cover
Contact Name
Taufik Samsuri
Contact Email
empiric.journal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
empiric.journal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Empiricism Journal
ISSN : -     EISSN : 27457613     DOI : https://doi.org/10.36312/ej
Empiricism Journal was published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes empirical original research papers in the field of education and natural science.
Articles 328 Documents
Hubungan Akses Media Pornografi dengan Perilaku Seksual Pranikah pada Remaja di Sekolah XX Wilayah Lombok Barat Sastrawan, Komang Riski; Mardiah, Aena; Mathar, Muhammad Ashhabul Kahfi; Imam, Lalu Yogi Prasetio
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/62gxsz76

Abstract

Perilaku seksual pranikah pada remaja merupakan masalah yang berdampak pada kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual, dan stres psikologis. Remaja mengalami perubahan fisik dan emosional yang sering tidak disertai pengetahuan seksual yang memadai, sementara paparan media pornografi dan stres dapat memengaruhi kecenderungan perilaku seksual mereka. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan seksual, akses media pornografi, dan tingkat stres terhadap kejadian perilaku seksual pranikah pada remaja di Sekolah XX wilayah Lombok Barat. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 102 responden yang dipilih melalui proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan seksual, paparan pornografi, dan tingkat stres melalui Perceived Stress Scale (PSS-10), serta perilaku seksual pranikah. Data  dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan  menunjukkan Terdapat hubungan bermakna antara akses media pornografi dan perilaku seksual pranikah (p = 0,000), sedangkan pengetahuan seksual (p = 0,352) dan tingkat stres (p = 0,289) tidak berhubungan dengan perilaku seksual pranikah. The Relationship Between Access to Pornographic Media and Premarital Sexual Behavior among Adolescents at XX Schools in the West Lombok Region Abstract Premarital sexual behavior among adolescents is an issue that can lead to unwanted pregnancies, sexually transmitted infections, and psychological stress. Adolescents undergo physical and emotional changes that are often not accompanied by adequate sexual knowledge, while exposure to pornographic media and stress may influence their tendency to engage in sexual behavior. This study aims to analyze the relationship between sexual knowledge, access to pornographic media, and stress levels with the occurrence of premarital sexual behavior among adolescents at School XX in the West Lombok region.This research used a cross-sectional design with 102 respondents selected through proportionate stratified random sampling. Data were collected using questionnaires on sexual knowledge, pornography exposure, stress levels measured by the Perceived Stress Scale (PSS-10), and premarital sexual behavior. Data were analyzed using the Chi-Square test and showed a significant relationship between access to pornographic media and premarital sexual behavior (p = 0.000), while sexual knowledge (p = 0.352) and stress levels (p = 0.289) were not associated with premarital sexual behavior.
Motivasi Ibu Rumah Tangga Memilih Emas sebagai Instrumen Investasi Syariah Tamimi, Yusrina Alyani; Lisnawati, Rika; Alyssa, Heidy Puspa
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/wska3583

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi ibu rumah tangga dalam memilih emas sebagai instrumen investasi syariah dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Prosedur penelusuran dilakukan melalui beberapa database artikel ilmiah menggunakan kata kunci yang relevan dengan topik penelitian. Tahapan seleksi mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA), meliputi identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, hingga penetapan artikel yang dianalisis. Dari seluruh artikel yang ditemukan pada tahap awal, hanya 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi berdasarkan fokus penelitian, kesesuaian konteks investasi syariah, serta keselarasan dengan populasi sasaran yaitu ibu rumah tangga. Hasil sintesis menunjukkan bahwa motivasi ibu rumah tangga dalam memilih investasi emas dipengaruhi oleh enam faktor utama, yaitu: (1) stabilitas nilai dan kemampuan emas menjaga daya beli terhadap inflasi, (2) kepatuhan terhadap prinsip syariah yang memberikan rasa aman dan bebas riba, (3) kemudahan akses dan transaksi melalui layanan digital, (4) kebutuhan perencanaan keuangan keluarga jangka panjang, (5) pengaruh lingkungan sosial