cover
Contact Name
Trisnu Satriadi
Contact Email
sylva.scientaeae@ulm.ac.id
Phone
+6285101185530
Journal Mail Official
trisnu.satriadi@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani Km 36 Simpang Empat Banjarbaru Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Sylva Scienteae
ISSN : -     EISSN : 26228963     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Sylva Scienteae merupakan jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian di bidang kehutanan, meliputi Teknologi Hasil Hutan, Manajemen Hutan, Budidaya Hutan, dan Konservasi Hutan. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Terbit pertama kali di bulan Agustus 2018. Pada Tahun 2018 hanya mengeluarkan dua edisi yaitu Agustus dan Oktober. Selanjutnya pada tahun 2019 sampai sekarang, jurnal dipublikasikan sebanyak 6 edisi, yaitu Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember.
Articles 791 Documents
INFRASTRUKTUR MATERIAL PADA KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN HUTAN DI DESA PA’AU KABUPATEN BANJAR Rahmawati, Rahmawati; Asysyifa, Asysyifa; Hafizianoor, Hafizianoor
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i6.9369

Abstract

Pa'au Village is one of the villages in the Meratus Mountains which is inhabited by the Banjar people who still have descendants from the Dayak Kayutangi tribe. The people in Pa'au Village are very dependent on the forest, on average their livelihoods are farmers, farm labourers. by utilizing the forest for farming, gardening and hunting. The importance of forests for socio-economic life is increasingly recognized, because cultural values in the form of human wisdom in managing nature are considered the best way to manage nature. This study aims to explore the infrastructure aspects of local community wisdom in forest management in Pa'au Village. Data collection was carried out through field observations and interviews. Respondents were identified through a purposeful sampling method. Data processing is carried out through inductive qualitative analysis, which can provide a thorough and thorough understanding of the actual situation. Based on the findings of a study on the wisdom of the local community in forest management in Pa'au Village, the people in farming use the "turn-back" pattern of cultivation as well as the Dayak people who inhabit the Meratus mountains in general. Traditions or rituals are still carried out by the people who live in Pa'au Village, but not all activities carried out are accompanied by rituals. Communities take advantage of land that they consider to be no longer productive with forest gardening.Desa Pa'au merupakan salah satu desa yang berada di Pegunungan Meratus yang dihuni oleh masyarakat suku Banjar yang masih memiliki keturunan dari suku Dayak Kayutangi, Masyarakat di Desa Pa’au sangat bergantung pada hutan, rata-rata mata pencaharian mereka adalah petani, buruh tani dengan memanfaatkan hutan untuk berladang, berkebun dan berburu. Pentingnya hutan bagi kehidupan sosial ekonomi semakin diakui, karena nilai-nilai budaya berupa kearifan manusia dalam mengelola alam dianggap sebagai cara terbaik untuk mengelola alam. Penelitian ini bertujuan untuk menggali aspek infrastruktur material pada kearifan lokal masyarakat dalam pengelolaan hutan di Desa Pa'au. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara. Responden diidentifikasi melalui metode purposive sampling. Pengolahan data dilakukan melalui analisis kualitatif induktif, yang dapat memberikan pemahaman yang menyeluruh dan komprehensif tentang keadaan yang sebenarnya. Berdasarkan temuan kajian infrastruktur material pada kearifan lokal masyarakat dalam pengelolaan hutan di Desa Pa'au, masyarakat dalam berladang menggunakan pola perladangan “gilir balik” sama halnya dengan masyarakat suku Dayak yang mendiami pegunungan meratus pada umumnya. Tradisi atau ritual masih dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Pa'au, namun tidak semua kegiatan yang dilakukan diiringi dengan ritual. Masyarakat memanfaatkan lahan yang mereka anggap tidak produktif lagi dengan berkebun hutan (forest garden).
ANALISIS NEKROMASSA BERDASARKAN INDEKS VEGETASI DI KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT Ariansyah, Muhammad Indra; Jauhari, Ahmad; Syam'ani, Syam'ani
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i5.9604

