cover
Contact Name
Khaeruddin
Contact Email
erukhaeruddin@gmail.com
Phone
+6281356770857
Journal Mail Official
erukhaeruddin@gmail.com
Editorial Address
Jl. Teuku Umar No.8 Kel. Biringere, Kec. Sinjai Utara, Kab. Sinjai, Prov. Sulawesi Selatan
Location
Kab. sinjai,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Tarjih Tropical Livestock Journal
ISSN : -     EISSN : 27983080     DOI : https://doi.org/10.47030/trolija.v1i2
Core Subject : Health, Agriculture,
Tarjih Tropical Livestock Journal menerima artikel dari hasil penelitian (original research article) maupun artikel telaah (review article) dari para akademisi, peneliti, dan praktisi di bidang Peternakan. Ruang Lingkup Jurnal terdiri dari: 1. Nutrisi ternak 2. Produksi ternak 3. Lingkungan ternak 4. Fisiologi ternak 5. Teknologi Hasil Ternak 6. Teknologi reproduksi ternak 7. Teknologi limbah ternak 8. Genetika dan pemuliaan ternak 9. Sosial ekonomi Peternakan
Articles 67 Documents
Penerapan Sistem Jaminan Halal dan Standar Rumah Potong Hewan (RPH) di RPH Bangkong Kabupaten Sumbawa Amalyadi, Rezki; Munandar, Imam; Safitri, Sahra
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/trolija.v5i1.900

Abstract

Halal di Indonesia diatur dalam undang-undang No.69 pasal 10 ayat (1) tentang label dan iklan pangan setiap orang yang memproduksi atau memasukkan pangan yang dikemas di Wilayah Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan, mengembangkan, dan menerapkan perbaikan manual sistem jaminan produk halal (SJPH). Pengumpulan data mengunakan metode observasi dan wawancara meliputi profil umum, lokasi tata letak ruangan, fasilitas, kapasitas, legalitas, alur produksi struktur manajemen sumber daya manusia, proses penyembelihan, proses pra penyembelihan dan daftar hewan yang dipotong. Berdasarkan hasil penelitian bahwa manual sistem jaminan halal (SJH) dikembangkan berdasarkan kondisi nyata di rumah potong hewan (RPH) Bangkong dengan mengintegrasikan antara kriteria halal assurance system (HAS) 23000 tentang sertifikasi halal dan persyaratan SNI 01-6159-1999 tentang rumah potong hewan. Pengembangan manual SJH menghasilkan 7 persyaratan yaitu kebijakan mutu, tim manajemen mutu, pelatihan dan edukasi, hewan potong, produk, fasilitas, dan prosedur kerja. Persyaratan yang belum dapat diterapkan sepenuhnya yaitu pelatihan dan fasilitas. Persyaratan fasilitas tidak dapat diwujudkan dalam jangka waktu singkat mengingat bangunan RPH milik pemerintah, sehingga diperlukan penganggaran dana dalam pemenuhan persyaratan standar nasional Indonesia (SNI) RPH. Namun demikian, tidak menjadi suatu masalah pada kriteria SJH karena persyaratan fasilitas produksi yang dimiliki tercatat dengan baik pada manual SJH. Penerapan persyaratan dalam manual SJH dapat dilakukan secara konsisten.
Pengaruh Penambahan Tepung Daun Pepaya (Carica papaya L.) dalam Pakan terhadap Histomorfometri Usus Halus Ayam Buras Ashari, Asniar; Kiramang, Khaerani; Ananda, Suci; Thaha, Aminah Hajah; Lestari, Ayu
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/trolija.v5i1.908

Abstract

Histomorfometri merupakan suatu metode pengukuran yang dilakukan pada sel dan jaringan usus halus segmen duodenum, jejenum dan ileum. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan performa vili usus halus adalah dengan memanfaatkan pakan alternatif seperti daun pepaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun pepaya (Carica papaya L.) dalam pakan terhadap histomorfometri usus halus. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) 5 perlakuan dan 3 kali ulangan, di antaranya P0 (100% komersil), P1 (100% pakan komersil + 2% tepung pepaya), P2 (100% pakan komersil + 4% tepung daun pepaya), P3 (100% pakan komersil + 6% tepung daun pepaya) dan P4 (100% pakan komersil + 8% tepung daun pepaya). Parameter yang diuji dalam penelitian ini adalah tinggi vili, lebar apikal vili, lebar basal vili dan kedalaman kripta. Analisis data yang digunakan adalah analysis of variance (ANOVA) dan uji Duncan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan tepung daun pepaya 2% dalam pakan memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap histomorfometri usus halus bagian duodenum, jejenum dan ileum.
Pengaruh Harga Jual Telur terhadap Pendapatan Peternak Ayam Petelur di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar Susanti S, Irma; Khlaiq, Taufiq Dunialam; Sabambang, Arif; Suhartina, Suhartina; Dahniar, Dahniar; Dewi, Cindar
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/trolija.v5i1.911

