cover
Contact Name
Fariz Nizar
Contact Email
fariz.nizar.lukman@gmail.com
Phone
+6285156340961
Journal Mail Official
fariz.nizar.lukman@gmail.com
Editorial Address
Dusun Cimangu RT 09 RW 03 Desa Pamanukan Hilir Kecamatan Pamanukan Kabupaten Subang Jawa Barat
Location
Kab. subang,
Jawa barat
INDONESIA
Merdeka Indonesia Jurnal International
  • MerdekaIndonesiaJournalInternati
  • Website
ISSN : -     EISSN : 27979326     DOI : -
Merdeka Indonesia Journal International (MIJI) is a journal with a scientific family in the general field, the scope of this journal is not limited to any scientific family, you can submit journals to the Independent Indonesia Journal International, for publications in June - July 2021, you will get a cost cut to upload to the journal. Merdeka Indonesia Journal International (MIJI). Journal Copyright Protected By Merdeka Indonesia Institute, Journal is Open Access.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 355 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ARTICULATE STORYLINE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI HAJI DAN UMROH DI MTs MUHAMMADIYAH PURWOKERTO Hanida Nurul Pajriyah; Saefudin
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 6 No 6 (2026): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v6i6.635

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara empiris dampak penggunaan media interaktif articulate storyline sebagai pilihan tambahan dalam proses pembelajaran fiqih di MTs Muhammadiyah Purwokerto. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada temuan awal peneliti, yang menunjukkan bahwa sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep dasar dan gambaran umum mengenai tata cara haji dan umrah. Diharapkan penelitian ini dapat membantu pendidik dalam menyampaikan materi melalui media interaktif yang menarik serta membantu siswa dalam memahami materi pelajaran. enPelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif kuasi-eksperimental dengan kelompok kontrol yang tidak setara. Populasi penelitian ini terdiri dari 56 siswa kelas VIII. Pengambilan sampel secara purposif digunakan untuk memilih sampel, yang mencakup Kelas VIII B sebagai kelompok eksperimen dan Kelas VIII C sebagai kelompok kontrol. Tes pilihan ganda dalam bentuk pre-test dan post-test digunakan untuk mengumpulkan data N-Gain dan uji-t Sample Independent digunakan untuk menganalisis data yang terkumpul. Berdasarkan hasil analisis, kelas eksperimen memiliki skor N-Gain rata-rata sebesar 0,64, yang dianggap cukup efektif. Siswa di kelas eksperimen memiliki kemampuan pemahaman yang lebih baik setelah intervensi dibandingkan dengan siswa di kelas kontrol, yang memperoleh skor rata-rata 0,41, yang termasuk dalam kategori kurang efektif. Hipotesis alternatif diterima karena uji-t sampel independen dengan tingkat signifikansi (dua sisi) sebesar 0,010 < 0,05 mendukung temuan ini. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa media interaktif Articulate Storyline sangat berhasil dalam meningkatkan hasil belajar siswa Kelas VIII B di MTs Muhammadiyah Purwokerto mengenai haji dan umrah.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AKHLAK : UPAYA GURU PAI DALAM MEMBENTUK AKHLAK SISWA DI SMK MULYA HUSADA PURWOKERTO May Insiatul Khanifah; Intan Nur Azizah
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 6 No 6 (2026): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v6i6.636

Abstract

Guru merupakan salah satu komponen pendidikan yang memiliki tanggung jawab dalam melakukan perubahan peserta didik. Dalam perspektif Pendidikan Islam tujuan pendidikan yang paling utama adalah adanya perubahan diri seorang peserta didik dari yang tidak yakin kepada Allah menjadi manusia yang memiliki keyakinan, keyakinan kepada Allah itu terimplementasi pada akhlak mulia, karenanya pendidikan akhlak menjadi salah satu yang dikedepankan. Seiring perkembangan zaman dan perubahan globalisasi, semakin menurunnya akhlak generasi muda utamanya pada peserta didik. Dalam menghadapi kondisi yang demikian itu, maka upaya guru agama Islam amatlah penting dalam membentuk akhlak siswa serta mengarahkan dan mengendalikan perilaku mereka agar tidak menyimpang dari ketentuan agama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan peran guru PAI dalam menumbuhkan akhlak mulia di SMK Mulya Husada Purwokerto. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri guru PAI dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru PAI dalam menumbuhkan akhlak mulia siswa terhadap perkembangan akhlak mulia siswa di SMK Mulya Husada Purwokerto. Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru PAI memiliki peran yang sentral terhadap akhlak mulia siswa. Saran ditujukan kepada guru, siswa, peneliti selanjutnya, dan pihak sekolah untuk pengembangan lebih lanjut.
STRATEGI GURU DALAM MEWUJUDKAN PENDIDIKAN INKLUSI PADA ANAK USIA DINI Maulia Dwi Apriani; Ellen Prima
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 6 No 6 (2026): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v6i6.637

