cover
Contact Name
Nurida Safriyani
Contact Email
nurida.sy@gmail.com
Phone
+6282180014156
Journal Mail Official
profetikjurnal@gmail.com
Editorial Address
Prodi PAI Universitas Muhammadiyah Metro, Jl. Ki Hajar Dewantara, No. 116, Iringmulyo, Metro Timur, Kota Metro, Lampung
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam
ISSN : 27472523     EISSN : 27472531     DOI : https://doi.org/10.24127
Core Subject : Religion, Education,
PROFETIK: merupakan Jurnal Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Metro, sebagai wahana komunikasi akademik dalam bidang Pendidikan Agama Islam yang mencakup Pemikiran Pendidikan Agama Islam, Strategi Pembelajaran Pendidikan Islam, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam, Implementasi Kurikulum Pendidikan Islam, Pengembangan Media Pembelajaran dan Sumberdaya Pendidikan Islam dan Evaluasi Pendidikan Agama Islam. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun pada bulan Januari - Juni dan Juli - Desember.
Articles 91 Documents
Pembelajaran Aqidah Akhlak dengan Menggunakan Metode Information Search di MTs Muhammadiyah 1 Pubian Lampung Tengah Khofsah, Ani; Dacholfany, Muhammad Ihsan; Iswati; Ardiwansyah, Bayu
PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2025): JANUARI-JUNI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/profetik.v5i2.8534

Abstract

Penelitian dalam skripsi ini dilatar belakangi siswa yang belum bisa belajar mandiri dan cenderung lebih banyak mengembangkan kemampuan mendengar materi pelajaran.pembelajaran Aqidah akhlak masih berpusat pada guru dan masih menggunakan metode konvensional yaitu metode ceramah. Untuk mengatasi masalah di atas dibutuhkan proses pembelajaran yang tepat. Salah satu metode yang dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran aqidah akhlak adalah dengan menggunakan metode information search .metode ini memberikan peluang kepada siswa untuk lebih aktif dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui bagaimana pembelajaran aqidah akhlak dengan menggunakan metode information search di MTs Muhammadiyah 1 Pubian. (2) Mengetahui yang menjadi faktor penghambat dan pendukung pembelajaran aqidah akhlak dengan menggunakan metode information search di MTs Muhammadiyah 1 Pubian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deksriptif kualitatif dengan jenis pendekatan fenomenologi. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara yaitu, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1)pembelajaran aqidah akhlak dengan menggunakan metode infomation search di Mts Muhammadiyah 1 Pubian dikategorikan efektif. (2) faktor penghambat dan pendukung pembelajaran aqidah akhlak dengan menggunakan metode information search adalah siswa yang cenderung mudah gaduh, terbatasnya jam mapel, serta internet yang bermasalah. Simpulan bahwa pembelajaran aqidah akhlak dapat meningkatkan ketika guru menerapkan metode information search. pembelajaran dengan menggunakan metode information search dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pilihan untuk meningkatkan pembelajaran.
Peran Guru Akidah Akhlak sebagai Konselor dalam Mencegah Sikap Insecure Siswa di MAN 1 lampung Timur Khassanah, Anisya Nurr; Sujino; Khaeroni, Cahaya
PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2025): JANUARI-JUNI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/profetik.v5i2.8536

