cover
Contact Name
Mohamad Jamil
Contact Email
jamil@unkhair.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kmj@unkhair.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Khairun, Jl. Jusuf Abdulrahman Kotak Pos 53 Gambesi kota ternate selatan
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Kieraha Medical Journal
Published by Universitas Khairun
ISSN : 28098757     EISSN : 26865912     DOI : http://dx.doi.org/10.33387/kmj
Core Subject : Health, Science,
KMJ (Kieraha Medical Journal) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Prodi kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Khairun. KMJ menerbitkan hasil-hasil penelitian dibidang Kesehatan yang mencakup semua aspek ilmu kedokteran yang berasal dari kedokteran dasar, klinis, keperawata, dan farmasi baik study berupa hewan ataupun pada manusia.
Articles 181 Documents
DETERMINAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KOTA PONTIANAK TAHUN 2019 Zhafira, Tasya Fathia; Kahtan, M Ibnu; Rialita, Ambar
Kieraha Medical Journal Vol 7, No 1 (2025): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v7i1.9230

Abstract

Latar belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi oleh virus Dengue yang sering terjadi di Indonesia dengan kejadian luar biasa dan tingkat kematian besar. Ada banyak faktor yang berhubungan dengan kejadian DBD, diantaranya faktor pengetahuan, sikap, perilaku dan peran petugas kesehatan. Kota Pontianak merupakan salah satu daerah endemis penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Tujuan: Mengetahui determinan kejadian demam berdarah dengue di wilayah Kota Pontianak Tahun 2019. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan berjumlah 44 orang. Hasil: Hasil analisis didapatkan ada hubungan antara pengetahuan dan tindakan dengan kejadian DBD di Pontianak Tahun 2019 (p=0,0040,05), tidak ada hubungan antara sikap masyarakat, dukungan petugas kesehatan dan pengalaman mendapat penyuluhan dengan kejadian DBD di Pontianak Tahun 2019. Kesimpulan: Pengetahuan dan tindakan masyarakat merupakan determinan kejadian DBD di wilayah Kota Pontianak Tahun 2019.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK MENTIMUN (Cucumis sativus l.) TERHADAP Salmonella typhi SECARA IN VITRO Hendra, Hendra; Simangunsong, David M. T; Br Damanik, Olivia Dyskrisen
Kieraha Medical Journal Vol 7, No 1 (2025): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v7i1.9216

Abstract

Salmonella typhi (S. typhi) merupakan bakteri patogen penyebab demam tifoid yang menjadi masalah kesehatan global, terutama di negara berkembang. Terapi antibiotik sering disalahgunakan, menyebabkan resistensi bakteri, sehingga dibutuhkan alternatif yang aman seperti penggunaan tanaman herbal, salah satunya buah mentimun (Cucumis sativus L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak mentimun terhadap pertumbuhan bakteri S. typhi secara in vitro dengan metode soxhletasi. Penelitian eksperimental ini menggunakan ekstrak mentimun dengan konsentrasi 15%, 35%, 55%, 75%, dan 95%, serta metode uji sumuran untuk mengukur daya hambat terhadap S. typhi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak mentimun pada konsentrasi 15%, 35%, 55%, dan 75% memiliki aktivitas antibakteri dengan daya hambat sedang, sedangkan konsentrasi 95% menunjukkan daya hambat yang kuat. Kontrol positif ciprofloxacin menunjukkan daya hambat sangat kuat, dan pada kontrol negatif tidak ada daya hambat. Kesimpulannya, ekstrak buah mentimun memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri S. typhi dan mengandung senyawa alkaloid, saponin, dan flavonoid sebagai antibakteri.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ANTARA MUSCLE ENERGY TECHNIQUE DAN QUADRICEPS STRENGTHENING TERHADAP AKTIVITAS FUNGSIONAL AKIBAT KNEE OSTEOARTHRITIS Sartoyo, Sartoyo; Handini, Rr. Tri Retno; Athirah, Luthfiyah Azra; Putri, Silviana
Kieraha Medical Journal Vol 7, No 1 (2025): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v7i1.9843

