cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
contact@unismuhpalu.ac.id
Editorial Address
Jalan Jabal Nur No.1, Talise, Mantikulore, Talise, Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94118
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Kolaboratif Sains
ISSN : -     EISSN : 26232022     DOI : https://doi.org/10.31934/jom
Jurnal Kolaboratif Sains merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Palu. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dalam bentuk Hasil Penelitian, Laporan Penelitian, Literatur Review. Semua manuskrip yang dikirimkan adalah peer review oleh para ahli di bidang yang relevan. Tujuan dan Lingkup Jurnal Kolaboratif Sains untuk mendukung para akademisi/peneliti pada penelitian multidisiplin untuk mempublikasikan karya ilmiahnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,284 Documents
Efektivitas Kinerja Organisasi Pada Perangkat Daerah: Effectiveness of Organizational Performance in Regional Devices Sri Yulianti Mozin; Siti Nurcahyati Abdussamad
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10365

Abstract

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memegang peranan strategis dalam keberhasilan pembangunan dan pelayanan publik di tingkat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor determinan yang mempengaruhi efektivitas kinerja OPD. Melalui tinjauan terhadap berbagai studi terkini, penelitian ini menelaah aspek partisipasi penyusunan anggaran, akuntabilitas publik, gaya kepemimpinan, kualitas pelaporan keuangan, serta implementasi teknologi informasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja manajerial OPD sangat dipengaruhi oleh kejelasan sasaran anggaran dan partisipasi aktif dalam penyusunannya. Selain itu, kualitas laporan keuangan dan kedisiplinan perencanaan pembangunan menjadi indikator utama transparansi instansi. Temuan juga menyoroti pentingnya adaptasi digital melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dan urgensi koordinasi lintas sektoral dalam penanganan isu daerah. Kesimpulannya, penguatan kapasitas OPD memerlukan integrasi antara kompetensi sumber daya manusia, kepatuhan pada regulasi, dan modernisasi sistem tata kelola.
Implementasi Mobilisasi Dini Pada Ibu Bersalin Post Sectio Caesarea (Sc) Dengan Masalah Gangguan Mobilitas Fisik Di Rsud Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Implementation Of Early Mobilization In Post-Cesarean Delivery Mothers With Physical Mobility Problems At Undata Regional Hospital, Central Sulawesi Province Sitti Nurhaliza Tahir; Rosita; Indri Iriani
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10366

Abstract

Mobilisasi dini merupakan salah satu intervensi keperawatan yang penting dalam mempercepat proses pemulihan ibu post sectio caesarea (SC). Keterlambatan mobilisasi dapat menyebabkan berbagai komplikasi seperti trombosis vena dalam, konstipasi, dan gangguan pernapasan. Oleh karena itu, pelaksanaan mobilisasi dini perlu dilakukan secara bertahap dan sesuai prosedur untuk mengembalikan fungsi fisik pasien. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif, yang dilaksanakan di ruang nifas RS Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Subjek penelitian adalah seorang ibu post SC dengan masalah gangguan mobilitas fisik. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan format SOAP (Subjective, Objective, Assessment, Planning). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan implementasi mobilisasi dini secara bertahap selama dua hari, pasien mengalami peningkatan kemampuan dalam bergerak. Pada hari pertama pasien masih membutuhkan bantuan saat duduk dan berdiri, namun pada hari kedua pasien sudah mampu melakukan aktivitas mandiri tanpa keluhan nyeri yang signifikan. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kekuatan otot, stabilitas postur, serta peningkatan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari. Pembahasan: Penerapan mobilisasi dini yang dilakukan secara tepat dan berkesinambungan dapat mempercepat pemulihan fisik ibu post SC. Dukungan keluarga dan edukasi yang baik dari perawat berperan penting dalam meningkatkan keberhasilan intervensi. Hasil ini sejalan dengan teori dan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa mobilisasi dini efektif dalam meningkatkan sirkulasi, mempercepat penyembuhan luka, dan mengurangi komplikasi imobilisasi. Kesimpulan: Implementasi mobilisasi dini terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan fisik dan kemandirian ibu post SC. Perawat diharapkan dapat menerapkan intervensi ini secara terencana, bertahap, dan melibatkan keluarga untuk hasil yang optimal.
Faktor-Faktor Yang Menghambat Pemberian Asi Eksklusif Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Matani Kota Tomohon: Factors That Hinder Exclusive Breastfeeding In Infants Aged 0-6 Months In The Working Area Of The Matani Community Health Center In Tomohon City Joy Sharon Angelica Sianturi; Vera Tombokan; Syafriani; Rakhmawati Agustina; Jonesius E Manoppo
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10367

