cover
Contact Name
Taufik Samsuri
Contact Email
empiric.journal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
empiric.journal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Empiricism Journal
ISSN : -     EISSN : 27457613     DOI : https://doi.org/10.36312/ej
Empiricism Journal was published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes empirical original research papers in the field of education and natural science.
Articles 328 Documents
Evaluasi Keberhasilan Inseminasi Buatan pada Sapi Bali di Desa Giri Tembesi, Kabupaten Lombok Barat Janah, Maratun; Suardika, I Gede Eka Bayu; Pratama, Indah Arry
Empiricism Journal Vol. 5 No. 2: December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i2.2527

Abstract

Desa Giri Tembesi, Kabupaten Lombok Barat, memiliki populasi sapi Bali yang signifikan dengan sebagian besar peternak menggunakan teknologi Inseminasi Buatan (IB). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat keberhasilan IB berdasarkan Conception Rate (CR), Service per Conception (S/C), dan Calving Interval (CI). Penelitian deskriptif kuantitatif dilakukan pada 100 peternak dengan data primer diperoleh melalui wawancara terstruktur. Hasil menunjukkan CR sebesar 42%, S/C rata-rata 1,96, dan CI rata-rata 13,33 bulan. Rendahnya CR menunjukkan perlunya peningkatan keterampilan inseminator dan manajemen deteksi birahi. Rekomendasi mencakup pelatihan inseminator, peningkatan nutrisi ternak, dan edukasi peternak untuk mendukung keberhasilan IB. Penelitian ini memberikan dasar bagi pengembangan strategi peningkatan produktivitas sapi Bali melalui teknologi reproduksi. Evaluation of Artificial Insemination Success in Bali Cattle in Giri Tembesi Village, West Lombok Regency AbstractGiri Tembesi Village, West Lombok Regency, has a significant population of Bali cattle, with most farmers utilizing Artificial Insemination (AI) technology. This study aimed to evaluate AI success rates based on Conception Rate (CR), Service per Conception (S/C), and Calving Interval (CI). A quantitative descriptive approach was conducted on 100 farmers, with primary data collected through structured interviews. Results showed a CR of 42%, an average S/C of 1.96, and an average CI of 13.33 months. The low CR indicates the need for improved inseminator skills and estrus detection management. Recommendations include inseminator training, enhanced cattle nutrition, and farmer education to support AI success. This study provides a foundation for developing strategies to improve Bali cattle productivity through reproductive technology.
Cost-Effectiveness Analysis Terapi Antidiabetik Kombinasi Obat Oral dengan Insulin Terhadap Penyakit Diabetes Melitus Tipe II Amnan, Amnan; Maharani, Baiq Fitria; Khasana, Hima Shafarotul
Empiricism Journal Vol. 5 No. 2: December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i2.2541