Abstract

This study aims to calculate the correlation of the potential of restless necromass with vegetation index and estimate restless necromass with greenness index using Landsat 9 imagery in the KHDTK area. The data used in this study is in the form of primary data and secondary data. The primary data used are remote sensing data in the form of the latest Landsat 9 imagery and field observation data. Field conservation data is the bottom carbon (litter necromass) which includes total weight, wet weight, and dry weight in each sampling plot. While secondary data are obtained based on literature studies. Then perform correlation analysis, regression analysis, and accuracy tests. The results of this study showed that based on 35 samples, research data was taken around 28 samples to be a reference in modeling. The results of a single regression correlation between the vegetation index value and the dry weight of the necromass were obtained a correlation value of 0.60 and an RMSE value of 12.56 obtained from the average dry weight of the necromass of 28 samples whose average number of necromass dry weight was 106.59. This means that this modeling value has a slight error difference, so that this correlation modeling can be used as a reference to measure and map the magnitude of the distribution of restless necromass.Penelitian ini bertujuan menghitung korelasi potensi nekromassa seresah dengan indeks vegetasi dan Mengestimasi nekromassa seresah dengan indeks kehijauan menggunakan citra Landsat 9 pada areal KHDTK. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Data primer yang digunakan yaitu data pengindraan jauh berupa Citra Landsat 9 terbaru dan data hasil observasi lapangan. Data obeservasi lapangan yaitu yaitu karbon bawah (nekromassa seresah) yang meliputi berat total, berat basah, dan berat kering dalam setiap plot sampling. Sedangkan data sekunder diperoleh berdasarkan studi kepustakaan. Kemudian malakukan analisis korelasi, analisis regresi, dan uji akurasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Berdasarkan 35 jumlah sampel data penelitian diambil sekitar 28 sampel untuk menjadi acuan dalam pemodelan. Adapun hasil korelasi regresi tunggal antara nilai indeks vegetasi dengan berat kering nekromassa seresah yaitu mendapatkan nilai korelasi sebesar 0,60 dan nilai RMSE sebesar 12,56 yang didapatkan dari  rata rata Berat Kering nekromassa yang berjumlah 28 sampel yang jumlah rata rata Berat Kering Nekromassa sebesar 106,59. Artinya nilai pemodelan ini memiliki selisih kesalahan yang sedikit, sehingga pemodelan korelasi ini dapat dijadikan acuan untuk mengukur dan memetakan besar sebaran nekromassa seresah.
KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT DI KTH MEKAR SARI TAHURA WAN ABDUL RACHMAN Andriyani, Della Eka; Bintoro, Afif; Asmarahman, Ceng; Indriyanto, Indriyanto
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i6.14136

Abstract

Tahura Wan Abdul Rachman adalah kawasan konservasi alam yang terletak di Provinsi Lampung. Salah satu tumbuhan yang ada di Tahura Wan Abdul Rachman adalah tumbuhan obat, yaitu tanaman yang memiliki kandungan senyawa yang bermanfaat dan berkhasiat untuk mencegah, mengurangi, atau menyembuhkan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat keanekaragaman tumbuhan obat. Penelitian ini dilakukan di lahan KTH Mekar Sari Tahura Wan Abdul Rachman, dengan metode plot ganda. Plot yang digunakan berukuran 2 m x 2 m, 5 m x 5 m, 10 m x 10 m dan 20 m x 20 m. Hasil penelitian menunjukkan 11 jenis tumbuhan obat tingkat pohon dewasa, 10 jenis pada tingkat tiang, 10 jenis pada tingkat pancang dan 12 jenis pada tingkat semai. Terdapat 20 jenis tumbuhan obat dengan indeks keanekaragaman sebesar 0,87 dan masuk dalam kategori rendah.
KARAKTERISTIK PETANI DAN KONTRIBUSI EKONOMI HUTAN KEMASYARAKATAN TERHADAP PENDAPATAN PETANI DI KPH TANAH LAUT Prasetyo, Agung; Helmi, Muhammad; Rinakanti, Rinakanti
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i6.9805

