cover
Contact Name
Taufik Samsuri
Contact Email
empiric.journal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
empiric.journal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Empiricism Journal
ISSN : -     EISSN : 27457613     DOI : https://doi.org/10.36312/ej
Empiricism Journal was published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes empirical original research papers in the field of education and natural science.
Articles 328 Documents
Potensi Squalen dalam Anti-aging: Tinjauan Literatur Review Arumsari, Putri; Tajudin, Tatang; Indratmoko, Septiana; Issusilaningtyas, Elisa
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/skqxqk05

Abstract

Penuaan kulit semakin mendapat perhatian, namun pemahaman tentang peran senyawa alami sebagai agen anti-aging masih perlu diperdalam. Squalene, senyawa triterpen hidrokarbon alami (C30H50) yang ditemukan dalam minyak hati ikan hiu, minyak zaitun, amaranth, dedak padi, serta mikroba rekayasa genetik, menarik perhatian sebagai bahan aktif anti-aging alami. Kajian ini bertujuan menganalisis kandungan aktif, mekanisme kerja, bentuk konsumsi, dan bukti ilmiah squalene dalam potensi anti-aging melalui pendekatan systematic literature review. Penelitian ini menganalisis 14 artikel dari bidang kosmetologi, dermatologi, dan bioteknologi farmasi (2016-2025), yang sebagian besar merupakan penelitian eksperimental (in vitro, ex vivo, dan in vivo) serta beberapa studi klinis awal. Hasil menunjukkan bahwa squalene bekerja melalui empat mekanisme utama: aktivitas antioksidan (menetralkan ROS, menekan MMP-1, mengaktifkan jalur Nrf2/ARE), antiinflamasi (menghambat NF-KB dan sitokin proinflamasi), fotoprotektif (mencegah peroksidasi lipid akibat UV), dan regeneratif (menstimulasi TGF-B untuk pembentukan kolagen). Formulasi nanoemulsi dan oleogel berbasis squalene efektif meningkatkan kondisi kulit. Squalene nabati, seperti dari minyak zaitun dan amaranth, menunjukkan efektivitas setara dengan sumber hewani, mendukung keberlanjutan dan etika produksi kosmetik. Squalene berpotensi sebagai bahan aktif anti-aging generasi baru yang aman, efektif, dan ramah lingkungan, namun kajian lebih lanjut diperlukan untuk menilai efektivitas jangka panjang dan dosis optimalnya. The Potential of Squalene in Anti-aging: A Literature Review Abstract Skin aging is becoming an increasingly recognized issue, but understanding the role of natural compounds as anti-aging agents still requires further exploration. Squalene, a natural triterpene hydrocarbon (C30H50) found in shark liver oil, olive oil, amaranth, rice bran, and genetically engineered microbes, has gained attention as a natural anti-aging active ingredient. This review aims to analyze the active content, mechanisms of action, consumption forms, and scientific evidence supporting the anti-aging potential of squalene through a systematic literature review approach. The study analyzes 14 articles from the fields of cosmetology, dermatology, and pharmaceutical biotechnology (2016-2025), mostly experimental research (in vitro, ex vivo, and in vivo) supported by some early clinical studies. The results show that squalene works through four main mechanisms: antioxidant activity (neutralizing ROS, inhibiting MMP-1, activating Nrf2/ARE pathway), anti-inflammatory (inhibiting NF-KB and pro-inflammatory cytokines), photoprotective (preventing lipid peroxidation due to UV), and regenerative (stimulating TGF-B for collagen formation). Squalene-based nanoemulsion and oleogel formulations effectively improve skin conditions. Plant-based squalene, such as from olive oil and amaranth, shows comparable effectiveness to animal sources, supporting sustainability and ethical considerations in modern cosmetic production. Overall, squalene has great potential as a new generation of safe, effective, and environmentally friendly anti-aging active ingredients, though further studies are needed to assess long-term effectiveness and optimal dosages.
Komunikasi Ritual pada Prosesi Adat Memarek sebagai BentukAdopsi Budaya Bali di Kabupaten Lombok Utara Miharja, Dian lestari; Paramita, Eka Putri; Sutarini, Ida ayu; Maulida, Novita; Sidartha, Yulanda Trisula
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/aczxgw51

