cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 3" : 29 Documents clear
BAKTERI FILOSFER PADI DAN POTENSINYA SEBAGAI AGENS HAYATI TERHADAP PENYAKIT HAWAR MALAI Burkholderia glumae Neti, Neti; Rianto, Fadjar; Syahputra, Edy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i3.79681

Abstract

Penurunan produktivitas padi salah satunya disebabkan oleh organisme pengganggu tanaman (OPT), seperti penyakit hawar malai oleh bakteri Burkholderia glumae. Penggunaan bakterisida dalam mengendalikan penyakit hawar malai dapat menimbulkan dampak negatif, sehingga diperlukan pengendalian lain yang tidak berdampak negatif bagi lingkungan dan organisme bukan sasaran. Salah satunya adalah penggunaan bakteri antagonis pada tanaman padi yaitu bakteri filosfer. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi isolat bakteri filosfer yang berpotensi sebagai agens hayati terhadap penyakit hawar malai yang disebabkan oleh patogen B. glumae. Penelitian dilakukan di Laboratorium Penyakit Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak. Metode yang digunakan meliputi pengambilan sampel, isolasi bakteri filosfer, uji daya hambat terhadap B. glumae, uji filtrat bakteri filosfer terhadap B. glumae dan uji respons hipersensitivitas pada daun tembakau. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa dari 14 isolat bakteri filosfer yang diperoleh dari daun dan malai padi di antaranya 6 isolat dengan daya hambat 25% "“ 75%. Pada uji filtrat 4 isolat di antaranya memiliki aktivitas antibakteri 40% "“ 85%.
SUBSTITUSI PUPUK KANDANG AYAM DENGAN BOKASHI LIMBAH SAYURAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN JEPANG PADA TANAH ALUVIAL Nabilah, Arinda Putri; Warganda, Warganda; Purwaningsih, Purwaningsih
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i3.77595

Abstract

Tanaman mentimun jepang (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura dari famili Cucurbitaceae atau labu-labuan. Secara umum tanaman mentimun merupakan tanaman yang cukup digemari di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kombinasi bokashi limbah sayuran dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun jepang pada tanah aluvial serta mendapatkan kombinasi dosis bokashi limbah sayuran dan pupuk kandang ayam yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun jepang pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpuran Pontianak berlangsung pada   Mei "“ Juli 2023. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 5 perlakuan berupa pupuk kandang ayam (PKA) dan bokashi limbah sayuran (BLS) dan diulang sebanyak 5 kali. Setiap satuan unit percobaan terdiri dari 4 sampel tanaman, sehingga total tanaman keseluruhan 100 tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu b1= (100 % PKA + 0 % BLS), b2 = (75 % PKA + 25 % BLS), b3 = (50 % PKA + 50 % BLS), b4 = (25 %   PKA+ 75 % BLS), b5 =(0 % PKA + 100 % BLS). Variabel yang diamati yaitu volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat per buah, panjang buah dan diameter buah. Data hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan menggunakan varians (uji F taraf 5 %). Apabila uji F menunjukkan adanya pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji kontras orthogonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi pupuk kandang ayam dengan bokashi limbah sayuran sebesar 50 % memberikan pengaruh terbaik terhadap berat kering tanaman mentimun jepang pada tanah aluvial.
PEMETAAN BEBERAPA SIFAT FISIKA TANAH BERDASARKAN SATUAN LAHAN DI DESA TEBAS SUNGAI KECAMATAN TEBAS Sakti, Rizki Tri; Riduansyah, Riduansyah; Krisnohadi, Ari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i3.79062