Abstract

The social forestry program will undoubtedly have an impact on society, and each HKm in Indonesia provides varying contributions, just like in the KPH Tanah Laut. This research aims to identify the Characteristics of Forest Farmer Groups (KTH) in the Tanah Laut Forest Management Unit (KPH) and to analyze the contribution of Community Forests to forest farmers' income in the Tanah Laut KPH. The determination of respondent samples was intentionally done with the criteria being active members of KTH. The total number of respondents in this research was 56 respondents, calculated using the Slovin formula with a margin of error of 10%. The results of this research indicate that the Farmers' characteristics in KTH Kariya Jaya, KTH Harapan Baru, KTH Ingin Maju, and KTH Suka Maju consist of 85% male and 15% female. The average age of KTH members is above 51 years old. On average, they have an educational level of elementary school (SD) with 49.6%. The average number of dependents is 2 people. On average, KTH members manage land with an area of 0.5 hectares. The average occupation of KTH members is as private employees. The economic contribution of HKm in KTH Kariya Jaya accounts for 38%. The economic contribution of HKm in KTH Harapan Baru accounts for 55.2%. The economic contribution of HKm in KTH Ingin Maju accounts for 42.3%. The economic contribution of HKm in KTH Suka Maju is 46.9%.Program Perhutanan sosial sejatinya pasti akan memberikan dampak kepada masyarakat, setiap HKm di Indonesia memberikan kontribusi yang berbeda-beda sama halnya di KPH Tanah Laut. Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi Karakteristik Kelompok Tani Hutan (KTH) di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tanah Laut, dan Menganalisis kontribusi Hutan Kemasyarakatan terhadap pendapatan petani hutan di KPH Tanah Laut. Penentuan sampel responden dilakukan secara sengaja dengan ketentuan sebagai anggota KTH yang aktif. Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 56 responden yang dihitung menggunakan rumus slovin dengan galad 10%. Hasil dari penelitian ini Karakteristik petani di KTH Kariya Jaya, KTH Harapan Baru, KTH Ingin Maju dan KTH Suka Maju memiliki Rasio Jenis Kelamin 85% laki-laki dan 15% berjenis kelamin perempuan. Umur rata-rata anggota KTH 51 tahun keatas. Rata-rata tingkat pendidikan SD 49,6%. Rata-rata memiliki tanggungan keluarga 2 orang. Rata-rata anggota KTH mengelola lahan seluas 0,5 ha. Pekerjaan anggota KTH rata-rata sebagai karyawan swasta. Kontribusi ekonomi HKm di KTH Kariya jaya sebesar 38%. Kontribusi ekonomi HKm di KTH Harapan Baru sebesar 55,2%. Kontribusi ekonomi HKm di KTH Ingin Maju sebesar 42,3%. Kontribusi ekonomi HKm di KTH Suka Maju adalah sebesar 46,9%.
DOMINANSI DAN KEANEKARAGAMAN JENIS JAMUR MAKROSKOPIS BERDASARKAN TUBUH BUAH DI KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS (KHDTK) KINTAP KALIMANTAN SELATAN Oktaviani, Fajar Nor; Yamani, Ahmad; Pujawati, Eny Dwi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i5.9573

