cover
Contact Name
Damis
Contact Email
jikan@umsrappang.ac.id
Phone
+628114120207
Journal Mail Official
jikan@umsrappang.ac.id
Editorial Address
Jl. Angkatan 45 No. 1A, Lotang Salo, Sidrap, Sulawesi Selatan
Location
Kab. sidenreng rappang,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PERIKANAN (JIKAN)
ISSN : -     EISSN : 27769887     DOI : -
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan (JIKAN) merupakan jurnal ilmiah yang bertujuan sebagai sarana dalam menyebarluaskan hasil karya tulis ilmiah dalam bidang perikanan dan kelautan. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Imu Perikanan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober. Tulisan-tulisan yang dimuat pada jurnal ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi dalam menunjang perkembangan penelitian mengenai perikanan dan kelautan dan menjadi masukan bagi para pelaku usaha perikanan dan kelautan serta pihak-pihak terkait. Bidang : budidaya perikanan, teknologi perikanan, sistem perikanan, sosial-ekonomi perikanan, penanganan hasil perikanan, manajemen perikanan, oseanografi perikanan, estimasi stok dan konservasi perikanan, ekominawisata dan ilmu kelautan.
Articles 77 Documents
Pola Pertumbuhan dan Faktor Kondisi Ikan Nila (Oreochromis niloticus) pada Pakan yang Berbeda Gaitian, Wanda; Fitrinawati, Henny; Utami, Endang Sri
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 4 No 2 (2024): OCTOBER
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jikan.v4i2.1623

Abstract

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat. Kemampuan adaptasi yang baik menjadikan ikan nila sebagai pilihan utama bagi banyak petani ikan. Keberhasilan suatu kegiatan budi daya sangat dipengaruhi oleh jenis dan kualitas pakan yang berperan pada performa ikan nila. Hubungan antara pakan dan pola pertumbuhan adalah aspek penting dalam budidaya ikan nila, karena kandungan nutrisi yang seimbang akan lebih efisien diubah menjadi massa tubuh. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan dan faktor kondisi ikan nila yang diberikan jenis pakan yang berbeda, yaitu pakan untuk ikan air tawar (MS Preo 320) dan pakan untuk ikan air laut (Otohime S2). Ikan nila yang terbagi pada dua akuarium masing-masing terdiri 30 ekor diberikan pakan sebanyak sekali dalam sehari selama 30 hari dengan porsi sebanyak 5% dari bobot tubuhnya. Pola pertumbuhan yang diperoleh pada ikan nila yang diberikan pakan ikan air tawar dan pakan ikan air laut masing-masing memiliki hubungan panjang berat W = 0,26L1,36 dan W = 0,07L2,13, serta rata-rata faktor kondisi (K) 1,032 dan 1,056. Nilai K dan koefisen b yang sedikit lebih tinggi terdapat pada pakan ikan air laut dikarenakan kandungan proteinnya yang lebih besar, yaitu berkisar 26,1 – 28,1% dari pakan ikan air tawar. Faktor lain yang mendukung pertumbuhan ikan nila yang baik adalah nilai kualitas air yang sesuai dengan baku mutu, yaitu suhu 26 - 30,5 oC, pH 8,25 - 8,32, dan oksigen terlarut 4,88 - 5,80 mg/L.
STRATEGI PENGELOLAAN WISATA BAHARI BERKELANJUTAN PANTAI DRINI, GUNUNG KIDUL, YOGYAKARTA Mazaya, Amalia Febryane Adhani; Masjhoer, Jussac Maulana; Ananda, Dea
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 4 No 2 (2024): OCTOBER
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jikan.v4i2.1664