dan budaya yang menempatkan emas sebagai simbol nilai ekonomi, serta (6) tingkat literasi keuangan syariah yang mendorong pemahaman lebih baik terhadap manfaat investasi. Temuan ini menegaskan bahwa emas merupakan instrumen investasi yang paling dipercaya dan sesuai dengan karakteristik ibu rumah tangga karena sifatnya yang aman, likuid, terjangkau, serta memiliki makna religius. Penelitian ini berkontribusi dengan memberikan wawasan bagi lembaga keuangan syariah untuk mengembangkan edukasi dan produk investasi emas yang lebih inklusif, ramah perempuan, dan mudah diakses melalui teknologi. Motivations of Housewives in Choosing Gold as a Sharia-Compliant Investment Instrument Abstract This study aims to analyze the motivation of housewives in selecting gold as a sharia-compliant investment instrument using a Systematic Literature Review (SLR) approach. The article search process was conducted through several scholarly databases using keywords relevant to the research topic. The selection procedure followed the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines, including identification, screening, eligibility assessment, and final inclusion. Out of all articles initially retrieved, only 15 studies met the inclusion criteria based on research focus, relevance to sharia investment, and alignment with the target population, namely housewives. The synthesis results indicate that the motivation of housewives to invest in gold is influenced by six key factors: (1) value stability and the ability of gold to protect purchasing power against inflation, (2) compliance with sharia principles that ensures security and freedom from riba, (3) accessibility and transaction convenience through digital services, (4) long-term family financial planning needs, (5) socio-cultural influences that position gold as a symbol of economic value, and (6) the level of sharia financial literacy that enhances understanding of investment benefits. These findings reaffirm that gold is perceived as the most trusted and favorable investment instrument for housewives due to its safety, liquidity, affordability, and religious significance. This study contributes insights for Islamic financial institutions to develop more inclusive gold investment education programs and products that are women-friendly and easily accessible through technology.
Pendekatan Integrasi Rotasi Tumpangsari dan Amandemen Organik dalam Upaya Keberlanjutan Sistem Pertanian Lahan Kering Wardani, Agustina Ayu; Susilowati, Lolita Endang; Mulyati, Mulyati; Suwardji, Suwardji
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/beywdj59

Abstract

Lahan kering memiliki keterbatasan air dan kesuburan tanah, sehingga membutuhkan strategi pengelolaan yang meningkatkan efisiensi sumber daya dan menjaga kesehatan ekosistem. Studi ini bertujuan mengkaji integrasi rotasi–tumpangsari dengan amandemen organik untuk meningkatkan efisiensi penggunaan hara dan air dalam mendukung pertanian lahan kering berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah systematic literature review terhadap 20 artikel yang lolos seleksi akhir, terdiri atas 4 artikel dari MDPI, 2 dari SpringerLink, 3 dari Frontiers, dan 11 dari Google Scholar (jurnal internasional maupun nasional terindeks SINTA). Literatur yang direview berfokus pada analisis pola tanam rotasi–tumpangsari yang dikombinasikan dengan bahan organik seperti kompos dan pupuk kandang, serta evaluasi dampaknya terhadap kualitas tanah dan pengelolaan hara–air. Data dianalisis menggunakan pendekatan tematik dan sintesis naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi rotasi–tumpangsari dan amandemen organik meningkatkan kandungan bahan organik tanah, memperbaiki struktur tanah, serta meningkatkan kemampuan tanah menahan air dan menyediakan hara bagi tanaman. Pendekatan ini juga menekan erosi, mengurangi ketergantungan pada pestisida sintetik, memperpanjang masa produktif lahan, dan menurunkan risiko kegagalan panen akibat perubahan iklim ekstrem. Studi merekomendasikan model agroekologi yang mengintegrasikan diversifikasi tanaman dan amandemen organik sebagai strategi jangka panjang untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan, dengan implikasi positif bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. An Integration Approach of Intercropping Rotation and Organic Amendments in Efforts to Sustain Dryland Farming Systems Abstract Drylands are characterized by limited water availability and low soil fertility, requiring management strategies that improve resource use efficiency while sustaining ecosystem health. This