Abstract

Penelitian "Komunikasi Ritual pada Prosesi Adat Memarek sebagai bentuk adopsi budaya bali di kabupaten lombok utara" memiliki sasaran untuk meneliti makna dari komunikasi ritual serta simbol yang ada di dalam tradisi Memarek yang merupakan bentuk dari salah satu akulturasi budaya bali yaitu ritual metatah. Ritual ini dilakukan untuk mengungkapkan rasa syukur, doa untuk keselamatan, dan permohonan berkah terkhusus bagi anak perempuan yang akan menginjak dewasa. Walaupun terdapat perbedaan kepercayaan di kalangan masyarakat namun tradisi ini dapat bertahan hingga saat ini. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori interaksi simbolik untuk memahami makna dari simbol dan interaksi sosial dalam setiap tahapan proses ritual yang dilaksanakan. Pengumpulan data yang dilakukan dengan melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok (FGD) dengan mengundang beberapa tokoh adat, masyarakat dan beberapa pihak yang terlibat dalam tradisi terkait di Desa Tegal maja, Dusun Leong Timur, Kabupaten Lombok Utara. Selain itu untuk menganalisis data digunakan metode Miles dan Huberman yang terdiri atas reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini yaitu (1) Terdapat proses adopsi budaya pada prosesi tradisi mengasah gigi yang merupakan salah satu rangkaian tradisi memarek. Tradisi mengasah gigi sangat lekat dengan budaya bali yaitu (2) Adopsi budaya yang terjadi dianalisis menggunakan teori akulturasi budaya dan teridentifikasi dengan strategi integrasi budaya. (3) Komunikasi ritual pada proses integrasi budaya, terdapat 3 hal yang menjadi perhatian penelitian yaitu (a) persilangan unsur budaya (tradisi dan ritual), (b) proses ritual,  (C) proses interaksi. Ritual Communication in the Memarek Traditional Procession as a Form of Balinese Cultural Adoption in North Lombok Regency Abstract The research "Ritual Communication in the Memarek Traditional Procession as a form of Balinese cultural adoption in North Lombok Regency" aims to examine the meaning of ritual communication and symbols in the Memarek tradition, which is a form of Balinese cultural acculturation, namely the metatah ritual. This ritual is carried out to express gratitude, prayers for safety, and requests for blessings, especially for girls who are about to reach adulthood. Although there are differences in beliefs among the community, this tradition can survive until now. This research uses a descriptive qualitative approach method with symbolic interaction theory to understand the meaning of symbols and social interactions in each stage of the ritual process carried out. Data collection was carried out through in-depth interviews and focus group discussions (FGD) by inviting several traditional leaders, the community and several parties involved in related traditions in Tegal Maja Village, Leong timur Hamlet, North Lombok Regency. In addition, to analyze the data, the Miles and Huberman method was used, consisting of reduction, presentation, and drawing conclusions. The results of this study are (1) There is a process of cultural adoption in the tooth sharpening tradition procession which is one of the series of the marek tradition. The tradition of sharpening teeth is closely linked to Balinese culture, namely (2) The cultural adoption that occurs is analyzed using the theory of cultural acculturation and identified with cultural integration strategies. (3) Ritual communication in the cultural integration process, there are 3 things that are the focus of research, namely (a) the intersection of cultural elements (tradition and ritual), (b) the ritual process, (c) the interaction process.
Coping Mechanism Taruna Sekolah Kedinasan dalam Menghadapi Tuntutan Akademik dan Disiplin Semi-Militer: Studi Kualitatif Nafis, Ananta; Robbi, Achmad; Simada, Brema; Ulum, Bahrul; Surbakti, Angelica Agitha; Ramadhan, Rayyan
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jhzzvd32