Abstract

Osteoarthritis merupakan penyebab utama penurunan aktivitas fungsional pada individu usia lanjut. Muscle Energy Technique (MET) dan Quadriceps Strengthening Exercise (QSE) dikenal sebagai metode efektif dalam mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi sendi lutut. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas MET dan QSE terhadap aktivitas fungsional penderita osteoarthritis. Metode penelitian menggunakan desain pre-post two group design dengan 30 partisipan yang dibagi menjadi dua kelompok intervensi. Kelompok pertama mendapatkan MET, sedangkan kelompok kedua menerima QSE. Aktivitas fungsional diukur menggunakan skala WOMAC sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Hasil menunjukkan kedua intervensi memberikan peningkatan signifikan pada aktivitas fungsional (p0,05). Perbandingan kedua metode tidak menunjukkan perbedaan signifikan (p0,05), menandakan efektivitas yang sebanding antara MET dan QSE dalam meningkatkan aktivitas fungsional. Dengan Kesimpulan; baik MET maupun QSE efektif dalam meningkatkan aktivitas fungsional pada penderita osteoartritis. Pemilihan metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi pasien.
PROFIL UNDERLYING DISEASE PASIEN ACUTE KIDNEY INJURY KRITERIA RIFLE DI RUMAH SAKIT UMUM PKU MUHAMMADIYAH PURBALINGGA Athamevia, Nasywa; Gunawan, Yusuf Adi; Almanfaluthi, Muhammad Luthfi; Widodo, Oei Stefani Yuanita
Kieraha Medical Journal Vol 7, No 1 (2025): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v7i1.9566

Abstract

Acute Kidney Injury (AKI) seringkali diartikan sebagai salah satu komplikasi dari sejumlah penyakit. Biasanya pasien akan memiliki suatu penyakit yang mendasari (underlying disease) sebelum terjadinya AKI, seperti anemia, diare, bahkan covid-19. Dari penelitian sebelumnya, belum terdapat informasi terkait apa saja underlying disease yang dapat menyebabkan AKI. Selain itu, juga belum ada penelitian yang mengkaji derajat AKI berdasarkan kriteria Risk, Injury, Failure, Loss, and End Stage Renal Disease (RIFLE) yang paling banyak terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mayoritas penyakit yang mendasari dan derajat AKI yang paling banyak terjadi. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan menggunakan rekam medis elektronik pasien AKI yang terdaftar dari Januari 2022 hingga Desember 2023. Terdapat sejumlah 107 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sample dikelompokkan berdasarkan kriteria data jenis kelamin, usia, hasil serum kreatinin, dan diagnosis dari awal pasien terdaftar. Komposisi kriteria jenis kelamin diperoleh hasil dengan persentase yang sama masing-masing 50%, selanjutnya komposisi usia terbanyak AKI sejumlah 57% berada pada usia tua dan sisanya 43% adalah usia muda. Hasil serum kreatinin pasien sebagian besar masih berada pada level Risk, serta terdapat beberapa underlying disease yang ditemukan pada pasien AKI yang kemudian digolongkan berdasarkan organnya. Underlying disease yang paling banyak dialami, antara lain anemia, gangguan pernapasan, dan gangguan pencernaan. Setiap underlying disease diperiksa kembali berdasarkan jenis kelamin, usia, dan serum kreatinin dengan kriteria RIFLE. Kesimpulannya, dari hasil yang didapatkan sesuai dengan penelianan.
GAMBARAN MIKROBIOTA VAGINA WANITA MENOPAUSE DI KOTA KENDARI SULAWESI TENGGARA, INDONESIA Purnamasari, Nur Indah; Indriastuti, Diah; Mulyawati, Sufiah Asri; Purnamasari, Yenti
Kieraha Medical Journal Vol 7, No 1 (2025): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v7i1.10274

Abstract

Menopause adalah sesuatu  yang akan dialami oleh seorang perempuan jika berusia panjang. Perubahan hormon yang terjadi menyebabkan berbagai perubahan fisiologis bahkan dapat menjadi ketidakseimbangan dan menimbulkan berbagai komplikasi jika tidak dikelola dengan baik. Infeksi urogenital merupakan salah satu penyakit yang sering ditemui pada wanita menopause, hal ini dapat  dicegah jika deteksi dini dapat dilakukan untuk menghindari disbiosis menjadi penyakit. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran secara umum mengenai  keseimbangan mikrobiota vagina wanita menopause yang telah mengalami penurunan kadar hormon reproduksi. Penelitian ini dilaksanakan pada  bulan April hingga Agustus 2024 di Kota Kendari Sulawesi Tenggara,  Indonesia. Penelitian ini melibatkan 35 sampel wanita menopause sebagai sampel yang dikumpulkan dengan metode total  sampling. Terhadap  keseluruhan sampel  dilakukan pengambilan sampel swab vagina dan dilakukan pemeriksaan mikroskopis langsung dengan menggunakan KOH 10% untuk melihat keberadaan Candida dan pewarnaan gram untuk melihat keberadaan bakteri. Dari  hasil penelitian ini didapatkan 26 (74,3%) sampel mengalami bacterial vaginosis (BV), 6 (17,1%) sampel menunjukkan kondisi intermediate, dan 3 (8,6%) sampel dinyatakan sehat. Ini menujukkan bahwa wanita menopause di  Kota Kendari mayoritas mengalami disbiosis mikrobiota vagina.
TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT LINGKUNGAN TAMO TERHADAP DaGuSiBu OBAT Buamona, Elfira; Sahrianti, Nini; Nasrullah, Nasrullah
Kieraha Medical Journal Vol 7, No 1 (2025): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v7i1.10539

