cover
Contact Name
Nursan
Contact Email
mnursan@yahoo.co.id
Phone
+6281915849785
Journal Mail Official
jurnal.agroteksos@unram.ac.id
Editorial Address
Jl. Majapahit No 62 Mataram, NTB, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Agroteksos
Published by Universitas Mataram
ISSN : 08528268     EISSN : 26854368     DOI : https://doi.org/10.29303/agroteksos
Agroteksos merupakan jurnal pertama yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Agroteksos terdaftar di LIPI dengan p-ISSN (p-ISSN No. 0852-8268) pada 25 Mei 2007, dan e-ISSN (e-ISSN No. 2685-4368) pada 19 Juli 2019, Agroteksos menerbitkan minimal 6 artikel dalam satu edisi yang terbit 3 kali dalam setahun. Untuk peningkatan kualitas, Agroteksos telah menggunakan sistem jurnal online OJS 3. Agroteksos adalah Jurnal Ilmiah Pertanian yang memuat tulisan-tulisan hasil penelitian dan gagasan ilmiah di bidang Ilmu Pertanian, yang meliputi aspek Agronomi (termasuk kajian Pemuliaan, Produksi dan Perlindungan Tanaman, dan Ilmu Tanah), Teknologi dan Sosial Ekonomi Pertanian ( Agroteksos). Agroteksos diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram tiga kali dalam setahun (April, Agustus, dan Desember). Redaksi menerima artikel dalam bahasa Indonesia dan Inggris, baik dari universitas maupun luar universitas, baik dari dalam maupun dari luar negeri.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 442 Documents
KEANEKARAGAMAN DAN SEBARAN JENIS ULAR PADA BERBAGAI TIPE HABITAT DI BLOK PEMANFAATAN TAMAN WISATA ALAM KERANDANGAN Irham, Muhammad; Syaputra, Maiser; Wahyuningsih, Endah; Permatasari, Diah
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i3.1305

Abstract

Taman Wisata Alam Kerandangan diketahui menjadi habitat yang potensial bagi berbagai jenis ular. Melihat tingginya dinamika perubahan habitat ular yang menjadi saat ini sehingga penelitian ini menarik untuk dilakukan pada empat perwakilan tipe habitat di blok pemanfaatan yaitu hutan sekunder, riparian, ekoton, dan pekarangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman, kemerataan, kesamaan, dominansi dan pola sebaran jenis ular. Metode yang dilakukan untuk pengumpulan data yaitu visual Ecounter Survey (VES). Pengamatan ular dilakukan pada pagi dan malam hari di Taman Wisata Alam kerandangan. Hasil penelitian ini menemukan sebanyak 15 jenis ular yang tergolong dalam 7 family. Tingkat keanekaragaman tertinggi ada pada habitat hutan sekunder dan dinilai 1.73. Tingkat kemerataan tertinggi ada pada habitat pekarangan dengan nilai 1. Tingkat kesamaan jenis antara 2 tipe habitat berbeda yang tertinggi ada pada habitat riparian dengan pekarangan. Tingkat dominansi jenis pada masing-masing tipe habitat yaitu, di hutan sekunder jenis yang dominan yaitu trimeresurus insularis, di riparian jenis yang mendominan yaitu trimeresurus insularis, dendrelaphis pictus dan malayophyton reticulatus, di ekoton jenis yang dominan yaitu trimeresurus insularis, psammodynastes purverulantus dan naja sputatrix, di pekarangan jenis yang dominan yaitu trimeresurus insularis, gonyosoma oxycephalum, malayophyton reticulatus, dan cylindrophis ruffus. Pola sebaran ular yang didapatkan dari hasil perhitungan dengan indeks morisita adalah berkelompok (clumped).
EKSPLORASI DAN KARAKTERISASI MORFOLOGI TANAMAN KOPI ROBUSTA (COFFEA CANEPHORA) DI KAWASAN GUNUNG KARANG Siahaan, Gita Shania Seprionika; Yenny, Ratna Fitry; Ritawati, Sri; Hermita, Nuniek
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i3.1304

