cover
Contact Name
Nefonavratilova Ritonga
Contact Email
lppm.unar@gmail.com
Phone
+6285373542125
Journal Mail Official
lppm.unar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raja Inal Siregar, Kec Batunadua, Kota Padangsidimpuan.
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA)
ISSN : -     EISSN : 27150178     DOI : https://doi.org/10.51933/jpma.v6i1
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) menyediakan media bagi mereka yang ingin mempublikasikan artikel ilmiahnya dari hasil pengabdian masyarakat atau inovasi di bidang Kesehatan, Pendidikan, Humaniora.
Articles 582 Documents
Integrasi INTEGRASI GROWTH MINDSET DALAM PERENCANAAN MODUL AJAR DEEP LEARNING BAHASA INDONESIA Nanik, Nanik Setyawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 8 No. 1 (2026): Vol 8 No. 1 April 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v8i1.2474

Abstract

ABSTRAK Implementasi pembelajaran deep learning dalam Kurikulum Merdeka menuntut guru memiliki pola pikir pedagogik yang mendukung proses belajar berkelanjutan melalui penerapan growth mindset dalam perencanaan pembelajaran. Namun, guru Bahasa Indonesia masih menghadapi keterbatasan dalam mengintegrasikan growth mindset secara sistematis ke dalam modul ajar. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas profesional guru Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah Kota Semarang dalam mengintegrasikan growth mindset ke dalam perencanaan modul ajar berbasis deep learning. Metode pelaksanaan menggunakan pelatihan partisipatif berbasis pendampingan yang meliputi analisis kebutuhan, penguatan konseptual growth mindset dan deep learning, analisis serta refleksi modul ajar, pendampingan penyusunan modul ajar, serta presentasi hasil dan umpan balik. Kegiatan dilaksanakan melalui diskusi interaktif, lokakarya, dan praktik langsung penyusunan modul ajar dengan melibatkan mitra secara aktif pada setiap tahapan kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan pemahaman guru terhadap konsep growth mindset serta perubahan kualitas modul ajar, khususnya pada perumusan tujuan pembelajaran, perancangan aktivitas belajar, dan pengembangan asesmen formatif yang berorientasi pada proses dan perkembangan peserta didik. Selain itu, terjadi perubahan sikap pedagogik guru dari orientasi hasil akhir menuju pendekatan pembelajaran yang reflektif dan inklusif. Dengan demikian, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini efektif mendukung integrasi growth mindset dalam perencanaan modul ajar Bahasa Indonesia yang selaras dengan prinsip deep learning. Kata kunci: Integrasi, growth mindset, perencanaan, modul ajar, deep learning. ABSTRACT The implementation of deep learning within the Independent Curriculum requires teachers to have a pedagogical mindset that supports sustainable learning processes through the application of a growth mindset in lesson planning. However, Indonesian language teachers still face limitations in systematically integrating a growth mindset into teaching modules. This Community Service activity aims to improve the professional capacity of Indonesian Language Subject Teachers' Council teachers in Semarang City's Senior High Schools/Islamic Senior High Schools in integrating a growth mindset into deep learning-based teaching module planning. The implementation method uses participatory, mentoring-based training that includes needs analysis, conceptual strengthening of growth mindset and deep learning, analysis and reflection of teaching modules, mentoring in developing teaching modules, and presentation of results and feedback. The activities were carried out through interactive discussions, workshops, and hands-on practice in developing teaching modules, with active involvement of partners at each stage of the activity. The implementation results showed an increase in teachers' understanding of the growth mindset concept and changes in the quality of teaching modules, particularly in the formulation of learning objectives, designing learning activities, and developing formative assessments oriented towards the process and student development. Furthermore, there was a change in teachers' pedagogical attitudes from an orientation towards end-results to a reflective and inclusive learning approach. Thus, this Community Service activity effectively supports the integration of growth mindset in the planning of Indonesian language teaching modules that align with the principles of deep learning.Keywords: Integration, growth mindset, planning, open modules, deep learning.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat dalam Pencegahan Stunting melalui Program Skalting (Lokasi: Posyandu Kelurahan Palam Banjarbaru) Salam, Nur; Dewi Sri Susanti; Dewi Anggraini; Selvi Annisa; Maisarah; Rifqi Aulia Rahman; A. Fahmi Indra Yani; Ahmad Helmi Yasir; Nayla Aisha Saydina; Aulia Naylan Muna; Dina Musyarafah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 8 No. 1 (2026): Vol 8 No. 1 April 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kondisi stunting pada balita merupakan terjadinya kegagalan pertumbuhan akibat akumulasi minimnya nutrisi. Program Pusat Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan salah satu program pemerintah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan khususnya ibu dan balita. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Posyandu Teratai, Kelurahan Palam, yang selama ini rutin melakukan pemeriksaan kesehatan balita sebatas pengukuran antropometri dan imunisasi. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan ibu terkait masalah gizi buruk pada anak. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk peningkatan kesadaran masyarakat dalam mencegah stunting melalui program SKALTing (sosialisasi, konseling dan aksi lapangan untuk stunting). Kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi penyuluhan gizi mengenai stunting serta pelaksanaan pengukuran antropometri (tinggi/panjang dan berat badan) bayi dan balita di Posyandu. Target audiens dari inisiatif ini adalah para ibu yang memiliki bayi dan balita di wilayah Kelurahan Palam. Berdasarkan hasil kegiatan, evaluasi dan observasi kegiatan ini berhasil mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan, terlihat dari tingkat partisipasi yang sesuai target dan antusiasme peserta yang signifikan selama pelaksanaan kegiatan, serta adanya peningkatan pemahaman peserta terkait stunting.
Edukasi Literasi Kesehatan Reproduksi Bagi Orang Muda Katolik dan Ibu Sebagai Pendamping Inderawati, Maria Magdalena Wahyuni; Sukwadi, Ronald; Silalahi, Agustinus; Silitonga, Riana Magdalena; Sari, Indah Munica; Santoso, Hieronimus Barakhiel Arza; Candra, Sofia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 8 No. 1 (2026): Vol 8 No. 1 April 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v8i1.2494

