cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
livana.ph@gmail.com
Editorial Address
http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JLH/about/editorialTeam
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Language and Health
ISSN : 27220311     EISSN : 27223965     DOI : https://doi.org/10.37287/jlh
Core Subject : Health, Education,
Journal of Language and Health (JLH) is a peer-reviewed journal which promotes discussion on a broad range of the relationships between language and health. Catering for the linguistic expressions of health condition (including clinical and pathological), the journal publishes conceptual and empirical articles in the area. Submissions may include experimental, review, and theoretical discussion articles, with studies of either quantitative and/or qualitative frameworks. Articles may relate to any area of the intersections between language and health with regard, but not limited, to etiological issues, diagnosis, intervention, and theoretical frameworks.
Articles 342 Documents
Gambaran Fungsi Keluarga dalam Perkembangan Anak secara Holistik Wega, Marianus Oktavianus; Aga, Maria Sofia Anita; Wela, Yustina; Ita, Agustina
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.6984

Abstract

Keluarga sebagai unit dasar dalam masyarakat dan memiliki peran yang kursial dalam menjaga kesehatan fisik, mental dan sosial anggotanya. Peran penting keluarga tersebut nampak dalam tanggung jawab dalam memberikan perawatan dan pengasuhan kepada anggota keluarganya, terutama pada anak- anak, orang tua, dan anggota keluarga yang membutuhkan perhatian khusu. Peran ini meliputi pemenuhan kebutuhan fisik, emosional, dan sosial, serta memastikan akses terhadap layanan kesehatan yang tepat. Keluarga juga memberikan lingkungan yang aman, penuh kasih dan mendukung perkembangan anak dalam segala aspek kehidupan. Keluarga bertindak sebagai lindungan pertama terhadap bahaya fisik, kekerasan, dan penyalahgunaan. Selain itu keluarga juga berperan dalam melindungi anggota yang rentang, seperti anak – anak, wanita hamil, dan orang tua. Berdasarkan data (Dinkes Kab.Sikka) berjumlah 106.627 keluarga. Dari jumlah tersebut, terdapat 118 KK yang berada di Dusun Bola. Tujuan untuk mengetahui Gambaran Fungsi Keluarga di Dusun Bola. Desain penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan populasi sebanyak 168 KK. Penelitian ini menggunakan teknik sampling isidental dan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan gambaran fungsi keluarga terbanyak yaitu dari fungsi sosialisasi dengan kategori cukup sebanyak 60 responden ( 50%). Sedangkan fungsi afektif dengan kategori cukup sebanyak 50 respone (42%), fungsi agama sebanyak 48 responde (41%), fungsi ekonomi sebanyak 58 (49%) dan yang terendah adalah fungsi perawatan keluarga dengan kategori kurang sebanyak 33 responde (27%).
Why is Malaria still a critical issue? A systematic review in Asia particularly in Indonesia Wekadigunawan, Cri Sajjana Prajna; Rabbani, Ananda Farrell
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.6991

Abstract

Malaria continues to be an important public health concern across many Asian nations, with Indonesia remaining one of the most affected country. Despite significant advancements in diagnostics, treatment, and vector control strategies, multiple challenges hinder Indonesia's goal of malaria elimination by 2030. This systematic review describes the epidemiological burden of malaria in Asia with a focus on Indonesia, outlines key challenges such as geographical, ecological, and socio-cultural-political barriers, and discusses comprehensive strategies to overcome these obstacles. A systematic literature search was conducted through electronic databases such as PubMed and Google Scholar, as well as official reports from the World Health Organization (WHO) and the Ministry of Health of the Republic of Indonesia (Kemenkes RI), using keywords like ‘malaria’, ‘Indonesia’, ‘elimination’, ‘malaria challenges’ and ‘vector management’. The selection criteria prioritized scientific publication and official reports published between 2011 and 2025 to ensure the currency of the data. Strengthening surveillance, community empowerment, regional and cross-border cooperation, and innovation in control tools are essential to achieving malaria elimination in Indonesia and other endemic countries in Asia.
Faktor Determinan Survival to Hospital Discharge pada Pasien Henti Jantung Barbara, Laksita; Pratiwi, Nabilla Aulia; Jadmiko, Arief Wahyudi
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.6994

