cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
contact@unismuhpalu.ac.id
Editorial Address
Jalan Jabal Nur No.1, Talise, Mantikulore, Talise, Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94118
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Kolaboratif Sains
ISSN : -     EISSN : 26232022     DOI : https://doi.org/10.31934/jom
Jurnal Kolaboratif Sains merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Palu. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dalam bentuk Hasil Penelitian, Laporan Penelitian, Literatur Review. Semua manuskrip yang dikirimkan adalah peer review oleh para ahli di bidang yang relevan. Tujuan dan Lingkup Jurnal Kolaboratif Sains untuk mendukung para akademisi/peneliti pada penelitian multidisiplin untuk mempublikasikan karya ilmiahnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,284 Documents
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian HIV/AIDS Pada Laki-Laki Di Provinsi Gorontalo: Factors Associated with the Incidence of HIV/AIDS in Men in Gorontalo Province Faradila Wahab; Herlina Jusuf; Nikmatisni Arsad
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8812

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah jenis virus yang menyerang sel darah putih dalam tubuh manusia, yang menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh yang dapat berkembang menjadi AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome), yaitu kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh retrovirus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Perilaku laki-laki yang melakukan seks dengan sesama laki-laki (LSL) adalah salah satu faktor risiko tinggi penyebab HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status perkawinan, tingkat pengetahuan, perilaku lelaki seks lelaki (LSL), penggunaan narkoba suntik dan status sosial ekonomi dengan kejadian HIV/AIDS pada laki-laki di Provinsi Gorontalo. Metode penelitian menggunakan observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian yaitu laki-laki yang melakukan tes VCT pada bulan Januari sampai Juni 2024 sebanyak 104 orang. Jumlah sampel penelitian sebanyak 83 orang dengan teknik pengambilan sampel nonprobability sampling yaitu purposif sampling. Analisis data menggunakan uji Spearman Rho dengan ?=0.05. Hasil analisis untuk faktor status perkawinan ?-value 0.012 nilai r = -0.276, tingkat pengetahuan ?-value 0.000 nilai r = 0.407, perilaku LSL ?-value 0.000 nilai r = 0.655, penasun ?-value 0,450 nilai r = -0.084 dan status sosial ekonomi ?-value 0,017 nilai r = 0.261. Kesimpulan terdapat hubungan antara status perkawinan, tingkat pengetahuan, perilaku LSL dan status sosial ekonomi dengan kejadian HIV/AIDS pada laki-laki di Provinsi Gorontalo. Sementara untuk faktor penggunaan narkoba suntik tidak ditemukan hubungan bermakna. Perilaku LSL adalah faktor risiko tinggi penyebab HIV/AIDS pada laki-laki dengan kekuatan korelasi r = 0.655. Saran sosialisasi mengenai faktor risiko kejadian HIV/AIDS terutama perilaku seksual berisiko serta pemeriksaan kesehatan rutin utamanya pada kelompok LSL.
Pengaruh Disiplin Kerja Dan Komunikasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Bupati Morowali: The Effect of Work Discipline and Communication on Employee Performance at the Morowali Regent's Office Nurdiana; Riswandi Palawa; Andi Indriani Ibrahim; Nur Risky Islianti
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8813

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Untuk mengetahui dan menganalisis disiplin kerja dan komunikasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai Bagian Umum Kantor Bupati Morowali, 2) Untuk mengetahui dan menganalisis disiplin kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Bagian Umum Kantor Bupati Morowali, 3) Untuk mengetahui dan menganalisis komunikasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Bagian Umum Kantor Bupati Morowali. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan sampel sebanyak 35 Responden. Metode Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan jenis Non probability sampling dengan teknik census sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunujukkan bahwa 1) Disiplin kerja (X1) dan komunikasi (X2) secara simultan berpengaruh siginfikan terhadap kinerja pegawai (Y) pada bagian umum Kantor Bupati Morowali 2) Disiplin kerja (X1) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) pada bagian umum Kantor Bupati Morowali 3) Komunikasi (X2) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) pada bagian umum Kantor Bupati Morowali
Perspektif Masyarakat Kota Makassar Tentang Kebijakan Terbaru BPJS Kesehatan 2025: Studi Penyakit Dan Pelayanan Yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan: Makassar city community perspectives on the latest bpjs health policy 2025: a study of diseases and services not covered by BPJS A. Ulfiana Fitri; Nurul Fajriah Istiqamah; Meliana Handayani
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8814

