini memudahkan siswa untuk memahami materi pelajaran melalui konteks budaya yang dikenal, meskipun terdapat tantangan dalam penyediaan sumber daya dan pelatihan guru. Observasi kelas menunjukkan peningkatan partisipasi siswa dan penggunaan metode pembelajaran kontekstual yang efektif. Dokumentasi kurikulum dan bahan ajar mendukung temuan bahwa kearifan lokal diintegrasikan dengan baik dalam berbagai mata pelajaran. Kesimpulannya, integrasi kearifan lokal dalam kurikulum dapat meningkatkan literasi budaya siswa. Integration of Local Wisdom in the Curriculum to Develop Students' Cultural Literacy: Ethnopedagogical StudiesAbstractThis study aims to explore the impact of local wisdom integration in the curriculum on students' cultural literacy in senior high schools. Using a mixed methods approach, data were collected through questionnaires, semi-structured interviews, classroom observations, and analysis of curriculum documentation. The results showed that the integration of local wisdom in the curriculum had a significant positive impact on students' understanding of local cultural literacy, increased learning motivation, and strengthened students' cultural identity. Most students (75%) showed a good understanding of local wisdom, while 80% of students felt that learning became more interesting and relevant. In addition, 70% of students reported increased learning motivation. Interviews with teachers and principals revealed that this integration made it easier for students to understand the subject matter through a familiar cultural context, despite challenges in providing resources and teacher training. Classroom observations showed increased student participation and the use of effective contextual learning methods. Curriculum documentation and teaching materials supported the findings that local wisdom was well integrated into various subjects. In conclusion, the integration of local wisdom in the curriculum can improve students' cultural literacy.
Pengaruh Variasi Komposisi Sekam Padi dan Arang Tempurung Kelapa terhadap Nilai Kalor dan Laju Pembakaran Biobriket Dewi, Nurul Yaqin Rusna; Ahzan, Sukainil; Pangga, Dwi
Empiricism Journal Vol. 5 No. 2: December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i2.2027

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi komposisi sekam padi (ASP) dan arang tempurung kelapa (ATK) terhadap karakteristik biobriket, seperti kadar air, kadar abu, densitas, nilai kalor, dan laju pembakaran. Variasi komposisi bahan adalah 0%-90% ASP dan 90%-0% ATK, dengan perekat tepung tapioka sebesar 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kalor tertinggi (9.034 kkal/g) ditemukan pada komposisi 45% ASP + 45% ATK, sementara laju pembakaran tertinggi (0,7254 g/menit) pada komposisi 90% ASP + 0% ATK. Biobriket dengan komposisi optimal (45% ASP + 45% ATK) memiliki keseimbangan antara nilai kalor tinggi dan pembakaran stabil. Semua sampel memenuhi standar SNI untuk kadar air (maksimal 8%) dan nilai kalor (minimal 5000 kkal/g). Penelitian ini menunjukkan potensi biobriket berbasis limbah pertanian sebagai bahan bakar alternatif yang berkelanjutan. The Effect of Rice Husk and Coconut Shell Charcoal Composition Variations on the Calorific Value and Combustion Rate of BiobriquettesAbstractThis study aims to evaluate the effect of rice husk (ASP) and coconut shell charcoal (ATK) composition variations on biobriquette characteristics, including moisture content, ash content, density, calorific value, and combustion rate. The composition variations ranged from 0%-90% ASP and 90%-0% ATK, with 10% tapioca starch as a binder. Results indicated the highest calorific value (9.034 kkal/g) at 45% ASP + 45% ATK, while the highest combustion rate (0.7254 g/min) was observed at 90% ASP + 0% ATK. Biobriquettes with an optimal composition (45% ASP + 45% ATK) achieved a balance of high calorific value and stable combustion. All samples met the SNI standards for moisture content (maximum 8%) and calorific value (minimum 5000 kkal/g). This study highlights the potential of agricultural waste-based biobriquettes as a sustainable alternative fuel source.
Pengembangan Media Pembelajaran Digital “Animals Education” Berbasis Power Point Dalam Meningkatkan Daya Retensi Siswa Kelas III SDN 1 Kuta Sobri, Muhammad; Indraswati, Dyah; Handika, Ilham; Widodo, Arif; Zain Amrullah, Lalu Wira
Empiricism Journal Vol. 5 No. 2: December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i2.2071

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang model pembeljaran digital Animals Education berbasis PPT dalam meningkatkan retensi siswa SDN 1 Kuta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development dengan menggunakan model ADDIE. Hasil dari setiap tahapan penelitian dirincikan sebagai berikut; pertama, pada tahap analysis dari hasil observasi ditemukan penggunaan media-media pembelajaran masih belum menggunakan media pembelajaran dalam betuk digital. Kedua, pada tahap desain dihasilkan pembaharuan model media pembelajaran digital animal education menjadi lebih praktis digunakan. Ketiga, pada tahap development dilakukan perubahan seperti penambahan fitur, perbaikan warna, penyesuaian font dan kosa kata yang selanjutnya dinilai oleh ahli media dan ahli materi dengan tingkat kelayakan 90% dan 82%. Keempat, pada tahap implementation yang melibatkan responden dari peserta didik dihasilkan tingkat kelayakan sebesar 88%. Kelima, tahapan terakhir yaitu tahap evaluation dengan meninjau kembali semua hasil yang diperoleh sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran digital animal education berbasis PPT layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran pada peserta didik kelas III Sekolah Dasar Negeri 1 Kuta. Development of Power Point-Based Digital Learning Media "Animals Education" to Increase the Retention of Class III Students at SDN 1 KutaAbstractThis study aims to design a PPT-based Animals Education digital learning model to improve student retention at SDN 1 Kuta. The method used in this study is Research and Development using the ADDIE model. The results of each stage of the study are detailed as follows; first, at the analysis stage from the observation results it was found that the use of learning media still did not use digital learning media. Second, at the design stage, a renewal of the animal education digital learning media model was produced to be more practical to use. Third, at the development stage, changes were made such as adding features, improving colors, adjusting fonts and vocabulary which were then assessed by media experts and material experts with a feasibility level of 90% and 82%. Fourth, at the implementation stage involving respondents from students, a feasibility level of 88% was produced. Fifth, the last stage is the evaluation stage by reviewing all the results obtained so that it can be concluded that the use of PPT-based animal education digital learning media is feasible to be used as a learning medium for grade III students at SDN 1 Kuta.
Analisis Pasar dan Segmentasi Konsumen untuk Pemasaran Gula Aren Semut Paputungan, Saldin; Mokoginta, M. N. Syafarin
Empiricism Journal Vol. 5 No. 2: December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i2.2165

