cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
contact@unismuhpalu.ac.id
Editorial Address
Jalan Jabal Nur No.1, Talise, Mantikulore, Talise, Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94118
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Kolaboratif Sains
ISSN : -     EISSN : 26232022     DOI : https://doi.org/10.31934/jom
Jurnal Kolaboratif Sains merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Palu. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dalam bentuk Hasil Penelitian, Laporan Penelitian, Literatur Review. Semua manuskrip yang dikirimkan adalah peer review oleh para ahli di bidang yang relevan. Tujuan dan Lingkup Jurnal Kolaboratif Sains untuk mendukung para akademisi/peneliti pada penelitian multidisiplin untuk mempublikasikan karya ilmiahnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,284 Documents
Karakteristik Penderita Hipertensi Di RSUD Mitra Sehat: Characteristics of Hypertension Patients at Mitra Sehat Regional Hospital Marshanda Timbulus; Lucyana Leonita Pongoh; Prycilia Pingkan Mamuaja
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 10: Oktober 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8616

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan masalah kesehatan yang terjadi di berbagai belahan dunia dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi penyakit kardiovaskuler seperti infark miokard, jantung koroner, gagal jantung kongestif, stroke, dan bila mengenai ginjal akan terjadi gagal ginjal kronis serta kebutaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita hipertensi di RSUD Mitra Sehat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 72 responden diperoleh dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi dari masing-masing variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kelompok usia 55–64 tahun (36,1%), berjenis kelamin perempuan (62,5%), dan memiliki tingkat pendidikan Sekolah Menengah Pertama (37,5%). Pekerjaan terbanyak adalah petani (29,2%) dan sebagian besar memiliki indeks masa tubuh normal (66,7%). Semua responden berasal dari suku Minahasa (100%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penderita hipertensi di RSUD Mitra Sehat didominasi oleh perempuan usia lanjut dengan latar belakang pendidikan menengah ke bawah dan sebagian besar berasal dari sektor informal. Faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, IMT, dan suku perlu diperhatikan dalam upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi di wilayah tersebut.
Analisis Faktor Determinan Kejadian Sindrom Dispepsia Pada Pasien Rawat Jalan Di RSUD Mitra Sehat : Analysis of Determinant Factors of Dyspepsia Syndrome Incidence in Outpatients at Mitra Sehat Regional Hospital Cessilia Cristina Lumopa; Nancy Sylvia Bawiling; Sudirham
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 10: Oktober 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8639

Abstract

Dispepsia merupakan salah satu penyakit terbanyak yang ada di dunia dan di RSUD Mitra Sehat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor determinan kejadian sindrom dispepsia pada pasien rawat jalan di RSUD Mitra Sehat. Metode: Penelitian ini bersifat kuantitatif, dengan menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – Juli Tahun 2025 di RSUD Mitra Sehat. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 93 responden. Teknik pengambilan menggunakan accidental sampling. Uji statistik yang dipakai yaitu uji korelasi spearman dan uji chi square. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa uji korelasi spearman, pola makan memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian dispepsia (p = 0,000; r = -0,833) dan uji chi-square menunjukkan bahwa stress (p = 0,000), konsumsi minuman berisiko (p = 0,001) juga memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian dispepsia, sedangkan merokok tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p = 0,877) dengan kejadian dispepsia. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan, stres, dan konsumsi minuman berisiko dengan kejadian sindrom dispepsia sedangkan tidak terdapat hubungan merokok dengan kejadian sindrom dispepsia pada pasien rawat jalan di RSUD Mitra Sehat. Masyarakat disarankan untuk menjaga pola hidup menjadi lebih baik.
Tipologi Karakteristik Arsitektur Kolonial di Kota Bandung: Typology of Colonial Architecture Characteristics in the City of Bandung Nadhil Tamimi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 10: Oktober 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8656

