cover
Contact Name
Mikson M. D. Nalle
Contact Email
danierni@yahoo.co.id
Phone
+6281353820540
Journal Mail Official
jvip@politanikoe.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Herman Yohanes Kupang. Kotak Pos 1152, Kupang 85011 Telp. 0380-881600 » Tel / fax : 081353820540 / 0380-881601
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP)
ISSN : -     EISSN : 27454363     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
JVIP adalah jurnal peer review, jurnal ini menerbitkan artikel berkualitas tinggi dalam ilmu akuatik dan perikanan pada umumnya. Tujuan jurnal ini adalah untuk mempublikasikan dan menyebarluaskan temuan penelitian saat ini atau yang baru, dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan perikanan dan ilmu perairan dalam beberapa topik, tetapi tidak terbatas pada: Perikanan (Akuakultur, Perikanan Tangkap, Pengolahan Ikan dan Sosial Ekonomi Perikanan) Ekologi Akuatik (Air Tawar, Laut, dan Air Payau) Biologi Akuatik (Ikan, Moluska, Crustacea, Plankton, Terumbu Karang) Ilmu Kelautan
Articles 113 Documents
Penggunaan Tepung Daun Gamal (Gliricidia sepium) Sebagai Pakan Tambahan pada budidaya Ikan Bandeng (Chanos chanos) Gonsaga, Montanus Ronald; Linggi, Yulianus; Djonu, Asriati
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 4, No 1 (2023): November 2023
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v4i1.7022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh fermentasi terhadap peningkatan kandungan protein dalam daun gamal (Gliricidia sepium) dan untuk menentukan dosis optimal penambahan tepung daun gamal yang difermentasi terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan bandeng (Chanos chanos). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan, yakni:  A; tanpa tepung daun gamal terfermentasi, B; ditambahkan tepung daun gamal terfermentasi sebanyak 10%, C; ditambahkan tepung daun gamal terfermentasi sebanyak 25%, dan D; ditambahkan tepung daun gamal terfermentasi sebanyak 40%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan protein dalam tepung daun gamal sebesar 22,702% meningkat menjadi 23,942% setelah difermentasi. Hasil pengukuran pertumbuhan mutlak ternyata meningkat seiring dengan meningkatnya penambahan tepung daun gamal ke dalam pakannya yakni dari 8 g pada perlakuan A hingga  11 g pada perlakuan D. Semakin tinggi kandungan daun gamal dalam pakan semakin tinggi pula tingkat pertumbuhan ikan bandeng. Dosis terbaik penambahan tepung daun gamal terfermentasi untuk mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan bandeng adalah pada Perlakuan D dengan penambahan tepung daun gamal terfermentasi sebesar 40%. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang potensi pemanfaatan daun gamal terfermentasi sebagai pakan ikan, khususnya untuk ikan bandeng. Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi yang berharga bagi industri perikanan dalam mengoptimalkan penggunaan tepung daun gamal terfermentasi untuk meningkatkan pertumbuhan ikan secara efisien dan berkelanjutan. Kata kunci : Bandeng; Gamal; Pakan
Efektivitas Putak Yang Difermentasi Terhadap Pertumbuhan Ikan Bandeng (Chanos chanos, Forsskal) Odjan, Gabriel Sabon; Tobuku, Ridwan; Tjendanawangi, Agnette
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 4, No 1 (2023): November 2023
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v4i1.6954

