cover
Contact Name
Mikson M. D. Nalle
Contact Email
danierni@yahoo.co.id
Phone
+6281353820540
Journal Mail Official
jvip@politanikoe.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Herman Yohanes Kupang. Kotak Pos 1152, Kupang 85011 Telp. 0380-881600 » Tel / fax : 081353820540 / 0380-881601
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP)
ISSN : -     EISSN : 27454363     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
JVIP adalah jurnal peer review, jurnal ini menerbitkan artikel berkualitas tinggi dalam ilmu akuatik dan perikanan pada umumnya. Tujuan jurnal ini adalah untuk mempublikasikan dan menyebarluaskan temuan penelitian saat ini atau yang baru, dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan perikanan dan ilmu perairan dalam beberapa topik, tetapi tidak terbatas pada: Perikanan (Akuakultur, Perikanan Tangkap, Pengolahan Ikan dan Sosial Ekonomi Perikanan) Ekologi Akuatik (Air Tawar, Laut, dan Air Payau) Biologi Akuatik (Ikan, Moluska, Crustacea, Plankton, Terumbu Karang) Ilmu Kelautan
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2025): April 2026 (In progress)" : 7 Documents clear
Efektivitas Maskulinisasi Ikan Nila (Oreochromis niloticus) melalui Metode Perendaman Larutan Madu Kefa dengan Dosis Berbeda Missa, Regina Firsani; Linggi, Yulianus; Salosso, Yuliana
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 6, No 2 (2025): April 2026 (In progress)
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v6i2.7562

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perendaman larva ikan nila (Oreochromis niloticus) dalam larutan madu Kefa dengan dosis yang berbeda terhadap persentase kelamin jantan, pertumbuhan, dan kelangsungan hidup. Larva berumur 7 hari direndam selama 20 jam dalam empat perlakuan dosis madu: 0 ml/L (kontrol), 5 ml/L, 10 ml/L, dan 15 ml/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan D (15 ml/L) menghasilkan persentase jantan tertinggi sebesar 73,81%, yang berbeda nyata (P<0,05) dengan perlakuan lainnya. Pertumbuhan mutlak tidak berbeda nyata (P>0,05) antar perlakuan. Kelangsungan hidup tertinggi terdapat pada kontrol (93,33%), sedangkan perlakuan D menunjukkan kelangsungan hidup terendah (70%) akibat stres osmotik. Disimpulkan bahwa madu efektif sebagai agen maskulinisasi alami dengan dosis optimal 15 ml/L, meskipun berdampak pada penurunan kelangsungan hidup.Kata kunci : Ikan nila; maskulinisasi; madu kefa; kelangsungan hidup; pertumbuhan
Perbandingan Pertumbuhan Dan Kualitas Rumput Laut (Kappaphycus striatum) Dengan Penerapan Metode Budidaya Keramba POD Dan Metode Longline Di Desa Huilelot Pulau Semau Nusa Tenggara Timur Sindrang, Indriyani Kaolang; Salosso, Yuliana; Turupadang, Welem Linggi
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 6, No 2 (2025): April 2026 (In progress)
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v6i2.7561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pertumbuhan dan kualitas rumput laut Kappaphycus striatum yang dibudidayakan menggunakan dua metode berbeda, yaitu keramba Portable Offshore Device (POD) dan longline, di perairan Batuhopon, Desa Huilelot, Pulau Semau, Kabupaten Kupang. Perbedaan metode budidaya diduga berpengaruh terhadap laju pertumbuhan biomassa, insidensi penyakit ice–ice, serta kondisi kualitas lingkungan selama pemeliharaan. Penelitian dilaksanakan selama 45 hari menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 30 titik sampel, masing-masing metode terdiri atas 15 titik dengan berat bibit awal 100 gram. Parameter yang diamati meliputi laju pertumbuhan rata-rata, laju pertumbuhan spesifik (SGR), pertumbuhan berat mutlak, insidensi penyakit ice–ice, serta kualitas air (suhu, salinitas, pH, kedalaman, kecerahan, dan kecepatan arus). Analisis