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis coping mechanism yang digunakan oleh taruna sekolah kedinasan dalam menghadapi tuntutan akademik dan kedisiplinan semi-militer. Pola pendidikan di sekolah kedinasan menuntut kesiapan fisik, mental, dan emosional yang tinggi sehingga berpotensi menimbulkan stres jika tidak dikelola secara adaptif. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh taruna Politeknik Pengayoman Indonesia. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik melalui tiga tahap coding (open, axial, dan selective). Hasil penelitian menunjukkan bahwa taruna mengembangkan strategi coping yang bersifat adaptif dan dinamis dengan menggabungkan problem-focused coping dan emotion-focused coping. Tekanan akademik, fisik, sosial, dan tanggung jawab jabatan menjadi sumber stres utama yang dihadapi. Taruna cenderung melakukan reappraisal positif terhadap tekanan yang dialami, memandangnya sebagai tantangan untuk memperkuat karakter dan profesionalisme. Faktor-faktor seperti tanggung jawab, optimisme, dan kecerdasan emosional menjadi komponen penting yang memperkuat efektivitas coping. Temuan ini memperkuat teori Transactional Model of Stress and Coping (Lazarus & Folkman, 1984) serta teori adaptive coping (Carver, Scheier, & Weintraub, 1989), dan menegaskan bahwa coping dalam konteks pendidikan semi-militer tidak hanya berfungsi sebagai respon terhadap stres, tetapi juga sebagai mekanisme pembentukan karakter dan ketahanan mental taruna. Coping Mechanisms of Cadets in Government Training Institutions in Facing Academic Demands and Semi-Military Discipline: a Qualitative Study Abstract This study aims to analyze the coping mechanisms used by cadets at civil service academies in facing academic demands and semi-military discipline. The educational model at civil service academies requires high physical, mental, and emotional readiness, which can potentially cause stress if not managed adaptively. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews with ten cadets from the Indonesian Civil Service Polytechnic. Data analysis was conducted using thematic analysis techniques through three stages of coding (open, axial, and selective). The results of the study show that cadets develop adaptive and dynamic coping strategies by combining problem-focused coping and emotion-focused coping. Academic, physical, social, and job responsibilities are the main sources of stress they face. Cadets tend to reappraise the pressures they experience positively, viewing them as challenges to overcome. The results of the study show that cadets develop adaptive and dynamic coping strategies by combining problem-focused coping and emotion-focused coping. Academic, physical, social, and job responsibilities are the main sources of stress they face. Cadets tend to reappraise the pressures they experience positively, viewing them as challenges to strengthen their character and professionalism. Factors such as responsibility, optimism, and emotional intelligence are important components that strengthen the effectiveness of coping. These findings reinforce the Transactional Model of Stress and Coping (Lazarus & Folkman, 1984) and adaptive coping theory (Carver, Scheier, & Weintraub, 1989), and confirm that coping in a semi-military educational context not only functions as a response to stress, but also as a mechanism for character building and mental resilience among cadets.
Strategi Pembelajaran Inklusi untuk Anak dengan Speech Delay melalui Pendekatan Visual dan Taktil Rayani, Dewi; Garnika, Eneng; Rohiyatun, Baiq
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/gv446r83

Abstract

Anak dengan keterlambatan bicara di kelas inklusif sering menghadapi kesulitan dalam memahami instruksi verbal dan mengekspresikan diri, yang dapat menghambat perkembangan akademik dan sosial mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi dan efektivitas strategi pembelajaran berbasis pendekatan visual dan taktil bagi anak dengan keterlambatan bicara. Pendekatan ini dirancang untuk memanfaatkan gaya belajar visual-kinestetik yang dominan pada anak-anak tersebut, yang masih jarang dieksplorasi dalam pendidikan inklusif di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, yang dilakukan di TK Permata Bangsa, Mataram. Data dikumpulkan melalui triangulasi observasi, wawancara mendalam dengan guru, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pendekatan visual dan taktil secara signifikan meningkatkan pemahaman bahasa, kosakata, dan komunikasi anak. Pendekatan taktil juga mendukung perkembangan psikomotor dan pemrosesan sensorik yang esensial untuk kemampuan bicara. Keberhasilan ini dipengaruhi oleh lingkungan belajar yang fleksibel dan guru yang responsif. Secara keseluruhan, strategi pembelajaran visual-taktil yang berpusat pada anak terbukti efektif dalam mendukung perkembangan anak dengan keterlambatan bicara dalam konteks pendidikan inklusif. Inclusive Learning Strategies for Children with Speech Delay through Visual and Tactile Approaches Abstract Children with speech delay in inclusive classrooms often face difficulties in understanding verbal instructions and expressing themselves, which can hinder their academic and social development. This study aims to describe the implementation and effectiveness of a visual and tactile-based learning strategy for children with speech delays. This approach is designed to leverage the dominant visual-kinesthetic learning styles of these children, which has been rarely explored in inclusive education in Indonesia. The study employs a qualitative approach with a case study design, conducted at Permata Bangsa Kindergarten, Mataram. Data were collected through triangulation of observation, in-depth interviews with teachers, and document analysis. The results show that the combination of visual and tactile approaches significantly improves language comprehension, vocabulary, and communication skills in children. The tactile approach also supports psychomotor development and sensory processing, which are essential for speech development. This success is influenced by a flexible learning environment and responsive teachers. Overall, the child-centered visual-tactile learning strategy proves effective in supporting the development of children with speech delay in the context of inclusive education.
Besiru: Studi Internalisasi Resiprositas Komunitas Petani Tembakau Berbasis Kearifan Lokal di Desa Ganti, Lombok Tengah Adhi, Rakhmat Nur; Sumitro, Sumitro; Utomo, Jepri; Febriani, Haniza
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/8znx6q35