Abstract

Putak (corypha utan) merupakan salah satu bahan baku sumber karbohidrat lokal yang sudah umum dikenal masyarakat di Pulau Timor dan potensial sebagai bahan pakan ikan bandeng. Namun serat yang kasar sehingga perlu difermentasi agar mudah dicerna. Menurut perkiraan sekitar 5-10% dari luasan padang pengembalaan yang ada di Pulau Timor ditumbuhi pohon gewang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efek putak yang difermentasi dalam formulasi pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan bandeng (Chanos chanos, Forsskal). Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan, bertempat di Unit Pelakasana Teknis (UPT) Perbenihan Tambak Oesapa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan A: Pelet komersial (kontrol) tanpa penambahan fermentasi putak, Perlakuan B: Pakan dengan tambahan putak fermentasi 25%, Perlakuan  C: Pakan dengan tambahan putak fermentasi 30%, Perlakuan  D : Pakan dengan tambahan putak fermentasi 35%. Hasil ANOVA menunjukan perlakuan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan ikan bandeng. Nilai rata-rata pertumbuhan selama penelitian mendapatkan berat mutlak tertinggi diperoleh pada perlakauan B dengan pakan fermantasi tepung putak 30% dengan nilai (21,55 gram), diikuti perlakuan A dengan fermentasi tepung putak 25% dengan nilai 15,70 gram, dan perlakuan C dengan fermentasi tepung putak 35% dengan nilai 14,762 gram. Laju pertumbuhan spesifik ikan bandeng relatif cepat yaitu 2,53-3,13 g %/hari dengan nilai rata-rata tertinggi pada perlakuan B 3,13 g %/hari, diikuti perlakuan A 2,68 g %/hari, perlakuan C 2,58 g %/hari dan perlakuan kontrol (tanpa fermentasi tepung putak) 2,53 g %/hari. Tingkat kelulushidupan ikan bandeng selama 8 minggu penelitian pada setiap perlakuan tidak mengalami kematian. Persentase kelangsungan hidup 100%. Pengukuran kualitas air selama penelitian berkisar antara, suhu 29-310C, salinitas 28-30 ppt dan pH 7,9-9,3     Kata kunci : ikan bandeng, putak, fermentasi, pertumbuhan, kelangsungan hidup, kualias air
Studi Morfometrik Dan Kualitas Gonad Bulubabi Tripneustes gratilla Di Perairan Tablolong Kabupaten Kupang Hoar, Evalinda; Tjendanawangi, Agnette; Tobuku, Ridwan
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 4, No 1 (2023): November 2023
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v4i1.7083

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui morfometrik dan kualitas gonad bulubabi (T. gratilla ) baik tekstur, rasa maupun warna di Perairan Tablolong Kabupaten Kupang. Penelitian ini dilakukan pada tanggal1 Agustus- tanggal 1 September 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode transek. Parameter yang diamati merupakan morfometrik bulubabi Tripneustes gratilla yang terdidi dari: bobot tubuh dan diameter tubuh, dan  kualitas gonad bulubabi baik warna tekstur maupun rasa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa morfometrik bobot tubuh dan diameter tubuh bulubabi berada pada tahap perkembangan sehingga dapat menyebabkan ukuran yang berbeda dengan rataan bobot tubuh adalah 45,17 mm dan diameter tubuhnya adalah 48,19 gram pada bobot tubuh dan diameter tubuh, dan pada kualitas warna, tekstur dan rasa mempunyai kualitas warna yang baik yaitu kuning ke oranye, dan pada kualitas tekstur mempunyai kualitas yang cukup hingga baik dan berbentuk padat,sedikit lembek hingga padat berbutir sedangkan Pada kualitas rasa mempunyai  cita rasa yang baik yaitu manis.Kata kunci : Morfometrik, Kualitas Gonad Bulubabi Tripneustes gratilla
Studi Hubungan Morfometrik Kerang Darah (Anadara granosa) Yang Dibudidayakan di Daerah Sedimentasi Desa Fahiluka, Kabupaten Malaka Nahak, Onisimus; Santoso, Priyo; Turupadang, Welem L.
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 4, No 1 (2023): November 2023
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v4i1.6956