Abstract

Desa Tebas Sungai salah satu desa di Kecamatan Tebas Kabupaten sambas yang menjadi lokasi potensi lahan pertanian. Di Desa Tebas Sungai Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas Terdapat tiga jenis tanah yaitu Entisols, Inceptisol dan Ultisol, jenis tanah ini   merupakan tanah yang kurang subur, karena tanah yang memiliki masalah permeabilitas umumnya lambat, drainasenya sedang, pada tanah Ultisol peka terhadap gejala erosi, pada tanah Entisol dan Inceptisol perkembangan profilnya lebih lemah dibandingkan dengan tanah matang,   masih banyak menyerupai sifat bahan induknya sehingga akan sulit digunakan sebagai lahan pertanian apabila tidak diolah dengan baik. Tujuan dari penelitian ini baru pada tingkatan untuk   identifikasi sifat fisika tanah di Desa Tebas Sungai Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas kemudian Pemetaan sifat fisika tanah berdasarkan peta satuan lahan di Desa Tebas Sungai Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas. Satuan lahan Desa Tebas Sungai Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas memiliki 4 satuan lahan yang mana SL 1   memiliki luas 338,34 Ha dengan tekstur liat berdebu,   C-organik sangat rendah (1,10 %), bobot isi tinggi (1,20 g/cm3), porositas rendah (51,10%), permeabilitas lambat (0,25 cm/jam) dan drainase tanah agak baik. SL 2 memiliki luas 80,09 Ha dengan tekstur liat berdebu, C-organik sangat rendah (1,43 %), bobot isi tinggi (1,21 g/cm3), porositas rendah (51,46%), permeabilitas lambat (0,31 cm/jam) dan drainase tanah baik. SL 3   memiliki luas 594,11 Ha dengan tekstur liat berdebu,   C-organik sangat rendah (1,24 %), bobot isi sedang   (1,13 g/cm3), porositas rendah (52,29 %), permeabilitas lambat (0,24 cm/jam) dan drainase tanah agak baik. SL 4   memiliki luas 92,02 dengan tekstur liat berdebu,   C-organik sangat rendah (1,05 %), bobot isi tinggi (1,59 g/cm3), porositas rendah (39,78 %), permeabilitas lambat (0,19 cm/jam) dan drainase tanah baik Kata Kunci   : Fisika Tanah, Pemetaan, Satuan Lahan
STUDI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DALAM PELESTARIAN IKAN DI SUNGAI SOHONG DESA DANGE AJI KECAMATAN AIR BESAR KABUPATEN LANDAK Melisa, Melisa; Padmarsari, Widadi; Kurniadi, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i3.70455

Abstract

Sungai Sohong adalah sungai yang terletak di Desa Dange Aji Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Masyarakat di Desa Dange Aji memiliki kebijakan dan aturan turun-temurun dalam upaya menjaga kelestarian ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kearifan lokal masyarakat Desa Dange Aji dalam pelestarian ikan, kondisi perairan, dan potensi keanekaragaman ikan yang ada di Sungai Sohong. Metode yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan survei. Penentuan responden pada penelitian ini menggunakan Teknik purposive sampling. Hasil bentuk kearifan lokal dilakukan dengan metode wawancara responden yang berjumlah 84 orang. Hasil penelitian menunjukkan bentuk kearifan lokal di Desa Dange Aji dalam pelestarian Ikan di Kawasan Sungai Sohong yaitu larangan mencemari sungai, kesepakatan penggunaan alat tangkap tradisional, larangan mengambil atau mencari ikan di Kawasan Rombo Badawat, larangan mengambil ikan dengan cara yang merusak, pembatasan jumlah tangkapan, biaya retribusi bagi masyarakat luar, menjaga sikap dan tutur kata. Bentuk-bentuk larangan tersebut muncul atas kesadaran dan kesepakatan bersama sejak turun temurun agar Sungai Sohong tetap terjaga. Jenis ikan terdiri dari 9 famili serta 26 spesies dengan Kelimpahan relatif ikan tertinggi yaitu ikan Seluang (Rasbora caudimaculata) dengan nilai 24,03%. Berdasarkan hasil penelitian kondisi perairan disekitar Kawasan Sungai Sohong masih memenuhi persyaratan bagi kehidupan dan perkembangbiakan ikan.
PENGARUH AMELIORAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARIETAS KUBIS BUNGA PADA LAHAN PASANG SURUT SULFAT MASAM DENGAN SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR Patangahan, John; Basuni, Basuni; Nurjani, Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i3.77714

