cover
Contact Name
Trisnu Satriadi
Contact Email
sylva.scientaeae@ulm.ac.id
Phone
+6285101185530
Journal Mail Official
trisnu.satriadi@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani Km 36 Simpang Empat Banjarbaru Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Sylva Scienteae
ISSN : -     EISSN : 26228963     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Sylva Scienteae merupakan jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian di bidang kehutanan, meliputi Teknologi Hasil Hutan, Manajemen Hutan, Budidaya Hutan, dan Konservasi Hutan. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Terbit pertama kali di bulan Agustus 2018. Pada Tahun 2018 hanya mengeluarkan dua edisi yaitu Agustus dan Oktober. Selanjutnya pada tahun 2019 sampai sekarang, jurnal dipublikasikan sebanyak 6 edisi, yaitu Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember.
Articles 791 Documents
POTENSI BURUNG SEBAGAI OBJEK BIRDWATCHING DI DESA MASIHULAN Jhon Amos Ardinanta Tarigan; Yosevita Th. Latupapua; Andri Tuhumury
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i2.12347

Abstract

Avitourism has now become the most ideal alternative for local community-based bird conservation to be developed. The aim of this research is to analyze the potential of birds as objects for birdwatching in the forest of Masihulan Village, the data collection method uses the point count method. Stillulan Village Kematan Seram Utara has quite a lot of bird species and some of them are protected by the Indonesian state, so it has the potential for developing bird watching tourism. The total number of bird species that can be found in Stillulan Village is 32 bird species from 18 families. The type of bird that dominates is the Maluku Parrot with the highest number of individuals, namely 80 individuals. The bird community on route 1 has a diversity index (H') = 2.82, an evenness index value (E) = 0.86. On line 2 with a total of 24 birds, it has a diversity index (H') = 2.90, an evenness index value (E) = 0.91. And on line 3 with a total of 24 birds, it has a diversity index (H') = 2.81, an evenness index value (E) = 0.89Avitourism saat ini telah menjadi alternatif konservasi burung berbasis masyarakat local yang paling ideal untuk dikembangkan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis potensi satwa burung sebagai objek birdAwatching di hutan Desa Masihulan, metode pengumpulan data menggunakan metode point count. Desa Masihulan Kematan Seram Utara memiliki jenis burung yang cukup banyak dan beberapa di antaranya termasuk dilindungi oleh negara Indonesia, sehingga berpotensi untuk pengembangan wisata bird watching. Total jenis burung yang dapat ditemukan di Desa Masihulan ada 32 jenis burung dari 18 famili. Jenis burung yang mendominasi adalah burung Nuri Maluku dengan jumlah individu paling banyak yaitu 80 individu.Komunitas burung pada jalur 1 memiliki indeks keanekaragaman (H’) = 2,82, nilai indeks kemerataan (E) = 0,86. Pada jalur 2 dengan jumlah burung sebanyak 24, memiliki indeks keanekaragaman (H’) = 2,90, nilai indeks kemerataan (E) = 0,91. Dan pada jalur 3 dengan jumlah burung sebanyak 24, memiliki indeks keanekargaman (H’) = 2,81, nilai indeks kemerataan (E)= 0,89.
ANALISIS PENDUGAAN EROSI PADA LAHAN REHABILITASI DAS DI SUB DAS MARTAPURA KALIMANTAN SELATAN Alda Selvina Cahyani; Yusanto Nugroho; Ahmad Yamani
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i4.9118

