cover
Contact Name
E Sutandar
Contact Email
Erwin_sutandar@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
fanypuspabella@student.untan.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, 78124, Kalimantan Barat, Indonesia. E-mail: jmts@teknik.untan.ac.id
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : https://dx.doi.org/10.26418/jelast.v9i1.53691
Core Subject : Engineering,
Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung, Kota Pontianak termasuk ke dalam daerah dengan gempa ringan. Setiap perancangan bangunan di Kota Pontianak saat ini harus memperhitungkan parameter gaya gempa. Sehingga dilakukan perhitungan struktur gedung 7 lantai Sekolah Santu Petrus untuk mendapatkan dimensi komponen struktur yang tahan terhadap beban gempa. Perancangan gedung ini merupakan struktur beton bertulang dengan Sistem Rangka Pemikul Momen dan dimodelkan dengan bantuan program analisis struktur. Struktur dianalisis terhadap beban yang bekerja pada gedung tersebut. Pada analisis pengaruh gempa, gedung ini termasuk kategori desain seismik KDS D, maka dalam analisisnya akan mengikuti persyaratan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Hasil kontrol perilaku struktur terdapat ketidakberaturan struktur tipe 2 dan 3 serta ketidakberaturan vertikal struktur tipe 2. Dimensi struktur pelat lantai setebal 100 mm, balok induk 300/600 mm dan 450/800 mm, balok anak 300/600 mm dan 200/400 mm, serta kolom persegi 700/700 mm dan kolom bundar diameter 700 mm. Fondasi yang digunakan adalah fondasi dalam tiang pancang karena sesuai dengan kondisi tanah di Kota Pontianak.
Arjuna Subject : -
Articles 1,475 Documents
ANALISIS DAMPAK AKTIVITAS SEKOLAH TERHADAP KINERJA RUAS JALAN (Studi Kasus Yayasan Pendidikan Kalimantan SD – SMP – SMA Katolik Santu Petrus Jalan Karel Satsuit Tubun No.3 Pontianak) Ristiandi, Bisma; Suyono, Rudi S.; YM, Sutarto
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.629 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v5i2.27550

Abstract

Dengan berkembangnya perekonomian masyarakat Kota Pontianak, maka kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi juga semakin meningkat hal ini dikarenakan sarana tranportasi merupakan faktor utama pendukung perekonomian. Hambatan samping dinyatakan sebagai interaksi antara arus lalu lintas dengan aktivitas dipinggir jalan yang berkaitan dengan tata guna lahan disepanjang jalan tersebut yang dapat berupa pejalan kaki, angkutan umum dan kendaraan lain yang berhenti,  kendaraan yang berjalan lambat, dan kendaraan yang masuk dan keluar dari lahan di samping jalan. untuk mengakomodasi kebutuhan pengguna jalan yang berfungsi sebagai tempat untuk melakukan perubahan arah perjalanan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa besar pengaruh aktivitas sekolah di sepanjang Jalan Karel Satsuit Tubun terhadap kinerja ruas jalan.Lokasi penelitian ini di Sekolahan Santu Petrus Jalan Karel Satsuit Tubun Kota Pontianak sepanjang 350 meter. Metodologi yang dipakai pada penelitian ini adalah dengan cara melakukan pengolahan data primer hasil survey lapangan serta mengumpulkan beberapa informasi yang dibutuhkan sebagai data sekunder. Untuk menganalisa hambatan samping, karakteristik lalu lintas dan kapasitas dalam penelitian ini menggunakan metode MKJI 1997. Hasil pengolahan data diperoleh bahwa volume lalu lintas yang digunakan menggunakan data VJP yang dimulai pada tahun 2018 hingga 2033. Untuk hasil yang diperoleh pada tahun 2018 memiliki derajat kejenuhan (DS) 0,44, yang dapat diartikan bahwa jalan tersebut tidak memiliki masalah terhadap kinerjanya atau dapat disimpulkan hasil yang di peroleh tidak sesuai dengan kondisi lapangan. sehingga tingkat pelayanannya (C)“Arus stabil, kecepatan dikontrol oleh lalu lintas,volume pelayanan yang dipakai untuk mendesain jalan perkotaan”. Dari hasil regresi bahwa sebagian besar penyebab pengurangan kecepatan kendaraan adalah hambatan samping baik karena parkir di badan jalan, pejalan kaki, ataupun aktifitas sekolah lainnya. Oleh sebab itu, solusi yang dapat direncanakan adalah dengan cara penataan di sisi jalan ataupun di badan jalan contohnya melarang penjual berjualan di sisi jalan dan tempat tersebut di ganti dengan lahan parkir agar tidak ada lagi yang parkir di badan jalan Karel Satsuit Tubun Pontianak. Untuk jalan yang mengalami masalah terdapat pada tahun 2026 hingga 2033 dengan tingkat pelayanan (D)“Mendekati Arus Tidak Stabil, Kecepatan Rendah”. Kata Kunci: Hambatan Samping, Volume, Aktifitas Sekolah, Santu Petrus                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           
PENGEMBANGAN JALUR SEPEDA DI KOTA PONTIANAK(Studi Kasus Jalan Ahmad Yani) Ridwan, -; Widodo, Slamet; Suyono, Rudi S.
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.362 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i2.33717