Abstract

Besiru merupakan tradisi gotong royong masyarakat Sasak yang berlandaskan prinsip saling membantu tanpa imbalan, dan hingga kini tetap hidup sebagai bagian penting dari kearifan lokal agraris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan mekanisme praktik Besiru serta proses internalisasi nilai-nilai resiprositas pada komunitas petani tembakau di Desa Ganti, Lombok Tengah. Letak kebaruan penelitian ini adalah dengan menempatkan analisis tindakan sosial, nilai moral, dan struktur kesadaran para petani sebagai basis yang menghidupkan praktik besiru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap enam informan kunci, meliputi petani tembakau, pengurus kelompok tani, dan tokoh desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Besiru dilaksanakan secara bergiliran pada seluruh tahapan pertanian tembakau dari penyiapan lahan, penanaman, perawatan, panen, hingga pengolahan hasil dengan dasar kepercayaan sosial (trust), rasa malu (isin), dan tanggung jawab moral. Nilai-nilai utama yang terkandung di dalamnya meliputi gotong royong, resiprositas, solidaritas, dan keadilan. Proses internalisasi nilai Besiru berlangsung melalui sosialisasi primer di keluarga dan sosialisasi sekunder dalam komunitas petani yang memperkuat identitas sosial dan moral masyarakat. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa Besiru bukan sekadar praktik tradisional, melainkan sistem sosial yang memadukan dimensi ekonomi, sosial, dan spiritual, serta berfungsi menjaga kohesi dan ketahanan komunitas petani di tengah perubahan ekonomi modern. Besiru: A Study of the Internalization of Reciprocity in Tobacco Farming Communities Based on Local Wisdom in Ganti Village, Central Lombok   Abstract Besiru is a tradition of mutual cooperation among the Sasak people based on the principle of mutual assistance without reward, and remains alive today as an important part of local agrarian wisdom. This study aims to analyze the forms and mechanisms of Besiru practices and the process of internalizing reciprocity values in the tobacco farming community in Ganti Village, Central Lombok. The novelty of this study lies in placing the analysis of social actions, moral values, and the structure of farmers' consciousness as the basis that brings the besiru practice to life. This study uses a qualitative approach with a phenomenological method through participatory observation, in-depth interviews, and documentation with six key informants, including tobacco farmers, farmer group administrators, and village leaders. The results show that Besiru practices are carried out in turns at all stages of tobacco farming from land preparation, planting, maintenance, harvesting, to processing products based on social trust (trust), shame (isin), and moral responsibility. The main values contained in it include mutual cooperation, reciprocity, solidarity, and justice. The internalization of Besiru values occurs through primary socialization within the family and secondary socialization within the farming community, which strengthens the community's social and moral identity. The conclusion of this study confirms that Besiru is not simply a traditional practice, but rather a social system that integrates economic, social, and spiritual dimensions and serves to maintain the cohesion and resilience of farming communities amidst modern economic changes.
Dinamika Keberlanjutan Program Rehabilitasi Rumah: Perspektif Ganda Penerima Manfaat dan Pelaksana di Sumbawa Barat Arief, Syaiful; Umar, Umar
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/s0ycje94