Abstract

Kelangsungan hidup setelah resusitasi pada pasien henti jantung di dunia masih rendah berhubungan dengan karakteristik pasien, penyakit penyerta, dan proses perawatan pasca-henti jantung. Penelitian tentang Survival to Hospital Discharge (StHD) masih terbatas terutama pada seting rumah sakit di Indonesia. Penelitian ini bertujuan utuk mengidentifikasi faktor determinan yang memprediksi StHD pada pasien henti jantung setelah resusitasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan retrospektif observasional dengan sumber data sekunder dari rekam medis pasien yang mengalami henti jantung dan mendapatkan resusitasi jantung paru (RJP) sebanyak 52 kasus. Analisis binary logistic regression digunakan untuk mengidentifikasi hubungan prediktor secara bersamaan. Model fit dianalisis menggunakan Hosmer-Lemeshow dan Nagelkrke R2. Faktor yang dianalisis diantaranya usia, jenis kelamin, penyakit penyerta, dan durasi RJP. Analisis regresi menunjukan signifikansi model (χ²(4) = 9.60, p = 0.048), menjelaskan 22.8% varian dalam kelangsungan hidup (Nagelkerke R² = 0.228) dan menunjukan kesesuaian yang baik (Hosmer-Lemeshow p = 0.609). Penyakit penyerta merupakan prediktor signifikan (OR = 0.10, 95% CI: 0.02–0.59, p = 0.011), sedangkan usia, jenis kelamin, dan durasi RJP tidak menunjukan hubungan signifikan (p > 0.05). Faktor determinan paling signifikan dari StHD pada pasien henti jantung adalah penyakit penyerta, sedangkan faktor lain tidak menunjukan signifikansi.
Hubungan SIMRS terhadap Efisiensi Waktu Perawat untuk Mengurangi Human Error Ridwan, Haidianor; Basit, Mohammad; Latifah, Latifah; Wijaksono, M. Arief
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.7046

Abstract

Sistem Informasi Efisiensi Rumah Sakit (SIMRS) telah menjadi bagian penting dalam layanan kesehatan, SIMRS membuat efesiensi waktu perawat, namun berpotensi terjadi human error, data hasil studi pendahuluan di RSUD Hanau didapatkan data kejadian human erron pada tahun 2024 sebanyak 3 kali karena pemberian obat, dan 7 kali karena kesalahan pendokumentasian. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan SIMRS terhadap Efisiensi Waktu Perawat untuk mengurangi human error di Rawat Inap RSUD Hanau. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional study. Sampel diambil dengan menggunakan metode Probability Sampling dengan teknik Total Sampling. Sampel pada penelitian ini perawat rawat inap di RSUD Hanau dengan jumlah sampel sebanyak 39 sampel. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan hasil uji validitas > 0,374 dan realibilitas 0,97. Uji statistik menggunakan Chi-square. Hasil penelitian ini menyatakan Penggunaan SIMRS Perawat kriteria Baik 23 responden (59%), dan Efisiensi Waktu Perawat dengan kriteria Efisien 32 responden (82,1%), Hasil Fisher’s Exact Test didapat ρ-value (0,001) <0,05 yang menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara hubungan SIMRS terhadap Efisiensi Waktu Perawat untuk Mengurangi Human Error. SIMRS pada perawat dapat mengurangi humam error karena waktu perawat efisiensi dalam bekerja.
Hubungan Dukungan Keluarga terhadap Kualitas Tidur Pasien TBC Nadia, Dita; Rahman, Subhannur; Latifah, Latifah; Tasalim, Rian
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.7047

Abstract

Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Pengobatan TBC membutuhkan waktu minimal 6 bulan masa pengobatan. Keberhasilan suatu pengobatan salah satunya dipengaruhi dukungan keluarga dan kualitas tidur pasien yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas tidur pasien TBC di Puskesmas Wirang Kabupaten Tabalong. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitan kuantitatif. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 30 orang ditentukan secara total sampling. Istrumen penelitian menggunakan Kuesioner Dukungan keluarga dengan 25 pertanyaan dan kuesioner kualitas tidur Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dengan 19 pertanyaan. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat uji Spearman Rho. Output perhitungan korelasi yang terjadi antara kedua variabel adalah 0,354. Sedangkan sig.(2-tailed) adalah 0,055 masih lebih kecil daripada batas kritis α = 0,05; berarti tidak ada perbedaan hubungan dukungan keluarga dengan kualitas tidur pasien TBC di Puskesmas Wirang Kabupaten Tabalo Tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan kualitas tidur pasien TBC di Puskesmas Wirang Kabupaten Tabalong. ng (0,001 > 0,055).
Hubungan Tingkat Stres dengan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Mawadah, Nurul; Rahman, Subhannur; Tasalim, Rian; Mahmudah, Rifa’atul
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.7048