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh harga telur terhadap pendapatan peternak ayam petelur di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara non-probability sampling, dimana seluruh populasi sebanyak 13 peternak dijadikan responden. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan regresi linear sederhana untuk mengetahui pengaruh variabel harga telur terhadap pendapatan peternak. Hasil analisis menunjukkan bahwa harga telur berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan peternak dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,816, nilai koefisien determinasi sebesar 66,6%. Nilai signifikansi sebesar P = 0,001 yang lebih kecil dari 0,05 mengindikasikan bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut sangat kuat, hal ini berarti bahwa semakin tinggi harga jual telur, semakin besar pula dampaknya terhadap pendapatan yang diterima peternak ayam petelur. Temuan ini menunjukkan pentingnya kestabilan harga telur dalam mendukung keberlangsungan usaha peternakan serta peningkatan kesejahteraan peternak di daerah penelitian.
Pengaruh Lama Pembekuan terhadap Sifat Fisik Daging Kuda Lokal Lestari, Ayu; Anugrah Putra, Rezki
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/trolija.v5i1.929

Abstract

Penelitian mengenai daging kuda lokal masih terbatas khususnya terhadap kualitas fisik daging kuda setelah pembekuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh lama pembekuan terhadap kualitas fisik daging kuda, yakni pada parameter daya ikat air, susut masak, daya putus daging, dan pH. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan lama pembekuan daging kuda dalam penelitian ini yaitu 7 hari, 14 hari, 21 hari, dan 28 hari. Data diolah dengan Analysis of Variance (ANOVA) one way, apabila hasil yang diperoleh signifikan, maka dilakukan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan nyata antara daya putus daging pada daging yang dibekukan hingga hari ke-21 dibandingkan dengan daging yang dibekukan 28 hari. Persentase daya ikat air tidak berbeda nyata antar perlakuan. Terdapat perbedaan yang signifikan antara pH pada lama pembekuan 21 hari dan lama pembekuan 28 hari. Persentase susut masak kuda menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antar perlakuan pembekuan daging. Lama pembekuan daging kuda yang ideal untuk mempertahankan keempukan atau daya putus daging yang terbaik dan kestabilan sifat fisik lain seperti daya ikat air, susut masak, dan pH adalah selama 21 hari. Pembekuan yang lebih lama yakni 28 hari cenderung menghasilkan daging yang lebih alot dengan pH yang lebih tinggi. Penelitian lanjutan mengenai pengaruh suhu pembekuan dan metode thawing atau pencairan kembali daging kuda yang telah dibekukan dapat dilakukan guna mendukung penelitian yang sudah dilakukan.
Kualitas Fisik Daging AKUSI (Ayam Kampung Unggul Sinjai) dengan Penambahan Bubuk Kulit Nanas dan Waktu Marinasi yang Berbeda Mangalisu, Azmi
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/trolija.v5i1.931

Abstract

AKUSI (ayam Kampung unggul Sinjai) merupakan jenis ayam Kampung yang memerlukan perlakuan khusus agar menghasilkan daging yang lembut. Kelembutan daging ayam bisa ditingkatkan melalui penambahan enzim bromelin. Proses marinasi dengan menggunakan serbuk kulit nanas diharapkan dapat meningkatkan mutu keempukan daging. Tujuan penelitian ini adalah untuk melaksanakan proses marinasi menggunakan bubuk kulit nanas dengan variasi waktu marinasi guna mengamati kualitas keempukan daging yang diukur dengan nilai daya ikat air (DIA), daya putus daging (DPD), dan susut masak (SM). Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial, yang melibatkan tahapan penelitian melakukan proses marinasi menggunakan bubuk kulit nanas pada variasi waktu marinasi yang berbeda. Variabel yang dianalisis dalam studi ini adalah nilai DIA, DPD, dan SM. Hasil penelitian menunjukkan nilai DIA dan DPD optimum pada pemberian bubuk kulit nanas sebanyak 20% selama 90 menit waktu marinasi sedangkan nilai susut masak optimum pada pemberian bubuk kulit nanas sebanyak 20% selama 120 menit waktu marinasi pada daging AKUSI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bubuk kulit nanas sebanyak 20% dari berat daging AKUSI dan dimarinasi selama 90 menit dapat meningkatkan kualitas keempukan daging AKUSI.
Growth Performance of Sensi Native Chickens Under an Intensive Rearing System Junaedi, Junaedi; Khaeruddin, Khaeruddin; Amin, Muhammad
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/trolija.v5i1.932

