cover
Contact Name
suparna wijaya
Contact Email
life.jurnalku@gmail.com
Phone
+6287780663168
Journal Mail Official
life.jurnalku@gmail.com
Editorial Address
Serpong, Tangerang Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Science
Published by PT WIM Solusi Prima
ISSN : -     EISSN : 28091167     DOI : https://doi.org/10.54957/ijhs
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Health Science is a place for disseminating research results in the field of health, including, but not limited to topics of public health, environmental health, occupational health, pharmacy, nutrition, epidemiology, medical laboratories, physiotherapy, or other general health.
Articles 332 Documents
Gambaran karakteristik lingkungan dan pengetahuan ibu tentang diare di lingkungan kerja Puskesmas Kibin Kabupaten Serang Tahun 2024 Lutfiyah, Evi; Irfandi, Ahmad; Sangadji, Namira Wadjir; Shorayasari, Susi
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6.1087

Abstract

Diare merupakan suatu kondisi dimana individu mengalami buang air dengan frekuensi sebanyak 3 (tiga) atau lebih per hari dengan konsistensi tinja dalam bentuk cair. Penyakit diare lebih sering dijumpai pada balita. Penyakit diare dapat mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan kualitas hidup anak. Hasil studi pendahuluan menunjukan bahwa 80% balita pernah mengalami diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di lingkungan kerja Puskesmas Kibin Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional analitik dengan target populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ibu dengan balita usia 12-59 bulan yang berjumlah 452 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data akan dianalisis dengan analisis univariat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Juli 2024. Hasil univariat menunjukkan proporsi tertinggi yaitu ibu yang memiliki pengetahuan rendah sebanyak 33 ibu (64,7%), pengelolaan sampah yang buruk sebanyak 31 (60,8%) dan penyediaan air bersih sebanyak 39 (76,5%). Saran yang dapat diberikan ke Puskesmas Kibin yaitu melakukan pelatihan penangan diare dengan mengajarkan ibu tentang tanda-tanda awal diare dan cara pengangan awal di rumah, termasuk cara membuat larutan oralit dan pentingnya memberikan cairan yang cukup kepada balita yang mengalami diare, pengadaan fasilitas tempat sampah terpisah dengan menyediakan tempat sampah terpisah di lingkungan sekitar puskesmas dan pemukiman masyarakat serta melakukan melakukan monitoring dan evaluasi kualitas air secara rutin untuk pengecekan kualitas air di sumber-sumber air yang digunakan masyarakat.
Respons imun seluler terhadap antigen E2, E6, dan E7 HPV16: Pemanfaatannya pencegahan dan terapi kanker serviks Utami, Mardhah Sastri; Bela, Budiman
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 5 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i5.1088

Abstract

HPV merupakan kelompok virus penyebab kanker serviks. HPV16 menyebabkan 46-63% karsinoma sel skuamosa serviks. HPV16 terdiri dari 3 region siklus sel, yaitu early region (E), long control region (LCR), dan late region (L). Early region yang berasal dari protein E1, E2, E4, E5, E6, dan E7 berperan dalam ekspresi gen virus, replikasi virus, dan siklus hidup virus. Virus akan mengekspresikan protein E1 dan E2 kemudian terjadi delesi, dan sel yang terinfeksi akan berdiferensiasi dan mengekspresikan E6 dan E7. Ekspresi E6 dan E7 akan menurunkan ekspresi TLR9, IFN-1, dan supresi sitokin proinflamasi. Respons imun yang menurun menyebabkan sel yang terinfeksi berdiferensiasi menjadi sel kanker. Vaksinasi profilaksis digunakan sebagai pencegahan dan pengendalian infeksi virus HPV16, tetapi tidak dapat melindungi individu yang sudah terinfeksi dari perkembangan infeksi virus dan sel abnormal. Oleh karena itu, vaksinasi terapeutik diperlukan untuk imunoterapi kanker. Antigen HPV16 yang terdiri dari E2, E6, dan E7 diharapkan menjadi target yang baik. Antigen E2, E6, dan E7 bertujuan untuk mengaktifkan respons imun spesifik yang diperantarai sel untuk memfagositosis sel yang terinfeksi. Antigen diproses oleh sel dendritik dan kemudian disajikan kepada molekul MHC. MHC II akan merangsang respons sel T CD4+ terhadap protein yang akan membantu sel T CD8+ sitotoksik. Antigen disajikan oleh MHC I untuk dipresentasikan ke sel T CD8+ sitotoksik untuk mengeliminasi sel yang terinfeksi. Antigen E2, E6, dan E7 untuk imunoterapi guna mencegah perkembangan sel abnormal sehingga tidak berkembang menjadi kanker.
Drug Related Problems (DRPs) penggunaan obat antidiabetik pada pasien rawat inap diabetes mellitus tipe 2 Latief, Mutawalli Sjahid
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 5 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i5.1089