Abstract

Jamur menarik untuk dipelajari karena bisa memberikan berbagai manfaat untuk manusia. Beberapa jamur bisa dimakan atau digunakan sebagai bahan obat, tetapi ada juga yang beracun. Keanekaragaman spesies jamur makroskopis di KHDTK Kintap sangat beragam karena variasi ekosistem di hutan tropis akibat perbedaan kondisi geografis dimana sebagian besar spesies jamur makroskopis di Kawasan tersebut belum teridentifikasi. Tujuan dari penelitian yang dilakukan yaitu mengidentifikasi jenis-jenis jamur makroskopis, menganalisis Indeks Nilai Keanekaragaman jenis jamur makroskopis, dan menganalisis nilai dominansi jenis jamur makroskopis di KHDTK Kintap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamur makroskopis yang terdapat di KHDTK Kintap sebanyak 17 jenis. Keanekaragaman jenis jamur makroskopis di KHDTK Kintap tergolong sedang dengan nilai indeks keanekaragaman 2,106, serta jamur makroskopis yang mendominansi diantaranya jenis Ganoderma lucidium 5,41%, Marasmius siccus 7,21%, Trametes sp. 15,32%, Microporus xanthopus 19,82%, Hexagona tenuis 28,83%, dan Ramaria stricta 10,81%.
KETELITIAN KALIPER TAC (TWO ARM CALIPER) DAN SPIGEL RELASKOP (SPIEGEL RELASCOP BITTERLICH) UNTUK PENGUKURAN DIAMETER POHON DI WILAYAH KAMPUS ULM BANJARBARU Rossana, Rizky Izzatie; Suyanto, Suyanto; Udiansyah, Udiansyah
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i6.9432

Abstract

Measurements of tree diameter have been carried out a lot of research directly, namely using measuring tape or diameter tape with n how to measure its circumference. So far, the two measuring instruments, namely TAC calipers (Two Arms Caliper) and Spiegel Relascop Bitterlich are often used but we do not know about the accuracy information of the two measuring instruments. Therefore, research is needed on these two tools. The purpose of this study was to analyze the accuracy of using diameter measuring instruments in the form of TAC calipers and relascope spiegels (Spiegel Relascop Bitterlich) on tree circumference measuring devices (K) using measuring tape in measuring tree diameters. The research was conducted by taking tree data directly in the field. Data collection was carried out by purposive sampling based on the diameter structure of trees in the field. The results of data analysis and interpretation both quantitatively and qualitatively can be used as tools for policies and decisions to answer the accuracy of the tools used in research data. The conclusion obtained from the results of research on the accuracy of TAC calipers and relascope spiegels for measuring tree diameters in the ULM Banjarbaru campus area is from the tools studied based on the efficiency index value, it is concluded that TAC caliper measuring instruments have a better level of accuracy and efficiency than relascope spiegel measuring instruments, namely on TAC caliper measuring instruments of 2.25 cmdt and on relascope spiegel measuring instruments of 20.92 cmdt.Pengukuran tentang diameter pohon sudah banyak sekali dilakukan penelitian secara langsung yaitu menggunakan pita ukur atau pita diameter dengan cara mengukur kelilingnya. Selama ini kedua alat ukur, yaitu kaliper TAC (Two Arms Caliper) dan spiegel relaskop (Spiegel Relascop Bitterlich) ini sering digunakan namun kita belum mengetahui mengenai informasi ketelitian dari kedua alat ukur tersebut. Oleh karena itu, diperlukan adanya penelitian tentang kedua alat ini. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis ketelitian penggunaan alat ukur diameter berupa kaliper TAC dan spiegel relaskop terhadap alat pengukur keliling pohon (K) menggunakan pita ukur pada pengukuran diameter pohon. Penelitian dilakukan dengan mengambil data pohon secara langsung di lapangan. Pengambilan data dilakukan secara purposive sampling berdasarkan struktur diameter pohon di lapangan. Hasil analisis dan interpretasi data baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif dapat dijadikan sebagai alat untuk kebijakan dan keputusan untuk menjawab keakuratan alat yang digunakan dalam data penelitian. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ketelitian kaliper TAC dan spiegel relaskop untuk pengukuran diameter pohon di wilayah kampus ULM banjarbaru ialah dari alat yang diteliti berdasarkan nilai indeks efisiensi disimpulkan bahwa alat ukur kaliper TAC memiliki tingkat ketelitian dan tingkat efisiensi yang lebih bagus dibandingkan alat ukur spiegel relaskop yaitu pada alat ukur kaliper TAC sebesar 2,25 cmdt dan pada alat ukur spiegel relaskop sebesar 20,92 cmdt.
PENGARUH PERMBERIAN HORMON IBA TERHADAP PERTUMBUHAN EKSPLAN DAUN TANAMAN KASTURI (Mangifera casturi) SECARA IN VITRO Hidayat, Akhmad Noor; Fitriani, Adistina; Payung, Damaris; Syahid, Yulianto; Kristyanto, Sigit
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i5.8927

