cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
livana.ph@gmail.com
Editorial Address
http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JLH/about/editorialTeam
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Language and Health
ISSN : 27220311     EISSN : 27223965     DOI : https://doi.org/10.37287/jlh
Core Subject : Health, Education,
Journal of Language and Health (JLH) is a peer-reviewed journal which promotes discussion on a broad range of the relationships between language and health. Catering for the linguistic expressions of health condition (including clinical and pathological), the journal publishes conceptual and empirical articles in the area. Submissions may include experimental, review, and theoretical discussion articles, with studies of either quantitative and/or qualitative frameworks. Articles may relate to any area of the intersections between language and health with regard, but not limited, to etiological issues, diagnosis, intervention, and theoretical frameworks.
Articles 451 Documents
Non-Pharmacological Interventions and Effectiveness in Managing Hypertension among the Elderly Putri Wulandari; Supratman Supratman
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 3 (2025): Journal of Language and Health: September 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i3.235

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada lansia yang berisiko meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas. Penanganan hipertensi tidak hanya berfokus pada terapi farmakologis, tetapi juga intervensi non-farmakologis yang terbukti efektif menurunkan tekanan darah serta meningkatkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis efektivitas berbagai intervensi non-farmakologis dalam mengelola hipertensi pada lansia. Metode penelitian menggunakan Systematic Literature Review dengan penelusuran artikel melalui database PubMed, Scopus, dan DOAJ menggunakan kata kunci “non pharmacological”, “interventions”, “hypertension”, dan “elderly” sehingga didaoatkan 248 artikel yang selanjutnya di seleksi menggunakan diagram alur PRISMA dengan kriteria inklusi tahun 2020–2025, sehingga diperoleh 25 artikel untuk dianalisis. Hasil telaah menunjukkan bahwa intervensi non-farmakologis seperti latihan fisik (jalan kaki, yoga, aerobik, latihan kombinasi, dan isometric handgrip), relaksasi Benson, mindfulness, serta pola makan sehat (DASH diet, diet Mediterania) secara konsisten menurunkan tekanan darah sistolik maupun diastolik secara signifikan. Selain itu, intervensi tersebut juga berdampak positif terhadap kualitas tidur, fungsi kognitif, kapasitas fungsional, dan kepatuhan pengelolaan hipertensi. Kesimpulannya, intervensi non-farmakologis merupakan strategi efektif, aman, dan dapat diterapkan secara luas dalam upaya pengendalian hipertensi pada lansia, baik sebagai terapi tunggal maupun pendamping terapi farmakologis.
Efektivitas Komunikasi terhadap Kepatuhan Perawat dalam Menjalankan Protokol Keselamatan Pasien Winda Winda; Ahdun Trigonob; Enrico Adhitya Rinaldi
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 3 (2025): Journal of Language and Health: September 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i3.239

Abstract

Keselamatan pasien merupakan prioritas utama, namun insiden akibat ketidakpatuhan perawat terhadap protokol masih terjadi, salah satunya karena komunikasi internal yang kurang efektif. Penelitian ini menganalisis pengaruh efektivitas komunikasi terhadap kepatuhan perawat di RS Permata Depok (Mei–Juli 2025) dengan desain kuantitatif analitik cross-sectional pada 107 responden dari 147 perawat yang dipilih secara proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang valid dan reliabel, serta wawancara mendalam pada informan kunci. Analisis menggunakan regresi linier sederhana, berganda, dan tematik. Hasil menunjukkan efektivitas komunikasi berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan (R² = 0,407; p = 0,000; B = 0,756) dengan kontribusi 40,7%. Secara simultan, kelima aspek komunikasi signifikan (F = 15,908; p = 0,000), namun secara parsial hanya kejelasan pesan (p = 0,000) dan frekuensi komunikasi (p = 0,040) yang berpengaruh. Wawancara menegaskan briefing rutin terstruktur meningkatkan kepatuhan, meski masih ada hambatan struktural dan organisasional. Disimpulkan bahwa komunikasi yang jelas dan sering meningkatkan kepatuhan.
Hubungan Mutu Pelayanan dengan Kunjungan Ulang Pasien Rawat Jalan Andrean Lesmana; Alih Germas Kodyat; Apri Sunadi
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 3 (2025): Journal of Language and Health: September 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i3.248