Abstract

Program rehabilitasi rumah pasca-bencana merupakan intervensi krusial, namun evaluasinya seringkali terbatas pada output fisik dan mengabaikan dinamika keberlanjutan jangka panjang. Pendekatan teknokratis ini kerap gagal menangkap kesenjangan persepsi antara tujuan manajerial pelaksana program dengan realitas yang dialami penerima manfaat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika keberlanjutan program RR di Kabupaten Sumbawa Barat dengan membandingkan secara sistematis kedua perspektif tersebut. Menggunakan metode kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 5 pelaksana program dan 10 penerima manfaat, didukung oleh observasi partisipatoris. Temuan menunjukkan adanya keselarasan pada keberhasilan fisik bangunan, namun mengungkap tiga kesenjangan fundamental pada: (1) makna kualitas (standar teknis vs. kenyamanan fungsional), (2) keberlanjutan ekonomi (visi pemberdayaan vs. realitas beban perawatan), dan (3) makna partisipasi (formalistik vs. substantif). Kesenjangan ini berakar pada perbedaan fokus: pelaksana berorientasi pada output, sementara penerima manfaat berorientasi pada outcome. Simpulan menegaskan bahwa keberlanjutan yang holistik menuntut pergeseran dari model intervensi teknis menuju kemitraan transformasional yang secara aktif menjembatani kesenjangan persepsi melalui dialog dan partisipasi yang substantif. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperluas diskursus evaluasi pasca-bencana dari sekadar metrik teknis menuju perspektif sosio-psikologis, menempatkan persepsi subjektif penerima manfaat sebagai indikator keberhasilan yang setara dengan standar struktural. Sustainability Dynamics of a Housing Rehabilitation Program: A Dual Perspective Analysis from West Sumbawa Abstract Post-disaster housing rehabilitation (RR) programs are crucial interventions, yet their evaluations are often limited to physical outputs, neglecting long-term sustainability dynamics. This technocratic approach frequently fails to capture the perception gaps between the managerial objectives of program implementers and the lived realities of beneficiaries. This study aims to analyze the sustainability dynamics of an RR program in West Sumbawa Regency by systematically comparing these two perspectives. Employing a qualitative case study methodology, data were collected through in-depth interviews with 5 program implementers and 10 beneficiaries, supported by participant observation. Findings indicate a consensus on the physical success of the buildings but reveal three fundamental perception gaps concerning: (1) the meaning of quality (technical standards vs. functional comfort), (2) economic sustainability (empowerment vision vs. the reality of maintenance burdens), and (3) the meaning of participation (formalistic vs. substantive). These gaps are rooted in a core difference in focus: implementers are output-oriented, whereas beneficiaries are outcome-oriented. The study concludes that holistic sustainability requires a shift from a technical intervention model to a transformational partnership that actively bridges these perception gaps through dialogue and substantive participation. This study makes a theoretical contribution by expanding the discourse on post-disaster evaluation from mere technical metrics to a socio-psychological perspective, positioning the subjective perceptions of beneficiaries as success indicators equivalent to structural standards.
Pendekatan Strategis untuk Memperkuat Kesehatan Mental Taruna X dalam Meningkatkan Prestasi Akademik dan Non Akademik di MPA Tingkat I Ginting, Dennis Adriano Imanuel; Puspita, Intan Kartika Danti; Yanthi, Ni Kadek Dwi Artha; Tumangken, Rivaldo; Simanungkalit, Willy Immanuel; Fathoni, Achmad Robbi
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/pq86vf34

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan mental Taruna X serta implikasinya terhadap prestasi akademik dan non-akademik di lingkungan pendidikan semi-militer. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menggali secara mendalam dinamika psikologis taruna melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen institusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan fisik, tuntutan akademik yang tinggi, dan struktur disiplin yang ketat menjadi sumber utama stres, kelelahan mental, dan penurunan motivasi belajar. Namun demikian, ketahanan pribadi, kemampuan regulasi emosi, serta self-efficacy terbukti berperan sebagai faktor pelindung yang membantu taruna beradaptasi dan mempertahankan performa optimal. Dukungan sosial antar-taruna turut memperkuat kesejahteraan mental, sementara dukungan institusional yang masih bersifat reaktif menunjukkan adanya kebutuhan akan sistem pendampingan yang lebih preventif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kesehatan mental taruna membutuhkan strategi yang terstruktur melalui program manajemen stres, konseling proaktif, dan intervensi berbasis ketahanan mental untuk meningkatkan prestasi akademik, kesiapan fisik, dan kualitas karakter taruna. Strategic Approaches to Strengthen the Mental Health of Cadets X in Improving Academic and Non-Academic Performanceat MPA Level I Abstract This study aims to analyze the factors that influence the mental health of Cadets X and examine their implications for academic and non-academic performance within a semi-military educational environment. A qualitative approach was employed to explore the psychological dynamics of the cadets through in-depth interviews, observations, and institutional document analysis. The findings indicate that physical demands, high academic pressure, and strict disciplinary structures are the primary sources of stress, mental fatigue, and declining learning motivation. However, personal resilience, emotional regulation skills, and self-efficacy function as protective factors that help cadets adapt and maintain optimal performance. Peer social support also contributes to strengthening mental well-being, while the institution’s reactive support system highlights the need for a more preventive mentoring structure. This study concludes that enhancing cadets’ mental health requires structured strategies through stress management programs, proactive counseling, and resilience-based interventions to improve academic performance, physical readiness, and character development.
Interaksi Antara Pestisida dan Mikroorganisme Tanah: Degradasi Menggunakan Pendekatan Molekuler Fibriyani, Eka; Suwardji, Suwardji; Susilowati, Lolita Endang
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/wrf5b524

