cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,863 Documents
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KOTORAN SAPI TERHADAP HASIL DAN PERTUMBUHAN TANAMAN UBI JALAR KLON ARF-05 PADA TANAH ALUVIAL Dwiantoro, Rio; Maulidi, Maulidi; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.91360

Abstract

Ubi jalar (Ipomae batatas L.) atau sweet potato merupakan salah satu tanaman sumber karbohidrat yang dijadikan sebagai bahan makanan pokok, bahan baku industri pangan maupun sebagai makanan tambahan dalam rangka diversifikasi pangan di Indonesia.  Peningkatan produksi ubi jalar dapat dilakukan pada lahan dengan jenis tanah aluvial. Namun tanah aluvial memiliki beberapa masalah seperti struktur tanah yang padat sehingga perlu pemberian pupuk kotoran sapi untuk memperbaiki struktur tanah. Pemberian pupuk kotoran sapi juga merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan pada tanah alluvial yang memiliki kandungan unsur hara yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik pupuk kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan hasil ubi jalar klon ARF-05 pada tanah aluvial. Penelitian dimulai pada bulan November 2023 sampai Februari 2024 di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan perlakuan pupuk kotoran sapi yang terdiri dari 6 taraf perlakuan yaitu, P1= 5 ton/ha, P2: 10 ton/ha, P3: 15 ton/ha, P4: 20 ton/ha, P5: 35 ton/ha dan P6= 30 ton/ha. Penelitian diulang sebanyak 4 kali dengan 5 sampel tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kotoran sapi dengan dosis 30 ton/ha memberikan hasil terbaik terhadap jumlah cabang (6,08 cabang), berat segar bagian atas tanaman (741, 67 g), panjang umbi (17,75 cm), diameter umbi (5,87 cm), jumlah umbi (5,25 umbi) dan berat umbi (933,33 g).
FORMULASI PEMANIS (SUKROSA, MADU KELULUT, STEVIA) PADA PERMEN JELLY BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus L.) Lestari, Yessi; Lestari, Oke Anandika; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah naga (Hylocereus polyrhizus L.) merupakan buah yang memiliki warna yang menarik dan umumnya dikonsumsi segar. Kulit buah naga memiliki bobot 30% - 35% dari keseluruhan total buah. Salah satu penganekaragaman olahan pangan yaitu dengan mengombinasikan kulit dan daging buah pada pembuatan permen jelly. Permen jelly dibuat dari sari buah, bahan pembentuk gel, pemanis berupa sukrosa, madu kelulut, dan stevia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi pemanis (sukrosa, madu kelulut, stevia) yang menghasilkan karakteristik fisikokimia dan sensori terbaik pada permen jelly buah naga merah (Hylocereus polyrhizus L.). Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu perbedaan formulasi pemanis sukrosa, madu kelulut dan stevia, menggunakan 6 perlakuan, dengan 4 kali ulangan dan 24 unit perçobaan. Formulasi pemanis (sukrosa : madu kelulut : stevia) yang digunakan sebagai perlakuan pada penelitian ini dalam persen (%) yaitu (100%: 0% : 0%); (50%: 50% : 0%); (50%: 37,5% : 12,5%); (50%: 25% : 25%); (50%: 12,5% : 37,5%); (50%: 0% : 50%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi pemanis permen jelly buah naga merah terbaik yaitu sukrosa   50%: madu kelulut 37,5%: stevia 12,5% yang memiliki karakteristik fisikokimia kadar air 7,54%, gula reduksi 35,47%, Vitamin C 3,74 mg/100g, warna L* 19, warna a* 1,33, dan warna b* 0,23 dan karakteristik sensori secara deskriptif ketampakan permen jelly mengkilap (3,73), berwarna merah (3,73), beraroma buah (3,57), memiliki tekstur yang kenyal (3,73), rasa agak manis (2,47), dan keseluruhan suka (3,70).
TINGKAT KINERJA KELOMPOK TANI DI KECAMATAN SUNGAI KAKAP Melisarah, Endah; Kurniati, Dewi; Sawerah, Siti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.91442