Abstract

Dewasa ini sarana transportasi merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi manusia. Perwujudan kota yang berwawasan lingkungan menjadi konsep untuk menyeimbangkan aktivitas pembangunan yang kian pesat. Salah satu caranya adalah dengan pemilihan sarana transportasi yang lebih ramah lingkungan, yaitu mengakomodasi kendaraan tidak bermotor dalam hal ini sepeda. Volume kendaraan di jalan Ahmad Yani saat ini cukup tinggi khususnya kendaraan bermotor dan di dominasi oleh kendaraan pribadi. Berhubung jalan Ahmad Yani Pontianak untuk saat ini belum memiliki jalur khusus untuk pesepeda, maka perlu kiranya jalan Ahmad Yani ditinjau untuk menerapkan jalur sepeda. Lajur sepeda di jalan Ahmad Yani Pontianak dipandang perlu di implementasikan, mengingat bahwa banyaknya arus lalu lintas kendaraan bermotor yang melintas dengan kecepatan yang cukup tinggi. Untuk keselamatan, keamanan dan kenyamanan pengguna sepeda, maka pemerintah perlu meninjau ulang kebutuhan jalur sepeda di jalan Ahmad Yani Pontianak. Diharapkan pemerintah dapat meninjau ulang dan menerapkan jalur khusus sepeda ini di jalan Ahmad Yani Pontianak.Kata Kunci : Jalur   Khusus   Sepeda,   Tingkat   Pelayanan   Jalan,   Geometrik   Jalan Efektifitas   Jalur   Sepeda
PERHITUNGAN STRUKTUR HOTEL 11 LANTAI JALAN TEUKU UMAR PONTIANAK Honggo, Eko; Yusuf, M; Supriyadi, Asep
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 1, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI FEBRUARI 2016
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.336 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v1i1.14642

Abstract

Seiring perkembangan ilmu pengetahuan, maka peraturan-peraturan yang mengatur mengenai konstruksi bangunan juga terus diperbaharui sesuai dengan perkembangan zaman. Salah satunya adalah dalam bidang gempa dimana sebelumnya Kalimantan Barat termasuk dalam wilayah bebas gempa, namun sesuai dengan perkembangan yang ada maka peraturan gempa yang telah diperbaharui tahun 2012 menetapkan Kalimantan Barat sebagai daerah yang berpotensi gempa namun dengan skala yang sangat kecil, hal ini dikarenakan tidak ada daerah yang bisa lepas sepenuhnya dari gempa. Sebagai perencana harus merencanakan struktur bangunan mengacu pada peraturan yang berlaku, dalam hal ini bangunan yang akan ditinjau adalah hotel 11 lantai di jalan Teuku Umar Pontianak yang menggunakan konstruksi beton bertulang. Dalam analisis, sistem pembebanan yang akan dibebankan pada gedung adalah sistem pembebanan horizontal mencakup beban gempa dan angin, dan pembebanan vertikal mencakup beban hidup dan beban mati baik itu berat sendiri struktur maupun beban mati tambahan sebagai akibat dari penggunaan gedung. Analisis struktur dibantu dengan aplikasi  komputer. Hasil desain struktur berupa dimensi elemen-elemen struktur utama yang efektif dan efisien tahan terhadap gempa. Struktur tangga dihitung terpisah dari struktur utama. Fondasi dianggap tidak menerima gaya lentur sehingga dimodelkan sebagai sendi. Analisis struktur meliputi pelat, balok, kolom, dan fondasi. Dari hasil perhitungan diperoleh jumlah titik fondasi minipile, dimensi pelat, kolom, dan balok pada struktur yang telah dikerjakan. Kata kunci: gempa, beton bertulang, SNI 1726-2012, peta zonasi gempa 2012, elemen struktur
UJI KEKUATAN PELAT BERSIRIP YANG DIPERKAKU DENGAN CARA PENEBALAN DI DAERAH SAMBUNGAN ANTARA PELAT DAN SIRIP (STUDI KASUS: PENEBALAN PADA PELAT) Setiawan, Marius; Yusuf, M; Bachtiar, Vivi
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.914 KB)

