cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
contact@unismuhpalu.ac.id
Editorial Address
Jalan Jabal Nur No.1, Talise, Mantikulore, Talise, Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94118
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Kolaboratif Sains
ISSN : -     EISSN : 26232022     DOI : https://doi.org/10.31934/jom
Jurnal Kolaboratif Sains merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Palu. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dalam bentuk Hasil Penelitian, Laporan Penelitian, Literatur Review. Semua manuskrip yang dikirimkan adalah peer review oleh para ahli di bidang yang relevan. Tujuan dan Lingkup Jurnal Kolaboratif Sains untuk mendukung para akademisi/peneliti pada penelitian multidisiplin untuk mempublikasikan karya ilmiahnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 44 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 5: MEI 2024" : 44 Documents clear
Hukum Pidana Bagi Anak di Bawah Umur Perspektif Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012: Criminal Law for Minors Perspective of Law Number 11 of 2012 Christina Bagenda; Ana Maria Gadi Djou; Maria Alberta Liza Quintarti; Yohanes Don Bosco Watu; Heri Budianto
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 5: MEI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v4i8.1940

Abstract

Pergaulan bagi anak akan berdampak positif karena membawa nilai-nilai kebaikan jika berada dalam koridor yang benar. Namun, pergaulan juga sering menyeret para remaja ke dalam perbuatan melanggar hukum, melakukan perbuatan asusila, amoral, bahkan tindakan kejahatan. apabila anak dibawah umur melakukan Tindakan pidana semisal pembunuhan, diatur dalam Undang-undang No.11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Bentuk sanksi terhadap anak yang melakukan tindak pidana pembunuhan tidak diatur secara eksplisit, namun dalam UU No. 11 Tahun 2012 diatur mulai dari Pasal 69 s/d Pasal 83 yang pada intinya mengutamakan upaya diversi dan pidana penjara ½ dari maksimum pidana orang dewasa yang dikenakan sebagai upaya terakhir, tergantung dari unsur-unsur tindak pidananya dan juga melihat apakah akibat dari perbuatan tersebut mengakibatkan korban meninggal ataukah masih hidup.
Manajemen Pendidikan Karakter pada Remaja Generasi Z dalam Mengelola Kondisi Emosional: Character Education Management in Generation Z Teenagers in Managing Emotional Conditions Nur Andini Sudirman; Arum Putri Rahayu; Poltjes Pattipeilohy; Meriyati; Inayatul Mutmainnah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 5: MEI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v4i8.1942

