cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 31 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2" : 31 Documents clear
PENGARUH KOMBINASI POC LIMBAH AMPAS TEBU DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Cholik, Abdul; Asnawati, Asnawati; Listiawati, Agustina
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.85891

Abstract

Budidaya jagung manis di tanah podsolik merah kuning mengalami kendala yaitu rendahnya unsur hara di dalam tanah. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kandungan unsur hara di tanah podsolik merah kuning dengan menambahkan pupuk organik dan anorganik, antara lain melalui penggunaan pupuk organik cair limbah ampas tebu dan pupuk NPK. Konsentrasi pupuk organik cair limbah ampas tebu dan dosis pupuk NPK yang optimum akan memberikan dampak efektif pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis kombinasi yang terbaik dari POC limbah ampas tebu dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian Kabupaten Sintang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 5 perlakuan berupa POC limbah ampas tebu dengan NPK dan diulang sebanyak 5 kali. Setiap ulangan terdiri dari 5 tanaman sampel. Sehingga jumlah tanaman 125. Perlakuannya sebagai berikut: t1= konsentrasi POC 0 % + 100% NPK setara dengan 300 kg/ha, t2 = konsentrasi POC 25% + 75% NPK setara dengan 225 kg/ha, t3 = konsentrasi POC 50% + 50% NPK setara dengan 150 kg/ha, t4 = konsentrasi POC 75% + 25% NPK setara dengan 75 kg/ha, t5 = konsentrasi POC 100% + 0% NPK setara dengan 0 kg/ha. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, panjang tongkol, diameter tongkol, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot dan hasil perpetak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dosis kombinasi POC limbah ampas tebu dan pupuk NPK yang diujikan pada penelitian ini berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan pada tanaman jagung manis di tanah podsolik merah kuning.
STATUS UNSUR HARA TANAMAN KELAPA SAWIT ( ELAEIS GUINEESIS JACQ) MENGHASILKAN PADA TANAH ULTISOL DI DESA SEMUNTAI KECAMATAN MUKOK KABUPATEN SANGGAU Juliawati, Ragil; Sulakhudin, Sulakhudin; Manurung, Rinto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.90863

Abstract

Tanah merupakan faktor utama dalam mendukung pertumbuhan tanaman karena menyediakan air dan unsur hara esensial seperti N, P, K dan Mg. Ultisol salah satu jenis tanah yang umum di Indonesia, banyak dimanfaatkan dalam perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan hara N, P, K, dan Mg pada tanah Ultisol guna mendukung produktivitas kelapa sawit secara berkelanjutan. Pengamatan dilakukan di lahan seluas 2 Ha dengan metode diagonal, 15 titik pengamatan berjarak 25 meter. Sampel tanah diambil dari kedalaman 0-30 cm dan dikompositkan menjadi 3 sampel, sampel daun diambil dari pelepah ke-17 dan juga dikompositkan. Hasil penelitian menunjukkan kandungan unsur hara bervariasi dengan fosfor tertinggi pada TM 3 (5,92%) dan kadar kalium yang rendah di semua titik. Analisis daun menunjukkan kandungan nitrogen 3,39-3,45%, fosfor 0,44-0,47%, kalium 1,00-1,43%, dan magnesium 0,34-0,39%. rekomendasikan pemupukan menggunakan urea 2,15 kg/ha, SP-36 1,65 kg/ha, dan KCl 3,22 kg/ha. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu optimalisasi pengelolaan perkebunan kelapa sawit pada tanah Ultisol secara berkelanjutan.
STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS DI PERAIRAN SUNGAI SADE DUSUN EMANG DESA GALAR KECAMATAN SOMPAK KABUPATEN LANDAK Lekoa, Duferdurisa Ari; Soetignya, Widadi Padmarsari; Anzani, Yunita Magrima
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.81440