Abstract

Cost-Effectiveness Analysis merupakan analisis yang digunakan untuk membandingkan outcome kesehatan dan biaya serta digunakan untuk melakukan suatu alternatif pengobatan yang ditinjau dari prespektif rumah sakit, dimana keefektifan suatu terapi dengan cara membandingkan besar biaya yang dikeluarkan oleh pasien dengan presentase keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas biaya terapi antidiabetik kombinasi obat oral dengan insulin pada lansia di RSUD Gerung. Metode penelitian ini adalah Non-eksperimental dengan desain penelitian Deskriptif. Pada penelitian ini, data yang ditelusuri secara Cross-sectional dengan pendekatan Retrospektif yaitu data sekunder berupa data rekam medik dan data biaya pengobatan pasien. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 890 responden dengan jumlah sampel 90 sampel 90 (Slovin). Hasil penelitian menunjujjan bahwa kelompok terapi A yaitu efektivitas terapi mencapai 98%, Rata-rata biaya mencapai angka Rp.4.666.284 sehingga didapatkan nilai ACER Rp.47.615. Sedangkan kelompo kterapi B yaitu efektvitas terapi mencapai 96%, Rata-rata biaya mencapai Rp.4.733.793 dengan nilai ACER Rp.49.310. Oleh Karena itu, kelompok terapi A (Insulin-Metformin) lebih efektif dengan hasil efektivitas terapi 98% dengan total biaya rata-rata medis Rp.4.666.284 dan nilai ACER sebesar Rp.47.615. Cost-Effectiveness Analysis of Antidiabetic Therapy Combination of Oral Drugs with Insulin Against Type II Diabetes Mellitus AbstractCost-Effectiveness Analysis is an analysis used to compare health outcomes and costs and is used to carry out an alternative treatment reviewed from the perspective of the hospital, where the effectiveness of a therapy is by comparing the amount of costs incurred by patients with the percentage of success of therapy. This study aims to determine the cost effectiveness of antidiabetic therapy in combination with oral drugs and insulin in the elderly at Gerung Hospital. This research method is Non-experimental with a Descriptive research design. In this study, the data traced Cross-sectionally with a Retrospective approach, namely secondary data in the form of medical record data and patient treatment cost data. The population in this study amounted to 890 respondents with a sample size of 90 samples 90 (Slovin). The results of the study showed that therapy group A, namely the effectiveness of therapy reached 98%, the average cost reached Rp. 4,666,284 so that the ACER value was Rp. 47,615. While therapy group B, the effectiveness of therapy reached 96%, the average cost reached Rp. 4,733,793 with an ACER value of Rp. 49,310. Therefore, therapy group A (Insulin-Metformin) is more effective with a therapeutic effectiveness result of 98% with a total average medical cost of Rp. 4,666,284 and an ACER value of Rp. 47,615.
Tinjauan Filsafat Terhadap Strategi Adaptasi Nelayan Buruh Pada Musim Paceklik Husni, Syarif; Sarjan, Muhammad
Empiricism Journal Vol. 6 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v6i1.2420

Abstract

Penelitian ini menelaah strategi adaptasi nelayan buruh dalam menghadapi musim paceklik dari sudut pandang filsafat. Menggunakan metode studi literatur, data dikumpulkan dari berbagai sumber ilmiah yang relevan, termasuk jurnal terindeks Scopus dan Sinta, prosiding, dan buku akademik. Hasil kajian menunjukkan bahwa nelayan buruh mengembangkan berbagai strategi adaptasi seperti bekerja di luar sektor perikanan, melibatkan anggota keluarga untuk mencari nafkah, serta meminjam dana dari tetangga, juragan, dan koperasi. Dari perspektif filsafat, strategi adaptasi mencerminkan upaya manusia untuk bertahan dalam menghadapi perubahan, serta menunjukkan pentingnya pemikiran reflektif dan kolaboratif dalam merespons tantangan hidup. Kajian ini menekankan bahwa adaptasi merupakan bagian integral dari eksistensi manusia yang dinamis dan terus berkembang. Philosophical Review of Fishermen Laborer Adaptation Strategies in the Lean Season AbstractThis study explores the adaptation strategies of labor fishermen during the lean season from a philosophical perspective. Employing a literature review method, data were gathered from various scientific sources, including Scopus-indexed and Sinta-accredited journals, proceedings, and academic books. The findings reveal that labor fishermen adopt several adaptive strategies such as working outside the fishing sector, involving family members to earn income, and borrowing money from neighbors, middlemen, and cooperatives. Philosophically, these adaptation strategies reflect human efforts to survive amid change and highlight the importance of reflective and collaborative thinking in facing life challenges. The study emphasizes that adaptation is an essential part of human existence that is dynamic and constantly evolving.
Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Mata Pelajaran Geografi Saina, Alfiani Asnita; Kurniawati, Dwi; Putra, Dwi Fauzia
Empiricism Journal Vol. 6 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v6i1.2611