Abstract

Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia, mencapai 10,9% pada tahun 2018. Di Kalimantan Tengah, sekitar 15% populasi dewasa mengalami DMT2, dengan banyak kasus yang tidak terkontrol secara optimal. Salah satu faktor yang memengaruhi kontrol gula darah adalah stres. Stres dapat meningkatkan hormon kortisol dan adrenalin yang mengganggu kerja insulin, serta memicu ketidakpatuhan terhadap pengobatan. Di RSUD Hanau, strategi manajemen stres belum terintegrasi dalam layanan perawatan DMT2, sehingga dibutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisa hubungan tingkat stres dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD Hanau. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 30 pasien DMT2 di RSUD Hanau. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Kadar gula darah pasien diukur menggunakan glukometer, sedangkan tingkat stres diukur menggunakan instrumen Perceived Stress Scale (PSS-10). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80% responden memiliki kadar gula darah yang tidak terkontrol, dan 43,33% mengalami tingkat stres yang berat. Analisis korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan kadar gula darah (r = 0,591, p = 0,001). Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan tingkat stres berhubungan dengan peningkatan kadar gula darah, menegaskan pentingnya manajemen stres dalam pengelolaan DMT2.
Pengaruh Status Anemia, KEK dan Jarak Kehamilan terhadap Kejadian BBLR Amalia, Nurul; Rahmawati, Dwi; Suhartati, Susanti; Zulliati, Zulliati
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.7066

Abstract

Kabupaten Tapin menempati urutan ke 2 dengan kejadian BBLR Puskesmas Binuang mencatat tahun 2023 dengan 40 (11,3%) kasus KEK dan 13 (3,9%) mengalami anemia, pada tahun 2024 dengan 10 (8,4%) kasus KEK dan 13 (11%) mengalami anemia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh status anemia, KEK dan jarak kehamilan terhadap kejadian BBLR di Wilayah Kerja Puskesmas Binuang Tahun 2023. Jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan case control. Populasi semua ibu yang melahirkan bayi BBLR dan tidak BBLR tahun 2023 sebanyak 514 ibu. Sampel sebanyak 84 responden, dengan perbandingan kasus dan kontrol yaitu 1: 1. Kelompok kasus adalah ibu yang melahirkan BBLR sebanyak 42 orang dan kontrol adalah ibu yang tidak melahirkan BBLR sebanyak 42 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling Jenuh untuk kelompok kasus, dan Simple Random Sampling. Analisis menggunakan uji chi square. Karakteristik ibu terbanyak umur tidak berisiko sebanyak 72 responden (85,7%), Pendidikan menengah sebanyak 55 responden (65,5%), Pekerjaan ibu rumah tangga sebanyak 56 responden (66,7%), Paritas tidak berisiko sebanyak 66 responden (78,6%), Sosial Ekonomi rendah sebanyak 47 responden (56%). Status anemia ibu mayoritas tidak anemia sebanyak 58 responden (69%), Sebagian besar ibu tidak mengalami KEK sebanyak 69 responden (82,1%), mayoritas jarak kehamilan ibu tidak berisiko sebanyak 58 responden (69%), dan kejadian BBLR dan BBLN dengan kasus sebanyak 42 responden (50%) dan kontrol sebanyak 42 responden (50%). Ada pengaruh status anemia terhadap kejadian BBLR (p=0,002), adanya pengaruh KEK terhadap kejadian BBLR (p=0,004), dan adanya pengaruh jarak kehamilan terhadap kejadian BBLR (p=0,009). Adanya hubungan pengaruh status anemia, KEK dan jarak kehamilan terhadap kejadian BBLR di wilayah kerja Puskesmas Binuang tahun 2023
Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan KB IUD dan Implan Pasca Salin Fijriyah, Saumi; Rachmawati, Nur Cahya
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.7113