Abstract

Penelitian ini berfokus pada hubungan morfometrik kerang darah yang dibudidayakan di daerah sedimentasi dengan tujuan untuk mengetahui hubungan aspek morfometrik dan mengetahui pertumbuhan, kelulushidupan kerang darah (Anadara granosa) yang dibudidayakan di daerah sedimentasi Desa Fahiluka, Kabupaten Malaka. Penelitian ini menggunakan 250 sampel kerang darah dengan ukuran 2 cm yang dibudidayakan dengan sistem pen kultur (kurungan jaring). Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian survei yang dilakukan dengan objek penelitian adalah kerang darah yang dibudidayakan di daerah sedimetasi selama kurung waktu 2 bulan yaitu bulan Apri – Mei 2022. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah mofometrik panjang, lebar, tinggi dan berat total cangkang. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel panjang cangkang (X1) , lebar cangkang (X2), dan tinggi cangkang (X3) secara simultan memiliki hubungan yang signifikan terhadap berat total cangkang (Y) dengan nilai signifikasi 0.00 < 0,05, koefesien korelasi (r) yang diperoleh sebesar 0,375 dan nilai R2 0,140 maka dapat dikatakan bahwa tingkat hubungan antara panjang cangkang, lebar cangkang dan tinggi cangkang terhadap berat total cangkang kerang darah yang dibudidayakan didaerah sedimentasi di Desa Fahiluka, Kabupaten Malaka secara bersamaan memiliki hubungan yang rendah atau kurang erat. Sedangkan uji secara parsial variabel panjang cangkang dengan berat total menunjukkan tingkat derajat hubungan yang sangat rendah dan bersifat negatif dengan nilai signifikan 0,003, tingkat koefisien korelasi (r) sebesar 0,190 dan nilai (R2) 0,036. Pada variabel lebar cangkang dengan berat total menunjukkan tinggkat derajat hubungan yang rendah namun bersifat positif dengan nilai signifikansi 0,000, nilai (r) sebesar 0,247 dan nilai R2 0,061 begitu pada variabel tinggi cangkang dengan berat total.Kata kunci : Kerang darah, Aspek Hubungan Morfometrik, Pertumbuhan
Variabel Kondisi Lingkungan pada Ekosistem Mangrove di Kota Kupang Radja, Claudya Hau; Toruan, Lumban Nauli Lumban; Kangkan, Alexader Leonidas
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 4, No 1 (2023): November 2023
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v4i1.1740

Abstract

Mangrove memiliki fungsi sebagai sumber produksi nutrien yang berguna untuk menyuburkan perairan. Pemanfaatan yang seringkali dilakukan oleh masyarakat sekitar hutan mangrove sebagai tempat wisata, menangkap ikan, dan juga sebagai area tambak garam akan mempengaruhi kualitas air pada ekosistem hutan mangrove. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variabel kondisi lingkungan di ekosistem mangrove pada pesisir Kota Kupang. Penelitian ini dilakukan pada enam stasiun di ekosistem mangrove pesisir Kota Kupang pada Bulan September sampai Bulan Oktober 2021. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Pengambilan sampel air dilakukan pada saat pasang dan surut. Sampling sedimen dilakukan dengan menggunakan botol berukuran 500 ml dan diletakan ke dalam plastik yang sudah diberi label. Hasil kajian menunjukkan variabel suhu berkisar 27-30 0C, salinitas 29-33 0/00, pH 8,1-8,4, nitrat 0,0-0,65 mg/l, fosfat 0,02-0,58 mg/l, TSS 33-70 mg/l, fraksi sedimen pasir 82-99 %, kandungan organik 2,60-6,01 % kandungan karbonat 32,85-54,99 %.  Parameter fosfat menunjukkan pada seluruh stasiun berada di atas ambang batas kualitas air untuk biota.Kata kunci :Kota Kupang, variabel, kondisi lingkungan, kualitas air
Pengaruh kepadatan yang berbeda terhadap laju pertumbuhan harian juvenile tiram mutiara (Pinctada margaritifera) Ndolu, Riki Marthinus; Santoso, Priyo; Lukas, Ade H. Y.
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 4, No 1 (2023): November 2023
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v4i1.6957

Abstract

Tiram mutiara merupakan salah satu biota laut, yang hampir semua bagian dari tubuhnya mempunyai nilai jual, baik mutiara, cangkang, daging dan organisme tiram itu sendiri benih dan induk.Tiram jenis P. Margaritifera sering menjadi target utama masyarakat sebagai bahan konsumsi dikarenakan selain memiliki rasa yang lezat, tiram atau kerang juga mengandung protein yang cukup tinggi dan bermanfaat bagi tubuh. Namun saat ini, pengambilan tiram mutiara jenis ini masih mengandalkan dari alam. Sedangkan untuk kegiatan budidaya tiram mutiara jenis P.Margaritifera masih sedikit yang melakukannya. Hal ini tentu saja akan berdampak pada penurunan populasi tiram mutiara di alam.Penelitian ini menggunakan Perlakuan A (Kepadatan tiram mutiara sebanyak 25 ekor/keranjang) Perlakuan B (Kepadatan tiram mutiara sebanyak 30 ekor/keranjang) Perlakuan C ( Kepadatan tiram mutiara sebanyak 35 ekor/keranjang)Perlakuan D ( Kepadatan tiram mutiara sebanyak 40 ekor/keranjang). Hasil yang didapati menunjukan  kepadatan yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap nilai pertumbuhan mutlak, namun tidak berpengaruh terhadap kelangsungan hidup. Nilai pertumbuhan mutlak  yang terbaik diperoleh pada perlakuan D yaitu dengan kepadatan 40 ekor. Sedangkan untuk nilai kelangsungan hidup  yang terbaik terdapat pada perlakuan D 76,33%.Kata kunci : Kepadatan, Tiram mutiara (P. margaritifera), laju pertumbuhan mutlak, kelangsunganhidupan
Studi Pemijahan Kerang Mutiara (Pinctada maxima) Dengan Menggunakan Metode Kejut Suhu (Thermal Shock) Bahrudin, Lindiyani; Santoso, Priyo; Tjendanawangi, Agnette
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 4, No 1 (2023): November 2023
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v4i1.6952