Abstract

Pendidikan inklusif pada anak usia dini merupakan upaya memberikan layanan pendidikan yang setara bagi seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, dalam lingkungan belajar yang sama. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam mewujudkan pendidikan inklusif pada anak usia dini melalui kajian literatur. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis berbagai jurnal, buku, hasil penelitian, dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan inklusif sangat dipengaruhi oleh peran guru dalam menerapkan strategi pembelajaran yang responsif terhadap keberagaman peserta didik. Strategi yang efektif meliputi diferensiasi pembelajaran, penggunaan media dan metode yang beragam, pengelolaan lingkungan belajar yang inklusif, kolaborasi dengan orang tua dan tenaga profesional, serta pendampingan sosial-emosional anak. Namun demikian, implementasi pendidikan inklusif masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan kompetensi guru, minimnya sarana pendukung, serta stigma sosial terhadap anak berkebutuhan khusus. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas guru, dukungan kelembagaan yang berkelanjutan, serta pembangunan budaya sekolah yang inklusif guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini yang ramah bagi anak.
STRATEGI GURU DALAM MEMBANGUN LINGKUNGAN BELAJAR RAMAH NEURODIVERSITAS DI KELAS PAUD INKLUSIF Laili Sofwaturrohmah; Ellen Prima
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 6 No 6 (2026): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v6i6.638

Abstract

Pendidikan inklusif di tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) bertujuan untuk memberikan kesempatan belajar yang sama bagi semua anak tanpa memandang perbedaan kondisi fisik, intelektual, sosial, emosional, atau neurologis. Namun, implementasi pendidikan inklusif di Indonesia cenderung berfokus pada penerimaan siswa berkebutuhan khusus tanpa menyeimbangkannya dengan pengembangan lingkungan belajar yang benar-benar responsif terhadap keberagaman cara anak berpikir, belajar, dan berinteraksi. Dalam konteks ini, konsep neurodiversitas muncul sebagai paradigma yang memandang perbedaan neurologis sebagai bagian dari keberagaman manusia alami yang harus dihormati dan difasilitasi dalam proses pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk meneliti strategi guru dalam membangun lingkungan belajar yang ramah neurodiversitas di kelas PAUD inklusif. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka, menganalisis berbagai literatur, artikel ilmiah, buku, dan peraturan yang berkaitan dengan pendidikan inklusif, neurodiversitas, dan pembelajaran anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan belajar yang ramah neurodiversitas dibangun melalui tiga dimensi utama: lingkungan fisik yang adaptif, lingkungan sosial yang inklusif, dan lingkungan akademik yang fleksibel. Untuk mencapai hal ini, guru memainkan peran strategis melalui identifikasi kebutuhan individu anak, mengadaptasi pembelajaran yang terdiferensiasi dan multisensori, mengelola lingkungan fisik yang responsif terhadap indra, mengembangkan interaksi sosial yang inklusif, dan berkolaborasi dengan orang tua dan staf pendukung lainnya. Namun, implementasi strategi ini masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan kompetensi guru, kurangnya sumber daya sekolah, dan stigma sosial terhadap anak-anak berkebutuhan khusus. Oleh karena itu, penguatan kapasitas guru, dukungan kebijakan yang berkelanjutan, dan peningkatan literasi publik mengenai neurodiversitas diperlukan untuk mencapai pendidikan yang lebih inklusif dan adil bagi semua anak.
MODEL TAHAPAN PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN PAI Elda Pradana Tika; Nurfuad
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 6 No 6 (2026): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v6i6.639

Abstract

Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter, moral dan spiritual peserta didik. Pelaksanaan pembelajaran akan mencapai hasil yang lebih optimal apabila menggunakan model evaluasi yang tepat. Hal tersebut juga berlaku dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang di dalamnya memuat materi terkait nilai, sikap, dan praktik keberagamaan. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji berbagai model evaluasi yang relevan dan aplikatif dalam rangka mengevaluasi pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai sumber tertulis, seperti buku, jurnal, dan dokumen akademik. Data dikumpulkan melalui studi literatur yang relevan untuk memahami konsep, teori, dan praktik evaluasi pembelajaran PAI. Hasil penelitian ini adalah menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) yang dikembangkan oleh Daniel Stufflebeam dapat digunakan dalam pengembangan evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Model evaluasi tersebut mencakup empat aspek yaitu konteks, masukan, proses dan produk yang dapat dijadikan sebagai internal dalam melaksanakan pengembangan evaluasi pembelajaran pendidikan agama Islam. Evaluasi konteks dilakukan melalui analisis terhadap kurikulum yang diterapkan. Evaluasi input diarahkan untuk menentukan perencanaan, strategi, tujuan pembelajaran sekaligus menjadi dasar pertimbangan dalam mengambil keputusan ketika muncul hambatan dalam pelaksanaannya. Evaluasi proses berfokus pada pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Islam. Adapun evaluasi prodak menitikberatkan pada penilaian terhadap capaian hasil belajar peserta didik sebagai dampak dari penerapan pembelajaran PAI tersebut.