Abstract

Rapid exposure to digital media and information has contributed to limited and sometimes inaccurate understanding of human life, anatomy, and reproductive health among Catholic youth and mother. This condition highlights the need for educational approaches that integrate scientific knowledge with faith-based values. This community engagement program aimed to enhance life and reproductive health literacy among Catholic youth and mothers through experiential learning. The activity was conducted through an educational visit to the Anatomy Museum of the Faculty of Medicine and Health Sciences, Atma Jaya Catholic University of Indonesia. Participants observed anatomical collections, including human organs and fetal development models, guided by museum educators. Interactive explanations, group discussions, and a structured question-and-answer session were provided to encourage reflection and understanding. Participant responses and learning outcomes were evaluated using post-activity questionnaires. The results indicate a significant increase in participants’ understanding of human anatomy and the value of human life. Most participants expressed high satisfaction with the activity and reported that visual, hands-on learning made complex and sensitive topics easier to comprehend. The fetal development section was recognized as the most influential in promoting contemplation of the dignity of life. In conclusion, anatomy museum–based experiential education is an effective approach to improving life and reproductive health literacy while supporting values-based learning.
IMPLEMENTASI TERAPI BERMAIN UNTUK REDUKSI ANSIETAS PADA ANAK TERDAMPAK BENCANA BANJIR DI KECAMATAN MEDAN JOHOR Daulay, Wardiyah; Damanik, Aderia Belinda; Tiadela Alfarani; Yaser Arafat; Siregar, Ismail Wildansyah; Siregar, Nadiyah Afrah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 8 No. 1 (2026): Vol 8 No. 1 April 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v8i1.2496