study reviews the integration of crop rotation–intercropping with organic amendments to enhance nutrient and water use efficiency in support of sustainable dryland agriculture. A systematic literature review was conducted on 20 articles that passed the final screening, comprising 4 articles from MDPI, 2 from SpringerLink, 3 from Frontiers, and 11 from Google Scholar (including international journals and nationally indexed SINTA journals). The reviewed literature focused on rotation–intercropping configurations combined with organic inputs such as compost and manure, and evaluated their effects on soil quality and nutrient–water management. Data were examined through thematic analysis and narrative synthesis. The synthesis indicates that integrating rotation–intercropping with organic amendments increases soil organic matter, improves soil structure, and enhances the soil’s capacity to retain water and supply nutrients to crops. This approach also reduces soil erosion, decreases reliance on synthetic pesticides, prolongs the productive lifespan of dryland fields, and lowers the risk of crop failure under extreme climate change and variability. The study recommends an agroecological model that integrates crop diversification with organic amendments as an effective long-term strategy to increase productivity while safeguarding dryland system sustainability, with positive implications for food security and smallholder farmer welfare.
Pengaruh Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan Bawang Merah di Desa Jawi-Jawi Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhanbatu Siregar, Joni Rianto; Lubis, Irhamna Mandili; Sari, Rahmi
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/qyx32x12

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi dan banyak dibudidayakan di wilayah Indonesia, termasuk di Desa Jawi-Jawi Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhanbatu. Salah satu faktor budidaya yang memengaruhi produktivitas bawang merah adalah jarak tanam, karena ruang tumbuh berkaitan langsung dengan kompetisi cahaya, air, dan unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi jarak tanam terhadap pertumbuhan bawang merah dan menentukan jarak optimal untuk diterapkan di lokasi penelitian. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan acak kelompok (RAK) terdiri atas tiga perlakuan jarak tanam: P1 (10 × 10 cm), P2 (15 × 15 cm), dan P3 (20 × 20 cm), masing-masing diulang tiga kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam berpengaruh nyata terhadap semua parameter pertumbuhan. Perlakuan P2 memberikan hasil terbaik dengan rata-rata tinggi tanaman 32,8 cm, jumlah daun 12,7 helai, dan diameter umbi 3,6 cm, sedangkan perlakuan P1 menghasilkan nilai terendah. Temuan ini menunjukkan bahwa jarak tanam moderat memberikan keseimbangan optimal antara ruang tumbuh dan penggunaan lahan. Dengan demikian, jarak tanam 15 × 15 cm direkomendasikan sebagai jarak tanam ideal dalam budidaya bawang merah di Desa Jawi-Jawi dan wilayah dengan karakteristik lahan yang serupa. The Effect of Planting Distance on the Growth of Shallots in Jawi-Jawi Village, Panai Hulu District, Labuhanbatu Regency Abstract Shallots (Allium ascalonicum L.) are a horticultural commodity with high economic value and are widely cultivated in Indonesia, including in Jawi-Jawi Village, Panai Hulu District, Labuhanbatu Regency. One of the cultivation factors that influence shallot productivity is planting distance, because growing space is directly related to competition for light, water, and nutrients. This study aims to determine the effect of variations in planting distance on shallot growth and determine the optimal distance to be applied at the research location. The research method used a quantitative approach with a randomized block design (RAK) consisting of three planting distance treatments: P1 (10 × 10 cm), P2 (15 × 15 cm), and P3 (20 × 20 cm), each repeated three times. The parameters observed included plant height, number of leaves, and bulb diameter. The results showed that planting distance significantly affected all growth parameters. Treatment P2 produced the best results, with an average plant height of 32.8 cm, leaf number of 12.7, and bulb diameter of 3.6 cm, while treatment P1 produced the lowest results. These findings indicate that moderate planting distance provides an optimal balance between growing space and land use. Therefore, a planting distance of 15 × 15 cm is recommended as the ideal planting distance for shallot cultivation in Jawi-Jawi Village and areas with similar land characteristics.
