cover
Contact Name
suparna wijaya
Contact Email
life.jurnalku@gmail.com
Phone
+6287780663168
Journal Mail Official
life.jurnalku@gmail.com
Editorial Address
Serpong, Tangerang Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Science
Published by PT WIM Solusi Prima
ISSN : -     EISSN : 28091167     DOI : https://doi.org/10.54957/ijhs
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Health Science is a place for disseminating research results in the field of health, including, but not limited to topics of public health, environmental health, occupational health, pharmacy, nutrition, epidemiology, medical laboratories, physiotherapy, or other general health.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 6 (2024)" : 20 Documents clear
Asuhan keperawatan keluarga dengan masalah personal hygiene pada remaja autisme Natasha, Cut Windi; Hidayati, Husna; Arnita, Yuni
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6.1117

Abstract

Background: Personal hygiene problems are frequently found in autistic children due to their lack of ability to carry out daily functional activities independently, dealing with the situation. The role of the family is absolutely necessary to improve personal hygiene in autistic children. Aim  of  Researc: In this scientific study, it aimed to expound the nursing care of family with personal hygiene problems in autistic adolescents. Research method: This used  descriptive  qualitative  method  with  a  case  study  approach  to  nursing  care,  including  reviewing,  establishing diagnosis, intervening, implementing, and evaluating. Result of Study: Nursing intervention referred to five tasks of family health, including introducing personal hygiene problem, giving support and motivation to the family in taking care of family members related to personal hygiene, demonstrating how to brush teeth and how to wash hands properly, providing a comfortable environment, suggesting family having use the nearby facility. Conclusion: Family nursing care was based on five essential family task in improving interest and family motivation to apply personal hygiene for autistic children. Recommendation: It is also recommended for family members increase family support by always providing positive rewards for the abilities of autistic children. Latar belakang: Masalah Personal hygiene sering dijumpai pada anak autis karena kurangnya kemampuan melakukan aktivitas fungsional sehari-hari secara mandiri. Peran keluarga sangat diperlukan untuk meningkatkan personal hygiene pada anak autis. Tujuan: Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang asuhan keperawatan keluarga dengan masalah personal hygiene pada remaja autis. Metode: Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil: Intervensi keperawatan keluarga yang diberikan merujuk pada lima tugas kesehatan keluarga yaitu pengenalan masalah personal Hygiene, memberikan dukungan dan motivasi pada keluarga untuk merawat anggota keluarga yang mengalami masalah personal Hygiene, demonstrasi cara menggosok gigi dan mencuci tangan dengan baik dan benar, menciptakan lingkungan yang nyaman, serta menganjurkan keluarga untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan terdekat. Kesimpulan: Asuhan keperawatan keluarga berdasarkan lima tugas kesehatan keluarga sangat penting dalam meningkatkan minat dan motivasi untuk menerapkan personal hygiene pada anak autis. Saran: Disarankan pada anggota keluarga untuk meningkatkan dukungan keluarga dengan selalu memberikan reward positif atas kemampuan anak dengan autis.
Asuhan kebidanan komprehensif pada ny t umur 13 tahun dengan resiko tinggi umur, kekurangan energi kronik (KEK), dan anemia di Puskesmas Bumiayu Kabupaten Brebes Tahun 2023 Savitri, Gita Fadhiya; Susilowati, Endang; Khunelis, Khunelis
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6.1120

