cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
contact@unismuhpalu.ac.id
Editorial Address
Jalan Jabal Nur No.1, Talise, Mantikulore, Talise, Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94118
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Kolaboratif Sains
ISSN : -     EISSN : 26232022     DOI : https://doi.org/10.31934/jom
Jurnal Kolaboratif Sains merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Palu. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dalam bentuk Hasil Penelitian, Laporan Penelitian, Literatur Review. Semua manuskrip yang dikirimkan adalah peer review oleh para ahli di bidang yang relevan. Tujuan dan Lingkup Jurnal Kolaboratif Sains untuk mendukung para akademisi/peneliti pada penelitian multidisiplin untuk mempublikasikan karya ilmiahnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 47 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 9: September 2025" : 47 Documents clear
Perbandingan Ekstraksi Flavonoid dari Jamur Pleurotus ostreatus menggunakan Metode Microwave Asssisted Extraction dan Metode Sokletasi Utami, Sri; Titis Gayuh Putri Aji; Nabilla Shifa Syarani; Amelia Diva Loviana; Siti Rahmah Awalia; Bertina Seviana Putri; Afriedha Eka Ayu Mawarni; Muhammad Faiz Aditya
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 9: September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8532

Abstract

ABSTRAK Jamur Pleurotus ostreatus mengandung flavonoid yang memiliki manfaat penting bagi kesehatan, sehingga diperlukan pemilihan proses ekstraksi yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efisiensi ekstraksi antara metode Microwave Assisted Extraction (MAE) dan sokletasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium. Sampel penelitian yaitu miselium jamur Pleurotus ostreatus. Sampel dikeringkan dan dihaluskan, kemudian diekstraksi menggunakan metode MAE dengan pelarut akuades pada rasio 1:40, pada daya sedang selama 4 menit. Sedangkan pada metode sokletasi, digunakan pelarut etanol dengan suhu ekstraksi 78°C dan waktu ekstraksi selama 90 menit. Pengulangan sebanyak tiga kali dilakukan untuk setiap metode ekstraksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode MAE menghasilkan konsentrasi flavonoid sebesar 272,07 ppm dan total flavonoid sebesar 0,085 (QE/g). Di sisi lain, metode sokletasi menghasilkan konsentrasi flavonoid sebesar 343,47 ppm dengan total flavonoid 0,107 (QE/g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode sokletasi menghasilkan kadar flavonoid yang sedikit lebih tinggi, namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan dengan metode MAE. Selain itu, metode MAE menawarkan waktu ekstraksi yang jauh lebih singkat. Implikasi dari penelitian ini adalah metode MAE dapat menjadi alternatif yang efisien dan kompetitif untuk ekstraksi flavonoid dari Pleurotus ostreatus karena kecepatannya dan penggunaan pelarut air. ABSTRACT Pleurotus ostreatus mushrooms contain flavonoids that have significant health benefits, making the selection of an effective and efficient extraction process necessary. This study aims to compare the extraction efficiency between Microwave Assisted Extraction (MAE) and Soxhlet extraction techniques. The type of research used was laboratory experimental. The research sample, Pleurotus ostreatus mycelium, was dried and ground, then extracted using the MAE technique with aquades solvent at a ratio of 1:40, at 400 Watts for 4 minutes. Meanwhile, in the Soxhlet extraction technique, ethanol solvent was used with an extraction temperature of 78°C and an extraction time of 90 minutes. Three repetitions were conducted for each extraction technique. The results showed that the MAE technique produced a flavonoid concentration of 272.07 ppm and a total flavonoid content of 0.085 (QE/g). On the other hand, the Soxhlet technique yielded a flavonoid concentration of 343.47 ppm with a total flavonoid content of 0.107 (QE/g). The findings indicate that the Soxhlet technique produces a slightly higher flavonoid content, but there is no significant difference compared to the MAE technique. Furthermore, the MAE technique offers a significantly shorter extraction time. The implication of this study is that MAE can be an efficient and competitive alternative for extracting flavonoids from Pleurotus ostreatus due to its speed and the use of water as a solvent.
Perbandingan Produksi Enzim Selulase Dari Aspergillus niger Dengan dan Tanpa Menggunakan Penginduksi Carboxymethyl Cellulose (CMC): Comparison of Cellulase Enzyme Production from Aspergillus niger With and Without Using Carboxymethyl Cellulose (CMC) Inducer Aldevi Trisnawati Adam; Mahdalena Sy. Pakaya; Faramita Hiola; La Ode Aman; Wiwit Zuriati Uno
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 9: September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8536