Pendekatan Agroekologi dalam Optimalisasi Penggunaan Hara dan Air melalui Integrasi Tanaman-Ternak Berbasis LEISA Hanifa, Riswanda Sukma; Susilowati, Lolita Endang; Mulyati, Mulyati; Swardji, Swardji
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/xfd2xc82

Abstract

Pertanian lahan kering menghadapi tantangan utama berupa rendahnya kesuburan tanah, keterbatasan air, dan tingginya kehilangan hara akibat erosi, evaporasi, serta minimnya bahan organik. Pendekatan agroekologi dan konsep Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA) menawarkan strategi berkelanjutan melalui pemanfaatan sumber daya lokal, optimalisasi proses biologis tanah, dan pengurangan ketergantungan pada input eksternal. Salah satu implementasi yang relevan adalah sistem integrasi tanaman-ternak (Integrated Crop-Livestock System (ICLS), yang mampu meningkatkan efisiensi hara dan air melalui pemanfaatan residu tanaman sebagai pakan ternak, pengembalian kotoran ternak sebagai pupuk organik, dan peningkatan aktivitas mikroba tanah. Kajian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) sebagai pendekatan utama untuk menghimpun, menyeleksi, dan menganalisis secara terstruktur dan transparan terhadap publikasi nasional dan internasional dalam rentang tahun 2015-2025 pada topik efisiensi hara-air, agroekologi, dan sistem integratif pada lahan kering. Hasil analisis menunjukkan bahwa ICLS mampu meningkatkan kandungan bahan organik, memperbaiki aliran nutrien dalam tanah, infiltrasi air, dan menjaga stabilitas agregat tanah yang sangat mendukung keberlanjutan lahan pertanian karena dapat meminimalkan pencemaran dan mendukung pemulihan fungsi ekologis lahan pertanian, sekaligus memberikan manfaat ekonomi melalui penghematan input sehingga mampu meningkatkan produktivitas lahan, serta memungkinkan adanya diversifikasi pendapatan. Namun, adopsi ICLS masih terhambat oleh kelembagaan petani, keterbatasan teknologi, dan minimnya dukungan kebijakan. Kajian ini menegaskan bahwa integrasi agroekologi dan LEISA berpotensi besar untuk memperkuat keberlanjutan pertanian lahan kering. Agroecological Approaches to Optimizing Nutrient and Water Use through Crop-Livestock Integration within a LEISA-Based System Abstract Dryland agriculture faces major challenges such as low soil fertility, limited water availability, and high nutrient losses due to erosion, evaporation, and low organic matter. Agroecology approaches and the concept of Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA) offer sustainable strategies through the use of local resources, optimization of soil biological processes, and reduction of dependence on external inputs. One relevant implementation is the Integrated Crop-Livestock System (ICLS), which can improve nutrient and water use efficiency by utilizing crop residues as livestock feed, returning animal manure as organic fertilizer, and enhancing soil microbial activity. This study uses the Systematic Literature Review (SLR) method as the main approach to systematically and transparently collect, select, and analyze national and international publications published between 2015 and 2025 on the topic of nutrient-water efficiency, agroecology, and integrative systems in dryland. The analysis results showed that ICLS is able to increase organic matter content, improve nutrient flow in the soil, water infiltration, and maintain soil aggregate stability, which strongly supports the sustainability of agricultural land because it can minimize pollution and support the restoration of ecological functions of farmland, while also providing economic benefits through input savings, thereby increasing land productivity and allowing for income diversification. However, the adoption of ICLS is still hindered by farmer institutions, limited technology, and minimal policy support. This study emphasizes that the integration of agroecology and LEISA has great potential to strengthen the sustainability of dryland agriculture.