Abstract

Abstract The psychological impact of flooding requires serious attention to prevent long-term trauma. Children are a particularly vulnerable group, often experiencing anxiety due to the loss of their homes and a sense of security. Through appropriate approaches, this anxiety can be reduced by restoring a sense of joy to the child's world. Therefore, psychosocial interventions via play therapy are necessary to help children express their emotions and lower their anxiety levels. This community service activity was conducted as an implementation of the Tridarma Perguruan Tinggi (Triple Dharma of Higher Education), involving a team from the Department of Psychiatric Nursing and nursing students. The methods employed included play therapy, storytelling, and psychological mentoring for the affected children. Results indicated that the implementation of play therapy had a significant effect on reducing anxiety levels among post-flood children in the Medan Johor District (p-value<0.05). Following the intervention, children demonstrated increased cheerfulness and improved adaptive capabilities. It is expected that psychological mentoring and structured play activities will continue to be facilitated by the local community and healthcare providers to ensure the realization of post-disaster mental resilience in children. Keywords: Play Therapy, Anxiety Reduction, Children, Post-Flood Abstrak Dampak psikologis akibat banjir memerlukan perhatian serius guna mencegah trauma berkepanjangan. Anak-anak merupakan kelompok rentan yang sering mengalami ansietas akibat kehilangan tempat tinggal maupun suasana aman. Melalui pendekatan yang tepat, kecemasan tersebut dapat direduksi dengan mengembalikan dunia anak ke dalam suasana yang menyenangkan. Oleh karena itu, perlu dilakukan intervensi psikososial melalui terapi bermain untuk membantu anak mengekspresikan emosi dan menurunkan tingkat kecemasan mereka. Kegiatan pengabdian ini dilakukan sebagai implementasi tridarma perguruan tinggi yang melibatkan tim pengabdi dari departemen keperawatan jiwa serta mahasiswa. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini terapi bermain (play therapy), bercerita, dan pendampingan psikologis pada anak-anak terdampak. Hasil pengabdian masyarakat yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari implementasi terapi bermain terhadap penurunan tingkat ansietas anak pasca banjir di Kecamatan Medan Johor (p-value 0,00 < 0,05). Anak-anak menunjukkan peningkatan keceriaan dan kemampuan adaptasi yang lebih baik setelah intervensi diberikan. Diharapkan pendampingan psikologis dan aktivitas bermain secara terstruktur tetap dapat difasilitasi oleh masyarakat setempat dan petugas kesehatan secara berkesinambungan agar ketangguhan mental anak pasca bencana dapat terwujud. Kata kunci: Terapi Bermain, Reduksi Ansietas, Anak, Pasca Banjir
Peningkatan Ekonomi Masyarakat Giri Rejo Balikpapan melalui Pemanfaatan Cangkang Biji Karet Menjadi Gantungan Kunci Habibie, Fadeli Muhammad; Simamora, Gevbry Ranti Ramadhani; Simangunsong, Russel Amanda; Alif, Fadel Muhammad; Karlos, George Juan Armando Hary; Wicaksono, Syamsul Ma’arif Dwi; Tatimu, Evelin Tresya; Sabrina, Cicilia Tiara Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 8 No. 1 (2026): Vol 8 No. 1 April 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v8i1.2515

Abstract

Wilayah Karang Joang Kota Balikpapan memiliki keindahan alam dengan adanya Wisata Meranti dan Bambu. Di wilayah ini pula terdapat banyak kebun karet yang dimiliki warga sebagai salah satu komoditas mata pencaharian. Pohon karet menghasilkan getah karet yang umum dijual, namun buahnya yang biasa disebut sebagai biji karet belum dimanfaatkan sepenuhnya selain sebagai bibit. Adanya ketersediaan biji karet yang melimpah dapat dimanfaatkan melalui diversifikasi produk berbasis biji karet. Pengabdian masyarakat ini bertujuan menegmbangkan potensi cangkang biji karet menjadi kerajinan tangan gantungan kunci khas wisata Meranti. Kegiatan ini dikemas dalam program mahasiswa mengabdi mahasiswa sebagai bentuk pemberian solusi berupa inovasi pemanfaatan biji karet untuk meningkatkan kreativitas dan ekonomi masyarakat. Metode kegiatan meliputi identifikasi potensi lokal, pelatihan pemanfaatan limbah cangkang biji karet, dan kerja bakti bersama mitra. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat sangat puas dengan adanya pemahaman baru terkait biji karet yang hanya dilihat sebagai produk samping dapat dikembang menjadi kerajinan tangan yang memiliki nilai tambah. Hal ini terlihat dengan tingginya motivasi masyarakat dalam menunjukkan kreativitas mereka dan menjadi inspirasi untuk mengembangkan bentuk kerajinan lainnya yang berbasis biji karet.
Efektifitas Pemberian Penyuluhan Anemia Pada Tingkat Pengetahuan Remaja Melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Wilayah Puskesmas Wonogiri I Kabupaten Wonogiri Tiara Mulatsih Purbaningrum; Refina Anggraini; Ika Sumiyarsi Sukamto; Nuraini Wahyuningtyas; Diandra Arisnawati; Windarti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 8 No. 1 (2026): Vol 8 No. 1 April 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v8i1.2530