Abstract

Latar belakang: Faktor resiko kehamilan yang menyebabkan komplikasi dan kematian ibu salah satunya adalah Resiko Tinggi Umur ≤ 20 Tahun, Kekurangan Energi Kronilk dan Anemia. Angka kehamilan pada ibu hamil ≤ 20 tahun tahun 2022 sebanyak 7 kasus, Kekurangan Energi Kronik pada tahun 2022 sebanyak 56 kasus, dan Anemia tahun 2022 sebanyak 22 kasus. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi komprehensif. Hasil: Berdasarkan Asuhan Kebidanan Komprehensif yang dilakukan pada Ny. T umur 13 tahun dengan Resiko Tinggi Umur, Kekurangan Energi Kronik, dan Anemia, didapatkan hasil kehamilan Ny. T pada kunjungan pertama terdapat KEK dan Anemia. Dikunjungan kedua dan ketiga masalah KEK dan Anemia sudah teratasi. TFU Ny. T tidak sesuai usia kehamilan. Ny. T bersalin dengan persalinan induksi spontan pervaginam. Kesimpulan: Selama pendampingan, masalah kesehatan Ny. T berupa KEK dan Anemia dapat teratasi dan terdapat kesenjangan antara teori dan praktik.
Penerapan senam aerobic low impact dalam mengontrol risiko perilaku kekerasan: Sebuah studi kasus Riyanda, Teuku; Dineva R, Farah; Alfiandi, Rudi
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6.1121

Abstract

Latar Belakang: Risiko perilaku kekerasan merupakan kondisi dimana suatu keadaan seseorang melakukan tindakan yang dapat membahayakan baik secara fisik kepada diri sendiri maupun orang lain. Sehingga seseorang dengan risiko perilaku kekerasan cenderung menunjukkan perubahan perilaku seperti mengancam, gelisah, dan agresif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asuhan keperawatan pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan. Metode: Penelitian ini menggunakan studi kasus yaitu dengan penerapan strategi pelaknaan selama 2 hari dimana hari pertama diberikan strategi pelaksanaan 1 dan 2 kemudian di hari kedua diberikan strategi pelaksanaan 3 dan 4, pada hari selanjutnya diberikan intervensi senam aerobic low impact selama 4 hari terdiri dari 4 sesi yang dilakukan dengan durasi selama 15-30 menit pada tiap pertemuan. Hasil: Setelah menerapkan strategi pelaksanaan dan terapi senam aerobic low impact ditemukan adanya penurunan tanda-tanda dari risiko perilaku kekerasan dari sebelum diberikan strategi pelaksanaan dan terapi senam aerobic low impact yaitu mata tidak lagi melotot, intonasi bicara rendah dan tangan tidak  mengepal, dan setelah diberikan strategi pelaksanaan dan terapi senam aerobic low impact tanda tanda dari risiko perilaku kekerasan itu menurun. Kesimpulan: Pemberian intervensi strategi pelaksanaan dan senam aerobic low impact mampu menurunkan tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi balita beresiko stunting Lestari, Rizki Ayu; Ariani, Septy
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6.1082

Abstract

Pendahuluan: Stunting pada anak  merupakan masalah gizi yang menjadi masalah nasional, hal ini dikarenakan stunting berdampak negatif terhadap sumber daya manusia di masa yang akan datang. Riset Kesehatan Dasar tahun 2019 menunjukkan prevalensi stunting masih sejumlah 37, 2%, hal ini menjadi masalah kesehatan yang penting dikarenakan masalah stunting berada diatas ambang batas 20 %. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di Wilayah Puskesmas Cikuya Kabupaten Tangerang. Desain Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross – sectional. Populasi penelitian yaitu 140 responden teknik pengambilan sampel penelitian dilakukan secara purposive sampling sehingga didapatkan responden dalam penelitian ini sebanyak 104. Hasil penelitian: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola pemberian makan dengan kejadian stunting di wilayah Puskesmas Cikuya Kabupaten Tangerang Dengan memperoleh nilai  nilai p-value= 0,000 ≤ 0,05 dan Terdapat hubungan yang signifikan pegetahuan orang tua dengan kejadian stunting di wilayah Puskesmas Cikuya Kabupaten Tangerang Dengan memperoleh nilai  nilai p-value= 0,000 ≤ 0,05.
Histoplasmosis: Etiologi, patofisiologi, morfologi, diagnosis, dan pengobatan Jannah, Insani Fitrahulil; Arianto, Steven
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6.1110