Abstract

This study aims to analyze the growth pattern of body weight of superior Sensi native chickens in an intensive maintenance system and to evaluate the effectiveness of the system in supporting production performance. This study was conducted for 75 days, covering three maintenance phases: starter (1–21 days), grower (22–42 days), and finisher (43–75 days), with a sample of 20 chickens from a population of 275 DOCs observed individually. The method used was a field experiment in a closed cage with ad libitum feeding. Data collected included initial body weight, weekly weight, daily weight gain (DWG), feed conversion (FCR), and mortality. The results showed a sigmoid growth pattern, where body weight increased consistently from 28.25 g in DOC to 1080 g on the 75th day. The highest DWG was recorded at 75 days of age at 14.02 g/head/day. The FCR value of 2.31 indicates good feed efficiency for native chickens, with a very low mortality rate of 0.88%. The conclusion of this study is that Sensi native chickens have high potential to be cultivated in an intensive system, both in terms of growth, feed efficiency, and resistance to mortality. These results can be a reference for breeders, researchers, and policy makers in developing superior native chicken cultivation strategies based on scientific data and production efficiency.
Identification of Single-Nucleotide Polymorphism, Linkage Disequilibrium, and Restriction Enzyme Analysis of the Growth Hormone Gene in Kampung Super Chicken Sari, Apriliana Putri Zahara Nafsina Luvita; Maharani, Dyah; Febrianto, Firman; Maulana, Yasin Pradana; Tribudi, Yuli Arif
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/trolija.v5i1.936

Abstract

This study aimed to investigate single-nucleotide polymorphisms (SNPs) and haplotype diversity within the growth hormone (GH) gene of Kampung Super chickens, a hybrid breed derived from KUB males and commercial layer hens. In this study, thirty-eight blood samples of Kampung Super chicken were collected and analyzed. A total of 11 SNPs were identified within intronic regions of the GH gene. Despite their non-coding location, these variants may influence gene regulation through mechanisms such as alternative splicing, mRNA transport, or chromatin accessibility. Linkage disequilibrium (LD) analysis revealed several strong associations among SNP pairs, indicating the presence of conserved haplotype blocks potentially under stabilizing selection. In silico restriction enzyme analysis showed that five SNPs displayed three genotypic classes, and four of them could be effectively genotyped using PCR-RFLP, while one SNP (g.3018G/A) lacked suitable restriction sites. The SNP g.3094C/T exhibited high diagnostic potential using multiple enzymes (StuI, MspI, XmaI), while g.3129A/T was distinguishable using TaqI, although the adjacent SNP overlap limited interpretability. Two SNPs (g.3261C/T and g.3268G/A) were digestible by enzymes with multiple cut sites, complicating gel-based resolution. These findings provide a foundation for future functional and association studies and support the use of GH gene polymorphisms in marker-assisted selection strategies for growth-related traits in Kampung Super chicken.
Korelasi Besaran Ukuran Tubuh dan Status Fisiologis Kambing Jawarandu Jantan dan Betina dengan Temperature-Humidity Index di Desa Sidamulih, Kabupaten Pangandaran Wulansari, Asri; Lestari, Puji Ayu; Ludista, Aldin Petra; Surahman, Rizky Nugraha; Mayasari, Novi; Ismiraj, Muhammad Rifqi
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/trolija.v5i1.951

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan dan korelasi besaran ukuran tubuh dan status fisiologis kambing Jawarandu jantan dan betina yang dipelihara di wilayah pesisir Pangandaran, Jawa Barat. Penelitian dilakukan terhadap 9 ekor kambing, terdiri dari 5 jantan dan 4 betina, menggunakan metode survei dengan pengukuran langsung selama 3 hari berturut-turut. Parameter yang diamati meliputi ukuran tubuh yang terdiri atas bobot badan, panjang badan, tinggi pundak dan lingkar dada, serta status fisiologis yaitu suhu rektal, laju respirasi, denyut jantung, dan denyut nadi. Selain itu, pengukuran temperature humidity index (THI) dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh kondisi lingkungan terhadap respons fisiologis kambing. Hasil menunjukkan bahwa kambing jantan memiliki ukuran tubuh yang secara signifikan lebih besar dibandingkan kambing betina (P<0,05), menunjukkan adanya dimorfisme seksual. Sementara itu, perbedaan status fisiologis antara jenis kelamin tidak signifikan, namun beberapa parameter fisiologis menunjukkan korelasi positif dengan nilai THI dengan rataan sebesar 79 (zona stres berat). Laju respirasi pada ternak jantan ditemukan berkorelasi signifikan dengan nilai THI (P<0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa kondisi lingkungan pesisir berperan dalam respons fisiologis kambing, dan perlu menjadi pertimbangan dalam manajemen pemeliharaan untuk mendukung adaptasi dan kesejahteraan ternak.
Karakterisasi Mikrostruktur dan Komposisi Elemental Whey Protein sebagai Bahan Film Biodegradable Fahrullah, Fahrullah; Kisworo, Djoko; Noersidiq, Azhary
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/trolija.v5i2.989