Abstract

Anemia adalah masalah kesehatan yang sering dialami remaja perempuan karena kebutuhan zat besi meningkat dan adanya kehilangan darah secara rutin saat menjalani menstruasi. Rendahnya tingkat pengetahuan mengenai anemia serta pola makan yang tidak seimbang menjadi faktor kontributor utama tingginya prevalensi kondisi ini di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja perempuan tentang anemia dengan memberikan penyuluhan kesehatan dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayah Puskesmas Wonogiri I. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional yang dilakukan pada santriwati Pondok Pesantren Al-Fatah. Pengambilan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling dengan instrumen berupa kuesioner pre-post test yang telah di validasi. Data kemudian dianalisis menggunakan SPSS untuk mengevaluasi perubahan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah intervensi penyuluhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, mayoritas responden (49%) memiliki tingkat pengetahuan kategori rendah dan 75% di antaranya belum pernah mendapatkan edukasi anemia. Setelah dilakukan penyuluhan, terjadi peningkatan drastis pada kategori pengetahuan tinggi menjadi 67,3%. Analisis uji statistik Wilcoxon menghasilkan nilai p-value 0,000 (p < 0,05), yang menegaskan adanya perbedaan bermakna pada tingkat pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Kesimpulannya, pemberian penyuluhan anemia melalui program CKG terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri secara signifikan.
PELATIHAN AKUPRESUR UNTUK KADER KESEHATAN SEBAGAI SALAH SATU BENTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT DEGENERATIF DI DUSUN COKROKONTENG SIDOARUM GODEAN SLEMAN YOGYAKARTA Dwi Antara Nugraha
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 8 No. 1 (2026): Vol 8 No. 1 April 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v8i1.2545

Abstract

Hypertension is a disease that is suffered by many Indonesian people and is always in the top 10 non-communicable diseases as well as being part of the 10 non-communicable diseases that cause death. In Sleman district, the prevalence of hypertension in 2021 and in the 2022 update still ranks first. The prevalence of degenerative disease sufferers in Sleman district is the basis for thinking, how important it is to control hypertension which is a degenerative disease, so as to provide optimal conditions for the quality of life for the community. Acupressure training at acupuncture points GV 20, GB 20, EX-HN 3, EX-HN 5, GB 21, LI 4 and PC 6 with massage techniques and turning left 30 times each acupoint with a rhythm in harmony with breathing for health cadres in posyandu may be able to help the effectiveness of conventional treatment that has been carried out. The training was given to 12 health cadres. The results of the training on the training score showed a significant difference in the average knowledge score between the score before (M=56.67, SD 9.85) and the score after (M=80.83, SD 7.93), t(11), 6.384, and p=0.000. Suggestions that can be given are the need for socialization and training to health cadres about acupressure therapy for hypertension. Keywords: Hypertension; Acupressure
Pelatihan Olahan Hasil Perikanan dan Pemasaran Digital sebagai Strategi Peningkatan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pesisir Kelurahan Klandasan Ulu Gevbry Ranti Ramadhani Simamora, Gevbry
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 8 No. 1 (2026): Vol 8 No. 1 April 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v8i1.2560