Abstract

Parties utilizing forest areas need to carry out watershed rehabilitation in critical or marginal areas.  Rehabilitation of critical areas is intended to reduce damage to land resources. The purpose of this study was to analyze the amount of soil erosion and the level of soil erosion hazard in the rehabilitation land of Martapura sub-watershed. Determination of sampling locations using purposive sampling technique while sample collection using field survey method. Parameters observed were soil erodibility, slope length, slope steepness, land use and soil conservation. The method of estimating the amount of erosion using the Universal Soil Loss Equation (USLE). The results obtained from UL 8 (scrub land cover) obtained the highest erosion value with a value of 3,782.80 tons/ha/year, namely erosion hazard class IV-SB (very severe) and the lowest erosion value was found in UL 9 (thick leaf cover) with a value of 0.87 tons/ha/year, namely erosion hazard class II-S (moderate). The level of erosion hazard is classified as moderate (II-S), severe (III-B) and very severe (IV-SB). Very heavy class TBE is found in UL 1, 2, 5, 7 and 8, namely forest and shrub land cover, then heavy class TBE is found in UL 3 and 6 with thick leaf cover and moderate class TBE is found in UL 4 and 9 with thick leaf cover.Pihak yang memanfaatkan kawasan hutan perlu melaksanakan Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) pada kawasan yang kritis atau marginal.  Rehabilitasi pada areal yang kritis dimaksudkan untuk  mengurangi kerusakan sumberdaya lahan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis besar erosi tanah dan tingkat bahaya erosi tanah di lahan rehabilitasi DAS sub DAS Martapura. Penentuan lokasi pengambilan sampel mengggunakan teknik purposive sampling sedangkan pengumpulan sample menggunakan metode survey lapangan. Parameter yang diamati yaitu erodibilitas tanah, panjang lereng, kecuraman lereng, peggunaan lahan dan konservasi tanah. Metode mengestimasi besarnya erosi menggunakan persamaan Universal Soil Loss Equation (USLE). Hasil penelitian yang diperoleh UL 8 (tutupan lahan belukar) memperoleh nilai erosi tertinggi dengan nilai sebesar 3.782,80 ton/ha/th yaitu kelas bahaya erosi IV-SB (sangat berat) dan nilai erosi terendah terdapat pada UL 9 (tutupan lahan seresah tebal) dengan nilai 0,87 ton/ha/th yaitu kelas bahaya erosi II-S (sedang). Tingkat bahaya erosi tergolong sedang (II-S), berat (III-B) dan sangat berat (IV-SB). TBE kelas sangat berat terdapat di UL 1, 2, 5, 7 dan 8 yaitu tutupan lahan hutan dan belukar, kemudian TBE kelas berat terdapat pada UL 3 dan 6 dengan tutupan lahan seresah tebal dan TBE kelas sedang terdapat pada UL 4 dan 9 dengan tutupan lahan seresah tebal.
PENGARUH MASA SIMPAN TERHADAP KUALITAS TEH BAJAKAH (Uncaria acida Roxb) Ihza Syahputra; Siti Hamidah; Kurdiansyah Kurdiansyah
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i2.12313

Abstract

Bajakah (Uncaria acida Roxb) has been widely circulated in the market both in whole and processed form such as Bajakah tea. Many studies have also been carried out on bajakah, but until now there has been no specific research on the effect of shelf life on the quality of tea, especially water content, total plate number, and organoleptic tests. The purpose of this study was to determine the effect of shelf life on the quality of Bajakah tea as determined by water content, total plate number, and organoleptic tests (color, smell, taste) based on SNI 3753 : 2014. This study used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 repetitions with the factor used was the shelf life which was carried out for 3 months. The results of the study during 4 months of storage had no significant effect on the water content, color and odor of the panelists on the tea produced, and had a significant effect on the total plate number and taste. When compared with SNI 3753:2014, the best results were obtained with a maximum shelf life of 2 months which complied with SNI 3753:2014 standards, especially in the parameters of total plate number and tasteBanyak bajakah (Uncaria acida Roxb) yang saat ini beredar di pasaran, baik dalam bentuk mentah maupun olahan, termasuk teh bajakah. Penelitian tentang bajakah juga telah banyak dikembangkan, namun sampai kini masih belum terdapat penelitian khusus mengenai pengaruh masa simpan terhadap kualitas teh bajakah, khususnya kadar air, angka lempeng total (ALT), serta uji organoleptik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh masa simpan terhadap kualitas teh bajakah yang ditentukan oleh kadar air, angka lempeng total (ALT), dan uji organoleptik (warna, bau, rasa) berdasarkan sni 3753: 2014. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 3 ulangan dengan faktor yang digunakan ialah masa simpan yang dilakukan selama 3 bulan. Hasil Penelitian selama 4 bulan penyimpanan tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air, warna, dan bau panelis terhadap teh yang dihasilkan, dan berpengaruh nyata terhadap angka lempeng total dan rasa. Jika dibandingkan dengan SNI 3753:2014, hasil terbaik didapatkan pada perlakuan masa simpan maksimal 2 bulan yang memenuhi standar SNI 3753:2014, khususnya pada parameter angka lempeng total dan rasa.
Tingkat Kekritisan Lahan di Sub DAS Amparo Kecil DAS Tabunio Kabupaten Tanah Laut M. Rizal Akbar; Syarifuddin Kadir; Badaruddin Badaruddin
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i3.9234