Hubungan Antar Pengelolaan Lahan dan Tingkat Keanekaragaman Hayati Nusa Tenggara Barat Syafitri, Nur; Susilowati, Lolita Endang; Mulyati, Mulyati; Suwardji, Suwardji
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/s1zvb063

Abstract

Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki 70-80% wilayah berupa lahan kering dengan curah hujan tahunan 1.000-1.500 mm dan musim kemarau panjang (6-8 bulan). Kondisi ini menciptakan ekosistem lahan kering yang unik dengan keanekaragaman hayati tinggi namun rentan terhadap degradasi lahan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keragaman flora dan fauna di wilayah lahan kering NTB serta mengkaji tantangan dan strategi pengelolaan lahan berkelanjutan. Metode penelitian ini adalah studi survei tinjauan jurnal sistematis atau literature review yang bersifat deskriptif-analitik dengan fokus pada keanekaragaman hayati lahan kering dan pengelolaan lahan berkelanjutan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hasil penelitian mengungkapkan 87 spesies flora dari 45 famili, didominasi spesies tahan kekeringan seperti lontar (Borassus flabellifer), gebang (Corypha utan), asam jawa (Tamarindus indica), dan berbagai legum penutup tanah. Keragaman fauna mencakup mamalia (rusa timor, monyet ekor panjang), burung, reptil, hingga serangga penyerbuk dan pengurai. Kemarau panjang menyebabkan krisis air bersih, gagal panen, peningkatan serangan hama, kebakaran lahan, dan ancaman kesehatan masyarakat. Degradasi lahan >400.000 ha (2020) diperparah oleh praktik pertanian tidak berkelanjutan dan perubahan iklim. Pengelolaan lahan berkelanjutan memerlukan integrasi konservasi tanah-air, diversifikasi tanaman tahan kekeringan, agroforestri, pemberdayaan varietas lokal, dan penguatan kawasan konservasi laut dan darat. Keanekaragaman hayati lahan kering NTB merupakan aset strategis untuk ketahanan pangan, pendapatan masyarakat, dan identitas budaya yang harus dilindungi melalui pendekatan ekologis, ekonomis, dan sosial-budaya terintegrasi. The Relationship Between Land Management and Biodiversity Levels in West Nusa Tenggara Abstract West Nusa Tenggara (NTB) covers 70-80% of its territory, consisting of drylands, with annual rainfall of 1,000-1,500 mm and a long dry season (6-8 months). These conditions create a unique dryland ecosystem with high biodiversity but are vulnerable to land degradation. This research aims to identify the diversity of flora and fauna in the dryland areas of NTB and to examine the challenges and strategies for sustainable land management. This research method is a systematic journal review survey study or literature review which is descriptive-analytical in nature with a focus on dryland biodiversity and sustainable land management in West Nusa Tenggara Province. The study revealed 87 floral species from 45 families, dominated by drought-tolerant species such as the lontar palm (Borassus flabellifer), gebang (Corypha utan), tamarind (Tamarindus indica), and various groundcover legumes. Fauna diversity includes mammals (Timor deer, long-tailed macaques), birds, reptiles, and even pollinating and decomposing insects. Fauna diversity includes mammals (Timor deer, long-tailed macaques), birds, reptiles, and even pollinating and decomposing insects. Prolonged droughts have led to clean water shortages, crop failures, increased pest infestations, land fires, and public health threats. Land degradation of >400,000 ha (2020) is exacerbated by unsustainable agricultural practices and climate change. Sustainable land management requires the integration of soil-water conservation, drought-resistant crop diversification, agroforestry, the empowerment of local varieties, and the strengthening of marine and terrestrial conservation areas. The biodiversity of NTB's drylands is a strategic asset for food security, community income, and cultural identity that must be protected through an integrated ecological, economic, and socio-cultural approach.