data dilakukan menggunakan uji t independen untuk mengetahui perbedaan signifikan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode longline memberikan pertumbuhan biomassa yang lebih tinggi secara signifikan dibandingkan keramba POD. Nilai pertumbuhan rata-rata harian dan pertumbuhan mutlak pada longline meningkat konsisten hingga akhir pengamatan, sedangkan pada metode POD mengalami penurunan tajam mulai minggu ke-5. SGR pada longline juga lebih tinggi dan stabil, sementara metode POD menunjukkan penurunan hingga bernilai negatif pada minggu akhir. Selain itu, insidensi penyakit ice–ice pada metode POD jauh lebih tinggi dibandingkan longline, terutama pada minggu ke-6. Kondisi ini terkait dengan sirkulasi air yang kurang optimal, shading antar thallus, dan fluktuasi kualitas air yang lebih besar pada keramba POD. Secara keseluruhan, metode longline terbukti lebih efektif untuk budidaya K. striatum karena mampu menghasilkan pertumbuhan yang optimal, menekan risiko penyakit, serta memberikan kondisi lingkungan yang lebih mendukung. Temuan ini dapat menjadi acuan dalam pengembangan budidaya rumput laut yang lebih efisien dan berkelanjutan.Kata kunci : K. striatum, keramba POD dan longline, pertumbuhan spesifik (SGR), berat mutlak, insidensi ice–ice, kualitas air.
Efektivitas Tepung Spirulina platensis sebagai Suplemen Pakan Benih Ikan Nila Salin (Oreochromis niloticus) Hutauruk, Raynaldo Parulian; Putri, Dwi Septiani; Miranti, Shavika; Sugianto, Deni
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 6, No 2 (2025): April 2026 (In progress)
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v6i2.7498

Abstract

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan komoditas perikanan budidaya dengan potensi besar di Indonesia. Peningkatan pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan nila salin melalui pakan yang efisien dan berkelanjutan menjadi aspek penting dalam budidaya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penambahan tepung Spirulina platensis dalam pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan nila salin, serta menentukan dosis paling efektif. Penelitian menggunakan benih ikan nila salin berbobot awal 3–4 g/ekor, yang dipelihara selama 60 hari dengan padat tebar 10 ekor/wadah. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan, yaitu pakan tanpa spirulina (kontrol), serta penambahan spirulina sebanyak 40 g/kg, 60 g/kg, dan 80 g/kg pakan. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, dan kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis 40 g/kg pakan memberikan hasil terbaik dengan pertumbuhan bobot mutlak 26,26 ± 2,93 g (p<0,05), laju pertumbuhan spesifik 3,40 ± 0,17% (p<0,05), rasio konversi pakan 1,40 ± 0,10 (p<0,05), dan kelangsungan hidup 96,67 ± 5,77% (p>0,05). Penambahan Spirulina platensis  pada pakan terbukti memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan benih ikan nila salin, dengan hasil terbaik pada dosis 40g/kg pakan, namun tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup.Kata kunci : Ikan nila salin, kelangsungan hidup, pakan, pertumbuhan, Spirulina platensis
Suplementasi Kombucha melalui Penyemprotan Pakan pada Pembesaran Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Krettiawan, Hary; Syofriani, Syofriani; Ulfauza, Ulfauza; Nazar, Fitrina; Mesenu, Mesenu; Yernawilis, Yernawilis; Ridwan, Ridwan; Soenarto, Soenarto
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 6, No 2 (2025): April 2026 (In progress)
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v6i2.7542

Abstract

