cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
contact@unismuhpalu.ac.id
Editorial Address
Jalan Jabal Nur No.1, Talise, Mantikulore, Talise, Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94118
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Kolaboratif Sains
ISSN : -     EISSN : 26232022     DOI : https://doi.org/10.31934/jom
Jurnal Kolaboratif Sains merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Palu. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dalam bentuk Hasil Penelitian, Laporan Penelitian, Literatur Review. Semua manuskrip yang dikirimkan adalah peer review oleh para ahli di bidang yang relevan. Tujuan dan Lingkup Jurnal Kolaboratif Sains untuk mendukung para akademisi/peneliti pada penelitian multidisiplin untuk mempublikasikan karya ilmiahnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,264 Documents
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Konsumsi Buah dan Sayur pada Remaja di Wilayah Kerja Puskesmas Toto Utara Kabupaten Bone Bolango : Analysis of Factors Associated with Fruit and Vegetable Consumption Among Adolescents in the Working Area of Puskesmas Toto Utara, Bone Bolango Regency Iswanto Djafar; Sunarto Kadir; Ayu Rofia Nurfadillah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 4: April 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i4.7110

Abstract

Prevalensi kelompok usia 10-19 tahun (usia remaja) kurang mengonsumsi buah dan sayur di Provinsi Gorontalo tahun 2018 sebanyak 94,73%. Kabupaten Bone Bolango berada diurutan pertama dengan prevalensi kurang mengonsumsi buah dan sayur sebanyak 97,22%. Rumusan masalah penelitian ini adalah faktor apa saja yang berhubungan dengan konsumsi buah dan sayur pada remaja di wilayah kerja Puskesmas Toto Utara Kabupaten Bone Bolango. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor apa saja yang berhubungan dengan konsumsi buah dan sayur pada remaja di wilayah kerja Puskesmas Toto Utara Kabupaten Bone Bolango. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah 141 remaja di wilayah kerja Puskesmas Toto Utara Kabupaten Bone Bolango. Sampel yang diambil sejumlah 105 remaja yang diperoleh dengan rumus Slovin. Data dianalisis univariat dan bivariat menggunakan statistik uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi buah dan sayur pada remaja paling banyak dalam kategori kurang sebanyak 61 remaja dengan persentase (58,1%) dan kategori cukup sebanyak 44 remaja dengan persentase (41,9%). Hasil penelitian didapat pengetahuan gizi (p value = 0,024), ketersediaan buah dan sayur (p value = 0,004), dukungan orangtua (p value = 0,037) dan keterpaparan media sosial (p value = 0,035). Simpulan ada hubungan antara pengetahuan gizi, ketersediaan buah dan sayur, dukungan orangtua dan keterpaparan media sosial. Saran bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti variabel-variabel lain yang belum diteliti dalam penelitian ini seperti niat, status gizi dan dukungan petugas kesehatan yang berhubungan dengan konsumsi buah dan sayur pada remaja.
Uji Efektivitas Perasan Daun Sirsak dan Biji Sirsak (Annona Muricata Linn) sebagai Larvasida Nabati Terhadap Mortalitas Larva Nyamuk Anopheles sp. : Effectiveness Test of Soursop Leaf and Soursop Seeds Juice (Annona Muricata Linn) as Vegetable Larvacides Against Mortality of Mosquito Larvae of Anopheles sp Mohammad Rizki abdullah; Laksmyn Kadir; Ayu Rofia Nurfadillah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 4: April 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i4.7112