Abstract

Soil peat in Pontianak City, West Kalimantan have a low soil bearing capacity. This has an impact on the pavement system that has been built. The transfer of asphalt pavement system to concrete pavement has been widely applied. But still that, the road is still damage. The purpose of this research is to obtain optimum soil bearing capacity of pavement finned concrete pavement plate structure which given thickening in plate and connection area. The variable under review is thickening on the inner side of the connection between the joint and the fin. The research was conducted by loading test method in laboratory using UTM. The result showed that with the thickening there is an increase in carrying capacity of the plate. However, there is a limit to the addition of thickening of the fins if the plate fin is too thick, then the strength of the carrying capacity of the plate is reduced.Keywords :  finned concrete plates, plate thickening, optimum carrying capacity
IDENTIFIKASI FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT PENGGUNA ANGKUTAN UMUM (OPLET) DI KOTA PONTIANAK, STUDI KASUS: KECAMATAN PONTIANAK KOTA DAN KECAMATAN PONTIANAK BARAT Wulandari, Meity; Hernovianty, Firsta Rekayasa; Wulandari, Agustiah
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.235 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v5i2.29242

Abstract

Angkutan umum (oplet) sampai saat ini masih mendominasi pelayanan angkutan perkotaan. Pada tahun 2007 di Kota Pontianak, peran angkutan umum (oplet) mencapai hingga 70%. Kemudian pada tahun 2009 hingga saat ini, kualitas angkutan umum (oplet) semakin memburuk. Hal ini, disebabkan oleh pertumbuhan jumlah kendaraan pribadi yang tidak terkendali, bahkan cenderung menggantikan peran angkutan umum (oplet).Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan arahan pelayanan angkutan umum (oplet) di Kecamatan Pontianak Kota dan Kecamatan Pontianak Barat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Variabel yang diteliti adalah: keamanan, kenyamanan, waktu perjalanan, keterjangkauan, dan sosial-ekonomi. Pengumpulan data primer dilakukan dengan kuesioner, kemudian diperkuat dengan wawancara berdasarkan daftar pertanyaan. Data sekunder didapat dari hasil-hasil penelitian, laporan-laporan studi, dan literatur yang relevan. Analisis data dengan menggunakan metode regresi berganda yang validasinya diukur secara statistik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa varibel yang paling berpengaruh terhadap pemilihan moda adalah variabel keamanan dan kenyaman, kemudian dari 5 variabel terdapat faktor pendukung dan penghambat pengguna angkutan umum (oplet) dan arahan pelayanan angkutan umum (oplet) berdasarkan preferensi masyarakat di Kecamatan Pontianak Kota dan Kecamatan Pontianak Barat.  Kata Kunci : Angkutan Umum (oplet), Preferensi Masyarakat
EVALUASI SISTEM DISTRIBUSI PDAM GUNUNG POTENG KOTA SINGKAWANG Apriyandi, -; Kartini, -; Gunarto, Danang
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (950.538 KB)