Abstract

Kelompok tani merupakan organisasi penting dalam meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan petani. Namun, di Kecamatan Sungai Kakap, meskipun jumlah kelompok tani meningkat, kualitas kelembagaan masih menjadi kendala utama, yang tercermin dari penurunan produksi padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kinerja kelompok tani di salah satu Desa yang berada di Kecamatan Sungai Kakap yaitu Desa Parit Keladi. Pengumpulan data terdiri dari data primer yang diperoleh melalui wawancara kuesioner dan data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Kemudian data tersebut diolah menggunakan kelas interval untuk mengukur tingkat kinerja berada pada kategori tinggi, sedang, atau rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kinerja kelompok tani di Kecamatan Sungai Kakap berada pada kategori tinggi. Fungsi kelas belajar dan wahana kerjasama menunjukkan kinerja yang baik, sementara unit produksi masih perlu dioptimalkan. Diharapkan penelitian ini dapat berkontribusivmemberikan model analisis kinerja kelompok tani yang komprehensif dan rekomendasi praktis untuk penguatan kelembagaan sehingga dapat diterapkan di wilayah lain dengan kondisi serupa.
PENGARUH KOMPOSISI PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASlL JAGUNG MANIS PADA KEDALAMAN MUKA AIR TANAH BERBEDA DENGAN SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR PADA MEDIA TANAH ALUVIAL Prayuda, Alessandro Rasma; Nurjani, Nurjani; Syafiuddin, Wasi'an
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.90388

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan komposisi pupuk NPK dan ketinggian muka air tanah yang tepat untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil terbaik jagung manis pada sistem budidaya jenuh air di media tanah alluvial. Penelitian dilaksanakan di Golden River Camp yang berlokasi di Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, penelitian ini berlagsung sejak April "“ Juli 2024. Penelitian ini disusun dengan menggunakan Rancangan Split block RAK dengan kedalaman muka air tanah sebagai main plot (D) dengan 2 taraf dan komposisi NPK sebagai sub plot (P) dengan 4 taraf, sehingga didapatkan 8 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan terdapat 3 ulangan dan masing-masing unit perlakuan terdiri 4 sampel tanaman, sehingga terdapat 24 unit percobaan dengan demikian terdapat 96 tanaman. Faktor pertama kedalaman muka air tanah (D) terdiri dari d1= 20 cm dan d2= 30 cm. Faktor kedua komposisi NPK terdiri dari n1=NPK 16-16-16+NPK 16-16-16+NPK 16-16-16, n2 =NPK 16-16-16+NPK 20-10-10+ NPK 20-10-10, n3 =NPK 16-16-16+NPK 9-25-25 NPK 9-25-25, n4 =NPK 16-16-16+NPK 20-10-10+NPK 9-25-25. Variabel yang diamati dalam penelitian ini terdiri dari Tinggi Tanaman, Panjang Daun, Lebar Daun, Diameter Batang, Panjang Ruas Batang, Volume Akar, Berat Kering Tanaman, Umur Berbunga Jantan, Umur Berbunga Betina, Umur Panen, Berat Tongkol Berkelobot, Berat Tongkol Tanpa Kelobot, Diameter Tongkol Tanpa Kelobot, Panjang Tongkol, dan Jumlah Baris Biji per Tongkol. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan komposisi pupuk NPK berpengaruh tidak nyata terhadap seluruh variabel penelitian. Sementara perlakuan kedalaman muka air tanah berpengaruh nyata terhadap variabel variabel tinggi tanaman umur 6 MST, panjang daun, panjang ruas batang, panjang tongkol tanpa kelobot dan jumlah baris biji per-tongkol. Kedalaman muka air tanah 30 cm dapat memberikan pertumbuhan jagung manis yang lebih baik dibandingkan dengan kedalaman muka air tanah 20 cm pada tanah aluvial dengan sistem budidaya jenuh air.
PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS PAITAN DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK PADA MEDIA TANAH ALUVIAL Hendri, Hendri; Darussalam, Darussalam; Aprizkyandari, Siti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.85730