Abstract

Sungai Sade terletak di Dusun Emang, Desa Galar, Kecamatan Sompak, Kabupaten Landak dan dimanfatkan oleh masyarakat setempat untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Adanya aktivitas-aktivitas tersebut dapat menjadi limbah bagi ekosistem perairan, yang mempengaruhi kehidupan organisme salah satunya makrozoobentos. Makrozoobentos sering dijadikan sebagai indikator kualitas perairan. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan penelitian mengenai Struktur Komunitas Makrozoobentos di Sungai Sade. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas makrozoobentos   yang terdiri dari komposisi, kepadatan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominansi, serta mengetahui hubungan antara parameter lingkungan dengan kepadatan makrozoobentos di Sungai Sade. Penelitian dilakukan mulai bulan Januari sampai Februari 2024 di Sungai Sade, Dusun Emang, Desa Galar, Kecamatan Sompak, Kabupaten Landak. Penentuan stasiun pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yang dilakukan berdasarkan tata guna lahan dipinggir/sempadan Sungai. Pengambilan sampel makrozoobentos per stasiun dibagi menjadi 4 titik, yaitu 2 area riffle dan 2 area pool, dan pengambilan data makrozoobentos dilakukan sebanyak 6 kali selama 2 bulan. Hasil penelitian menunjukkan komposisi makrozoobentos berjumlah 1.558 individu terdiri dari 10 ordo, 14 famili dan 15 genus. Kepadatan tertinggi terdapat pada stasiun III yaitu 6744 (Ind/m2).   Nilai indek keanekaragaman tergolong sedang, indeks keseragaman tinggi dan indeks dominansi rendah. Parameter lingkungan yang paling erat hubungannya dengan kepadatan yaitu suhu dengan niali korelasinya yaitu -1,000.
KLASIFIKASI AREA RAWAN LONGSOR MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DI KECAMATAN SAMALANTAN KABUPATEN BENGKAYANG Sanjaya, Oscar Fradiksa; Krisnohadi, Ari; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.57322

Abstract

Tanah longsor merupakan bencana alam berupa pergerakan massa tanah dalam jumlah besar dalam waktu yang singkat, berpotensi menyebabkan kerusakan bahkan   menimbulkan korban jiwa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan penyebaran kawasan rawan bencana  tanah longsor di Kecamatan Samalantan serta menentukan faktor yang berpengaruh besar terhadap potensi longsor, sekaligus memetakan sebaran tingkat kerawanan longsor di area penelitian. Penelitian dilakukuan dengan pembobotan terhadap faktor penyebab tanah longsor yaitu curah hujan, kemiringan lereng, penggunaan lahan, dan erodibilitas tanah. Hasil penelitian diperoleh lima kelas kerawanan longsor di Kecamatan Samalantan yaitu : tidak rawan dengan luas 5.737,35 Ha (23,62%), agak rawan dengan luas 9.485,16 Ha (39,64%), cukup rawan dengan luas 6.327,56 Ha (26,3%), rawan dengan luas 2.345,18 Ha (9,75%), dan sangat rawan dengan luas 164,83 Ha (0,69%). Faktor utama penyebab meningkatnya tingkat kerawanan longsor yaitu penggunaan lahan dan kemiringan lereng.
PENGARUH KONSENTRASI PACLOBUTRAZOL DAN KOMPOSISI PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN HASIL JAGUNG MANIS PADA SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR DI MEDIA TANAH ALUVIAL Rabuwanto, Lukman; Nurjani, Nurjani; Basuni, Basuni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.90389

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan konsentrasi paclobutrazol dan komposisi pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis pada sistem budidaya jenuh air pada media tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di Golden River Camp yang berlokasi di Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, sejak April sampai Juli 2024. Penelitian menggunakan rancangan split block yang terdiri dari 2 faktor yaitu konsentrasi paclobutrazol (P) sebagai main plot dan komposisi pupuk NPK (N) sebagai sub plot. Konsentrasi paclobutrazol terdiri dari 3 taraf yaitu   p1 (0 ppm), p2 (750 ppm), dan p3  (1500 ppm). Komposisi pupuk NPK terdiri dari 3 taraf yaitu n1 (NPK 16-16-16, NPK 16-16-16, NPK 16-16-16), n2 (NPK 16-16-16, NPK 20-10-10, NPK 20-10-10), dan   n3  (NPK 16-16-16, NPK 20-10-10, NPK 9-25-25). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan masing-masing unit perlakuan terdiri 4 sampel tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman 4 dan 6 MST, panjang daun ke 4 dan 5, lebar daun ke 4 dan 5, diameter batang, panjang ruas batang, volume akar, berat kering bagian atas tanaman, umur berbunga jantan, umur berbunga betina, umur panen, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, diameter tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, dan jumlah baris biji per tongkol. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pemberian konsentrasi paclobutrazol dapat menekan pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman, panjang daun, panjang ruas batang dan berat kering tanaman) serta mempelebar daun dan memperbesar diameter batang, tetapi tidak mempengaruhi hasil tanaman jagung pada media tanah aluvial dengan sistem budidaya jenuh air (BJA). Perlakuan dengan konsentrasi 750 ppm merupakan konsentrasi yang terbaik untuk pertumbuhan tanaman jagung manis, dapat menekan tinggi tanaman sebesar 40,55%. Pemberian komposisi pupuk NPK memberikan pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis   pada media tanah aluvial dengan sistem budidaya jenuh air (BJA).
INOVASI NORI MENGGUNAKAN RUMPUT LAUT (SARGASSUM SP.) DAN DAUN SINGKONG (MANIHOT UTILISSIMA) Rahmania, Rahmania; Maherawati, Maherawati; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.90783

