cover
Contact Name
Trisnu Satriadi
Contact Email
sylva.scientaeae@ulm.ac.id
Phone
+6285101185530
Journal Mail Official
trisnu.satriadi@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani Km 36 Simpang Empat Banjarbaru Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Sylva Scienteae
ISSN : -     EISSN : 26228963     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Sylva Scienteae merupakan jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian di bidang kehutanan, meliputi Teknologi Hasil Hutan, Manajemen Hutan, Budidaya Hutan, dan Konservasi Hutan. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Terbit pertama kali di bulan Agustus 2018. Pada Tahun 2018 hanya mengeluarkan dua edisi yaitu Agustus dan Oktober. Selanjutnya pada tahun 2019 sampai sekarang, jurnal dipublikasikan sebanyak 6 edisi, yaitu Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember.
Articles 791 Documents
HUBUNGAN PERUBAHAN KESEHATAN HUTAN DENGAN PENDAPATAN PETANI (STUDI KASUS HUTAN RAKYAT DI DESA KUBU BATU) Safe’i, Rahmat; Yuwono, Slamet Budi; Winarno, Gunardi Djoko; Asmarahman, Ceng; Darmawan, Arief; Hidayat, Wahyu; Gunawan, Rhezandy; Fajri, Ahmad Khairil
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i5.13965

Abstract

A healthy community forest can provide optimal benefits for the environment and the economy, particularly in increasing farmers' income. This study aims to analyze changes in community forest health and its relationship to farmers' income in Kubu Batu Village, Way Khilau District, Pesawaran Regency. The Forest Health Monitoring (FHM) method was used to assess forest health, while quantitative analysis was employed to calculate farmers' income. Data were collected through interviews and ecological assessments in the field. The results showed a significant decline in forest health conditions from 2020 to 2024, with the average health score decreasing from 7.35 to 4.68. Additionally, a positive correlation was found between forest health and farmers' income, where better forest conditions resulted in higher income for farmers. However, the strength of this relationship slightly weakened in 2024. The decline in forest health was largely due to forest fires, which affected biodiversity and land productivity. Therefore, restoration efforts and better forest management are necessary to maintain productivity and improve the welfare of community forest farmers.Hutan rakyat yang sehat dapat memberikan manfaat optimal bagi lingkungan dan perekonomian masyarakat, terutama dalam meningkatkan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kondisi kesehatan hutan rakyat dan hubungannya dengan pendapatan petani di Desa Kubu Batu, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran. Metode yang digunakan adalah Forest Health Monitoring (FHM) untuk menilai kondisi kesehatan hutan serta analisis kuantitatif untuk menghitung pendapatan petani. Data dikumpulkan melalui wawancara dan penilaian ekologi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan signifikan dalam kondisi kesehatan hutan dari tahun 2020 ke 2024, dengan rata-rata nilai kesehatan menurun dari 7,35 menjadi 4,68. Selain itu, terdapat hubungan positif antara kondisi kesehatan hutan dan pendapatan petani, di mana semakin baik kondisi hutan, semakin tinggi pula pendapatan yang diperoleh petani. Namun, kekuatan hubungan ini sedikit melemah pada tahun 2024. Penurunan kesehatan hutan sebagian besar disebabkan oleh kebakaran hutan, yang berdampak pada biodiversitas dan produktivitas lahan. Oleh karena itu, upaya pemulihan dan pengelolaan hutan yang lebih baik diperlukan untuk menjaga produktivitas dan kesejahteraan petani hutan rakyat.
IDENTIFIKASI SEBARAN JENIS TUMBUHAN KAYU TINGKAT TIANG DAN POHON DI BUKIT PANDAMARAN KHDTK MANDIANGIN ULM Saputri, Mutia Riska; Payung, Damaris; Nugroho, Yusanto
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i6.9081

