cover
Contact Name
suparna wijaya
Contact Email
life.jurnalku@gmail.com
Phone
+6287780663168
Journal Mail Official
life.jurnalku@gmail.com
Editorial Address
Serpong, Tangerang Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Science
Published by PT WIM Solusi Prima
ISSN : -     EISSN : 28091167     DOI : https://doi.org/10.54957/ijhs
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Health Science is a place for disseminating research results in the field of health, including, but not limited to topics of public health, environmental health, occupational health, pharmacy, nutrition, epidemiology, medical laboratories, physiotherapy, or other general health.
Articles 332 Documents
Evaluasi pola penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid di instalasi rawat inap RSU Tangerang Selatan dengan metode Gyssens Fauziah, Siva; Komarudin, Dede
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 5 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i5.1015

Abstract

Latar Belakang: Bakteri Salmonella typhi menyebabkan demam tifoid, penyakit menular yang sebagian besar menyerang saluran pencernaan, Demam tifoid yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi paling baik diobati dengan antibiotic. Tujuan: evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien demam thypoid engan metode gyssens di instalasi rawat inap Rumah Sakit Umum kota Tangerang Selatan.  Metode: Penelitian ini menggulnakan pendekatan penelitian observasional deskriptif non-eksperimental. Pengambilan data di lakukan secara retrospektif dengan analisis tingkat rasionalitas. Pengambilan data didapatkan dari data rekam medis dan resep pasien yang terdiagnosa demam thypoid. Hasil: Rasionalitas penggunaan antibiotik dianalisis dengan menggunakan metode Gyssens di mana Pemberian obat antibiotik yang sering di berikan yaitu cefixime dan ceftriaxone dengan golongan antibiotik cephalosporin generasi ketiga sebanyak 21 pasien dan mendapatkan persentase sebesar 25%, sedangkan rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid yang menjalani rawat inap di RSU kota Tangerang selatan dari 84 rekam medis pasien, terdapat 75% penggunaan antibiotik rasional di kategori 0 dan terdapat 25% yang tidak rasional termasuk pada kategori IVA (ada alternatif lebih efektif). Kesimpulan: Mayoritas pasien demam tifoid di RSU Kota Tangerang Selatan menerima antibiotik yang rasional. Namun, masih terdapat 25% pasien yang menerima antibiotik tidak rasional yang dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik sehingga perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan penggunaan antibiotik yang rasional, seperti edukasi kepada tenaga medis dan pasien.
Penatalaksanaan fisioterapi pada post-op rekonstruksi ACL dextra dengan patellar mobilization dan terapi latihan di Persija Jakarta Fuadi, Dela Fariha; Anggriany, Hafifah Yellow; Saputra, Andrew Wijaya; Lubis, Muhamad Yanizar
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 5 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i5.1025