Abstract

ASI eksklusif merupakan salah satu indikator penting dalam meningkatkan kesehatan bayi dan menurunkan angka kesakitan serta kematian bayi. Namun, cakupan ASI eksklusif di Kota Tomohon, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Matani, masih rendah sehingga perlu diteliti faktor-faktor yang menghambatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menghambat pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0–6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Matani Kota Tomohon. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 65 responden, yaitu ibu yang memiliki bayi usia 0–6 bulan, yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95%. Cakupan pemberian ASI eksklusif hanya sebesar 24,6%. Faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif meliputi pengetahuan ibu (p = 0,048), riwayat sakit (p = 0,010), stres (p = 0,007), bingung puting pada bayi (p = 0,013), dukungan keluarga (p = 0,001), dan pengaruh iklan susu formula (p = 0,008). Faktor dominan yang menghambat adalah rendahnya dukungan keluarga serta kuatnya tingkat stres pada ibu. Upaya peningkatan pengetahuan ibu, dukungan keluarga, dan pengawasan promosi susu formula perlu diperkuat untuk mendorong keberhasilan ASI eksklusif.
Naqd al-Sanad Dalam Studi Hadis: Perkembangan Historis, Prosedur Metodologis, dan Signifikansinya: Naqd al-Sanad in Hadith Studies: Historical Development, Methodological Procedures, and Its Significance Muhammad Sabir; Zaenab; Sulfiana; Nurul Islamiah; Dhiya Alfiah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10368

Abstract

Metode kritik sanad merupakan elemen fundamental dalam studi hadis yang berfungsi sebagai instrumen verifikasi keotentikan periwayatan hadis Nabi Muhammad saw. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna dan sejarah perkembangan metode kritik sanad dalam tradisi keilmuan islam, menjelaskan Langkah-langkah metodologis yang digunakan ulama hadis dalam menerapkannya, serta menganalisis implementasi dan manfaat metode tersebut dalam kajian hadis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan. Analisis data dilakukan melalui penelusuran historis terhadap perkembangan kritik sanad, identifikasi prosedur peniliaian sanad dan perawi, serta evaluasi fungsi kritik sanad dalam menentukan kualitas hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kritik sanad berkembang secara bertahap sejak masa sahabat hingga masa kodifikasi hadis, dan diterapkan melalui prosedur sistematis yang mencakup pemeriksaan ketersambungan sanad, keadilan dan ketelitian perawi, serta identifikasi cacat sanad. Metode kritik sanad terbukti memiliki peran penting dalam menjaga otentisitas hadis dan relevan untuk digunakan dalam kajian hadis klasik maupun kontemporer.
Penerapan ISAK 35 dalam Penyusunan Laporan Keuangan pada Yayasan Al-Muhajirin Palu: Implementation of ISAK 35 in the Preparation of Financial Reports at the Al-Muhajirin Palu Foundation Fitrawati; Nur Husna H; Dinda Cahya Maharani; Anisa Safitri
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10369

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penyusunan dan penyajian laporan keuangan pada entitas nirlaba dengan studi kasus Yayasan Al-Muhajirin Palu. Sebagai organisasi yang bergerak dalam bidang sosial, kemanusiaan, dan keagamaan, yayasan memiliki kebutuhan akan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana publik. Penyajian laporan keuangan mengacu pada ISAK 35 tentang Laporan Keuangan Entitas Berorientasi Nonlaba, yang mencakup laporan posisi keuangan, laporan penghasilan komprehensif, laporan perubahan aset neto, laporan arus kas, serta catatan atas laporan keuangan. Penelitian ini menyoroti struktur organisasi yayasan, sumber pendanaan, serta implementasi standar akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan tahun 2024. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa penerapan ISAK 35 membantu yayasan memberikan informasi yang lebih terstruktur, relevan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada para pemangku kepentingan. Kesimpulannya, kepatuhan terhadap standar pelaporan keuangan mampu meningkatkan kepercayaan publik serta mendukung tata kelola yang baik dalam pengelolaan lembaga nirlaba.
Uji Efektivitas Daya Serap Tanaman Kangkung Air Dalam Menurunkan Kadar Chemical Oxygen Demand (COD) Pada Limbah Cair Pabrik Tahu Ayula Tilango Kabupaten Bone Bolango: Effectiveness Test of Water Spinach Absorption Capacity in Reducing Chemical Oxygen Demand (COD) Levels in Liquid Waste from the Ayula Tilango Tofu Factory in Bone Bolango Regency Siti Faujia Kango; Herlina Jusuf; Ayu Rofia Nurfadillah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10370