Abstract

Pantai Drini merupakan salah satu pantai potensial yang terletak di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Pengelolaan di Pantai Drini sebagai destinasi wisata bahari komersil selama ini dilakukan secara Community Based Marine Tourism (CBMT) atau pengelolaan potensi wisata bahari yang dilakukan oleh masyarakat lokal. Terdapat kelebihan dan kelemahan pada pengelolaan berbasis masyarakat. Secara ekonomi memang pendapatan seutuhnya masuk ke masyarakat, namun terdapat masalah apabila pendapatan dari kegiatan wisata tidak merata, bahkan tidak memperhatikan kepuasan wisatawan dan kelestarian lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi pengelolaan Pantai Drini dengan menganalisis potensi dan ancaman yang ada di kawasan Pantai Drini, berikut kekuatan dan kelemahan pengelolaan yang telah dilakukan saat ini. Penelitian dilakukan di Pantai Drini pada bulan April 2023. Metode penelitian yang digunakan deskriptif analisis dan dokumentasi serta interview/wawancara dan pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling kepada pengelola Pantai Drini. Analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan Treathness). Hasil penelitian menunjukkan perhitungan bobot dan skor Matriks IFAS dan EFAS yang merujuk pada Kuadran I. Strategi pengelolaan Pantai Drini yang dirumuskan dengan analisis faktor internal dan eksternal meliputi promosi menggunakan media sosial secara masif dan terstruktur, meningkatkan fasilitas tambahan berbasis alam untuk menarik pengunjung, menyisihkan tiket masuk untuk konservasi dan pelestarian pantai, pelibatan peran pemerintah dalam mengelola dan mengatur kegiatan wisata di Pantai Drini. Implementasi strategi pengelolaan yang tawarkan harapannya dapat mengembangkan pengelolaan Pantai Drini secara berkelanjutan.
Kajian Habitat Asuhan dan Ukuran Tangkap Lestari Teripang Pasir (Holuthuria scabra) Sebagai Dasar Pengelolaan di Sumbawa Erlangga, Haqqy Rerian; Kautsari, Neri
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 4 No 2 (2024): OCTOBER
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jikan.v4i2.1675

Abstract

Teripang pasir (Holuthuria scabra) adalah salah satu hewan Echinodermata yang memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi. Karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi, Teripang pasir dieksploitasi cukup besar sehingga berdampak pada penurunan stok teripang di alam. Penurunan stok teripang telah terjadi di beberapa perairan di Indonesia seperti perairan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Di Kabupaten Sumbawa, eksploitasi teripang telah dilakukan di beberapa lokasi diantaranya di perairan Teluk Saleh, Pulau Bungin, perairan Pulau Moyo, perairan Labuhan Bajo dan lainnya. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk merancang strategi pengelolaan teripang di Kabupaten Sumbawa berdasarkan aspek daerah pemijahan dan ukuran tangkap lestari. Penelitian ini dilakukan dari Bulan Maret hingga Juli 2022 di perairan Teluk Saleh, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini ialah data kepadatan, data data panjang teripang pasir, data bobot teripang pasir, data aksebilitas, data panjang dan bobot teripang, data tingkat kematangan gonad pada masing-masing (TKG) pada setiap ukuran serta data karakteristik habitat pada masing-maisng lokasi pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan kepadatan teripang berkisar antara 0 – 2 ind/m dan 2 hingga 10 ind/m2. Bobot teripang yang tertangkap oleh nelayan dan yang tertangkap pada saat pengambilan sampel berkisar antara 9,5 hingga 429,00 gram dan teripang pada ukuran di bawah 100 gram belum mengalami matang gonad.
Karakterisasi Mutu Pascapanen Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii) Desa Torokeku Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara nudin, iin nurdiyanty; Dustan, Dustan; tamtama, ary
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 4 No 2 (2024): OCTOBER
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jikan.v4i2.1680

Abstract

Rumput laut kering merupakan bentuk penanganan pascapanen dan menjadi produk utama yang dihasilkan dari budidaya rumput laut hampir di semua wilayah di Indoneisia. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh karasteristik mutu rumput laut kering (Kappaphycus alvarezii) yang dibudidayakan di Desa Torokeku, Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan mengamati 5 sampel rumput laut kering yang bersumber dari 5 petani rumput laut berbeda. Sampel kemudian diuji mutunya berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 2690:2015 mengenai rumput laut kering. Hasil penelitian selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil Uji Sensori kenampakan rumput laut kering diperoleh nilai rata-rata sebesar 7,3 (sedikit kurang bersih, warna kurang cerah, spesifik jenis). Uji Sensori tekstur diperoleh nilai rata-rata 7,5 (tekstur kering kurang merata, liat tidak mudah dipatahkan). Nilai kenampakan dan tekstur telah memenuhi standar SNI yaitu minimal 7. Hasil pengujian impuritis kasar menunjukkan rata-rata nilai sebesar 15.03% dimana SNI mempersyaratkan maksimal 3%, yang menunjukkan belum memenuhi SNI. Uji kimia terdiri dari uji kadar air dan uji CAW (Clean Andhydrous Weed ). Hasil pengujian kadar air menunjukkan rata-rata 35,12% dimana SNI mempersyaratkan maksimal 30%, hal ini menunjukkan belum memenuhi standar SNI. Hasil pengujian CAW menunjukkan nilai rata-rata 33,16% dimana SNI mempersyaratkan minimal 50%, yang berarti belum memenuhi standar SNI. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rumput laut kering yang dikelola dan dibudidayakan di Desa Torokeku belum memenuhi standar SNI 2690:2015, namun peluang untuk perbaikan agar bisa memenuhi standar SNI dapat dilakukan dengan perbaikan pada penanganan pascapanen yang tepat.
Pengelolaan Tuna Madidihang (Thunnus albacares) dengan Pendekatan Ecosystem Approach to Fisheries Management di Teluk Tomini, Provinsi Gorontalo moo, zulkifli arsalam
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 4 No 2 (2024): OCTOBER
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jikan.v4i2.1687