Abstract

Background: ACL rupture is one of the most common injuries in football, this injury can result from a specific movement that weighs on the ACL more than 2200 Newtons so it breaks and requires surgery. Objective : The modalities used are patellar mobilization and exercise therapy to reduce pain and swelling and increase knee ROM in post-op cases of ACL reconstruction phase 1 in Persija Jakarta. Method : This study was conducted using a case study method using 1 sampel and therapy was carried out for 12x meetings in 4 weeks. The sampel met the research requirements and had performed ACL reconstruction surgery and was in phase 1, this study used NRS-11 measuring instruments for pain, midline for oedema and goniometer for knee ROM. Results : There are changes in decreased pain, decreased swelling and increased ROM. From the first day (T1) to the last day (T12) the swelling decreases from (T1)37 cm to (T2)35.5 cm. From the first day (T1) to the last day (T12) the knee ROM increased from (T1) 100o to (T12) 130o. There was a decrease in tenderness from the NRS-11 scale of 4 (T1) to 0 (T12), a decrease in motion pain from 2 (T1) to 0 (T12). Conclusion : The administration of patellar mobilization and exercise therapy in post-op cases of phase 1 ACL reconstruction was able to reduce pain and swelling and improve knee joint ROM by conducting 12 appointments. Latar belakang : Ruptur ACL adalah salah satu cedera yang paling sering terjadi pada sepak bola, cedera ini dapat terjadi akibat adanya gerakan spesifik yang membebani ACL lebih dari 2200 Newton sehingga putus dan harus dioperasi. Tujuan : Modalitas yang digunakan adalah patellar mobilization dan terapi latihan untuk mengurangi nyeri dan bengkak serta meningkatkan ROM lutut pada kasus post-op rekonstruksi ACL fase 1 di Persija Jakarta. Metode : Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi kasus yang menggunakan 1 sampel dan dilakukan terapi selama 12x pertemuan dalam 4 minggu. Sampel memenuhi syarat penelitian dan yaitu telah melakukan tindakan operasi rekonstruksi ACL dan berada pada fase 1, penelitian ini menggunakan alat ukur NRS-11 untuk nyeri, midline untuk oedema dan goniometer untuk ROM lutut. Hasil : Terdapat perubahan terhadap penurunan nyeri, penurunan bengkak dan peningkatan ROM. Sejak hari pertama (T1) hingga hari terakhir (T12) bengkak berkurang dari (T1)37 cm menjadi (T2)35.5 cm. Sejak hari pertama (T1) hingga hari terakhir (T12) ROM lutut mengalami peningkatan dari (T1) 100o menjadi (T12) 130o. Terdapat penurunan nyeri tekan dari skala NRS-11 4 (T1) menjadi 0 (T12), penurunan nyeri gerak dari 2 (T1) menjadi 0 (T12). Kesimpulan :  Pemberian patellar mobilization dan terapi latihan pada kasus post-op rekonstruksi ACL fase 1 mampu mengurangi nyeri dan bengkak serta meningkatkan ROM sendi lutut dengan melakukan 12 pertemuan.
Hubungan kadar c-reaktif protein dengan laju endap darah sebagai penanda inflamasi pada pasien anak demam di Rumah Sakit Umum Hermina Kemayoran Shari, Amalia
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 5 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i5.1031

Abstract

Pemeriksaan C- reaktif protein dan Laju Endap Darah merupakan dua pemeriksaan yang sering digunakan untuk menilai proses inflamasi sistemik dan memonitoring tubuh pasien. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan parameter c- reaktif protein dan laju endap darah pasien anak demam. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 30 sampel. Data yang dikumpulkan dari rekam medis dan diolah menggunakan software statistika dengan uji univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini dengan kategori C- reaktif protein dan Laju Endap Darah pada pasien anak demam dengan kategori C- reaktif protein normal dan Laju Endap Darah normal sebanyak 10%, C- reaktif protein normal dan Laju Endap Darah meningkat sebanyak 10%, C- reaktif protein meningkat dan Laju Endap darah normal sebanyak 37%, C- reaktif protein meningkat dan Laju Endap Darah meningkat sebanyak 57%. Hal ini menunjukkan bahwa pada pasien anak demam terjadi inflamasi yang memicu tingginya C- reaktif protein dan memicu juga adanya kenaikan Laju Endap Darah, namun belum ditemukan adanya korelasi antara c- reaktif protein dan laju endap darah dengan nilai p = 0,984 yang mengartikan tidak adanya korelasi dan nilai r= 0,004 dimana nilai r mempunyai makna korelasi sangat lemah, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan positif dan searah pada pemeriksaan kadar c- reaktif protein dan nilai laju endap darah pada pasien anak demam di Rumah Sakit Hermina Kemayoran.
Narrative inquiry on breast cancer patients in times of covid-19 pandemic Danganan-Castillo, Rachel
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6.1044

Abstract

In the Philippines, there is a substantial quantity of research on the experience of breast cancer patients under treatment, but little is known about those patients who had difficulty making sense of and understanding their experiences after the delivery of medication before and even during the pandemic. Hence, this research documented the personal narratives of female breast cancer patients in the province of Bataan highlighting their experiences in undergoing treatment before and during the COVID19 pandemic. The wider objective of the study is enhancing the support that can be offered to women with breast cancer by embracing the process of meaning-making. By using a narrative framework, an unstructured narrative encounter with 8 women diagnosed with Stage I-II breast cancer who completed their curative treatment 6-47 months prior to the interview were conducted. The oral stories of these women were transcribed and retold into a prose account which were then analyzed using narrative analysis. While undergoing treatment before the pandemic, the cancer patients were living through physical pain, enduring a roller coaster of emotions, going through spiritual awakening, building a strong support system and engaging in a healthy diet and lifestyle. During the pandemic, they are faced with the rising cost of healthcare services, increasing risk of COVID19 infection and missing routine check-ups due to strict health protocols. It is recommended that they should be given access to professional psychological and social support and improved nutritional support programs which will be offered through online or offline modalities by the healthcare institutions or the Department of Health and its instrumentalities. Through the course of the pandemic, healthcare institutions should expand their teleconsultation program which will cover a wider range of oncologic services that will be made available to cancer patients. Virtual visits may be permanently adopted and healthcare institutions should look into formalizing a breast screening programs that operate in parallel to primary care.
Penatalaksanaan fisioterapi pada hemiparase dextra et causa stroke non hemoragic dengan new bobath concept di RS Hermina Jatinegara Febriani, Cicilia; Wijaya, Andrew; Nurachma, Adhina; Wiyono, Agus
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 5 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i5.1060