Abstract

Penelitian ini mengkaji tipologi dan karakteristik arsitektur kolonial di Kota Bandung, Jawa Barat, yang berkembang pesat sejak akhir abad ke?19 sebagai pusat administrasi dan rekreasi Hindia Belanda. Berdasarkan studi literatur, berdasarkan bangunan—Vila Isola (1933), Gedung Sate (1920), deretan ruko Braga ditelaah untuk mengidentifikasi ciri khas arsitektur kolonial Bandung. Hasil kajian menunjukkan bahwa arsitektur kolonial Bandung ditandai oleh (1) fasad simetris dan ornamentasi bergaya Art Deco atau Neoklasik yang menyiratkan status dan fungsi administratif, (2) adaptasi iklim tropis melalui ventilasi silang, teras/balkon terbuka, dan overhang lebar, (3) kombinasi material lokal (bata ekspos, kayu, marmer) dengan beton bertulang dan kaca besar, serta (4) hibridisasi ornamen Eropa dan motif lokal (tusuk sate, batik keramik). Temuan ini menjadi landasan strategis bagi pedoman konservasi bangunan kolonial Bandung agar nilai estetika dan historisnya terjaga.
Analisis Hubungan Pengetahuan Dan Hygiene Sanitasi Toilet Masjid Dan Mushalla Di Kecamatan Pancur Batu Deli Serdang: Analysis of the Relationship between Knowledge and Hygiene and Sanitation of Mosque and Prayer Room Toilets in Pancur Batu District, Deli Serdang Alvi Nur Ilmi Br Ginting; Meutia Nanda; Mhd. Furqan
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8657

Abstract

Masjid dan mushalla sebagai tempat ibadah yang digunakan oleh masyarakat secara luas, memerlukan fasilitas toilet yang memenuhi standar hygiene dan sanitasi guna mendukung kesehatan lingkungan dan kenyamanan jamaah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi hygiene dan sanitasi toilet masjid dan mushalla di Kecamatan Pancur Batu, Deli Serdang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analitik dan melibatkan 60 toilet yang terdiri dari 50 masjid dan 10 mushalla dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 70% toilet memenuhi standar hygiene dan sanitasi, sementara 30% toilet tidak memenuhi standar. Komponen toilet yang paling banyak tidak memenuhi syarat adalah fasilitas tempat sampah (81,7% tidak memenuhi syarat) dan ventilasi toilet (43,3% tidak memenuhi syarat). Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan pengelola toilet dengan kondisi hygiene dan sanitasi toilet (p = 0,000). Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pengawasan dan edukasi kepada pengelola masjid dan mushalla untuk meningkatkan kualitas sanitasi toilet sesuai dengan standar yang berlaku.
Asuhan Keperawatan Pada An. A Usia 26 Bulan Implementasi Terapi Komperes Bawang Merah Untuk Menurunkan Suhu Tubuh Dengan Diagnosis Keperawatan Hipertermia Di Wilayah Kerja Uptd Talise: Nursing Care For 26-Month-Old A, Implementing Shallot Compress Therapy To Reduce Body Temperature With The Nursing Diagnosis Of Hyperthermia In Talise Public Health Center Working Area Siti Zahra Rusli; Indri Iriani; Rabiah Rabiah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8674