Abstract

Remaja Generasi Z seringkali menghadapi tekanan emosional dari berbagai sumber seperti stres akademik, interaksi sosial, dan harapan masyarakat, yang berpotensi menyebabkan masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi. Artikel ini bertujuan untuk memberikan kontribusi analisis terbaru tentang manajemen karakter dan regulasi emosional yang disesuaikan dengan Generasi Z, dengan fokus pada nilai-nilai moral dan etika yang tinggi. Strategi seperti pendidikan emosional, penggunaan teknologi yang sehat, akses ke layanan kesehatan mental, dan lingkungan yang mendukung sangat penting untuk membantu. Keterlibatan orang tua, pelatihan guru, dan partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler juga diperlukan. Upaya kolaboratif dari para pemangku kepentingan penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan positif Generasi Z. Manajemen pendidikan karakter menjadi kunci dalam memastikan kesejahteraan mental dan emosional. Dengan memahami tantangan yang dihadapi dan menerapkan strategi yang sesuai, kita dapat membantu Generasi Z mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk mengatasi tekanan dan menjadi individu yang sehat dan kompetitif di era digital.
Pemberdayaan Kader Posyandu Dalam Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Toaya Kab. Donggala Provinsi Sulawesi Tengah: Empowerment of Posyandu Cadres in Stimulation, Detection and Early Growth and Development Intervention (SDIDTK) for Toddlers in the Working Area of the Toaya District Health Center. Donggala, Central Sulawesi Province Andi Fatmawati; Azizah Saleh; Fajrilah Kolomboy; Metrys Ndama; Lisnawati; Baharuddin Condeng
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 5: MEI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Donggala merupakan salah satu kabupaten yang berada di provinsi Sulawesi Tengah dengan jumlah Puskesmas sebanyak 18 unit. Tahun 2022 jumlah balita di kabupaten Donggala sebanyak 29.583 orang. Dari jumlah tersebut balita yang mendapat pelayanan penimbangan berat badan sebanyak 21.150 orang (71,5%), balita yang memiliki buku KIA dan dilakukan pemantuan pertumbuhan dan perkembangan sebanyak 21.077 orang (71,25%) serta dilakukan SDIDTK 19.784 orang (66,88%). Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita sudah dilaksanakan tetapi hanya sebatas menimbang berat badan saja, demikian juga pelayanan SDIDTK sudah dilakukan tetapi interpretasi hasil SDIDTK belum dilaksanakan secara maksimal, karena masih terbatasnya pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia yang melaksanakan di Posyandu serta sarana prasarana yang dimiliki. Selain itu masih terbatasnya pemahaman dan minat orang tua untuk membawa anak balitanya untuk mendapatkan pelayanan SDIDTK, Oleh karena itu pemantauan pertumbuhan dan perkembangan pada balita harus terus dikawal karena indikator ini memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak serta ikut berperan dalam menurunkan angka kecacatan dan kematian pada anak. Dengan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Dosen Poltekkes Kemenkes Palu dapat meningkatkan mutu layanan pada balita karena melibatkan kolaborasi antara Dosen Poltekkes Kemenkes Palu dengan pihak Puskesmas Toaya.
Perkawinan Lintas Agama Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif: Interfaith Marriage Perspective of Islamic Law and Positive Law Stelvia Wemly Noya; Hamzah Mardiansyah; Budi Srianto; Kalijunjung Hasibuan; Muhammadong
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 5: MEI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i5.2619

Abstract

Perkawinan menurut ketentuan Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan adalah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Apabila terjadi perkawinan lintas agama, maka Perkawinan yang dilangsungkan oleh pihak laki-laki dengan perempuan baik dalam pandangan hukum islam tidaklah sah dan tidak dibolehkan sebagaiamana dalam Q.S. Al Baqarah ayat 221). Kemudian dalam Pasal 40 huruf c KHI menegaskan bahwa dilarang melangsungkan perkawinan antara seorang pria dengan seorang wanita yang tidak beragama Islam. Begitu pula ditegaskan dalam Pasal 44 KHI bahwa seorang wanita Islam dilarang melangsungkan perkawinan dengan seorang pria yang tidak beragama Islam, sejalan dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia yang dikeluarkan pada tanggal 1 Juni 1980. Selain itu, Fatwa MUI 4/2005 juga menegaskan bahwa perkawinan beda agama adalah haram dan tidak sah. Sedangkan menurut hukum positif, perkawinan lintas agama juga dilarang sebagaimana Undang-Undang Perkawinan Pasal 2 ayat (1) menyatakan bahwa Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu. Di samping itu ketentuan Pasal 8 (f), bahwa Perkawinan dilarang antara dua orang yang mempunyai hubungan yang oleh agamanya atau peraturan yang berlaku, dilarang kawin. Bahkan dengan diterbitkan SE Ketua MA 2/2023 tentang petunjuk bagi hakim dalam mengadili perkara permohonan pencatatan perkawinan antar umat berbeda agama dan kepercayaan, maka pernikahan beda agama adalah tidak dapat dicatatkan karena jika diajukan ke pengadilan, hakim tidak dapat dikabulkan permohonan pencatatan perkawinannya.
Menutup Kesenjangan Digital: Studi tentang Meningkatkan Kehidupan UMKM Melalui Literasi Digital: Closing the Digital Divide: A Study on Improving Lives MSMEs Through Digital Literacy John Fedrick Louis Saragih; Ageng Jihan Faradilla; Rizqi Alhaq Nasution; Dwi Fatmi Adelina Tafonao; Dora Pitaloka; Bella Amelia; Munawaroh; Diana Dongoran
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 5: MEI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i5.4290