Abstract

Penelitian ini membahas pengelolaan sumber daya perikanan tuna madidihang (Thunnus albacares) di wilayah perairan Teluk Tomini, Provinsi Gorontalo, dengan pendekatan pengelolaan perikanan berbasis ekosistem (Ecosystem Approach to Fisheries Management/EAFM). Hasil penelitian ini, menemukan bahwa nilai status keberlanjutan pengelolaan perikanan tuna madidihang untuk masing-masing dimensi yaitu untuk dimensi biologi sebesar 58,1036% (status keberlanjutan baik), dimensi teknologi penangkapan sebesar 19,1936% (status keberlanjutan buruk), dan dimensi kelembagaan sebesar 54,9678% (status keberlanjutan baik). Nilai status keberlanjutan pengelolaan perikanan tuna madidihang secara keseluruhan (multidimensi) adalah sebesar 45,8134 atau secara umum status pengelolaan perikanan tuna madidihang di Teluk Tomini Provinsi Gorontalo masih tergolong kategori buruk. Upaya pengelolaan sumberdaya perikanan tuna madidihang dengan pendekatan EAFM ini merupakan langkah strategis untuk menjaga kelestarian spesies ikan ini dan ekosistemnya. Kerjasama antara pemerintah, masyarakat lokal, dan pemangku kepentingan lainnya serta penegakan regulasi yang ketat, sangat diperlukan untuk memastikan keberlangsungan sumberdaya perikanan di Kawasan Teluk Tomini
Karakteristik Kimia Nanokalsium Sisik Ikan Bandeng (Chanos chanos) Menggunakan Metode Bottom Up Asjun, Asjun
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 4 No 2 (2024): OCTOBER
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jikan.v4i2.1695

Abstract

Sisik ikan bandeng (Chanos chanos) memiliki kandungan kalsium yang dapat dimanfaatkan menjadi produk nanokalsium. Pembuatan produk tersebut cukup baik mengingat sisik dianggap sebagai limbah. Pembuatan nanokalsium dari sisik juga diharapkan mengurangi ketidakmanfaatannya sehingga dapat mengingkatkan nilai tambah secara ekonomi. Tujuan penelitian ini yaitu bagaimana mengahsilkan karakteristik kimia nanokalsium sisik ikan bandeng menggunakan metode bottom up. Hasil penelitian menunjukkan rendemen nanokalsium sebesar 35%. Komposisi kimia berturut-turut yaitu kadar air 2,41%, abu 87,88%, protein 8,15%, lemak 0,48%, dan karbohidrat 1,07%. Karakteristik kimia nanokalsium dari sisik ikan bandeng tersebut dapat menjadi dasar untuk pengembangan pada bidang baik pangan maupun non pangan.
Analysis Of The Application Of GMP (Good Manufactoring Practice) In household Scale Pindang Fish Processing : Case Study In Sukabumi City Maharani, Annisa Nur; Junianto, Junianto
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 5 No 1 (2025): APRIL
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jikan.v5i1.1692

Abstract

This study aims to analyze the application of Good Manufacturing Practice (GMP) in the cob fish pindang processing industry owned by Mr. Wawan in Sukabumi City. The method used is descriptive research through surveys, direct observation at the production site, and interviews with owners to evaluate aspects of sanitation, packaging, and production supervision. The results of the study show that the implementation of GMP in several aspects such as the selection of raw materials and environmental sanitation, has been well implemented. Weaknesses are still found in quality control, sanitation facilities, and product packaging and labeling systems. Packaging that still uses waste paper is at risk of causing contamination. The lack of separation between the areas of raw material receipt, production and storage increases the risk of cross-contamination. Improving GMP standards can be done by improving sanitation systems, using safer packaging, and implementing simple quality controls such as checklists and periodic evaluations. This improvement is expected to improve the quality and safety of pindang products to comply with applicable food standards.
The Effect Of Feeding Artificial and Natural Feeding (Azolla microphylla) On The Growth Rate Of Nila Fish (Oreochromis niloticus) Muhammad, Fadhel; Surianti, Surianti; Putri, A Rini Sahni
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 5 No 1 (2025): APRIL
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jikan.v5i1.1744