Abstract

rates continue to rise annually. Indonesia ranks fifth globally in the number of diabetes cases. Drug-related problems (DRPs) are common in clinical practice and can occur at all stages of the treatment process. Objective: This study aims to identify DRPs in hospitalized patients with Type 2 Diabetes Mellitus. Methods: This descriptive study employed a cross-sectional approach. Data were collected retrospectively from medical records of 61 hospitalized patients with Type 2 Diabetes Mellitus at a hospital in Jakarta. Results: The analysis of DRPs in hospitalized patients with Type 2 Diabetes Mellitus revealed that 5 cases (14%) involved inappropriate drug selection, 6 cases (17%) involved suboptimal dosing, 10 cases (29%) involved adverse drug reactions (ADRs), and 14 cases (40%) involved drug interactions. Conclusion: Polypharmacy requires careful attention as it has the potential to cause drug interactions and adverse drug reactions.
Asuhan keperawatan pada lansia hipertensi dengan intervensi rendam kaki air hangat Marhamah, Marhamah; Khairani, Khairani; Nurhasanah, Nurhasanah
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6.1098

Abstract

Background: The increasing number of elderly individuals with various health problems poses a challenge in how to achieve healthy and independent seniors to minimize the burden on society and the state. The most common health issues experienced by the elderly are non-communicable diseases, including high blood pressure (hypertension), joint inflammation (osteoarthritis), diabetes (diabetes mellitus/DM), heart disease, stroke, chronic kidney failure and cancer. The prevalence of hypertension in Indonesia is 34.1 percent, an increase from 21.5 percent in 2013. Aim of Research: The purpose of this Final Scientific Paper is to provide nursing care to Mrs. Z with hypertension. The diagnoses adressed in this case are ineffective health management, anxiety and disturbed sleep patterns. Research Method: This research uses a case study conducted by home visit. Results of Study: The evaluation results of warm water soak for 5 days showed an effective impact on lowering Mrs. Z’s blood pressure. Conclusion: After being given the intervention, there was an increase in Mrs. Z's knowledge regarding the concept and practice of soaking feet in warm water so that Mrs. Z was motivated to continue non-pharmacological therapy. Latar Belakang: Peningkatan jumlah lansia dengan berbagai masalah kesehatan menjadi tantangan bagaimana dapat mewujudkan lansia yang sehat dan mandiri agar meminimalisir beban bagi masyarakat dan negara. Masalah kesehatan terbanyak yang dialami lansia adalah penyakit tidak menular diantaranya tekanan darah tinggi (hipertensi), peradangan sendi (osteoarthritis), kencing manis (diabetes melitus/DM), penyakit jantung, stroke, gagal ginjal menahun dan kanker. Prevelensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,1 persen yang terjadi peningkatan dari sebelumnya 21,5 persen pada tahun 2013. Tujuan: Tujuan dari Karya Ilmiah Akhir ini yaitu untuk memberikan asuhan keperawatan kepada Ny. Z dengan hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan studi kasus yang dilakukan dengan kunjungan rumah (home visit). Hasil: Hasil evaluasi implementasi pemberian terapi rendam air hangat selama 5 hari didapakan bahwa adanya pengaruh yang efektif terhadap penurunan tekanan darah Ny. Z. Kesimpulan: Setelah diberikan intervensi, adanya peningkatan pengetahuan Ny. Z terkait konsep dan praktik rendam kaki air hangat sehingga memotivasi Ny. Z untuk melanjutkan terapi non-farmakologis.
Gambaran evaluasi fungsi ginjal (kadar ureum, kreatinin dan asam urat darah) pasca covid-19 di wilayah gang anwar tahun 2022 Jannah, Insani Fitrahulil; Sari, Mike Permata; Radhina, Afifa
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6.1099