Abstract

Akumulasi limbah plastik yang menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan mendorong pengembangan bahan kemasan pangan ramah lingkungan, salah satunya melalui penelitian penggunaan whey protein sebagai bahan dasar pembuatan film biodegradable. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mikrostruktur dan komposisi unsur whey protein menggunakan teknik Scanning Electron Microscopy (SEM) dan Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (EDS), serta mengevaluasi kaitannya dengan potensi aplikasi whey protein sebagai bahan film biodegradable. Serangkaian pengamatan mikrostruktur dilakukan menggunakan mikroskop elektron pemindai (SEM), sedangkan analisis komposisi unsur dilakukan melalui spektroskopi sinar-X dispersi energi (EDS) untuk mengetahui profil kandungan unsur pada permukaan whey protein. Data dianalisis secara deskriptif untuk menginterpretasikan sifat morfologi dan kimia dari sampel. Hasil SEM menunjukkan bahwa whey protein memiliki struktur permukaan yang kasar, tidak beraturan, dan cenderung membentuk agregat yang ditandai dengan pori-pori mikroskopis. Sifat-sifat ini mendukung luas permukaan yang tinggi dan reaktivitas yang baik, meskipun agregasi yang besar dapat berdampak negatif terhadap stabilitas dan homogenitas larutan. Hasil EDS menunjukkan dominasi unsur karbon dan oksigen, serta keberadaan mineral seperti natrium (Na), kalium (K), kalsium (Ca), dan magnesium (Mg). Mineral-mineral ini diketahui berperan dalam pembentukan jaringan dan stabilitas struktur protein melalui ikatan ionik. Kombinasi antara mikrostruktur yang kompleks dan komposisi unsur fungsional menjadikan whey protein sebagai bahan yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi film biodegradable yang mendukung inovasi kemasan pangan berkelanjutan.
Identifikasi Keragaman Kerbau Lokal Berdasarkan Mikrosatelit Lokus CSSM038 di Kabupaten Dompu Pertiwi, Eva Amalia; Nurjannah, Luluk Lailatun; Firhamsyah, Ikhwan; Wandira, Ica Ayu; Karni, Ine; Saedi, M Ridwan; Muharram, Fadhil; Yunitasari, Fitri
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/trolija.v5i2.993

Abstract

Kerbau lokal Dompu di kawasan Doroncanga, Nusa Tenggara Barat, merupakan sumber daya genetik penting yang berperan dalam sistem pertanian tradisional dan ekonomi masyarakat setempat. Namun, informasi mengenai keragaman genetiknya masih terbatas, padahal data tersebut sangat diperlukan untuk mendukung program pemuliaan dan konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat keragaman genetik kerbau lokal berdasarkan analisis mikrosatelit lokus CSSM038 menggunakan teknik polymerase chain reaction (PCR). Sebanyak empat puluh sampel darah kerbau lokal yang sehat secara klinis diambil secara purposive sampling dari peternakan rakyat di Doroncanga, Kabupaten Dompu. DNA hasil ekstraksi diamplifikasi menggunakan primer spesifik CSSM038 dan divisualisasikan melalui elektroforesis gel agarosa 1,5 persen. Analisis frekuensi alel dan genotipe dilakukan untuk menentukan tingkat variasi genetik antar individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel memiliki genotipe homozigot AA dengan frekuensi alel A sebesar seratus persen, yang menandakan lokus CSSM038 bersifat monomorfik pada populasi kerbau lokal Dompu. Kondisi ini mengindikasikan rendahnya keragaman genetik yang diduga dipengaruhi oleh ukuran populasi efektif yang kecil, isolasi geografis, serta pola perkawinan tidak terarah di tingkat peternakan rakyat. Kesimpulannya, populasi kerbau lokal Doroncanga menunjukkan homogenitas genetik pada lokus CSSM038, sehingga diperlukan penelitian lanjutan menggunakan penanda genetik lain dan cakupan wilayah yang lebih luas untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai struktur genetik kerbau lokal di Nusa Tenggara Barat serta sebagai dasar penyusunan strategi konservasi genetik yang berkelanjutan.