Abstract

Sistem penyedian air minum di Kota Singkawang dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gunung Poteng Kota Singkawang. Total jumlah penduduk terlayani hanya sekitar 34,65%. Dengan jumlah sambungan tersebut, perlunya evaluasi kebutuhan air dan dimensi pipa untuk masyarakat di Kota Singkawang. Tujuan penelitian untuk mengetahui kebutuhan air bersih pada saat ini, dan 20 tahun mendatang, mengevaluasi kebutuhan air bersih zona pelayanan IPA 1, dan Mengetahui ukuran dimensi pipa yang dipakai pada daerah pelayanan lokasi studi. Perhitungan kebutuhan air domestik dan non domestik, memastikan ketersediaan air baku dilakukan perhitungan dengan Metode Mock. Analisa pipa distribusi memakai software Epanet 2.0. Hasil perhitungan didapat kebutuhan air bersih pada jam puncak di Kota Singkawang pada tahun 2018 sebesar 718,54 liter/detik dan pada tahun 2038 sebesar 969,04 liter/detik. Hasil evaluasi kebutuhan air bersih pelayanan IPA pada jam puncak Tahun 2018 sebesar 175,01 liter/detik dan tahun 2038 sebesar 236,08 litert/detik. Ketersediaan air baku rata-rata sebesar 1,978 m3/detik. Ketersedian air bersih untuk pelayanan IPA 1 masih mencukupi. Jaringan distribusi untuk tahun 2018 perlu diadakan penambahan jaringan pipa dan penambahan kapasitas IPA. Untuk dimensi pipa tahun 2038 pada pelayanan IPA 1 diameter pipa yang digunakan adalah Ø 300 mm, Ø 400 mm dan Ø 600 mm.Kata Kunci : Dimensi pipa ,evaluasi sistem distribusi, perangkat lunak, Ketersediaa air bersih
STUDI PERBANDINGAN STANDAR DAN PROSEDUR DOKUMENKONTRAK FIDIC DENGAN STANDAR MENTERI PEKERJAAN UMUM Irawan, Roby; ., Rafi’e; Pratiwi, Rianny
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 2, No 2 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2016
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.411 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v2i2.17111

Abstract

Kontrak merupakan dokumen yang sangat penting dalam proyek. Kontrak dipandang sebagai hukum yang harus dipenuhi dan menjadi pengatur serta pengendali hak-hak dan kewajiban antara pengguna jasa dan penyedia jasa dalam proyek. Dalam dunia konstruksi di Indonesia, standar yang digunakan untuk dokumen kontrak harus berdasarkan pada Peraturan Presiden No.70 Tahun 2012 Tentang Pengadaan Barang/Jasa dan Undang-Undang No.18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi sebagai panduan dan pedoman dalam kegiatan konstruksi di Indonesia. Di dunia Internasional sudah lama dikenal dokumen FIDIC yang merupakan aturan kontrak yang telah digunakan banyak negara. FIDIC juga telah banyak diadaptasi pada proyek-proyek Pemerintah maupun swasta di Indonesia. Analisis yang dilakukan adalah membandingkan antara standar dan prosedur FIDIC dengan salah satu kontrak Indonesia yang diterbitkan oleh Menteri Pekerjaan Umum. Tujuan dari perbandingan ini adalah untuk mengidentifikasi perbandingan diantara kedua dokumen tersebut, kemudian mengevaluasi hasil perbandinganyang telah ditemukan.Analisa perbandingan menghasilkan kesimpulan bahwa Dokumen  FIDIC dinilai lebih efektif dan jelas sesuai dengan tujuan penyelenggaraan proyek konstruksi dan mencakup aspek yang luas dibandingkan dengan dokumen standar Menteri Pekerjaan Umum. Pada standar FIDIC Lebih memberikan kepastian pada waktu penetapan harga, Kontraktor akan mendapatkan persyaratan yang adil dan berimbang dan dapat lebih memahami hak-haknya serta Kemungkinan lebih besar untuk menghindari sengketa yang tidak diinginkan. Kata kunci : Kontrak, FIDIC, UUJK NO 18 Thn 1999, Standar Menteri PU
TINGKAT PEMANFAATAN DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMAKAIAN JEMBATAN PENYEBERANGAN ORANG DI DEPAN MEGA MALL JALAN A.YANI KOTA PONTIANAK Sugito, Eka Agus; As, Syafaruddin; Nurlaily, Siti
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.032 KB)