Abstract

Stroke non hemoragic mengakibatkan kerusakan otak di mana pembuluh darah tersumbat sehingga menyebabkan otak kekurangan aliran darah, oksigen, dan nutrisi. Komplikasi umum setelah serangan Stroke adalah hemiparesis yang disebabkan akibat lesi pada sisi kontralateral otak. Intervensi fisioterapi yang dapat diberikan untuk mengurangi kecacatan dan memperbaiki fungsi motorik akibat Stroke yaitu dengan menggunakan New Bobath Concept merupakan terapi dengan pendekatan yang bersifat langsung dan individual, bertujuan untuk memaksimalkan pemulihan gerak untuk penyakit gangguan neurologis. Pada konsep bobath, informasi sensorik, postural kontrol, gerakan selektif, dan proses kognitif mempengaruhi gerakan fungsional. Untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi pada Hemiparese Dextra et causa Stroke Non Hemoragic dengan New Bobath Concept dalam memperbaiki postural kontrol, meningkatkan keseimbangan, dan memperbaiki pola jalan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus untuk mengetahui pengaruh suatu intervensi terhadap subjek peneliti, dengan intervensi dan evaluasi sebanyak 5 kali. Setelah dilakukan terapi selama 5 kali pertemuan didapatkan hasil adanya perubahan postur tubuh dengan berkurangnya associated reaction, pronasi forearm, dan wide BOS, peningkatan keseimbangan, dan berkurangnya gangguan berjalan. Penatalaksanaan Fisioterapi dengan New Bobath Concept dapat memperbaiki postur, meningkatkan keseimbangan, dan memperbaiki pola jalan pada pasien hemiparese dextra et causa Stroke non hemoragic.
Evaluasi penggunaan obat antihipertensi di bangsal rawat inap interne RSUD Pariaman Tahun 2022 Dharma, Meta Emilia Surya; Yudista, Lathifa; Suhatri, Suhatri
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 5 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i5.1070

Abstract

Hipertensi merupakankondisidimana tekanandarahsistolik lebihdari140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90, nilai tersebut dianggap berada di atas batas normal. Angka kejadian hipertensidengan atau tanpa komplikasi meningkat tiap tahunnya, yang mengakibatkan banyaknya penggunaan obat antihipertensi sehingga potensi adanya ketidaktepatan penggunaan obat semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi obat antihipertensi pada pasien hipertensi di bangsal rawat inat interne RSUD Pariaman tahun 2022. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif observasional dengan pengambilan data secara retrospektif berdasarkan data rekam medis pasien hipertensi. Sampel penelitian sebanyak 59 rekam medis pasien hipertensi yang diambil secara purposive sampling. Pengambilan data dilakukan pada bulan September 2023 – Januari 2024 di bagian rekam medis RSUD Pariaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis obat antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah golongan CCB sebanyak 91,53%. Pola penggunaan obat antihipertensi pada 59 pasien hipertensi yang menggumakan monoterapi sebanyak 6 pasien (10,18%), kombinasi 2 antihipertensi 18 pasien (30,52%), kombinasi 3antihipertensi 34 pasien (57,63%) dan kombinasi 4 antihipertensi 1 pasien (1,70%). Kemudian ketepatan indikasi pemberian obat antihipertensi yaitu (100%), ketepatan obat (93,22%), ketepatan pasien (96,61%), dan efektivitas pengobatan (35,60%).
Perbandingan metode isolasi enzim terhadap aktivitas enzim laktase dari bakteri asam laktat (BAL) yang di isolasi dari tangkai terung ungu (Solanum Melongena L) Sari, Mike Permata
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6.1078