Pemanfaatan Limbah Cangkang Kemiri (Aleurites moluccana) Menjadi Briket Arang yang Ramah Lingkungan Sadir, Muhammad; Masrilurrahman, L L Suhirsan; Mirawati, Baiq
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/r8d1w375

Abstract

Cangkang kemiri yang dikeringkan menggunakan oven dengan kontrol suhu dapat mengakibatkan penurunan kadar air secara efektif. Briket arang dari cangkang kemiri memiliki implikasi praktis yang nyata dan luas sebagai bahan bakar alternatif ramah lingkungan. Pada tingkat rumah tangga terutama di daerah sentra penghasil kemiri briket ini dapat berperan sebagai bahan bakar memasak yang lebih sehat untuk menggantikan kayu bakar. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik briket arang dari cangkang kemiri dengan metode pengeringan menggunakan oven dan mengetahui pengaruh konsentrasi perekat molase terhadap kadar air, kadar abu dan nilai kalor briket arang berbahan cangkang kemiri dengan metode pengeringan menggunakan oven. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yaitu konsentrasi perekat molase yang terdiri dari 5, 10, dan 15%. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik briket arang dari cangkang kemiri dengan metode pengeringan menggunakan oven memiliki kadar air 5,47–7,01%, kadar abu 7,19–8,59% dan nilai kalor 5358,80–5558,47 kal/gr. Secara keseluruhan karakteristik briket arang telah memenuhi standar SNI 01-6235-2000, kecuali pada konsentrasi perekat 5 dan 15% untuk kadar abu. Konsentrasi perekat molase tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kadar air, kadar abu, namun memberikan pengaruh signifikan terhadap nilai kalor. Utilization of Candlenut Shell Waste (Aleurites moluccana) into Environmentally Friendly Charcoal Briquettes Abstract Candlenut shells dried using an oven with temperature control can result in an effective reduction in moisture content. Charcoal briquettes derived from candlenut shells possess significant and wide-ranging practical implications as an environmentally friendly alternative fuel. At the household level, particularly in candlenut production centers, these briquettes can serve as a healthier cooking fuel substitute for traditional firewood. The purpose of this study was to determine the characteristics of charcoal briquettes from candlenut shells with an oven drying method and to determine the effect of molasses adhesive concentration on moisture content, ash content and calorific value of charcoal briquettes made from candlenut shells with an oven drying method. This research method used a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) with molasses adhesive concentrations consisting of 5, 10, and 15%. The results showed that the characteristics of charcoal briquettes from candlenut shells with an oven drying method had a moisture content of 5.47–7.01%, ash content of 7.19–8.59% and a calorific value of 5358.80–5558.47 cal/gr. Overall, the characteristics of charcoal briquettes have met the SNI 01-6235-2000 standard, except for the adhesive concentration of 5 and 15% for ash content. The concentration of molasses adhesive does not have a significant effect on moisture content, ash content, but has a significant effect on calorific value.