Abstract

Penelitian ini membahas pentingnya literasi digital dalam meningkatkan kehidupan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan tujuan menutup kesenjangan digital. Literasi digital telah menjadi kunci dalam memperluas akses UMKM terhadap peluang dan meningkatkan daya saing mereka dalam ekonomi yang semakin terdigitalisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review. Metode penelitian literature review adalah suatu pendekatan yang memeriksa, meninjau, dan mensintesis literatur yang relevan dan terkait dengan topik penelitian yang sedang dibahas. Prosedur ini melibatkan pencarian, seleksi, evaluasi, dan analisis berbagai sumber literatur seperti jurnal ilmiah, buku, artikel, dan publikasi lainnya yang relevan dengan topik penelitian Temuan menyoroti pentingnya pengembangan keterampilan dan pengetahuan digital bagi UMKM, serta perlunya upaya untuk mengurangi kesenjangan gender dalam literasi digital. Dalam konteks jangka pendek, literasi digital memainkan peran krusial dalam meningkatkan efisiensi operasional dan pemasaran UMKM, sementara dalam jangka panjang, literasi digital menjadi faktor penting dalam memungkinkan adaptasi dan inovasi untuk pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa investasi dalam literasi digital bukan hanya mendukung kemajuan UMKM secara individu, tetapi juga memberikan dampak positif pada perekonomian secara keseluruhan dengan mengurangi kesenjangan digital dan mempercepat inklusi digital di semua tingkatan masyarakat.
Asuhan Keperawatan pada Anak dengan Diagnosa Gangguan Sistem Pencernaan: Diare di Ruangan Catelia Rumah Sakit Umum Daerah Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Nursing Care for Children with Digestive System Disorders: Diarrhea in the Catelia Room, Undata Regional General Hospital, Central Sulawesi Province Aslan; Iriani, Indri; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 5: MEI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i5.4374

Abstract

Diare merupakan salah satu penyakit yang berbasis lingkungan ada dua faktor yang lebih dominan yaitu sarana air bersih dan pembuangan limbah cair yang ada di rumah tangga. Kedua faktor ini akan salin berinteraksi bersama dengan perlaku manusia. Apabilah faktor lingkungan yang tidak sehat karna tercemar kuman dari penyebab Diare, serta juga berinteraksi dengan perilaku manusia yang tidak sehat yaitu melalui makanan dan minuman maka hal ini akan dapat menimbulkan penyakit diare. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain istudi kasus deskriftif, populasi dalam penelitian ini adalah pasien anak dengan diare yang berada dirungan Catelia RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Dengan masalah Asuhan Keperawatan Anak Dengan Diagnosa Gangguan Sistem pencernaan: Diare. Di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Hasil penelitian ditemukan dari pengkajian pada An M, umur 9 bulan, jenis kelamin laki-laki, beragama Islam, Alamat untad I. Tanggal masuk rumah sakit 31 Juli 2023 Jam 01.00 WIT, tanggal pengkajian 31 Juli 2023 jam 12.00 WIT dirawat diruangan Catelia kelas II B dengan nomor rekam medik 01-07-16-11. Ibu pasien mengatakan pasien masuk kerumah sakit dengan keluhan BAB encer sudah 2 hari dan muntah-muntah. Keluhan saat di kaji ibu pasien mengatakan anaknya masih BAB encer dan muntah. Pemeriksaan fisik didapatkan Tanda-tanda vital Nadi 60x/ menit, RR 29x/ menit, Suhu 37,6 ?. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa BAB dan munta munta berkurang setelah dilakukan trapi injeksi IV pada An,M pada hari pertama pengkajian pasien masi BAB dan muntah muntah setelah dilakukan tindakan hari kedua masih BAB dan muntah satu kali setelah dilakukan tindakan hari ketiga BAB dan muntah muntah berkurang.
Faktor-Faktor Resiko Kejadian Infeksi Saluran Kemih pada Pasien Terpasang Kateter di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Risk Factors for Urinary Tract Infections in Patients with Catheters at Undata Hospital, Central Sulawesi Province Asda; Rabiah; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 5: MEI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i5.4375