Abstract

Tangkai terung ungu memiliki potensi sebagai penghasil enzim laktase karena mengandung bakteri asam laktat (BAL). Enzim β-galaktosidase (laktase) berperan dalam mengubah laktosa menjadi galaktosa dan glukosa kekurangan enzim ini akan menyebabkan beberapa komplikasi kesehatan seperti gangguan pencernaan, kekurangan nutrisi hingga stunting pada anak. BAL merupakan bakteri yang dapat menghasilkan β­_galaktosidase secara intraseluler. Dalam penelitian ini β_galaktosidase dari BAL diekstraksi melalui dua cara yaitu fisika dan kimia.Isolasi fisika menggunakan metode sonikasi dan untuk isolasi kimia menggunakan beberapa jenis pelarut, yaitu isoamyl Alkohol, Toluen dan Toluen-Aseton. Substrat yang digunakan adalah oNPG (o-nitrophenol-β-Dgalactopyranoside), dimana β-galaktosidase akan menghidrolisis substrat menjadi oNP dan β-D-galactose. Berdasarkan nilai protein total yang tertinggi sebesar 16 mg/mL dan aktivitas tertinggi 0,3821U/mL, maka metode Toluen lebih baik dari metode lainnya.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja di PT Bank XYZ Kota Jakarta tahun 2024 Nugroho, Ari Dwi; Irfandi, Ahmad; Nitami, Mayumi; Shorayasari, Susi
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6.1080

Abstract

Work-related fatigue is defined as a decrease in efficiency, work quality, and a reduction in the strength or physical endurance needed to continuously carry out work tasks. The research here aims to understand the Factors Related to Work Fatigue in Workers at PT Bank XYZ, Jakarta City in 2024. The type of research here is quantitative using a cross-sectional study design. The sample selection technique was carried out using non-probability sampling (non-random sampling), with a purposive sampling technique, with a research sample of 88 workers. The results of the univariate analysis interpreted the largest proportion as low fatigue (54.5%), age <35 years (54.5%), poor sleep quality (54.5%), non-risk nutritional status (65.9%), and high workload (54.5%). Based on the results of statistical analysis, it is known that variables related to work fatigue are age (p-value = 0.000), sleep quality (p-value = 0.000), workload (p-value = 0.000), while variables that are not related to work fatigue are nutritional status (p-value = 0.951). Therefore, it is recommended that banking companies always implement sports programs to deal with worker work fatigue, monitor worker nutritional status, evaluate and review the workload that must be completed according to the expertise of each worker. Workers also maintain a healthy diet and make the most of their time to sleep. Kelelahan akibat kerja dimaknai sebagai penurunan efisiensi, kualitas kerja, dan pengurangan kekuatan atau ketahanan fisik yang diperlukan guna senantiasa melaksanakan tugas-tugas pekerjaan. Riset disini bertujuan guna memahami Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja di PT Bank XYZ Kota Jakarta Tahun 2024. Jenis riset disini berupa kuantitatif memakai desain studi cross sectional. Teknik pemilihan sampel dilaksanakan memakai non-probability sampling (non-random sampling), dengan teknik purposive sampling, dengan sampel riset sejumlah 88 pekerja. Hasil analisis univariat menginterpretasikan proporsi terbesar berupa kelelahan rendah (54,5%), usia < 35 tahun (54,5%), kualitas tidur buruk (54,5%), status gizi tidak berisiko (65,9%), dan beban kerja tinggi (54,5%). Berdasar hasil analisis statistik diketahui variabel yang terkait dengan kelelahan kerja berupa usia (p-value = 0,000), kualitas tidur (p-value = 0,000), beban kerja (p-value = 0,000), sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan kelelahan kerja yaitu status gizi (p-value = 0,951). Maka, disarankan agar perusahaan perbankan untuk selalu mengimplementasikan program olahraga guna menangani kelelahan kerja pekerja, pemantauan status gizi pekerja, melakukan pengevaluasian dan peninjauan kembali beban kerja yang harus diselesaikan disesuaikan dengan keahlian masing-masing pekerja. Pekerja juga menjaga pola makan yang sehat dan memanfaatkan waktu untuk tidur dengan sebaik-sebaiknya.
Asuhan keperawatan pada lansia dengan hipertensi Annisa, Aulia Savira; Khairani, Khairani; Nurhasanah, Nurhasanah
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6.1083

