cover
Contact Name
E Sutandar
Contact Email
Erwin_sutandar@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
fanypuspabella@student.untan.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, 78124, Kalimantan Barat, Indonesia. E-mail: jmts@teknik.untan.ac.id
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : https://dx.doi.org/10.26418/jelast.v9i1.53691
Core Subject : Engineering,
Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung, Kota Pontianak termasuk ke dalam daerah dengan gempa ringan. Setiap perancangan bangunan di Kota Pontianak saat ini harus memperhitungkan parameter gaya gempa. Sehingga dilakukan perhitungan struktur gedung 7 lantai Sekolah Santu Petrus untuk mendapatkan dimensi komponen struktur yang tahan terhadap beban gempa. Perancangan gedung ini merupakan struktur beton bertulang dengan Sistem Rangka Pemikul Momen dan dimodelkan dengan bantuan program analisis struktur. Struktur dianalisis terhadap beban yang bekerja pada gedung tersebut. Pada analisis pengaruh gempa, gedung ini termasuk kategori desain seismik KDS D, maka dalam analisisnya akan mengikuti persyaratan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Hasil kontrol perilaku struktur terdapat ketidakberaturan struktur tipe 2 dan 3 serta ketidakberaturan vertikal struktur tipe 2. Dimensi struktur pelat lantai setebal 100 mm, balok induk 300/600 mm dan 450/800 mm, balok anak 300/600 mm dan 200/400 mm, serta kolom persegi 700/700 mm dan kolom bundar diameter 700 mm. Fondasi yang digunakan adalah fondasi dalam tiang pancang karena sesuai dengan kondisi tanah di Kota Pontianak.
Arjuna Subject : -
Articles 1,475 Documents
MANAJEMEN RISIKO KESELAMATAN PELAYARAN DI ALUR PELAYARAN SUNGAI KAPUAS DENGAN METODE FORMAL SAFETY ASSESSMENT (FSA) Dalimunthe, Arnanda Ridho; Lestari, Arfena Deah; Meirany, Jasisca
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.62978

Abstract

Sungai Kapuas kecil mempunyai peranan penting dalam aktivitas distribusi barang dan mobilisasi penduduk Kalimantan Barat. Aktivitas alur di Sungai Kapuas Kecil setiap harinya dipadati dengan keluar masuknya kapal dan kegiatan naiknya turun penumpang serta bongkar muat barang di dermaga. Hal ini menyebabkan sering terjadinya kecelakaan kapal diantaranya tabrakan, kandas, terbakar dan tenggelam. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan Manajemen Risiko Keselamatan Pelayaran Di Alur Pelayaran Sungai Kapuas Dengan menggunakan Metode Formal Safety Assessment (FSA). Hasil Analisa yang didapatkan menunjukkan bahwa kejadian kapal kandas di alur pelayaran memiliki risiko yang paling tinggi dengan nilai 1,4. Upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir kecelakaan tersebut adalah dengan melakukan pelatihan kepada pilot, ruitin melakukan pemeliharaan alur pelayaran dan sarana prasarana kenavigasian.
KORELASI NILAI CBR LABORATORIUM DAN NILAI CBR LAPANGAN DARI UJI DCP TANAH SUBGRADE PADA PEMBANGUNAN RUAS JALAN NANGA PINOH – ELA HILIR – BATAS KALIMANTAN TENGAH 1 Tri Nugroho Darmawan; R. M. Rustamaji; Vivi Bachtiar
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i3.57533

Abstract

Uji California Bearing Ratio (CBR) dikatakan menjadi standar tes untuk mengetahui daya dukung tanah. Nilai CBR bisa didapatkan di pengujian laboratorium dan pengujian dilapangan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui korelasi yang didapat dari CBR lapangan dari uji DCP dan CBR Laboratorium. Proses penelitian terdiri dari data sekunder didapat data CBR lapangan dari uji DCP sebanyak 15 titik dan untuk data primer mencakup pemeriksaan sifat fisis tanah, pengujian proctor modified dan pengujian CBR Laboratorium sebanyak 15 sampel tanah. Data yang diperoleh kemudian dianalisa menggunakan rumus matematis untuk mendapatkan persamaan regresi dan nilai korelasi agar diketahui seberapa erat data-data tersebut berkaitan. Berdasarkan metode AASHTO tanah tersebut diklasifikasikan dalam jenis tanah A-2-4 yaitu kerikil dan pasir berlanau atau berlempung dengan penilaian umum sebagai tanah subgrade sangat baik sampai baik. Berdasarkan metode USCS klasifikasi tanah yang paling dominan adalah SW/SC yaitu pasir gradasi baik, pasir berkerikil, sedikit atau tidak mengandung butiran halus/pasir berlanau, campuran pasir lempung. Dari hasil perhitungan regresi dan korelasi didapat persamaan rumus untuk memprediksi nilai CBR dan nilai DCP dimana nilai CBR (%) Desain vs CBR dari uji DCP (%) (CBR-DCP = 0,1197(CBR(Desain)) + 14,3970. Penelitian ini membuktikan bahwa tidak ada pengaruh signifikan antara nilai CBR dan nilai DCP.Kata Kunci: CBR, DCP, tanah subgrade.
PEMETAAN MULTI RISIKO BENCANA DI KABUPATEN KETAPANG Wahyuda, Aldi; Meirany, Jasisca; Wulandari, Agustiah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i3.83846