Abstract

Histoplasmosis is a fungal infection caused by Histoplasma capsulatum, commonly found in contaminated soil, particularly in endemic areas. This disease is of concern as it can be potentially fatal for individuals with weakened immune systems. This study aims to summarize and analyze current information regarding the etiology, pathophysiology, diagnosis, and treatment of histoplasmosis. The research method employed is a literature review, collecting and analyzing relevant articles from various reputable sources.The findings indicate that diagnosing histoplasmosis is often challenging with conventional methods, such as microscopy and culture, which have limitations in sensitivity and specificity. In contrast, molecular methods like PCR demonstrate better results in detecting infections, especially in difficult cases. The conclusion of this study emphasizes the importance of a comprehensive understanding of histoplasmosis and the need for developing more accurate diagnostic methods to enhance the detection and management of this disease. Histoplasmosis adalah infeksi jamur yang disebabkan oleh Histoplasma capsulatum, yang sering ditemukan di tanah yang terkontaminasi, terutama di daerah endemik. Penyakit ini menjadi perhatian karena dapat berpotensi fatal pada individu dengan sistem imun yang lemah. Penelitian ini bertujuan untuk merangkum dan menganalisis informasi terkini mengenai etiologi, patofisiologi, diagnosis, dan pengobatan histoplasmosis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan literatur, dengan mengumpulkan dan menganalisis artikel- artikel relevan dari berbagai sumber terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diagnosis histoplasmosis sering kali sulit dilakukan dengan metode konvensional, seperti mikroskopis dan kultur, yang memiliki keterbatasan dalam sensitivitas dan spesifisitas. Sebaliknya, metode molekuler seperti PCR menunjukkan hasil yang lebih baik dalam mendeteksi infeksi, terutama pada kasus yang sulit. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya pemahaman yang mendalam tentang histoplasmosis dan perlunya pengembangan metode diagnostik yang lebih akurat untuk meningkatkan deteksi dan penanganan penyakit ini.
Peran heart rate variability dan faktor inflamasi pada sindrom lelah kronik Anwar, Bariani; Faisal, Edward; Irvianita, Vinandia; Putranto, Rudi; Shatri, Hamzah
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6.1139

Abstract

Sindrom kelelahan kronis yang juga dikenal sebagai Myalgic Encephalomyelitis (ME), adalah kondisi kronis kompleks yang ditandai oleh kelelahan parah, disertai nyeri muskuloskeletal, gangguan kognitif, dan sistem autonom. Patofisiologi CFS melibatkan inflamasi kronis, disfungsi mitokondria, dan ketidakseimbangan sistem kekebalan, yang ditunjukkan dengan tingginya kadar sitokin pro-inflamasi. Aktivitas sitokin ini berperan dalam munculnya gejala utama seperti kelelahan, nyeri, dan penurunan kognitif. Diagnosis CFS merupakan proses yang kompleks karena didasarkan pada metode eksklusi dan belum adanya biomarker definitif sehingga menyebabkan banyak pasien tidak terdiagnosis. Heart Rate Variability (HRV) telah diajukan sebagai metode non-invasif untuk menilai disfungsi autonom pada CFS, di mana HRV rendah menunjukkan peningkatan risiko kelelahan dan disfungsi parasimpatis. Penggunaan HRV dan sitokin sebagai biomarker potensial menawarkan pendekatan yang lebih terukur dalam mendiagnosis CFS serta memprediksi prognosis. Namun, heterogenitas dalam hasil penelitian terkait peran sitokin menekankan pentingnya konsistensi metodologis di masa mendatang. Studi lanjutan tentang HRV dan inflamasi pada CFS diharapkan dapat berkontribusi pada strategi terapi yang lebih spesifik.
Analisis insiden kondisi potensial cedera di instalasi farmasi rumah sakit “X” daerah Jawa Barat periode Januari 2022 - Desember 2023 Maharani, Aprilia; Lakoan, Milda Rianty; Adiana, Sylvi
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6.1144