Abstract

Enzim selulase merupakan enzim yang mampu mendegradasi selulosa dengan produk utamanya yakni glukosa, selobiosa dan xilooligosakarida, selulase memiliki sistem enzim yang tersusun dari endo-1,4-?-glukanase, ekso-1,4-?-glukanase dan ?-D-glukosidase. Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi enzim selulase dari Aspergillus niger dengan menggunakan penginduksi berupa CMC. Proses produksi dilakukan dengan menggunakan metode fermentasi cair dengan dan tanpa penambahan inducer. Aktivitas enzim selulase diuji secara kualitatif dilihat berdasarkan pembentukan zona hidrolitik. Hasil penelitian menunjukan bahwa enzim selulase yang diproduksi menggunakan inducer CMC membentuk zona hidrolitik lebih besar dibandingkan dengan tidak menggunakan inducer dengan nilai indeks aktivitas enzim secara berturut-turut sebesar 2,5 mm dan 1,93 mm. Dapat disimpulkan bahwa Aspergillus niger dapat menghasilkan enzim selulase lebih banyak dengan penambahan inducer CMC dibandingkan dengan tidak menggunakan inducer
Evaluasi Limbah Pati (Arenga pinnata) sebagai Atraktan Potensial pada Ovitrap untuk Pengendalian Vektor Aedes aegypti: Evaluation of Arenga pinnata Starch Waste as a Potential Attractant in Ovitraps for Aedes aegypti Vector Control Novita Eka Putri; Arifiani Agustin Amalia
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 9: September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8537

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu penyakit yang menjadi masalah di Indonesia. Peningkatan kasus terjadi saat musim penghujan tiba. Salah satu upaya pemberatasan penyakit ini adalah dengan mengendalikan vector yaitu nyamuk Aedes aegypti. Pengendalian vektor dengan kimia menggunakan insektisida mempunyai dampak negatif terhadap lingkungan. Pemakaian ovitrap adalah salah satu upaya untuk pengendalian vector DBD. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu eksperimental dengan rancangan post test only control group design. Cairan yang diuji dalam penelitian ini antara lain, rendaman jerami, rendaman limbah pati onggok, cairan fermentasi limbah onggok dan air sumur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi limbah pati onggok (Arenga pinnata) sebagai atractan pada perangkap nyamuk (ovitrap) dan membandingkan dengan air rendaman jerami. Hasil penelitian air rendaman jerami menjadi cairan atraktan yang efektif untuk mengundang nyamuk agar bertelur. Air rendaman onggok dan fermentasi onggok tidak efektif sebagi atraktan oviposisi tetapi efektif dalam mencegah telur menetas menjadi larva nyamuk.
Analisis Implementasi Kebijakan Desentralisasi dalam Peningkatan Pelayanan Publik di Pemerintah Daerah: Analysis of the Implementation of Decentralization Policy in Improving Public Services in Regional Governments Sampar; Sultan Hasanudding
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 9: September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8564

