cover
Contact Name
YANTI
Contact Email
midarelhakim1983@uin-suska.ac.id
Phone
+6281374281098
Journal Mail Official
midarelhakim1983@uin-suska.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UIN Sultan Syarif Kasim Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Kutubkhanah Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan
ISSN : 24071633     EISSN : 16938186     DOI : 10.24014/ku.v21i2.
Core Subject : Religion, Social,
Kutubkhanah adalah jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Sultan Syarif Kasim Riau sejak tahun 1998. Terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Jurnal Kutubkhanah memuat kajian-kajian sosial keagamaan sebagai hasil atau temua penelitian. Kajian-kajian tersebut meliputi berbagai aspek kehidupan masyarakat, seperti ekonomi, politik, sosial, budaya, gender, psikologi, pendidikan dan dikaji dalam perspektif Agama Islam. Jurnal ini merupakan media komunikasi akademik bagi para peneliti dan pemerhati perkembangan hasil penelitian ilmu sosial dalam perspektif Islam. Dengan kata lain jurnal Kutubkhanah adalah jurnal yang memuat berbagai tulisan ilmiah tentang hasil penelitian atau temuan penelitian di bidang ilmu-ilmu sosial keagamaan.
Articles 185 Documents
Analisis Pengaruh Revolusi Industri 4.0 Dan Society 5.0 Terhadap Perubahan Perekonomian Indonesia Fadhil, Muflihul; Yanti, Yanti
Kutubkhanah Vol 25, No 1 (2025): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v25i1.37364

Abstract

Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 merupakan dua fenomena global yang telah memberikan dampak signifikan terhadap dinamika perekonomian di berbagai negara, termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kedua revolusi tersebut memengaruhi perubahan struktur ekonomi nasional, khususnya dalam aspek digitalisasi, ketenagakerjaan, dan daya saing industri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dan analisis deskriptif kualitatif berdasarkan data sekunder. Hasil kajian menunjukkan bahwa Revolusi Industri 4.0 mendorong otomatisasi dan efisiensi melalui penerapan teknologi canggih seperti Internet of Things, kecerdasan buatan, dan robotika. Sementara Society 5.0 memperkuat peran manusia dalam sistem digital dengan pendekatan yang lebih berpusat pada kesejahteraan sosial dan keberlanjutan. Dampaknya terlihat pada peningkatan sektor e-commerce, transformasi pola kerja, hingga munculnya kebutuhan tenaga kerja dengan keterampilan baru. Namun, transformasi ini juga memicu tantangan baru seperti meningkatnya angka pengangguran akibat ketimpangan kompetensi digital. Oleh karena itu, diperlukan strategi adaptif melalui penguatan sumber daya manusia dan kebijakan inklusif agar Indonesia mampu menghadapi perubahan ini secara optimal dan merata.
Ketika Nikah Muda menjadi Pilihan; Kontruksi Fiqh al-Nikah di Riau Johari, Johari; Wahidin, Wahidin
Kutubkhanah Vol 25, No 1 (2025): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v25i1.36929

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali secara mendalam konsep “usia muda” dalam fiqh nikah, terutama pada makna “kedewasaan” bagi seseorang yang hendak menikah, dengan tinjauan dari berbagai disiplin keilmuan; sehingga melahirkan fiqh nikah yang selaras dengan lokalitas di Riau. Penelitian  ini  pada  garis  besarnya dilaksanakan  dalam  3  (tiga)  tahapan inti, yakni tahap orientasi, tahap eksplorasi dan tahap  interpretasi. Pada tahap orientasi melakukan kajian mendalam terkait dengan konsep ”Dewasa” dalam Fiqh; Kemudian pada tahap eksplorasi dan interpretasi akan dilakukan FGD (Focus Group Discussion) denan beberapa ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertama, dewasa dalam konteks ini adalah kesiapan fisik biologis namun juga kematangan secara mental, termasuk dalam menghadapi lahirnya keturunan; Kedua, menurut para ahli, baik ekonomi, psikologi, Kesehatan, social-budaya dan agama, diperoleh mafsadat yang ditimbulkan dari perkawinan usia ini; dan Ketiga, usia ideal perkawinan dalam konteks Riau, adalah bagi perempuan usia 21 sampai 30 tahun dan bagi laki-laki usia 25 sampai 35 tahun.
Dari Tradisi ke Kohesi Sosial: Fungsi Sosial Halal Bihalal dalam Perspektif Merton Hidayat, Rian; Desi, Erawati; Mahda, Mahda
Kutubkhanah Vol 25, No 1 (2025): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v25i1.37383