Abstract

Siswa dengan latar belakang dan kepribadian yang beragam sering mengalami kesulitan beradaptasi, yang dapat menyebabkan perasaan insecure. Dalam konteks ini, guru akidah akhlak berperan penting sebagai konselor yang mendengarkan dan memahami masalah siswa, termasuk mengatasi rasa tidak percaya diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru akidah akhlak dalam mencegah sikap insecure di MAN 1 Lampung Timur, serta faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi. Menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai informator, fasilitator, mediator, dan kolaborator dalam mencegah insecure. Konseling Islam yang diterapkan menekankan pada asas ketauhidan, amaliah, akhlak, profesionalisme, dan kerahasiaan, dengan mengaitkan pelajaran dengan nilai-nilai Islam. Faktor pendukung termasuk kurikulum berbasis tauhid dan lingkungan Islami, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan pengetahuan agama, waktu pembelajaran, dan pengaruh lingkungan pertemanan. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran guru akidah akhlak dalam mendukung kepercayaan diri siswa.
Startegi Pembinaan Nilai-Nilai Agama Islam dalam Meningkatkan Kualitas Ibadah Anggota Kepolisian Sektor Trimurjo Resor Lampung Tengah Khasanah, Miftah Nur; Cahyono, Heri; Noormawanti; Bayu Ardiwansyah
PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2025): JANUARI-JUNI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/profetik.v5i2.8537

Abstract

Kepolisian Negara Republik Indonesia memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa anggotanya tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual yang tinggi. Salah satu upaya untuk mencapai hal ini adalah melalui pembinaan nilai-nilai agama, khususnya agama Islam, yang diatur dalam kode etik POLRI. Pembinaan ini diharapkan dapat membentuk karakter dan kepribadian anggota kepolisian, sehingga mereka dapat melaksanakan tugas dengan lebih baik dan bertanggung jawab. Dalam konteks ini, penelitian ini dilakukan di Polsek Trimurjo untuk mengeksplorasi bagaimana pembinaan nilai-nilai agama Islam dilaksanakan, serta dampaknya terhadap kualitas keagamaan anggota kepolisian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pembinaan, kualitas keagamaan anggota kepolisian setelah pembinaan, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Metodologi yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, melibatkan ustad, kapolsek, dan anggota kepolisian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan di Polsek Trimurjo menggunakan strategi ekspositori, yang berfokus pada teori untuk meningkatkan pemahaman nilai-nilai agama melalui program bimbingan rohani dan mental, serta peringatan hari besar. Pembinaan ini berdampak positif pada kualitas ibadah anggota, terlihat dari perubahan perilaku dan peningkatan pemahaman ilmu keagamaan. Faktor pendukung pelaksanaan program ini meliputi fasilitas yang memadai dan kesadaran anggota, sementara hambatan yang dihadapi adalah jadwal kerja yang padat dan keterbatasan biaya untuk kegiatan tersebut.
Pola Asuh Anak Perspektif Diana Baumrind di Panti Asuhan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Muhammadiyah Bentang Hati Putra Bandar Jaya Mustiawati, Siti; Khaeroni, Cahaya; Widayat, Prabowo Adi
PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2025): JANUARI-JUNI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/profetik.v5i2.8538

Abstract

Anak-anak asuh yang berasal dari latar belakang yang beragam bukanlah hal yang mudah. Kondisi ekonomi, kehilangan salah satu orang tua, dan broken home dapat menimbulkan dampak anak merasa tertekan, kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungan baru, cenderung menjadi mandiri berlebihan, memiliki karakter yang buruk, dan berbagai masalah lainnya. Peran pola pengasuhan yang baik perlu diterapkan. Tujuan penelitian ini (1) Untuk Mendeskripsikan bentuk Pola Asuh Anak Panti Asuhan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Muhammadiyah Bentang Hati Putra Bandar Jaya Perspektif Diana Baumrind. (2) Untuk mengetahui Faktor Pendukung dan penghambat Panti Asuhan dalam menerapkan pola asuh dalam Perspektif Diana Baumrind. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yang mengambil data dari lapangan kemudian untuk diteliti dan disimpulkan, menggunakan data dengan sumber primer dan sumber sekunder, metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Dengan menggunakan pendekatan psikologi, pendekatan sosiologi dan pendekatan komunikasi. Sedangkan tehnik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pola asuh di Panti Asuhan LKSA Bentang Hati Putra, menurut perspektif Diana Baumrind, adalah Otoritatif Parenting. Pola ini mendukung kemandirian anak dengan tetap memberikan pengawasan, pengendalian, dan batasan. Filosofi Jawa yang diterapkan mencakup Asah (keteladanan, sistem asrama, dan nasehat), Asih (perhatian dan persahabatan), serta Asuh (pembiasaan dan pengajaran moral seperti sopan santun dan kejujuran). (2) Faktor pendukung pola asuh meliputi niat tulus pengasuh, profesionalisme, sarana yang memadai, tenaga pengajar, dan pengurus yang memiliki jiwa sosial, serta pengasuh yang tidak menuntut gaji. Sementara itu, faktor penghambat mencakup lingkungan pertemanan, latar belakang yang beragam, kurangnya kesadaran diri anak, dan keterbatasan ruang pengawasan.
RAGAM STRATEGI GURU ASRAMA DALAM MEMBINA KARAKTER SANTRI BARU DI ASRAMA SITI HAJAR PONDOK PESANTREN DINIYYAH PUTRI LAMPUNG Marlina, Mira; Iswati; Fajar, Mokhammad Samson; Ardiwansyah, Bayu
PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2025): JANUARI-JUNI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/profetik.v5i2.9215