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat dosis kombinasi amelioran yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil dua varietas kubis bunga dan untuk melihat respon dua varietas kubis bunga yang terbaik terhadap pemberian kombinasi amelioran pada lahan pasang surut sulfat masam dengan sistem budidaya jenuh air. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pasang surut sulfat masam Golden River Camp yang berlokasikan di Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kuburaya, Provinsi Kalimantan Barat pada bulan Juli sampai dengan November tahun 2023. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah split blok yang terdiri dari 2 faktor yang diulang sebanyak 3 kali pada masing-masing perlakuan. Faktor pertama yaitu, varietas (V) terdiri dari v1 = Larissa, v2 = Snow White dan faktor kedua yaitu, kombinasi amelioran (J) terdiri dari j1 = pupuk kandang ayam + kapur, j2 = pupuk kandang kambing + kapur, j3 = pupuk kandang ayam + pupuk hayati, j4 = pupuk kandang kambing + pupuk hayati. Variabel yang diamati yaitu jumlah daun, berat segar tanaman, luas daun, berat kering tanaman, muncul bunga, diameter krop dan berat krop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata dari interaksi antara varietas dan amelioran terhadap pertumbuhan kubis bunga pada tanah sulfat masam dengan sistem budidaya jenuh air, berbagai kombinasi amelioran memberikan pertumbuhan dan hasil yang sama pada masing-masing varietas kubis bunga dan kubis bunga varietas larissa pertumbuhan dan hasilnya lebih baik dibandingkan dengan kubis bunga varietas snow white pada lahan sulfat masam.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG SAPI DAN DEKOMPOSER TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA MEDIA GAMBUT Erinda, Novia; Rianto, Fadjar; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i3.80068

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah jenis tanaman hortikultura yang dapat membentuk umbi. Produksi bawang merah di Kalimantan Barat masih sangat kecil bila dibandingkan dengan produksi nasional. Upaya meningkatkan produksi bawang merah dapat dilakukan dengan cara pemanfaatan lahan gambut. Pemanfaatan tanah gambut menghadapi kendala, seperti kesuburan tanah yang masih rendah. Upaya yang dilakukan untuk memperbaiki masalah tersebut adalah dengan pemberian pupuk kandang sapi dan dekomposer. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi antara dosis pupuk kandang sapi dan jenis dekomposer yang menyebabkan pertumbuhan dan hasil bawang merah terbaik pada media gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Pontianak, penelitian berlangsung mulai dari bulan Juli "“ Desember 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu pupuk kandang sapi yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu s1 (10 ton/ha atau setara 40 g/polybag), s2 (15 ton/ha atau setara 60 g/polybag), s3(20 ton/ha atau setara 80 g/polybag) dan faktor kedua yaitu dekomposer terdiri dari 3 taraf   yaitu   d1 (tidak diberi dekomposer) d2 (Trichoderma spp.), d3 (BeKa), setiap perlakukan diulang sebanyak 3 kali dan setiap perlakuan terdiri dari 3 sampel, sehingga jumlah keseluruhan yakni 81 tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun per rumpun (helai), jumlah umbi per rumpun (buah), berat segar umbi per rumpun (g), berat kering angin umbi per rumpun (g) dan susut bobot umbi (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang sapi dan jenis dekomposer tidak memberikan interaksi terhadap semua variabel penelitian.
STUDI CENDAWAN PADA BULIR PADI DI KECAMATAN SUNGAI KAKAP DAN POTENSINYA SEBAGAI PATOGEN TULAR-BENIH Asmani, Asmani; Rianto, Fadjar; Syahputra, Edy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i3.77669