Abstract

Lobak (Raphanus sativus L.) merupakan tanaman yang berasal dari China yang memiliki bentuk umbi seperti wortel, tetapi isi dan kulitnya berwarna putih. Tanah aluvial merupakan salah satu jenis tanah yang dapat digunakan dalam pengembangan budidaya tanaman lobak, namun jenis tanah ini memiliki permasalahan yaitu kekurangan unsur hara. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan pemberian kompos paitan dan NPK. Pemberian kompos bertujuan untuk memperbaiki sifat fisik tanah, pemberian NPK bertujuan untuk menyediakan hara dengan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh terhadap pemberian kompos paitan dan NPK dan mendapatkan interaksi dosis kompos paitan dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak.Penelitian ini dilaksanakan di lahan pekarangan asrama Putra Bengkayang, Jln sepakat 2 ujung. Penelitian ini dimulai dari 8 Februari hingga 25 April 2024. Penelitian mengunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RAL), terdiri dari dua faktor perlakuan, faktor pertama yaitu kompos paitan (P) yang terdiri dari 3 taraf dan faktor kedua pupuk NPK (N) yang terdiri dari 3 taraf. Perlakuan seluruhnya 9 kombinasi terdiri dari 3 ulangan dan setiap kombinasi perlakuan terdapat 3 tanaman sampel, dengan demikian terdapat 81 tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, panjang umbi, diameter umbi, berat segar umbi dan berat kering bagian atas tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian kompos paitan dan NPK terjadi interaksi terhadap variabel diameter umbi pemberian kompos paitan 40 ton/ha + 350 kg/ha memberikan hasil terbesar 45,66 cm, dan variabel berat umbi dengan dosis kompos paitan 40 ton/ha + 350 kg/ha hasil terbesar 259,76 g.
PENGARUH PUPUK HIJAU GULMA PAITAN DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU PADA TANAH ALUVIAL Rikol, Romandrik; Wasi'an, Wasi'an; Ashari, Asri Mulya
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan salah satu jenis tanaman pangan yang mempunyai peranan penting sebagai sumber nutrisi. Tanah aluvial sebagai media tumbuh tanaman kacang hijau dihadapkan pada beberapa kendala salah satu kendala yang membatasi produktivitas maksimal tanaman kacang hijau adalah keasaman tanah aluvial yang rendah dan kekurangan akan unsur hara. Upaya peningkatan produktivitas tanaman dapat melalui perbaikan budidaya, salah satunya adalah dengan pemberian pupuk hijau gulma paitan dan pupuk NPK. Penelitian ini bertujuan untuk menetahui pengaruh dan dosis terbaik pemberian pupuk hijau gulma paitan dan pupuk NPK, terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di Kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak dengan media dalam polybag yang berlangsung dari 4 Maret sampai 4 Mei 2024. Penelitian ini menggunakan faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah pupuk hijau gulma paitan (p) dan faktor kedua adalah pupuk NPK (n) yang masing-masing terdiri dari 3 taraf. Perlakuan pupuk hijau gulma paitan p1= 50 g/polybag, p2= 75 g/polybag, p3= 100 g/polybag. Perlakuan pupuk NPK n1= 5 g/polybag, n2= 7,5 g/polybag, n3= 10 g/polybag. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar, berat kering tanaman, umur berbunga, jumlah polong per tanaman, berat polong, dan berat 100 biji. Pemberian pupuk gulma paitan berpengaruh nyata terhadap jumlah polong per tanaman dan berat polong, pemberian pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap berat kering tanaman, umur berbunga, jumlah polong per tanaman dan berat polong, interaksi antara kedua faktor berpengaruh nyata terhadap jumlah polong pertanaman dan berat polong. Kombinasi dosis pupuk hijau gulma paitan dosis 100 g/polybag dan pupuk NPK dosis 5 g/polybag merupakan dosis yang efektif untuk pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada tanah aluvial.
ANALISIS INDIKATOR YANG PALING BERPENGARUH TERHADAP KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN SINTANG Faiza, Arnida Nur; Maherawati, Maherawati; Lestari, Oke Anandika
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.90406