Abstract

Wilayah pesisir Kota Balikpapan memiliki potensi sumber daya perikanan yang besar, namun pemanfaatannya oleh masyarakat nelayan masih terbatas pada penjualan ikan segar dan pengolahan sederhana sehingga nilai tambah produk belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta membuka peluang ekonomi baru melalui pengembangan produk olahan ikan bernilai tambah. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tahapan persiapan, pra-pelatihan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Klandasan Ulu RT 003 Kota Balikpapan melalui pelatihan pengolahan ikan, pengemasan produk, dan pengenalan strategi pemasaran digital. Evaluasi dilakukan menggunakan pra-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengolah ikan menjadi produk rice box sambal ikan dan nugget ikan sebagai produk frozen food, serta peningkatan pemahaman mengenai pengemasan dan pemasaran berbasis digital. Produk yang dihasilkan dinilai memiliki potensi ekonomi dan peluang pasar yang baik. Kesimpulannya, program pengabdian ini efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir dan mendorong terciptanya peluang ekonomi baru berbasis produk olahan perikanan yang berkelanjutan. Kata kunci : masyarakat pesisir, pemasaran digital, pemberdayaan masyarakat, pengolahan ikan, produk bernilai tambah
EDUKASI PEMANFAATAN LIMBAH BUAH DAN SAYURAN MENJADI ECO ENZYME UNTUK MENDUKUNG PERILAKU RAMAH LINGKUNGAN PADA SISWA SMAN 2 TANJUNG BALAI Azwana, Azwana; Panggabean, Ellen L.; Lubis , Hilman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 8 No. 1 (2026): Vol 8 No. 1 April 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v8i1.2579

Abstract

High school students are the next generation who will protect and safeguard this earth from various damages, both intentional and unintentional. This activity aims to increase students' awareness of environmental conditions in SMAN 2 Tanjungbalai City, North Sumatra, and to practice sustainable organic waste management. This community service activity was carried out by holding training on the use of fruit and vegetable waste as ecoenzymes. The activity was carried out between a team of lecturers from Medan and students of SMAN 2 Tanjung Balai with permission from the school apparatus. This program targets students as agents of change who can utilize fruit and vegetable waste into ecoenzyme solutions that can be used in everyday life, which are safe and environmentally friendly. This activity combines lectures, demonstrations, and practices so that students as participants understand and are able to make ecoenzymes. This activity introduces participants to the concept, benefits, and step-by-step procedures for producing ecoenzymes using organic waste from leftover fruits and vegetables. As a result, students were very happy and gave positive responses because they were able to utilize fruit and vegetable waste in their homes into a multi-purpose solution needed in everyday life. Students, as agents of change, are expected to utilize the knowledge they gain from this activity in their daily lives, thereby reducing waste production. This program emphasizes the importance of empowering high school students as agents of change and the next generation with simple, cost-effective, and impactful innovations.
PERBANDINGAN KEDUDUKAN KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK) DI INDONESIA DAN SURUHANJAYA PENCEGAHAN RASUAH MALAYSIA (SPRM) DI MALAYSIA irpan, Irpan Hasonangan Harahap
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 8 No. 1 (2026): Vol 8 No. 1 April 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v8i1.2582

Abstract

Korupsi merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang berdampak serius terhadap keuangan negara, tata kelola pemerintahan, dan kepercayaan publik terhadap hukum. Kompleksitas dan karakter sistemik tindak pidana korupsi mendorong banyak negara membentuk lembaga khusus yang memiliki kedudukan dan kewenangan strategis dalam sistem ketatanegaraan. Indonesia dan Malaysia merupakan dua negara yang membentuk lembaga pemberantasan korupsi, yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Indonesia dan Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) di Malaysia. Meskipun memiliki tujuan yang sama, kedua lembaga tersebut diatur dalam kerangka hukum dan desain kelembagaan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan, wewenang, dan mekanisme pengawasan lembaga pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia dan Malaysia serta membandingkan implikasi hukumnya dalam sistem hukum masing-masing negara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan perbandingan hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KPK secara normatif ditempatkan dalam rumpun kekuasaan eksekutif namun tetap dikonstruksikan sebagai lembaga independen dengan kewenangan terintegrasi hingga tahap penuntutan. SPRM ditempatkan secara tegas dalam struktur eksekutif dan hanya memiliki kewenangan sampai tahap penyidikan. Perbedaan tersebut mencerminkan perbedaan politik hukum dalam merancang sistem pemberantasan korupsi di Indonesia dan Malaysia. Kata kunci: pemberantasan korupsi; KPK dan SPRM; perbandingan hukum