Abstract

Limbah cair yang dihasilkan dari proses pembuatan tahu mengandung bahan organik tinggi yang dapat meningkatkan nilai Chemical Oxygen Demand (COD) sehingga mencemari lingkungan perairan. Salah satu upaya pengolahan limbah secara alami adalah fitoremediasi menggunakan tanaman air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas tanaman kangkung air (Ipomoea aquatica) dalam menurunkan kadar COD pada limbah cair pabrik tahu Ayula Tilango Kabupaten Bone Bolango. Jenis penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan rancangan One Group Pretest–Posttest Design menggunakan variasi jumlah rumpun tanaman sebanyak 10, 15, dan 20 rumpun, masing-masing dengan tiga kali replikasi dan waktu kontak selama 1×24 jam. Parameter yang diamati meliputi suhu, pH, dan kadar COD sebelum serta sesudah perlakuan. Analisis data menggunakan One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman kangkung air belum efektif menurunkan kadar COD. Nilai signifikansi uji ANOVA sebesar p = 0,823 (p > 0,05) menunjukkan tidak terdapat perbedaan antarperlakuan. Faktor penyebab antara lain pH limbah yang tinggi (9,42), waktu kontak singkat (1 hari), dan pembusukan tanaman akibat kepadatan biomassa. Kesimpulannya, kangkung air belum mampu menurunkan kadar COD secara signifikan. Disarankan penelitian selanjutnya memperpanjang waktu kontak dan menambah parameter pendukung.
Hubungan antara Pemberian Edukasi Insulin terhadap Kontrol Glikemik Pasien dengan Diabetes Melitus Tipe 2 di RSU Cut Meutia: The Relationship Between Insulin Education and Glycemic Control in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus at Cut Meutia General Hospital Syahla Faizasha; Maulina Debbyousha; Juwita Sahputri
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10371

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit kronik yang terjadi ketika pankreas tidak memproduksi insulin yang cukup, atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkannya. Penatalaksanaan diabetes melitus salah satunya adalah dengan menggunakan insulin. Penyuntikan insulin yang tidak tepat dapat mempengaruhi kontrol glikemik pasien diabetes melitus tipe 2, oleh karena itu edukasi penting untuk diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara pemberian edukasi insulin terhadap kontrol glikemik pasien dengan diabetes melitus tipe 2 di RSU Cut Meutia. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan rancangan one group pre test dan post test design. Hasil penelitian ini didapatkan karakteristik responden mayoritas berumur 46-55 tahun, berjenis kelamin perempuan, bekerja sebagai ibu rumah tangga, memiliki tingkat pendidikan menengah dengan lama menderita diabetes melitus mayoritas ? 5 tahun, dan jenis insulin yang digunakan mayoritas adalah insulin basal long acting. Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pengguna insulin setelah edukasi yaitu dalam kategori baik dan mayoritas kontrol glikemik pasien berada pada kontrol glikemik yang tidak terkontrol. Bedasarkan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan pengetahuan sebelum diberikan edukasi, dengan kontrol glikemik adalah p value = 0,147 (>0,05), dan hubungan pengetahuan setelah diberikan edukasi, dengan kontrol glikemik adalah p value = 0,112 (>0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara pemberian edukasi insulin terhadap kontrol glikemik pasien dengan diabetes melitus tipe 2 di RSU Cut Meutia.
Digital Marketing Strategy in the Development of Layer Chicken MSMEs in Sigi Regency: Digital Marketing Strategy in the Development of Layer Chicken MSMEs in Sigi Regency Moh. Rezsa Kuntara; Linda; Sugyarso Sanan
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.10373