Abstract

Pembinaan karakter santri baru sangat bergantung kepada guru asrama sebagai penanggung jawab asrama. Karakter santri pada saat pertama kali masuk belum terarah, baik dari segi sikap, akhlak maupun tutur kata. Untuk membina karakter santri baru diperlukan strategi yang tepat supaya pembinaan karakter pada santri berjalan optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakter santri baru ketika masuk ke Pondok Pesantren Diniyyah Putri Lampung, mendeskripsikan strategi guru asrama dalam membina karakter santri baru di asrama Siti Hajar Pondok Pesantren Diniyyah Putri Lampung serta mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat guru asrama dalam membina karakter santri baru di asrama Siti Hajar Pondok Pesantren Diniyyah Putri Lampung. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, menggunakan pendekatan Deskriptif-kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara, observasi serta dokumentasi. Langkah analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), penarikan kesimpulan (verification). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter santri baru masih lemah dalam aspek akhlak, ibadah, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemandirian. Guru asrama di asrama Siti Hajar menggunakan lima strategi pembinaan, yaitu keteladanan, pembiasaan, hukuman, nasihat, dan motivasi. Faktor pendukung meliputi keterlibatan wali santri yang sevisi dengan pondok serta keikhlasan guru asrama. Adapun hambatannya adalah keterbatasan jumlah guru dibandingkan banyaknya santri, yakni satu guru menangani 70 santri. Oleh karena itu, pembinaan karakter santri memerlukan strategi dan keteguhan agar berjalan efektif dan terarah.
HIKMAH DI BALIK AYAT MUHKAM DAN MUTASYABIH: NILAI PENDIDIKAN BAGI UMAT ISLAM Prasetyo, Edi; Anwar, Abu
PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 1 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/profetik.v6i1.8149

Abstract

Telah diketahui bahwa Al-Quran merupakan petunjuk. Maka kitab ini seharusnya menjadi pedoman yang harus dipatuhi oleh seluruh umat Islam. Akan tetapi, mungkin sebagian dari mereka masih ragu-ragu akan hal tersebut karena kata-kata atau kalimatnya mengandung kekaburan yang sulit dipahami. Artikel ini membahas tentang pentingnya memahami ayat-ayat muhkam dan mutasyabih dalam Al-Qur'an sebagai dasar bagi umat Islam untuk menjalani kehidupan sesuai dengan ajaran agama. Ayat muhkam yang memiliki makna yang jelas dan tegas berfungsi sebagai pedoman hukum yang mantap, sedangkan ayat mutasyabih yang memiliki makna yang ambigu dan multitafsir memberikan ruang untuk refleksi dan pemahaman yang lebih mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis teks dan studi pustaka untuk mengeksplorasi karakteristik, contoh, dan hubungan antara kedua jenis ayat tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman yang benar terhadap kedua jenis ayat ini sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman dan perpecahan di dalam masyarakat Muslim. Sementara itu, hikmah yang dapat dipetik dari keberadaan ayat muhkam dan mutashabih adalah bahwa keberadaan kedua jenis ayat ini memberikan keseimbangan dalam memahami Al-Qur'an. Ayat muhkam memberikan kepastian hukum dan pedoman hidup, sedangkan ayat mutasyabih mengajak manusia untuk berpikir kritis dan mendalam. Hal ini mendorong berkembangnya ilmu pengetahuan dan pemahaman yang lebih luas terhadap ajaran Islam.
Pengaruh Kecerdasan Buatan Terhadap Interprestasi Teks Keagamaan Islam: Tinjauan Pustaka Implikasi Etis Teologis Mesin Penerjemah Fitryansyah, Muhammad Andryan; Mughni, Subhan; Nugraha, Enung; Wasehudin; Lugowi, Rifyal Ahmad
PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 1 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/profetik.v6i1.8353