Abstract

Keselamatan pasien merupakan tindakan terbaik yang dilaksanakan oleh rumah sakit untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien melalui standar yang terukur agar meminimalisir kesalahan pengobatan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis insiden Kondisi Potensial Cedera di Instalasi Farmasi Rumah Sakit ”X” daerah Jawa Barat periode Januari 2022 – Desember 2023 dengan menggunakan metode penelitian kombinasi antara kualitatif dan kuantitatif. Penelitian kuantitatif dilakukan untuk mengetahui persentase Instalasi Farmasi berkontribusi dalam Insiden Kondisi Potensial Cedera (KPC) dan penelitian kualitatif dilakukan untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya insiden tersebut. Data penelitian dikumpulkan dengan cara observasi data insiden dan wawancara. Hasil penelitian menyatakan bahwa persentase insiden Kondisi Potensial Cedera pada tahun 2022 sebesar 8,45% atau ditemukan sebanyak 30 insiden, sedangkan pada tahun 2023 sebesar 8,25% atau sebanyak 26 insiden. Faktor penyebab terjadinya Insiden Kondisi Potensial Cedera (KPC) yaitu kurangnya kerjasama tim antara petugas kefarmasian dan perawat di tiap unit, double checker yang tidak dilakukan secara maksimal, faktor human error seperti kelelahan dan stress sehingga berkurangnya konsentrasi, penempatan dan penyimpanan obat yang tidak mengikuti Standar Prosedur Operasional (SPO), serta kinerja petugas kefarmasian yang belum optimal dikarenakan kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak sebanding dengan beban kerja yang dilakukan.
Profil penggunaan obat antidiabetes pada pasien diabetes melitus tipe 2 di instalasi farmasi rawat jalan BPJS rumah sakit x periode Mei - Juli 2023 Maharani, Devi Elfina; Rochjana, Anna Uswatun Hasanah
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6.1148

Abstract

Karena pola hidup yang tidak sehat, diabetes melitus tipe 2 masalah kesehatan yang serius dan sering terjadi pada orang dewasa di seluruh dunia. Diabetes Melitus tipe 2 merupakan sindrom metabolik disebabkan oleh resistensi insulin yang dominan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Profil penggunaan antidiabetes pada pasien diabetes tipe 2 di Instalasi Farmasi Rawat Jalan BPJS RS X. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif pendekatan retrospektif. Data yang dikumpulkan dari resep elektronik pasien di Instalasi Farmasi Rawat Jalan BPJS RS X dari Mei - Juli 2023. Dari hasil pengolahan data berdasarkan Jenis Kelamin perempuan 56,31%. Usia 54 – 65 Tahun 47,57%. Tipe Terapi Kombinasi 78,64%. Obat Antidiabetes Oral Tunggal Gliquidone 68,18%. Obat Antidiabetes Oral Kombinasi Gliquidone+Metformin 38,27%. Golongan Obat Sulfonilurea 44,28%. Obat Antidiabetes yang sering digunakan pada pasien Instalasi Farmasi Rawat Jalan BPJS RS X Periode Mei-Juli tahun 2023 untuk obat Tunggal Gliquidone dan Kombinasi Gliquidone+Metformin. Golongan obat Sulfonilurea. Pada Jenis Kelamin paling sering yaitu Perempuan, Untuk usia paling banyak di Usia 54 – 65 Tahun dan Tipe Terapi yang paling banyak yaitu Kombinasi.
Gambaran peresepan obat antiepilepsi pada pasien rawat jalan di poli anak RS X periode Mei – Juli 2023 Maulina, Devi; Ariyanti, Gita Suci; Lakoan, Milda Rianty
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6.1162