Abstract

Pengetahuan mengenai obat merupakan suatu hal yang harus dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini disebabkan oleh peningkatan praktik pengobatan sendiri yang dilakukan oleh individu yang berisiko terhadap kesalahan dalam penggunaan, penyimpanan, serta pembuangan obat yang tidak sesuai dengan petunjuk yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat Lingkungan Tamo terhadap DAGUSIBU obat. Metode yang digunakan adalah non-eksperimental deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan 91 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 35 responden (38,5%) memiliki pengetahuan baik, 37 responden (40,7%) cukup, dan 19 responden (20,9%) kurang. Secara umum tingkat pengetahuan terhadap DAGUSIBU obat di Lingkungan Tamo mayoritas tergolong cukup. Hasil dari skor keempat sub variabel jumlah responden memiliki pengetahuan baik yaitu DApatkan 65 (71,4%), GUnakan 48 (52,7%), 45 (49,5%) dan BUang 45 (49,5%).
GAMBARAN METASTASIS ORBITAL PADA CT SCAN ORBITA DENGAN KONTRAS SEBAGAI TANDA DINI METASTASIS KANKER PAYUDARA: LAPORAN KASUS Sidipratomo, Prijo; Fitri, Adinda Rahmatul
Kieraha Medical Journal Vol 7, No 1 (2025): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v7i1.10618

Abstract

Kanker payudara merupakan keganasan yang paling umum pada wanita dan dapat bermetastasis ke berbagai organ, termasuk orbita, meskipun jarang. Manifestasi awal metastasis orbital sering kali tidak dikenali karena gejala yang samar atau asimptomatik. Kami melaporkan kasus seorang perempuan usia 46 tahun yang datang dengan keluhan mata kabur dan menonjol bilateral progresif selama 3 bulan, tanpa riwayat kanker sebelumnya. Pemeriksaan fisik menunjukkan proptosis non-aksial dan massa multipel di kedua orbita serta benjolan pada payudara kanan. Pencitraan CT scan orbita dengan kontras menunjukkan lesi solid isodens multipel di regio intrakonal dan retrobulbar bilateral, disertai infiltrasi jaringan sekitarnya dan erosi tulang orbita kanan. Diagnosis ditegakkan sebagai karsinoma payudara metastasis ke orbita stadium IV, dan pasien diarahkan ke terapi paliatif. Manifestasi klinis orbital mendahului diagnosis kanker payudara primer pada kasus ini, mengindikasikan pentingnya pencitraan diagnostik dan kewaspadaan terhadap kemungkinan metastasis okular. Literasi menunjukkan periode laten metastasis ke orbita bervariasi antara 2 hingga 8,5 tahun, namun dapat muncul lebih awal seperti pada kasus ini. Diagnosis klinis dan pencitraan radiologis memegang peranan penting dalam mengenali keterlibatan orbital sebagai manifestasi awal penyakit sistemik.
HUBUNGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR/IUD) DENGAN KEJADIAN KANKER SERVIKS PADA PASIEN DI PUSKESMAS TAMALATE MAKASSAR Mardi, Indrawahyuni; Ramadhan, Muhammad Jamil
Kieraha Medical Journal Vol 7, No 1 (2025): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v7i1.10652