Abstract

Keberadaan cendawan patogen tular-benih dapat mengakibatkan viabilitas benih menurun.  Informasi tentang jamur atau cendawan yang mempunyai habitat pada bulir padi di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya masih belum banyak diketahui. Diduga tidak semua jamur tersebut berstatus sebagai patogen, dan kemampuan patogenisitasnya juga tidak sama. Atas dasar hal tersebut maka perlu adanya dilakukan inventarisasi cendawan pada bulir padi untuk menilai potensinya sebagai patogen sehingga perlu dikendalikan. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisai cendawan pada bulir padi di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat serta mengetahui potensinya sebagai cendawan patogen tular-benih. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive random sampling  yaitu disesuaikan terhadap rumpun padi yang memperlihatkan ada gejala bercak pada bulirnya. Sampel malai padi diambil dari tiga lokasi dengan lokasi I di Kalimas, lokasi II di Pal 13, dan lokasi III di Punggur. Waktu pelaksanaan penelitian dilakukan selama 6 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai sebaran insidensi dan keparahan penyakit tertinggi pada lokasi III dengan tipe lahan pasang surut. Selain itu, pengambilan sampel dari tiga lokasi pada pertanian padi di Kecamatan Sungai Kakap diperoleh cendawan yang sama diantaranya Aspergillus  sp., Curvularia  sp., Fusarium sp., Helminthosporium oryzae, Prycularia oryzae, Rhizoctonia  sp., Ustilagnodea oryzae. Kemudian pengujian hipovirulensi dari 14 perlakuan yang dilakukan diperoleh hasil 8 cendawan yang bersifat virulen dan 6 bersifat hipovirulen. Sedangkan uji patogenisitas cendawan yang cukup memberi pengaruh buruk terhadap daya kecambah benih padi adalah Curvularia sp. (A), Curvularia  sp. (B), Fusarium  sp. (A), Fusarium  sp. (B), Fusarium sp. (C), Helminthosporium oryzae, dan Rhizoctonia sp. dengan nilai daya kecambah (0 "“ 50)%, dengan demikian cendawan tersebut diduga berpotensi sebagai patogen tular-benih.
PERAN PT KELAPA SAWIT PERKEBUNAN ANAK NEGERI PASAMAN TERHADAP KONDISI KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA SEJOWET KECAMATAN KUALA BEHE KABUPATEN LANDAK(THE ROLE OF PT KELAPA SAWIT PASAMAN STATE CHILDREN'S PLANTATIONS AGAINST COMMUNITY WELFARE CONDITIONS IN SEJOWET VILLAGE, KUALA BEHE DISTRICT LANDAK DISTRICT) Felik, Juan; Aritonang, Marisi; Yurisnthae, Erlinda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerusahaan  adalah pelaku ekonomi yang berperan sebagai produsen, distributor sekaligus konsumen.  Perusahaan  adalah organisasi usaha yang dibentuk untuk menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh konsumen.  Peran  utama dari  perusahaan  karena telah menjadi tempat berlangsungnya produksi. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis peran PT kelapa sawit perkebunan anak negeri pasaman terhadap kondisi kesejahteraan masyarakat di Desa Sejowet , Kecamatan Kuala Behe , Kabupaten Landak. Teknik Pengumpulan Data ini, penulis menggunakan Penelitian Lapangan (Field research) yang dilakukan dengan cara mendatangi responden yang berada di perusahaan, Kantor, dan sebagainya. Ini dilakukan untuk memperoleh data atau informasi secara langsung, dengan menggunakan instrument penelitian observasi, interview, dan dokumentasi. Hasil analisis peran perusahaan terhadap kondisi kesejahteraan masyarakat dapat disimpulkan bahwa peran perusahaan memberikan peranan terbesar bagi kesejahteraan masyarakat di Desa Sejowet, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak. kondisi peran perusahaan sudah relative membaik dan dampak dari peranan perusahaan sangat dirasakan oleh masyarakat Desa Sejowet . Maka tingkat kesejahteraan masyarakat Desa Sejowet sudah masuk kedalam kriteria hidup layak dan sejahtera. Maka dapat disimpulkan perusahaan telah berperan pada kesejahteraan masyarakat Desa Sejowet.      
PENGARUH POC ECENG GONDOK DAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PADA TANAH GAMBUT Magdalena, Magdalena; Maulidi, Maulidi; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i3.80353