Abstract

Sidenreng Rappang Regency has great potential in the freshwater fisheries sector, especially in tilapia cultivation and is the main choice for local farmers because the Sidrap area is mostly land and has no coastline. The problem in this study is to determine the most effective type of feed in increasing the growth rate of tilapia. Therefore, the purpose of this study is to identify the best feed to maximize the growth of tilapia. This research was conducted in August-September 2024 at the Fisheries Science Development Pond, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang, Pancarijang District, Sidenreng Rappang Regency, South Sulawesi. The method used in this study is an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) experimental design. The experiment consisted of two treatments with two replications each, so that there were a total of six experimental units. The results of the analysis of variance showed that the provision of natural and artificial feed had a significant effect on the growth rate of tilapia (p <0.05). Further analysis using the W-Tukey test revealed differences between feed A and feed B. Based on the results of the study, it was found that fish fed commercial feed experienced the highest growth with an average of 7.53 ± 0.05, while the lowest growth was found in fish fed natural feed with an average of 5.36 ± 0.11. This shows that artificial feed is more effective in increasing the growth of tilapia because it has a more balanced nutritional content, especially in terms of protein and energy, which is in accordance with the metabolic needs of fish. However, natural feed can still be used to support the survival of tilapia.
Astaxanthin Function as Colour Source in Ornamental Fish dani, citra; Diniariwisan, Damai
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 5 No 1 (2025): APRIL
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jikan.v5i1.1893

Abstract

Ornamental fish are one of the fishery commodities that continue to grow in Indonesia, with production increasing every year. Color is the most important factor that determine ornamental fish value in market. There are several factors that affect color of ornamental fish, genetics, fish health and the feed given. Astaxanthin, a type of carotenoid, plays an important role in the coloring of ornamental fish. It is known that astaxanthin can produce red colour on fish skin. Astaxanthin cannot be synthesized from within the fish’s body, so it requires external sources through feed. This article was written using a journal review method from several journal and was explained descriptively. The results of the article review obtained were that there are two sources of astaxanthin that are widely used today, namely chemical synthesis and extraction from natural materials. Synthetic astaxanthin has a more economical price but its bioactivity is lower than natural astaxanthin. Natural sources of astaxanthin can be obtained from the microalgae Haematococcus pluvialis, crabs and shrimp. H. pluvialis is a natural source of astaxanthin with the highest content, which can be produced through cultures that are given stress such as changes in temperature and lighting. In addition, shrimp and crabs also accumulate astaxanthin in the body through the consumption of feed rich in carotenoids. Several studies have shown that giving astaxanthin in feed can significantly increase the brightness of the color in ornamental fish.
Water Quality Compatibility of Vaname Shrimp Ponds in PT Solusi Masyarakat Mandiri, Sumbawa Besar, West Nusa Tenggara m_solihin, m_solihin m_solihin; Dwi Mardhia, Dwi Mardhia Dwi Mardhia; Syamsul Bahri, Syamsul Bahri Syamsul Bahri; Neri Kautsari, Neri Kautsari Neri Kautsari; Yudi Ahdiansyah, Yudi Ahdiansyah Yudi Ahdiansyah
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 5 No 1 (2025): APRIL
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jikan.v5i1.1912

Abstract

Suitability of water quality in cultivating vannamei shrimp is an illustration of water quality to maintain the condition and performance of cultivated shrimp. Water quality standards are an ideal reference for cultivation water quality conditions so that they can increase crop production results. This research aims to analyze the suitability of water quality in the vannamei shrimp ponds of PT Solusi Masyarakat Mandiri, Sumbawa Besar, West Nusa Tenggara. The method used is a survey method with descriptive quantitative data analysis. Measurements of water quality parameters were carried out in two pond plots, namely plots A1 and B7, with the parameters observed including temperature, brightness, pH, salinity, dissolved oxygen, ammonia, nitrate, nitrite and alkalinity. The results of water quality research in plot A1: temperature (30.90c), brightness (34.25 cm), pH (8), salinity (19.72 ppt), dissolved oxygen (5.65 mg/l), ammonia (1 mg/l), nitrite (0.1 mg/l) nitrate (1 mg/l), alkalinity (159 mg/l) are in accordance with SOP and SNI standards except for the amonia and alkalinity parameters. The water quality in plot B7: temperature (30.50c), brightness (57,5 cm), pH (7,85), salinity (46,5 ppt), dissolved oxygen (5.65 mg/l), ammonia (1 mg/l), nitrite (5 mg/l) nitrate (2 mg/l), alkalinity (171 mg/l) showed different results because there were discrepancies with standards for the parameters of brightness, salinity, amonia, nitrate, nitrite and alkalinity. Therefore, optimal water quality management is needed to increase the productivity and survival of vannamei shrimp in ponds.