Abstract

Kerang mutiara merupakan komoditas perikanan laut yang memiliki nilai pasar yang baik dan relative stabil. Untuk waktu yang akan datang pengembangan budidaya laut di Indonesia akan menjadi prioritas utama dan sumber pertumbuhan bagi sektor perikanan yang dimana dapat dilihat dari ketersediaan sumberdaya alam yang cukup luas. Kegagalan dalam proses penyediaan benih kerang mutiara menyebabkan permintaan benih kerang mutiara berupa juvenil terjadi peningkatan. Upaya peningkatan produksi kerang mutiara dapat dilakukan dengan pengembangan usaha budidaya. Teknik pemijahan induk dalam teknologi pembenihan merupakan salah satu aspek penting yang perlu dikembangkan. Oleh karena itu, usaha pembenihan larva yang dihasilkan melalui teknik pemijahan buatan menggunakan metode kejut suhu merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan. Penelitian ini dilaksanakan selama 1 bulan yang bertempat di Laboratorium PT. Timor Otsuki Mutiara Kupang. Metode yang digunakan adalah metode deskrptif. Prosedur penelitian meliputi seleksi induk, persiapan wadah, proses pemijahan, proses penetasan telur, pemeliharaan dan penebaran larva serta pemberian pakan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, kerang mutiara (Pinctada maxima) dapat dipijahkan dengan menggunakan metode kejut suhu (thermal shock) dengan persentase pemijahan 100% memijah. Tingkat kelangsungan hidup larva kerang mutiara (Pinctada maxima) untuk perkembangan dan pertumbuhan larva menggunakan metode kejut suhu menghasilkan 22.005.000.000 butir larva.Kata kunci : Pemijahan, Kejut suhu, Kerang Mutiara
Efektivitas Air Perasan Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Terhadap Ikan Bandeng (Chanos chanos) Yang Diinfeksi Bakteri Vibrio Alginolyticus Lomi, Djoni Haniuf Kadja; Jasmanindar, Yudiana; Dahoklory, Nicodemus
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 4, No 1 (2023): November 2023
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v4i1.6958

