cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 2,161 Documents
PENAMBAHAN SERBUK KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L.) PADA SAAT PENYADAPAN NIRA KELAPA TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK GULA KELAPA SERBUK Sakira, Utin Dilla; Raharjo, Dwi; Priyono , Suko
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.103073

Abstract

Gula kelapa merupakan pemanis alami yang diperoleh dari hasil penyadapan nira kelapa dan diolah menjadi bentuk kristal atau padatan. Umumnya Gula kelapa berbentuk gula cetak namun kini telah banyak dikembangkan menjadi produk berbentuk serbuk yaitu gula kelapa serbuk. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan konsentrasi penambahan serbuk kayu secang pada saat penyadapan nira kelapa yang menghasilkan karakteristik organoleptik gula kelapa serbuk terbaik. Penelitian menggunakan analisis organoleptik dengan satu faktor yaitu konsentrasi serbuk kayu secang (0-5 gram). Parameter yang diamati adalah uji organoleptik deskriptif berupa (warna, aroma, rasa manis, rasa asam, rasa kelat dan kesukaan keseluruhan gula kelapa serbuk). Data hasil uji organoleptik dianalisis dengan uji kruskalwallis untuk mengetahui adanya pengaruh perlakuan terhadap karakteristik sensori yang diuji. Hasil penelitian menunjukkan penilaian karakteristik organoleptik berupa warna dengan nilai 2,73 (kuning tua), aroma dengan nilai 2,83 (agak beraroma karamel), rasa manis dengan nilai 3,77 (manis), rasa asam dengan nilai 1,30 (tidak asam), rasa kelat dengan nilai 1,20 (tidak kelat), dan kesukaan keseluruhan dengan nilai 4,07 (lebih suka).
APLIKASI PUPUK KANDANG BURUNG PUYUH DAN KALIUM DALAM MENINGKATKAN HASIL BAWANG MERAH Sabtia, Desi; Susana, Rini; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.103818

Abstract

Tanah Podsolik Merah Kuning (PMK) atau ultisol memiliki kendala utama berupa kejenuhan basa yang rendah serta kandungan hara dan bahan organik yang rendah sehingga berpengaruh terhadap produksi bawang merah. Upaya perbaikan sifat tanah PMK sebagai media budidaya bawang merah dapat dilakukan melalui pemberian pupuk kandang burung puyuh dan kalium. Pupuk kandang burung puyuh berperan dalam meningkatkan bahan organik dan aktivitas mikroorganisme tanah, sedangkan pupuk kalium berfungsi dalam menunjang pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis interaksi pupuk kandang burung puyuh dan pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah PMK. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura pada bulan Mei–Juni 2025 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor perlakuan, yaitu pupuk kandang burung puyuh (30, 40, dan 50 ton/ha) dan pupuk kalium (150, 200, dan 250 kg/ha), masing-masing diulang tiga kali. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi nyata terhadap tinggi tanaman umur 2–4 MST, jumlah daun 4 MST, dan berat segar tanaman. Interaksi dosis pupuk kandang burung puyuh 50 ton/ha dan pupuk kalium 150 kg/ha memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah PMK
EVALUASI SENSORI YOGHURT DENGAN PENAMBAHAN KOMBUCHA LIANG TEH SARI JERUK SAMBAL Chairunnisa, Wafa; Dewi, Yohana Sutiknyawati Kusuma; Raharjo, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.104218