Abstract

Anopheles sp merupakan vektor penyakit malaria yang sampai kini masih menjadi ancaman kesehatan global. Pengendalian populasi nyamuk Anopheles sp secara kimiawi menggunakan larvasida nabati dinilai lebih ramah lingkungan. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas perasaan daun sirsak dan biji sirsak (Annona muricata Linn) sebagai larvasida nabati terhadap mortalitas larva nyamuk Anopheles sp. Jenis penelitian adalah Quasi Eksperimen dengan rancangan acak kelompok (RAK). Populasi penelitian adalah larva Anopheles sp. Jumlah sampel sebanyak 600 ekor larva yang ditempatkan pada konsentrasi 10%, 15%, dan 20%, dengan pengulangan sebanyak 3 kali dan diamati mortalitas larva setelah 24 jam. Data dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA dan Uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tertinggi berada pada perasan biji sirsak dengan konsentrasi 20% dengan mortalitas sebesar 100%, sedangkan hasil terendah berada pada perasan daun sirsak dengan konsentrasi 10% dengan mortalitas sebesar 70%. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pengendalian vektor penyakit malaria yang ramah lingkungan.
Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Keberhasilan Desa Open Defecation Free (ODF) di Desa Ayula Selatan Kecamatan Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango: Factors Related to the Success Rate of Open Defecation Free (ODF) Villages in South Ayula Village, South Bulango District, Bone Bolango Regency Ajay Nusi; Sylva Flora Ninta Tarigan; Tri Septian Maksum
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 4: April 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i4.7135

Abstract

Open Defecaion Free merupakan kondisi setiap individu dalam suatu komunitas tidak melakukan perilaku buang air besar sembarangan yang berpotensi menyebarkan penyakit. Faktor tingkat keberhasilan ODF meliputi peran aparat desa, ketersediaan air bersih, perilaku penggunaan jamban, dan dukungan keluarga. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis faktor-fakor yang berhubungan dengan tingkat keberhasilan Desa Open Defecation Free (ODF) Di Desa Ayula Selatan Kecamatan Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain penelitian Cross Sectional Study. Populasi yaitu seluruh KK Desa Ayula Selatan Kecamatan Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango dengan jumlah 227 KK dengan Jumlah sampel 145 KK, dimana setiap KK diwakili oleh 1 orang yang diperoleh menggunakan teknik accidental sampling. Intrumen penelitian menggunakan kuesioner dan observasi. Data dianalisis menggunakan uji korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel yang berhubungan dengan tingkat keberhasilan Open Defecation Free (ODF) yaitu peran aparat desa (p-value = 0,000; r = 0,509), ketersediaan air bersih (p-value = 0,001; r = 0,277), perilaku penggunaan jamban (p-value = 0,000; r = 0,649), dan dukungan keluarga (p-value = 0,000; r = 0,456). Disimpulkan ada hubungan peran aparat desa, ketersediaan air bersih, perilaku penggunaan jamban, dan dukungan keluarga dengan tingkat keberhasilan Open Defecation Free (ODF) Di Desa Ayula Selatan Kecamatan Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango. Disarankan kepada Pemerintah Desa untuk memberi bimbingan teknis terkait pelaksanaan program, untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat di Desa Ayula Selatan, serta peran dari tokoh masyarakat sangat diharapkan untuk mendukung keberhasilan ODF.
Gambaran Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Kebersihan Vulva Hygiene di MAN 1 Kota Gorontalo: Description Of Teenagers' Knowledge and Attitudes about Vulva Hygiene in MAN 1 Gorontalo Gorontalo Nur Fadhillah Male; Ridha Hafid; Dewi Suryaningsi Hiola
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 4: April 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i4.7165