Penggunaan aditif pakan alami berbasis postbiotik seperti kombucha semakin diminati dalam akuakultur berkelanjutan sebagai alternatif antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi kombucha pada pakan komersial terhadap pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) pada fase pembesaran awal menggunakan metode penyemprotan. Benih ikan nila (bobot awal 2,09 ± 0,72 g) dipelihara selama 40 hari dan diberi pakan komersial (30% protein kasar) yang disemprot dengan kombucha pada empat perlakuan: A (kontrol, 0 mL/kg), B (1 semprotan pada 37,5 gram pakan atau setara 10,0 mL/kg), C (2 semprotan pada 37,5 gram pakan atau setara, 19,9 mL/kg), dan D (3 semprotan pada 37,5 gram pakan atau setara 29,9 mL/kg). Hasil menunjukkan bahwa suplementasi kombucha berpengaruh nyata terhadap bobot akhir dan panjang total ikan (P < 0,05). Perlakuan C (19,9 mL/kg) menghasilkan performa pertumbuhan tertinggi: bobot akhir 14,23 ± 3,31 g dan panjang total 9,50 ± 0,73 cm, masing-masing 58% lebih berat dan 23% lebih panjang dibanding kontrol (perlakuan A). Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa perlakuan C berbeda nyata dari kontrol (P < 0,05) dan merupakan dosis optimal, sedangkan dosis lebih tinggi (perlakuan D: 29,9 mL/kg) menunjukkan penurunan efektivitas, mengindikasikan efek hormesis. Kualitas air selama percobaan tetap stabil dan optimal. Survival rate 100% di seluruh perlakuan mengindikasikan bahwa perbedaan performa pertumbuhan yang diamati berasal dari perlakuan, bukan dipengaruhi oleh variabel lingkungan. Penelitian ini merekomendasikan pemberian 19,9 mL kombucha per kg pakan (2 semprotan) sebagai strategi praktis, aman, dan berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas budidaya ikan nila.Kata kunci: Oreochromis niloticus, kombucha, postbiotik, pertumbuhan, dosis optimal, metode penyemprotan
Efektivitas Penambahan Madu Kefa dalam pakan Terhadap Pertumbuhan Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) Simanjuntak, Christmas Day Leni; Tobuku, Ridwan; Salosso, Yuliana
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 6, No 2 (2025): April 2026 (In progress)
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v6i2.7563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penambahan madu kefa ke dalam pakan terhadap laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan (FCR), dan kelangsungan hidup ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah: pakan 1 kg + 100 ml akuades (tanpa madu) (A), pakan 1 kg + larutan madu (10 ml madu dalam 100 ml akuades)(B), dan pakan 1 kg + larutan madu (15 ml madu dalam 100 ml akuades)(C). Pemeliharaan dilakukan selama 56 hari di Laboratorium Prodi Budidaya, Perairan Universitas Nusa Cendana, Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan madu kefa pada pakan secara signifikan meningkatkan laju pertumbuhan spesifik ikan lele sangkuriang, dengan nilai tertinggi pada perlakuan C (15 ml). Selain itu, penambahan madu kefa juga terbukti nyata meningkatkan tingkat kelangsungan hidup, dengan perlakuan C mencatat kelangsungan hidup tertinggi sebesar 91%. Namun, tidak terdapat pengaruh signifikan terhadap Rasio Konversi Pakan (FCR). Nilai FCR terendah dicapai pada perlakuan C sebesar 1,53. Kondisi kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran optimal (Suhu 25-29°C dan pH 7,5-7,9). Berdasarkan hasil ini, madu kefa berpotensi sebagai suplemen pakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele sangkuriang.Kata kunci : Madu, Pertumbuhan, FCR, kelangsungan hidup, Ikan Lele Sangkuriang
Kombinasi Jenis Umpan terhadap Hasil Tangkapan Rawai Dasar pada Kapal KM. Kupang Jaya 1 yang Berpangkalan di Pelabuhan Perikanan Pantai Tenau, Kupang Rajab, Resky Amalia; Rasdam, Rasdam; Lawang, Rahmat Suhada; Mau, Yesaya; Saputra, Aman
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 6, No 2 (2025): April 2026 (In progress)
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v6i2.7564