Abstract

Pelayanan kesehatan adalah unsur kritis dalam menjaga dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pelayanan kesehatan merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat rumah sakit merupakan bagian dari sistem pelayanan kesehatan yang memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan optimal kepada pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan terhadap kunjungan ulang pasien rawat jalan di Rumah Sakit Bhayangkara TK.II Medan. Jenis penelitian ini adalah survey analisis dengan rancangan cross sectional. Lokasi penelitian ini adalah Rumah Sakit Bhayangkara TK.II Medan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien rawat jalan yang berkunjung pada bulan Januarisampai Februari 2025. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 342 orang dengan menggunakan accidental sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner yang langsung diberikan kepada responden. Pengolahan data dilakukan dengan komputerisasi yang menggunakan program SPSS (Statistical Package For Social Science). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara mutu pelayanan dengan kunjungan ulang pasien rawat jalan (p<0,05). Secara spesifik, keprofesian tenaga medis, efisiensi layanan, dan tingkat kepuasan pasien memiliki pengaruh yang bermakna terhadap keputusan pasien untuk kembali berobat. Faktor keamanan pelayanan dan ketersediaan fasilitas juga berkontribusi dalam meningkatkan minat kunjungan ulang pasien. Kesimpulan dari penelitian ini adalah mutu pelayanan rumah sakit memiliki hubungan yang signifikan dengan minat kunjungan ulang pasien rawat jalan.
Intervensi Jus Kubis Merah sebagai Nutraceutical: Dampaknya terhadap Berat Badan Tikus Hiperurisemia Muhammad Abdul Rauf; Nilam Puspitasari; Nurina Aprilya
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 3 (2025): Journal of Language and Health: September 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i3.262

Abstract

Hiperurisemia merupakan kondisi meningkatnya kadar asam urat dalam darah yang dapat memicu komplikasi metabolik, termasuk gangguan berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian jus kubis merah (Brassica oleracea var. capitata f. rubra) terhadap perubahan berat badan pada tikus Wistar model hiperurisemia. Penelitian eksperimental laboratorium ini menggunakan desain pre- and post-test control group dengan total 30 ekor tikus jantan galur Wistar yang dibagi secara acak ke dalam lima kelompok: kontrol negatif, kontrol positif (hiperurisemia), perlakuan 1 (jus kubis merah 5 mL/kgBB), perlakuan 2 (jus kubis merah 10 mL/kgBB), dan kontrol standar (allopurinol 10 mg/kgBB). Model hiperurisemia diinduksi menggunakan kalium oksanat dosis 250 mg/kgBB secara intraperitoneal selama 7 hari. Intervensi jus kubis merah diberikan secara oral selama 14 hari. Data berat badan dianalisis menggunakan uji Repeated Measures ANOVA dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jus kubis merah berpengaruh signifikan terhadap perubahan berat badan tikus hiperurisemia, terutama pada kelompok dosis 10 mL/kgBB yang menunjukkan stabilisasi berat badan dibandingkan kontrol positif (p<0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah jus kubis merah berpotensi sebagai nutraceutical dalam membantu mengatur berat badan pada kondisi hiperurisemia.  
The Influence of Workload on Work–Life Balance among Employees in the Mining Sector Nilam Puspitasari; Nurina Aprilya; Muhammad Abdul Rauf; Muhammad Ihsan Alfarizi
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 3 (2025): Journal of Language and Health: September 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i3.264