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is an acute respiratory syndrome caused by Coronavirus 2 (SARS-CoV-2), which is associated with several diseases, one of which is kidney disease due to the overactivation of the pro-inflammatory ACE/ANGII/AT1R pathway. This results in the overexpression of the ACE2 pathway, leading to an increased binding site for SARS-CoV-2, where the viral antigen can accumulate in the renal tubules and cause acute kidney injury. This research The aims to examine the evaluation of kidney function by measuring blood urea, creatinine, and uric acid levels after the PPKM process to observe any trends in the decline of kidney function among the respondents. Descriptive qualitative research method with a cross-sectional approach. The research subjects are 30 residents of Anwar Alley aged 40-70 years, using purposive sampling conducted in June-July 2022. The research results showed that the largest number of respondents were female, totaling 26 (86.7%), while male respondents numbered 4 (13.3%). The most common age category was 40-49 years, with 18 respondents. The average urea level is 19.19 mg/dl, creatinine is 1.03 mg/dl, and uric acid level is 6.13 mg/dl. There are 2 individuals with high urea levels, 6 individuals with high creatinine levels, and 14 individuals with high uric acid levels. The SARS-CoV-2 antigen can accumulate in the kidneys, potentially causing acute kidney injury, which is characterized by the presence of hematuria, proteinuria, and increased levels of blood urea and creatinine. Penyakit Coronavirus 2019 (COVID-19) adalah suatu sindrom pernafasan akut yang disebabkan oleh Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang berasosiasi dengan beberapa penyakit salah satunya adalah penyakit ginjal karena adanya overaktivasi Pro immflamantory ACE/ANGII/AT1R yang mengakibatkan overekspresi jalur ACE2 yang menyebabkan peningkatan bindingsite dari SARS-CoV-2 dimana antigen virus bisa terakumulasi di tubulus ginjal dan menyebabkan cidera ginjal akut. Penelitian ini untuk melihat gambaran evaluasi fungsi ginjal dengan pengukuran nilai ureum, kreatinin dan asam urat darah setelah proses PPKM untuk melihat  adanya kecendurungan penurunan fungsi ginjal responden. Metode Penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan Cross sectional. Subjek penelitian adalah 30 warga gang Anwar usia 40-70 tahun dengan teknik Purposive sampling ada bulan Juni-Juli 2022. Hasil Penelitian didapatkan jumlah responden terbnyak adalah perempuan sebesar 26(86.7%) dan laki-laki sebanyak 4(13,3%) dengan kategori usia terbanyak adalah usia 40-49 tahun sebanyak 18 responden. Rerata kadar ureum adalah 19,19  mg/dl, kreatinin sebesar 1,03  mg/dl dan kadar asam urat sebesar 6,13 mg/dl. Adapun jumlah kadar ureum responden yang tinggi terdapat 2 orang, kreatinin sebanyak 6 orang dan kadar asam urat yang tinggi  sebanyak 14 orang.  Antigen SARS-Cov-2 akan terakumulasi di ginjal yang bisa menyebakan cidera ginjal akut yang ditandai dengan adanya hematuria, proteinuria serta peningkatan nilai ureum dan kreatinin darah.
Efektifitas senam hipertensi dan rebusan ketumbar pada lansia dengan hipertensi Annissa, Annissa; Juanita, Juanita; Febriana, Dara
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6.1109