Abstract

Jembatan penyeberangan orang merupakan salah satu fasilitas yang disediakan untuk pejalan kaki khususnya bagi yang akan menyeberang jalan. Fasilitas jembatan penyeberangan tersebut sangat dibutuhkan, khususnya menyangkut keselamatan pejalan kaki,karena pejalan kaki merupakan pengguna jalan yang paling rentan tingkat keselamatannya, padahal fasilitas jembatan penyeberangan tersedia bagi pejalan kaki yang akan menyeberang jalan dengan aman. Hal ini bias dilihat pada kenyataannya bahwa fungsi dan keberadaan jembatan penyeberangan kurang dipahami oleh penyeberang jalan, serta indikator menurunnya frekuensi penggunaan fasilitas jembatan penyeberangan.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat pemanfaatan dan faktor yang mempengaruhi pemakaian JPO serta mengetahui tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan pengguna JPO di depan Mega Mall jalan A.Yani Kota Pontianak.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu prosedur pemecahan masalah yang diteliti dengan menjabarkan keadaan objek penelitian pada saat sekarang berdasarkan faktor–faktor yang tampak atau sebagai mana adanya. Metode wawancara / pengisian kuisioner untuk mengetahui tingkat pemanfaatan dan faktor yang mempengaruhi pemakaian JPO.Persepsi pejalan kaki khususnya pengguna JPO A.Yani Kota Pontianak sudah baik dan pengguna sudah merasa nyaman. Adapun hasil penilaian dari responden adalah Intensitas penggunaan JPO sebanyak 45% responden menyatakan ya / sering menggunakan JPO A.Yani Mega Mall. Untuk alasan menggunakan JPO A.Yani Mega Mall sebanyak 57,5% responden menyatakan karena keselamatan. Alasan tidak menggunakan JPO A.Yani Mega Mall adalah sebanyak 32,5% responden menyatakan karena jarak tempuh. Untuk tingkat kenyamanan sebanyak 90% responden menyatakan Ya / sudah merasa nyaman. Untuk tingkat kepentingan pengguna JPO A.Yani Kota Pontianak skor tertinggi adalah item kebersihan dari variabel kenyamanan dengan 91%. Artinya kebersihan sangat penting menurut responden pengguna JPO. Untuk tingkat kepuasan Pengguna JPO A.Yani Kota Pontianak skor tertinggi adalah item pagar dari variabel keselamatan dengan 82%. Artinya responden sudah merasa puas dengan pagar di JPO A.Yani Mega Mall Kota Pontianak. Kata Kunci : Jembatan penyeberangan orang
PENGGUNAAN METODE ANALYTICAL HIERARCHI PROCESS UNTUK MENENTUKAN PEMASOK BETON READYMIX DI KOTA PONTIANAK Priambodo, Danang; Mulyani, Endang; Syahrudin, -
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.965 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v5i3.30471

Abstract

Menentukan pemasok merupakan bagian penting pada pelaksanaan proyek konstruksi. Dimana aktivitas pembelian material mempunyai nilai penting bagi perusahaan agar dapat menghasilkan produk yang dikerjakan. Memilih pemasok merupakan permasahan multi kriteria yang meliputi faktor yaitu kuantitatif dan kualitatif . Oleh sebab itu diperlukan metode yang bisa menyertakan keduanya dalam pengukuran. Salah satu metode yang dapat dipakai dalam memilih supplier adalah metode AHP(Wirdianto and Unbersa, 2008). Data-data yang diperlukan dalam penelitian dibagi menjadi dua yaitu data langsung dari obyek penelitian melalui wawancara atau interview (data primer) selain itu data yang diperoleh secara langsung dari instansi atau badan yang terkait dengan studi yang akan ditinjau (data sekunder). Kemudian data yang sudah terkumpul diolah dengan menggunakan metode Analytical Hierarchi Process. Dalam perhitungan akhir pada metode AHP (Analitik Hirarki Proses) dilakukan dengan menggunakan persamaan matematis. Dari hasil persamaan matematis ini didapat hasil akhir berupa urutan prioritas pemilihan readymix yang di tinjau menurut lokasi tinjauan. Urutan tersebuat adalah perusahaan E mendapatkan nilai prioritas paling penting dengan nilai 0,900. Pada peringkat kedua terdapat perusahaan B dengan nilai bobot 0,687. Pringkat ke tiga terdapat perusahaan A dengan nilai bobot 0,680 selanjutnya perusahaan D dengan bobot 0,679, dan yang terakhir adalah perusahaan C dengan nilai bobot 0,650.Kata Kunci : Analytical Hierarchy Process, Pemilihan Supplier, Readymix
IDENTIFIKASI JALUR LINTAS ANGKUTAN BARANG DARI GUDANG-GUDANG KE PUSAT-PUSAT DISTRIBUSI DI KOTA PONTIANAK Maruli Situmorang; Slamet Widodo; Eti Sulandari
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 3, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2016
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v3i3.18378