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan desentralisasi dalam peningkatan pelayanan publik di Provinsi Sulawesi Barat. Desentralisasi dipandang sebagai instrumen penting dalam memperkuat otonomi daerah dan meningkatkan kualitas layanan publik yang responsif serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, serta analisis interaktif model Miles dan Huberman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa desentralisasi di Sulawesi Barat telah memperluas akses layanan kesehatan, pendidikan, dan administrasi kependudukan, namun kualitas layanan belum merata antarwilayah. Faktor pendukung implementasi kebijakan meliputi adanya dukungan regulasi pusat, kepemimpinan daerah yang visioner, serta adopsi digitalisasi pelayanan publik. Sebaliknya, faktor penghambat meliputi keterbatasan kapasitas fiskal, ketergantungan pada dana transfer pusat, birokrasi yang belum profesional, serta rendahnya partisipasi substantif masyarakat dalam forum perencanaan.Penelitian juga menemukan bahwa kepemimpinan daerah dan partisipasi publik merupakan elemen kunci keberhasilan desentralisasi. Kepala daerah yang reformis mampu mendorong inovasi pelayanan publik, sementara partisipasi masyarakat yang bermakna dapat meningkatkan akuntabilitas dan legitimasi kebijakan. Strategi peningkatan pelayanan publik di Sulawesi Barat perlu difokuskan pada reformasi birokrasi berbasis merit system, penguatan kapasitas fiskal, transformasi digital, serta literasi politik masyarakat.
Efektivitas Konseling Kelompok Teknik Self Instruction Untuk Meningkatkan Self Esteem Pada Siswa SMP: Effectiveness Of Group Counseling Using Self Instruction Techniques To Improve Self Esteem In Junior High School Student BW, Putri Kumala Sari; Munifah, Munifah; Hasan, Hasan; Fitriani, Dian
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 9: September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat self esteem sebelu dan sesudah di berikan layanan konseling kelompok dengan teknik self instruction serta menguji efektivitas layanan tersebut dalam meningkatkan self esteem siswa kelas VIII SMP Madani Palu. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest-posttest control grub desain. Sampel penelitian berjumlah 20 siswa yang dipilih berdasarkan hasil angket dengan Teknik purposive sampling, kemudian di bagi kedalam dua kelompok eksperimen dan kontro. Instrument penelitian ini menggunakan skala self esteem yang telah di uji validitas dan reliabilitas. Hasil pennelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan setelah diberikan layanan pada kelompok eksperimen sebelum diberikan layanan mayoritas peserta didik berada pada kategori cukup tinggi (90%) dan tinggi (10%) sedangkan setelah diberikan perlakuan meningkat ke kategori tinggi (90%) dan saangat tinggi (10%). Uji t menunjukkan nilai p-value < 0.05 (0,000) dan t-hitung > t-tabel (9,287 > 1,729), sehingga H? ditolak. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa konseling kelompok Teknik self instruction efektif dalam meningkatkan self esteem siswa.
Analisis Spasial Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau Pasca-Bencana 2018 di Kota Palu : Spatial Analysis of the Availability of Green Open Spaces Post-Disaster 2018 in Palu City Hadid, Adina Khusnudzan; Yan Radhinal; Azizah Putri Abdi; Hadi Abdurrahman; Muhammad Adhim Halim
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 9: September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8581

Abstract

Kota Palu, yang terletak di wilayah rawan multi-bencana, mengalami kehancuran signifikan pada peristiwa gempa, tsunami, dan likuifaksi tahun 2018. Proses rekonstruksi pasca-bencana yang masif berpotensi mengabaikan aspek tata ruang berkelanjutan, khususnya ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang memegang peran kritis secara ekologis maupun sebagai area evakuasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketersediaan luasan RTH di Kota Palu pasca-bencana 2018. Metode yang digunakan adalah analisis spasial berbasis cloud computing pada platform Google Earth Engine dengan memanfaatkan citra satelit Landsat multi-sensor untuk dua periode (2018 dan 2024). Klasifikasi tutupan lahan dilakukan menggunakan kombinasi indeks NDVI dan NDBI untuk memetakan RTH dan lahan terbangun. Hasil penelitian mengungkapkan penurunan ketersediaan RTH sebesar 858,34 hektar (-2,82%) dan peningkatan lahan terbangun sebesar 828,95 hektar (+24,26%) selama periode 2018–2024, yang menunjukkan pola ekspansi urban (sprawl) dengan konversi langsung dari RTH. Temuan ini menyimpulkan bahwa rekonstruksi pasca-bencana dan pertumbuhan alami menjadi pendorong utama perubahan tutupan lahan, sehingga diperlukan evaluasi mendalam terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan integrasi kebijakan yang lebih kuat untuk melindungi RTH serta mendukung pembangunan yang tangguh dan berkelanjutan.
Analisis Kendala Dalam Implementasi Pelayanan Kesehatan Dengan Menggunakan Rekam Medis Elektronik Di Puskesmas Toto Utara: Analysis of Constraints in the Implementation of Health Services Using Electronic Medical Records at the North Toto Community Health Center Meylani Toonawu; Laksmyn Kadir; Ramly Abudi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 9: September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8592