Abstract

Critical land is supported by the physical condition of the soil which is prone to erosion due to excessive land use, high rainfall and steep slopes. The Amparo Kecil sub-watershed is one of the upstream parts of the Tabunio watershed which is dominated by protected and cultivated areas. This study aims to analyze the characteristics and level of criticality of land determine efforts to control the level of criticality of land in the Amparo Kecil Watershed, Tabunio Watershed, Tanah Laut Regency. The Method used was purposive sampling with observation points determined through the results of overlapping land cover maps, slope maps and soil type maps. Parameters for determining critical land in agricultural cultivation areas and protected forests in forest areas use productivity factors, land cover, slope factors, erosion factors of TBE (Erosion Hazard Level) and management factors. The results of this study obtained the criticality level of potential critical to critical. Bush land cover in the protected area function is included in the critical category, secondary forest in the protected area function are included in the critical potential category, rubber plantations in the UL 1 cultivation area function are included in the critical potential category and UL 2 rubber plantations are included in the moderately critical category. The rehabilitated with high-yielding rubber species and on steep slopes directed at terracing. Shrubs are directed for reforestation with an intercropping pattern of forest plant species and MPTS. The secondary forest rehabilitation guidelines need to enrich plant species and increase their maintenance.Lahan kritis yang didukung oleh kondisi fisik tanah yang rentan terjadi erosi akibat penggunaan lahan yang berlebihan, curah hujan yang tinggi dan keadaan lereng curam. Sub DAS Amparo Kecil merupakan salah satu bagian hulu dari DAS Tabunio yang di dominasi oleh kawasan lindung dan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan tingkat kekritisan lahan serta menentukan upaya pengendalian tingkat kekritisan lahan di Sub DAS Amparo Kecil, DAS Tabunio, Kabupaten Tanah Laut. Metode yang digunakan adalah purposive sampling dengan titik pengamatan yang ditentukan melalui hasil overlay (tumpeng tindih) peta penutupan lahan, peta kelerengan dan peta jenis tanah. Parameter penentu lahan kritis pada Kawasan budidaya pertanian dan hutan lindung dalam Kawasan hutan menggunakan faktor produktivitas, penutupan lahan, faktor kemiringan kereng, faktor erosi atau TBE (Tingkat Bahaya Erosi) dan faktor manajemen. Hasil dari penelitian ini diperoleh tingkat kekritisan lahan potensial kritis hingga kritis. Pada penutupan lahan semak belukar dalam fungsi Kawasan lindung termasuk kategori kritis, hutan sekunder dalam fungsi Kawasan lindung termasuk kategori potensial kritis, perkebunan karet dalam fungsi Kawasan budidaya UL 1 termasuk kategori potensial kritis dan perkebunan karet UL 2 termasuk kategori agak kritis. Pola arahan rehabilitasi hutan dan lahan pada penutupan lahan perkebunan karet yaitu tetap dipertahankan dan direhabilitasi dengan jenis tanaman karet yang unggul dan pada kelerengan curam diarahkan membuat terasering. Semak belukar diarahkan untuk penghijauan dengan pola tumpangsari jenis tanaman hutan serta MPTS. Arahan rehabilitasi pada hutan sekunder perlu adanya pengkayaan jenis tanaman dan ditingkatkan pemeliharaannya.
Pengaruh Suhu dan Waktu Penyeduhan Teh Daun Kelakai (Stenochlarna Palutris) Dengan Treatmen Asam Lemon (Citrus Limon) Terhadap Kadar Besi (Fe) Husnul Chotimah; Ayutha Wijinidyah; Jerry Selvia; Susan E Lumban Gaol
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i4.12675