Abstract

Recognizing the composition of forest ecosystems is important to maximize forest utilization and conservation. One of the steps that can be used is to identify the vegetation in the forest. Pandamaran Hill, which is located at an altitude of 275 meters above sea level, has a forest with conditions that are still rarely touched by humans so that identification of vegetation at that location is important. This study aims to analyze the distribution and identify plant species at the pole and tree growth levels located in Bukit Pandamaran KHDTK Mandiangin. The method used to determine sample points is based on purposive sampling method with line intercept method. The size of the sample plot in this study is based on the species area curve to determine the minimum sample plot to be made. The results of this study showed that the distribution of pole-level plants in the three locations was the type of Tampar Badak, Rukam, and Margatahan while the distribution of tree-level plants in the three locations was the type of Tengkook Ayam, Serai Putih, and Marsihung. The pole level in locations I, II and III for the highest INP value is the same type of Damar Kumbang. Similar to the pole level, the tree level at locations I, II and III the highest INP value was obtained by the Damar Kumbang species. Mengenali susunan komposisi ekosistem hutan penting untuk memaksimalkan pemanfaatan dan pelestarian hutan. Salah satu langkah yang dapat digunakan yaitu melakukan identifikasi terhadap vegetasi yang terdapat dalam hutan. Bukit Pandamaran yang berada di ketinggian 275 mdpl memiliki hutan dengan kondisi yang masih jarang dijamah manusia sehingga identifikasi vegetasi pada lokasi tersebut penting dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran dan mengidentifikasi jenis tumbuhan pada tingkat pertumbuhan tiang dan pohon yang terletak Bukit Pandamaran KHDTK Mandiangin. Metode yang digunakan untuk menentukan titik sampel berdasarkan metode purposive sampling dengan plot garis berpetak (line intercept method). Ukuran petak contoh dalam penelitian ini berdasarkan curva species area untuk menetukan petak contoh minimal yang akan dibuat. Hasil penelitian ini menunjukkan Sebaran tumbuhan tingkat tiang pada ketiga lokasi yakni jenis Tampar Badak, Rukam, dan Margatahan sedangkan sebaran tumbuhan tingkat pohon pada ketiga lokasi yakni jenis Tengkook Ayam, Serai Putih, dan Marsihung. Tingkat tiang di lokasi I, II dan III untuk nilai INP tertinggi nya yakni jenis yang sama yaitu Damar Kumbang. Sama halnya dengan tingkat tiang, tingkat pohon pada lokasi I, II dan III nilai INP tertinggi diperoleh jenis Damar Kumbang.
PENGARUH KOMPOSISI CAMPURAN ARANG LIMBAH DAUN GMELINA (Gmelina arborea Roxb) DAN LIMBAH DAUN JATI (Tectona grandis) TERHADAP MUTU BRIKET ARANG Limbong, Melani; Satriadi, Trisnu; Thamrin, Gusti Abdul Rahmat
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i5.9941