Strategi Microbranding Influencer sebagai Pendukung Pemasaran pada UMKM Kosmetik di Manado Langi, Merry Juliah Jamilah; Mokoagow, Ismail
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/1rtwmr77

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi microbranding influencer sebagai pendukung pemasaran pada UMKM kosmetik di Manado melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Studi-studi sebelumnya mengenai influencer marketing dan branding digital umumnya didominasi oleh pendekatan kuantitatif yang berfokus pada metrik kinerja pemasaran, seperti peningkatan penjualan dan engagement rate, sementara eksplorasi terhadap aspek sosial, makna relasional, dan dinamika kolaboratif dalam konteks lokal masih relatif terbatas, khususnya di wilayah Manado. Penelitian ini melibatkan 12 partisipan yang terdiri atas pelaku UMKM kosmetik, micro-influencer lokal, dan konsumen, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta analisis dokumen digital. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik melalui tahapan open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga tema utama, yaitu penyesuaian nilai dan identitas merek, dinamika kolaborasi dan keaslian hubungan, serta keterbatasan dan peluang inovasi dalam pemasaran digital. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian pemasaran digital berbasis hubungan sosial dengan menekankan peran nilai, kepercayaan, dan konteks budaya lokal dalam strategi microbranding influencer. Secara praktis, temuan penelitian memberikan implikasi bagi UMKM dalam merancang kolaborasi yang lebih autentik, berkelanjutan, dan kontekstual dengan micro-influencer lokal. Kata kunci: microbranding; influencer marketing; UMKM kosmetik; pemasaran digital Microbranding Influencer Strategy as a Marketing Support for Cosmetic MSMEs in Manado Abstract This study aims to analyze micro-influencer branding strategies as a marketing support mechanism for cosmetic MSMEs in Manado using a qualitative approach with a case study method. Previous studies on influencer marketing and digital branding have generally been dominated by quantitative approaches focusing on marketing performance metrics, such as sales growth and engagement rates, while in-depth exploration of social aspects, relational meanings, and collaborative dynamics in local contexts remains relatively limited, particularly in the Manado region. The study involved 12 participants consisting of cosmetic MSME owners, local micro-influencers, and consumers. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and digital document analysis. Data analysis was conducted using thematic analysis through the stages of open coding, axial coding, and selective coding. The findings identify three main themes: alignment of brand values and identity, dynamics of collaboration and relationship authenticity, and limitations and opportunities for innovation in digital marketing. Theoretically, this study enriches the literature on relationship-based digital marketing by emphasizing the role of values, trust, and local cultural context in micro-influencer branding strategies. Practically, the findings provide implications for MSMEs in designing more authentic, sustainable, and contextually grounded collaborations with local micro-influencers. Keywords: Microbranding; Influencer Marketing; Cosmetic MSMEs; Digital Marketing
Identifikasi Lapisan Bawah Permukaan Tanah dengan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner Atmaja, I Gde Dharma; Windhari, Gusti Ayu Esty; Dewi, Ni Putu Ety Lismaya
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/7j5j2v98

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lapisan bawah permukaan tanah di daerah Perkemahan Gunung Jae, Desa Sedau, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, yang dimanfaatkan sebagai kawasan wisata air. Informasi mengenai karakteristik geologi bawah permukaan, khususnya sebaran akuifer, sangat diperlukan sebagai dasar perencanaan pembangunan fasilitas wisata dan infrastruktur pendukung yang aman dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah geolistrik konfigurasi Wenner karena kemampuannya dalam memetakan variasi resistivitas secara lateral dan vertikal dengan resolusi yang baik. Data primer diperoleh melalui pengukuran beda potensial dan arus listrik di lapangan, kemudian diolah menggunakan perangkat lunak RES2DINV untuk menghasilkan penampang resistivitas dua dimensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi nilai resistivitas yang mencerminkan heterogenitas litologi bawah permukaan. Zona resistivitas rendah (±5–50 Ohm Meter) diinterpretasikan sebagai lapisan material berpori dan jenuh air, seperti lempung pasiran atau pasir jenuh, yang berpotensi sebagai akuifer dangkal. Sementara itu, zona resistivitas sedang hingga tinggi (±50–300 Ohm Meter) berkaitan dengan material yang lebih kompak dan relatif impermeabel, seperti pasir kering, kerikil, atau batuan dasar, yang berperan sebagai lapisan pembatas aliran air tanah. Distribusi zona-zona tersebut mengindikasikan struktur bawah permukaan yang berlapis dengan potensi akuifer yang terlokalisasi. Informasi resistivitas ini dapat dimanfaatkan secara langsung untuk menentukan lokasi yang sesuai bagi penyediaan air bersih, penempatan bangunan, serta pengembangan fasilitas wisata yang berbasis kondisi geologi dan prinsip pembangunan berkelanjutan. Identification of Subsurface Soil Layers Using the Wenner Configuration of the Geoelectric Method Abstract This study aims to identify subsurface soil layers in the Gunung Jae Camping Area, Sedau Village, Narmada District, West Lombok Regency, which is utilized as a water tourism area. Information on subsurface geological characteristics, particularly the distribution of aquifers, is essential as a basis for planning safe and sustainable tourism facilities and supporting infrastructure. The Wenner configuration of the geoelectric method was employed due to its capability to map lateral and vertical resistivity variations with good resolution. Primary data were obtained through field measurements of electrical potential differences and current, and subsequently processed using RES2DINV software to generate two-dimensional resistivity cross-sections. The results indicate variations in resistivity values that reflect subsurface lithological heterogeneity. Low-resistivity zones (±5–50 Ohm Meter) are interpreted as porous and water-saturated materials, such as sandy clay or saturated sand, indicating the potential presence of shallow aquifers. Meanwhile, moderate to high resistivity zones (±50–300 Ohm Meter) are associated with more compact and relatively impermeable materials, such as dry sand, gravel, or bedrock, which act as confining layers for groundwater flow. The spatial distribution of these zones suggests a layered subsurface structure with localized aquifer potential. This resistivity information can be directly utilized to determine suitable locations for clean water supply, building placement, and the development of tourism facilities based on geological conditions and sustainable development principles.