Abstract

Model Problem Based Learning (PBL) berkaitan erat dengan hasil belajar siswa. Model ini mendorong siswa untuk belajar secara aktif dan kolaborasi dalam menyelesaikan masalah kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem-Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar siswa kelas X dalam mata pelajaran Geografi. Model PBL merupakan model pembelajaran yang menekankan pada pemecahan masalah nyata untuk meningkatkan keterampilan berpikir dan pemahaman konsep siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Sampel penelitian yang digunakan terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol dimana kelas eksperimen menerapkan model PBL dalam proses pembelajaran sedangkan kelas kontrol menerapkan metode pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar, kemudian teknik analisis data menggunakan uji statistik t-test untuk melihat perbedaan hasil belajar antara kedua kelompok. Berdasarkan hasil uji-t diperoleh nilai p-value (2-tailed) = 0,000 yaitu lebih kecil dari tingkat signifikan 0,05 (P < 0,05). Hal ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa model PBL memiliki pengaruh yang signifikan dalam peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran geografi. The Influence of the Problem-Based Learning Model on the Learning Outcomes of Grade X Students in the Subject of Geography AbstractThe Problem-Based Learning (PBL) model is closely related to student learning outcomes. This model encourages students to learn actively and collaborate in solving real-life problems. This study aims to determine the influence of the Problem-Based Learning (PBL) model on the learning outcomes of Grade X students in the subject of Geography. PBL is a learning model that emphasizes solving real-world problems to improve students’ thinking skills and conceptual understanding. The method used in this study is a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group design. The research sample consisted of two classes: an experimental class and a control class. The experimental class implemented the PBL model during the learning process, while the control class used conventional learning methods. Data collection techniques were carried out through learning outcome tests, and data analysis techniques employed a statistical t-test to determine differences in learning outcomes between the two groups. Based on the results of the t-test, the p-value (2-tailed) = 0.000, which is smaller than the significance level of 0.05 (P < 0.05). This indicates that there is a significant difference in student learning outcomes between the experimental class and the control class. Thus, it can be concluded that the PBL model has a significant influence on improving student learning outcomes in the subject of Geography.
Peran Perawat dalam Proses Tindakan Rehabilitatif Pasien Pasca Stroke di RSUD dr. Moewardi Surakarta Anggraini, Aulia; Rahmasari, Ikrima; Firdaus, Insanul
Empiricism Journal Vol. 6 No. 3: September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/41a37262

Abstract

Stroke merupakan masalah kesehatan global dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi, sering kali mengakibatkan disabilitas jangka panjang. Perawat memiliki peran krusial dalam proses rehabilitasi pasca-stroke, yang mencakup tahap akut hingga pemulihan fungsional di rumah. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan peran perawat dalam rehabilitasi pasien pasca-stroke di RSUD dr. Moewardi Surakarta serta faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaan peran tersebut. Metode yang digunakan adalah wawancara terpusat (focused interviews) dengan empat perawat rehabilitatif yang berpengalaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawat memiliki peran aktif dalam edukasi rehabilitasi, pelatihan keluarga, koordinasi perawatan, implementasi terapi fisik (terutama latihan Range of Motion/ROM), serta pemantauan dan evaluasi hasil rehabilitasi. Tantangan utama yang dihadapi termasuk persepsi yang tidak realistis dari pasien dan keluarga, penanganan kasus kontraktur otot, serta keterbatasan sumber daya. Meskipun demikian, penggunaan teknologi digital dan kolaborasi tim medis terbukti menjadi kunci keberhasilan rehabilitasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran multidimensional perawat dalam meningkatkan kualitas hidup pasien pasca-stroke. The Role of Nurses in the Rehabilitation Process for Post-Stroke Patients at RSUD dr. Moewardi surakarta Abstract Stroke is a global health issue with high morbidity and mortality rates, often resulting in long-term disability. Nurses play a crucial role in the post-stroke rehabilitation process, ranging from the acute phase to functional recovery at home. This qualitative study aims to explore and describe the role of nurses in the rehabilitation of post-stroke patients at RSUD dr. Moewardi Surakarta, as well as the factors influencing the execution of this role. The research method employed focused interviews with four experienced rehabilitation nurses. The findings indicate that nurses play an active role in rehabilitation education, family training, care coordination, implementation of physical therapy (particularly Range of Motion/ROM exercises), and monitoring and evaluating rehabilitation outcomes. Major challenges include unrealistic perceptions from patients and families, handling specific cases such as muscle contractures, and resource management. However, the use of digital technology and medical team collaboration have proven to be key factors for success. This study emphasizes the multidimensional role of nurses in improving the quality of life for post-stroke patients.
Analisis Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM) pada Usaha Kerajinan Bambu Lapalelo, Beatrix; Imran, Treesje; Saruan, Tirsa Julianti
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/e9k8pg15