Abstract

Nori merupakan makanan tradisional Jepang berbentuk lembaran tipis, berwarna hijau kehitaman, dikarenakan terdapat kandungan klorofil dan phycobilin dari rumput laut Porphyra . Rumput laut porphyra tidak tumbuh di Indonesia, oleh karena itu perlunya inovasi menggunakan rumput laut Sargassum sp. Perbandingan antara rumput laut dan daun singkong diperlukan untuk memperbaiki warna nori dan meningkatkan nilai ekonomisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi bubur rumput laut Sargassum sp. dengan penambahan bubur daun singkong yang menghasilkan karakteristik fisikokimia nori rumput laut yang terbaik. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental yang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor perlakuan yaitu konsentrasi rumput laut dan daun singkong yang terdiri 5 taraf perlakuan dan jumlah ulangan sebanyak 4 kali. Mengenai perlakuan rumput laut : daun singkong (40:60, 50:50, 60:40, 70:30, 80:20). Data yang diperoleh akan dianalisis dengan indeks efektivitas (De Garmo) untuk mendapatkan formula terbaik. Hasil nori terbaik diperoleh pada formulasi rumput laut dan daun singkong (80:20) dengan nilai kadar air 12,99%, kadar abu 22,47%, serat kasar 20,79%, warna lightness 14,89%, chrome 2,25%, hue 63,36%.
PENGARUH JENIS MULSA DAN KAPUR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH PMK Setiawan, Riyadi; Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.85722

Abstract

Untuk   meningkatan kesuburan tanah PMK dapat ditempuh dengan pemberian kapur dan mulsa pada tanaman bawang merah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis mulsa dan berapakah dosis kapur terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil budidaya tanaman bawang merah pada tanah PMK penelitian dilaksanakan di Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, Kota Singkawang. Bulan Febuari sampai Mei 2024. Penelitian Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah Mulsa (M) yang terdiri dari m1 = mulsa sintetik weedmet m2 = mulsa plastik hitam perak m3 = mulsa jerami dan faktor kedua adalah Kapur (A) yang terdiri dari a1= 5 ton/ha setara 1 kg per petak, a2= 10 ton/ha setara 2 kg per petak, a3= 15 ton/ha setara 3 kg per petak. Variabel yang diamati pada penelitaian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah umbi per petak, berat kering angin umbi per petak dan jumlah umbi per rumpun. Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi antara mulsa dan kapur terhadap jumlah daun umur 8 MST dan jumlah umbi per  rumpun. Pemberian mulsa jerami merupakan jenis mulsa yang terbaik dalam meningkatkan berat basah umbi per petak dan jumlah umbi per rumpun bawang merah pada tanah PMK. Pemberian kapur sebanyak 15 ton/ha merupakan dosis terbaik yang dapat meningkatkan berat basah umbi per petak, berta kering angin umbi per petak dan jumlah umbi per rumpun pada tanah PMK.
STRATEGI PENGEMBANGAN PERTANIAN PERKOTAAN (URBAN FARMING) (STUDI KASUS PADA USAHA PETANIAN PERKOTAAN (URBAN FARMING) "QUEEN FARM" DI KOTA PONTIANAK) Jun, Bakram; Dolorosa, Eva; Suharyani, Anita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.81435