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran digital dan segmentasi konsumen yang diterapkan oleh UMKM UD. Arya Krisna dalam memasarkan produk Gula Aren Semut di era digital. Metode kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber, termasuk laporan pemasaran, laporan keuangan, dan data pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital, seperti optimasi mesin pencari (SEO) dan penggunaan media sosial, secara signifikan meningkatkan keterlibatan konsumen dan penjualan. Segmentasi konsumen berdasarkan demografi dan perilaku digital, seperti konsumen yang peduli kesehatan dan lingkungan, membantu meningkatkan efektivitas kampanye pemasaran. Konten yang dihasilkan oleh pengguna (UGC) dan kolaborasi dengan influencer terbukti mampu memperkuat hubungan konsumen dan meningkatkan visibilitas merek. Meski demikian, tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan literasi digital masih menjadi hambatan yang harus diatasi. Penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya digitalisasi pemasaran untuk produk niche seperti Gula Aren Semut di pasar pedesaan, serta rekomendasi untuk UMKM serupa dalam menerapkan strategi pemasaran digital yang lebih efektif. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya analisis data yang berkelanjutan untuk memastikan keberhasilan jangka panjang. Market Analysis and Consumer Segmentation for the Marketing of Gula Aren Semut AbstractThis study aims to analyze the digital marketing strategies and consumer segmentation applied by the SME UD. Arya Krisna in marketing Gula Aren Semut in the digital era. A qualitative method was used to gather data from various sources, including marketing reports, financial records, and market data. The results indicate that digital marketing strategies, such as search engine optimization (SEO) and social media usage, significantly increase consumer engagement and sales. Consumer segmentation based on demographics and digital behavior, such as health-conscious and eco-conscious consumers, enhanced the effectiveness of marketing campaigns. User-generated content (UGC) and influencer collaborations were found to strengthen consumer relationships and increase brand visibility. However, challenges such as resource limitations and digital literacy remain barriers that need to be addressed. This study provides insights into the importance of digital marketing for niche products like Gula Aren Semut in rural markets, offering recommendations for similar SMEs to implement more effective digital marketing strategies. It also highlights the significance of continuous data analysis to ensure long-term success.
Analisis Pemasaran Jasa Pangkas Rambut untuk Meningkatkan Daya Saing pada UMKM Barbershop Sultan Kotamobagu Mokoginta, Moch. Natsir Syafarin; Mokoginta, Herry
Empiricism Journal Vol. 5 No. 2: December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i2.2166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran digital dan peningkatan kualitas layanan dalam rangka meningkatkan daya saing Barbershop Sultan di Kotamobagu, Sulawesi Utara. Metode kualitatif digunakan dengan wawancara mendalam terhadap pemilik dan karyawan barbershop untuk mendapatkan wawasan mengenai operasional dan strategi pemasaran yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial, khususnya Facebook dan Tiktok, secara efektif meningkatkan visibilitas merek dan keterlibatan pelanggan. Promosi melalui platform digital ini, seperti program loyalitas dan diskon, berhasil menarik pelanggan baru serta meningkatkan kunjungan ulang. Selain itu, peningkatan kualitas layanan yang meliputi keahlian tukang cukur, kebersihan, dan interaksi yang ramah turut berkontribusi dalam membangun loyalitas pelanggan. Pelanggan yang puas lebih cenderung merekomendasikan layanan kepada orang lain, sehingga memperkuat posisi Barbershop Sultan di pasar lokal Kotamobagu. Kesimpulannya, kombinasi pemasaran digital dan peningkatan kualitas layanan terbukti efektif dalam meningkatkan daya saing Barbershop Sultan. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi literatur UMKM di sektor jasa dan merekomendasikan studi lebih lanjut pada barbershop lain untuk memperluas generalisasi hasil. Marketing Analysis of Barbershop Services to Enhance Competitiveness in UMKM Barbershop Sultan Kotamobagu AbstractThis study aims to analyze digital marketing strategies and service quality improvements to enhance the competitiveness of Barbershop Sultan in Kotamobagu, North Sulawesi. A qualitative method was employed through in-depth interviews with the barbershop owner and staff to gain insights into their operations and marketing strategies. The results show that social media, particularly Facebook and Tiktok, effectively increased brand visibility and customer engagement. Digital promotions, such as loyalty programs and discounts, successfully attracted new customers and increased repeat visits. Additionally, service quality improvements, including barber skills, cleanliness, and friendly interactions, contributed to building customer loyalty. Satisfied customers were more likely to recommend the service to others, strengthening Barbershop Sultan's position in the local market. In conclusion, the combination of digital marketing and service quality enhancement has proven effective in boosting Barbershop Sultan's competitiveness. This study contributes to the literature on MSMEs in the service sector and recommends further studies on other barbershops to broaden the generalizability of the findings.