Digitalisasi Manajemen Sekolah: Pemanfaatan Teknologi dalam Pelatihan Guru untuk Optimalisasi Sarana dan Prasarana di SDN Sungai Kitano 1 Khairunnisa, Khairunnisa; Zuhairiah, Aliza Rifka; Yuliansyah, Yuliansyah; Aslamiah, Aslamiah; Amelia, Rizky
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/1h31sd75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung manajemen sarana dan prasarana melalui pelatihan guru di SDN Sungai Kitano 1. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan literasi digital dan kemampuan teknis sebagian guru dalam menggunakan aplikasi digital untuk administrasi sarana dan prasarana sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan kepala sekolah dan guru sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan digital yang mencakup literasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan memberikan manfaat praktis bagi guru, terutama dalam pengelolaan dokumen, pengarsipan digital, pembuatan media pembelajaran, inventarisasi sarana dan prasarana, serta pelaporan kerusakan fasilitas secara lebih cepat dan sistematis. Namun demikian, ditemukan perbedaan kemampuan digital antar guru yang memengaruhi tingkat optimalisasi pemanfaatan teknologi, di mana sebagian guru membutuhkan pendampingan lanjutan agar penerapan teknologi dapat berjalan merata. Kendala lain yang ditemukan meliputi keterbatasan perangkat dan ketidakstabilan jaringan internet. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelatihan guru berperan penting dalam meningkatkan efektivitas digitalisasi manajemen sarana dan prasarana sekolah. Keberlanjutan program pelatihan, penguatan infrastruktur teknologi, serta pendampingan berjenjang menjadi faktor kunci dalam memastikan transformasi digital sekolah dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan. Digitalization of School Management: Utilizing Technology in Teacher Training to Optimize Facilities and Infrastructure at SDN Sungai Kitano 1 Abstract This study aims to describe the use of digital technology in supporting the management of school facilities and infrastructure through teacher training at SDN Sungai Kitano 1. The study is motivated by limited digital literacy and technical skills among some teachers in using digital applications for facilities and infrastructure administration. A qualitative approach with a case study method was employed, involving the principal and teachers as research subjects. Data were collected through semi-structured interviews, participant observation, and documentation. The findings indicate that digital training, including digital literacy and the use of artificial intelligence, provides practical benefits for teachers, particularly in document management, digital archiving, learning media development, facilities and infrastructure inventory, and faster and more systematic reporting of facility damage. However, variations in teachers’ digital competencies were identified, which affected the level of technology utilization, as some teachers required continued assistance to ensure more equitable implementation. Other challenges included limited devices and unstable internet connectivity. This study concludes that teacher training plays a crucial role in enhancing the effectiveness of the digitalization of school facilities and infrastructure management. The sustainability of training programs, strengthening of technological infrastructure, and tiered mentoring are key factors in ensuring that school digital transformation can be implemented optimally and sustainably.