Abstract

UMKM merupakan sektor penting dalam perekonomian Indonesia, namun masih menghadapi kendala serius dalam pengelolaan keuangan, terutama rendahnya literasi akuntansi dan minimnya pemanfaatan teknologi digital. Namun belum banyak studi yang fokus pada implementasi Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) pada sektor kerajinan berbasis budaya lokal seperti bambu di Tomohon. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan SAK EMKM melalui akuntansi digital dalam meningkatkan tata kelola keuangan UMKM kerajinan bambu di Desa Kinilow, Kota Tomohon. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan dua informan utama, yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengrajin bambu belum menerapkan pencatatan keuangan sesuai SAK EMKM dan masih mencampurkan keuangan usaha dengan pribadi, sehingga laba tidak terukur secara akurat. Melalui penerapan aplikasi akuntansi digital sederhana seperti BukuKas, diperoleh laporan keuangan yang menunjukkan posisi keuangan dan laba bersih sebesar Rp8.900.000 per periode. kemuan ini menunjukkan bahwa akuntansi digital berbasis SAK EMKM mampu meningkatkan efisiensi pencatatan, transparansi, dan kualitas pengambilan keputusan. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi keuangan, pelatihan penggunaan aplikasi akuntansi digital, serta pendampingan berkelanjutan bagi UMKM kerajinan bambu agar mampu mengelola keuangan secara profesional dan berdaya saing. Analysis of the Application of Financial Accounting Standards for Micro, Small and Medium Entities (SAK EMKM) in Bamboo Craft Businesses Abstract Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are an essential sector in Indonesia’s economy; however, they continue to face serious challenges in financial management, particularly due to low accounting literacy and limited use of digital technology. Nevertheless, few studies have focused on the implementation of the Financial Accounting Standards for Micro, Small, and Medium Entities (SAK EMKM) in craft industries based on local cultural traditions, such as bamboo craftsmanship in Tomohon. This study aims to analyze the application of SAK EMKM through digital accounting in improving financial governance among bamboo craft MSMEs in Kinilow Village, Tomohon City. The research employed a qualitative case study approach involving two main informants selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, and analyzed using an interactive model. The findings reveal that bamboo artisans have not yet applied financial recording in accordance with SAK EMKM and still mix business and personal finances, resulting in inaccurate profit measurement. By utilizing a simple digital accounting application such as BukuKas, financial reports were produced showing the financial position and a net profit of IDR 8,900,000 per period. These findings indicate that digital accounting based on SAK EMKM can enhance the efficiency of financial recording, transparency, and the quality of decision-making. This study emphasizes the importance of improving financial literacy, providing training on digital accounting applications, and ensuring continuous mentoring for bamboo craft MSMEs to enable professional and competitive financial management.
Kepemimpinan Partisipatif Dan Etos Kerja Kolektif: Identitas Manajemen Pada Tradisi Mapalus Minahasa Ngala, Erna; Mambu, Laurens; Imran, Treesje
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/bads4326