Abstract

Background: Hypertension is one of the cardiovascular diseases that can cause various complications that can affect the brain, eyes, heart, kidneys to the peripheral blood vessels peripheral blood vessels. Management of hypertension can be done by using pharmacological therapy and non-pharmacological therapy. Non-pharmacological therapy for people with hypertension, one of which is hypertension exercise and drinking coriander decoction. Aim of  Research: This study aims to provide an overview of nursing care for erderly with hypertension problems. Research Method: This research uses a case study conducted by home visit. Results of Study: The results of the evaluation results therapy given on Mrs. S obtained a decrease in blood pressure from 190/100 mmHg to 145/90 mmHg by providing hypertension gymnastics interventions that are collaborated with taking medication regularly. Conclusion: Based on the evaluation results, it is hoped that this method can be applied by health workers in overcoming hypertension in the community health workers in overcoming hypertension in the community. Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskuler yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang dapat menyerang otak, mata, jantung, ginjal sampai pada pembuluh darah tepi. Tatalaksana dalam penanganan hipertensi dapat dengan menggunakan terapi farmokologi dan terapi non-farmakologi. Terapi non-farmakologi untuk penderita hipertensi salah satu diantaranya adalah senam hipertensi dan meminum rebusan ketumbar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan Gambaran tentang asuhan keperawatan pada lansia dengan hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan studi kasus yang dilakukan dengan kunjungan rumah (home visit). Hasil: Hasil Evaluasi dari terapi yang diberikan pada Ny. S didapatkan adanya penurunan tekanan darah dari 190/100 mmHg menjadi 145/90 mmHg dengan pemberian intervensi senam hipertensi yang dikolaborasikan dengan minum obat secara teratur. Kesimpulan: Setelah diberikan intervensi, lansia dan keluarga menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang pengendalian hipertensi, menerapkan DASH dalam kehidupan sehari-hari dan dapat melaksanakan terapi komplementer untuk menurunkan tekanan darah.
Pola peresepan insulin pada pasien diabetes melitus tipe 2 di poli penyakit dalam BPJS rumah sakit X periode Juni – Agustus 2023 Setyarna, Herna; Maulina, Devi; Lakoan, Milda Rianty
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6.1112

Abstract

Diabetes Melitus tipe 2 (DMT2) adalah kelompok penyakit metabolik yang disebabkan oleh hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin oleh sel beta pankreas, resistensi insulin, atau keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan insulin pada pasien DMT2 di Poli Penyakit Dalam BPJS RS X selama periode Juni-Agustus 2023. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif, mengumpulkan dan mencatat resep pasien rawat jalan. Dari 182 sampel, pasien terbanyak berada dalam rentang usia 56-65 tahun (94 pasien, 51,65%), mayoritas berjenis kelamin perempuan (121 pasien, 66,48%), dan pekerjaan terbanyak adalah ibu rumah tangga (102 pasien, 56,04%). Penggunaan dosis terapi tunggal insulin harian paling banyak adalah insulin long acting dengan dosis ≤20 IU pada 34 pasien (29,06%), sedangkan terapi kombinasi melibatkan insulin rapid acting dengan dosis 21-40 IU dan insulin long acting dengan dosis ≤20 IU pada 25 pasien (38,46%). Jenis insulin yang paling banyak diresepkan untuk terapi tunggal adalah insulin rapid acting (53 pasien, 45,30%), sementara kombinasi insulin rapid acting dan long acting diresepkan pada 65 pasien (100%).
Identifikasi kandungan boraks pada sediaan bakso sapi kemasan di Pasar Kecamatan Koja dengan menggunakan kertas turmerik dan spektrofotometer Uv-Vis Amelia, Andina Reza; Maulina, Devi; Adrianto, Dimas; Krismayadi, Krismayadi
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6.1113

Abstract

Sediaan bakso sapi kemasan adalah salah satu produk makanan beku yang digemari oleh masyarakat. Namun, konsumsi makanan beku dapat meningkatkan risiko kesehatan. Hal ini disebabkan banyaknya jenis pengawet yang digunakan oleh para produsen dan penjual. Boraks merupakan senyawa kimia yang sering digunakan sebagai pengawet dan pengenyal dari berbagai macam jenis makanan. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No 033 tahun 2012 tentang bahan tambahan pangan, boraks merupakan salah satu dari jenis bahan tambahan pangan yang dilarang digunakan dalam produk makanan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi adanya boraks pada bakso sapi kemasan yang dijual di Pasar Kecamatan Koja. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan kertas turmerik dan kuantitatif menggunakan Spektrometer UV-Vis pada sampel bakso sapi kemasan di pasar Kecamatan Koja. Uji validasi yang dilakukan adalah uji akurasi, dan uji presisi. Hasil analisa boraks dengan kertas turmerik menunjukan adanya perubahan warna pada sampel A, B, dan E sedangkan hasil analisa dengan spektrofotometer UV-Vis menunjukan bahwa 3 dari 5 sampel bakso sapi kemasan yang diuji positif mengandung boraks. Kadar tertinggi yang teridentifikasi pada sampel terdapat pada terdapat pada sampel E dengan kadar 82,26 ± 0,573 ppm ppm. Kadar yang terukur pada sampel A yaitu 28,798 ± 0,314 ppm dan sampel B mencapai 18,080 ± 0,446 ppm.
Asuhan keperawatan keluarga dengan masalah personal hygiene pada remaja autisme Natasha, Cut Windi; Hidayati, Husna; Arnita, Yuni
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6.1117

