cover
Contact Name
Bramianto Setiawan
Contact Email
snhrp2021@gmail.com
Phone
+628562805580
Journal Mail Official
snhrp2021@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dukuh Menanggal XII, Dukuh Menanggal, Kec. Gayungan, Kota SBY, Jawa Timur 60234
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP)
ISSN : -     EISSN : 27765105     DOI : -
Core Subject : Education,
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) merupakan salah satu ajang mempertemukan para peneliti disemua bidang pada tingkat nasional. Tujuan diadakan kegiatan ini agar peneliti akan mampu mengembangkan jaringan sosial, bertukar pengetahuan dan membangun jaringan yang kuat antara komunitas riset Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Adi Buana
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,202 Documents
STRATEGI PENINGKATAN RESOURCE EFFICIENCY DALAM SUSTAINABLE PRODUCTION SYSTEM MELALUI PENDEKATAN CIRCULAR ECONOMY: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Nur Qidam Aliyanto; Yunia Dwie Nurcahyanie
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 8 (2026): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 8 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola linear economy yang masih diterapkan pada sistem produksi umumnya memanfaatkan material, energi, dan air secara kurang efisien sehingga volume limbah yang dihasilkan terus bertambah. Circular economy hadir sebagai strategi alternatif melalui prinsip reduce, reuse, recycle, remanufacture, dan recover untuk memperpanjang siklus hidup material sekaligus meningkatkan resource efficiency dalam sustainable production system. Artikel ini bertujuan mengidentifikasi strategi dan praktik circular economy, menganalisis faktor pendukung dan penghambat penerapannya, memetakan metode pengukuran resource efficiency, serta mengidentifikasi celah penelitian yang relevan bagi bidang Teknik Industri, melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan kerangka PICOC terhadap 15 artikel terpilih yang memenuhi kriteria inklusi-eksklusi dari publikasi lima tahun terakhir (2021–2026). Hasil sintesis menunjukkan bahwa closed-loop production, remanufacturing, dan industrial symbiosis merupakan strategi circular economy yang paling banyak dibahas, dan artikel-artikel terbaru mulai mengaitkannya dengan Industry 4.0 serta kecerdasan buatan sebagai enabler. Limbah dan emisi karbon menjadi dimensi resource efficiency yang paling banyak dikaji, sementara aspek energi dan air masih kurang terwakili. Celah penelitian utama mencakup minimnya pengujian empiris terhadap model konseptual, terbatasnya representasi negara berkembang di luar perusahaan pelopor, serta minimnya kajian pada sektor agroindustri, yang menjadi dasar argumentasi kebaruan bagi penelitian lanjutan pada sistem produksi berkelanjutan lintas sektor.
ADAPTASI KARYAWAN TERHADAP SISTEM POIN PENALTI ABSENSI DAN DAMPAKNYA PADA KINERJA TIM (STUDI KASUS DI DEPARTEMEN TEKNIK PT ETERCON PHARMA) Andra Hisyam Alrisono; Asih Niati; Teguh Ariefiantoro
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 8 (2026): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 8 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas adaptasi karyawan terhadap sistem poin Penalti absensi dan dampaknya pada kinerja tim di Departemen Teknik PT Etercon Pharma. Permasalahan penelitian dilatarbelakangi oleh tingginya akumulasi poin penalti menunjukkan masih adanya pelanggaran kedisiplinan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses adaptasi karyawan terhadap sistem poin penalti absensi serta dampaknya terhadap kinerja tim. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem poin Penalti absensi telah dipahami dengan baik oleh karyawan melalui sosialisasi yang efektif sehingga meningkatkan kesadaran disiplin kerja. Karyawan memahami mekanisme pelanggaran, akumulasi poin, dan sanksi yang diterapkan. Namun, masih ditemukan miskomunikasi antar karyawan serta persepsi ketidakadilan terkait perbedaan bobot poin dan kurangnya fleksibilitas kebijakan terhadap kondisi eksternal. Penerapan sistem juga mendorong peningkatan self regulation karyawan dalam pengelolaan waktu dan memberikan dampak positif terhadap kinerja tim melalui meningkatnya keteraturan kerja, produktivitas, dan efektivitas pelaksanaan tugas.