Abstract

Iron (Fe) is one of the many nutrients found in kelakai. Lemon acid treatment (Citrus lemonade) is used in the processing of kelakai tea powder as an effort to increase the nutritional value of the plant. The aim of this research is to determine how temperature and brewing time affect the iron (Fe) content in kelakai leaf tea (Stenochlarna palutris) prepared with lemon acid (Citrus lemonade). This research used a 2 factorial completely randomized design (CRD) and was experimental. There are two factors: the first is the temperature at which the brewing is done (40, 50 and 60 degrees Celsius), and the second is the brewing time (1, 5 and 10 minutes) with three repetitions. Two-Way Analysis of Variance (ANOVA) was used in data analysis, along with an additional 5% Honestly Significant Difference (BNJ) test. These findings show a very significant influence of brewing temperature, brewing time, and the combination of temperature and brewing time. The results of the research show that moderate temperatures produce high iron (Fe) levels, moderate brewing results in high iron (Fe) levels. The brewing temperature treatment T2 (50oC) had the highest amount of calcium at 2.73778 ppm. Iron (Fe) levels are low at temperature T1 (400C) of 1.42000 ppm.  The effect of brewing time on high iron (Fe) levels at F2 time (5 minutes) is 2.73778 ppm. The lowest iron (Fe) content was located at the longest brewing time, namely F3 (10 minutes) at 1.12267 ppm. T3F2 (600C, 5 Minutes) with iron (Fe) content of 3,707 ppm.  The treatment that produces the lowest iron (Fe) content is T2F3 (500C, 10 minutes) with a value of 0.702 ppm
PENGARUH TINGKAT KEBERHASILAN WISATA PANTAI BATAKAN BARU TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT SEKITAR Sri Rahayu; Muhammad Naparin; Asysyifa Asysyifa
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i3.12794

Abstract

The development of increasingly advanced tourism is expected to be able to provide an increase in people's welfare. The purpose of this study is to analyze the influence of the success rate of Batakan Baru Beach tourism on the welfare of the surrounding community. The object of this study is the people of Batakan Village with a total of 130 respondents calculated using the slovin formula. The data analysis used in this study is the PLS-SEM analysis technique with Smart-PLS3 software. The results obtained in this study are that the tourism success rate variables which include conservation, participation, and education have a significant influence on community welfare variables in the form of income, education, and health, this can be seen by the T Value (3.935) and P Value (0.000). The magnitude of the influence of the success rate variable on community welfare can be seen based on the results of the R Square test, the magnitude of the effect is 0.134 or 13.4%, while 86.6% is influenced by other factors that are not not examinedPerkembangan pariwisata yang semakin maju diharapkan mampu memberikan peningkatan terhadap kesejahteraan masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh tingkat keberhasilan wisata Pantai Batakan Baru terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar. Objek pada penelitian ini adalah masyarakat Desa Batakan dengan jumlah responden sebanyak 130 dihitung menggunakan rumus slovin. Analisis data yang dipakai dalam penelitian ini yaitu teknik analisis PLS-SEM dengan software Smart-PLS3. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini yaitu variabel tingkat keberhasilan wisata yang meliputi konservasi, partisipasi, dan edukasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel kesejahteraan masyarakat berupa pendapatan, pendidikan, dan kesehatan, hal ini dapat dilihat  dengan nilai T Value (3,935) dan nilai P Value (0,000). Besar pengaruh  variabel tingkat keberhasilan wisata terhadap kesejahteraan masyarakat dapat dilihat berdasarkan hasil pengujian R Square, besar pengaruhnya yaitu  0,134 atau 13,4%, sedangkan 86,6% dipengaruhi oleh hal lainnya yang tidak diteliti.
PEMANFAATAN LIMBAH SERBUK KAYU KARET (Havea brasiliensis) DAN SERABUT TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (Elais guineensis) SEBAGAI KOMPOSISI BAHAN PEMBUATAN PAPAN PARTIKEL Muhammad Rifa’i; Adi Rahmadi; Lusyiani Lusyiani
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i2.9126