Abstract

Work–life balance (WLB) has become a strategic concern in high-demand industries such as mining, where extended shifts, heavy workloads, and family demands can undermine employee well-being and organisational sustainability. Although workload is recognised as a key antecedent of WLB, empirical evidence from Indonesia’s mining sector remains limited. This study aimed to examine the influence of workload on WLB among employees of PT Bumi Suksesindo, a copper and gold mining company in Banyuwangi, Indonesia. An analytic observational study with a cross-sectional design was conducted among 100 randomly selected employees. Workload was measured using items adapted from the NASA Task Load Index (NASA-TLX), while WLB was assessed with the Work–Life Balance Scale. Both instruments were tested for validity and reliability before data collection, yielding acceptable content validity and high internal consistency (Cronbach’s alpha = 0.87 for NASA-TLX and 0.84 for WLB Scale). Data were analysed using Pearson correlation, independent t-tests, and multivariate regression with demographic factors as controls. Employees reported moderate to high workload levels (M = 62.3, SD = 11.4) and relatively low WLB (M = 58.7, SD = 10.2). A significant negative correlation was observed between workload and WLB (r = –0.46, p < 0.001). Regression analysis confirmed workload as the strongest predictor of WLB (β = –0.42, p < 0.001), even after adjusting for demographics. Marital status also emerged as significant (β = –0.19, p = 0.032), with married employees reporting lower balance. Other demographic variables showed no meaningful effects. Workload is a critical determinant of WLB in the mining sector, with marital obligations further compounding its effects. The findings support the Job Demands–Resources model, highlighting the need for workload management strategies, flexible scheduling, and supportive policies to safeguard employee well-being and sustain organisational performance.
Pengaruh Komunikasi Interpersonal Tenaga Kesehatan terhadap Loyalitas Pasien dengan Kepercayaan dan Kepuasan sebagai Variabel Intervening pada Pasien Rawat Jalan Saddam Ismail; Yaya Aria Santosa
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.280

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi interpersonal tenaga kesehatan terhadap loyalitas pasien dengan kepercayaan dan kepuasan sebagai variabel intervening pada pasien rawat jalan di RS Mitra Medika Batanghari. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 120 responden pasien rawat jalan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan empat kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan teknik serial mediation menggunakan pendekatan regresi jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal tenaga kesehatan berpengaruh positif terhadap kepercayaan pasien. Kepercayaan pasien secara signifikan meningkatkan kepuasan, dan kepuasan berkontribusi positif terhadap loyalitas pasien. Komunikasi interpersonal juga memiliki pengaruh langsung terhadap loyalitas pasien. Selain itu, kepercayaan pasien terbukti sebagai mediator dalam hubungan antara komunikasi interpersonal dan kepuasan, sedangkan kepuasan menjadi mediator dalam hubungan antara kepercayaan dan loyalitas. Secara berurutan, kepercayaan dan kepuasan memediasi pengaruh komunikasi interpersonal terhadap loyalitas pasien.
Hubungan Stres Kerja, Lingkungan Kerja, Insentif, Motivasi dan Karakteristik Individu terhadap Kinerja Perawat Wedelia Sadina Putri; Sonya Dewi Wulandari; Yaya Aria Santosa
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara stres kerja, lingkungan kerja, pemberian insentif, motivasi kerja, dan karakteristik individu terhadap kinerja perawat di RS Mitra Medika Batanghari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 60 responden perawat melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan enam alat ukur berupa kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden yang paling banyak menurut jenis kelamin adalah perempuan berjumlah 44 orang. Usia responden paling banyak bersusia kurang dari 40 tahun, yaitu sebanyak 55 orang responden. Menurut lama bekerja, paling banyak adalah kurang dari 5 tahun sebanyak 42 orang. Pendidikan paling banyak adalah DIII keperawatan yaitu 33 responden. Kesimpulannya terdapat pengaruh stres kerja, lingkungan kerja, pemberian insentif, motivasi kerja dan karakteristik individu terhadap kinerja perawat. Faktor yang paling banyak berpengaruh terhadap kinerja perawat adalah karakteristik individu. Saran, temuan ini menegaskan pentingnya intervensi manajerial dalam pengelolaan stres kerja, penciptaan lingkungan kerja yang suportif, serta sistem insentif yang adil dan transparan.  
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Pelaksanaan Monitoring Early Warning Score (EWS) Eni Wulandari; Eirene E. M. Gaghauna; Dwi Sogi Sri Redjeki; Muhammad Riduansyah
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 3 (2025): Journal of Language and Health: September 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i3.283