Abstract

Halal bihalal adalah tradisi khas masyarakat Muslim Indonesia yang dilakukan setelah Halal bihalal adalah tradisi budaya yang khas di kalangan Muslim Indonesia yang dilaksanakan setelah Idul Fitri sebagai bentuk saling memaafkan dan mempererat hubungan sosial. Tradisi ini tidak berasal dari wilayah pusat Islam seperti Mekkah atau Madinah, melainkan tumbuh melalui proses adaptasi budaya lokal. Artikel ini mengkaji fungsi sosial dari halal bihalal dengan menggunakan teori fungsionalisme struktural Robert K. Merton. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah berbagai sumber yang membahas praktik halal bihalal serta konsep fungsi manifes dan laten dalam teori Merton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa halal bihalal tidak hanya berfungsi sebagai perayaan keagamaan tahunan, tetapi juga sebagai mekanisme sosial yang memperkuat kohesi dan harmoni dalam masyarakat Indonesia yang majemuk. Secara manifes, tradisi ini mempererat hubungan antarindividu secara langsung, sedangkan secara laten, ia memperkuat norma sosial tentang persatuan dan saling menghormati. Studi ini menunjukkan bahwa tradisi keagamaan yang dikontekstualisasikan secara budaya dapat menjadi instrumen efektif dalam menjaga integrasi dan stabilitas sosial.
Politik Identitas dan Krisis Kebhinekaan: Perspektif Moral Kebangsaan Buya Syafii Maarif Septiyadi, Nur Rahmad Teguh; Hasanah, Noor
Kutubkhanah Vol 25, No 1 (2025): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v25i1.30979

Abstract

Identity politics has become a phenomenon that has been widely discussed by society recently.  There are various kinds of assessments given by the public to its practices, both negative and positive.  Identity politics is something that cannot be separated from some politicians, because it is through identity politics that a politician defines his or her own identity.  Many experts have commented on this phenomenon, one of which is Buya Syafi'I Ma'arif.  He believes that identity politics is a natural thing for a politician to do as a form of personal branding.  Beliay also believes that without religion politics will be blind.  On the other hand, the practice of identity politics in Indonesia has its own challenges amidst a pluralistic society.  Using qualitative methods, this research attempts to find data regarding identity politics in the form of literature which is then analyzed, giving rise to two implications that identity politics has the potential to bring positive and negative things to the diversity of society.
Etika Lingkungan Perspektif al-Qardhawi dan Said Nursi Studi Kasus Penambangan Batu di Padang Luas Kabupaten Kampar Nurpadila, Fitri; Wilaela, Wilaela; Sukiyat, Sukiyat
Kutubkhanah Vol 25, No 1 (2025): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v25i1.36695

Abstract

This article discusses Environmental Ethics according to intellectual figures Yusuf al-Qardhawi and Badiuzzaman Said Nursi which are associated with the case of stone mining activities in Padang Luas Kampar Village, Riau. This natural exploitation practice has been going on since the beginning of the 21st century by certain parties there. Previously there was no mining, so the condition of the surrounding environment, the banks along the Kampar River were very beautiful and could be used by the community for various daily activities, such as bathing, washing, transportation. This qualitative research uses interview techniques with informants, observation at the mining site and documentation to obtain data. The stages of analysis are reduction, writing and drawing conclusions to answer the research problems. The research findings show that stone mining activities are still seen from the economic aspect and productive activities. On the other hand, there are changes in the natural environment such as mining activities that are getting closer to residential areas and even widening so that community land is bought by miners and becomes a stone mining area. The impact is not only the banks of the Kampar River which are getting wider and landslides, but also the collapse of houses due to landslides such as the case that occurred in Gobah Village
Kapitalisme dan Ketidakadilan Global: Kajian Pemikiran Ellen Meiksins Wood dalam Ekonomi Islam Faza, Iqbal; Mufid, Fathul
Kutubkhanah Vol 25, No 1 (2025): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v25i1.34361

Abstract

Artikel ini membahas relevansi kritik Ellen Meiksins Wood terhadap kapitalisme dalam konteks ekonomi Islam, dengan fokus pada isu ketidakadilan global dan keberlanjutan. Pemikiran Wood, yang menekankan sifat eksploitatif kapitalisme dan dampaknya terhadap demokrasi ekonomi, dikaji untuk memahami akar permasalahan ketimpangan global. Dalam ekonomi Islam, prinsip keadilan sosial, keberlanjutan, dan distribusi kekayaan menjadi tawaran solutif untuk tantangan kapitalisme modern. Artikel ini menganalisis bagaimana pendekatan Islam dapat merealisasikan model ekonomi yang lebih inklusif dan etis, sekaligus memperkuat keberlanjutan melalui instrumen seperti zakat, wakaf, dan qard al-hasan. Melalui metodologi kualitatif berbasis studi literatur, artikel ini menunjukkan bahwa integrasi antara kritik Wood dan kerangka ekonomi Islam dapat menjadi landasan untuk merancang sistem ekonomi alternatif yang menanggulangi ketidakadilan global. Temuan ini diharapkan memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi pengembangan wacana keberlanjutan dalam ekonomi Islam
English Listening as a Digital Literacy Practice: An Analysis of EFL Students' Informal Listening Habits in Indonesia Istiqamah, Nur; Masduki, Masduki
Kutubkhanah Vol 25, No 2 (2025): December
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v25i2.38163