Abstract

Epilepsi merupakan salah satu kelainan neurologis kronis yang banyak terjadi pada anak. Prevalensi kasus epilepsi paling tinggi terjadi pada anak. Di Indonesia, setidaknya terdapat 700.000–1.400.000 kasus epilepsi, dengan 70.000 kasus baru muncul setiap tahun, dan 40%–50% di antaranya terjadi pada anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat antiepilepsi yang banyak diresepkan pada pasien anak berdasarkan jenis kelamin, umur, dosis penggunaan obat antiepilepsi, dan jenis obat antiepilepsi yang digunakan pada pasien rawat jalan di poli anak RS X pada periode Mei–Juli 2023. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif dengan mengambil data pasien rawat jalan, dan sampel yang diperoleh adalah 153 resep. Berdasarkan jenis kelamin, mayoritas pasien adalah laki-laki dengan jumlah 89 resep (58,17%). Berdasarkan kategori umur, pasien epilepsi terbanyak berada di rentang usia 0–5 tahun dengan jumlah 77 resep (50,32%). Pada penggunaan dosis obat antiepilepsi yang diresepkan oleh dokter, semua sampel (153 resep atau 100%) sudah tepat dosis. Berdasarkan jenis obat antiepilepsi tunggal yang paling banyak diresepkan, yaitu asam valproat sirup sebanyak 90 resep (58,82%), sedangkan obat antiepilepsi kombinasi yang paling banyak diresepkan adalah asam valproat sirup dengan kapsul fenitoin sebanyak 5 resep (3,28%).
Gambaran tingkat pengetahuan tentang dapatkan, gunakan, simpan, buang (DAGUSIBU) obat pada masyarakat di perumahan Taman Balaraja Tambunan, Friska Mauli Anggina; Adiana, Sylvi; Lakoan, Milda Rianty
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6.1167

Abstract

There are various problems due to people's lack of understanding about the correct use and handling of drugs.  One way to manage medicines properly and correctly is to implement the Get, Use, Save, Dispose (DAGUSIBU) program.  This method explains the procedures for managing medicines from the moment you get the medicine until the time the medicine is no longer consumed and is finally thrown away. This research uses a quantitative descriptive method with a purposive sampling technique, obtaining a sample of 119 respondents. Data collection was carried out through several statements in the form of a questionnaire. From the data processing results of a descriptive study of knowledge about Get, Use, Save, Dispose of (DAGUSIBU) drugs in the community at Taman Balaraja Housing RT.01 RW.07, Sukamulya District, Tangerang Regency, the results were obtained based on Gender Male (74.5%), Age 56-65 years (77.8%), Diploma/Bachelor's degree education (69.2%), Civil Servant/Private Employee (74.4%). Level of public knowledge regarding how to get (72.3%) sufficient category, how to use (63.9%) sufficient category, how to save (66.4%) sufficient category, how to dispose of (68.1%) sufficient category. Description of the Level of Knowledge about Get, Use, Save, Dispose of (DAGUSIBU) Medicines in the Community in the Taman Balaraja Housing Complex RT.01 RW.07 Sukamulya District, Tangerang Regency (79.4%) in the good category. Adanya berbagai permasalahan dikarenakan masyarakat kurang paham tentang penggunaan dan penanganan obat dengan benar. Salah satu cara pengelolaan obat yang baik dan benar adalah dengan menerapkan program Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang (DAGUSIBU). Cara ini menjelaskan tata cara pengelolaan obat dari awal mendapatkan obat hingga saat obat sudah tidak dikonsumsi lagi dan akhirnya dibuang. Penelitian ini menggunakan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling didapatkan sampel sebanyak 119 responden, pengambilan data dilakukan melalui beberapa pernyataan dalam bentuk kuesioner. Dari Hasil pengolahan data studi deskriptif pengetahuan tentang Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang (DAGUSIBU) obat pada masyarakat di Perumahan Taman Balaraja RT.01 RW.07 Kecamatan Sukamulya Kabupaten Tangerang diperoleh hasil berdasarkan Jenis Kelamin Laki-laki (74,5%), Usia 56-65 tahun (77,8%), Pendidikan Diploma/Sarjan (69,2%), Pekerjaan Pegawai Negeri/Pegawai Swasta (74,4%). Tingkat Pengetahuan Masyarakat mengenai cara mendapatkan (72,3%) kategori cukup, cara menggunakan (63,9%) kategori cukup, cara menyimpan (66,4%) kategori cukup, cara membuang (68,1%) kategori cukup. Gambaran Tingkat Pengetahuan tentang Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang (DAGUSIBU) Obat Pada Masyarakat di Perumahan Taman Balaraja RT.01 RW.07 Kecamatan Sukamulya Kabupaten Tangerang (79,4%) kategori baik.

Page 2 of 2 | Total Record : 20