ANALISIS RISIKO K3 PEKERJA OPERATOR MOBILE CRANE MENGGUNAKAN METODE HIRARC DI PERUSAHAAN RENTAL ALAT BERAT Arif Rahman Hakim; Yunia Dwie Nurcahyanie
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 8 (2026): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 8 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengoperasian mobile crane pada Perusahaan rental alat berat yang nantinya akan disewa oleh kontraktor kontraktor tertentu memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi akibat berbagai potensi bahaya seperti beban jatuh, kegagalan unit, kondisi lingkungan kerja, mulai dari tanah amblas karena lokasi proyek yang kurang mendukung, serta kesalahan manusia karena terkendala alat pendukung untuk komukasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, dan menentukan langkah pengendalian risiko pada pekerjaan operator mobile crane menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) yang meliputi identifikasi bahaya, penilaian tingkat kemungkinan serta penentuan tindakan pengendalian Risiko. Hasil penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan cara wawancara kepada operator, mulai dari keluhan menghadapi situasi di proyek saat ada, dan juga bagaimana menghadapi saat lokasi proyek tersebut kurang mendukung saat melakukan pengangkatan, serta kekurangan air minum saat di proyek karena terbatasnya akses untuk membeli Dapat disimpulkan bahwa metode HIRARC efektif digunakan untuk meminimalisir permasalahan yang di alami operator dengan cara pengendalian risiko mulai memakai APD yang lengkap, breefing sebelum pekerjaan dimulai, pengawasan atau pendampingan saat melakukan pengangkatan oleh HSE (Health Safety Environment) di proyek tersebut.
PENGENDALIAN KUALITAS DAN PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERANJANG PLASTIK PADA PROSES INJECTION MOLDING Naufal Charul Dzaky; Muhamad Abdul Jumali
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 8 (2026): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 8 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cacat berulang pada proses injection molding menurunkan proporsi produk baik dan dapat mengurangi efektivitas mesin meskipun proses masih berada dalam batas kendali statistik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas dan produktivitas produksi keranjang plastik melalui integrasi DMAIC, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), dan Overall Equipment Effectiveness (OEE). Studi kasus dilakukan pada sebuah perusahaan plastik di Surabaya menggunakan data produksi 20 hari kerja, observasi, dokumentasi, dan wawancara. Kondisi awal menunjukkan 665 cacat dari 17.280 unit, defect rate 3,85%, DPMO 9.620, level sigma 3,84, yield 96,15%, dan OEE 85,36%. Short shot merupakan cacat dominan (40,90%), sedangkan tekanan injeksi tidak stabil menjadi penyebab berisiko tertinggi dengan RPN 384. Usulan perbaikan mencakup standardisasi tekanan injeksi, cooling time minimum, monitoring suhu barrel, pengeringan material, dan pemeriksaan mold. Simulasi target perbaikan memproyeksikan penurunan cacat sebesar 25,56%, DPMO menjadi 7.162, level sigma menjadi 3,95, yield menjadi 97,14%, dan OEE menjadi 88,66%. Hasil ini menunjukkan bahwa integrasi indikator kualitas dan produktivitas dapat menghasilkan prioritas perbaikan yang lebih terukur; namun, manfaat aktual perlu dikonfirmasi melalui implementasi dan pengamatan pascaperbaikan.
PENERAPAN METODE SAFETY STOCK DAN REORDER POINT SEBAGAI MANAJEMEN PERSEDIAAN BAHAN BAKU POWDER PADA DIVISI PRODUKSI PT. Z : TINJAUAN LITERATUR TERSTRUKTUR Bily Prasisko; Yunia Dwie Nurcahyanie
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 8 (2026): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 8 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen persediaan merupakan aspek penting dalam menjaga kelancaran proses produksi. Permasalahan seperti overstock dan stockout dapat menghambat operasional serta meningkatkan biaya persediaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan metode Safety Stock dan Reorder Point sebagai strategi manajemen persediaan bahan baku powder pada Divisi Produksi PT. Z melalui pendekatan tinjauan literatur terstruktur. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Structured Literature Review (SLR) terhadap berbagai jurnal ilmiah dan buku referensi yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa penerapan Safety Stock berperan sebagai persediaan pengaman untuk mengantisipasi ketidakpastian permintaan dan lead time, sedangkan Reorder Point membantu menentukan waktu pemesanan kembali secara tepat. Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa kedua metode mampu mengurangi risiko overstock dan stockout, meningkatkan efisiensi biaya persediaan, serta mendukung kelancaran proses produksi. Dengan demikian, Safety Stock dan Reorder Point berpotensi menjadi strategi yang efektif dalam pengelolaan persediaan bahan baku powder pada Divisi Produksi PT. Z.