Abstract

Latar Belakang Hipertermia merupakan suatu kondisi meningkatnya suhu tubuh di atas batas normal (>38°C), yang sering terjadi pada anak usia balita sebagai respon terhadap infeksi atau gangguan sistem tubuh lainnya. Kondisi ini berpotensi menimbulkan komplikasi serius seperti dehidrasi, kejang demam, hingga gangguan neurologis jika tidak ditangani dengan tepat. Tujuan penelitian ini untuk melakukan Asuhan Keperawatan Pada An. A Usia 26 Bulan Implementasi Terapi Kompres Bawang Merah Untuk Menurunkan Suhu Tubuh Dengan Diagnosis Keperawatan Hipertermia. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain studi kasus deskriptif, populasi dalam penelitian ini adalah klien anak dengan diagnosis hipertermia yang berada di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Talise, sampel adalah klien anak dengan masalah hipertermia. Hasil penelitian dari pengkajian yang di lakukan kepada An. A di temukan data subjektif ibu klien mengatakan klien demam sejak 2 hari yang lalu, demam dirasakan pada malam hari, batuk berdahak, gelisah, rewel, flu dan sulit tidur klien juga nampak suhu tubuh meningkat diatas batas normal, kulit teraba hangat, gelisah dan rewel. Tanda-tanda vital : TD= 106/63 mmhg, N= 150x/mnt, S= 38,4°C, RR= 55 x/mnt.diagnosa yang ditemukan pada anak an. A yaitu hipertermia. Setelah diberikan terapi kompres bawang merah terjadi penurunan suhu tubuh yaitu pada implementasi h-1 didapatkan hasil tubuh dari di dapatkan hasil suhu tubuh dari 38,4°C menjadi 38,0°C. Pada implementasi hari ke 2 di temukan hasil suhu tubuh dari 37,9°C menjadi 37,7°C dan pada implementasi hari ke 3 di temukan hasil suhu tubuh dari 37,6°C menjadi 36,6°C. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa adanya penurunan suhu tubuh setelah dilakukan kompres hangat. Pada hari pertama pengkajian didapatkan hasil suhu tubuh 38,4°C. Setelah dilakukan tindakan terapi kompres bawang merah sampai hari ke-3, suhu tubuh menurun menjadi 36,6°C.
Integrasi Teknologi Informasi dalam Pengelolaan Barang Milik Negara di Lingkungan Keimigrasian: Integration of Information Technology in the Management of State Assets in the Immigration Environment Diskara Tempati; Hanif Yudha Pratama; Muhammad Farhan; Farrel Muhammad; Kevin Suherman; Nurul Maharani Piranti
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8686

Abstract

Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) merupakan aspek fundamental dalam tata kelola pemerintahan yang mendukung fungsi pemerintahan termasuk dalam bidang keimigrasian. Di lingkungan keimigrasian, BMN di lingkungan keimigrasiaan sendiri berupa gedung kantor, perangkat teknologi layanan paspor, hingga kendaraan dinas memiliki peran vital dalam menunjang fungsi pelayanan publik, pengawasan, dan penegakan hukum. Namun, pengelolaan BMN sendiri masih menghadapi sejumlah permasalahan, seperti perbedaan data administrasi dengan kondisi fisik, aset yang tidak termanfaatkan, hingga kendaraan dinas yang hilang atau digunakan tidak sesuai ketentuan. Penelitian ini membahas integrasi teknologi informasi dalam pengelolaan BMN di unit pelaksana teknis (UPT) keimigrasian sebagai solusi peningkatan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis data sekunder dari laporan pemerintah, literatur akademik, dan berita terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem informasi, seperti SIMAK-BMN dan SAKTI, serta inovasi teknologi berupa GPS tracking, QR code, dan dashboard monitoring mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan BMN. Meskipun terdapat tantangan berupa keterbatasan SDM, infrastruktur, dan resistensi budaya kerja di masa depan sangat potensial untuk memperkuat sistem manajemen aset negara di lingkungan keimigrasian.
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Informal Nelayan Di Kabupaten Batubara: Analysis of Occupational Accident Risks Among Informal Fishermen Workers in Batubara Regency Alwi Ridho; Tri Niswati Utami; Putra Apriadi Siregar; Yulia Khairina Ashar; Asnil Aidah Ritonga
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8704