Abstract

Background: Personal hygiene problems are frequently found in autistic children due to their lack of ability to carry out daily functional activities independently, dealing with the situation. The role of the family is absolutely necessary to improve personal hygiene in autistic children. Aim  of  Researc: In this scientific study, it aimed to expound the nursing care of family with personal hygiene problems in autistic adolescents. Research method: This used  descriptive  qualitative  method  with  a  case  study  approach  to  nursing  care,  including  reviewing,  establishing diagnosis, intervening, implementing, and evaluating. Result of Study: Nursing intervention referred to five tasks of family health, including introducing personal hygiene problem, giving support and motivation to the family in taking care of family members related to personal hygiene, demonstrating how to brush teeth and how to wash hands properly, providing a comfortable environment, suggesting family having use the nearby facility. Conclusion: Family nursing care was based on five essential family task in improving interest and family motivation to apply personal hygiene for autistic children. Recommendation: It is also recommended for family members increase family support by always providing positive rewards for the abilities of autistic children. Latar belakang: Masalah Personal hygiene sering dijumpai pada anak autis karena kurangnya kemampuan melakukan aktivitas fungsional sehari-hari secara mandiri. Peran keluarga sangat diperlukan untuk meningkatkan personal hygiene pada anak autis. Tujuan: Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang asuhan keperawatan keluarga dengan masalah personal hygiene pada remaja autis. Metode: Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil: Intervensi keperawatan keluarga yang diberikan merujuk pada lima tugas kesehatan keluarga yaitu pengenalan masalah personal Hygiene, memberikan dukungan dan motivasi pada keluarga untuk merawat anggota keluarga yang mengalami masalah personal Hygiene, demonstrasi cara menggosok gigi dan mencuci tangan dengan baik dan benar, menciptakan lingkungan yang nyaman, serta menganjurkan keluarga untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan terdekat. Kesimpulan: Asuhan keperawatan keluarga berdasarkan lima tugas kesehatan keluarga sangat penting dalam meningkatkan minat dan motivasi untuk menerapkan personal hygiene pada anak autis. Saran: Disarankan pada anggota keluarga untuk meningkatkan dukungan keluarga dengan selalu memberikan reward positif atas kemampuan anak dengan autis.
Asuhan kebidanan komprehensif pada ny t umur 13 tahun dengan resiko tinggi umur, kekurangan energi kronik (KEK), dan anemia di Puskesmas Bumiayu Kabupaten Brebes Tahun 2023 Savitri, Gita Fadhiya; Susilowati, Endang; Khunelis, Khunelis
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6.1120

Abstract

Latar belakang: Faktor resiko kehamilan yang menyebabkan komplikasi dan kematian ibu salah satunya adalah Resiko Tinggi Umur ≤ 20 Tahun, Kekurangan Energi Kronilk dan Anemia. Angka kehamilan pada ibu hamil ≤ 20 tahun tahun 2022 sebanyak 7 kasus, Kekurangan Energi Kronik pada tahun 2022 sebanyak 56 kasus, dan Anemia tahun 2022 sebanyak 22 kasus. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi komprehensif. Hasil: Berdasarkan Asuhan Kebidanan Komprehensif yang dilakukan pada Ny. T umur 13 tahun dengan Resiko Tinggi Umur, Kekurangan Energi Kronik, dan Anemia, didapatkan hasil kehamilan Ny. T pada kunjungan pertama terdapat KEK dan Anemia. Dikunjungan kedua dan ketiga masalah KEK dan Anemia sudah teratasi. TFU Ny. T tidak sesuai usia kehamilan. Ny. T bersalin dengan persalinan induksi spontan pervaginam. Kesimpulan: Selama pendampingan, masalah kesehatan Ny. T berupa KEK dan Anemia dapat teratasi dan terdapat kesenjangan antara teori dan praktik.