Abstract

Kasturi (Mangifera casturi) is an identity manga plant of South Kalimantan flora that is almost extinct. Kasturi preservation can be done in vitro, which is an efficient species propagation technique. The in vitro method is an aseptic culture of cells, tissues, organs and their components that have the same function and form. This study aims to determine the effect of IBA hormone administration and the right concentration of IBA (Indole Butyris Acid) hormone on the explants of kasturi (Mangifera casturi) leaf growth in vitro. The dose of IBA hormone used is 0.8 mg; 1.0 mg; 1.2 mg; 1.4 mg; and 1.6 mg with 5 replicates each. The results of the study are quantitative data and qualitative data. Quantitative data are the days of callus formation on explants obtained from observations in the laboratory, recorded and recapitulated. As for qualitative data in the form of explant characteristics which include (color, texture, and size) are described based on the results of the study. The results of this study are the use of auxin IBA gives a response to callus growth in kasturi leaf explants (Mangifera casturi) and the fastest concentration of IBA hormone that is appropriate for the growth of kasturi leaf explants is the first treatment with a concentration of 1 gram with the most callus produced, the fastest growth and free from browning
NILAI EKONOMI TANAMAN KEMIRI (Aleurites moluccanus) DI KAWASAN HUTAN LINDUNG KTH BATU KURA KABUPATEN TANAH LAUT Najla, Siti; Rezekiah, Arfa Agustina; Pitri, Rina Muhayah Noor
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i6.9882

Abstract

Calculating the value or benefits present in a particular area is a crucial strategy in providing valuable information for decision-makers and is also an effort that can be undertaken to enhance the management of natural resources and environmental protection. The objective of this study is to analyze the economic value of utilizing candlenut trees in the KTH Batu Kura area using a use value approach, which encompasses both direct use value and indirect use value. Data collection was carried out through an inventory of candlenut trees in the KTH Batu Kura land, interviews with KTH Batu Kura managers, and the Tanah Laut Forest Management Unit (KPH). The research findings reveal the total economic value of candlenut trees in the KTH Batu Kura Protected Forest Area amounting to Rp.1,006,619,433.82 per year, consisting of the direct use value (candlenut production and candlenut wood) of Rp.817,405,363.82 per year and the indirect use value from carbon sequestration by candlenut trees amounting to Rp.189,214,070.00 per year.Menghitung nilai atau manfaat yang ada dari suatu wilayah adalah strategi penting dalam menyediakan informasi berharga bagi para pengambil keputusan, dan juga merupakan Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengelolaan sumber daya alam dan perlindungan lingkungan.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai ekonomi pemanfaatan tanaman kemiri di KTH Batu Kura dengan pendekatan nilai guna yang terdiri dari nilai guna langsung dan nilai guna tidak langsung. Pengambilan data dilakukan dengan inventarisasi pada tanaman kemiri di lahan KTH Batu Kura, wawancara dengan pengelola KTH Batu Kura dan KPH Tanah Laut. Hasil penelitian menunjukkan nilai ekonomi total dari tanaman kemiri yang terdapat di Kawaasan Hutan Lindung KTH Batu Kura yaitu sebesar Rp.1.006.619.433,82/tahun, yang terdiri dari nilai guna langsung (produksi kemiri dan kayu kemiri) sebesar Rp.817.405.363,82/tahun dan nilai guna tidak langsung dari karbon pohon kemiri sebesar Rp.189.214.070,00/tahun. 
IDENTIFIKASI KERUSAKAN VEGETASI HUTAN MANGROVE DI DESA SUNGAI BAKAU KALIMANTAN SELATAN Susilawati, Susilawati; Asy'ari, Mufidah; Pujawati, Eny Dwi; Salsabila, Shania
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i5.13926