Abstract

Data FAO (Food and Agriculture Organization), menyebutkan bahwa sebanyak 16 kali lebih tinggi kematian yang terjadi pada pekerjaan nelayan dibandingkan dengan jumlah kematian pada pekerjaan berbahaya lainnya di dunia. Tujuan penelitian nengetahui dan menganalisis risiko kecelakaan kerja pada pekerja informal nelayan di Kabupaten Batubara menggunakan metode Bowtie Analysis. Metode ini menggunakan kualitatif dengan analisis Bowtie. Informan pada penelitian ini berjumlah 7 informan. Pengumpulan data melalui wawancara dan observasi secara langsung. Data dianalisis secara metode Bowtie Analysis. Berdasarkan penelitian terhadap 7 nelayan penangkap ikan di Kabupaten Batubara, diperoleh kesimpulan bahwa risiko kecelakaan kerja dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang tidak aman, seperti lantai licin, suhu lembab, jaring kasar, cuaca ekstrem, kebisingan, biota laut berbahaya, ombak kencang, serta faktor kepercayaan. Penyebab dari risiko kecelakaan ini diakibatkan oleh kelalaian dari nelayan itu sendiri, cuaca ekstrem, unsafe action dan unsafe condition. Pencegahan dilakukan melalui pengelolaan lingkungan, faktor manusia, peralatan, kearifan lokal, dan pengobatan tradisional. Pengendalian bahaya mencakup perawatan kapal, pemasangan pegangan, menjaga lantai kapal tetap kering, serta penyediaan pelampung sederhana.
Peningkatan Aktivitas Belajar Di Rumah Melalui Layanan Teknik Modeling Pada Siswa: The Increase Activity Of Learning At Home Through Services At The Modeling Techniques Moh. Fikram Safii; Micha Felayati Silalahi; Dian Fitriani
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8720

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan serta menjelaskan peningkatan aktivitas belajar di rumah sebelum dan sesudah diberikan layanan teknik modeling. Permasalahan dalam penelitian ini adalah aktivitas belajar membaca di rumah sebelum dan sesudah diberikan layanan teknik modeling. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 12 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket minat membaca. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan menggunakan rumus uji-t (satu ekor) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa aktivitas belajar di rumah sebelum diberikan layanan teknik modeling yaitu 35,16% siswa yang memiliki aktivitas belajar di rumah kurang. Sedangkan sesudah diberikan layanan teknik modeling maka terjadi peningkatan 37,08% siswa. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa aktivitas belajar di rumah sesudah diberikan layanan teknik modeling lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum diberikan layanan teknik modeling.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan Ibu Dalam Melakukan Deteksi Dini Stunting Di UPTD Puskesmas Suro Kecamatan Suro Makmur Kabupaten Aceh Singkil: Factors Influencing Mother's Knowledge In Carrying Out Early Stunting Detection At Suro Public Health Center, Suro Makmur District, Aceh Singkil Regency Arlis; Dameria Br Ginting; Maita Sarah; Mazly Astuty; Juliana
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8758

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi dalam waktu lama sehingga balita menjadi pendek dari standar tinggi badan usianya. Prevalensi stunting di Indonesia mengalami peningkatan di tahun 2020 menjadi 33,2%. Pengetahuan ibu dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya umur, pendidikan, pekerjaan, pengalaman dan sumber informasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui Faktor•Fafaktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu dalam melakukan deteksi dini stunting di UPTD Puskesmas Suro Kecamatan Suro Makmur Kabupaten Aceh Singkil Metode : Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional dengan populasi yaitu ibu yang memiliki balita usia 0-5 tahun, teknik pengambilan sampel dengan pusposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 65 orang. Analisa bivariat menggunakan uji paired t test dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan Faktor umur mempengaruhi pengetahuan ibu tentang deteksi dini stunting, nilai P value 0,000. Faktor pendidikan mempengaruhi pengetahuan ibu tentang deteksi dini stunting, nilai P value 0,001. Faktor pekerjaan mempengaruhi pengetahuan ibu tentang deteksi dini stunting, nilai P value 0,001. Dan Faktor sumber informasi mempengaruhi pengetahuan ibu tentang deteksi dini stunting dengan nilai p value sebesar 0,006. Faktor pengalaman tidak mempengaruhi pengetahuan ibu tentang deteksi dini stunting, nilai P value 0,074. Saran : Dari hasil penelitian diatas disimpulkan bahwa faktor umur, pendidikan, pekerjaan, dan sumber informasi berpengaruh terhadap pengetahuan ibu.
Pengaruh Kombinasi Effleurage Message Dan Jahe Compres Ball Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Punggung Ibu Hamil Trimester III Di TPMB Helen Tahun 2025: The Effect of Combining Effleurage Massage and Ginger Compress Balls on Reducing Back Pain in Third Trimester Pregnant Women at Helen Maternity Hospital in 2025 Emi Br Barus; Muryani
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8759