Abstract

Genetic diversity of Robusta coffee plants (Coffea canephora) can be known by identifying morphological characters. Local Robusta coffee is found in the Karang Mountain area. This study aims to determine the diversity of morphological characters and characteristics that distinguish between plant samples in the Karang Mountain area. This research is an exploratory and descriptive survey with a purposive sampling technique. The variables observed were vegetative and generative morphological characters of plants. The results showed that there was a diversity of plant morphological characters and there were characteristics that distinguished between Robusta coffee plant samples in the Gunung Karang area. Vegetative characters include plant stature, plant height, plant shape, stem stature, stem branching shape, stipule shape, young leaf color, leaf shape, leaf tip shape, leaf edge shape, leaf length, and leaf width. Generative characters include fruit color, fruit shape, fruit width, fruit thickness, seed width, seed thickness, seed color, and seed shape.
OPTIMASI KONSENTRASI AIR KELAPA DAN EKSTRAK LIDAH BUAYA UNTUK PERTUMBUHAN SETEK JAMBU AIR var. Citra (Syzygium aqueum) Yahya, Muhammad Zaky; Susiyanti, Susiyanti; Yenny, Ratna Fitry; Laila, Alfu
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i3.1306

Abstract

This research aimed to evaluate the effects of organic material concentrations and soaking durations on the growth of var. Citra water apple (Syzygium aqueum) stem cuttings. The experiment was conducted using a factorial Randomized Block Design with two factors: organic material concentration Z1 (100% coconut water), Z2 (10% aloe vera extract), and Z3 (100% coconut water + 10% aloe vera extract), as well as soaking durations P1 (8 hours), P2 (10 hours), and P3 (12 hours). These factors produced 9 treatment combinations, each repeated 3 times, resulting in 27 experimental units. Observed parameters included sprout emergence time, number of sprouts, sprout height, number of leaves, number of roots, root length, and survival rate. The research indicate that the combination of young coconut water and aloe vera extract (Z3) significantly influenced the number of leaves at 4 Weeks After Planting (WAP), with an average of 11,44 leaves. The soaking duration had a significant effect on sprouting time, with the 8-hour soaking treatment (P1) resulting in the earliest sprouting at an average of 7,16 days. Additionally, the number of shoots at 3, 4, and 5 WAP in the P1 treatment had average heights of 9,94 cm, 10 cm, and 8,33 cm, respectively. The number of leaves at 4 WAP in the P1 treatment averaged 11,55, while the number of roots at the end of the study averaged 10,83 in the P1 treatment. Keywords: Stem cuttings, Var. Citra, water apple, coconut water, aloe vera, growth regulators, soaking duration.
ANALISIS MARKETING MIX PADA KEPUTUSAN PEMBELIAN BERAS MERAH DI SUPERMARKET BOJONEGORO Niken Ardila, Devita Ayu Nindi; Rahayu, Endang Siti; Irianto, Heru
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i3.1276

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Pengaruh presepsi konsumen terhadap marketing mix 4P yang menjadi pertimbangan utama konsumen dalam pembelian produk Beras Merah di Supermarket Bojonegoro. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen Beras Merah yang berada di pasar Modern di Kabupaten Bojonegoro. Jumlah sampel yang ditetapkan dalam penelitian ini sebanyak 100 responden dengan pengambilan sampel menggunakan metode Accidental Sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel bauran pemasaran yang terdiri dari variabel produk (X1), harga (X2), promosi (X3), lokasi (X4) berpengaruh nyata terhadap variabel keputusan pembelian beras merah (Y).
POPULASI BAKTERI PENAMBAT N, N TOTAL, DAN SERAPAN N TANAMAN JAGUNG DI BAWAH PERLAKUAN VARIASI IRIGASI DAN JENIS BAHAN ORGANIK Apriani, Nita; Susilowati, Lolita Endang; Jaya, Dori Kusuma; Suriadi, Ahmad
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i3.1141