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi upaya UMKM ayam petelur di Kabupaten Sigi dalam menerapkan pemasaran digital. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, mencakup analisis faktor penghambat, aktivitas pemasaran digital, kinerja bisnis, tantangan, serta rekomendasi bagi pemangku kepentingan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan Focus Group Discussion FGD dengan dua pemilik UMKM serta perwakilan LSM. Hasil menunjukkan bahwa meskipun platform digital telah diadopsi, keterbatasan keterampilan karyawan menjadi hambatan utama, sehingga penerapan pemasaran digital dan kinerja bisnis masih dapat ditingkatkan. penelitian ini merekomendasikan peningkatan literasi digital dan kolaborasi antar pemangku kepentingan melalui pelatihan, pendampingan, dan penyediaan tenaga ahli untuk memperkuat kemampuan pemasaran digital UMKM.
Kualitas Pelayanan dan Kelengkapan Sarana dan Prasarana terhadap Kepuasan Pelanggan PDAM Kabupaten Karanganyar: Service Quality and Facility and Infrastructure Completeness in Relation to Customer Satisfaction at PDAM Karanganyar Regency Anteng Nirwanto
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10384

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan kelengkapan sarana dan prasarana terhadap tingkat kepuasan pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Karanganyar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 54 responden pelanggan PDAM. Instrumen penelitian mengacu pada model SERVQUAL yang mencakup lima dimensi kualitas pelayanan, yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Analisis data dilakukan menggunakan analisis GAP dan diagram kartesius untuk mengukur kesenjangan antara harapan dan persepsi pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kinerja pelayanan PDAM Kabupaten Karanganyar telah memenuhi harapan pelanggan, meskipun masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi PDAM dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan.
Rancang Bangun Prototype Jemuran Otomatis Beberbasis Arduino Uno: Design and Development of an Arduino Uno–Based Automatic Clothes Drying Prototype Muhammad Fhatir Alhacky; Apriansyah; Karnadi
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10385

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun prototipe jemuran otomatis berbasis Arduino Uno dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT). Sistem ini menggunakan sensor hujan untuk mendeteksi air dan sensor LDR (Light Dependent Resistor) untuk mendeteksi intensitas cahaya. Data dari sensor diproses oleh mikrokontroler Arduino Uno untuk mengendalikan motor servo sebagai penggerak buka tutup atap jemuran secara otomatis. Metode yang digunakan meliputi perancangan perangkat keras, perancangan perangkat lunak, serta pengujian alat pada beberapa kondisi cuaca yaitu cerah, cerah hujan, mendung tanpa hujan, dan hujan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu bekerja sesuai dengan kondisi lingkungan yang terdeteksi oleh sensor. Atap jemuran dapat terbuka saat kondisi cerah dan tertutup saat kondisi hujan atau mendung. Dengan adanya sistem ini, diharapkan dapat membantu masyarakat dalam proses pengeringan pakaian secara otomatis, efisien, serta meningkatkan kenyamanan dalam aktivitas sehari-hari.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 8: Agustus - 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 7: Juli 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 6: Juni 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 5: Mei 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 4: April 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 3: Maret 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 2: Februari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 1: Januari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Mei 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026 (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) April 2026 Vol. 8 No. 12: Desember 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 11: November 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 10: Oktober 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 9: September 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 8: Agustus 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 7: Juli 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 6: Juni 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 5: Mei 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 4: April 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 3: Maret 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 2: Februari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 1: Januari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Mei 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - September 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - November 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025 Vol. 7 No. 12: Desember 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 11: November 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 10: Oktober 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 9: September 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 8: Agustus 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 7: July 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 6: Juni 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 5: MEI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 3: MARET 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 10: OKTOBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 3: MARET 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 2: FEBRUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 1: JANUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 3: MARET 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 2: FEBRUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 1: JANUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 10: OKTOBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 12: DESEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 11: NOVEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 10: OKTOBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2022 Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 8: AGUSTUS 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 7: JULI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 6: JUNI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 5: MEI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 4: APRIL 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 3: MARET 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 2: FEBRUARI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 1: JANUARI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 9: DESEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 8: NOVEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2021 Vol. 3 No. 7: OKTOBER 2021 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 6: SEPTEMBER 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 5: AGUSTUS 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 4: JULI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 3: JUNI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 2: MEI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 1: APRIL 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 2 No. 1: Oktober 2019 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 1 No. 1: Oktober 2018 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) More Issue