Abstract

Kontrasepsi jangka panjang IUD dan implan pasca salin memiliki peran penting dalam mencegah kehamilan yang tidak direncanakan serta mendukung perencanaan keluarga yang sehat. Namun, tingkat penggunaannya di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) masih rendah, khususnya di wilayah Kabupaten Bantul. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keputusan ibu dalam memilih metode kontrasepsi setelah melahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh usia, tingkat pendidikan, jumlah anak, dan pengetahuan ibu terhadap penggunaan KB IUD dan implan pasca salin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sebanyak 50 ibu pasca salin yang melakukan kunjungan ke TPMB di wilayah Kabupaten Bantul dipilih sebagai responden melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur menggunakan uji validitas korelasi person dengan hasil 0.5 dan uji Cronbach’s Alpa untuk uji reliabilitas dengan hasil >0.6 dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu (p = 0.041), tingkat pendidikan (p = 0.032), jumlah anak (p = 0.020), dan pengetahuan ibu (p = 0.001) dengan pemilihan kontrasepsi IUD dan implan pasca salin. Penelitian ini menegaskan pentingnya edukasi berkelanjutan oleh bidan, dalam meningkatkan pengetahuan ibu pasca salin agar dapat mengambil keputusan kontrasepsi yang tepat dan sesuai kebutuhan.
Hubungan Pelaksanaan Sistem Rujukan BPJS dengan Tingkat Kepuasaan Keluarga pada Pasien P3 Febriana, Eka; Riduansyah, Muhammad; Manto, Onieqie Ayu Dhea
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.7144

Abstract

Sistem rujukan antar pelayanan kesehatan yang berbeda tingkatan dapat dilakukan dari tingkat pelayanan yang lebih rendah ke tingkat pelayanan yang lebih tinggi. Pasien merasa puas apabila pelayanan yang diberikan sesuai dengan harapannya bahkan lebih dari diharapkannya. Mengetahui hubungan pelaksanaan sistem rujukan BPJS dengan tingkat kepuasaan keluarga pada pasien P3 di IGD UPT RSUD X. Jenis penelitian Cross sectional pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan di IGD tanggal 16-28 Juni 2025. Sample adalah keluarga pasien triase P3 yang jumlah 36 dengan accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen cheklis pasien BPJS dan kuesioner kepuasaan yang diadopsi dari survey pasien RSUD X di Unit Pelayanan IGD. Analisis menggunakan uji kolerasi Sperman rank. Sistem Rujukan pada P3 yang tertinggi yaitu puskesmas sebanyak 32 responden (88,9%), Tingkat kepuasaan menunjukkan hasil Tingkat Kepuasaan Keluarga pada Pasien P3 yang tertinggi yaitu puas sebanyak 23 responden (63,9%) dan tidak puas 13 responden (36,1%). Uji spearman rank antara Sistem Rujukan BPJS dengan Tingkat Kepuasaan Keluarga pada Pasien P3 di IGD UPT RSUD X, didpatkan signifikan 0,004 < 0, sehingga Ha di terima H0 di tolak berarti ada hubungan kearah yang positif dengan nilai 0,470 menunjukkan hubungan cukup tinggi. Sistem rujukan yang baik akan meningkatkan kepuasaan keluarga dalam penggunaan faskes pada pasien P3 di IGD UPT RSUD X.
Case Report: Primary Breast Diffuse Large B-Cell Lymphoma Lesmana, Vienna Alodia; Putra, Michael Setiawan; Wirastuti, Elia
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.7154

Abstract

Background: Primary breast diffuse large B-cell lymphoma (DLBCL) is a rare entity, accounting for less than 0.5% of all primary breast malignancies and less than 1% of all non-Hodgkin lymphomas. It is often challenging to diagnosed due to its clinical and histopathological resemblance to invasive breast carcinoma. Objective: To report the diagnostic journey and histopathological characteristics of a rare case of primary breast DLBCL and to highlight the importance of immunohistochemical examination in establishing an accurate diagnosis. Methods: This case report documents a 47-year-old female patient presenting with a right breast mass. The diagnosis was established through histopathological examination using Hematoxylin and Eosin (H&E) staining and immunohistochemical analysis. Results: Initial histopathology suggested the possibility of medullary-pattern invasive breast carcinoma with a differential diagnosis of large-cell lymphoma. Immunohistochemical analysis revealed diffuse positive expression of CD20, negative expression of CK5/6 and CD3, and a Ki67 proliferation index exceeding 30%. These findings confirmed the diagnosis of primary breast DLBCL. Conclusion: Primary breast DLBCL is a rare malignancy that should be considered as a differential diagnosis for high-grade breast tumors. Histopathological and immunohistochemical examinations play a crucial role in ensuring an accurate diagnosis. The primary treatment approach involves systemic chemotherapy with or without radiotherapy, while radical mastectomy is not recommended as it may worsen the patient's prognosis. Keywords: Primary breast lymphoma; Diffuse large B-cell lymphoma; Breast tumor; Histopathology; Immunohistochemistry; Case report.