Abstract

Perkembangan teknologi informasi mendorong transformasi sistem pelayanan kesehatan, termasuk Rekam Medis Elektronik (RME) sebagaimana diatur dalam Permenkes No. 24 Tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala implementasi pelayanan kesehatan menggunakan RME di Puskesmas Toto Utara berdasarkan Faktor Manusia (Man), Mesin (Machine), Metode (Method) dan Uang (Money). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan Kepala Puskesmas dan Petugas Rekam Medis serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik Fishbone Diagram. Hasil penelitian menunjukkan kendala utama berasal dari faktor manusia, seperti kurangnya tenaga berlatar belakang rekam medis dan keterbatasan kemampuan komputer. Faktor mesin meliputi sarana prasarana dan jaringan internet yang belum stabil. Faktor metode, implementasi SOP telah tersedia, namun implementasi masih belum sepenuhnya optimal. Faktor Uang, meskipun dana ada dukungan dari BOK, alokasi anggaran belum memadai untuk menunjang RME secara menyeluruh. Simpulannya keberhasilan implementasi RME memerlukan peningkatan kapasitas SDM, infrastruktur teknologi, konsitensi penerapan SOP, serta alokasi dana yang memadai.
Evaluasi Pelaksanaan AMDAL Terhadap Pengelolaan Limbah Medis dan NonMedis Serta Kualitas Lingkungan di UPT Puskesmas Wilayah Deli Serdang : Evaluation of the Implementation of AMDAL on Medical and Non-Medical Waste Management and Environmental Quality at the Deli Serdang Regional Health Center UPT Susilawati; David Brando P. Tarigan; Nadya Ramadhani; Della Prisca; Sonya Tri Pratiwi; Alfi Syahrina Hidayat
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 9: September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8593

Abstract

Fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas menghasilkan berbagai jenis limbah yang dapat mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan AMDAL di UPT Puskesmas wilayah Deli Serdang, dengan fokus pada pengelolaan limbah cair, limbah padat, dan limbah B3. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi evaluatif. melalui observasi, wawancara, dan checklist berdasarkan Permen LH No. 16 Tahun 2012. Hasil menunjukkan bahwa puskesmas belum memiliki IPAL dan masih membakar limbah padat secara terbuka. Limbah B3 dikelola oleh pihak ketiga, namun belum dilengkapi prosedur internal yang memadai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan lingkungan di puskesmas belum optimal dan perlu ditingkatkan melalui pembangunan IPAL, pelatihan petugas, dan penyusunan SOP.
Analisis Potensi Bahaya Pada Proses Operasional Pt. Pelindo Regional 4 (Persero) Gorontalo Menggunakan Metode PHA (Preliminary Hazard Analysis): Analysis of Potential Hazards in the Operational Process of PT. Pelindo Regional 4 (Persero) Gorontalo Using the PHA (Preliminary Hazard Analysis) Method Indi Rahmawati Tobuto; Laksmyn Kadir; Putri Ayuningtias Mahdang
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 9: September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8594

Abstract

Kegiatan operasional di lingkungan pelabuhan merupakan aktivitas yang memiliki risiko kerja tinggi, terutama pada proses bongkar muat, relokasi peti kemas, dan stuffing/stripping, yang melibatkan penggunaan alat berat, pengangkutan manual, serta paparan langsung terhadap cuaca ekstrem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi bahaya, tingkat risiko, dan upaya pengendalian risiko pada proses operasional PT. Pelindo Regional IV (Persero) Gorontalo dengan menggunakan metode Preliminary Hazard Analysis (PHA). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja bagian operasional sebanyak 36 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja paling banyak merasakan potensi bahaya pada aktivitas bongkar muat dan relokasi, terutama yang berkaitan dengan bahaya fisik seperti terjatuh dari ketinggian, tergencet alat berat, hingga terpeleset akibat permukaan kerja yang licin. Selain itu, ditemukan juga bahaya kimia (asap kendaraan dan debu), ergonomi (posisi kerja tidak nyaman), serta psikososial (beban kerja berlebih dan tekanan waktu). Berdasarkan penilaian risiko menggunakan standar AS/NZS 4360:2004, sebagian besar bahaya berada pada tingkat risiko substantial dan priority 1, yang berarti memerlukan penanganan segera. Upaya pengendalian risiko dilakukan mengikuti hierarki pengendalian risiko, mulai dari eliminasi, substitusi, pengendalian teknik, pengendalian administratif, hingga penggunaan alat pelindung diri (APD).
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyerapan Anggaran Balai Guru Penggerak Provinsi Gorontalo: Factors Influencing Budget Absorption Gorontalo Province's Center for Teachers Risnawati Naue; Saparudin; Novaliastuti Masiaga
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 9: September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8595