Abstract

Kearifan Kearifan lokal Mapalus di Minahasa merepresentasikan sistem sosial-ekonomi berbasis gotong royong yang telah lama menjadi ciri budaya masyarakat setempat. Meskipun berbagai studi sebelumnya telah membahas Mapalus sebagai bentuk solidaritas sosial, masih terdapat celah penelitian terkait bagaimana nilai-nilai tersebut diartikulasikan dalam konteks kepemimpinan partisipatif dan etos kerja kolektif sebagai identitas manajemen komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kepemimpinan partisipatif dan etos kerja kolektif berfungsi sebagai identitas manajemen dalam budaya Mapalus. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi, melibatkan 15 informan kunci yang terdiri atas tokoh adat, kepala jaga, dan anggota kelompok Mapalus di tiga desa di Kabupaten Minahasa. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipan selama tiga bulan, serta studi dokumentasi terhadap arsip dan naskah budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan dalam Mapalus bersifat partisipatif dan egaliter, menekankan musyawarah, keadilan, dan tanggung jawab bersama dalam pembagian tugas. Mekanisme kontrol sosial dijalankan melalui norma adat dan nilai resiprositas moral yang memperkuat disiplin kolektif. Etos kerja kolektif yang terbentuk mencerminkan identitas manajemen khas Minahasa, yaitu bekerja sebagai ibadah sosial, solidaritas sebagai modal utama, dan keadilan sebagai bentuk timbal balik moral. Temuan ini memperluas pemahaman tentang manajemen berbasis budaya dengan menunjukkan bahwa Mapalus tidak hanya berperan dalam aktivitas ekonomi, tetapi juga berfungsi sebagai sistem manajemen sosial yang memperkuat kohesi komunitas dan ketahanan budaya. Penelitian ini membuka ruang bagi pengembangan model manajemen partisipatif berbasis kearifan lokal dalam konteks pembangunan masyarakat Indonesia. Participatory Leadership and Collective Work Ethic: Management Identity in the Mapalus Tradition of Minahasa   Abstract The local wisdom of Mapalus in Minahasa represents a socio-economic system based on mutual cooperation, which has long been a defining feature of the local community’s culture. Although previous studies have discussed Mapalus as a form of social solidarity, there remains a research gap concerning how these values are articulated within the context of participatory leadership and collective work ethic as a form of community management identity. This study aims to analyze how participatory leadership and collective work ethic function as management identities within the Mapalus culture. The research employed a qualitative descriptive method with an ethnographic approach, involving 15 key informants consisting of traditional leaders, neighborhood heads (kepala jaga), and members of Mapalus groups across three villages in Minahasa Regency. Data were collected through in-depth interviews, participant observation conducted over three months, and documentation studies of local cultural archives and manuscripts. The results show that leadership within Mapalus is participatory and egalitarian, emphasizing deliberation, fairness, and shared responsibility in task distribution. Social control mechanisms are maintained through customary norms and moral reciprocity values that reinforce collective discipline. The collective work ethic that emerges reflects a distinctive Minahasan management identity—working as a form of social devotion, solidarity as the main capital, and justice as a manifestation of moral reciprocity. These findings expand the understanding of culture-based management by demonstrating that Mapalus not only functions in economic activities but also serves as a social management system that strengthens community cohesion and cultural resilience. The study opens opportunities for developing participatory management models grounded in local wisdom within the context of Indonesian community development.
Strategi Pengembangan Usaha Tani (On Farm) Kopi Robusta di Kecamatan Gunung Raya Kabupaten Kerinci Primasari, Herlina; Wahyuni, Ira; Suandi, Suandi
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/tpfc1956

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Gunung Raya, yang merupakan sentra utama produksi kopi robusta di Kabupaten Kerinci, dengan tujuan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting dan tantangan utama dalam pengembangan kopi robusta, menganalisis faktor internal dan eksternal yang memengaruhi daya saing usahatani, serta merumuskan prioritas strategi pengembangan berkelanjutan berbasis hasil analisis SWOT dan AHP. Penentuan responden dilakukan secara purposive dengan teknik snowball sampling menggunakan data primer dan sekunder yang dianalisis secara deskriptif, SWOT, dan AHP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun usahatani kopi robusta di Kecamatan Gunung Raya masih didominasi oleh petani kecil dengan lahan rata-rata 0,5–2 hektar dan sistem produksi tradisional, terdapat potensi besar untuk pengembangan melalui penguatan kelembagaan petani, peningkatan kualitas pascapanen, dan perluasan akses pasar. Analisis SWOT dan AHP mengidentifikasi tiga strategi prioritas, yaitu peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan budidaya dan manajemen usaha tani, pengembangan kemitraan dengan pihak swasta dan koperasi untuk memperkuat rantai nilai kopi, serta promosi kopi robusta Gunung Raya sebagai produk unggulan daerah berbasis indikasi geografis. Implikasi kebijakan dari hasil penelitian ini menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan infrastruktur pertanian, program pembinaan petani, serta fasilitasi sertifikasi mutu dan pemasaran agar kopi robusta Gunung Raya mampu bersaing di pasar nasional dan internasional. Development Strategy of Robusta Coffee Farming (On-Farm) in Gunung Raya District, Kerinci Regency Abstract This study was conducted in Gunung Raya District, the main center of robusta coffee production in Kerinci Regency, with the objectives of identifying the existing conditions and key challenges in the development of robusta coffee, analyzing internal and external factors affecting the competitiveness of coffee farming, and formulating priority strategies for sustainable development based on SWOT and AHP analyses. Respondents were selected purposively using the snowball sampling technique, and both primary and secondary data were analyzed descriptively using SWOT and AHP methods. The results indicate that although robusta coffee farming in Gunung Raya District is still dominated by small-scale farmers with an average land area of 0.5–2 hectares and traditional production systems, there is great potential for development through strengthening farmer institutions, improving post-harvest quality, and expanding market access. The SWOT and AHP analyses identified three priority strategies: enhancing farmers’ capacity through training in cultivation and farm management, developing partnerships with private sectors and cooperatives to strengthen the coffee value chain, and promoting Gunung Raya robusta coffee as a regional superior product with geographical indication. The policy implications highlight the importance of local government support in providing agricultural infrastructure, farmer development programs, and facilitating quality certification and marketing so that Gunung Raya robusta coffee can compete effectively in national and international markets.
Menggagas Model Student-Centered Learning dalam Pembelajaran PAI di Pesantren Lombok Utara Paridi, Paridi; Muhammad, Muhammad; Ahyar, Ahyar
Empiricism Journal Vol. 6 No. 3: September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/mt0a5x85