Abstract

Kanker merupakan sel atau jaringan abnormal yang bersifat ganas, tumbuh cepat dan tidak terkendali dan dapat menyebar ke tempat lain dalam tubuh. Jenis penelitian yang akan digunakan adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional study yaitu untuk mengetahui hubungan (variabel independen / Penggunaan AKDR/IUD) dengan kejadian (variable dependen/ Kanker serviks) pada Pasien Puskesmas Tamalate Makassar. Penggunaan alat kontrasepsi merupakan salah satu program Keluarga Berencana (KB) untuk menanggulangi meningkatnya jumlah penduduk. Alat kontrasepsi dalam ber-KB ini banyak sekali jenisnya. Menurut SDKI 2016, metode kontrasepsi yang banyak digunakan di masyarakat adalah KB suntikan (49,1%), pil (23,3%), Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)/spiral (10,9%), implant (7,6%), Metode Operasi Wanita (MOW) (6,5%), kondom (1,6%), dan Metode Operasi Pria (MOP) (0,7%) (Kusumaningrum, 2018). Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan menyebutkan bahwa kanker yang paling banyak menyerang masyarakat saat ini salah satunya adalah kanker leher rahim (serviks) yakni sebanyak 151 penderita pada tahun 2018. (Dinas Kesehatan SulSel). Berdasarkan Hasil Penelitian yang dilakukan pada tanggal 11 juli – 11 agustus 2021 yang bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR/IUD) dengan kejadian Kanker Serviks di Puskesmas Tamalate Makassar tahun 2021 dengan jumlah responden 39 orang. Hasil penelitian yang disajikan terdiri dari 2 bagian yaitu  analisis   univariat  dan  analisis bivariat. Analisis Univariat adalah analisis yang menyajikan   data   secara  deskriptif  berupa distribusi proporsi data karakteristik responden, faktor yang berhubungan perilaku   merokok. Sedangkan analisis bivariat adalah uji analisis hubungan  antara  dua  variabel yaitu alat kontrasepsi dalam rahim AKDRIUD (Independen) dengan kanker serviks (Dependen). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemakaian Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR/IUD) dengan kejadian kanker serviks.
PERBANDINGAN MANIFESTASI KLINIK PASIEN TUBERCULOSIS MENINGITIS PADA ANAK DAN ORANG DEWASA Marzatillah, A Nur Khalia; Jafar, Muh Alfian; Kaela, Cahyono
Kieraha Medical Journal Vol 6, No 2 (2024): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v6i2.9054

Abstract

Meningitis tuberkulosis (MTB) merupakan bentuk tuberkulosis yang menyerang sistem saraf pusat dan dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada anak-anak dan orang dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan manifestasi klinis MTB pada kedua kelompok usia untuk memahami perbedaan dalam gejala, perkembangan, dan respons terhadap pengobatan. Metode yang digunakan meliputi tinjauan literatur dari berbagai penelitian terkini mengenai manifestasi klinis MTB, dengan fokus pada gejala awal, perkembangan neurologis, tingkat keparahan, dan hasil pengobatan pada anak-anak dan orang dewasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak cenderung mengalami gejala yang tidak spesifik dan perkembangan neurologis yang lebih cepat, sementara orang dewasa sering kali menunjukkan gejala yang lebih jelas sejak awal, tetapi dapat mengalami komplikasi jangka panjang yang signifikan. Temuan ini menekankan pentingnya deteksi dini dan pengobatan yang tepat untuk meningkatkan prognosis TBM pada kedua kelompok usia. 
KARAKTERISTIK PENDERITA CORPUS ALIENUM TELINGA HIDUNG TENGGOROK DI POLIKLINIK THT RSUD DR. H. CHASAN BOESOIRIE TERNATE Yau, Andryan Kurniawan; Pary, Muhammad Isa; Nugroho, Aryandhito Widhi
Kieraha Medical Journal Vol 6, No 2 (2024): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v6i2.10625

Abstract

Corpus alienum atau benda asing di dalam suatu organ merupakan benda yang asalnya dari luar tubuh maupun dari dalam tubuh, yang dalam keadaan normalnya tidak ada. Corpus alienum mewakili kategori besar keadaan darurat telinga hidung tenggorok (THT) dengan 30% dari semua keadaan darurat di THT. Jika terjadi keterlambatan penanganan, maka dapat menimbulkan komplikasi bahkan kematian. Mengetahui karakteristik penderita corpus alienum telinga hidung tenggorok di poliklinik THT-KL Rumah Sakit Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate tahun 2020-2021. Penelitian deskriptif retrospektif dengan pendekatan cross sectional dengan sumber dari rekam medik pasien corpus alienum RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie tahun 2020-2021. Jumlah sampel penelitian ini yaitu 73 pasien, corpus alienum paling banyak ditemukan pada anak-anak (0-18 tahun) sebanyak 39 pasien (53,4 %). Jenis kelamin terbanyak pada laki-laki sebanyak 45 pasien (61,6 %). Lokasi corpus alienum terbanyak ditemukan di telinga sebanyak 47 pasien (64,4%). Jenis corpus alienum terbanyak yaitu corpus alienum anorganik dengan jumlah 48 pasien (65,6%). Kasus corpus alienum paling banyak ditemukan pada usia anak-anak, jenis kelamin terbanyak ditemukan pada laki-laki, lokasi corpus alienum paling banyak ditemukan di telinga dan jenis corpus alienum terbanyak yaitu corpus alienum anorganik.