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh kecerdasan buatan (AI) dalam interpretasi teks keagamaan Islam serta penerapan etis dan teologisnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi keunggulan dan keterbatasan AI dalam menerjemahkan dan menafsirkan teks agama serta memahami persepsi masyarakat Muslim terhadap penggunaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah refleksi literatur dengan pendekatan kualitatif yang mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dapat meningkatkan akurasi dan efisiensi penerjemahan, tetapi memiliki keterbatasan dalam menangkap konteks sejarah, budaya, dan teologis dari teks keagamaan. Selain itu, terdapat kekhawatiran mengenai potensi distorsi makna serta pergeseran otoritas keagamaan dari ulama ke sistem berbasis teknologi. Simpulan penelitian ini menekankan pentingnya keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan keterlibatan ahli agama dalam interpretasi teks suci guna menjaga keaslian dan kedalaman makna agama.
IMPLEMENTASI KEGIATAN KEAGAMAAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 12 CILEGON Sofiyati; Wasehudin; Rumbang Sirajudin; Machdum Bahtiar
PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 1 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/profetik.v6i1.8376

Abstract

Kegiatan keagamaan merupakan salah satu komponen kunci dalam membentuk karakter peserta didik. Integrasi nilai-nilai agama dalam kurikulum, pembiasaan perilaku baik di lingkungan sekolah, dan pembinaan spiritual secara personal diharapkan mampu membantu peserta didik untuk memahami, menghargai, dan menerapkan nilai-nilai moral yang tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk memahami secara mendalam fenomena kegiatan keagamaan dalam konteks pembentukan karakter peserta didik. Pendekatan kualitatif dipilih karena dapat menggali makna, pandangan, dan pengalaman peserta didik serta pendidik terkait implementasi kegiatan keagamaan dan dampaknya terhadap karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi dampak kegiatan keagamaan terhadap karakter peserta didik di SMP Negeri 12 Cilegon. Dengan menggunakan metode penelitian pendekatan kualitatif deskriptif, yang meliputi studi literatur, wawancara mendalam, dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan keagamaan, seperti shalat berjamaah dan pengajian, memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter siswa. Dampak positif yang ditemukan meliputi peningkatan disiplin diri, pengembangan empati dan kepedulian sosial, serta penguatan nilai-nilai moral. Selain itu, kegiatan keagamaan juga membangun kemandirian dan ketahanan siswa, serta memperkuat spiritulitas mereka. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan dalam implementasi kegiatan keagamaan, seperti kurangnya dukungan dari orang tua dan keterbatasan waktu. Kesimpulan penelitian ini menekankan bahwa kegiatan keagamaan merupakan komponen penting dalam pendidikan karakter yang dapat menciptakan generasi muda yang berakhlak mulia dan siap berkontribusi positif kepada masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat sangat diperlukan untuk memaksimalkan dampak positif dari kegiatan keagamaan dalam pembentukan karakter peserta didik
Studi Komparasi Konsep Pendidikan Akhlak Menurut Buya Hamka dan Quraish Shihab Huda, Thoriqul Huda; Siti Patimah; Chairul Amriyah
PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 1 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/profetik.v6i1.9360