Abstract

Alih fungsi tanah garapan pertanian di daerah perkotaan menjadi daerah pemukiman dan industry membuat lahan pertanian menjadi sempit. Tingginya tingkat konversi lahan berdampak pada berkurangnya ketersediaan pangan, yang menyebabkan penurunan produksi pangan dan dapat mengancam ketahanan pangan penduduk. Sebagai upaya untuk mengatasi hal tersebut, pertanian perkotaan (urban farming) diharapkan mampu untuk mengatasinya, sebab pertanian ini mengusung konsep pertanian yang memanfaatkan lahan yang terbatas. Salah satu bisnis pertanian di Kota Pontianak adalah Queen Farm. Penelitian ditujukan untuk menganalisis strategi pengembangan bisnis pertanian Queen Farm agar dapat beroperasi dengan optimal. Analisis SWOT merupakan metode penelitian yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bisnis pertanian Queen Farm berada di posisi kuadran I, dengan penerapan strategi alternatif S-O. Alternatif strategi yang bisa diterapkan pada Pengembangan Usaha pertanian Queen Farm adalah:1) Meningkatkan produktivitas dan kualitas produk serta inovasi produk baru dengan memanfaatkan teknologi dan pengetahuan serta informasi dari komunitas untuk memenuhi kebutuhan konsumen. 2)   Memperluas pemasaran dan jaringan bisnis. 3) Melakukan promosi dan pemasaran produk dengan memanfaatkan teknologi informasi. 4) Mengoptimalkan lokasi pertanian urban farming yang berada didaerah perkotaan.
PENGARUH PEMBERIAN BIOCHAR TANKOS DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP SERAPAN UNSUR HARA N,P,K CABAI MERAH BESAR (CAPSICUM ANNUUM L.) DI TANAH ULTISOL Sari, Fitria Nopita; Yulies Vitri Indrawati, Urai Suci; Arief, H. Feira Budiarsyah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.90568

Abstract

Tanah Ultisol mencakup 25% daratan Indonesia, namun kesuburannya rendah dengan pH masam dan kandungan kation dapat tukar yang rendah. Penambahan biochar dan pupuk kandang ayam dapat meningkatkan kualitas tanah serta mendukung produktivitas cabai merah besar (Capsicum annuum L.), yang merupakan komoditas penting dengan produksi nasional mencapai 1,21 juta ton pada 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian biochar tankos dan pupuk kandang ayam terhadap serapan unsur hara tanaman cabai merah besar (Capsicum annuum L.) di tanah ultisol. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan (27 plot). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian perlakuan tunggal biochar tankos dengan dosis B3 (30 ton/Ha) memberikan pengaruh positif terhadap serapan P tanaman sebesar 85,71 %. Perlakuan A1B3 memberikan hasil rata-rata tertinggi pada parameter berat kering bagian atas tanaman sebesar 6,54 g dan serapan N tanaman sebesar 0,30 g, sementara itu perlakuan A3B3 memberikan hasil tertinggi pada parameter serapan K tanaman dengan nilai sebesar 0,71 g.  
STATUS UNSUR HARA TANAMAN KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ) BELUM MENGHASILKAN PADA TANAH ULTISOL DI DESA SEMUNTAI, KECAMATAN MUKOK, KABUPATEN SANGGAU Fauziah, Fauziah; Sulakhudin, Sulakhudin; Manurung, Rinto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.90864

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Semuntai, Kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggau, dengan tujuan untuk menganalisis korelasi antara kandungan unsur hara tanah, kadar unsur hara dalam jaringan tanaman, dan pertumbuhan kelapa sawit belum menghasilkan serta memberikan rekomendasi pemupukan. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode diagonal pada kedalaman tanah 0"“30 cm dan pelepah ke-9 daun tanaman. Analisis dilakukan terhadap parameter kimia tanah (pH, KTK, C-organik, N-total, P-tersedia, K-dd, Mg-dd), kimia daun (N, P, K, Mg), serta pertumbuhan tanaman (tinggi, panjang pelepah, lebar dan panjang daun). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah memiliki pH masam, kapasitas tukar kation sedang, serta kandungan C-organik dan nitrogen total sedang. Fosfor, kalium, dan magnesium dalam tanah tergolong sangat rendah. Sebaliknya, unsur hara daun menunjukkan kandungan nitrogen dan fosfor tinggi, serta kalium dan magnesium dalam kategori optimum. Korelasi antara unsur hara tanah dan jaringan tanaman dianalisis untuk memahami hubungan antar variabel dan menyusun rekomendasi pemupukan yang tepat.

Page 2 of 4 | Total Record : 31