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui populasi bakteri N, N total tanah, dan serapan N pada tanaman jagung akibat pemberian volume persentase irigasi berbeda dengan menggunakan sistem irigasi tetes dan beberapa jenis bahan organik. Penelitian ini menggunakan rancangan split plot dengan petak utama adalah persentase pemberian air irgasi berdasarkan kebutuhan air tanaman dan anak petak adalah jenis bahan organik. Pada petak utama terdapat faktor perlakuan I1 (irigasi 100%), I2 (irigasi 80%), dan I3 (irigasi 60%). Sedangkan pada anak petak terdapat faktor perlakuan B0 (tanpa bahan organik), B1 (10 ton/ha pupuk kandang ), B2 (10 ton/ha biochar), B3 (5 ton/ha biochar + 5 ton/ha vermikompos). Berdasarkan faktor-faktor tersebut, diperoleh petak percobaan dari kombinasi antara petak utama dan anak petak yang menghasilkan 12 unit dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara variasi irigasi dan jenis bahan organik hanya mempengaruhi populasi bakteri penambat N dengan populasi tertinggi sebanyak 124,3 x 105 CFU/g pada perlakuan I1B1 (irigasi 100% dengan 10 ton/ha pupuk kandang). Sedangkan secara mandiri, variasi irigasi dan jenis bahan organik masing-masing mempengaruhi populasi bakteri penambat N, N total tanah, dan serapan N tanaman.
DETERMINASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERSEDIAAN PANGAN RUMAH TANGGA PETANI PADI DI DESA KALIBENING KABUPATEN MUSI RAWAS Sysmita, Virlianda; Wildayana, Elisa; Yunita, Yunita
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i1.1299

Abstract

The availability of food in their households, can be affected by various factors such as certain land conditions, price fluctuations, government policies, and the impact of climate change. The objectives of this study are Analyzing factors that affect food availability on food availability in rice farmer households in Musi Rawas Regency. This research was conducted in Musi Rawas Regency, Tugumulyo District in Kali Bening Village at December 2024. The research methods used are the survey method and the method of drawing examples of the simple random sample method. The data used are primary and secondary data. The results of this study are factors that significantly affect the availability of staple food (rice) in Kali Bening Village, Tugu Mulyo District, Musi Rawas Regency are the Number of Dependents, Land Area and Expenditure, where the Number of Dependents and Land Area are positively affected while expenditure is negatively affected.
AKSI PEMERINTAH DAERAH DALAM SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) NO POVERTY MELALUI SUSTAINABLE AGRICULTURE UNTUK MENCIPTAKAN GREEN ECONOMY DI KABUPATEN LANGKAT Apriliani, Anggi
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i3.1097

Abstract

Kemiskinan masih menjadi masalah serius di Kabupaten Langkat dengan jumlah penduduk miskin mencapai 981.600 jiwa dari total populasi 1.039.926 jiwa. Meskipun terdapat penurunan jumlah penduduk miskin, kenaikan garis kemiskinan menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan masih menjadi perhatian. Penelitian ini menekankan pentingnya pertanian berkelanjutan yang fokus pada peningkatan produktivitas dan produksi pangan dengan praktik ramah lingkungan, seperti penggunaan pupuk organik, pengelolaan lahan yang berkelanjutan, dan pengendalian hama terpadu. Dengan demikian, diharapkan dapat berkontribusi dalam pengurangan kemiskinan dan menciptakan ekonomi hijau di Kabupaten Langkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemerintah daerah Kabupaten Langkat dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) dalam mengatasi kemiskinan melalui pertanian berkelanjutan untuk menciptakan ekonomi hijau (green economy). Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk aksi pemerintah kabupaten langkat dalam pertanian berkelanjutan yaitu melakukan inovasi inovasi pengendalian hama dan penyakit ramah lingkungan, pemanfaatan lahan pekarangan rumah menjadi sektor pertanian, dan penerapan ecofarming.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG TEMPE TERHADAP KARAKTERISTIK KONYAKU KAYA PROTEIN Zainuri, Zainuri; Utama, Qabul Dinata; Paramartha, Dewa Nyoman Adi; Pertiwi, Made Gendis Putri; Anggraeni, Ines Marisya Dwi; Pratiwi, Anisa; Rahayu, Tri Isti
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i1.1404