Abstract

Early Warning System (EWS) merupakan salah satu sarana untuk mendeteksi perubahan kondisi pasien secara awal. Jika sistem EWS tidak diterapkan dengan benar di rumah sakit, maka akan menyebabkan peningkatan jumlah kematian akibat henti jantung yang tidak terduga. Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pelaksanaan monitoring early warning score (EWS) Di UPT RSUD Hanau Provinsi Kalimantan Tengah. Jenis Penelitian adalah Kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sample pada penelitian adalah perawat berjumlah 32 orang dengan purposive sampling. Instrument yang di gunakan adalah kuesioner pengetahuan, motivasi dan sikap serta checklist kepatuhan Pelaksanaan Monitoring Early Warning Score (EWS). Uji bivariat menggunakan Chi Square. Berdasarkan hasil penelitian di dapatkan pengetahuan sedang sebanyak 51,6%, motivasi tinggi, Sikap positif dan Kepatuhan 64,5%. Hasil uji Chi Square didapatkan sig < 0,05. Ada hubungan antara factor yang terdiri dari pengetahuan, motivasi dan sikap perawat.
Analisis Implementasi Perencanaan dan Pengendalian Obat dengan Pendekatan Pareto ABC Iman Nurwafdan; Eka Yoshida; Tinon Ambarini
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 3 (2025): Journal of Language and Health: September 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i3.303

Abstract

Perencanaan dan pengendalian obat yang efektif bagi pelayanan farmasi di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi perencanaan dan pengendalian obat di Unit Farmasi Rumah Sakit Baiturrahim Jambi dengan pendekatan Pareto-ABC tahun 2025, serta mengidentifikasi kesesuaiannya dengan kondisi aktual di lapangan. Penelitian menggunakan desain mixed-method dengan pendekatan deskriptif eksploratif. Data kuantitatif diperoleh dari rekap pemakaian obat dan BMHP periode April 2024–Maret 2025 yang dianalisis melalui klasifikasi Pareto ABC, Jaccard Similarity Index (JSI), Pareto Stability Index (PSI), serta koefisien variasi (CV). Data kualitatif diperoleh melalui wawancara dengan enam informan kunci dan observasi langsung terhadap proses perencanaan serta pengendalian logistik farmasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 15% item obat (kategori A) menyerap hampir 80% total nilai pemakaian. Nilai PSI obat sebesar 0,84 dan nilai JSI obat sebesar 0,73, serta nilai PSI BMHP sebesar 0,72 dan nilai JSI BMHP sebesar 0,56. Sistem perencanaan masih bersifat manual, belum mengintegrasikan parameter pengendalian seperti ROP, safety stock, dan klasifikasi ABC. Triangulasi data mengungkap kesenjangan antara teori dan praktik, terutama pada ketiadaan sistem prediktif, dashboard monitoring dinamis, serta keterbatasan kompetensi analisis SDM. Kesimpulan penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi pendekatan kuantitatif dalam perencanaan obat.
Analisis Manajemen Linen terhadap Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Heru Sasongko; Alifiety Putu Garnida; Ismail Sangadji
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.338

Abstract

Pengelolaan linen di rumah sakit merupakan bagian penting dalam upaya Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI). Linen rumah sakit merupakan salah satu faktor risiko potensial dalam penularan infeksi nosokomial apabila tidak dikelola dengan baik. Infeksi nosokomial ini akan memiliki efek yang tidak menguntungkan diantaranya meningkatnya biaya pelayanan kesehatan dan memperpanjang masa rawat pasien.   Oleh karena itu perlu dilakukan observasi penelitian khususnya Di RSUD Kayen Pati. Tujuan untuk menganalisis manajemen linen serta merumuskan strategi dalam upaya pengelolaan linen dalam kaitannya dengan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di RSUD Kayen Pati. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen yang dikenal sebagai triangulasi data untuk menjamin validitas dan reliabilitasnya. Informan sebanyak 6 orang yang dipilih menggunakan Teknik Purposive Sampling dimana informan dipilih berdasarkan tujuan atau pertimbangan tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya. Analisa dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan linen di RSUD Kayen Pati masih menghadapi beberapa kendala, antara lain keterbatasan sarana prasarana, keterbatasan tenaga khusus yang terlatih dalam pengelolaan linen, terbatasnya anggaran pengadaan bahan habis pakai yang dipergunakan pencucian linen serta masih tercampurnya linen dengan benda asing. Manajemen linen di RSUD Kayen Pati perlu diperkuat melalui perencanaan dan perbaikan sarana prasarana, perencanaan anggaran pengadaan bahan habis pakai, perencanaan serta peningkatan sumber daya manusia, pelatihan, serta pengawasan yang lebih ketat untuk meminimalkan risiko infeksi nosokomial. Hal ini harus dilaksanakan dan direncanakan dalam strategi jangka pendek, menegah dan panjang oleh pihak manajemen RSUD Kayen Pati.