Abstract

Lack of waste management causes environmental pollution and disrupts public health. To minimize pollution from poor waste management, gmelina and teak leaf waste can be used as an alternative to petroleum and processed into charcoal briquettes which are more economical and easy to use. The purposes of this study are: 1) Analyzing the effect of the comparison of the composition of charcoal from gmelina leaf waste and teak leaf waste with the addition of different tapioca starch adhesives, 2) Comparing the quality of the briquettes obtained using SNI 01-6235-2000 standards. The analysis used is Factorial RAL using 5 treatments of comparison of material composition and 3 treatments of adhesive composition with 3 replications. Based on the results of the study that the density (g/cm3) in all treatments met SNI with the best density found in treatment A5B3 which was 0.7829 g/cm3, the water content (%) in all treatments met SNI, except A3B3 and with the best water content found in treatment A2B1, namely 5.9320%, the calorific value (cal/g) in some treatments met SNI with the best calorific value found in treatment A4B3, namely 5898.07 cal/g. Ash content (%), volatile matter (%), bound carbon (%) for each treatment did not meet SNI standards. The best quality of charcoal briquettes was found in treatment A4B3 (25% charcoal powder from teak leaf waste + 75% charcoal powder from gmelina leaves with 30% tapioca adhesive) which has the closest characteristics to the standard charcoal briquettes based on SNI 01-6235-2000.Kurangnya pengelolaan limbah menyebabkan pencemaran lingkungan dan mengganggu kesehatan masyarakat. Untuk meminimalkan pencemaran dari pengelolaan limbah yang buruk, limbah daun gmelina dan daun jati bisa dimanfaatkan alternatif yang menggantikan minyak bumi serta diolah menjadi briket arang yang lebih hemat dan mudah penggunaannya. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) Menganalisis pengaruh perbandingan komposisi arang limbah daun gmelina dan limbah daun jati dengan penambahan perekat tepung tapioka yang berbeda, 2) Membandingkan kualitas briket yang diperoleh menggunakan standar SNI 01-6235-2000. Analisis yang digunakan yaitu RAL Faktorial menggunakan 5 perlakuan perbandingan komposisi bahan dan 3 perlakuan komposisi perekat dengan 3 kali ulangan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa kerapatan (g/cm3) pada semua perlakuan telah memenuhi SNI dengan kerapatan terbaik terdapat pada perlakuan A5B3 yaitu 0,7829 g/cm3, kadar air (%) pada semua perlakuan telah memenuhi SNI, kecuali A3B3 dan dengan kadar air terbaik terdapat pada perlakuan A2B1 yaitu 5,9320 %, nilai kalor (kal/g) pada sebagian perlakuan telah memenuhi SNI dengan nilai kalor terbaik terdapat pada perlakuan A4B3 yaitu 5898,07 kal/g. Kadar abu (%), zat terbang (%), karbon terikat (%) setiap perlakuan tidak memenuhi standar SNI. Kualitas briket arang yang paling bagus terdapat pada perlakuan A4B3 (25% serbuk arang limbah daun jati + 75% serbuk arang limbah daun gmelina dengan 30% perekat tapioka) yang mana sifat karakteristiknya paling mendekati dengan standar briket arang berdasarkan SNI 01-6235-2000.
ANALISIS SIFAT FISIKA PAPAN LAMINASI KOMBINASI KAYU NANGKA MAHONI DAN PAPAN LAMINASI JATI PUTIH Wulandari, Febriana Tri; Dewi, Ni Putu Ety Lismaya
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i6.13813

Abstract

Solusi untuk mengatasi keterbatasan kebutuhan kayu dengan memanfaatkan limbah potongan kayu menjadi papan laminasi. Teknologi laminasi merupakan salah satu solusi untuk memperoleh sortimen lebih lebar dan panjang. Kayu laminasi ini terbuat dari potongan-potongan balok kayu yang direkatkan dengan perekat sehingga menjadi kayu yang dapat dimanfaatkan kembali. Jenis kayu yang sesuai sebagai bahan baku papan laminasi adalah memiliki berat jenis yang ringan sampai sedang dengan kelas kuat III-IV. Jenis kayu yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis kayu jati putih, nangka dan mahoni. Kayu jati putih masuk dalam kelas II-III, kayu nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk.) berat jenis 0,51-0,58 dan kayu mahoni 0,53-0,72. Kayu nangka dan mahoni juga memiliki kelas kuat yang sama yaitu kelas II-III. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan sifat fisika papan laminasi kombinasi kayu mahoni nangka dengan papan laminasi jati putih. Rancangan percobaan yang digunakan rancangan non faktorial dengan dua perlakuan dan tiga kali ulangan. Berdasarkan hasil penelitiaan menunjukan kadar air dan kerapatan berpengaruh nyata terhadap jenis kombinasi sedangkan pengembangan tebal dan penyusutan tebal tidak berpengaruh nyata terhadap jenis kombinasi. Semua pengujian fisika telah memenuhi standar SNI 01-6240-2000 dan standar JAS SE-7 2007. Berdasarkan hasil pengujian sifat fisika maka papan laminasi kombinasi nangka mahoni dan papan laminasi jati putih masuk dalam kelas kuat III yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi ringan yang terlindungi. 
Pemetaan Obyek Dan Daya Tarik Wisata Dalam Pengembangan Ekowisata Berbasis Agroforestri Pada Gapoktan Pujo Makmur Kabupaten Pesawaran Harianto, Sugeng P; surnayanti, surnayanti; Tsani, Machya Kartika; Santoso, Trio; Jaya, Nuril Atma; Rufaidah, Erlina
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i5.13182