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji interaksi antara pestisida dan mikroorganisme tanah serta mekanisme biodegradasi yang terjadi melalui pendekatan molekuler. Metode yang digunakan adalah literature review dengan analisis kualitatif deskriptif terhadap 35 artikel utama yang dipilih melalui prosedur PRISMA dari berbagai basis data ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pestisida dapat menurunkan keragaman mikroba tanah, menghambat aktivitas enzim, serta memicu pergeseran struktur komunitas mikroba, namun sejumlah bakteri dan fungi seperti Pseudomonas, Bacillus, Rhodococcus, Flavobacterium, Aspergillus, dan Penicillium yang mampu mendegradasinya melalui enzim kunci yang dikode oleh gen seperti opd, mpd, dan phnJ. Efektivitas degradasi ini sangat dipengaruhi oleh pH, suhu, bahan organik, dan tekstur tanah. Secara keseluruhan, kajian ini menegaskan bahwa pemahaman biodegradasi pestisida memerlukan integrasi antara analisis molekuler dan faktor ekologi, sehingga pengelolaan tanah berkelanjutan harus mempertimbangkan kedua aspek tersebut secara bersamaan. Interaction Between Pesticides and Soil Microorganisms: Degradation Using a Molecular Approach Abstract This study aims to examine the interaction between pesticides and soil microorganisms and the biodegradation mechanisms that occur through a molecular approach. The method used is a literature review with descriptive qualitative analysis of 35 primary articles selected using the PRISMA procedure from various scientific databases. The results of the study indicate that pesticides can reduce soil microbial diversity, inhibit enzyme activity, and trigger shifts in microbial community structure. However, several bacteria and fungi such as Pseudomonas, Bacillus, Rhodococcus, Flavobacterium, Aspergillus, and Penicillium are capable of degrading them through key enzymes encoded by genes such as opd, mpd, and phnJ. The effectiveness of this degradation is strongly influenced by pH, temperature, organic matter, and soil texture. Overall, this study confirms that understanding pesticide biodegradation requires an integration of molecular analysis and ecological factors, so that sustainable soil management must consider both aspects simultaneously.
Implementasi Kolaboratif Penurunan Stunting: Partisipasi dan Kepercayaan Komunitas di Desa Labuan Badas Umar, Umar; Istiqomah, Mei Rindha; Wardati, Lisa Izmi
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/t9w57p56