Abstract

Infeksi Saluran Kemih (ISK) sering menyerang laki-laki dan perempuan dari berbagai kelompok usia dengan tampilan klinis beragam. Sekitar 40% infeksi di rumah sakit adalah ISK, dimana 80% disebabkan oleh pemasangan kateter. Keberadaan kateter meningkatkan 5% bakteri urine per hari. Kateter dalam jangka waktu pendek atau panjang memiliki angka infeksi 3-10% per hari. Penelitian ini bertujuan meneliti faktor-faktor resiko kejadian infeksi saluran kemih pada pasien terpasang kateter di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini bersifat deskriptif dan mengamati variabel independen dan dependen secara bersamaan. Penelitian ini juga merupakan studi cross-sectional dengan desain analitik observasional. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi faktor risiko yang mempengaruhi infeksi saluran kemih pada pasien dengan kateter urine menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 20 responden pasien terpasang kateter, mayoritas berusia di atas 64 tahun (65%) dan lebih banyak laki-laki (65%). Kemudian banyak responden yang tidak memiliki diabetes (95%) dan lama pemasangan kateter kurang dari atau sama dengan 6 hari (65%). Selain itu, terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin dan lama pemasangan kateter dengan infeksi saluran kemih, tetapi tidak ada hubungan signifikan antara usia atau diabetes dengan infeksi saluran kemih..Hasil penelitian diharapkan meningkatkan perawatan dan pengawasan kateter pada pasien terutama pada laki-laki dan yang memiliki lama pemasangan kateter lebih dari 6 hari. Edukasi dan tindakan pencegahan perlu ditingkatkan untuk mengurangi risiko infeksi saluran kemih pada pasien terpasang kateter.
Implementasi Pemberian Relaksasi Benson untuk Mengurangi Nyeri pada Pasien Post Operasi Fraktur di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Implementation of Benson Relaxation to Reduce Pain in Post-Operational Fracture Patients at Undata Hospital, Central Sulawesi Province Lumuan, Acin; Yulianti, Sri; Tahir, Syaiful
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 5: MEI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i5.4376

Abstract

Fraktur merupakan penyebab kematian ketiga di Indonesia setelah penyakit jantung koroner dan tuberculosis. Fraktur disebabkan oleh kecelakaan kerja maupun kecelakaan lalu lintas (Noorisa et al., 2017, patah tulang merupakan ancaman potensial atau nyata bagi seseorang, maka mereka mengalami gangguan fisiologis dan psikologis yang dapat menimbulkan reaksi berupa nyeri. Tujuan umum dari penulisan studi kasus ini adalah melakukan implementasi pemberian relaksasi Benson untuk mengurangi nyeri pada pasien post operasi fraktur di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Metode studi ini menggunakan metode deskriptif yaitu suatu penelitian yangdilakukan dengan tujuan utama untuk mendeskripsikan (memaparkan)peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada masa kini. Setelah diberikan intervensi relaksasi Benson pada pasien post operasi fraktur untuk mengurangi nyeri dilakukan 2 kali dalam 2 hari diwaktu pagi dan sore hari dengan durasi kurang lebih 15 menit secara rutin, nyeri berat dengan skala nyeri6. Hasilnya nyeri ringan (skala nyeri 2 ). Kesimpulan setelah dilakukan relaksasi benson pada pasien post operasi fraktur dengan masalah keperawatan nyeri akut didapatkan bahwa skala nyeri 2 nyeri ringan.
Implementasi Teknik Relaksasi Napas dalam pada Pasien Pre Operasi Stenosis Ureter terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah : Implementation of Deep Breathing Relaxation Techniques in Preoperative Ureteral Stenosis Patients to Reduce Anxiety Levels at Undata Hospital, Central Sulawesi Province Susanto, Taufik; Yulianti, Sri; Iriani, Indri
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 5: MEI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i5.4388