Abstract

Ekowisata berbasis masyarakat merupakan pengembangan suatu tempat salah satunya di Gapoktan Pujo Makmur, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung melalui sektor pariwisata. Pengembangan ini memanfaatkan potensi sumber daya alam dan budaya yang dimiliki oleh masyarakat sebagai obyek dan daya tarik wisata. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan obyek dan daya tarik ekowisata berbasis agroforestri pada Gapoktan Pujo Makmur guna memberikan informasi dasar untuk pengembangannyakepada para pihak terkait . Metode pengumpulan  data menggunakan aplikasi Avenza Maps dan ArcGIS untuk pengambilan titik awal dan penelusuran sampai titik akhir. Selanjutnya data di analisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan adanya elemen penting selama penelusuran seperti pemukiman, jembatan, masjid, dan lahan agroforestri yang semuanya merupakan obyek dan daya tarik wisata. Penelitian ini memberikan informasi dasar dalam pengembangan ekowisata berbasis agroforestripada Gapoktan Pujo Makmur. Lahan agroforestri didominasi oleh tanaman durian, kapulaga, kemiri, pala sehingga dapat menarik wisatawan untuk berkunjung berwisata. Disamping itu terdapat air terjun Kedung Gajah yang terbentuk dari bebatuan yang merupakan potensi signifikan dalam pengembangan ekowisata agroforestri Gapoktan Pujo Makmur.
POTENSI DESA SUNGAI RUTAS DALAM PENGEMBANGAN WISATA MINAT KHUSUS KERAJINAN ANYAMAN PURUN BERBASIS LAHAN BASAH Rohmah, Faizatur; Nisa, Khairun; Pitri, Rina Muhayah Noor
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i5.10223

Abstract

ABSTRACT. Wetlands such as rivers, beaches, lakes, and swamps are alternative tours that can enjoy their beauty. In addition to wetland areas with beautiful scenery, Sungai Rutas Village has purun handicrafts and Datu Muning's tomb for religious tourism. This study aims to identify superior products of purun handicrafts and analyze the potential of Sungai Rutas Village to development of purun handicrafts. The observation method used 4A observations (attraction, accessibility, amenity, and ancillary service) and in-depth interviews with 30 respondents. Location determination and respondents based on purposive sampling. Based on the results of the study, it found that Sungai Rutas Village has the attraction of the creative economy industry in the form of purun handicraft products. The superior products produced are bags, mats, and hats. Sungai Rutas Village has elements of potential attractions (has a choice of tourist activities), accessibility that is easy to reach (road conditions are very good and wide), amenities are still not fulfilled (homestay is not available) and terms of Ancillary services also less supportive (no tourist information center is available). However, overall, the four elements of 4A are sufficient to support the development of purun handicrafts as a potential for wetland-based special interest tourism in Sungai Rutas Village.Keywords: Wetlands; Purun handicrafts; Special interest tourism; Sungai rutas village ABSTRAK. Lahan basah seperti sungai, pantai, danau dan rawa merupakan alternatif wisata yang dapat dinikmati keindahannya. Selain kawasan lahan basah dengan pemandangan indah Desa Sungai Rutas memiliki kerajinan anyaman purun dan makam Datu Muning sebagai wisata religi. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi produk unggulan kerajinan anyaman purun dan menganalisis potensi Desa Sungai Rutas dalam pengembangan kerajinan anyaman purun. Metode pengamatan menggunakan observasi 4A (attraction, accessibility, amenity dan ancillary service) dan wawancara mendalam dengan 30 responden. Penentuan lokasi dan responden berdasarkan purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa Desa Sungai Rutas memiliki daya tarik industri ekonomi kreatif berupa produk kerajinan anyaman purun. Adapun produk unggulan yang dihasilkan berupa anyaman tas, tikar dan topi purun. Desa Sungai Rutas memiliki elemen atraksi yang potensial (memiliki pilihan aktivitas wisata), elemen aksesibilitas yang mudah dicapai (kondisi jalan sangat baik dan lebar), amenitas masih kurang terpenuhi (tidak tersedia homestay) dan dari segi elemen Ancillary juga kurang mendukung (tidak tersedia pusat informasi wisata). Namun secara keseluruhan empat elemen 4A cukup mendukung pengembangan kerajinan anyaman purun sebagai potensi wisata minat khusus berbasis lahan basah di Desa Sungai Rutas.Kata kunci: Lahan Basah; Kerajinan purun; Wisata minat khusus; Desa Sungai Rutas
Densitas Hama dan Intensitas Kerusakan Tanaman Muda Di Areal Restorasi Stasiun Penelitian Rawa Bunder Fitaunnisa, Tsaniya Rifqi; Asmarahman, Ceng; Indriyanto, Indriyanto
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i6.14109