Abstract

Pesantren di Lombok Utara memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter, moralitas, dan identitas keislaman masyarakat Sasak. Namun, hingga kini sistem pembelajarannya masih didominasi pendekatan teacher-centered, sementara penerapan Student-Centered Learning (SCL) dalam konteks pesantren belum banyak dikaji secara sistematis. Sebagian besar penelitian terdahulu berfokus pada madrasah atau sekolah umum, tanpa menelaah integrasi pedagogi modern dengan tradisi keilmuan Islam klasik (turats). Kesenjangan ini menunjukkan adanya kebutuhan akan model konseptual yang mampu menjembatani tradisi pesantren dengan tuntutan kompetensi abad ke-21.Penelitian ini menggunakan pendekatan konseptual kritis dengan metode telaah pustaka sistematis terhadap 32 sumber ilmiah nasional dan internasional. Sintesis teori dilakukan melalui triangulasi teori, yang melibatkan konstruktivisme, teori kognitif sosial, dan filsafat pendidikan Islam; serta triangulasi empiris dan kontekstual berdasarkan studi implementasi SCL di madrasah dan pesantren Indonesia. Proses analisis dilakukan secara deduktif-komparatif untuk mengidentifikasi pola kesesuaian dan peluang adaptasi model pembelajaran.Hasil penelitian menghasilkan empat model konseptual integratif, yaitu, Blended Learning Pesantren, Problem-Based Learning Islami (PBL-I), Peer Teaching Terstruktur, dan Proyek Sosial Keagamaan (Service Learning Islami). Keempat model ini dirancang untuk memperkuat keterlibatan aktif, kolaborasi sosial, serta refleksi spiritual santri dengan tetap berlandaskan nilai-nilai pesantren. Validasi argumentatif menunjukkan bahwa model SCL-Pesantren memiliki konsistensi teoritis, relevansi empiris, dan potensi implementatif tinggi dalam konteks pendidikan Islam lokal.Penelitian ini menutup celah akademik dalam studi integrasi pedagogi Islam dan SCL, sekaligus memberikan kerangka konseptual berbasis bukti (evidence-based conceptual framework) untuk pengembangan kurikulum pesantren yang adaptif terhadap tantangan era digital dan pembelajaran abad ke-21. Gagging a Student-Centered Learning Model in Islamic Education Learning at Islamic Boarding Schools in North Lombok Abstract Islamic boarding schools in North Lombok have a strategic role in shaping the character, morality, and Islamic identity of the Sasak community. However, until now, the learning system is still dominated by a teacher-centered approach, while the application of Student-Centered Learning (SCL) in the context of pesantren has not been studied systematically. Most previous research has focused on madrassas or public schools, without examining the integration of modern pedagogy with classical Islamic scientific traditions (turats). This gap shows the need for a conceptual model that is able to bridge the tradition of pesantren with the demands of 21st century competencies. This study uses a critical conceptual approach with a systematic literature review method on 32 national and international scientific sources. The synthesis of theories is carried out through theoretical triangulation, which involves constructivism, social cognitive theory, and Islamic philosophy of education; and empirical and contextual triangulation based on SCL implementation studies in Indonesian madrassas and Islamic boarding schools. The analysis process was carried out in a deductive-comparative manner to identify patterns of suitability and opportunities for adaptation of the learning model. The results of the research produced four integrative conceptual models, namely, Blended Learning Islamic Boarding School, Islamic Problem-Based Learning (PBL-I), Structured Peer Teaching, and Socio-Religious Project (Islamic Service Learning). These four models are designed to strengthen active involvement, social collaboration, and spiritual reflection of students while still being based on pesantren values. Argumentative validation shows that the SCL-Pesantren model has theoretical consistency, empirical relevance, and high implementability potential in the context of local Islamic education. This research closes the academic gap in the study of the integration of Islamic pedagogy and SCL, while providing an evidence-based conceptual framework for the development of Islamic boarding school curricula that are adaptive to the challenges of the digital era and 21st century learning.
Pendidikan Agama Islam Berwawasan Global Sebagai Paradigma Respon Terhadap Globalisasi Dan Digitalisasi Juliadi, Juliadi; Muhammad, Muhammad; Ahyar, Ahyar
Empiricism Journal Vol. 6 No. 3: September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/hngvpx30