Abstract

Yoghurt adalah produk fermentasi susu yang dibantu oleh bakteri asam laktat laktat (BAL) seperti Lactobacillus bulgaricus dan Streptococus thermopillus. Yoghurt susu sapi memiliki warna putih pucat dan aroma susu yang kuat, serta rasa yang sederhana. Penambahan kombucha pada pembuatan yoghurt berpotensi meningkatkan karakteristik sensori yoghurt. Kombucha liang teh sari jeruk sambal sudah diformulasikan dengan memiliki karakteristik warna kuning kemerahan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan konsentrasi penambahan kombucha liang teh sari jeruk sambal terhadap karakteristik sensori yoghurt terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu penambahan kombucha liang teh sari jeruk sambal pada yoghurt dengan konsentrasi 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%. Karakteristik sensori yang diamati yaitu tekstur, warna, aroma, dan rasa. Hasil uji sensori dianalisis dengan metode Kruskal wallis. Penentuan perlakuan terbaik dilakukan dengan uji indeks efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yoghurt dengan penambahan 15% kombucha liang teh sari jeruk sambal dengan nilai sensori tekstur 2,87 (kental), nilai sensori warna 2,87 (kuning keemasan), nilai sensori aroma 3,40 (beraroma asam segar khas kombucha), dan nilai sensori rasa 3,77 (lebih asam khas kombucha).
EVALUASI SENSORI WHEY DENGAN SUPLEMENTASI KOMBUCHA LIANG TEH PONTIANAK Darmaniva, Marentina; Dewi, Yohana Sutiknyawati Kusuma; Sholahuddin, Sholahuddin
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.104222

Abstract

Whey merupakan hasil samping pengolahan keju yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk pangan, namun pemanfaatannya masih terbatas akibat karakteristik sensori yang kurang disukai, terutama munculnya aroma dan rasa tidak diinginkan (off-flavor). Salah satu pendekatan untuk memperbaiki karakteristik sensori whey adalah melalui fermentasi menggunakan kombucha. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik sensori whey dengan suplementasi kombucha Liang Teh Pontianak sebagai inovasi pemanfaatan bahan herbal lokal. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor, yaitu suplementasi kombucha Liang Teh Pontianak dengan enam taraf perlakuan (0%, 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%) dan empat ulangan. Uji sensori dilakukan secara deskriptif dengan skala 1–5 terhadap atribut warna, aroma, rasa, dan tekstur menggunakan 30 panelis. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis pada taraf signifikansi 5% dan penentuan perlakuan terbaik dilakukan dengan uji indeks efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi kombucha Liang Teh Pontianak berpengaruh nyata terhadap seluruh atribut sensori whey. Perlakuan terbaik diperoleh pada suplementasi 20%. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombucha Liang Teh Pontianak berpotensi digunakan untuk memperbaiki karakteristik sensori whey dan meningkatkan penerimaan produk.
SUHU ONSET GELATINISASI PATI SUKUN, BERAS MERAH, DAN UBI JALAR UNGU ASAL KALIMANTAN BARAT Zharfa, Afika Meisya; Maherawati, Maherawati; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.104346

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dengan potensi sumber pati lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal dalam industri pangan. Pati dari sumber botani yang berbeda memiliki karakteristik termal yang beragam dan berpengaruh terhadap aplikasi pengolahannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan suhu onset gelatinisasi pati sukun, beras merah, dan ubi jalar ungu asal Kalimantan Barat sebagai dasar pemanfaatan pati lokal. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan eksploratif komparatif yakni membandingkan suhu onset gelatinisasi dari tiga sumber jenis pati. Pati diekstraksi melalui metode basah yang dimodifikasi, kemudian diuji suhu onset gelatinisasinya menggunakan pemanasan suspensi pati dan pengamatan perubahan viskositas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu onset gelatinisasi pati sukun, beras merah, dan ubi jalar ungu masing-masing sebesar 70°C ± 1,73; 71°C ± 1,40; dan 72°C ± 2,65. Perbedaan suhu onset gelatinisasi tersebut menunjukkan adanya pengaruh sumber botani terhadap stabilitas termal pati. Pati ubi jalar ungu memiliki stabilitas termal paling tinggi, diikuti oleh pati beras merah dan pati sukun. Penelitian ini berkontribusi dalam menyediakan data karakteristik termal pati lokal yang dapat digunakan sebagai dasar pemilihan bahan baku untuk formulasi dan pengembangan produk pangan berbasis sumber daya lokal.
ANALISIS RENDEMEN PATI DARI BERBAGAI SUMBER TANAMAN LOKAL DI KALIMANTAN BARAT Azis, Debby Febyola; Maherawati, Maherawati; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.104489