IMPLEMENTASI GERAKAN SUMSEL MANDIRI PANGAN (G-SMP) DI PERKOTAAN: STUDI KASUS DI KECAMATAN SEMATANG BORANG PALEMBANG Zepri Ariadi; Tili Karenina; Ika Oktavianti; Karmelina
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 8 (2026): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 8 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai kendala baik berupa pandemi covid-19, alih fungsi lahan petanian, maupun inflasi telah menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menjaga ketahanan Pangan. Gerakan Sumsel Mandiri Pangan merupakan suatu kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam meningkatkan berbagai dimensi ketahanan pangan melalui pemanfaatan potensi yang tersedia. Relevansi kebijakan ini untuk dilaksanakan di wilayah perkotaan sangat kuat mengingat keterbatasan lahan dan pemanfaatan potensi pekarangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana Gerakan ini diimplementasikan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan di Kecamatan Sematang Borang Kota Palembang dan dapat memberi dampak bagi masyarakat. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan teori implementasi kebijakan Edward III. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kebijakan yang dilaksanakan telah berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan kebijakan yang diharapkan. Hasil ini juga memperlihatkan bagaimana faktor komunikasi, sumber daya, sikap pelaksana, dan struktur organisasi berperan penting dalam keberhasilan implementasi kebijakan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan.
PERAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KESEHATAN MENTAL MAHASISWA GENERASI Z Muhammad Naufanda Arditya Zulfa; Moreno Annafi Iswahyudi; Moesarofah
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 8 (2026): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 8 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan mental mahasiswa Generasi Z saat ini dihadapkan pada tantangan pelik akibat pergeseran ruang digital serta tingginya tuntutan akademis. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestasikan dan mensintesis secara sistematis kontribusi dukungan sosial sebagai faktor protektif luar dalam mereduksi simtom kecemasan dan depresi pada populasi mahasiswa. Metode yang diaplikasikan dalam kajian ini adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengadopsi protokol standar PRISMA 2020. Penelusuran draf literatur primer diaktualisasikan menyasar jajaran basis data bereputasi (seperti Scopus, ScienceDirect, Frontiers, Nature Portfolio, Taylor & Francis, dan Google Scholar) hingga diperoleh 13 naskah kuantitatif mutakhir yang memenuhi pakem inklusi. Hasil ekstraksi data mengonfirmasi adanya korelasi negatif yang signifikan antara tingginya persepsi dukungan sosial dengan penurunan tingkat kecemasan, depresi, stres akademik, dan keluhan insomnia. Analisis komparatif mengindikasikan bahwa dukungan keluarga berperan vital mengontrol stabilitas emosional makro mahasiswa, sedangkan dukungan teman sebaya (peer support) lebih efektif meredam stres harian perkuliahan. Lebih lanjut, mekanisme protektif ini terbukti tidak bekerja secara linear-tunggal, melainkan dimediasi secara parsial oleh penguatan variabel kognisi internal individu seperti harga diri (self-esteem), konsep diri (self-concept), kontrol diri (self-control), dan resiliensi personal. Implikasi praktis studi ini mendesak institusi perguruan tinggi untuk merancang program intervensi bimbingan konseling yang holistik berbasis optimalisasi konselor sebaya (peer counseling) demi mewujudkan kesejahteraan eudaimonik mahasiswa.
Analisis Beban Kerja Karyawan Menggunakan Metode Workload Analysis (WLA) pada Industri Minuman Herbal di CV. XYZ Tiwi Purnawati; Yunia Dwie Nurcahyanie
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 8 (2026): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 8 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidakseimbangan distribusi beban kerja pada usaha mikro, kecil, dan menengah kerap menjadi faktor laten yang secara sistemik menghambat pencapaian target produksi secara optimal dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis serta mengkuantifikasi beban kerja karyawan di Industri Minuman Herbal pada empat divisi operasional menggunakan metode Workload Analysis (WLA) berbasis data produksi dan permintaan periode Mei 2024 hingga Februari 2025. Objek penelitian mencakup sembilan karyawan pada Divisi Produksi, Pengemasan, Distribusi, serta Administrasi dan Marketing, dengan waktu kerja tersedia sebesar 166 jam per bulan sebagai acuan perhitungan rasio beban kerja. Hasil analisis mengidentifikasi tiga karyawan dalam kondisi overload (33,3%), lima karyawan dalam kondisi optimal (55,6%), dan satu karyawan dalam kondisi underload (11,1%). Kondisi overload paling kritis ditemukan pada Divisi Distribusi dengan rasio beban kerja mencapai 117,2%, yang berkorelasi langsung dengan kegagalan pemenuhan permintaan pasar pada dua periode kritis yakni Juli dan Oktober 2024. Ketimpangan distribusi yang bersifat lintas-divisi ini mengindikasikan kelemahan sistemik dalam manajemen sumber daya manusia perusahaan. Rekomendasi redistribusi beban kerja secara proporsional berbasis perhitungan WLA diajukan sebagai landasan pengambilan keputusan manajerial yang terukur dan akuntabel guna meningkatkan efisiensi operasional perusahaan secara berkelanjutan.