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis seberapa besar pengaruh masing-masing faktor ini terhadap tingkat penyerapan anggaran BGP Provinsi Gorontalo. Penelitian ini dilakukan di BGP Provinsi Gorontalo, dengan fokus pada instansi Vertikal yang terkait dengan pengelolaan anggaran dan belanja. Perencanaan Anggaran terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Penyerapan Anggaran. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas dan ketepatan dalam proses perencanaan sangat menentukan sejauh mana anggaran dapat terserap secara optimal. Semakin baik perencanaan yang dilakukan sejak awal, maka pelaksanaan kegiatan dan penggunaan anggaran akan lebih terarah, efisien, dan tepat sasaran. Sistem Pengelolaan Keuangan Meskipun hasil uji statistik menunjukkan bahwa variabel Sistem Pengelolaan Keuangan tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Penyerapan Anggaran, namun secara simultan tetap memberikan kontribusi dalam mendukung efektivitas pelaksanaan anggaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberadaan sistem yang baik saja tidak cukup, melainkan perlu disertai dengan implementasi yang konsisten dan terintegrasi. Sumber Daya Manusia (SDM) Kesimpulan: Sumber Daya Manusia memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Penyerapan Anggaran. Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi, pengalaman, dan kapasitas kerja aparatur sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pelaksanaan program dan penggunaan anggaran. SDM yang kompeten akan mampu menerjemahkan perencanaan ke dalam aksi nyata secara efektif dan akuntabel.

Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 2: Februari 2026 Vol. 9 No. 1: Januari 2026 Vol. 8 No. 12: Desember 2025 Vol. 8 No. 11: November 2025 Vol. 8 No. 10: Oktober 2025 Vol. 8 No. 9: September 2025 Vol. 8 No. 8: Agustus 2025 Vol. 8 No. 7: Juli 2025 Vol. 8 No. 6: Juni 2025 Vol. 8 No. 5: Mei 2025 Vol. 8 No. 4: April 2025 Vol. 8 No. 3: Maret 2025 Vol. 8 No. 2: Februari 2025 Vol. 8 No. 1: Januari 2025 Vol. 7 No. 12: Desember 2024 Vol. 7 No. 11: November 2024 Vol. 7 No. 10: Oktober 2024 Vol. 7 No. 9: September 2024 Vol. 7 No. 8: Agustus 2024 Vol. 7 No. 7: July 2024 Vol. 7 No. 6: Juni 2024 Vol. 7 No. 5: MEI 2024 Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 Vol. 7 No. 3: MARET 2024 Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024 Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024 Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 Vol. 6 No. 11: NOVEMBER 2023 Vol. 6 No. 10: OKTOBER 2023 Vol. 6 No. 9: SEPTEMBER 2023 Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023 Vol. 6 No. 7: JULI 2023 Vol. 6 No. 6: JUNI 2023 Vol. 6 No. 5: MEI 2023 Vol. 6 No. 4: APRIL 2023 Vol. 6 No. 3: MARET 2023 Vol. 6 No. 2: FEBRUARI 2023 Vol. 6 No. 1: JANUARI 2023 Vol. 5 No. 12: DESEMBER 2022 Vol. 5 No. 11: NOVEMBER 2022 Vol. 5 No. 10: OKTOBER 2022 Vol. 5 No. 9: SEPTEMBER 2022 Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2022 Vol. 5 No. 7: JULI 2022 Vol. 5 No. 6: JUNI 2022 Vol. 5 No. 5: MEI 2022 Vol. 5 No. 4: APRIL 2022 Vol. 5 No. 3: MARET 2022 Vol. 5 No. 2: FEBRUARI 2022 Vol. 5 No. 1: JANUARI 2022 Vol. 4 No. 12: DESEMBER 2021 Vol. 4 No. 11: NOVEMBER 2021 Vol. 4 No. 10: OKTOBER 2021 Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2021 Vol. 4 No. 8: AGUSTUS 2021 Vol. 4 No. 7: JULI 2021 Vol. 4 No. 6: JUNI 2021 Vol. 4 No. 5: MEI 2021 Vol. 4 No. 4: APRIL 2021 Vol. 4 No. 3: MARET 2021 Vol. 4 No. 2: FEBRUARI 2021 Vol. 4 No. 1: JANUARI 2021 Vol. 3 No. 9: DESEMBER 2020 Vol. 3 No. 8: NOVEMBER 2020 Vol. 3 No. 7: OKTOBER 2020 Vol. 3 No. 6: SEPTEMBER 2020 Vol. 3 No. 5: AGUSTUS 2020 Vol. 3 No. 4: JULI 2020 Vol. 3 No. 3: JUNI 2020 Vol. 3 No. 2: MEI 2020 Vol. 3 No. 1: APRIL 2020 Vol. 2 No. 1: Oktober 2019 Vol. 1 No. 1: Oktober 2018 More Issue