Abstract

Kabupaten Ketapang rentan terhadap berbagai bencana seperti banjir, gempa bumi, abrasi, akresi, dan cuaca ekstrem. Data menunjukkan bahwa beberapa kecamatan mengalami bencana: banjir di Matan Hilir Selatan, cuaca ekstrem di Benua Kayong, gempa bumi di Kendawangan, serta abrasi dan akresi di Benua Kayong. Penelitian ini menggunakan metode pemetaan, skoring, dan pembobotan dengan software GIS. Tingkat risiko bencana diklasifikasikan menjadi tinggi, sedang, dan rendah. Banjir di Kecamatan Kendawangan mencakup risiko tinggi seluas 57.673,33 hektar dan risiko rendah seluas 47.425,49 hektar. Risiko cuaca ekstrem di Kecamatan Kendawangan meliputi 192.294,36 hektar untuk risiko tinggi dan 83.238,11 hektar untuk risiko rendah. Kecamatan Kendawangan terdampak gempa bumi dengan radius 61,25 km dan 26,6 km. Kecamatan Benua Kayong, Muara Pawan, Matan Hilir Selatan, dan Kendawangan menghadapi risiko abrasi, sedangkan risiko akresi terdapat di Kecamatan Matan Hilir Utara, Delta Pawan, Muara Pawan, Matan Hilir Selatan, dan Kendawangan. Berdasarkan overlay pemetaan, Kecamatan Kendawangan memiliki multi risiko tinggi seluas 32.040,12 hektar, risiko sedang 699.487,87 hektar, dan risiko rendah 152.231,19 hektar. Mitigasi banjir dilakukan dengan pembangunan drainase dan tanggul. Mitigasi cuaca ekstrem melibatkan pemasangan tanggul pemecah ombak dan Weather Information Display (WID). Mitigasi gempa bumi dilakukan dengan pemasangan Earthquake Warning Alert System (EWAS). Mitigasi abrasi dan akresi di pantai Tanjung Belandang, Kinjil Pesisir, Jambat, dan Dusun Sungai Tengar dilakukan dengan membangun tanggul pemecah ombak dan penanaman mangrove
PENGARUH PENGGUNAAN SERBUK KACA DAN ABU SERBUK KAYU SEBAGAI FILLER DALAM CAMPURAN LASTON AC – WC ( ASPHALT CONCRETE – WEARING COURSE ) - Revandra; Slamet Widodo; Siti Nurlaily Kadarini
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 3 (2021): JeLAST EDISI DESEMBER 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i3.52333

Abstract

Indonesia menghasilkan sampah 65 juta ton perharinya, sampah yang dihasilkan di Indonesia adalah sampah organik (60%), sampah plastik (14%), sampah kertas (9%), kaca dan kayu (12,7%). Berdasarkan data tersebut, maka digunakan serbuk kaca dan abu serbuk kayu sebagai filler dalam campuran aspal khususnya campuran Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan serbuk kaca dan abu serbuk kayu dengan abu batu sebagai filler dalam campuran perkerasan jalan LASTON AC-WC meliputi pengujian marshall dan analisa void yang terdiri dari VMA, VIM, VFB, dan MQ. Proporsi campuran agregat kasar 39%, agregat halus 54,5%,  dan filler  6,5%. Perencanaan benda uji dengan kadar aspal 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, 7%. Pada masing masing KAO didapatkan bahwa pada campuran aspal menggunakan filler abu batu nilai  stabilitas sebesar 1007,26 kg, flow 3,37 mm, VIM 4,62%, VMA 16,36 %, VFB 81,14% dan MQ 299,72 kg/mm. Pada campuran aspal menggunakan filler serbuk kaca didapatkan nilai stabilitas sebesar 978,64 kg, flow 3,33 mm, VIM 4,67%, VMA 16,38%, VFB 80,74%, dan nilai MQ 293,80 kg/mm. Kemudian campuran aspal dengan menggunakan filler abu serbuk kayu didapatkan nilai stabilitas sebesar 946,94 kg, flow 3,63 mm, VIM 4,59%, VMA 16,26%, VFB 81,07%, dan MQ 260,69 kg/mm.Kata kunci: Abu Serbuk Kayu, Campuran AC-WC, Filler, Parameter Marshall, Serbuk Kaca.
ANALISIS KETERSEDIAAN INFRASTRUKTUR KABUPATEN SANGGAU DALAM PENGEMBANGAN WILAYAH Nafisa, Irba; Pratiwi, Nana Novita; Fitriani, Meta Indah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i4.67830