Abstract

Efek pemberian air perasan buah jeruk nipis untuk mencegah infeksi bakteri vibrio alginolitycus pada ikan bandeng, untuk mengetahui konsentrasi air perasan buah jeruk nipis yang tepat untuk mencegah infeksi bakteri Vibrio alginolitycus. Penelitian ini dilakukan dengan Metode penelitian yang di gunakan yaitu eksperimen dengan metode rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan 3 kali ulangan perlakuan yang di uji yaitu perlakuan A 50 ml, perlakuan B 75 ml, perlakuan C 100 ml perlakuan D 125 ml dan perlakuan Kontrol tanpa pemberian air jeruk nipis. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 bulan, bertempat di Laboratorium  Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kupang. Parameter yang di amati pada penelitian ini yaitu sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), hemoglobin dan sintasan ikan bandeng. Darah ikan diambil pada bagian depan sirip ekor dengan menggunakan spuit yang terlebih dahulu diisi dengan Na-sitrat. Sebelum pengambilan darah, ikan dibius terlebih dahulu menggunakan larutan minyak cengkeh sebanyak 0,5 ml/1 L air selama 15 menit, selanjutnya darah diambil menggunakan spuit. Darah yang telah diambil selanjutnya dilakukan pengamatan hematologi yaitu : perhitungan sel darah merah, sel darah putih dan perhitungan Hemoglobin. Darah ikan yang diambil untuk melakukan perhitungan hematologi ini diambil pada saat ikan masih dalam keadaan sehat dan ikan belum diberi air perasan jeruk nipis, selanjutnya pengambilan darah setelah ikan diberi air perasan jeruk nipis dan pengambilan terakhir  darah ikan adalah pada saat telah diinfeksi dengan bakteri Vibrio alginolitycus. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pemberian air perasan jeruk nipis  pengaruh nyata terhadap meningkatnya respon imun terhadap infeksi bakteri yang menyerang dalam proses pencegahan bakteri Vibrio alginolyticus.Kata kunci :Ikan Bandeng, eritrosit, leukosit, hemoglobin, Citrus Aurantifolia, Infeksi, Vibrio alginolitycus
Gambaran Pertumbuhan Benih Lobster Cherax quadricarinatus pada Kolam Bundar di Kabupaten Kupang Niron, Yonatan Wiraola Trisanto; Liufeto, Franchy Ch.; Sunadji, Sunadji
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 4, No 1 (2023): November 2023
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v4i1.7125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pertumbuhan benih lobster air tawar yang dipelihara dalam kolam bundar. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif yang menggambarkan tentang pertumbuhan benih lobster air tawar pada kolam bundar. Hasil penelitian menunjukan adanya pertumbuhan benih lobster disetiap minggunya. Pertumbuhan benih lobster air tawar dipengaruhi beberapa hal yaitu faktor genetic, jenis pakan yang dikonsumsi, lingkungan tempat tinggal dan keadaan fisik dari lobster air tawar. Pertumbuhan berat mutlak lobster air tawar selama masa pemeliharaan mengalami peningkatan yaitu 21,73 g. Laju pertumbuhan spesifik  lobster air tawar selama masa pemeliharaan mengalami peningkatan 1,37 g%/hari. Kelangsungan hidup lobster air tawar selama masa pemeliharaan adalah 75%.Kata kunci : Pertumbuhan, Benih, Lobster, Air Tawar, Kolam Bundar.
Pencegahan Infeksi Bakteri Vibrio alginolyticus Pada Ikan Kerapu Cantang (Epinephelus fuscoguttatus x lanceolatus) Dengan Menggunakan Kombinasi Madu Dan Air Rebusan Patikan Kerbau (Euphorbia hirta) Bere, Kanisius Ogy Syaputra; Salosso, Yuliana; Pasaribu, Wesly
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 4, No 1 (2023): November 2023
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v4i1.7018

Abstract

Kegiatan budidaya ikan kerapu cantang (Epinephelus fuscoguttatus x lanceolatus)  seringkali terkendala akibat serangan penyakit yang disebabkan  oleh bakteri Vibrio alginolyticus. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan kombinasi madu dan patikan kerbau dapat mencegah ikan kerapu cantang dari serangan bakteri V. alginolyticus. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan yang masing-masing diulangi sebanyak tiga kali yakni 2 : 1, 1,5 : 1,5 dan 1 : 2. Penelitian dilaksanakan selama satu  bulan di  Jalan Fatudela 1 Liliba sedangkan pemeriksaan hematologi dilakukan di UPT Laboratorium Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Parameter yang diamati meliputi jumlah eritrosit, jumlah leukosit, pertumbuhan, kelangsungan hidup, morfologi dan gejala klinis. Hasil menunjukkan bahwa pemberian kombinasi madu dan patikan kerbau tidak berpengaruh terhadap hematologi dan pertumbuhan ikan kerapu cantang (P>0,05), namun berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup ikan kerapu cantang (P<0,05) dengan kelangsungan hidup tertinggi pada perlakuan 1:2. Hasil uji lanjut BNT menunjukkan bahwa perlakuan 1:2 berbeda dengan perlakuan 2 : 1 dan 1,5 : 1,5, begitu pula perlakuan 1,5 : 1,5 juga berbeda dengan perlakuan 2 : 1. Sedangkan hasil gejala klinis menunjukkan bahwa perlakuan 1 : 2 memiliki gejala klinis yang lebih ringan jika dibandingkan dengan perlakuan lainnya.Kata kunci : Kerapu Cantang, Vibrio alginolyticus, Hematologi, Madu, Euphorbia hirta

Page 6 of 12 | Total Record : 113