Abstract

Taman Nasional Way Kambas merupakan kawasan konservasi yang memiliki ekosistem hutan dataran rendah. Salah satu penutupan lahan Taman Nasional Way Kambas yaitu padang ilalang yang banyak ditumbuhi oleh alang-alang pada lahan kritis. Pihak pengelola Taman Nasional Way Kambas melakukan upaya pemulihan ekosistem di lahan kritis untuk mengembalikan fungsi ekosistem alami yang telah rusak. Pihak pengelola melakukan penanaman dengan memperhatikan pertumbuhan tanaman mulai dari pemilihan bibit, penanaman bibit hingga bibit menjadi tanaman muda. Tanaman muda yang terdapat di Plot Tradisional terserang oleh hama yang dapat menimbulkan berbagai masalah pada tanaman. Oleh karena itu, dilakukan penelitian kepadatan dan intensitas kerusakan tanaman muda yang terserang hama. Metode penelitian menggunakan sistematik sampling untuk menentukan pengambilan sampel, peletakan plot dilakukan secara sistematik sebanyak 25 plot sampel. Pengamatan dilakukan secara visual pada plot sampel, kemudian mengidentifikasi jenis hama serta menghitung kepadatan dan intensitas serangan hama. Berdasarkan hasil pengamatan ditemukan jenis-jenis hama seperti, ulat jengkal, ulat bulu, wereng batang coklat, ulat kantong, kepik, belalang, walang sangit dan kutu putih. Kepadatan hama tertinggi yaitu ulat jengkal (0,0007 individu/1000m²) dan kepadatan hama terendah adalah ulat kantong (0,0001 individu/1000m²). Intensitas kerusakan nisbi pada daun yang tertinggi yaitu pada tanaman puspa sebesar (37%). Beberapa jenis tanaman muda yang memiliki intensitas kerusakan mutlak mencapai 100% yaitu rengas, rukem, waru gombong, kemang, jambon, dan bungur. Hal yang perlu dilakukan oleh pihak pengelola Taman Nasional Way Kambas yaitu dengan menyusun strategi pengendalian hama pada Plot Tradisional
ANALISIS PERTUMBUHAN TANAMAN AGROFORESTRI BALSA (Ochroma pyramidale) ) dengan PISANG (Musa paradisiaca L) dan KOPI (Coffea robusta) di DESA HINAS KIRI Kec. BATANG ALAI TIMUR Maulana, Akhmad Gilang; Hafizianor, Hafizianor; Naemah, Dina
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i5.8780