Abstract

Porang termasuk umbi-umbian dengan kandungan glukomanan yang tinggi, dimana glukomanan dapat dijadikan sebagai bahan pangan dan bermanfaat bagi kesehatan. Sebagai bahan pangan, tepung porang dapat diolah menjadi konyaku yaitu makanan tradisional Jepang yang memilki tekstur seperti jeli dan dikonsumsi oleh vegetarian sebagai pengganti daging. Dengan demikian, perlu dilakukan penambahan sumber nutrisi pada proses pembuatannya yaitu dengan menambahkan tepung tempe yang kaya akan protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi tepung tempe terbaik terhadap karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik konyaku kaya protein. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok dengan satu faktor yaitu penambahan tepung tempe. Parameter yang diamati meliputi parameter fisik (tekstur), parameter kimia (kadar air, kadar abu, dan kadar protein) dan parameter organoleptik (tekstur, warna, rasa, dan aroma). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung tempe memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap kadar air, kadar lemak, kadar protein, dan rasa (skoring), namun tidak berbeda nyata terhadap kadar abu, kadar serat kasar, uji tekstur, warna (skoring dan hedonik), aroma (skoring dan hedonik), rasa (hedonik), dan tekstur (skoring dan hedonik). Penambahan tepung tempe sebanyak 25% (P5) merupakan perlakuan terbaik, diperoleh parameter kimia kadar air sebesar 90,62%, kadar abu sebesar 0,16%, kadar lemak sebesar 1,27%, kadar serat kasar sebesar 1,69%, dan kadar protein sebesar 2,28%; mutu fisik berupa tekstur agak kenyal dengan hasil uji sebesar 1,02 N; berwarna cokelat muda, sedikit aroma tempe, dan sedikit ada rasa tempe
SRATEGI PENGELOLAAN PERIKANAN RAJUNGAN BERKELANJUTAN DI KAWASAN TELUK EKAS KABUPATEN LOMBOK TIMUR Husni, Syarif; Yusuf, M; Nursan, Muhammad; FR, Aeko Fria Utama; Widyanti, Ni Made Zea Mita
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i1.1365

Abstract

Trend CPUE perikanan rajungan mengalami penurunan yang cukup drastis, mengindikasikan bahwa tingkat pemanfaatan rajungan di Teluk Ekas sudah berlebih. Tujuan penelitian adalah 1) menganalisis faktor internal dan eksternal yang menjadi kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman dalam aktivitas penangkapan rajungan, 2) merumuskan strategi pengelolaan perikanan rajungan yang berkelanjutan dan 3) menyusun program pemberdayaan nelayan rajungan di Kawasan Teluk Ekas Lombok Timur. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif dan pengumpulan data menggunakan teknik survey. Dipilih sebanyak 30 orang nelayan rajungan, 2 orang aparat Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupatn Lombok Timur dan 3 orang tokoh masyarakat setempat secara random sampling. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Faktor internal berupa kekuatan (potensi rajungan yang masih tersedia di Kawasan Teluk Ekas dan kelemahan (pemahaman nelayan terhadap keberlanjutan rajungan masih rendah), dan faktor eksternal berupa peluang (permintaan daging rajungan yang tinggi) dan faktor ancaman (gejala overfishing). 2) Strategi pengelolaan rajungan di Teluk Ekas: a) Strategi S-O (menetapkan standar kualitas dan promosi produk rajungan unggulan dan membangun industri rumah tangga berbasis rajungan dengan menggunakan modal sosial yang kuat, b) strategi W-O (menggunakan dukungan stakeholder untuk meningkatkan regulasi dan pelatihan nelayan, mengembangkan skema pembiayaan dan modal usaha bagi nelayan dengan bantuan pemerintah dan industri rumah tangga, formalitas aturan pengelolaan untuk mendukung pemasaran rajungan yang baik, c) Strategi W-T (meningkatkan regulasi dan pengawasan untuk mengurangi penggunaan alat tangkap tidak selektif), d) Strategi S-T (diversifikasi sumber pendapatan untuk mengurangi ketergantungan pada perikanan rajungan).
THE WELFARE ANALYSIS OF CORN FARMERS' HOUSEHOLDS IN THE BUFFER AREA OF THE MANDALIKA SPECIAL ECONOMIC ZONE Hidayati, Asri; Septiadi, Dudi; Hidayanti, Anna Apriana; Febrilia, Baiq Rika Ayu
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i1.1321