Abstract

This study examines the informal listening habits of EFL students in Indonesia through the lens of digital literacy. Employing a descriptive quantitative survey method with 156 students from various academic programs, it investigates the types of content selected, underlying motivations, self-regulation strategies, and perceived affective impacts. The findings reveal that music, YouTube vlogs, and podcasts are the most frequently consumed content, primarily accessed via YouTube, Spotify, and TikTok. Content selection is driven by personal interest, entertainment, and convenience, consistent with Uses and Gratifications theory. From a digital literacy perspective, students are not merely passive consumers but active agents negotiating their linguistic identities through engagement with global content. The study concludes that informal listening is not simply a recreational activity but an integral component of the language learning ecosystem in the digital age. A key practical implication is the need to integrate informal listening practices into English language learning in Indonesia to make the curriculum more relevant to the realities of the digital generation living within a global media ecosystem.
Argumentation for the Existence of God in the Thought of Yusuf al-Qaradawi Fauzi, Fauzi; Sofiandi, Sofiandi; Kailani, Kailani
Kutubkhanah Vol 25, No 2 (2025): December
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v25i2.38145

Abstract

The concept of divinity is a fundamental aspect of all human belief systems. For Yusuf al-Qaradawi, the existence of God is the first and highest truth, undeniable by reason or human nature. This study aims to analyze al-Qaradawi's arguments regarding the existence of God and examine their relevance within contemporary theological thought. Employing a qualitative approach with a figure study method (library research), the primary data source is Yusuf al-Qaradawi's work Wujudullah: Eksensian Allah (Risalah Gusti, 2005). The study identifies five main arguments for the existence of God: (1) the argument from nature, (2) the cosmological argument, (3) the argument from precise and accurate measurements, (4) the argument from guidance and direction, and (5) the argument from the history of salvation. All these arguments emphasize that the existence of God is real and inherent in human consciousness, whether directly or indirectly realized. These findings demonstrate that al-Qaradawi successfully integrates theological, philosophical, and empirical approaches to explain the existence of God amid the challenges of modern thought.
Integration of New Media in Islamic Broadcasting: A Transformative Communication Perspective Syahputra, Andi
Kutubkhanah Vol 25, No 2 (2025): December
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v25i2.38681

Abstract

This study analyzes the integration of new media in Islamic broadcasting from a transformative communication perspective, highlighting changes in interaction patterns and the construction of the meaning of da'wah in the digital space. The research background stems from the increasing use of digital platforms such as YouTube, Instagram, TikTok, podcasts, and artificial intelligence in the dissemination of religious messages, which demands a more participatory communication strategy based on digital literacy. This study uses a qualitative approach based on literature review and analysis of recent scientific articles to examine the dynamics of changes in the digital da'wah ecosystem. The results show that new media create interactive and deliberative two-way communication spaces, as explained in Habermas's theory of interactive communication and public sphere, and has the potential to encourage the transformation of religious awareness in accordance with the concept of transformative communication. However, there is a risk of polarization, commodification of religion, and the spread of misinformation if not accompanied by ethical governance of Islamic broadcasting based on information verification and content moderation. This study recommends the development of an integrative, ethical, and media literacy-based digital da'wah model to strengthen da'wah's function as an instrument of social enlightenment and the formation of a moderate society.
Gender Justice in Islamic Inheritance Law: A Comparative Study of Turkey and Tunisia Husnayain, Nilna; Syuroya, Khofifah Indah Imas 
Kutubkhanah Vol 25, No 2 (2025): December
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v25i2.38281

Abstract

Islamic inheritance law has long beena subject of debatewithindiscussionsof gender equality, particularlyconcerningthe rule that men receive twice the share of women. This debate takesvariousforms across Muslim countries, notably in Turkey and Tunisia. This article examines how both countries address the tension between maintaining Islamic inheritance rules and adapting them to demands for equality. The study aims to compare Turkey’s adoption of Western civil law with Tunisia’s retention of Islamic law whileallowingspace for reform. The research method employed is a literaturereviewwith a juridical-comparative approach. The findings show that Turkey emphasizes egalitarianismthrough the adoption ofcivillaw,while Tunisia develops progressive discourse within the Islamic framework. The comparison reveals that gender equality issues in inheritance law are not solely rooted in normative texts but are also shapedby thepolitical, social, and cultural dynamicsofeachcountry.