Abstract

Ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan bagi setiap individu. Indikator pendukung keberhasilan dalam melaksanakan ketahanan pangan meliputi 9 indikator yaitu rasio konsumsi normatif, kemiskinan, pengeluaran pangan, RT tanpa akses listrik, RT tanpa akses air bersih, angka kesakitan, stunting, lama sekolah perempuan di atas 15 tahun, dan rasio tenaga kesehatan. Kabupaten Sintang pada tahun 2020-2022 memiliki beberapa kecamatan dengan ketahanan pangan prioritas rendah atau rentan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan indikator yang paling besar pengaruhnya terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Sintang. Metode yang digunakan yakni analisis regresi linear berganda menggunakan data sekunder dari DKP Kalbar buku Peta Ketahanan Pangan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas) Provinsi Kalimantan Barat pada tahun 2020-2022. Hasil penelitian menunjukkan secara simultan semua variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap ketahanan pangan. Secara parsial diperoleh enam variabel yang berpengaruh signifikan terhadap ketahanan pangan yaitu rasio konsumsi normatif, rata-rata lama sekolah perempuan diatas 15 tahun, RT tanpa akses air bersih, rasio tenaga kesehatan, stunting, dan angka kesakitan, serta pada uji R2   semua variabel memberikan kontribusi sebesar 91,2% terhadap ketahanan pangan. Variabel yang memiliki pengaruh paling besar terhadap ketahanan pangan yaitu rasio konsumsi normatif dengan nilai koefisien regresi sebesar -5,435.
PENGARUH ABU KAYU DAN PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PAKCOY PADA TANAH GAMBUT Pambudi, Rian; Surachman, Surachman; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i3.91014

Abstract

Sawi pakcoy merupakan salah satu jenis sayuran yang digemari oleh masyarakat Indonesia dan merupakan tanaman sayuran yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi sehingga tanaman ini sangat baik untuk dibudidayakan dan dikembangkan oleh petani. Sawi pakcoy pada umumnya banyak ditanam di dataran rendah namun dapat pula tumbuh di dataran tinggi. Peningkatan produksi sawi pakcoy dapat dilakukan melalui intensifikasi pertanian dengan memanfaatkan tanah gambut. Upaya untuk meningkatkan kesuburan tanah dapat dilakukan dengan pemberian abu kayu dan pupuk hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi antara abu kayu dan pupuk hayati yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil sawi pakcoy pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Penelitian Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 16 Maret "“ 14 Mei. Penelitian ini menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 Faktor Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dalam bentuk Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor pertama adalah abu kayu (A) sebanyak 3 taraf. Faktor kedua adalah pupuk hayati (H) sebanyak 3 taraf, sehingga diperoleh total kombinasi perlakuan adalah sebanyak 9. Setiap kombinasi diulang sebanyak 3 kali sehingga total satuan percobaan penelitian 27 unit. Setiap unit percobaan terdiri dari 4 sampel tanaman dengan jumlah keseluruhannya adalah 108. Faktor pertama adalah abu kayu (A) terdiri atas 3 taraf yaitu: a1 = Abu Kayu 22,5 ton/ha setara dengan 140,85 g/polybag, a2 = Abu Kayu 39,8 ton/ha setara dengan 249,14 g/polybag, a3 = Abu Kayu 54,7 ton/ha setara dengan 342,25 g/polybag. Faktor kedua adalah pupuk hayati (H) terdiri atas 3 taraf yaitu: h1 = 1 ml/l, h2 = 2 ml/l, h3 = 3 ml/l. Pelaksanaan penelitian meliputi persiapan tempat penelitian, pembuatan abu kayu, penyemaian benih, persiapan media tanam, pemberian abu kayu, penanaman, pemberian pupuk hayati dan pemeliharaan. Variabel penelitian meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar, berat kering tanaman, luas daun, berat segar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara abu kayu dan pupuk hayati berpengaruh tidak nyata terhadap semua variable pengamatan. Abu kayu dosis 54.7 g/polybag merupakan dosis terbaik terhadap tinggi tanaman 3 MST dan jumlah daun. Pupuk hayati dosis 3 ml/l merupakan konsentrasi terbaik terhadap tinggi tanaman 2 MST.
PENGARUH PEMBERIAN RED MUD DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL OKRA PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Anjasmara, Anjasmara; Surachman, Surachman; Warganda, Warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i3.92216