Abstract

The objective of this study is to: (1) Analyze the income of corn farmers in the buffer zone of the Mandalika Special Economic Zone (SEZ); (2) Assess the welfare levels of these farmers. The research was conducted in the buffer zone of the Mandalika SEZ, specifically in Mertak Village, Pujut District, Central Lombok Regency. This study employs a qualitative-descriptive research design. Data collection was carried out through interviews guided by questionnaires with 40 respondents, selected through accidental sampling. The data analysis techniques used in this study include: (1) Income analysis; (2) Household welfare level analysis. The results indicate that: (1) The average income from corn farming per planting season in the buffer zone of the Mandalika SEZ is IDR 11,928,400 per LLG or IDR 12,563,764 per hectare; (2) Based on the NTRP, Sajogyo, and BPS approaches, on average, corn farming households fall into the prosperous category. However, when considering distribution, 30% of farming households are still not prosperous according to the NTRP approach. Additionally, according to the Sajogyo criteria, 12.5% of households are categorized as poor, and 5% as extremely poor. Meanwhile, the BPS poverty analysis reveals that 47.5% of households are classified as poor.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025 Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025 Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024 Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024 Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024 Vol 33 No 3 (2023): Jurnal Agroteksos Desember 2023 Vol 33 No 2 (2023): Jurnal Agroteksos Agustus 2023 Vol 33 No 1 (2023): Jurnal Agroteksos April 2023 Vol 32 No 3 (2022): Jurnal Agroteksos Desember 2022 Vol 32 No 2 (2022): Jurnal Agroteksos Agustus 2022 Vol 32 No 1 (2022): Jurnal Agroteksos April 2022 Vol 31 No 1 (2021): Jurnal Agroteksos April 2021 Vol 31 No 3 (2021): Jurnal Agroteksos Desember 2021 Vol 31 No 2 (2021): Jurnal Agroteksos Agustus 2021 Vol 30 No 2 (2020): Jurnal Agroteksos Agustus 2020 Vol 30 No 3 (2020): Jurnal Agroteksos Desember 2020 Vol 30 No 1 (2020): Jurnal Agroteksos April 2020 Vol 29 No 3 (2019): Jurnal Agroteksos Desember 2019 Vol 29 No 2 (2019): Jurnal Agroteksos Agustus 2019 Vol 29 No 1 (2019): Jurnal Agroteksos April 2019 Vol 28 No 2 (2018): Jurnal Agroteksos Agustus 2018 Vol 24 No 3 (2014): jurnal Agroteksos 3 Desember 2014 Vol 13 No 3 (2003): Jurnal Agroteksos 3 Oktober 2003 Vol 28 No 3 (2018): Jurnal Agroteksos Desember 2018 Vol 28 No 1 (2018): Jurnal Agroteksos April 2018 Vol 13 No 4 (2003): Jurnal Agroteksos januari 2003 Vol 7 No 3 (1997): JURNAL ILMIAH AGROTEKSOS 1997 Vol 26 No 2 (2016): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2016 Vol 26 No 1 (2016): jurnal agroteksos 1 April 2016 Vol 26 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 3 Desember 2015 Vol 25 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2015 Vol 25 No 1 (2015): jurnal agroteksos 1 April 2015 More Issue