Abstract

Balsa merupakan salah satu tanaman kehutanan yang yang dikembangkan di Desa Hinas Kiri sebagai tanaman agroforestri. Analisis perkembangan tanaman balsa dari sudut silvikultur perlu dilakukan lebih dalam guna mengetahui pertumbuhan tanaman pada tanaman balsa tersebut. Penelitian ini dilakukan melalui pengamatan terhadap beberapa parameter yaitu  pertumbuhan tinggi tanaman dan diameter batang pada tanaman balsa. Penelitian ini menggunakan metode sensus pada seluruh tanaman balsa yang berada pada lokasi penelitian serta wawancara dengan pengelola terkait mengenai budidaya tanaman balsa tersebut. Secara keseluruhan rata-rata pertumbuhan tinggi tanaman  balsa dengan umur tanam ± 2 tahun sebanyak 273 batang tanaman balsa adalah 15,2 m dan diameter 13,6 cm Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tanaman balsa yang ditanam dalam sistem agroforestri dapat memiliki pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan tanaman balsa yang ditanam dalam sistem monokultur. Contoh penelitian yang dilakukan Vilchec et al pada tahun 2015 di Kosta Rika menunjukkan bahwa tanaman balsa yang ditanam dalam sistem agroforestri dengan kakao dan kopi memiliki pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan tanaman balsa yang ditanam dalam sistem monokultur. Hal ini terlihat dari peningkatan tinggi tanaman dan diameter batang tanaman yang ditanam di area agroforestri. Selain itu, ketersediaan hara dan suhu tanah di area agroforestri juga lebih baik, sehingga dapat mempercepat pertumbuhan Penelitian ini menunjukkan bahwa sistem agroforestri dapat digunakan sebagai alternatif yang efektif dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman balsa di daerah tropis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai peluang keberhasilan pertumbuhan balsa dengan menganalisis pola tanam dan pertumbuhan tanaman balsa dengan menggunakan sistem agroforestri.
ANALISIS KEGUNAAN TUMBUHAN HERBA DI AREAL REKLAMASI PT ADARO INDONESIA KALIMANTAN SELATAN Rukmawati, Rukmawati; Asy'ari, Mufidah; Rianawati, Fonny
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i6.14393

Abstract

Herbaceous plants are plants whose stems are not hard and woody. Herbs usually have soft stems and can live in wet places where other animals will not interfere with their growth. Herbs grow well under trees and in a variety of soil types and weather conditions. Herbaceous plants can also indicate how healthy the soil is. The purpose of this study is to Inventory understory plant species in the Reclamation Area of PT Adaro Indonesia South Kalimantan and Identify the use of understory plant species, especially herbs in the Reclamation Area of PT Adaro Indonesia South Kalimantan. The method used is using the literature study method. From the results of the study also obtained the type of utilization of the use of lower plants, especially herbs, the largest is for pharmacological use (78.4%), then followed by use as food (14.9%), animal feed (9.5%), ornamental plants / cover crop (9.5%), insecticides (8.1%), fertilizers (5.4%), crafts (2.7%), dyes (2.7%), cosmetics (5.4%), and other purposes (5.4%). Herba biasanya memiliki batang lunak dan dapat hidup di tempat basah di mana hewan lain tidak akan mengganggu pertumbuhannya. Herba tumbuh dengan baik di bawah pohon dan di berbagai jenis tanah dan kondisi cuaca. Tumbuhan herba juga dapat menunjukkan seberapa sehat tanah ditempat itu. Tujuan dari penelitian ini yaitu Menginventarisasi spesies tumbuhan bawah di Areal Reklamasi PT Adaro Indonesia Kalimantan Selatan serta Mengidentifikasi penggunaan spesies tumbuhan bawah terutama herba yang ada di Areal Reklamasi PT Adaro Indonesia Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan yaitu menggunakan metode studi pustaka. Dari hasil penelitian juga didapatkan Jenis pemanfaatan penggunaan tumbuhan bawah terutama herba terbesar adalah untuk penggunaan farmakologis (78.4%), kemudian disusul untuk penggunaan sebagai pangan (14.9%), pakan ternak (9.5%), tanaman hias/cover crop (9.5%), insektisida (8.1%), pupuk (5.4%), kerajinan (2.7%), pewarna (2.7%), kosmetik (5.4%), dan keperluan lain (5.4%).
SIFAT FISIKA POT ORGANIK DARI CAMPURAN LIMBAH KULIT KAYU GALAM (Melaleuca leucadendron), TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis), ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) DAN PUPUK ORGANIK Physical Properties Organic Pots Made of Mixed Galam Bark (Melaleuca leucadendron), Empty Palm Bunches (Elaeis guineensis), Water Hyacinth (Eichhornia crassipes), and Organic Fertilizer Arianti, Risa; Violet, Violet; Rahmadi, Adi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i5.8894