Abstract

Background: Along with the aging process, the body gradually undergo various changes and health problems, one of which is hypertension. Hypertension is commonly referred to the silent killer as it is a deadly disease, with complications which can increase the risk of heart attack, heart failure, stroke and kidney failure. Management of hypertension consists of pharmacological therapy and non-pharmacological therapy. Aim of  Research: This study aims to provide an overview of nursing care for erderly with hypertension problems. Research Method: This research uses a case study conducted by home visit. Results of Study: The results of the evaluation showed that having the increase knowledge related to controlling hypertension, being able to apply DASH and reducing blood pressure from 165/95 mmHg to 142/89 mmHg. Conclusion: After being given the intervention, erderly and families showed an increase in knowledge about hypertension, being able to apply DASH in everyday life and being able to carry out complementary therapies to reducing blood pressure. Latar Belakang: Seiring dengan proses penuaan, tubuh akan mengalami berbagai perubahan dan masalah kesehatan, salah satunya adalah hipertensi. Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena hipertensi termasuk penyakit yang mematikan, dengan komplikasi yang dapat meningkatkan resiko serangan jantung, gagal jantung, stroke dan gagal ginjal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan Gambaran tentang asuhan keperawatan pada lansia dengan hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan studi kasus yang dilakukan dengan kunjungan rumah (home visit). Hasil: Hasil evaluasi pengetahuan terkait pengendalian hipertensi meningkat, mampu menerapkan DASH dan terjadi penurunan tekanan darah dari 165/95 mmHg menjadi 142/89 mmHg. Kesimpulan: Setelah diberikan intervensi, lansia dan keluarga menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang pengendalian hipertensi, menerapkan DASH dalam kehidupan sehari-hari dan dapat melaksanakan terapi komplementer untuk menurunkan tekanan darah.
Analisa kesesuaian peresepan obat kronis pasien BPJS rawat jalan poliklinik syaraf dengan formularium nasional di rumah sakit X Tangerang Selatan Islam, Rachmawati Nur; Pranoto, Muhammad Eko; Suswanti, Ika
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 5 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i5.1085

Abstract

The National Formulary is a list of selected drugs compiled by the National Committee which is used as a reference for writing prescriptions, so that it can improve the quality of health services, through increasing the effectiveness and efficiency of treatment so that rational use of drugs is achieved. This study aims to determine the percentage of conformity of drug prescribing in outpatients with neurological disease poly JKN participants with the National Formulary at Hospital X Tangerang Selatan in 2023. Quantitative research with descriptive with an observational data collection method based on prescription documents in July - December 2023. Sampling was done using stratified random sampling. The sample used was 298 prescription sheets with 1120 drug items written by neurological disease specialists who were processed and calculated referring to the percentage of suitability of drug types based on the National Formulary. The results of this study showed that the suitability of writing prescriptions based on the National Formulary was 72.0%, the drug that was often prescribed and in accordance with the National Formulary was Gabapentin 100mg by 12.2%. Meanwhile, drugs that are prescribed in accordance with the National Formulary but do not meet the restriction of 0.9% include Clopidogrel and Atorvastatin 20mg. The results of this study also show that there are 10 types of drugs with a total of 302 items (26.5%) that are still prescribed outside the National Formulary. Formularium Nasional adalah daftar obat terpilih yang disusun oleh Komite Nasional yang digunakan sebagai acuan penulisan resep, sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, melalui peningkatan efektifitas dan efisiensi pengobatan sehingga terscapai penggunaan obat rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase kesesuaian peresepan obat pada pasien rawat jalan peserta JKN poli penyakit syaraf dengan Formularium Nasional di Rumah Sakit X Tangerang Selatan pada tahun 2023. Penelitian kuantitatif dengan deskriptif dengan metode pengumpulan data secara observasional berdasarkan dokumen resep pada bulan Juli - Desember 2023. Pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 298 lembar resep dengan 1120 item obat yang ditulis oleh dokter spesialis penyakit syaraf yang diolah dan dihitung mengacu pada persentase kesesuaian jenis obat berdasarkan Formularium Nasional. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kesesuaian penulisan resep berdasarkan Formularium Nasional sebesar 72,0%, Obat yang sering diresepkan dan sesuai dengan Formularium Nasional adalah Gabapentin 100mg sebesar 12,2%. Sementara itu, masih di temukan obat yang diresepkan sesuai dengan Formularium Nasional namun tidak memenuhi restriksi sebesar 0,9% meliputi obat Clopidogrel dan Atorvastatin 20mg. Hasil penelitian ini juga menunjukkan terdapat 10 jenis obat dengan jumlah item 302 (26,5%) yang masih diresepkan diluar Formularium Nasional.