Abstract

Kabupaten Sanggau merupakan satu di antara kabupaten yang memiliki fungsi sebagai Pusat Kegiatan Wilayah dan berperan vital sebagai perbatasan Indonesia-Malaysia. Namun, keberadaan infrastruktur di Kabupaten Sanggau saat ini masih sangat kurang. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan infrastruktur di Kabupaten Sanggau dalam pengembangan wilayah. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan menggunakan standar Keputusan Menteri Kimpraswil 534/KPTS/M/2001 dan SNI 1733-03-2004. Infrastruktur yang dikaji berupa jalan, telekomunikasi, kelistrikan, air bersih, pendidikan dan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan, infrastruktur jalan sudah memenuhi standar panjang jalan minimum dengan jumlah ketersediaan jalan eksisting berlebih dari standar sepanjang 743,447 km. Sementara, infrastruktur telekomunikasi belum memenuhi standar jaringan telepon dengan kebutuhan sesuai standar masih kurang 54.895 sambungan telepon. Infrastruktur kelistrikan sudah memenuhi standar aliran listrik minimum dan berlebih dari standar yaitu 196.544.165 kWh. Begitu juga dengan infrastruktur air bersih sudah mencukupi standar minimum kebutuhan air rumah tangga bahkan berlebih 3.660.280 m ³. Infrastruktur pendidikan masih terdapat fasilitas yang kurang seperti Taman Kanak-kanak sebanyak 326 unit dan Sekolah Menengah Atas 50 unit. Sama halnya dengan infrastruktur kesehatan masih ada yang kurang yaitu fasilitas balai pengobatan warga sebanyak 185 unit dan apotik sebanyak 5 unit. Dibutuhkan peningkatan jumlah unit infrastruktur yang kurang dalam mendukung pengembangan wilayah Kabupaten Sanggau.
PEMETAAN PERUBAHAN GARIS PANTAI DI KECAMATAN SINGKAWANG SELATAN Mangurai, Eclesia Mayang; Meirany, Jasisca; Lestari, Arfena Deah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.64241

Abstract

Pantai Pasir Panjang merupakan kawasan pesisir yang berada diKKecamatan SingkawangWSelatan,KKota Singkawang,KKalimantanBBarat. Garis Pantai diSwilayah ini memiliki kisaran Panjang pantai ± 3 km yang mengalamidperubahan garisepantai akibatyabrasikdanaakresi, sehingga aktivitas masyarakat seperti pariwisata di wilayah pesisir terganggu. Dengan menggunakan media citra landsat Google Earth pro, laju perubahanigaris pantai.yang terjadiidiopantai Pasir Panjang KecamataniSingkawang Selatan adalah seluas 3149,349 m2 dan ratarata laju perubahan yang terjadi selama 7 tahun adalah seluas 45806,804 m2 . Selanjutnya luasan abrasi dan akresi yang terjadi di pantai Pasir Panjang Kecamatan Singkawang Selatan untuk abrasi seluas 20012,416 m2 dan akresi seluas 13273,992 m2 . Solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi perubahan garis pantai di pantai Pasir Panjang Kecamatan Singkawang Selatan yaitu dengan membangun hard structure berupa breakwater yang berfungsiemelindungiibagian darattpantai disbelakangkbangunan, yang banyak aktivitas pariwisatanya terhadap abrasi dan akresi akibat arus dan gelombang. KataaKunci: Citraasatelit, ArcGIS, PerubahannGarissPantai, Abrasi,aAkresi
ANALISIS KARAKTERISTIK POLA PARKIR DI BADAN JALAN (STUDI KASUS : KAWASAN JALAN TANJUNGPURA) Yoshua Kurniawan Parura; Komala Erwan; Sumiyattinah Sumiyattinah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i3.59427