Abstract

Latar Belakang : Kehamilan adalah sebuah proses biologis yang menimbulkan perubahan besar pada tubuh, seringkali mengakibatkan ketidaknyamanan seperti sakit punggung. Sakit punggung pada wanita hamil di trimester ketiga sering kali dikeluhkan akibat peningkatan berat badan ibu Bersama dengan janin yang dikandungnya. Untuk mengatasi sakit punggung, salah satu cara yang dapat dilakukan Adalah dengan menggunakan kombinasi pijat Efflurage dan kompres bola jahe, yang merupakan metode non-obat sebagai alternatif dalam mengatasi sakit punggung selama kehamilan. Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh Effleurage Massage dan Jahe Compres Ball Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Punggung Ibu Hamil Trimester III Di TPMB Helen Tahun 2025 Metode: Jenis penelitian Kuantitatif dengan Metode penelitian Quasi Eksperimental dengan pendekatan One Group pre-post test Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil Trimester III sebanyak 37 dengan jumlah sampel 15 Ibu hamil Trimester III dengan nyeri punggung. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah Numerik Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariate menggunakan uji paired t tes. Hasil: Hasil Analisis uji paired t tes didapatkan bahwa nilai rata-rata tingkat nyeri punggung ibu sebelum diberikan kombinasi Efflurage Massage dan Jahe Compres Ball sebesar 4,833 dan setelah diberikan kombinasi Efflurage Massage dan Jahe Compres Ball sebesar 1,657. Perbedaan tingkat nyeri punggung ibu berdasarkan uji paired t-test diperoleh nilai ? value sebesar 0,000. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa secara statistik terdapat pengaruh tingkat nyeri punggung ibu sebelum dan sesudah diberikan kombinasi Efflurage Massage dan Jahe Compres Ball terhadap penurunan tingkat nyeri punggung ibu hamil trimester III di TPMB Helen Tahun 2025

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 8: Agustus - 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 7: Juli 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 6: Juni 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 5: Mei 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 4: April 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 3: Maret 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 2: Februari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 1: Januari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Mei 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026 (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) April 2026 (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026 Vol. 8 No. 12: Desember 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 11: November 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 10: Oktober 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 9: September 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 8: Agustus 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 7: Juli 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 6: Juni 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 5: Mei 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 4: April 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 3: Maret 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 2: Februari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 1: Januari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Mei 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - September 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - November 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025 Vol. 7 No. 12: Desember 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 11: November 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 10: Oktober 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 9: September 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 8: Agustus 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 7: July 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 6: Juni 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 5: MEI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 3: MARET 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 10: OKTOBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 3: MARET 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 2: FEBRUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 1: JANUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 3: MARET 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 2: FEBRUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 1: JANUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 10: OKTOBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 12: DESEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 11: NOVEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 10: OKTOBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2022 Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 8: AGUSTUS 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 7: JULI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 6: JUNI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 5: MEI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 4: APRIL 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 3: MARET 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 2: FEBRUARI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 1: JANUARI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 9: DESEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 8: NOVEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2021 Vol. 3 No. 7: OKTOBER 2021 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 6: SEPTEMBER 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 5: AGUSTUS 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 4: JULI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 3: JUNI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 2: MEI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 1: APRIL 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 2 No. 1: Oktober 2019 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 1 No. 1: Oktober 2018 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) More Issue