Abstract

Buya Hamka dan Quraish Shihab merupakan dua tokoh Muslim Indonesia yang memiliki sejarah pendidikan yang berbeda, keduanya mempunyai semangat mengembangkan ilmu keIslaman, kedua tokoh ini mempunyai pandangan penting akan pendidikan akhlak baik secara Islam maupun ke-Indonesia-an dengan segala kultur yang ada. Penelitian kepustakaan ini dilakukan dengan menelaah berbagai literatur yang berkaitan dengan konsep pendidikan akhlak menurut Buya Hamka dan Quraish Shihab, menggunakan teknik analisis isi dalam mengolah data primer dan sekunder yang menjadi acuan penelitian ini. Pendidikan akhlak kepada Allah menurut keduanya dengan cara bertakwa kepada-Nya. Akhlak kepada Rasulullah diwujudkan dengan menghormati dan meneladani, serta bershalawat kepada Rasulullah. Perbedaannya, Hamka memaknai sholawat sebagai ucapan terimakasih, sedangkan Quraish Shihab memaknai sebagai ucapan doa kepada Nabi. Pendidikan akhlak kepada sesama manusia keduanya memiliki kesamaan pandangan tentang akhlak kepada orang tua didasari pada rasa hormat dan bakti kepada mereka, yang membedakan Hamka berbakti kepada keduanya dengan menyayangi dan menghormati agar dapat menunjukkan sebagai muslim yang berbudi luhur, sedangkan Quraish Shihab memberi batasan lebih luas pada adat kebiasaan masyarakat selama dapat membuat keduanya senang dan bahagia. Akhlak kepada tamu, tetangga dan yang memghadiri majelis hendaknya dengan rasa saling menghormati dan bertoleransi. Pendidikan akhlak kepada lingkungan menurut keduanya memiliki kesamaan pandangan manusia diciptakan sebagai khalifah dimuka bumi diberi amanah menjaga dan memanfaatkan segala apa yang diciptakan-Nya sesuai fungsinya di alam semesta ini. Perbedaannya Hamka memaknai akhlak puncak pemanfaatan lingkungan dengan meletakkan cinta pada Allah, untuk mengenal Allah dan mendekatkan diri pada-Nya, sedangkan Quraish Shihab menjelaskan puncak pemanfaatan lingkungan dengan mengantarkan makhluk dan benda yang Allah ciptakan kepada tujuan penciptaanya.
Dinamika Dakwah Lintas Kawasan: Pengaruh Influencer Islam Global Terhadap Praktik Keagamaan Di Indonesia Humayrotul Lathyfah; Ana setiyani mutia; Mukmin
PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 1 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/profetik.v6i1.10813

Abstract

Perkembangan media digital telah memperluas arus dakwah lintas wilayah, menjadikan influencer Islam global sebagai aktor penting dalam membentuk praktik keberagamaan masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Urgensi kajian ini terletak pada semakin menguatnya pengaruh tokoh keagamaan global terhadap pola ibadah dan referensi otoritas keagamaan masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pengaruh influencer Islam global terhadap praktik keagamaan serta memahami dinamika otoritas keagamaan di era digital. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi konten media sosial, dan dokumentasi analisis, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa influencer global berperan dalam mendorong perubahan preferensi ibadah, menerapkan gaya keberagamaan baru, dan menggeser otoritas dari tokoh lokal menuju figur transnasional. Temuan ini berkontribusi pada pemahaman mengenai transformasi identitas keagamaan dalam konteks globalisasi digital. Penelitian menyimpulkan bahwa dakwah melintasi kawasan perluasan otoritas keagamaan sekaligus menciptakan tantangan baru bagi otoritas lokal. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi pengaruh algoritma media sosial dan membandingkan perani influencer global dan lokal.

Page 8 of 10 | Total Record : 91