Persepsi Alumni terhadap Transparansi dan Akuntabilitas Fiskal Program Kartu Prakerja Nur Amala; Miranti Kartika Dewi
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 8 (2026): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 8 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Kartu Prakerja merupakan salah satu kebijakan strategis Pemerintah Indonesia yang didanai melalui belanja publik untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja dan memperkuat daya saing sumber daya manusia. Mengingat besarnya alokasi anggaran publik yang digunakan, transparansi dan akuntabilitas fiskal menjadi aspek penting untuk memastikan bahwa penggunaan dana publik menghasilkan manfaat yang bermakna dan dapat dipertanggungjawabkan. Namun, evaluasi yang telah dilakukan terhadap program ini umumnya masih berfokus pada kinerja administratif dan capaian program, sementara perspektif penerima manfaat sebagai indikator legitimasi sosial masih relatif belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi alumni terhadap transparansi dan akuntabilitas fiskal dalam Program Kartu Prakerja serta memahami bagaimana pengalaman mereka membentuk penilaian terhadap pengelolaan anggaran publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Informan utama terdiri atas alumni Program Kartu Prakerja yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan pengalaman mereka dalam mengikuti program. Informan pendukung meliputi pengelola program dan lembaga pelatihan untuk memperkuat triangulasi data. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi alumni terhadap transparansi dan akuntabilitas fiskal dipengaruhi oleh akses terhadap informasi program, kejelasan mekanisme pelatihan dan insentif, kualitas layanan, serta manfaat yang dirasakan setelah mengikuti program. Informasi yang mudah diakses dan mekanisme penyaluran insentif yang transparan meningkatkan kepercayaan peserta terhadap pengelolaan program. Sebaliknya, ketidaksesuaian antara harapan peserta dan manfaat yang diterima dapat memengaruhi persepsi mereka terhadap efektivitas penggunaan anggaran publik. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa alumni menilai akuntabilitas tidak hanya berdasarkan kepatuhan administratif, tetapi juga berdasarkan manfaat nyata yang mereka rasakan, terutama dalam peningkatan kompetensi dan kesiapan kerja. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur mengenai akuntabilitas berbasis hasil dengan memasukkan perspektif penerima manfaat sebagai indikator legitimasi sosial dalam evaluasi kebijakan publik. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi para pembuat kebijakan dalam memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas pengelolaan anggaran pada Program Kartu Prakerja.
Pengunaan Myo Armband untuk Monitoring Terapi Otot Kaki pada Penderita Pasca Stroke di Laboratorium Elektronika Medik Subari; Mochammad Darwis
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 8 (2026): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 8 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasca stroke sering menyebabkan penurunan kekuatan dan koordinasi otot tungkai sehingga memerlukan terapi rehabilitasi yang terukur dan berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem monitoring terapi otot kaki berbasis Myo Armband di Laboratorium Elektronika Medik untuk memperoleh data aktivitas elektromiografi (EMG) secara real-time selama proses terapi. Sistem dikembangkan dengan mengintegrasikan Myo Armband, komputer pemantau, dan perangkat lunak analisis yang mampu merekam nilai sinyal EMG, jumlah kontraksi otot, serta tingkat aktivasi otot selama latihan. Pengujian dilakukan terhadap 20 responden yang terdiri atas 10 penderita pasca stroke dan 10 subjek sehat sebagai pembanding. Hasil pengujian menunjukkan sistem memiliki tingkat keberhasilan akuisisi data sebesar 98,6%, latensi transmisi rata-rata 46 ms, dan akurasi klasifikasi kontraksi otot sebesar 95,2%. Pada kelompok pasca stroke, rerata amplitudo sinyal EMG meningkat dari 61,8 ± 11,4 µV menjadi 82,7 ± 13,1 µV setelah empat minggu terapi, dengan peningkatan aktivasi otot sebesar 33,8%. Hasil validasi oleh dua dokter rehabilitasi medik dan tiga dosen teknik biomedis memperoleh nilai kelayakan rata-rata 94,1%, menunjukkan sistem sangat layak digunakan sebagai media monitoring terapi otot kaki. Sistem yang dikembangkan mampu menyediakan data kuantitatif yang objektif untuk membantu evaluasi perkembangan rehabilitasi pasien pasca stroke