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perspektif masyarakat Kota Makassar terhadap kebijakan terbaru BPJS Kesehatan tahun 2025, khususnya mengenai penyakit dan layanan yang tidak ditanggung. Perubahan kebijakan ini, yang mencakup penghapusan beberapa jenis layanan kesehatan dan penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), telah menimbulkan reaksi beragam di kalangan masyarakat. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam, penelitian ini melibatkan masyarakat pengguna BPJS Kesehatan serta tenaga medis di fasilitas kesehatan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat belum sepenuhnya memahami perubahan kebijakan tersebut, dengan banyaknya ketidakpahaman terkait jenis layanan yang tidak ditanggung oleh BPJS. Selain itu, dampak ekonomi dari kebijakan ini dirasakan lebih besar oleh peserta mandiri dan pekerja harian, sementara peserta yang iurannya ditanggung perusahaan cenderung tidak terpengaruh. Sosialisasi yang kurang efektif menjadi tantangan utama dalam implementasi kebijakan ini. Masyarakat berharap agar BPJS dapat memperluas cakupan layanan serta memberikan sosialisasi yang lebih intensif agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Dengan Menggunakan Metode Hazard And Operability Study (HAZOP) Dan Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Pada Bagian Produksi Di Surabaya Jaya Mebe: Analysis Of Occupational Accident Risk Using Hazard And Operability Study (HAZOP) Method And Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) In The Production Departmen At Surabaya Jaya Furniture Wia Amalia Kartika; Herlina Jusuf; Ramly Abudi
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8815

Abstract

Analisis risiko merupakan suatu proses evaluasi risiko yang ditimbulkan dari bahaya-bahaya yang ada dan memberi pengendalian yang memadai atau sesuai atas pengendalian yang telah ada. Pelaksanaan K3 di Surabaya Jaya Mebel sama sekali belum di terapkan sehingga masih banyak risiko kecelakaan kerja yang ditemui, para pekerja tidak menggunakan APD dan kurang ketelitian saat melakukan pekerjaan sehingga menyebabkan terjadi kegagalan atau kecelakaan kerja di mebel tersebut. Rumusan Masalah bagaimana analisis risiko kecelakaan kerja di Surabaya Jaya Mebel dengan menggunakan metode HAZOP dan FMEA. Tujuan Penelitian untuk menganalisis risiko kecelakaan kerja menggunakan metode Hazard And Operability Study (HAZOP) dan Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Pada Bagian Produksi Di Surabaya Jaya Mebel. Jenis penelitian ini kualitatif. Sumber informasi dari informan kunci dan informan biasa. Pengumpulan data melalui observasi pada bagian produksi dengan melakukan wawancara mendalam kepada informan. Hasil penelitian yang didapatkan hasil analisis dengan menggunakan metode HAZOP dan FMEA terdapat 17 potensi bahaya dengan nilai tertinggi terjadi pada pekerjaan bagian pengamplasan terkena mesin gurinda yang mengakibatkan luka hingga mengalami pendarahan. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi untuk penelitian-penelitian selanjutnya dalam menentukan rancangan perbaikan K3 dengan menambahkan metode-metode yang lebih terbaru untuk bisa menghasilkan sebuah penelitian yang baru lagi.
Pengaruh Person-Job Fit Dan Keterlibatan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Morowali Utara: The Effect of Person-Job Fit and Work Engagement on the Performance of Employees at the Department of Labor and Transmigration in Morowali Utara Regency Putri Nela; Yoberth Kornelius; Andi Indriani Ibrahim; Nur Riski Islianty
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8816

Abstract

Pengaruh Person-Job Fit dan Keterlibatan Kerja terhadap Kinerja Pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Morowali Utara.” Dibimbing oleh Yoberth Kornelius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh person-job fit dan keterlibatan kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Morowali Utara. Person-job fit menggambarkan kesesuaian antara karakteristik individu dengan tuntutan pekerjaan, sedangkan keterlibatan kerja mencerminkan sejauh mana individu secara aktif terlibat dalam pekerjaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan kausal. Data diperoleh dari 35 responden melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik person-job fit maupun keterlibatan kerja berpengaruh positif dan signifikan secara parsial maupun simultan terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan pentingnya penempatan kerja yang sesuai dengan kemampuan individu serta peningkatan partisipasi pegawai dalam lingkungan kerja untuk mencapai kinerja optimal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi organisasi dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja.
Peran Strategis Orang Tua Dalam Mencegah Perkawinan Anak: Sosialisasi Undang-Undang Perlindungan Anak No.35 Tahun 2014 (Desa Mekar Sari Kabupaten Kubu Raya: The Strategic Role of Parents in Preventing Child Marriage: Socialization of Child Protection Law No. 35 of 2014 (Mekar Sari Village, Kubu Raya Regency) Weni Sentia Marsalena; M. Fahmi Hazdan; Ivan Wagner; Adhytia Nugraha
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8820