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kombinasi jenis umpan terhadap hasil tangkapan rawai dasar di perairan Laut Timor. Penelitian dilaksanakan pada Januari–April 2024 dengan metode observasi langsung pada operasi penangkapan menggunakan jumlah mata pancing yang seragam (3.600 unit). Perlakuan yang diuji meliputi kombinasi dua jenis umpan (tembang dan tongkol) serta kombinasi tiga jenis umpan (tembang, tongkol, dan hiu), masing-masing dengan 20 ulangan. Data yang dikumpulkan berupa hasil tangkapan per trip (kg) dan dianalisis secara deskriptif serta inferensial menggunakan uji independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total tangkapan kombinasi dua umpan sebesar 1.700 kg dengan rata-rata 85,00 ± 21,21 kg, sedangkan kombinasi tiga umpan sebesar 1.725 kg dengan rata-rata 86,25 ± 29,39 kg. Perbedaan rata-rata sebesar 1,25 kg menunjukkan selisih yang sangat kecil. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua perlakuan (P > 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa penambahan jenis umpan tidak memberikan peningkatan hasil tangkapan yang bermakna. Secara operasional, penggunaan kombinasi dua jenis umpan dinilai lebih efisien karena mampu menghasilkan tangkapan yang setara tanpa meningkatkan kompleksitas dan biaya. Temuan ini menegaskan bahwa variasi umpan tidak selalu menjadi faktor utama dalam meningkatkan produktivitas penangkapan.Kata kunci: Rawai Dasar, Umpan, Hasil Tangkapan, Perikanan Tangkap
Kinerja Pertumbuhan Oreochromis niloticus yang diberi Pakan Komersial dengan Substitusi Tepung Ulva lactuca Olang, Gadis Glorya Valentina; Tobuku, Ridwan; Linggi, Yulianus
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 6, No 2 (2025): April 2026 (In progress)
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v6i2.7560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peningkatan subtitusi tepung Ulva lactuca dalam pakan komersial terhadap pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) dan menentukan dosis optimal yang mempengaruhi pertumbuhan. Masalah penelitian mencakup efektivitas tepung Ulva lactuca sebagai bahan pakan ikan dan dampaknya terhadap kelangsungan hidup serta pertumbuhan ikan. Penelitian dilakukan di BBIS Noekele, Kabupaten Kupang, pada Agustus-September 2025, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan berupa substitusi tepung Ulva lactuca dalam pakan komersial dengan dosis 15%, 30%, 45%, dan 60%. Ikan uji yang digunakan adalah 240 ekor (tiap ulangan ada 20 ekor) Alat yang digunakan termasuk kolam, hapa, timbangan, Thermometer, pH meter, sementara parameter yang diamati meliputi pertumbuhan mutlak, pertumbuhan spesifik,efisiensi pakan, dan kelangsungan hidup ikan. Analisis data dilakukan dengan ANOVA pada taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan mutlak, pertumbuhan spesifik, dan efisiensi pakan tertinggi terjadi pada perlakuan P1. Selain itu, kelangsungan hidup ikan nila juga paling tinggi pada perlakuan P1, namun perbedaan perlakuan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap kelulusan hidup (P>0,05), menunjukkan bahwa semua perlakuan masih mendukung kelangsungan hidup ikan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung Ulva lactuca dalam pakan komersial memberikan hasil optimal pada dosis rendah hingga sedang, khususnya 15%. Sebaliknya, peningkatan dosis yang terlalu tinggi cenderung menurunkan performa pertumbuhan ikan nila. Dengan demikian, pemanfaatan Ulva lactuca sebagai bahan substitusi pakan perlu memperhatikan batas optimal agar tidak memberikan efek negatif terhadap pertumbuhan ikan.Kata kunci : Tepung Ulva lactuca, Subtitusi pakan, pertumbuhan, ikan nila, kelangsungan hidup,efisiensi pakan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7