Abstract

Starch is a major plant polysaccharide widely utilized as a raw material in the food industry, making the diversification of starch sources from local plants increasingly important. One key parameter in evaluating the potential of starch sources is starch yield, which reflects both starch content and extraction efficiency. This study aimed to analyze and compare the starch yield of three local plant sources from West Kalimantan, namely breadfruit (Artocarpus altilis), purple sweet potato (Ipomoea batatas), and red rice (Oryza sativa L.). The research was conducted using a randomized block design with one treatment factor, starch source, and three replications. Starch extraction was carried out through crushing, filtration, sedimentation, drying, and sieving processes, with several method modifications. Data were analyzed descriptively using quantitative approaches. The results showed that purple sweet potato produced the highest starch yield (9.14%), followed by red rice (8.28%), while breadfruit starch showed the lowest yield (2.23%). These differences were influenced by the biological and morphological characteristics of each raw material. This study provides preliminary scientific data on the starch yield of local plant resources from West Kalimantan, contributing to the development of alternative and sustainable starch sources for food and non-food applications.
PENGARUH TAILING BAUKSIT DAN BIOCHAR TONGKOL JAGUNG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU VAR. VIMA-4 PADA TANAH GAMBUT Ma'ruf, Rizky Mardiansyah; Susana, Rini; Ramadhan, Tris Haris
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.105114

Abstract

Lahan gambut dalam budidaya kacang hijau memiliki beberapa kendala diantaranya pH yang rendah dan porositas yang tinggi sehingga dapat menghambat pertumbuhan kacang hijau. Upaya untuk mengatasi kendala tanah gambut tersebut dapat dilakukan dengan pemberian tailing bauksit dan biochar tongkol jagung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis kombinasi terbaik antara tailing bauksit dan biochar tongkol jagung terhadap pertumbuhan kacang hijau var. Vima-4 pada tanah gambut. Rancangan penelitian yaitu Rancangan Acak Lengkap Faktorial, yang terdiri dari 2 faktor perlakuan tailing bauksit (t) yang terdiri dari 3 taraf  perlakuan (t1 = 10 ton/ha), (t2 = 15 ton/ha), (t3 = 20 ton/ha) dan biochar tongkol jagung (b) dengan 3 taraf perlakuan (b1 = 7,5 ton/ha), (b2 = 15 ton/ha), (b3 = 22,5 ton/ha), masing-masing diulang tiga kali dengan empat sampel tanaman per unit. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, umur berbunga, berat kering tanaman, volume akar, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per polong, berat biji per tanaman, berat 100 butir biji kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara tailing bauksit dan biochar tongkol jagung terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada tanah gambut. Namun, didapatkan dosis tailing bauksit dan biochar tongkol jagung  secara tunggal yang efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada tanah gambut yaitu, 10 ton/ha tailing bauksit dan 7,5 ton/ha biochar tongkol jagung.
PENGARUH EKSTRAK SERAI DAPUR, BABANDOTAN DAN KOMBINASINYA TERHADAP HAMA KUTU DAUN (Aphis gossypii) CABAI Lara, Lara; Hernowo, Kukuh; Hendarti, Indri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.105681