Abstract

Sawi merupakan satu diantara komoditas hortikultura sayuran daun yang banyak digemari oleh masyarakat karena rasanya enak, mudah didapat dan budidayanya tidak terlalu sulit. Peningkatan produksi sawi dapat dilakukan dengan intensifikasi pertanian dengan memanfaatkan tanah gambut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi POC eceng gondok dan pupuk Urea terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Jl.Sepakat 2 Gang Racana Untan Pontianak. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari 9 taraf perlakuan dan 3 ulangan, masing-masing ulangan terdiri dari 3 sampel sehingga terdapat 81 tanaman. Perlakuan terdiri dari P₁U₁ = 200 ml/l POC + 100 kg/ha pupuk urea, P₁U₂ = 200 ml/L POC + 200 kg/ha pupuk urea, P₁U₃ = 200 ml/L POC + 300 kg/ha pupuk urea, P₂U₁ = 300 ml/L POC + 100 kg/ha pupuk urea, P₂U₂ = 300 ml/L POC + 200 kg/ha pupuk urea, P₂U₃ = 300 ml/L POC + 300 kg/ha pupuk urea, P₃U₁ = 400 ml/L POC + 100 kg/ha pupuk urea, P₃U₂ = 400 ml/L POC + 200 kg/ha pupuk urea , P₃U₃ = 400 ml/L POC + 300 kg/ha pupuk urea. Variabel yang diamati adalah jumlah daun, volume akar, luas daun, berat segar, dan berat kering. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa pemberian POC eceng gondok 200 ml/L dan pupuk urea 200 kg/ha memberikan pertumbuhan dan hasil sawi yang terbaik pada tanah gambut. Ada efisiensi pemakaian urea pada variabel luas daun dan berat segar, cukup digunakan 0,4 g dengan hasil yang sama jika digunakan 0,8 g.
KAJIAN STATUS KESUBURAN TANAH PADA LAHAN PERSAWAHAN DI DESA PAK BULU KECAMATAN ANJONGAN KABUPATEN MEMPAWAH Wati, Khairun Rahmah; Hazriani, Rini; Manurung, Rinto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i3.81239

Abstract

Penggunaan lahan tentunya mempengaruhi kadar hara tersedia, kandungan bahan organik dan reaksi keasaman tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi status kesuburan tanah dan saran pemupukan dengan dosis yang sesuai, pada penggunaan lahan persawahan di Desa Pak Bulu Kecamatan Anjongan Kabupaten Mempawah, harapannya hasil penelitian ini dapat menjadi bahan acuan masyarakat untuk perbaikan kondisi kesuburan tanah. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey melalui verifikas data lapangan dengan menggunakan identifikasi tanah, analisis laboratorium dan perhitungan dosis saran pemupukan. Berdasarkan hasil overlay peta jenis tanah, kelas lereng dan penggunaan lahan didapatkan pengambilan sampel tanah dan pengamatan kondisi lahan di lapangan diambil berdasarkan 14 titik pemboringan tanah di seluruh satuan lahannya yang ditentukan secara acak. Hasil analisis laboratorium di ditetapkan kriterianya berdasarkan kriteria penilaian sifat-sifat kimia tanah oleh Staf Pusat Penelitian Tanah (1983). Sedangkan penentuan status kesuburan tanah didasarkan pada petunjuk teknis evaluasi kesuburan tanah Pusat Penelitian Tanah, Bogor (PTT 1995). Lahan persawahan berada pada kategori status kesuburan yang rendah dengan faktor pembatas yaitu kejenuhan basa. Hasil perhitungan saran pemupukan di lokasi penelitian yaitu Urea sebanyak 212,02 kg/ha, SP-36 sebanyak 25,64 kg/ha dan KCL sebanyak 565,70 kg/ha.

Page 1 of 3 | Total Record : 29