Abstract

Seiring terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi dan penduduk di Kalimantan Barat tentu terjadi peningkatan di segala bidang, salah satunya di bidang perdagangan yang menyebabkan peningkatan arus distribusi barang. Oleh karena itu perlu dilakukan perencanaan jalur lintas angkutan barang dari gudang gudang ke pusat-pusat distribusi di Kota Pontianak agar dapat melakukan penataan sistem jaringan lalu lintas yang disesuaikan menurut peranan jalan yang di atur memalui Rencan Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Pontianak, sehingga tidak merusak kualitas dan pelayanan jalan yang di lalui oleh kendaraan angkutan barang tersebut.Keluar masuknya barang merupakan suatu kegiatan atau usaha untuk melakukan pengurusan, penyelenggaraan dan pengaturan perpindahan barang dari suatu tempat ke tempat lain dari tempat penyimpanan ke tempat pemakainya Dalam penelitian ini, Survei dilakukan pada 3 (tiga) hari kerja, dan data yang digunakan adalah data pada setiap gudang dengan jumlah kendaraan angkutan barang terbanyak dalam sehari. Survey dilakukan dengan cara mengambil data-data yang diperlukan pada lokasi survey (titik survei. Secara umum  kendaraan lintas angkutan barang banyak beroprasi pada jam 08.00- 11.00 Wib dan 13.00- 16.00 Wib dengan total 1030 kendaraan perhari. Adapun jam terbanyak berdasarkan survei adalah pukul 09.00- 10.00 Wib, dengan 237  kendaraan perhari, atau sekitar 23 % dari jumlah kendaran angkutan barang yang berasal dari pergudangan ke pusat –pusat distribusi di Kota Pontianak. Dan untuk komoditas rerlihat bahwa komoditas terbanyak yang masuk ke Kota Pontianak adalah jenis pupuk dengan angka 482 truk/hari atau sekitar 46,79 % dari total kendaraan angkutan barang dari pergudangan yang ada di Kota Pontianak. Untuk rute yang banyak di lalui oleh kendaraan angkutan barang dapat dijelaskan bahwa jumlah truk yang berasal dari pergudangan yang ada dikawasan sekitar jalan Kom Yos Sudarso adalah 408 truk atau sekitar  39,61 %, truk yang berasal dari kawasan jalan Tanjung Hilir berjumlah 254 truk atau sekitar 24,66 % , dan jumlah truk yang berasal dari kawasan jalan Gusti Situt Mahmud berjumlah 368 truk atau sekitar 35.72 %. Juga terdapat  jalur lintas yang di lalui merupakan bukan jalur yang sudah di atur oleh RTRW Kota Pontianak bahkan dengan jumlah truk angkutan barang sebanyak 397 truk atau 38, 54 % yang pada umumnya memiliki tujuan ke luar kota seperti Kota Singkawang, Sungai Pinyuh Bengkayang dan lain lain. Jalur eksisting terpilih juga bisa direkomendasikan menjadi jalur lintas angkutan barang untuk menuju kawasan industri dan tercantum di dalam RTRW Kota Pontianak,  tentu dengan penelitian kondisi lapangan,dan survei untuk mendapatkan kapasitas dan tingkat pelayanan jalan.   Kata Kunci : Truk Angkutan Barang, Jalur Lintas, Pergudangan, Pusat  distribusi

Page 21 of 148 | Total Record : 1475


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2026): JeLAST Edisi Februari 2026 Vol 12, No 4 (2025): JeLAST Edisi Desember 2025 Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025 Vol 12, No 2 (2025): JeLAST Edisi Juni 2025 Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025 Vol 11, No 4 (2024): JeLAST Edisi Desember 2024 Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024 Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024 Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024 Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023 Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023 Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023 Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023 Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022 Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022 Vol 9, No 2 (2022): JeLAST EDISI JUNI 2022 Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022 Vol 8, No 3 (2021): JeLAST EDISI DESEMBER 2021 Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021 Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020 Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020 Vol 7, No 1 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2020 Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019 Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019 Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019 Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018 Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018 Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017 Vol 3, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2016 Vol 2, No 2 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2016 Vol 1, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI FEBRUARI 2016 Vol 2, No 2 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI JUNI 2015 Vol 3 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI DESEMBER 2015 Vol 1, No 1 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN Vol 3, No 2 (2014): VOL 3 NO 2 DESEMBER 2014 Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Edisi Februari 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UNTAN Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan More Issue