Abstract

Vulva hygiene dilakukan untuk menjaga kebersihan organ kewanitaan pada bagian luar atau bibir vagina. Perilaku vulva hygiene yang baik dan benar diperlukan untuk meningkatkan kesehatan reproduksi wanita. Jika pengetahuan tentang kesehatan reproduksi rendah, kebersihan saat menstruasi mungkin tidak terjaga, sehingga dapat membahayakan kesehatan remaja. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan desain survei deskriptif. Variable bebas pada penelitian ini adalah Gambaran Pengetahuan dan Sikap Remaja tentang Vulva Hygiene. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan sampel sebanyak 89 responden. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat. Remaja yang mengalami vulva hygiene adalah pada usia 16 tahun (30,3%), pada kelas XI (37,1%), dan sudah mendapat informasi (58,4%), pengetahuan cukup (46,1%) dan sikap remaja cukup (46,1%). Sebagian besar responden memiliki tingat pengetahuan yang cukup dan sikap kebersihan vulva yang cukup. Gambaran pengetahuan dan sikap remaja tentang kebersihan vulva hygiene sudah cukup baik dalam mencegah terjadinya keputihan.
Penerapan Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 9 Mamboro: Application of the Independent Curriculum in Learning Islamic Religious Education at SDN 9 Mamboro Ferry Payuhi; Mansur; Gazali; Rasyid Ridoh
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i5.7169

Abstract

Dalam permasalahan yang dihadap oleh Guru PAI di SDN 9 Mamboro adalah Keterbatasan sarana prasarana, keterbatasan referensi, kurangnya pemahaman guru PAI terhadap konsep kurikulum merdeka. Untuk mengungkapkan data yang akurat, penulis menggunakan metode kualitatif dengan pengambilan data melalui data primer dan data sekunder. Adapun Prosedur pengumpulan data yakni melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi serta data yang diperoleh melalui buku-buku referensi. Adapun solusi dari permasalahan tersebut yaitu: Pertama Guru dapat bekerja sama dengan pihak lain, seperti komite sekolah, orang tua siswa, atau masyarakat sekitar, untuk mendapatkan dukungan dalam meningkatkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Guru Pendidikan Agama Islam dapat mengatasi problematika dalam penerapan Kurikulum Merdeka meskipun dalam keterbatasan sarana dan prasarana. Kedua Pihak sekolah mengusulkan beberapa langkah strategis. Ini termasuk memperluas akses terhadap sumber belajar digital, menyediakan pelatihan berkelanjutan bagi guru tentang penggunaan teknologi dan sumber daya online, serta menjalin kerjasama dengan perpustakaan daerah dan komunitas pendidikan untuk memperkaya koleksi materi pembelajaran. Ketiga Pihak sekolah memfasilitasi dengan mengadakan sosialisasi dan pelatihan yang diharapkan dapat membantu para guru dalam menyelesaikan problematika yang sedang dihadapi.
Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi dengan Kesiapan Menghadapi Masa Pubertas Pada Remaja Usia 12-13 Tahun Di SMP Negeri 1 Limboto: Relationship Between Knowledge Level about Reproductive Health and Readiness to Face Puberty in Adolescents Aged 12-13 Years At SMP Negeri 1 Limboto Safriany Ikhlasia Kasim; Ridha Hafid; Rini Wahyuni Mohamad
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 4: April 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i4.7177

Abstract

Masa pubertas merupakan fase penting dalam perkembangan remaja yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional, dan sosial. Pengetahuan yang baik tentang kesehatan reproduksi dapat membantu remaja lebih siap dalam menghadapi perubahan ini. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, dengan populasi 195 responden dan sampel sebanyak 66 responden usia 12-13 tahun di SMP Negeri 1 Limboto. Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dan kesiapan menghadapi masa pubertas. Analisa data menggunakan uji Chi-Square, dengan hasil p-value 0,002 menunjukkan ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dengan kesiapan menghadapi masa pubertas pada remaja usia 12-13 tahun di SMP Negeri 1 Limboto. Kesimpulannya, semakin tinggi tingkat pengetahuan, semakin siap remaja menghadapi pubertas. Oleh karena itu, tenaga pendidik atau pihak sekolah diharapkan menyelenggarakan penyuluhan untuk menambah wawasan tentang kesehatan reproduksi agar remaja lebih siap menghadapi perubahan pubertas.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Dismenorea dan Cara Penanganannya pada Remaja Putri di SMA Negeri 1 Telaga Kabupaten Gorontalo: Overview of the Level of Knowledge About Dysmenorrhea and How to Handle It in Adolescent Girls at SMA Negeri 1 Telaga, Gorontalo Regency Dwi Ainun Djafar; Ridha Hafid; Dewi Suryaningsi Hiola
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 4: April 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i3.7182