Abstract

Permasalahan transportasi yang ada di Kota Pontianak jauh berbeda dengan kota-kota lainnya di Indonesia. Bertambahnya kepemilikan penggunaan kendaraan pribadi seperti kendaraan ringan dan pengguna sepeda motor mengakibatkan terjadinya penurunan tingkat pelayanan pada ruas Jalan Tanjungpura dikarenakan adanya aktivitas parkir di badan jalan yang sebenarnya diperuntukkan untuk pergerakan arus lalu lintas pada Kawasan Jalan Tanjungpura sepanjang 100 m (Gerbang Pasar Tengah–Gerbang Pasar Parit Besar). Penelitian ini menganalisis dan menjelaskan karakteristik pola parkir di badan jalan pada Kawasan Jalan Tanjungpura sepanjang 100 m dan mencari solusi lokasi parkir agar tidak menganggu pengguna kendaraan yang melewati arus lalulintas pada ruas Jalan Tanjungpura. Data yang digunakan adalah data primer yang didapatkan dari pengamatan lokasi studi dengan melibatkan beberapa orang untuk mengamati dan mencatat beberapa data yang diperlukan. Data yang diperlukan adalah survey hambatan samping, jumlah kendaraan parkir, dan survei bentuk pola parkir. Karakteristik Parkir yang diperoleh dari analisis adalah 137 motor dan 52 mobil pada hari Jumat, 215  motor dan 62 mobil pada hari Minggu, akumulasi parkir tertinggi pada hari Minggu sebesar 54 motor dan 9 mobil untuk laju pergantian parkir tertinggi pada motor sebesar 0,338 kend/SRP/jam dan mobil sebesar 0,738 kend/SRP/jam dengan indeks parkir tertinggi adalah 50,94% motor dan 64,29% mobil. Kata Kunci : karakteristik parkir, parkir badan jalan.
STUDI IRIGASI TAMBAK UDANG DI DESA SUNGAI PANGKALAN SATU KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN BENGKAYANG Dianti, Nataliya Kristina Kesi; MTS, Johnny; Meirany, Jasisca
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i1.53478

Abstract

Tambak ini terdapat beberapa kolam yang sudah tidak berfungsi lagi dikarenakan sistem saluran irigasi yang   belum tertata rapi. Metode yang digunakan adalah pengukuran secara langsung di lapangan, data yang digunakan berupa data air yaitu salinitas, oksigen terlarut, suhu, pH, kecerahan atau transparansi. Kemudian data pasang surut berupa data tinggi muka air, data curah hujan untuk mengetahui debit air dan data panen berupa data penghasilan tambak pertahun. Hasil penelitian menunjukan bahwa parameter air salinitas dan suhu dapat dikategorikan memenuhi standard dan parameter oksigen terlarut, pH, dan kecerahan dikategorikan tidak memenuhi standar. Untuk hasil panen tambak udang di Cv. Jaya Kota mengalami kerugian karena faktor oksigen terlarut, pH, dan kecerahan tidak memenuhi standar untuk pemeliharaan budidaya udang sehingga tambak mengalami kerugian pada tahun 2019 sebesar Rp. 209.314.937. Sedangkan untuk pemulihan kolam tambak yang tidak berfungsi   dilakukan direnovasi guna untuk membantu pemulihan hasil panen.  KataKunci: Irigasi Tambak, Saluran Tambak, Perbaikan Tambak
Perancangan Gedung Apartemen Beton Bertulang 10 Lantai dengan Sistem Ganda di Medan Stella, Cindy Meilinda; Lestyowati, Yoke; Elvira, Elvira
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i1.76524