Abstract

Perkawinan anak masih menjadi persoalan serius di berbagai daerah, termasuk di Desa Mekar Sari, di mana praktik menikahkan anak di bawah umur masih sering terjadi. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai Undang-Undang Perlindungan Anak No. 35 Tahun 2014, termasuk kewajiban orang tua dalam mencegah terjadinya perkawinan anak. Banyak orang tua belum memahami aturan hukum tersebut, sehingga ketika pengajuan perkawinan dilakukan di Kantor Urusan Agama (KUA), masih ada kasus perkawinan anak yang tidak mendapat larangan tegas. Selain itu, masih minim pemahaman mengenai mekanisme dispensasi kawin yang seharusnya menjadi langkah terakhir dengan pertimbangan khusus, bukan sebagai jalan pintas untuk melegalkan perkawinan anak. Sosialisasi yang dilakukan di Desa Mekar Sari bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum orang tua mengenai pentingnya perlindungan anak dari praktik perkawinan usia dini. Penekanan diberikan pada dampak buruk yang ditimbulkan, antara lain meningkatnya risiko stunting akibat kehamilan dini, tingginya angka perceraian karena ketidakmatangan emosional, serta tingginya kasus putus sekolah yang berimplikasi pada masa depan anak dan kualitas sumber daya manusia. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai hak-hak anak dan kewajiban orang tua, meskipun masih diperlukan upaya lanjutan berupa pengawasan ketat dan sinergi antara orang tua, aparat desa, KUA, serta tokoh masyarakat. Dengan demikian, peran strategis orang tua menjadi kunci utama dalam mencegah perkawinan anak serta memastikan implementasi Undang-Undang Perlindungan Anak berjalan efektif di tingkat desa.
Analisis Pemahaman Generasi Z dalam Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) Pada Situasi Kebakaran dan Faktor yang Berhubungan: Analysis of Generation Z’s Understanding of The Use of Light Fire Extinguishers (APAR) in Fire Situations and Related Factors Meza Risky Sugiantoro; Imron; Samat NR
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8824

Abstract

Penelitian terdiri ini dari individu yang bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman Generasi Z terhadap penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Generasi Z sebagai kelompok usia produktif memiliki karakteristik yang unik dalam hal gaya belajar dan persepsi risiko terhadap bahaya kebakaran. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dengan responden sebanyak 100 pekerja Generasi Z di Stasiun Polrestabes dan Ampera Kota Palembang. Data yang dikumpulkan melalui observasi langsung dan penyebaran kuesioner yang mencakup aspek pengetahuan, pelatihan, sikap serta motivasi terhadap penggunaan APAR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman responden masih bervariasi, dengan sebagian besar responden memiliki tingkat pemahaman sedang hingga rendah. Faktor yang paling berpengaruh terhadap penggunaan APAR adalah keterlibatan dalam pelatihan langsung dan pengalaman praktis menggunakan APAR. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan edukatif yang kontekstual dan berkesinambungan, serta dukungan infrastruktur keselamatan seperti ketersediaan APAR dalam kondisi siap pakai. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peningkatan pengetahuan dan pelatihan rutin yang disesuaikan dengan karakteristik Generasi Z dapat secara signifikan meningkatkan kesiapsiagaan dan efektivitas dalam menghadapi risiko kebakaran. Kebakaran merupakan salah satu ancaman yang dapat terjadi kapan saja, baik di lingkungan kerja maupun tempat umum. Salah satu pencegahan dini yang efektif adalah Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Faktor Faktor Yang Berhubungan Stunting Pada Balita Usia 24 S/D 59 Bulan Di Desa Kalukutinggu Kecamatan Dolo Barat Kabupaten Sigi: Factors Associated with Stunting in Toddlers Aged 24 to 59 Months in Kalukutinggu Village, Dolo Barat District, Sigi Regency Indri Iriani
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8830

Abstract

Introduction: Stunting is a global health problem that can hinder a nation's future. Indonesia holds the second-highest rate of stunting in Southeast Asia. This issue is caused by various factors, ranging from the nutritional status of pregnant mothers, parenting patterns, sanitation, to the family's socioeconomic conditions. This study aims to analyze the factors associated with stunting in toddlers aged 24 to 59 months in Kalukutinggu Village, Sigi Regency. Methods: This study used a qualitative design with a descriptive-analytic approach. Sampling was conducted using a purposive sampling technique with a total of 30 respondents. Data were collected through questionnaires, structured interviews, observation, and anthropometric measurements. Data analysis was performed univariately to describe each variable and bivariately using the Chi-Square (X2) statistical test to examine the relationships between variables. Results: The study results show that most respondents married at a young age (46.7% at ages 5–18) , had a low level of education (86.7%) , and low income (86.7%). Nevertheless, univariate analysis indicated that the majority of respondents (80%) had a good nutritional status during pregnancy, adequate parenting patterns, good sanitation, and access to clean water. Of the 30 toddlers studied, 5 (16.7%) were stunted. The bivariate analysis showed no statistically significant relationship between the combination of risk factors (maternal nutritional status, parenting patterns, sanitation, education, and income) and the incidence of stunting (p-value = 0.593 > 0.05). Conclusion: This finding is likely due to the small sample size, the combination of variables, or other unmeasured causal factors, such as a history of recurrent infectious diseases. Nonetheless, demographic issues such as early-age marriage, low education, and low income remain key concerns with the potential to be the root causes of stunting. Stunting was found in Kalukutinggu Village, even though the measured risk factors did not show a statistically significant relationship.
Parent’s Voice Tentang Pengasuhan Orang Tua Yang Diterapkan Pada Anak Penyandang Autisme Di SLBN 2 PK-PLK Kota Cimahi : Studi Kualitatif Eksploratif: Parent's Voice on Parenting Applied to Children with Autism at SLBN 2 PK-PLK, Cimahi City: An Exploratory Qualitative Study Indri Iriani
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8842