Abstract

Dismenorea merupakan gangguan menstruasi yang sering dialami oleh remaja putri, yang dapat menimbulkan rasa nyeri atau ketidaknyamanan sehingga menyebabkan terganggunya aktivitas sehari-hari mereka. Hal ini dapat dicegah apabila remaja memiliki bekal pengetahuan serta penanganan yang tepat mengenai dismenorea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tentang dismenorea dan cara penanganan yang dilakukan remaja putri SMA Negeri 1 Telaga Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian ini menggunakan desain survei deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswi SMA Negeri 1 Telaga yang berjumlah 616 siswi, dan yang menjadi sampel yaitu berjumlah 234 responden, yang didapatkan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian yang dilakukan di SMA Negeri 1 Telaga dari total 243 responden, didapatkan responden dengan pengetahuan baik sejumlah 102 responden (42,0%), pengetahuan cukup sebanyak 140 responden (57,6%), dan responden dengan pengetahuan kurang sejumlah 1 responden (4%). Adapun responden yang melakukan penanganan dismenorea baik secara farmakologi maupun non farmakologi dalam kategori baik yakni sejumlah 17 responden (7,0%), kategori cukup sebanyak 147 responden (60,5%) dan kategori kurang yaitu 79 responden (32,5%). Kesimpulannya sumber informasi dapat mempengaruhi pengetahuan serta cara penanganan yang dilakukan oleh remaja putri terhadap dismenorea. Perlu adanya edukasi kesehatan mengenai kesehatan reproduksi terutama tentang menstruasi untuk remaja putri dan orang tua, yang dilakukan di sekolah maupun kelurahan. Serta adanya evaluasi secara berkala terkait masalah menstruasi oleh puskesmas.
Peran Hukum Pidana dalam Menangani Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan: The Role of Criminal Law in Handling Cases of Sexual Violence Against Women Yulianis Safrinadiya Rahman
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 4: April 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i4.7220

Abstract

Kekerasan seksual terhadap perempuan merupakan masalah serius yang tidak hanya melibatkan pelanggaran hak asasi manusia, tetapi juga merusak struktur sosial dan kondisi mental korban. Kasus ini sering terjadi di berbagai lapisan masyarakat dan memiliki dampak yang mendalam dan jangka panjang. Hukum pidana memegang peranan penting dalam penanganan kasus kekerasan seksual, dengan memberikan hukuman bagi pelaku dan perlindungan bagi korban. Namun, efektivitas penegakan hukum terhadap kekerasan seksual seringkali terhambat oleh berbagai faktor, seperti rendahnya kesadaran hukum, stigma sosial, serta keterbatasan aparat penegak hukum dalam menerapkan peraturan dengan tepat. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana hukum pidana berfungsi dalam penanganan kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun telah ada regulasi yang cukup memadai, masih terdapat berbagai kendala dalam penerapan hukum pidana yang memerlukan perbaikan dalam aspek hukum, sosial, dan budaya untuk memperkuat perlindungan terhadap perempuan.
Gambaran Kualitas Jamur Udara di Ruang Rawat Inap RSUD Otanaha Kota Gorontalo: Overview of Air Fungus Quality in the Inpatient Room of Otanaha Regional Hospital, Gorontalo City Ranggina Sadewi Nngareng; Herlina Jusuf; Ayu Rofia Nurfadillah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 4: April 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i4.7230