Abstract

Salah satu jenis produk panel kayu atau komposit yang dibuat dari partikel kayu atau bahan yang mengandung lignoselulosa dan diikat menggunakan perekat maupun campuran pengikat lainnya yang nantinya dikempa panas merupakan papan partikel. Papan partikel sebagai salah satu alternatif yang dapat dipilih dalam rangka diversifikasi bahan berlignoselulosa seperti serbuk kayu, sabut kelapa dan lain-lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi lapisan papan dari campuran dari campuran serbuk kayu karet dan sabut tandan kosong kelapa sawit meliputi sifat fisik dan mekanik papan partikel dengan menggunakan standar SNI 03-2105-2006. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap cara pengambilan sampel 3 perlakuan dengan 3 kali ulangan sehingga jumlah uji seluruhnya adalah 9 sampel uji. Hasil dari penelitian ini yaitu sifat fisika yang dimiliki berupa nilai uji kadar air perlakuan A yaitu 17,92 %, pada perlakuan B nilai uji yang didapat 15,30 %, dan nilai pada perlakuan C 16,71%, nilai uji kerapatan perlakuan A didapat 0,44 gr/cm3, perlakuan B dengan nilai 0,66 gt/cm3 dan perlakuan C dengan nilai 0,62 gr/cm3, serta nilai uji pengembangan tebal pada perlakuan A adalah 38,71 % pada perlakuan B 37,63 % dan pada perlakuan C nilai yang didapat 26,93 % sehingga hal ini mengakibatkan penambahan volume tinggi pada papan, sedangkan sifat mekanik perlakuan C dengan nilai MoR 63,06933 kg/cm2 dan MoE 2011,078 kg/cm2, rata-rata memiliki nilai lebih baik dibanding papan partikel dengan perlakuan A dengan nilai MoR 27,82267 kg/cm2 dan  MoE 1060,957 kg/cm2 dan perlakuan B dengan nilai MoR 53,34467 kg/cm2 dan MoE 1635,001 kg/cm2.
STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA SWARGALOKA KECAMATAN HAUR GADING KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Reza Ayatullah Firdaus; Rina Muhayah Noor Pitri; Muhammad Helmi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i4.9269

Abstract

The village of Pulantani, along with the surrounding villages, has the potential for ecotourism that can boost the local economy. The issue faced by Swargaloka Ecotourism is the lack of visitors, despite its significant potential. The research aims to: 1) Identify the internal and external factors of Swargaloka Ecotourism in the Haur Gading District of North Hulu Sungai Regency; 2) Analyze priority strategies. The method used is purposive sampling, involving 15 respondents from Swargaloka Ecotourism, including managers, visitors, and the local community. The data will be analyzed using SWOT and AHP methods, conducted for three months. The findings of this research reveal six priority rankings as follows: 1) Preserving the natural environment of the Swargaloka Ecotourism area by enhancing security and patrols (0.363); 2) Collaborating between the government and the local community to improve or develop facilities and infrastructure (0.169); 3) Enhancing the production of Purun crafts and culinary offerings (0.154); 4) Intensifying promotion through print media and social media with digital marketing (0.146); 5) Creating tour packages (0.108); 6) Collaborating with Travel Agencies (0.060).Desa Pulantani bersama dengan desa-desa di sekitarnya memiliki potensi ekowisata yang dapat mengangkat perekonomian masyarakat. Permasalahan yang dialami dalam Ekowisata Swargaloka adalah kurangnya pengunjung, padahal ekowisata swargaloka mempunyai potensi yang sangat besar. Tujuan penelitian yaitu: 1) Mengidentifikasi faktor internal dan eksternal ekowisata Swargaloka Kecamatan Haur Gading Kabupaten Hulu Sungai Utara; 2) Menganalisis strategi prioritas. Metode yang digunakan yaitu purposive sampling terhadap 15 responden dari Ekowisata Swargaloka, pengelola, pengunjung, dan masyarakat yang akan dianalisis menggunakan SWOT dan AHP dan dilakukan selama 3 bulan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu terdapat 6 urutan prioritas sebagai berikut, Menjaga kealamian lingkungan alam pada kawasan Ekowisata Swargaloka dengan cara meningkatkan keamanan dan patrol (0,363), Pemerintah dan masyarakat sekitar melakukan kerjasama untuk meningkatkan atau membangun sarana dan prasarana (0,169), Meningkatkan produksi kerajinan purun dan kuliner (0,154), Mempergiat promosi melalui media cetak dan media sosial dengan digital maketing (0,146), Membuat paket tour wisata (0,108), Melakukan kerjasama dengan Biro Perjalanan Wisata (BPW) (0,060).
Identifikasi Senyawa Kimia Asap Cair Cangkang Kemiri (Aleurites moluccana Wild) Grade Premium dengan Menggunakan Zeolit Aktif dan Arang Aktif Alaban Hanifa Arsya; Muhammad Faisal Mahdie; Noor Mirad Sari
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i2.8925