Abstract

Penelitian ini bertujuan merumuskan paradigma Pendidikan Agama Islam (PAI) berwawasan global-transformatif yang mengintegrasikan spiritualitas kontekstual, literasi digital etis, dan kompetensi reflektif. Studi terdahulu menunjukkan tiga keterbatasan utama: (1) fokus normatif pada pelestarian nilai tanpa refleksi adaptif, (2) adopsi teknologi tanpa kajian etis dan spiritual, dan (3) fragmentasi antara kajian nilai dan kompetensi global, sehingga belum ada model konseptual yang menghubungkan ketiga ranah tersebut secara simultan. Penelitian ini mengisi research gap tersebut dengan menawarkan kerangka konseptual yang memandang PAI sebagai ruang dialektika antara nilai keislaman, teknologi, dan keterampilan berpikir kritis, bukan sebagai entitas terpisah. Analisis literatur primer dan sekunder (2019–2024) menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital dalam pembelajaran PAI, pembaruan kurikulum abad ke-21, dan dampak globalisasi terhadap identitas keislaman generasi muda masih jarang dikaitkan dengan dimensi reflektif-spiritual secara sistemik. Paradigma global-transformatif yang diusulkan memperluas wacana epistemologi pendidikan Islam dengan menegaskan literasi digital sebagai bagian integral dari integrasi ilmu dan nilai, sekaligus menawarkan arah praktis bagi pengembangan kurikulum dan strategi pembelajaran yang adaptif, etis, dan kontekstual. Temuan ini memiliki implikasi teoretis bagi kerangka akademik PAI dan implikasi praktis bagi guru, lembaga pendidikan, serta kebijakan pendidikan Islam di era Society 5.0. Global-Minded Islamic Religious Education as a Response Paradigm to Globalization and Digitalization Abstract This study aims to formulate a global-transformative paradigm for Islamic Religious Education (PAI) that integrates contextualized spirituality, ethical digital literacy, and reflective competence. Previous studies reveal three main limitations: (1) a normative focus on preserving values without adaptive reflection, (2) the adoption of technology without ethical and spiritual considerations, and (3) fragmentation between value studies and global competence, leaving a gap in conceptual models that simultaneously link these three domains. This research addresses this research gap by proposing a conceptual framework that views PAI as a dialectical space where Islamic values, technology, and critical thinking skills mutually shape one another, rather than functioning as separate entities. Analysis of primary and secondary literature (2019–2024) indicates that the integration of digital technology in PAI, 21st-century curriculum updates, and the impact of globalization on Islamic identity are rarely connected to reflective-spiritual dimensions systematically. The proposed global-transformative paradigm extends the discourse on Islamic educational epistemology by positioning digital literacy as an integral part of the integration between knowledge and values, while also offering practical guidance for curriculum development and adaptive, ethical, and contextual teaching strategies. These findings have theoretical implications for academic frameworks in PAI and practical implications for teachers, educational institutions, and Islamic education policy in the era of Society 5.0.