Abstract

Udara, air dan makanan merupakan faktor lingkungan yang mudah terkontaminasi oleh mikroorganisme pathogen dan dapat berbahaya bagi kehidupan manusia. Dari beberapa tempat yang memiliki tingkat kontaminasi udara dalam ruangan tertinggi salah satunya adalah fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit yang dapat terkontaminasi oleh mikroorganisme pathogen. RSUD Otanaha Kota Gorontalo merupakan tempat pelayanan kesehatan yang ramai dikunjungi oleh berbagai kalangan dan memiliki bangunan yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat Gambaran kualitas jamur udara di ruang rawat inap RSUD Otanaha Kota Gorontalo dengan desain penelitian survei analitik dengan rancangan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan April-Mei 2024. Hasil penelitian menunjukkan angka kuman berkisar antara 105-1288 CFU/m3 dalam ruang rawat inap dan terdapat beberapa jenis jamur yang mendominasi ruang perawatan diantaranya Aspergillus sp., Fusarium sp., Pennicilium sp., dan Scopulariopsis.
Analisis Peran Pemerintah Kabupaten Bone Bolango Dalam Menjamin Perlindungan Hukum Terhadap Tenaga Kesehatan di Puskesmas Kabila : Analysis of the Role of the Bone Bolango District Government in Ensuring Legal Protection for Health Workers at the Kabila Health Center Frahmatillah Revikasyah Humola; Sylva Flora Ninta Tarigan; Yasir Mokodompis
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 4: April 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i4.7236

Abstract

Tenaga kesehatan di Puskesmas merupakan ujung tombak dalam pelayanan kesehatan primer di Indonesia. Namun, dalam menjalankan tugasnya tenaga kesehatan sering kali menghadapi risiko hukum akibat kurangnya pemahaman tentang regulasi, serta minimnya pendampingan hukum yang diberikan. Tujuan penelitian mengetahui peran pemerintah Kabupaten Bone Bolango dalam menjamin perlindungan hokum terhadap tenaga kesehatan di Puskesmas Kabila. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif untuk menggambarkan suatu fenomena, gejala atau keadaan. Informan kunci kepala bagian hukum pemerintah daerah, informan biasa kepala tata usaha Puskesmas Kabila, dan informan pendukung dua orang tenaga kesehatan. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Kabila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, perlindungan hukum tenaga kesehatan telah di atur melalui Peraturan Daerah, Peraturan Bupati, dan kebijakan dari Dinas Kesehatan. Pendampingan hukum bagi tenaga kesehatan dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan, tetapi akses bagi tenaga kesehatan non-ASN masih terbatas. Kesadaran hukum tenaga kesehatan masih perlu di tingkatkan melalui pelatihan yang lebih efektif.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 7: Juli 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 6: Juni 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 5: Mei 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 4: April 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 3: Maret 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 2: Februari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 1: Januari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) April 2026 (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Mei 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026 (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026 Vol. 8 No. 12: Desember 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 11: November 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 10: Oktober 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 9: September 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 8: Agustus 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 7: Juli 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 6: Juni 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 5: Mei 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 4: April 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 3: Maret 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 2: Februari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 1: Januari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Mei 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - September 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - November 2025 Vol. 7 No. 12: Desember 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 11: November 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 10: Oktober 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 9: September 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 8: Agustus 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 7: July 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 6: Juni 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 5: MEI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 3: MARET 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 10: OKTOBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 3: MARET 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 2: FEBRUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 1: JANUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 3: MARET 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 2: FEBRUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 1: JANUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 10: OKTOBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 12: DESEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 11: NOVEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 10: OKTOBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2022 Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 8: AGUSTUS 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 7: JULI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 6: JUNI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 5: MEI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 4: APRIL 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 3: MARET 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 2: FEBRUARI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 1: JANUARI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 9: DESEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 8: NOVEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2021 Vol. 3 No. 7: OKTOBER 2021 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 6: SEPTEMBER 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 5: AGUSTUS 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 4: JULI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 3: JUNI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 2: MEI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 1: APRIL 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 2 No. 1: Oktober 2019 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 1 No. 1: Oktober 2018 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) More Issue