Abstract

Organic-based seedling media containers can be one way to reduce the use of plastic polybags which are very difficult to decompose after use. The purpose of this study was to determine the physical properties and organoleptic tests of organic pots from a mixture of galam bark waste, oil palm empty fruit bunches, water hyacinth, and organic fertilizers. The research method used is Factorial Complete Randomized Design (CRD) with 3 treatments and 2 additional treatments with 3 replications. The results of organic pot testing for moisture content ranged from 65.45%-125.69%. The density value ranged from 0.23 g/cm3-0.31 g/cm3. The water absorption value ranged from 159.09%-197.70%. The results of the organic pot organoleptic test based on color and texture preferences were highest in the A3B2 treatment, light brown in color with a rough texture. Wadah media semai berbahan dasar organik yang dapat menjadi salah satu cara pengurangan penggunaan polybag plastik yang sangat sulit terurai setelah digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sifat fisika dan uji organoleptik pot organik dari campuran limbah kulit kayu galam, tandan kosong kelapa sawit, eceng gondok, dan pupuk organik. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 3 perlakuan dan 2 perlakuan tambahan dengan 3 kali ulangan. Hasil pengujian pot organik untuk kadar air berkisar antara 65,45%–125,69%. Nilai kerapatan berkisar antara 0,23 g/cm3–0,31 g/cm3. Nilai daya serap air berkisar antara 159,09%–197,70%. Hasil dari uji organoleptik pot organik berdasarkan kesukaan warna dan tekstur tertinggi terdapat pada perlakuan A3B2 warna cokelat muda dengan tekstur kasar. 

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025 Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024 Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024 Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024 Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024 Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024 Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024 Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023 Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023 Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 4 Edisi Agustus 2023 Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 3 Edisi Juni 2023 Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 2 Edisi April 2023 Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 1 Edisi Februari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 6 Edisi Desember 2022 Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022 Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022 Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 3 Edisi Juni 2022 Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 2 Edisi April 2022 Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 1 Edisi Februari 2022 Vol 3, No 6 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Volume 3 No 6 Edisi Desember 2020 Vol 4, No 6 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 6 Edisi Desember 2021 Vol 4, No 5 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 5 Edisi Oktober 2021 Vol 4, No 4 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 4 Edisi Agustus 2021 Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 3 Edisi Juni 2021 Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 2 Edisi April 2021 Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 1 Edisi Februari 2021 Vol 3, No 5 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 5, Edisi Oktober 2020 Vol 3, No 4 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 4, Edisi Agustus 2020 Vol 3, No 3 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 3, Edisi Juni 2020 Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 2, Edisi April 2020 Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 1, Edisi Februari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 6, Edisi Desember 2019 Vol 2, No 5 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 5, Edisi Oktober 2019 Vol 2, No 4 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 4, Edisi Agustus 2019 Vol 2, No 3 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 3, Edisi Juni 2019 Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 2, Edisi April 2019 Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 1, Edisi Februari 2019 Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 2, Edisi Oktober 2018 Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 1, Edisi Agustus 2018 More Issue