Abstract

Liquid smoke is acetic acid produced from the dry condensation process of raw materials and followed by condensation. Liquid smoke content Liquid smoke contains cellulose, hemicellulose and lignin which are influenced by the type of wood, moisture content and combustion temperature. The Batu Kura Forest Farmers Group (KTH) is one of the liquid smoke producers that utilizes candlenut shells as a raw material for making liquid smoke. Identification of chemical compounds from liquid smoke produced is important to optimize the benefits of liquid smoke. The purpose of this study was to identify the chemical compounds contained in premium grade hazelnut shell liquid smoke. Purification of grade 3 liquid smoke is carried out by distillation and filtration methods using active zeolite and alaban activated charcoal then the resulting liquid smoke becomes premium grade candlenut shell liquid smoke. After that identify the chemical content of premium grade candlenut shell liquid smoke using a Gas Chromatography Mass Spectrometry (GC-MS) tool. The results showed that there were 11 peaks and contained 27 chemical components with the most dominant compounds being Toluene at 56.35%, 3-Penten-2-one,4-methyl at 35.84%, Cyclohexane, methyl at 5.30%, Phenol,2-methoxy 0.99%, Phenol,2-methoxy-4-(1-propenyl) 0.22%.Asap cair merupakan asam cuka yang dihasilkan dari proses pengembunan kering bahan baku dan dilanjutkan dengan kondensasi. Kandungan asap cair Asap cair memiliki kandungan selulosa, hemiselulosa dan lignin yang dipengaruhi oleh jenis kayu, kadar air dan suhu pembakaran. Kelompok tani Hutan Batu Kura (KTH) merupakan salah satu produsen asap cair yang memanfaatkan cangkang kemiri sebagai bahan baku pembuatan asap cair. Identifikasi senyawa kimia dari asap cair hasil produksi penting dilakukan untuk mengoptimalkan manfaat dari asap cair. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi senyawa kimia yang terdapat pada asap cair cangkang kemiri grade premium. Pemurnian asap cair grade 3 dilakukan dengan metode destilasi dan filtrasi menggunakan zeolit aktif dan arang aktif alaban kemudian asap cair yang dihasilkan menjadi asap cair cangkang kemiri grade premium. Setelah itu mengidentifikasi kandungan senyawa kimia asap cair cangkang kemiri grade premium menggunakan alat Gas Chromatography Mass Spektrometry (GC-MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 11 puncak dan mengandung senyawa kimia sebanyak 27 komponen senyawa kimia dengan senyawa yang paling dominan yaitu Toluene sebesar 56,35%, 3-Penten-2-one,4-methyl sebesar 35,84%, Cyclohexane,methyl sebesar 5,30%, Phenol,2-methoxy sebesar 0,99%, Phenol,2-methoxy-4-(1-propenyl) sebesar 0,22%.
Sampul JSS Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024 Trisnu Satriadi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i3.12910

Abstract

Sampul JSS Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025 Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024 Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024 Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024 Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024 Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024 Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024 Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023 Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023 Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 4 Edisi Agustus 2023 Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 3 Edisi Juni 2023 Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 2 Edisi April 2023 Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 1 Edisi Februari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 6 Edisi Desember 2022 Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022 Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022 Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 3 Edisi Juni 2022 Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 2 Edisi April 2022 Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 1 Edisi Februari 2022 Vol 3, No 6 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Volume 3 No 6 Edisi Desember 2020 Vol 4, No 6 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 6 Edisi Desember 2021 Vol 4, No 5 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 5 Edisi Oktober 2021 Vol 4, No 4 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 4 Edisi Agustus 2021 Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 3 Edisi Juni 2021 Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 2 Edisi April 2021 Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 1 Edisi Februari 2021 Vol 3, No 5 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 5, Edisi Oktober 2020 Vol 3, No 4 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 4, Edisi Agustus 2020 Vol 3, No 3 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 3, Edisi Juni 2020 Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 2, Edisi April 2020 Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 1, Edisi Februari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 6, Edisi Desember 2019 Vol 2, No 5 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 5, Edisi Oktober 2019 Vol 2, No 4 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 4, Edisi Agustus 2019 Vol 2, No 3 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 3, Edisi Juni 2019 Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 2, Edisi April 2019 Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 1, Edisi Februari 2019 Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 2, Edisi Oktober 2018 Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 1, Edisi Agustus 2018 More Issue