Abstract

Okra dipanen saat buahnya masih muda dan dimanfaatkan sebagai sayur yang dapat dikonsumsi. Kebutuhan okra sekarang semakin meningkat sejalan dengan jumlah penduduk Indonesia yang terus bertambah, pertambahan jumlah penduduk mempengaruhi jumlah permintaan okra, serta kesadaran masyarakat terhadap manfaat okra bagi kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berapakah dosis interaksi red mud dan pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra   pada tanah PMK. Penelitian ini dilaksanakan di lahan penelitian Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Waktu penelitian ini dimulai pada tanggal 20 Mei-04 Juli 2024. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dalam bentuk faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor, faktor pertama adalah red mud   (R) yang terdiri dari 3 taraf dan faktor kedua adalah pupuk NPK (N) yang terdiri dari 3 taraf. Perlakuan seluruhnya 9 kombinasi terdiri dari 3 ulangan dan setiap kombinasi perlakuan terdapat 4 tanaman sampel, dengan demikian terdapat 108 tanaman. Faktor pertama adalah red mud (A) terdiri dari 3 taraf yaitu r1 = 2,6 ton/ha setara dengan 13,3 g/polybag, r2 = 4 ton/ha setara dengan 20 g/polybag dan r3 = 8 ton/ha setara dengan 40 g/polybag. Faktor kedua adalah pupuk NPK (B) terdiri dari 3 taraf yaitu n1 = 300 kg/ha setara denga 3,75 g/tanaman, n2 = 400 kg/ha   setara dengan 5 g/ tanaman dan n3 = 500 kg/ha setara dengan 6,25 g/tanaman. Variabel penelitian meliputi tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat per buah, panjang buah dan diameter buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi 2,6 ton/ha setara 13,3 g/polybag red mud dan 300 kg/ha setara 3,75 g/tanaman pupuk NPK merupakan dosis efektif untuk pertumbuhan dan hasil tanaman okra pada tanah PMK.
PENGARUH KOMBINASI PUPUK KANDANG KAMBING, PUPUK HAYATI, DAN KAPUR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA KEDALAMAN MUKA AIR BERBEDA DENGAN SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR Andryani, Fiqka Fitri; Nurjani, Nurjani; Basuni, Basuni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i3.79914

Abstract

Penambahan unsur hara pada tanah aluvial dapat dilakukan dengan penambahan amelioran serta menggunakan sistem budidaya jenuh air pada kedalaman muka air berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Golden River Camp, Jl. Kalimas Tengah, Dusun Mawar, Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini berlangsung dari bulan 19 Juli - 10 November 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Split Blok, yang terdiri dari 2 (dua) faktor yaitu kedalaman muka air (D) sebagai main plot, dan kombinasi amelioran (P) sebagai subplot, dengan masing-masing 3 (tiga) ulangan. Kedalaman Muka Air tanah terdiri dari 2 taraf yaitu 𝑑1: kedalaman muka air 20 cm, dan 𝑑2: kedalaman muka air 30 cm di bawah permukaan tanah. Kombinasi amelioran terdiri dari 4 taraf yaitu 𝑝1: pupuk kandang kambing, 𝑝2: pupuk kandang kambing + kapur, 𝑝3: pupuk kandang kambing + pupuk hayati, dan 𝑝4: pupuk kandang kambing + pupuk hayati + kapur. Adapun dosis pupuk kandang kambing = 10 ton/ha, kapur 2 ton/ha, dan pupuk hayati 15 ml/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi amelioran lengkap berupa pupuk kandang kambing + kapur + pupuk hayati kedalaman 30 cm dan merupakan kombinasi yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga.