cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
contact@unismuhpalu.ac.id
Editorial Address
Jalan Jabal Nur No.1, Talise, Mantikulore, Talise, Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94118
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Kolaboratif Sains
ISSN : -     EISSN : 26232022     DOI : https://doi.org/10.31934/jom
Jurnal Kolaboratif Sains merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Palu. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dalam bentuk Hasil Penelitian, Laporan Penelitian, Literatur Review. Semua manuskrip yang dikirimkan adalah peer review oleh para ahli di bidang yang relevan. Tujuan dan Lingkup Jurnal Kolaboratif Sains untuk mendukung para akademisi/peneliti pada penelitian multidisiplin untuk mempublikasikan karya ilmiahnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023" : 20 Documents clear
Kajian Awal Sintesis Reduced Graphene Oxide (rGO) Metode Iradiasi Microwave dan Ultrasonikasi : Preliminary Study of Microwave Irradiation and Ultrasonic Reduced Graphene Oxide (rGO) Synthesis Titin Aryani; Isnin Aulia Ulfah Mu’awanah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i8.3623

Abstract

Grafena merupakan material yang banyak digunakan pada berbagai aplikasi. Salah satu bentuk grafena yang banyak disintesis adalah reduced Graphene Oxide (rGO). Metode sintesis grafena telah banyak dipelajari. Umumnya sintesis grafena dilakukan dalam beberapa tahap yang merupakan metode kombinasi. Salah satu cara untuk menilai hasil sintesis adalah melakukan karakterisasi berdasarkan absorbansi grafena menggunakan spektrofotometri Uv-Vis. Pada penelitian ini telah dilakukan sintesis grafena menggunakan iradiasi microwave dan ultrasonikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode iradiasi microwave dan ultrasonikasi menggunakan bahan grafit tereksfoilasi memberikan serapan absorbansi terbaik yang spesifik menunjukkan karakter rGO dibandingkan serbuk grafit. Kesimpulan dari penelitian ini adalah berdasarkan karakterisasi rGO menggunakan spektrofotometri Uv-Vis, grafit tereksfoilasi merupakan bahan yang lebih baik dibandingkan grafit tanpa eksfoilasi untuk digunakan dalam sintesis rGO menggunakan metode iradiasi microwave dan ultrasonikasi karena memberikan puncak yang spesifik untuk rGO pada panjang gelombang 266 nm.
Mobilitas Sosial pada Usia Produktif Masyarakat Pesisir di Desa Bagan Percut: Social Mobility at the Productive Age of Coastal Communities in Bagan Percut Village Diva Aulia Nathasya; Eka Fitria Saragih; Hasanatun Laili; Keyla Harista Nasution; Khairiyah Dwie Vanesa; Medina Elly Vanda; Mega Rahmadani Siregar; Nurfaizah Hasibuan; Raisa Shabrina Batu Bara; Rizqa Auliyah Shifah Sagala; Delfriana Ayu A
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i8.3700

Abstract

Mobilitas sosial dapat berlangsung di semua masyarakat yang memiliki sistem stratifikasi terbuka, termasuk masyarakat nelayan yang memiliki tingkatan sosial yang berbeda-beda sesuai dengan aturan yang berlaku di masyarakat mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana proses pergerakan sosial yang terjadi pada masyarakat nelayan, terutama pada usia produktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif, dengan teknik pengumpulan data yang meliputi angket atau kuesioner dan wawancara serta pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas nelayan di Desa Bagan Percut berusia di atas 30 tahun, dengan presentase mencapai 77%, dan memiliki rata-rata 2-3 anak yang menjadi tanggungan sebanyak 63%. Tingkat pendidikan rata-rata nelayan di sana adalah SMP sebanyak 16%. Sebanyak 83% nelayan memiliki rumah yang dimilikinya sendiri. Sementara itu, sebanyak 53% nelayan memiliki penghasilan maksimal kurang dari Rp. 2.000.000. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa tidak ada perubahan dalam pergerakan sosial yang dialami oleh masyarakat pesisir Desa Bagan Percut, karena pendapatan dari pekerjaan sebelumnya dan menjadi nelayan tidak berbeda jauh meskipun sudah melakukan peralihan profesi. Nelayan buruh, yang bekerja sebagai nelayan tetapi tidak memiliki perahu atau alat tangkap ikan sendiri, hanya bekerja untuk menangkap ikan bersama dengan nelayan lain dalam satu kapal dan mendapatkan upah datu penghasilan dibagi rata kepada pekerja lain dari penjualan hasil tangkap saat melaut. Aset seperti perahu untuk nelayan buruh tidak dimiliki karena ada beberapa nelayan penggarap atau buruh nelayan.
Uji Fisikokimia dan Organoleptik Bakso Daging Ayam Broiler dengan Penambahan Bahan Pengikat Tepung Porang: Physicochemical and Organoleptic Tests of Broiler Meat Meatball with the Addition of Porang Flour Binding Materials Hotim Riski Amaliyah; Nadia Maharani; Dani Agung Wicaksono; Ninik Sri Rahayu Wilujeng; Trias Ayu Laksanawati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i8.3707

Abstract

Daging ayam broiler adalah bahan pangan yang mengandung gizi yang tinggi, memiliki rasa dan aroma yang enak, tekstur yang lunak dan harga yang relatif murah, sehingga banyak masyarakat yang mengkonsumsi. Daging ayam broiler banyak dikonsumsi melalui berbagai jenis produk olahan pangan. Kelemahan daging utamanya daging ayam ialah mudah tercemar oleh mikroorganisme diantaranya Escherichia coli dan Salmonella melalui tanah, udara, air dan debu. Salah satu cara agar daging ayam tidak cepat mengalami kerusakan adalah dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuatan bakso. Salah satu ciri khas bakso adalah memiliki tekstur yang kenyal. Bahan pengenyal alami yang biasa digunakan adalah tepung tapioka dan tepungporang. Tepung porang merupakan olahan dari umbi porang (Amorphophallus muelleri Blume) dengan umur simpan relatif panjang yang memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan di industri pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisik (rendemen dan daya ikat air), kualitas kimia (kadar air) serta mutu organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur) terhadap bakso ayam broiler dengan penambahan bahan pengikat tepung porang. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan yaitu P0 (0% tepung porang), P1 (0,5% tepung porang), P2 (1% tepung porang), P3 (1,5% tepung porang) masing-masing diulang sebanyak 6 kali ulangan sehingga diperoleh total 24 sampel penelitian. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung porang memberikan pengaruh nyata (P<0,01) terhadap nilai kadar air, warna, tekstur dan tidak berpengaruh pada rendemen, daya ikat air, rasa, aroma.
Pemberdayaan BUMDesma Sari Bumi dalam Peningkatan Nilai Tambah Simplisia Kunyit Kualitas C: Empowerment of BUMDesma Sari Bumi in Increasing the Added Value of C-Grade Turmeric Simplisia Imam Santoso; Annisa'u Choirun; Findi Citra Kusumasari; Resti Pranata Putri; Vicky Pratama Putra; Dimas Triardianto; Aulya Az Zaafirrahman
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i8.3747

Abstract

BUMDesma Sari Bumi merupakan salah satu badan usaha yang melakukan pengolahan rimpang menjadi simplisia. Produksi simplisia tersebut mampu meningkatkan pendapatan petani sekitar 10-20%. Salah satu produk simplisia yang mempunyai pembeli potensial adalah simplisia kunyit dengan total produksi yang mencapai 5 ton/tahun. Simplisia kunyit akan diterima oleh offtaker sesuai dengan kualitas dan kuantitas yang telah ditentukan. Permasalahannya adalah apabila terdapat simplisia kunyit yang berkualitas C maka akan dikembalikan ke gudang, sehingga terjadi penumpukan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah simplisia kunyit kualitas C dengan cara mengolahnya menjadi minuman bubuk kunyit celup. Metode yang digunakan adalah Participatory Technology Development dan metode training. Hasil yang diperoleh adalah peserta mampu membuat produk minuman bubuk kunyit celup dari bahan simplisia kualitas C. Nilai tambah yang diperoleh dari proses pembuatan bubuk kunyit celup yakni sebesar Rp. 40.077/kg dengan rasio nilai tambah sebesar 76,5% serta margin keuntungan pada usaha minuman bubuk kunyit celup sebesar Rp. 47.077/kg.
The Upaya Pengetahuan Pola Swamedikasi pada Mahasiswa Kesehatan di Kota Medan : Efforts to Knowledge of Self-Medication Patterns in Health Students in Medan City Wahyudi; Hasanatun Laili; Medina Elly Vanda; Mega Rahmadani Siregar; Muhammad Ridwan; Rizqa Auliyah Shifah Sagala
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i8.3785

Abstract

Swamedikasi adalah upaya pengobatan diri sendiri untuk meggunakan atau memperoleh obat tanpa diagnosis, resep, pengawasan atau konsultasi pada dokter untuk mengobati suatu penyakit ringan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan upaya swamedikasi pada mahasiswa kesehatan di tiga universitas di kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif menggunakan metode survey. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner via google form yang selanjutnya akan dianalisis untuk dapat mendeskripsikan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan swamedikasi mahasiswa tiga Universitas di Kota Medan terkategori cukup baik dimana Universitas A 50% sering mendengar istilah swamedikasi dan 56,66% mengetahui bahwa antibiotic harus dibeli dengan resep dokter, Universitas B 40% sangat familiar dan paham istilah swamedikasi dan 90% mengetahui bahwa antibiotic harus dibeli dengan resep dokter, Universitas C 40% sering mendengar istilah swamedikasi dan 76,60% mengetahui bahwa antibiotic harus dibeli dengan resep dokter. Upaya swamedikasi mahasiswa termasuk kategori cukup baik pada Universitas A 40%, Universitas B 83,33% dan Universitas C 60% melakukan upaya swamedikasi ketika mengalami sakit ringan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa 78,9% mahasiswa di universitas A, B, dan C telah melakukan upaya swamedikasi dengan cara menyimpan obat yang digunakan saat mereka sakit. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa Universitas B memiliki tingkat pengetahuan swamedikasi paling tinggi 90% dan upaya swamedikasi 83,3% diantara tiga Univeristas di Kota Medan dan termasuk kategori baik.
Pemberdayaan BUMDesma Sari Bumi dalam Peningkatan Nilai Tambah Simplisia Kunyit Kualitas C: Empowerment of BUMDesma Sari Bumi in Increasing the Added Value of C-Grade Turmeric Simplisia Adinda Azima Riskiya Sibarani; Anisa Ayu Lestari; Aprida Aulia Rizki; Rahmi Vovo; Silvina Mutia Afrianda; Putra Apriadi Siregar
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i8.3786

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang terjadi dibanyak kota di dunia dalam skala berbeda, yang dimana banjir terjadi ketika luapan air menenggelamkan tanah yang biasanya kering. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular dunia. Hampir empat juta orang meninggal akibat ISPA setiap tahun (WHO, 2012). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengatahuan, sikap dan tindakan masyarakat terhadap pencegahan penyakit ISPA pasca banjir di jalan Kiwi Kelurahan Mencirim Kecamatan Binjai Timur Kota Binjai. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif, Dengan teknik pengambilan sampel dilakukan secara Probability Sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah Masyarakat di Jalan Kiwi Kelurahan Mencirim Kecamatan Binjai Timur Kota Binjai, dengan menggunakan sampel sebanyak 30 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat di jalan Kiwi Kelurahan Mencirim Kecamatan Binjai berada pada kategori yang tidak baik dalam pengetahuan dengan persentase 56,7%, lalu dalam sikap termasuk pada kategori baik dengan persentase sebanyak 83,3% dan masyarakat juga banyak melakukan tindakan pencegahan penyakit ISPA pasca banjir dengan persentase 86,7%. Disimpulkan bahwa sikap dan tindakan pencegahan masyarakat terhadap penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Jalan Kiwi Kelurahan Mencirim Kecamatan Binjai Timur Kota Binjai termasuk dalam kategori baik.
Perbandingan Pola Swamedikasi Masyarakat Perkotaan dengan Masyarakat Pedesaan Sumatera Utara: Comparison of Self-Medication Patterns in Urban Communities and Rural Communities in North Sumatra Wahyudi Wahyudi; Aguansyah Maulana Siregar; Muhammad Sahputra; Natasya Putri Lika; Sri Wahdina Tanjung; Tengku Armita Chairiyah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i8.3813

Abstract

Swamedikasi merupakan salah satu cara mengobati suatu penyakit ataupun gejala yang dikenal dan diketahui sendiri tanpa adanya bantuan tenaga kesehatan. Masyarakat kota yang biasanya memiliki tingkat pendidikan dan pengetahuan yang lebih tinggi dibandingkan masyarakat yang berada di desa, dapat membuat perilaku dan sikap mereka berbeda dalam menghadapi suatu masalah. Perilaku masyarakat yang sering melakukan swamedikasi dengan pengetahuan dan obat obatan yang rendah dapat menyebabkan masalah yang lebih serius dalam mengatasi penyakit tersebut. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan pola swamedikasi masyarakat yang ada di perkotaan dengan masyarakat yang berada di pedesaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara terhadap responden. Dengan responden berjumlah 120 dengan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat Kota Medan Marelan tergolong baik yaitu sebesar 82,9% dan upaya swamedikasi masyarakat Kota Medan Marelan tergolong baik yaitu sebesar 59.4%. Sedangkan tingkat pengetahuan masyarakat Desa Pantai Labu tergolong baik yaitu sebesar 66.0% dan upaya swamedikasi masyarakat Desa Pantai Labu tergolong baik yaitu sebesar 74.0%. Penelitian juga menunjukan bahwa bentuk obat yang disukai oleh masyarakat Kota Medan Marelan dan Desa Pantai Labu saat melakukan swamedikasi adalah obat berbentuk tablet. Dan obat yang biasa disimpan di rumah oleh masyarakat Kota Medan Marelan dan Desa Pantai Labu adalah obat demam/flu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat pengetahuan terhadap masyarakat kota tergolong baik 82.9%, dan memiliki upaya swamedikasi tergolong baik 59.4%. Sedangkan tingkat pengetahuan masyarakat Desa Pantai Labu tergolong baik 66.0%, dan upaya swamedikasi juga tergolong baik 74.0%.
Pemberian Fermentasi Ampas Kelapa dalam Pakan terhadap Pertumbuhan Ikan Mas (Cyprinus carpio): Application of Coconut Dregs Fermentation in Feed to the Growth of Carp (Cyprinus carpio) Ika Wahyuni Putri; Aliyas, Aliyas
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i8.3817

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi yang baik untuk pertumbuhan ikan mas (Cyprinus carpio). Penelitian ini dilaksanakan di desa Buntuna Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli. Bahan uji yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ikan mas (Cyprinus carpio) berjumlah 180 ekor yang berumur 1 bulan. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan, yakni: P1 kontrol (100% pelet komersial), P1 10% ampas kelapa terfermentasi 90% pelet komersial, P2 20% ampas kelapa terfermentasi 80% pelet komersial, dan P3 30% ampas kelapa terfermentasi 70% pelet komersial. Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa ampas kelapa terfermentasi sebanyak 30% tidak berbeda nyata dengan P0 yang mengandung 100% pelet komersial.
Hubungan Antara Kebiasaan Minum Kopi dengan Kejadian Dismenore Primer pada Mahasiswi Universitas X Kota Medan : The Reationship between Coffee Drinking Habits and the Incidence of Primary Dysmenorrhea in Students of X University Medan City Nofi Susanti; Mayumi Ershanda; Indah Rizqika; Daffa Dhiba Oesraini
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i8.3888

Abstract

Dismenore ialah masalah ginekologis yang paling sering terjadi dihadapi oleh perempuan, baik tua maupun muda. Dismenore adalah rasa sakit yang terjadi selama menstruasi dan terjadi karena kejang pada otot di dalam rahim. Rasa sakit ini dapat membuat sulit untuk bergerak setiap hari, dan sebagian besar memengaruhi wanita.Kopi sendiri merupakan salah satu minuman yang paling familiar bagi mahasiswa. Meminum kopi sudah menjadi kebiasaan ketika tugas sudah menumpuk dan deadline yang dekat terutama pada kalangan Mahasiswi. Mereka mengkonsumsi kopi dengan alasan ingin begadang dikarenakan mengejar deadline.Maka,Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kebiasaan minum kopi dengan prevalensi dismenorea primer pada mahasiswi X Medan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik simple random sampling yang mengumpulkan data via Gform . Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 52 responden dengan pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Dari 52 responden yang menjadi sampel pada penelitian ini didapatkan kebiasaan minum kopi Mahasiswi Universitas X Kota Medan sebanyak 47 responden (90,38%) yang dikategorikan ringan, 4 responden (7,69%) dikategorikan sedang, dan 1 responden (1,92%) dikategorikan berat. Hasil yang didapatkan bahwa tidak memiliki hubungan antara kebasaan minum kopi dengan kejadian dismenore primer pada Mahasiswi Universitas X Kota Medan. Ada kemungkinan faktor lain yang menyebabkan Mahasiswi Universitas X Kota Medan mengalai Dismenore Primer yaitu faktor keturunan/riwayat keluarga.
Interprofessional Collaboration dalam Upaya Pencegahan Stunting di Pelayanan Kesehatan : Interprofessional Collaboration in Effort Prevention of Stunting in Health Services Mustari; Risnah; Muhammad Irwan; Salmah Arafah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i8.3987

Abstract

Salah satu permasalahan kesehatan secara nasional yang diakibatkan oleh faktor multidimensi sehingga membutuhkan perhatian dan penanganan bersama pada anak adalah stunting. Dampak jangka pendek dan jangka panjang ditemukan pada penderita stunting akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dibuat dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) yang bertujuan untuk mengidentifikasi upaya petugas kesehatan secara Interprofessional Collaboration. Hasil kegaiatan Focus Group Discussion (FGD) menunjukkan bahwa Berbagai program dan upaya petugas kesehatan secara Interprofessional Collaboration telah dilaksanakan dengan baik dalam berbagai tantangan dan kendala yang ada di masyarakat dan berharap terdapat inovasi program sebagai rencana tindak lanjut terkait pencegahan stunting di Puskesmas Tuppu Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang.

Page 1 of 2 | Total Record : 20


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 2: Februari 2026 Vol. 9 No. 1: Januari 2026 Vol. 8 No. 12: Desember 2025 Vol. 8 No. 11: November 2025 Vol. 8 No. 10: Oktober 2025 Vol. 8 No. 9: September 2025 Vol. 8 No. 8: Agustus 2025 Vol. 8 No. 7: Juli 2025 Vol. 8 No. 6: Juni 2025 Vol. 8 No. 5: Mei 2025 Vol. 8 No. 4: April 2025 Vol. 8 No. 3: Maret 2025 Vol. 8 No. 2: Februari 2025 Vol. 8 No. 1: Januari 2025 Vol. 7 No. 12: Desember 2024 Vol. 7 No. 11: November 2024 Vol. 7 No. 10: Oktober 2024 Vol. 7 No. 9: September 2024 Vol. 7 No. 8: Agustus 2024 Vol. 7 No. 7: July 2024 Vol. 7 No. 6: Juni 2024 Vol. 7 No. 5: MEI 2024 Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 Vol. 7 No. 3: MARET 2024 Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024 Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024 Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 Vol. 6 No. 11: NOVEMBER 2023 Vol. 6 No. 10: OKTOBER 2023 Vol. 6 No. 9: SEPTEMBER 2023 Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023 Vol. 6 No. 7: JULI 2023 Vol. 6 No. 6: JUNI 2023 Vol. 6 No. 5: MEI 2023 Vol. 6 No. 4: APRIL 2023 Vol. 6 No. 3: MARET 2023 Vol. 6 No. 2: FEBRUARI 2023 Vol. 6 No. 1: JANUARI 2023 Vol. 5 No. 12: DESEMBER 2022 Vol. 5 No. 11: NOVEMBER 2022 Vol. 5 No. 10: OKTOBER 2022 Vol. 5 No. 9: SEPTEMBER 2022 Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2022 Vol. 5 No. 7: JULI 2022 Vol. 5 No. 6: JUNI 2022 Vol. 5 No. 5: MEI 2022 Vol. 5 No. 4: APRIL 2022 Vol. 5 No. 3: MARET 2022 Vol. 5 No. 2: FEBRUARI 2022 Vol. 5 No. 1: JANUARI 2022 Vol. 4 No. 12: DESEMBER 2021 Vol. 4 No. 11: NOVEMBER 2021 Vol. 4 No. 10: OKTOBER 2021 Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2021 Vol. 4 No. 8: AGUSTUS 2021 Vol. 4 No. 7: JULI 2021 Vol. 4 No. 6: JUNI 2021 Vol. 4 No. 5: MEI 2021 Vol. 4 No. 4: APRIL 2021 Vol. 4 No. 3: MARET 2021 Vol. 4 No. 2: FEBRUARI 2021 Vol. 4 No. 1: JANUARI 2021 Vol. 3 No. 9: DESEMBER 2020 Vol. 3 No. 8: NOVEMBER 2020 Vol. 3 No. 7: OKTOBER 2020 Vol. 3 No. 6: SEPTEMBER 2020 Vol. 3 No. 5: AGUSTUS 2020 Vol. 3 No. 4: JULI 2020 Vol. 3 No. 3: JUNI 2020 Vol. 3 No. 2: MEI 2020 Vol. 3 No. 1: APRIL 2020 Vol. 2 No. 1: Oktober 2019 Vol. 1 No. 1: Oktober 2018 More Issue