Abstract

ketiga di bidang Urologi. Urolithiasis atau batu saluran kemih adalah suatu kondisi yang terjadi ketika batu - batu ini keluar dari ginjal dan berpindah ke bagian lain dari sistem pengumpul urin, yang meliputi ureter, kandung kemih dan uretra. Penyebab terbentuknya batu dapat digolongkan dalam 2 faktor antara lain faktor endogen dan eksogen. Metode deskriptif ialah penelitian yang dimaksudkan untuk menyelidiki suatu kondisi, keadaan, atau peristiwa lain, kemudian hasilnya akan dipaparkan dalam bentuk laporan penelitian. Pemberian teknik relaksasi napas dalam dilakukan sebanyak 2 kali dalam 1 hari di pagi dan sore hari dengan durasi kurang lebih 15 menit secara rutin, biasanya diberikan pada klien yang mengalami kecemasan sedang. Teknik relaksasi napas dalam dapat dilakukan tidak hanya untuk pasien cemas teknik ini juga bisa digunakan pada pasien nyeri. Manfaat lain yang dapat diperoleh dari latihan napas dalam adalah meningkatkan inflasi alveolar maksimal, meredahkan kecemasan, menghilangkan pola aktivitas otot pernapasan yang tidak efektif dan tidak terkoordinasi, memperlambat laju pernapasan, dan mengurangi kerja pernapasan. Pernapasan yang lambat, santai, dan ritmis juga membantu mengendalikan kecemasan yang terjadi. Saran pada penelitian ini antara lain bagi institusi pendidikan, bagi tempat penelitian dan bagi peneliti.
Implementasi Pemberian Terapi Musik Murotal terhadap Nyeri Akut pada Ibu Post Sectio Caesarea di Rs Bhayangkara Kota Palu Sulawesi Tengah: Implementation of Murotal Music Therapy for Acute Pain in Post Sectio Caesarea Mothers at Bhayangkara Hospital, Palu City, Central Sulawesi Ariananda Marada, Yunansi; Febrianti, Nur; Rosita; Buyandaya
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 5: MEI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i5.4406

Abstract

Standar rata-rata operasi sectio caesarea (SC) sekitar 5-15%, data WHO global and pariental health 2011 menunjukkan 46,1% dari seluruh kelahiran melalui SC. Menurut statistik tentang 3.509 kasus SCyang di susun oleh peek dan Chamberlain. Indikasi untuk SC adalah di sponsori janin panggul 21% gawat janin 14% letak janin 10% preklamsia dan hipertensi 7% di china salah satu negara dengan SC meningkat drastis 3,4% pada tahun 1998 menjadi 39,9% pada tahun 2010 (World Health Organisation, 2019) Desain penelitian menggunakan deskriptif, desain ini adalah jenis studi kasus yang memberikan deskripsi suatu kasus tertentu, dan membutuhkan peneliti untuk menggunakan teori deskripsi yang menjelaskan tentang desain terperinci.Hasil penelitian studi kasus dari pengkajian yang di lakukan pada pasien di temukan Ny.U mengatakan nyeri pada bagian perut setelah operasi . data obyektif yang di dapatkan adalah skala nyeri 10, tampak meringis, hasil pemeriksaan fisik di dapatkan TD :110/80 mmHg, nadi :60x/menit, suhu : 36. Dengan agen pencidera fisik. Setelah di lakukan implementasi terapi musik selama 3 hari di dapatkan skala nyeri pada hari pertama 10 dan pada hari ke tiga implementasi di dapatkan hasil nyeri skala 2.Kesimpulan yang di dapatkan dari penelitian ini adalah nyeri akut pada ibu dengan kasus sectio caesarea dapat menurun dengan di berikannya terapi musik murotal selama 3 hari.

Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 2: Februari 2026 Vol. 9 No. 1: Januari 2026 -In Progress Vol. 8 No. 12: Desember 2025 Vol. 8 No. 11: November 2025 Vol. 8 No. 10: Oktober 2025 Vol. 8 No. 9: September 2025 Vol. 8 No. 8: Agustus 2025 Vol. 8 No. 7: Juli 2025 Vol. 8 No. 6: Juni 2025 Vol. 8 No. 5: Mei 2025 Vol. 8 No. 4: April 2025 Vol. 8 No. 3: Maret 2025 Vol. 8 No. 2: Februari 2025 Vol. 8 No. 1: Januari 2025 Vol. 7 No. 12: Desember 2024 Vol. 7 No. 11: November 2024 Vol. 7 No. 10: Oktober 2024 Vol. 7 No. 9: September 2024 Vol. 7 No. 8: Agustus 2024 Vol. 7 No. 7: July 2024 Vol. 7 No. 6: Juni 2024 Vol. 7 No. 5: MEI 2024 Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 Vol. 7 No. 3: MARET 2024 Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024 Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024 Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 Vol. 6 No. 11: NOVEMBER 2023 Vol. 6 No. 10: OKTOBER 2023 Vol. 6 No. 9: SEPTEMBER 2023 Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023 Vol. 6 No. 7: JULI 2023 Vol. 6 No. 6: JUNI 2023 Vol. 6 No. 5: MEI 2023 Vol. 6 No. 4: APRIL 2023 Vol. 6 No. 3: MARET 2023 Vol. 6 No. 2: FEBRUARI 2023 Vol. 6 No. 1: JANUARI 2023 Vol. 5 No. 12: DESEMBER 2022 Vol. 5 No. 11: NOVEMBER 2022 Vol. 5 No. 10: OKTOBER 2022 Vol. 5 No. 9: SEPTEMBER 2022 Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2022 Vol. 5 No. 7: JULI 2022 Vol. 5 No. 6: JUNI 2022 Vol. 5 No. 5: MEI 2022 Vol. 5 No. 4: APRIL 2022 Vol. 5 No. 3: MARET 2022 Vol. 5 No. 2: FEBRUARI 2022 Vol. 5 No. 1: JANUARI 2022 Vol. 4 No. 12: DESEMBER 2021 Vol. 4 No. 11: NOVEMBER 2021 Vol. 4 No. 10: OKTOBER 2021 Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2021 Vol. 4 No. 8: AGUSTUS 2021 Vol. 4 No. 7: JULI 2021 Vol. 4 No. 6: JUNI 2021 Vol. 4 No. 5: MEI 2021 Vol. 4 No. 4: APRIL 2021 Vol. 4 No. 3: MARET 2021 Vol. 4 No. 2: FEBRUARI 2021 Vol. 4 No. 1: JANUARI 2021 Vol. 3 No. 9: DESEMBER 2020 Vol. 3 No. 8: NOVEMBER 2020 Vol. 3 No. 7: OKTOBER 2020 Vol. 3 No. 6: SEPTEMBER 2020 Vol. 3 No. 5: AGUSTUS 2020 Vol. 3 No. 4: JULI 2020 Vol. 3 No. 3: JUNI 2020 Vol. 3 No. 2: MEI 2020 Vol. 3 No. 1: APRIL 2020 Vol. 2 No. 1: Oktober 2019 Vol. 1 No. 1: Oktober 2018 More Issue