Abstract

The purpose of this study was to identify the type of damage to mangrove forest vegetation in Sungai Bakau Village. The object of this research is Mangrove forest vegetation in Sungai Bakau Village. Primary data is obtained through field observations by observing each individual mangrove forest vegetation at the pole and tree level in the observation plot. The primary data is then processed and described each type of damage. The results obtained from research on the identification of mangrove forest vegetation health are the types of damage found in this study in the form of fungal fruiting bodies, open wounds, gumosis, broken stems / roots, brooms on roots, stems or branches, loss of shoots or dead shoots, broken or dead, damage to leaves or shoots and discoloration of leaves.
AGROFORESTRI TRADISIONAL “DUSUNG” SEBAGAI SOLUSI KELOLA HUTAN PULAU KECIL DI MALUKU (KASUS PULAU AMBON) Silaya, Thomas Melianus; Latupapua, Lesly
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i5.13271

Abstract

Pulau Ambon sebagai pulau kecil memiliki karakteristik dan tingkat kerentanan yang tinggi terhadap berbagai pengaruh ekologis dibandingkan dengan pulau besar, untuk itu dibutuhkan suatu pola pengelolaan lahan  yang tepat. Agroforesrty tradisional (dusung) dapat menjadi solusi dalam pengelolaan lahan/ hutan pada pulau-pulau kecil di Maluku. Penelitian ini bertujuan  mengkaji dan menjelaskan  pengelolaan dusung dari aspek ekologi, ekonomi dan sosial-budaya terkait dengan pengelolaan hutan pada pulau-pulau  kecil  di Maluku. Metode penelitian yang digunakan adalah  metode deskriptif, dan penentuan lokasi penelitian berdasarkan metode  purposive sampling. Sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif.Hasil penelitian menunjukan bahwa struktur dan komposisi vegetasi dusung di Pulau Ambon  terdiri atas tingkat pohon, tiang, sapihan dan semai, dengan jenis vegetasi yang memiliki  nilai Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi adalah Eugenia aromatica, Durio zibethinus, Myristica fragrans, Bouea macrophylla, dan Gmelina molucanna.  Pola   pengelolaan dusung dapat menjadi solusi kelola hutan pada pulau-pulau kecil seperti di Pulau Ambon dan pulau-pulau lainnya di Maluku, karena  secara ekologis kondisi vegetasi dusung hampir sama dengan kondisi vegetasi hutan primer.  Sedangkan secara ekonomi,   pola  pengelolaan  dusung  memberikan  kontribusi pendapatan  keluarga bagi petani pemilik dusung yang cukup besar (71,75%), dan secara sosial budaya pola dusung telah dipraktekan oleh masyarakat di Maluku dengan penerapan berbagai nilai-nilai kearifan lokal seperti sasi, kewang dan masohi.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025 Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024 Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024 Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024 Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024 Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024 Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024 Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023 Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023 Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 4 Edisi Agustus 2023 Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 3 Edisi Juni 2023 Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 2 Edisi April 2023 Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 1 Edisi Februari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 6 Edisi Desember 2022 Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022 Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022 Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 3 Edisi Juni 2022 Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 2 Edisi April 2022 Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 1 Edisi Februari 2022 Vol 3, No 6 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Volume 3 No 6 Edisi Desember 2020 Vol 4, No 6 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 6 Edisi Desember 2021 Vol 4, No 5 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 5 Edisi Oktober 2021 Vol 4, No 4 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 4 Edisi Agustus 2021 Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 3 Edisi Juni 2021 Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 2 Edisi April 2021 Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 1 Edisi Februari 2021 Vol 3, No 5 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 5, Edisi Oktober 2020 Vol 3, No 4 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 4, Edisi Agustus 2020 Vol 3, No 3 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 3, Edisi Juni 2020 Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 2, Edisi April 2020 Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 1, Edisi Februari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 6, Edisi Desember 2019 Vol 2, No 5 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 5, Edisi Oktober 2019 Vol 2, No 4 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 4, Edisi Agustus 2019 Vol 2, No 3 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 3, Edisi Juni 2019 Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 2, Edisi April 2019 Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 1, Edisi Februari 2019 Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 2, Edisi Oktober 2018 Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 1, Edisi Agustus 2018 More Issue