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan implementasi kebijakan konvergensi stunting nasional di tingkat desa, di mana pendekatan top-down seringkali gagal menumbuhkan partisipasi dan kepemilikan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses implementasi kebijakan konvergensi stunting (Perbup No. 97/2020) di Desa Labuan Badas, Sumbawa, dan perannya dalam memfasilitasi partisipasi serta membangun modal sosial. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 14 pemangku kepentingan (Pemda, Puskesmas, Pemdes, Kader, dan Ibu Balita) serta observasi partisipatif. Temuan menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi ditopang oleh model hibrida yang mengawinkan standarisasi birokrasi dengan kearifan lokal. Secara spesifik, model ini bekerja melalui tiga mekanisme: (1) arsitektur kebijakan top-down yang menyediakan legitimasi anggaran dan standar medis; (2) transformasi kader dari pelaksana teknis menjadi 'penerjemah budaya' yang membangun kepercayaan (bottom-up); dan (3) menjadikan Posyandu sebagai arena negosiasi sosial. Meskipun efektif, kendala utama yang ditemukan adalah ketergantungan yang tinggi pada figur ketokohan kader dan fluktuasi intensitas partisipasi saat musim panen. Simpulan penelitian menegaskan bahwa integrasi legitimasi struktural dengan modal sosial adalah kunci keberlanjutan program kesehatan. Penelitian ini berkontribusi memberikan peta jalan praktis bagi pembuat kebijakan di wilayah pedesaan untuk beralih dari pendekatan instruktif menuju pendekatan kolaboratif berbasis modal sosial. Collaborative Implementation of Stunting Reduction: Community Participation and Trust in Labuan Badas Village Abstract This study is contextualized by the implementation challenges of national stunting convergence policies at the village level, where top-down approaches often fail to foster local participation and ownership. This research aims to analyze the implementation process of the stunting convergence policy (Regent Regulation No. 97/2020) in Labuan Badas Village, Sumbawa, and its role in facilitating participation and building social capital. Utilizing a qualitative case study approach, data were gathered through in-depth interviews with 14 stakeholders (local government, health center staff, village officials, cadres, and mothers of toddlers) and participant observation. The findings reveal that the implementation's success is underpinned by an effective hybrid model: (1) a clear top-down policy architecture providing direction and standardization; (2) the transformation of cadres into trusted agents mobilizing the community from the bottom-up; and (3) the local health post (Posyandu) as an ideal epicenter where both forces converge. This process demonstrably activated social capital (trust, networks, and norms of mutual help), which became the primary driver of active community participation. In conclusion, this research affirms that a hybrid implementation model, integrating bureaucratic legitimacy with social trust, is an effective strategy for health policy success. This model not only achieves program targets but also strengthens community capacity and self-reliance.
Optimalisasi Pengelolaan Air Pada Lahan Kering Untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian Berkelanjutan: Pendekatan Prinsip Agroekologi Suwardji, Suwardji; Sandhiyana, Alifkha Bagus; Suwardji , Suwardji; Susilowati, Lolita Endang
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/esq9jt38

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi optimalisasi pengelolaan air pada lahan kering dengan menerapkan tiga prinsip agroekologi: daur ulang nutrisi dan air, integrasi tanaman-ternak, serta peningkatan produktivitas sistem. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR), dengan analisis terhadap 30 artikel dari jurnal internasional dan nasional yang terindeks Scopus dan Web of Science, yang diterbitkan antara 2020-2025. Hasil penelitian menunjukkan penerapan prinsip daur ulang air, seperti pemanenan air hujan, penggunaan mulsa organik, dan konservasi in-situ, dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air sebesar 45-65% serta mengurangi evapotranspirasi hingga 25-40%. Integrasi tanaman-ternak terbukti meningkatkan retensi air tanah melalui penambahan bahan organik, yang memperbaiki struktur tanah hingga 50%. Fokus pada produktivitas sistem, seperti diversifikasi tanaman tahan kekeringan, agroforestri, dan pengelolaan holistik, dapat meningkatkan produktivitas air sebesar 35-55% serta meningkatkan ketahanan sistem terhadap variabilitas iklim. Implementasi terintegrasi dari ketiga prinsip ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian sebesar 40-60%, mengurangi degradasi lahan, dan meningkatkan sekuestrasi karbon hingga 2-4 ton C/ha/tahun. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan strategi agroekologi yang terintegrasi dapat mendukung keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan produktivitas pertanian di lahan kering. Water Management Optimization in Dryland Agriculture to Enhance Sustainable Agricultural Productivity: Agroecological Principles Approach Abstract This study aims to analyze strategies for optimizing water management in dryland areas by applying three agroecological principles: nutrient and water recycling, crop-livestock integration, and system productivity enhancement. The method used is a Systematic Literature Review (SLR), analyzing 30 articles from international and national journals indexed in Scopus and Web of Science, published between 2020-2025. The findings indicate that the application of water recycling principles, such as rainwater harvesting, organic mulching, and in-situ conservation, can increase water use efficiency by 45-65% and reduce evapotranspiration by 25-40%. Crop-livestock integration has been shown to improve soil water retention through the addition of organic matter, enhancing soil structure by up to 50%. Focusing on system productivity, such as the diversification of drought-tolerant crops, agroforestry, and holistic management, can increase water productivity by 35-55% and improve system resilience to climate variability. The integrated implementation of these three principles can increase agricultural productivity by 40-60%, reduce land degradation, and enhance carbon sequestration by 2-4 tons C/ha/year. This study demonstrates that the application of integrated agroecological strategies can support environmental sustainability and improve agricultural productivity in dryland areas.