Abstract

Kutu daun (Aphis gossypii) merupakan hama utama pada tanaman cabai yang berpotensi menurunkan hasil produksi. Penggunaan insektisida sintetik secara berlebihan menimbulkan dampak negatif, sehingga diperlukan alternatif pengendalian yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh ekstrak serai dapur, ekstrak babandotan dan kombinasinya terhadap kutu daun pada tanaman cabai. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan enam ulangan, yaitu kontrol, ekstrak serai dapur (Cymbopogon citratus) 10%, ekstrak babandotan (Ageratum conyzoides L.) 10%, serta kombinasi serai dapur 5% + babandotan 5%. Pengujian dilakukan dengan metode pencelupan daun dan pengamatan hingga 72 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh ekstrak nabati meningkatkan mortalitas dan kecepatan kematian kutu daun dibandingkan kontrol. mortalitas tertinggi sebesar 36,89%, nilai kecepatan kematian tercepat yaitu 2,43, serta nilai rerata efikasi sebesar 35,37% pada pengamatan 48 jam. Perlakuan kombinasi ekstrak serai dapur dan babandotan menunjukkan efektivitas yang lebih baik dibandingkan ekstrak serai dapur tunggal, namun masih lebih rendah dibandingkan ekstrak babandotan tunggal.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN EDAMAME TERHADAP PEMBERIAN ABU TERBANG DAN PUPUK GRAND K PADA TANAH PMK Purnama, Zulfian; Rianto, Fadjar; Susana, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.105709

Abstract

Tanah Podsolik Merah Kuning merupakan tanah masam dengan kendala kimia dan fisika yang kurang mendukung pertumbuhan tanaman, sehingga diperlukan pembenah tanah dan pemupukan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh abu terbang dan pupuk Grand K terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai edamame pada tanah Podsolik Merah Kuning dan menentukan kombinasi terbaik pemberian abu terbang dan Pupuk Grand K terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman edamame di tanah PMK. Percobaan dilaksanakan di kecamatan Pontianak Barat selama 3 bulan menggunakan rancangan kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor abu terbang 0 dan 84 ton/ha dan Pupuk Grand K 184, 276, dan 368 kg/ha, masing-masing diulang empat kali. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, umur bunga, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong, jumlah polong isi, presentase polong hampa, danberat polong segar. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, tidak terjadiinteraksi antaran pemberian abu terbang dan pupuk Grand K terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai edamame pada tanah PMK. Namun, perlakukan tanpa abu terbang dan dosis pupuk Grand K 276 kg/ha memberikan hasil terbaik. Meskipuk terdapat interaksi antara kedua faktor, kombinasi perlakukan tanpa abu terbang + pupuk Grand K 276 kg/ha memberikan respon paling baik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah PMK.
SERANGAN HAMA PENGHISAP BULIR PADI (Leptocorisa acuta) PADA TANAMAN PADI HITAM ASAL SEKADAU Asiang, Asiang; Hernowo, Kukuh; Palupi, Tantri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.105868

Abstract

Padi hitam merupakan salah satu jenis padi lokal yang menghasilkan beras berwarna hitam dan semakin diminati masyarakat seiring meningkatnya kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat. Namun, dalam proses budidayanya terdapat berbagai kendala yang dapat menurunkan hasil produksi, salah satunya adalah serangan hama penghisap bulir padi (Leptocorisa acuta). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat serangan hama penghisap bulir padi (L. acuta) serta mengkaji tingkat kerusakan yang ditimbulkan pada padi hitam asal Sekadau. Penelitian dilaksanakan di lahan petani di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat selama ±6 bulan dengan menggunakan metode survei melalui pengamatan langsung di lapangan. Pengamatan dilakukan terhadap populasi telur, nimfa, dan imago L. acuta, serta tingkat serangan pada malai dan bulir padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa L. acuta ditemukan pada seluruh lokasi pengamatan dengan populasi yang relatif tinggi sejak awal fase generatif. Populasi imago cenderung meningkat hingga pertengahan fase pengisian bulir, sedangkan populasi telur dan nimfa menunjukkan pola fluktuatif selama periode pengamatan. Tingkat serangan L. acuta tergolong sangat tinggi dengan persentase malai terserang mencapai 100%, sedangkan persentase bulir terserang pada Petak I sebesar 98,30% dan pada Petak II sebesar 96,13%.