Abstract

Latar Belakang: Pola pengasuhan yang tidak tepat pada anak penyandang autisme dapat berdampak pada gangguan perkembangan mereka. Peran orang tua sangat penting untuk meningkatkan perkembangan anak dengan autisme. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami pengalaman orang tua dalam menerapkan pengasuhan pada anak penyandang autisme di Kota Cimahi. Metode: Penelitian ini menggunakan studi kualitatif dengan desain deskriptif eksploratif. Data dikumpulkan melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan delapan ibu yang memiliki anak autisme sebagai partisipan. Analisis data menggunakan metode analisis tematik menurut Boyatzis. Hasil: Ditemukan lima tema utama: 1) Pola asuh yang diterapkan ibu, 2) Respon ibu dalam merawat anak autisme, 3) Kebutuhan anak dalam konsep asah, asih, asuh, 4) Harapan ibu untuk masa depan anak, dan 5) Sistem pendukung (support system) yang dimiliki ibu. Kesimpulan: Penelitian ini merekomendasikan agar perawat dapat mengembangkan asuhan keperawatan yang komprehensif, termasuk intervensi manajemen stres dan dukungan bagi orang tua dengan anak autisme.
Tinjauan Yuridis Terhadap Penuntutan Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika (Studi Kasus N0. Reg. Perk.PDM-154/PL/07/2010): Legal Review of the Prosecution of Narcotics Abuse Crimes (Case Study No. Reg. Perk.PDM-154/PL/07/2010) Mohamad Aidil
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8852

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar tuntutan Jaksa Penuntut Umum dan dasar pertimbangan hakim dalam putusan perkara pidana penyalahgunaan narkotika berdasarkan studi kasus nomor Reg.Perk.PDM-154/PL/07/2010 di Pengadilan Negeri Palu. Rumusan masalah yang diajukan meliputi: (1) Apa dasar tuntutan jaksa penuntut umum dalam perkara pidana narkotika? (2) Apa dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan dalam perkara tersebut? Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jaksa Penuntut Umum melakukan tuntutan berdasarkan alat bukti yang sah sesuai dengan ketentuan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dan Majelis Hakim memutuskan terdakwa bersalah dengan pidana penjara selama 5 tahun 6 bulan dan denda satu miliar rupiah. Namun, efektivitas penjatuhan hukuman dirasa kurang memberikan efek jera, sehingga direkomendasikan agar hukuman diperberat agar efek jera yang lebih signifikan dalam pemberantasan narkotika dapat tercipta.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 8: Agustus - 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 7: Juli 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 6: Juni 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 5: Mei 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 4: April 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 3: Maret 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 2: Februari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 1: Januari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Mei 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026 (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) April 2026 (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026 Vol. 8 No. 12: Desember 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 11: November 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 10: Oktober 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 9: September 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 8: Agustus 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 7: Juli 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 6: Juni 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 5: Mei 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 4: April 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 3: Maret 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 2: Februari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 1: Januari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Mei 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - September 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - November 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2025 Vol. 7 No. 12: Desember 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 11: November 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 10: Oktober 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 9: September 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 8: Agustus 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 7: July 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 6: Juni 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 5: MEI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 3: MARET 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 10: OKTOBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 3: MARET 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 2: FEBRUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 1: JANUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 3: MARET 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 2: FEBRUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 1: JANUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 10: OKTOBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 12: DESEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 11: NOVEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 10: OKTOBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2022 Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 8: AGUSTUS 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 7: JULI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 6: JUNI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 5: MEI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 4: APRIL 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 3: MARET 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 2: FEBRUARI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 1: JANUARI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 9: DESEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 8: NOVEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2021 Vol. 3 No. 7: OKTOBER 2021 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 6: SEPTEMBER 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 5: AGUSTUS 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 4: JULI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 3: JUNI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 2: MEI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 1: APRIL 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 2 No. 1: Oktober 2019 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 1 No. 1: Oktober 2018 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) More Issue