Abstract

ABSTRAKPengembangan perumahan ke arah vertikal yaitu, gedung apartemen dinilai menjadi alternatif terbaik dalam mengatasi permasalahan kondisi lahan yang semakin sempit di wilayah perkotaan. Untuk mengatasi simpangan yang semakin besar pada gedung tinggi, penulis merancang gedung apartemen 10 lantai dengan menggunakan struktur sistem ganda yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Medan yang termasuk dalam wilayah zona gempa tinggi. Sehingga, dinding geser pada sistem ganda merupakan solusi untuk meningkatkan kekakuan struktur terhadap gaya lateral yang terjadi. Dengan pembagian gaya geser  bagian atas struktur  akan dipikul oleh rangka  (frame) dan dinding geser (shear wall) memikul gaya geser pada bagian bawah struktur sehingga dapat memperkuat kekakuan struktur.  Sistem ganda yang digunakan ialah kombinasi antara sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK) dengan dinding geser. Tahapan analisis struktur mengacu pada SNI 2847:2019 dan pembebanan mengikuti SNI 1727:2020, serta SNI 1726:2019 untuk analisis gaya gempa. Perancangan struktur sistem ganda pada gedung dirancang dengan rangka memikul gaya lateral minimal 25% sedangkan shear wall memikul maksimum 75% gaya lateral. Hal ini ditunjukkan oleh hasil pemeriksaan distribusi gaya gempa pada sistem ganda diperoleh porsi gaya geser yang dipikul oleh rangka pada arah-x = 41,41% dan arah-y = 32,31% Sedangkan, porsi gaya geser yang dipikul oleh shear wall pada arah-x = 58,59% dan arah-y = 67,69%. Perhitungan elemen struktur yang telah dilakukan menghasilkan dimensi balok induk 700/350, balok anak 650/350, kolom 800/800, dan shear wall dengan ketebalan 250 mm telah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan dalam SNI 2847-2019.Kata kunci: Dinding Geser (Shear Wall), Sistem Rangka Pemikul Momen, Sistem Ganda
PERENCANAAN BUNDARAN PADA PERSIMPANGAN JL. AMPERA "“ JL. DANAU SENTARUM "“ JL. KARYA SOSIAL KOTA PONTIANAK MENGGUNAKAN MKJI 1997 DAN VISSIM Septiana, Salsabilla; Mukti, Elsa Tri; Kadarini, Siti Nurlaily
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i2.65463

Abstract

Permasalahan lalu lintas yang terjadi diakibatkan volume kendaraan yang kian terus bertambah pada daerah persimpangan Jl. Ampera "“ Jl. Danau Sentarum "“ Jl. Karya Sosial hingga mengakibatkan . Tidak kesesuaian dengan geometrik jalan yang seharusnya juga menyebabkan terjadinya kemacetan di ruas jalan tersebut, kendaraan-kendaraan yang padat tidak sebanding dengan luas Jl. Karya Sosial. Sehingga, direncanakan bundaran pada persimpangan tersebut yang bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui kinerja simpang dan merencanakan bundaran sebagai solusi perbaikan pada persimpangan. Analisis perhitungan dilakukan berdasarakan metode manual MKJI 1997 dan VISSIM. Analisis kinerja dilakukan pada persimpangan kondisi eksisting, perencanaan   bundaran kondisi eksisting dan masa proyeksi 5 tahun. Diperoleh hasil analisis kinerja untuk persimpangan kondisi eksisting DS = 1,214 dengan LOS F, perencanaan bundaran kondisi eksisting dengan DS = 0,586 dengan LOS C, dan perencanaan bundaran kondisi proyeksi 5 tahun (2027) diperoleh DS = 0,842 dengan LOS D. Untuk hasil simulasi VISSIM simpang tak bersinyal kondisi eksisiting didapat hasil tundaan persimpangan = 60,65 detik dengan LOS F, perencanaan bundaran pada kondisi eksisting dihasilkan tundaan persimpangan = 16,68 detik dengan LOS C, serta perencanaan bundaran pada kondisi proyeksi 5 tahun yang akan datang didapat hasil tundaan bundaran 23,20 detik dengan LOS C.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2026): JeLAST Edisi Februari 2026 Vol 12, No 4 (2025): JeLAST Edisi Desember 2025 Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025 Vol 12, No 2 (2025): JeLAST Edisi Juni 2025 Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025 Vol 11, No 4 (2024): JeLAST Edisi Desember 2024 Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024 Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024 Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024 Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023 Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023 Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023 Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023 Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022 Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022 Vol 9, No 2 (2022): JeLAST EDISI JUNI 2022 Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022 Vol 8, No 3 (2021): JeLAST EDISI DESEMBER 2021 Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021 Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020 Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020 Vol 7, No 1 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2020 Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019 Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019 Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019 Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018 Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018 Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017 Vol 3, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2016 Vol 2, No 2 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2016 Vol 1, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI FEBRUARI 2016 Vol 2, No 2 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI JUNI 2015 Vol 3 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI DESEMBER 2015 Vol 1, No 1 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN Vol 3, No 2 (2014): VOL 3 NO 2 DESEMBER 2014 Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Edisi Februari 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UNTAN Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan More Issue